Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Pemkot Denpasar Gelar Upacara “Jana Kerthi”

Peringati Tumpek Krulut sebagai “Rahina Tresna Asih”

Loading

BALIILU Tayang

:

Pemkot Denpasar
Sekda Kota Denpasar IB Alit Wiradana, Ketua DPRD I Gusti Ngurah Gede, Ketua DWP Ny. Widnyani Wiradana saat mengikuti Upacara Jana Kerthi dalam rangka memperingati Pitenget Tumpek Krulut sebagai Rahina Tresna Asih/Hari Kasih Sayang di Pura Agung Jagatnatha Denpasar, Sabtu (23/7). (Foto : Ist)

Denpasar, baliilu.com – Pemkot Denpasar menggelar Upacara Jana Kerthi dalam rangka memperingati Pitenget Tumpek Krulut sebagai Rahina Tresna Asih/Hari Kasih Sayang di Pura Agung Jagatnatha Denpasar, Sabtu (23/7). Upacara yang merupakan tindaklanjut SE Gubernur Bali serta sebagai wujud sradha bhakti umat ini dihadiri Sekda Kota Denpasar IB Alit Wiradana, Ketua DPRD I Gusti Ngurah Gede, Ketua DWP Ny. Widnyani Wiradana, serta OPD di lingkungan Pemkot Denpasar. Hadir pula perwakilan Forkopimda Kota Denpasar.

Sebagai hari suci yang juga merupakan piodalan tetangguran atau gambelan, rangkaian upacara diawali dengan sesolahan Rejang Renteng. Berbagai jenis Gambelan Bali turut dimainkan. Diiringi suara kidung, satu persatu suara gambelan, mulai dari Gong Kebyar, Gambelan Semarapegulingan, Gender Wayang, Selonding dan Gembelan Bebarongan silih berganti disuarakan. Dalam kesempatan tersebut turut dipentaskan Tari Legong Kuntul, Tari Barong Ket, Tari Rangda, Tari Telek dan Barong Landung. Seluruh rangkaian diakhiri dengan persembahyangan bersama yang dipuput Ida Pedanda Gede Putra Wanasari, Griya Pengabangan Sanur.

Sekda Kota Denpasar, IB Alit Wiradana yang didampingi Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Dewa Gede Rai mengatakan, peringatan Hari Tumpek Wayang kali ini dilaksanakan dengan Upacara Jagat Kerthi. Hal ini sebagai tindaklanjut SE Gubernur Bali Nomor : 4 Tahun 2022 yang ditegaskan melalui Instruksi Gubernur Bali Nomor 08 Tahun 2022. Di mana, upacara ini sebagai pelaksanaan Tata-titi Kehidupan Masyarakat Bali berdasarkan Nilai-nilai Kearifan Lokal Sad Kerthi dalam Bali Era Baru serta wujud sradha dan bhakti umat kepada Sang Hyang Widi Wasa.

Lebih lanjut dijelaskan, secara filosofis makna perayaan Tumpek Krulut adalah menstanakan Dewa Keindahan dalam diri manusia. Sehingga manusia senantiasa diberikan kesenangan dan kebahagiaan dalam menjalani kehidupan. Keindahan/Lango banyak terdapat dalam karya seni, seperti gambelan atau musik.

Baca Juga  Sekda Alit Wiradana Ingatkan Disiplin Pegawai di Lingkungan Pemkot Denpasar

“Sebagaimana tersurat dalam Lontar Prakempa dan Aji Gurnita, hari yang baik atau Dewasa Ayu untuk mengupacarai Sarwa Tetangguran atau Gambelan adalah Rahina Tumpek Krulut. Pada Rahina Tumpek Krulut kita memuja Dewa Iswara atau Kawiswara sebagai Dewa Keindahan, memohon Waranugraha agar manusia terus menerus diberi kesenangan dan kebahagiaan sekala-niskala,” jelasnya.

Dikatakannya, perayaan Rahina Tumpek Krulut merupakan pemuliaan manusia sekaligus penghormatan terhadap kebudayaan, sebagai pencapaian budhi dan daya cipta manusia. Oleh karena itu, bertepatan dengan Rahina Tumpek Krulut diperingati sebagai Rahina Tresna Asih yang bermakna kasih sayang, berarti pula Penyucian dan Pemuliaan Manusia, sebagaimana ajaran kearifan lokal Jana Kerthi.

“Mari Kita rawat warisan ini dengan niat mulia, komitmen kuat, dan sungguh-sungguh agar menjadi laku hidup bagi Krama Bali sebagai penanda Peradaban Bali Era Baru dalam mengarungi arus deras dinamika kehidupan lokal, nasional, dan global,” ujarnya.

Alit Wiradana berharap, perayaan Rahina Tumpek Krulut patut disyukuri sebagai anugerah Hyang Widhi Wasa yang telah memberikan kebahagiaan dan kesenangan niskala dan sekala kepada manusia.

“Mari kita syukuri anugerah kebahagiaan dan kesenangan dengan selalu mengedepankan kebersamaan, saling asah asih asuh, salunglung sabayantaka. Nilai-nilai adiluhung Sad Kerthi seperti keharmonisan antara alam, manusia, dan kebudayaan Bali yang meliputi tradisi, seni, budaya, hingga kearifan lokal secara sekala dan niskala, diharapkan dapat dipahami dan diterapkan disiplin dan penuh rasa tanggung jawab, oleh seluruh masyarakat Denpasar,” tandas Alit Wiradana. (ags/eka/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

BUDAYA

Bupati Adi Arnawa Apresiasi Karya Suci “Piodalan Padudusan Agung” di Desa Adat Sibanggede

Published

on

By

bupati adi arnawa
SERAHKAN PUNIA: Bupati Badung Wayan Adi Arnawa menyerahkan punia saat menghadiri Karya Suci Piodalan Padudusan Agung di Pura Puseh Desa Adat Sibanggede, Selasa (7/7). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa mengapresiasi semangat gotong-royong krama Desa Adat Sibanggede dalam menyelenggarakan Karya Suci Piodalan Padudusan Agung. Apresiasi tersebut disampaikan saat menghadiri puncak upacara yang berlangsung di Pura Puseh Desa Adat Sibanggede, Selasa (7/7/2026).

Upacara besar ini merupakan rangkaian dari Upacara Piodalan Mapadudusan Agung Menawa Ratna Medasar Caru Labuh Gentuh Ngusaba Desa Muang Ngusaba Nini Tahun 2026 yang bertepatan dengan Rahina Anggara Kasih Medangsia.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menandatangani prasasti serta melaksanakan persembahyangan bersama. Persembahyangan ini dilakukan sebagai wujud bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang berstana di Pura Puseh dan Pura Desa.

Dalam sambrama wacana-nya, Bupati Adi Arnawa mengajak seluruh krama untuk senantiasa meningkatkan sradha dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar selalu dianugerahi kesehatan, kerahayuan, dan kesejahteraan.

“Saya merasa bersyukur dapat hadir di tengah-tengah masyarakat yang sedang melaksanakan karya suci ini. Semoga melalui karya suci ini kita semua senantiasa diberikan kesehatan, kerahayuan, serta keseimbangan alam semesta,” ujarnya.

Bupati Adi Arnawa mendoakan agar seluruh rangkaian karya suci dapat berjalan dengan lancar dan rahayu. Dalam kesempatan itu, ia turut menyinggung perkembangan sektor pariwisata di Kabupaten Badung, khususnya terkait kemacetan yang masih terjadi di sejumlah titik.

Menurutnya, Pemkab Badung terus berupaya mengatasi persoalan tersebut melalui pembangunan ruas jalan baru dan pelebaran jalan di beberapa lokasi strategis. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi kemacetan sehingga wisatawan merasa lebih nyaman dan aman saat berkunjung ke Badung. Selain itu, Bupati juga mengajak seluruh krama untuk terus menjaga adat, tradisi, dan warisan leluhur serta mendukung program-program pemerintah.

Baca Juga  Pemkot Denpasar Gerak Cepat Lakukan Vaksinasi Rabies pada Anjing

“Tantangan kita ke depan adalah kemacetan, pengelolaan sampah, dan keamanan. Untuk itu saya mengharapkan kerja sama seluruh krama. Terkait kemacetan, pemerintah telah membangun ruas jalan baru dan melakukan pelebaran jalan di beberapa titik. Sedangkan dalam penanganan sampah, kami mengajak masyarakat melakukan pemilahan sampah sejak dari rumah tangga agar lebih mudah diolah di TPS-3R,” harapnya.

Manggala Karya, Wayan Darma, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Badung atas segala dukungan yang diberikan, sehingga pelaksanaan karya suci tersebut dapat terlaksana dengan baik.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Badung yang di tengah kesibukannya masih berkenan hadir pada puncak karya ini. Selain itu, kami juga berterima kasih atas bantuan dana dari Pemerintah Kabupaten Badung sebesar Rp 1,5 miliar sehingga seluruh rangkaian karya suci dapat terlaksana sesuai harapan kami,” ungkapnya.

Usai puncak upacara, kegiatan dilanjutkan dengan Upacara Mepasaran dan Mapeselang. Rangkaian upacara suci ini dipuput oleh sejumlah sulinggih. Upacara Padudusan Agung dipuput oleh Ida Pedanda Gede Putra Geniten (Griya Dalem Sibanggede), Ida Pedanda Putu Peling (Griya Peling Blahbatuh), Ida Pedanda Nyoman Tulikup (Griya Tulikup), Ida Pedanda Gede Putra Singarsa (Griya Langon Sibang Kaja), dan Ida Pedanda Jelantik Giri (Griya Gunung Sari, Peliatan).

Sedangkan Upacara Mepasaran dipuput oleh Ida Pedanda Istri Ketut Kanya Mas Kajeng dari Griya Kajeng Abiansemal. Upacara Mapeselang sekaligus Majejiwan dipuput oleh Ida Pedanda Ari Dwija Simpangan dari Griya Simpangan, Sandakan, bersama Ida Pedanda Jelantik Giri dari Griya Gunung Sari, Peliatan. Selanjutnya, Upacara Ngindang dipuput oleh Ida Pedanda Istri Mayun, sedangkan Upacara Ngenyitin Linting dipuput oleh Ida Pedanda Istri Rai.

Baca Juga  Walikota Jaya Negara Ngaturang Bhakti Penyineban di Pura Agung Jagatnatha Denpasar

Turut hadir dalam kesempatan tersebut anggota DPRD Badung Nyoman Gede Wiradana, Plt. Camat Abiansemal Wayan Bagiarta, para Angga Puri, Angga Griya, Perbekel Sibanggede Wayan Darmika, Bendesa Adat Sibanggede I Nyoman Surianta, Kelihan Adat dan Dinas Sibanggede, serta seluruh krama Desa Adat Sibanggede. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Walikota Jaya Negara Hadiri “Karya Ngenteg Linggih” di Pura Dalem Kedatuan Kesiman

Published

on

By

Pura Dalem Kedatuan Kesiman
HADIRI KARYA: Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara saat menghadiri Karya Padudusan Alit, Ngenteg Linggih, dan Pecaruan Wreshpati Kalpha di Pura Dalem Kedatuan Kesiman, bertepatan dengan rahina Anggara Kliwon Medangsia, Selasa (7/7). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri Karya Padudusan Alit, Ngenteg Linggih, dan Pecaruan Wreshpati Kalpha di Pura Dalem Kedatuan Kesiman, bertepatan dengan rahina Anggara Kliwon Medangsia, Selasa (7/7). Dalam kesempatan tersebut Walikota Jaya Negara turut Ngelingga Tangan atau menandatangani Prasasti Karya Padudusan Alit, Ngenteg Linggih, dan Pecaruan Wreshpati Kalpha di Pura Dalem Kedatuan Kesiman yang beberapa bagian pura baru selesai dipugar, serta ngelinggihang Ida Bhetara Ssuhunan di bale tajuk dan ngaturang punia.

Tampak hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, Anggota DPRD Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya, Kabag Kesra Setda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Surya Antara, Camat Denpasar Timur, Ketut Sri Karyawati beserta tokoh agama dan masyarakat setempat.

Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara di sela upacara mengatakan, pelaksanaan upacara keagamaan di Pura Dalem Kedatuan Kesiman ini adalah salah satu bentuk meningkatkan sradha bhakti umat Hindu kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa.

“Apalagi di komunitas masyarakat seperti pesemetonan dan desa adat perlu diapresiasi bagaimana membangun sradha bhakti masyarakat melalui upakara yang dilaksanakan,” ujarnya.

Dikatakannya, mengenai pelaksanaannya, Pemkot Denpasar terus mengedepankan pemberdayaaannya yang tidak terlepas dari sektor keagamaan. Namun demikian, yang juga patut diapresiasi adalah muncul kemandirian masyarakat untuk memunculkan kesadaran. Sehingga manfaat yang diperoleh dalam penyelenggaraan upacara keagamaan yang dikenal dengan istilah Tri Guna Karya serta Satwika Karya.

Jaya Negara juga mengharapkan setelah dilaksanakannya upacara Padudusan Alit, Ngenteg Linggih, dan Pecaruan Wreshpati Kalpha di Pura Dalem Kedatuan Kesiman ini, seluruh umat terutama warga dan pengempon dapat terus meningkatkatkan rasa persaudaraan dan persatuan antara sesama umat.

Baca Juga  Walikota Jaya Negara Ngaturang Bhakti Penyineban di Pura Agung Jagatnatha Denpasar

“Tentu pelaksanaan yadnya ini sebagai sarana peningkatan nilai spiritual sebagai umat beragama. Kami berharap ke depan upacara yadnya ini dapat memberikan energi positif yang dapat memancarkan hal positif bagi umat serta menetralisir hal- hal negatif di lingkungan desa setempat,” katanya.

Sementara Manggala Karya, Wayan Wiranatha mengatakan Karya Padudusan Alit, Ngenteg Linggih, dan Pecaruan Wreshpati Kalpha di Pura Dalem Kedatuan Kesiman dilaksanakan karena rampungnya beberapa palinggih pura yang di perbaharui.

Dimana karya ini sudah di mulai dari tanggal 5 Juni 2026 lalu dan hari ini tanggal 7 Juli 2026 dilaksanakan upacara puncak karya yang dipuput oleh Ida Peranda Gde Putra Bajing dari Griya Tegal Jingga.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada Bapak Walikota Denpasar karena sudah hadir menyaksikan upacara ngenteg linggih dan meresmikan karya ini dengan Ngelingga Tangan atau menandatangani Prasasti Karya dan mepunia kepada kami. Semoga karya ini labda karya dan memargi antar,” ungkapnya. (eka/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Bupati Badung Ikuti Prosesi “Mulang Pekelem” pada Puncak “Pujawali Padudusan Agung” di Pura Luhur Uluwatu

Published

on

By

pujawali Pura Uluwatu
MULANG PEKELEM: Bupati Wayan Adi Arnawa mengikuti prosesi “Mulang Pekelem” pada puncak “Pujawali Pedudusan Agung” di Pura Luhur Uluwatu di Desa Adat Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Selasa (7/7). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa mengikuti prosesi Mulang Pekelem serangkaian puncak Pujawali Padudusan Agung (Catur Niri) Panca Lingga di Pura Luhur Uluwatu di kawasan Pantai Pura Luhur Uluwatu, Desa Adat Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Selasa (7/7).

Sebelum mengikuti prosesi Mulang Pekelem, Bupati bersama Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti, jajaran pimpinan perangkat daerah Kabupaten Badung, Ketua TP PKK Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, Bendesa Adat Pecatu, pengemong, pengempon pura, terlebih dahulu menghaturkan bhakti ring Utama Mandala Pura Luhur Uluwatu.

Mulang Pekelem merupakan salah satu proses utama dalam pelaksanaan Tawur Balik Sumpah Agung sebagai simbol penyelarasan hubungan manusia dengan alam semesta serta persembahan suci ke tengah samudra untuk memohon keseimbangan, keselamatan, dan kerahayuan jagat. Prosesi ini dilaksanakan di kawasan Pantai Pura Luhur Uluwatu setelah seluruh rangkaian upacara utama di mandala pura selesai dilaksanakan. Puncak karya dipuput oleh Yadnyamana Karya Ida Pedanda Gede Sari Arimbawa dari Griya Sari Denpasar, Ida Pedanda Gede Putra Telaga dari Griya Telaga Sanur bersama Ida Pedanda Gede Made Darma Kerti dari Griya Saraswati, Batuan, Gianyar.

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa mengatakan, Pemerintah Kabupaten Badung berkomitmen mendukung seluruh pelaksanaan karya agung di Pura Luhur Uluwatu sebagai salah satu Pura Sad Kahyangan Jagat di Bali.

“Kami hadir bersama masyarakat sebagai wujud bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa sekaligus mendukung pelaksanaan Karya Tawur Balik Sumpah Agung. Melalui yadnya ini, kita bersama-sama memohon agar alam semesta tetap harmonis, masyarakat diberikan keselamatan, serta Kabupaten Badung senantiasa berada dalam suasana yang damai dan sejahtera,” ujarnya ditemui di sela-sela upacara.

Baca Juga  Sinergi Kejari dan Pemkot Denpasar Launching Program PASTI

Menurutnya, pelaksanaan tawur juga menjadi bentuk doa bersama agar situasi di Kabupaten Badung, Bali, hingga Indonesia tetap aman dan kondusif, terlebih di tengah dinamika geopolitik dunia yang sedang berlangsung.

Bupati juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Badung dalam mendukung pelaksanaan upacara keagamaan, khususnya di Pura Luhur Uluwatu yang merupakan salah satu Pura Sad Kahyangan di Bali dan berada di wilayah Kabupaten Badung. Menurutnya, dukungan pemerintah telah diberikan sejak awal rangkaian karya hingga puncak pujawali sebagai bentuk tanggung jawab sekaligus wujud bakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

“Sebagai pemerintah, tentu kami berkomitmen mendukung seluruh rangkaian pelaksanaan karya ini. Pura Luhur Uluwatu merupakan salah satu Pura Sad Kahyangan yang ada di Badung, bersama Pura Luhur Puncak Mangu. Dukungan ini merupakan ungkapan rasa bhakti dan syukur kami, dengan harapan kerahajengan dan kasukertan jagat senantiasa tercipta di Kabupaten Badung,” tegasnya.

Sementara itu, Bendesa Adat Pecatu I Made Sumerta menjelaskan puncak pujawali dilaksanakan tepat pada Anggara Kliwon Medangsia dan berlangsung serentak di Pura Luhur Uluwatu beserta pura prasanaknya, yakni Pura Parerepan dan Pura Kulat.

Dia mengatakan rangkaian karya sebenarnya telah dimulai sekitar satu bulan lalu dan akan berlanjut hingga prosesi penyineban pada 14 Juli 2026. Selama tujuh hari ke depan, Ida Bhatara akan nyejer di Pura Luhur Uluwatu sebelum ditutup dengan upacara penyineban bertepatan dengan Tilem.

“Rangkaian karya sudah dimulai sekitar satu bulan lalu. Hari ini merupakan puncaknya, kemudian Ida Bhatara nyejer selama tujuh hari hingga penyineban pada 14 Juli nanti,” jelas Sumerta.

Menurut Sumerta, selama masa pujawali jumlah pemedek yang datang diperkirakan mencapai puluhan ribu orang setiap harinya. Berdasarkan perhitungan pengempon, jumlah pemedek yang melakukan persembahyangan dapat mencapai sekitar 3.000 hingga 4.000 orang dalam sehari, meski pada hari puncak biasanya jumlahnya justru lebih landai karena banyak umat juga melaksanakan pujawali di sanggah maupun paibon masing-masing.

Baca Juga  Sekda Alit Wiradana Ingatkan Disiplin Pegawai di Lingkungan Pemkot Denpasar

Untuk mengantisipasi kepadatan, pengempon pura menerapkan pengaturan khusus pelaksanaan persembahyangan. Pada hari puncak, pemedek diarahkan melakukan persembahyangan di area penyawang atau bagian bawah pura mulai pukul 08.00 hingga 18.00 Wita. Kebijakan tersebut diambil karena di Utama Mandala dan Madya Mandala sedang berlangsung rangkaian upacara dan upakara.

Selanjutnya, mulai Rabu (8/7) hingga penyineban, rangkaian penganyaran akan dilaksanakan secara bergiliran oleh masing-masing kecamatan di Kabupaten Badung. Selama prosesi penganyaran berlangsung pukul 10.00 hingga 12.00 Wita, persembahyangan umum juga tetap dipusatkan di area bawah sebelum kembali dibuka secara normal setelah rangkaian penganyar selesai.

Penglingsir Puri Agung Jro Kuta sekaligus Pengempon Pura Luhur Uluwatu, I Gusti Ngurah Jaka Pratidnya alias Turah Joko, mengatakan inti dari pelaksanaan Pedudusan Agung adalah sebagai ungkapan rasa syukur kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa atas segala anugerah yang diberikan kepada umat.

“Hari ini adalah Padudusan Agung, di mana kita mengucapkan terima kasih kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang berstana di Pura Luhur Uluwatu agar senantiasa memberikan kedamaian dan kesejukan bagi umat Hindu se-Nusantara, khususnya masyarakat Bali,” ujar Turah Joko. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca