Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Gubernur Bali Gelorakan Masyarakat “Ngamargiang Rahina Tresna Asih” Secara “Niskala-Sakala”

Rayakan “Rahina Tumpek Krulut” dengan Upacara “Jana Kerthi”

Loading

BALIILU Tayang

:

Gubernur Bali
Gubernur Bali Wayan Koster (Foto : Ist)

 Denpasar, baliilu.com – Sebagai implementasi Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 04 Tahun 2022 tentang Tata-Titi  Kehidupan Masyarakat Bali Berdasarkan Nilai-Nilai Kearifan Lokal  Sad Kerthi Dalam Bali Era Baru, Gubernur Bali menggelorakan Rahina Tresna Asih melalui Instruksi Nomor 08 Tahun 2022 tentang Perayaan Rahina Tumpek Krulut dengan Upacara Jana Kerthi. Perayaan ini merupakan pelaksanaan
Visi: Nangun Sat Kerthi Loka Bali” melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru.

Instruksi ditujukan kepada Pimpinan Lembaga Vertikal di Bali, Walikota/Bupati se-Bali, Bandesa Agung Majelis Desa Adat Provinsi Bali, Bandesa Madya Majelis Desa Adat Kota/ Kabupaten se-Bali, Bandesa Alitan Majelis Desa Adat Kecamatan se-Bali,  Pimpinan Lembaga Pendidikan se-Bali,  Perbekel dan Lurah se-Bali,  Bandesa Adat atau Sebutan Lain se-Bali, Pimpinan Organisasi Kemasyarakatan dan Swasta se-Bali,  dan Seluruh Masyarakat Bali.

Gubernur Bali mendorong semua pihak bersinergi secara gotong royong melaksanakan nilai-nilai adiluhung Jana Kerthi dengan tertib, disiplin, dan penuh rasa tanggung jawab.  Perayaan Rahina Tumpek Krulut dilaksanakan secara serentak di seluruh Bali pada hari Sabtu (Saniscara Kliwon, Krulut), tanggal 23 Juli 2022, diawali kegiatan Niskala  Pukul: 09.00–10.00 Wita, dan dilanjutkan kegiatan Sakala pada pukul 10.00 sampai selesai (dilaksanakan selama Wuku Krulut).

Pemerintah Provinsi Bali merayakan Rahina Tumpek Krulut secara Niskala dengan upacara penyucian (otonan) sarwa tetangguran (gamelan dan/atau alat musik) untuk memuliakan Hyang Widhi dalam manifestasi sebagai Dewa Iswara/Kawiswara dilanjutkan dengan persembahyangan bersama.

Kegiatan Niskala dilaksanakan dengan sembahyang bersama di Pura Gelap Besakih pada Hari Sabtu (Saniscara Kliwon, Krulut), tanggal 23 Juli 2022, pukul 09.00-10.00 Wita. Persembahyangan bersama dihadiri langsung oleh Gubernur Bali beserta sejumlah pejabat, Seniman, Budayawan, Mahasiswa, Siswa, serta masyarakat.

Baca Juga  Ngobras di Gema Merdeka, Ny. Putri Koster : Cegah Stunting Secara Masif

Kegiatan Sakala dilakukan dengan pergelaran seni, kunjungan ke panti asuhan, panti wreda, rumah tahanan, dan/atau rumah sakit, memberi bantuan kepada siswa atau mahasiswa berprestasi dan/atau kurang mampu, memberi penghargaan kepada penggiat seni dan budaya, olah raga, dan bidang lainny, dan memberi ucapan Rahina Tresna Asih/Kasih Sayang Dresta Bali melalui berbagai media.


Acara pergelaran seni diisi dengan berbagai jenis kesenian dan Grand Final Aransemen Lagu Nangun Sat Kerthi Loka Bali, pada Hari Sabtu (Saniscara Kliwon, Krulut), 23 Juli 2022, pukul 19.00 wita sampai selesai, di Panggung Terbuka Ardha Candra Taman Budaya Provinsi Bali.

Pemerintah Kabupaten/Kota se-Bali melaksanakan Upacara Tumpek Krulut secara Niskala  dan Sakala sebagaimana halnya kegiatan Pemerintah Provinsi Bali, tempat ditentukan oleh Pemerintah Kota/Kabupaten masing-masing.

Majelis Desa Adat Provinsi Bali mengikuti kegiatan Pemerintah Provinsi Bali sedangkan Majelis Desa Adat Kabupaten/Kota mengikuti kegiatan Pemerintah Kabupaten/Kota masing-masing.

Lembaga Vertikal merayakan Rahina Tumpek Krulut secara Niskala dengan persembahyangan bersama di tempat suci yang ditentukan masing-masing. Kegiatan Sakala dilaksanakan dengan kegiatan pergelaran seni,kunjungan dan kepedulian sosial ke panti asuhan, panti wreda, rumah tahanan dan/atau rumah sakit,memberi bantuan kepada siswa atau mahasiswa berprestasi dan/atau kurang mampu,memberi penghargaan kepada penggiat seni dan budaya, olah raga, dan bidang lainnya, danmemberi ucapan Rahina Tresna Asih/Kasih Sayang Dresta Bali melalui berbagai media.Peserta kegiatan adalah pimpinan dan pegawai masing-masing instansi.

Desa/Kelurahan merayakan Rahina Tumpek Krulut secara Niskala  dengan melaksanakan persembahyangan bersama di Pura Kahyangan Desa. Kegiatan Sakala dilaksanakan dengan kegiatan pergelaran seni, kunjungan dan kepedulian sosial ke panti asuhan, panti wreda, rumah tahanan dan/atau rumah sakit, menyelenggarakan kegiatan peduli sosial kepada masyarakat desa/kelurahan yang kurang mampu,memberi penghargaan kepada penggiat seni dan budaya, olah raga, dan bidang lainnya, danmemberi ucapan Rahina Tresna Asih/Kasih Sayang Dresta Bali melalui berbagai media. Peserta kegiatan adalah Perbekel/Lurah, Perangkat Desa/Kelurahan, Staf Kantor Desa/Kelurahan, dan Masyarakat Desa/Kelurahan.

Baca Juga  Bupati Tabanan Hadiri Penyerahan LKPD TA 2021 Provinsi Bali dan Kabupaten/Kota Se-Bali

Desa Adat merayakan Rahina Tumpek Krulut secara Niskala  dengan melaksanakan persembahyangan bersama di Pura Kahyangan Desa. Kegiatan Sakala dilaksanakan dengan kegiatan pergelaran seni, kunjungan dan kepedulian sosial ke panti asuhan, panti wreda, rumah tahanan dan/atau rumah sakit, memberi bantuan kepada yowana berprestasi dan/atau krama kurang mampu,  memberi penghargaan kepada penggiat seni dan budaya, olah raga, dan bidang lainnya, dan Memberi ucapan Rahina Tresna Asih/Kasih Sayang Dresta Bali melalui berbagai media. Peserta kegiatan adalah Prajuru dan Krama Desa Adat.

Keluarga merayakan Rahina Tumpek Krulut secara Niskala  dengan melaksanakan persembahyangan bersama di Sanggah/Merajan masing-masing. Kegiatan Sakala dilaksanakan dengan sungkeman anak kepada orang tuanya, orang tua memberi doa, restu, bimbingan, dan tuntunan kepada anaknya agar menjadi anak yang suputra; kunjungan dan kepedulian sosial ke panti asuhan, panti wreda, rumah tahanan dan/atau rumah sakit, dan memberi ucapan Rahina Tresna Asih/Kasih Sayang Dresta Bali melalui berbagai media.

Lembaga Pendidikan merayakan Rahina Tumpek Krulut secara Niskala dengan melaksanakan persembahyangan bersama di tempat suci masing-masing.
Kegiatan Sakala dilaksanakan dengan sungkeman siswa/mahasiswa kepada Guru/Dosen,  Guru/Dosen memberi doa, restu, bimbingan, dan tuntunan kepada siswa/mahasiswa agar menjadi siswa/mahasiswa yang suputra; kunjungan dan kepedulian sosial ke panti asuhan, panti wreda, rumah tahanan dan rumah sakit, memberi penghargaan kepada siswa atau mahasiswa berprestasi dan/atau kurang mampu, memberi penghargaan kepada penggiat seni dan budaya, olah raga, dan bidang lainnya, dan memberi ucapan Rahina Tresna Asih/Kasih Sayang Dresta Bali melalui berbagai media. Peserta kegiatan adalah Guru/Dosen; Siswa/Mahasiswa; dan Seluruh tenaga kependidikan.

Organisasi Kemasyarakatan dan Swasta merayakan Rahina Tumpek Krulut dengan melaksanakan persembahyangan bersama di tempat suci yang ditentukan masing-masing. Kegiatan Sakala dilaksanakan dengan kegiatan pergelaran seni, kunjungan dan kepedulian sosial ke panti asuhan, panti wreda, rumah tahanan, dan/atau rumah sakit, memberi bantuan kepada masyarakat kurang mampu, memberi penghargaan kepada penggiat seni dan budaya, olah raga, dan bidang lainnya, dan memberi ucapan Rahina Tresna Asih/Kasih Sayang Dresta Bali melalui berbagai media. Peserta kegiatan adalah pimpinan beserta anggota masing-masing Ormas dan Swasta.

Baca Juga  Gubernur Koster Buka Bulan Bung Karno IV di Provinsi Bali

Masyarakat merayakan Rahina Tumpek Krulut secara Niskala dengan melakukan persembahyangan bersama di tempat suci pilihan masing- masing. Kegiatan Sakala:tingkat anak-anak dilaksanakan dengan kegiatan maplalianan bersama (bermain, berwisata, atau hiburan), tingkat yowana dan dewasa dilaksanakan dengan kegiatan bersama dalam bidang seni budaya, olah raga, sosial kemanusiaan, serta bentuk simpati dan empati lainnya, danmemberi ucapan Rahina Tresna Asih/Kasih Sayang Dresta Bali melalui berbagai media.

Ungkapan Tresna Asih/Kasih Sayang dapat diwujudkan dengan memberi kembang atau bentuk lain sebagai cenderamata yang membahagiakan, dengan memanfaatkan produk lokal Bali. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BUDAYA

Wabup Bagus Alit Sucipta Hadiri “Karya Rsi Gana” di Pura Desa Sibanggede

Published

on

By

Wabup Alit Sucipta
HADIRI KARYA: Wabup Bagus Alit Sucipta, menghadiri pelaksanaan Karya Rsigana, Melaspas dan Mendem Pedagingan di Pura Desa, Desa Adat Sibanggede, Abiansemal Badung, Selasa (2/6). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Wakil Bupati Badung, Bagus Alit Sucipta bersama Ketua WHDI Badung Nyonya Yunita Alit Sucipta, menghadiri pelaksanaan Karya Rsi Gana, Melaspas dan Mendem Pedagingan yang merupakan rangkaian Karya Piodalan Padudusan Agung, Menawa Ratna, Medasar Caru Labuh Gentuh, Ngusaba Desa, dan Ngusaba Nini di Pura Desa, Desa Adat Sibanggede, Abiansemal Badung, Selasa (2/6). Karya suci tersebut dipuput oleh Ida Pedanda Gede Putra Geniten dari Griya Dalem Sibanggede dan Ida Pedanda Gede Watulumbang dari Griya Watulumbang Sibangkaja.

Wabup turut melaksanakan persembahyangan bersama serta mengikuti prosesi mendem pedagingan. Upacara ini merupakan rangkaian Piodalan Padudusan Agung, Menawa Ratna, Medasar Caru Labuh Gentuh, Ngusaba Desa, dan Ngusaba Nini yang bertujuan memohon kerahayuan jagat, keselamatan, kesejahteraan, serta menjaga keseimbangan hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Selain sebagai wujud rasa syukur dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, upacara ini juga menjadi sarana memohon anugerah kesehatan, kesuburan, kemakmuran, keharmonisan, serta perlindungan dari berbagai mara bahaya dan bencana bagi seluruh Krama Desa Adat Sibanggede. Sebagai bentuk komitmen dan dukungan Pemkab Badung terhadap pelaksanaan yadnya tersebut, Wabup Bagus Alit Sucipta secara simbolis menyerahkan bantuan dana sebesar Rp. 1,5 miliar yang diterima oleh Ketua Panitia Karya, I Ketut Darma.

Dalam sambrama wacananya, Wabup Bagus Alit Sucipta menyampaikan apresiasi kepada seluruh krama Desa Adat Sibanggede yang telah bergotong royong menyelenggarakan karya suci tersebut. Ia mengaku bangga dapat hadir dan berbaur bersama masyarakat yang sedang melaksanakan yadnya sebagai bentuk rasa syukur dan sembah bakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa dan mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan kebersamaan serta mendukung berbagai program pembangunan Pemerintah Kabupaten Badung dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga  Di Bulan Bakti, Pramuka Wajib Aktif dalam Gerakan Pemulihan Indonesia

Karya suci ini merupakan wujud nyata sraddha dan bhakti kepada Ida Sanghyang Widhi Wasa, semoga seluruh rangkaian karya dapat berjalan lancar, labda karya, serta memberikan kerahayuan, kesehatan, dan keseimbangan bagi alam semesta beserta seluruh krama sehingga tercipta kehidupan yang rembah ripah loh jinawi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Karya I Ketut Darma melaporkan bahwa pelaksanaan Karya Piodalan Padudusan Agung Menawa Ratna Medasar Caru Labuh Gentuh di Pura Desa Sibanggede dilaksanakan berdasarkan hasil paruman krama Desa Adat Sibanggede. Puncak karya dijadwalkan berlangsung pada 7 Juli 2026 mendatang sedangkan Upacara Ngusaba Desa dan Ngusaba Nini akan dilaksanakan pada 9 Juli 2026.

Terkait pendanaan, I Ketut Darma menjelaskan bahwa pelaksanaan karya didukung bantuan hibah Pemkab Badung sebesar Rp. 1,5 miliar, punia dari krama Desa Adat Sibanggede, serta punia dari para pengusaha yang berada di wilayah Desa Sibanggede. Selain bantuan dana, masyarakat juga memberikan dukungan berupa beras dan berbagai sarana upakara lainnya.

Ia juga menyampaikan bahwa persiapan pelaksanaan karya dalam pembuatan berbagai sarana upakara dilakukan secara bersama-sama oleh para serati, tukang ulam, serta krama adat yang berasal dari 12 banjar.  Dengan jumlah kepala keluarga (KK) yang terlibat mencapai kurang lebih 1.500 KK.

Turut hadir pada kegiatan tersebut anggota DPRD Provinsi Bali I Nyoman Laka, anggota DPRD Kabupaten Badung I Nyoman Gede Wiradana, Ketua WHDI Kabupaten Badung Nyonya Yunita Alit Sucipta, Camat Abiansemal yang diwakili Kasi Pelayanan Umum Made Parmita, Bendesa Adat Sibanggede I Nyoman Surianta, Perbekel Sibanggede I Wayan Darmika, serta undangan lainnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Wawali Arya Wibawa Hadiri Upacara “Melaspas” Wantilan di Pura Dalem Tegeh Gumi

Published

on

By

wawali arya wibawa
HADIRI UPACARA: Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa saat menghadiri Upacara Melaspas Wantilan di Pura Dalem Tegeh Gumi, Desa Dauh Puri Kauh bertepatan dengan Anggara Kasih Julungwangi, Selasa (2/6). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri Upacara Melaspas Wantilan di Pura Dalem Tegeh Gumi, Desa Dauh Puri Kauh bertepatan dengan Anggara Kasih Julungwangi, Selasa (2/6). Upacara tersebut dilaksanakan lantaran proses renovasi bangunan wantilan tuntas dilaksanakan dengan bantuan hibah dari Pemkot Denpasar.

Hadir dalam kesempatan tersebut Anggota DPRD Kota Denpasar, AA Putu Gede Wibawa, Dirut PT. Jamkrida Bali Mandara, AA Ngurah Adhi Ardhana, Ketua PHDI Kota Denpasar, I Made Arka, Kadis Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkim) Kota Denpasar, I Gede Cipta Sudewa Atmaja, Kabag Kesra Setda Kota Denpasar, IB Alit Surya Antara, Camat Denpasar Barat, I Wayan Yusswara serta undangan lainnya.

Perwakilan Pengempon Pura, I Putu Adiana mengucapkan terima kasih atas dukungan serta bantuan semua pihak dalam pelaksanaan pembangunan Wantilan Pura Dalem Tegeh Gumi. Dimana, dengan berakhirnya upacara melaspas ini maka tuntas pula proses pemugaran Wantilan ini.

“Kami atas nama pengempon pura mengucapkan terima kasih atas dukungan dan sumbangsih semua pihak, terutama Pemkot Denpasar dalam mensukseskan pembangunan Wantilan Pura Dalem Tegeh Gumi,” ujarya.

Lebih lanjut pihaknya menjelaskan, keberadaan wantilan ini tentunya memberikan manfaat bagi krama dalam mendukung pelaksanaan yadnya di Pura Dalem Tegeh Gumi.

“Tentunya kehadiran wantilan ini akan memberikan kemanfaatan bagi krama pengempon dalam pelaksanaan yadnya dan aci di Pura Salem Tegeh Gumi,” ujarnya.

Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa memberikan apresiasi atas semangat krama pengempon Pura Dalem Tegeh Gumi. Kedepan, dengan adanya bangunan wantilan ini dapat memberikan kemanfaatan serta senantiasa menumbuhkan semangat menyama braya di lingkungan krama pengempon.

“Kami dari Pemerintah Kota Denpasar memberikan apresiasi atas semangat gotong royong krama pengempon Pura Dalem Tegeh Gumi. Semoga wantilan ini memberi kemanfaatan dalam menunjang kegiatan adat dan keagamaan, serta meningkatkan persatuan dan rasa menyama braya krama pengempon,” ujarnya. (eka/bi)

Baca Juga  Komit Hadirkan Pelayanan Publik Prima, Provinsi Bali Raih Penghargaan Tertinggi dan Penghargaan Khusus dari Ombudsman RI

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Hadiri “Ngenteg Linggih” di Batunya, Wagub Giri Prasta Tekankan Pentingnya Gotong-royong dan Persatuan Krama

Published

on

By

Wagub Giri Prasta
HADIRI KARYA: Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri saat menghadiri Upacara Ngenteg Linggih Wraspati Kalpa dan Mapadudusan Alit di Pura Desa, Desa Adat Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Selasa (2/6). (Foto: Hms Pemprov Bali)  

Tabanan, baliilu.com – Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menekankan pentingnya menjaga semangat gotong-royong dan persatuan dalam kehidupan bermasyarakat sebagai fondasi untuk mewujudkan kedamaian dan kesejahteraan bersama.

Pesan tersebut disampaikannya saat menghadiri Upacara Ngenteg Linggih Wraspati Kalpa dan Mapadudusan Alit di Pura Desa, Desa Adat Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Selasa (2/6).

Dalam sambutannya, Giri Prasta mengaku bangga dan mengapresiasi kekompakan krama Desa Adat Batunya yang mampu melaksanakan karya besar secara bersama-sama. Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan yadnya tidak terlepas dari semangat kebersamaan dan kerja sama seluruh masyarakat adat.

Ia juga mengingatkan agar sarana dan prasarana suci yang telah dibangun dapat dipelihara dengan baik sebagai warisan bagi generasi penerus. Dengan demikian, anak cucu di masa mendatang dapat lebih fokus melanjutkan tradisi dan pengabdian kepada adat serta agama tanpa harus terbebani oleh pembangunan fisik pura.

“Kita banyak menjalankan adat dalam kehidupan sehari-hari, termasuk melaksanakan yadnya. Oleh karena itu, masyarakat harus tetap bersatu agar perjuangan mewujudkan kesejahteraan dan kedamaian dapat terlaksana dengan baik. Kebersamaan dan gotong-royong menjadi kunci eratnya persaudaraan di antara kita,” ujar Giri Prasta.

Mantan Bupati Badung dua periode tersebut juga mendorong masyarakat untuk terus memupuk nilai-nilai saling asah, asih, dan asuh dalam kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, semangat gotong-royong akan membuat setiap pekerjaan terasa lebih ringan dan berbagai rencana pembangunan dapat diwujudkan secara bersama-sama.

Ia mencontohkan, apabila masih terdapat bangunan pura yang memerlukan penyempurnaan, termasuk Pura Pengubengan, maka perbaikannya dapat dilakukan melalui kebersamaan dan partisipasi seluruh krama.

“Kita terlahir sebagai makhluk sosial dan tidak bisa hidup sendiri. Oleh sebab itu, kolaborasi, sinergi, gotong-royong, dan kerja sama yang baik menjadi kunci keberhasilan,” tegasnya.

Baca Juga  Komit Hadirkan Pelayanan Publik Prima, Provinsi Bali Raih Penghargaan Tertinggi dan Penghargaan Khusus dari Ombudsman RI

Pada kesempatan tersebut, Wakil Gubernur Bali didampingi Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga turut melaksanakan persembahyangan bersama masyarakat setempat dalam rangkaian piodalan yang nyejer selama tiga hari.

Sementara itu, Bendesa Adat Batunya menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya atas kehadiran Wakil Gubernur Bali dan Wakil Bupati Tabanan dalam rangkaian karya tersebut. Kehadiran kedua pemimpin daerah itu dinilai sebagai bentuk perhatian dan dukungan pemerintah terhadap pelestarian adat, agama, seni, tradisi, dan budaya Bali.

Selain memberikan punia, keduanya juga berkesempatan menyaksikan secara langsung jalannya Upacara Ngenteg Linggih Wraspati Kalpa dan Mapadudusan Alit yang berlangsung khidmat dengan partisipasi penuh dari krama Desa Adat Batunya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca