Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Dua Dekade ITB STIKOM Bali, Puncak Acara di Pantai Pandawa Hadirkan Tulus

BALIILU Tayang

:

itb stikom
Pengurus Yayasan WDS Denpasar bersama Rektor ITB STIKOM Bali Dr. Dadang Hermawan (paling kanan). (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com –  Sukses ITB STIKOM Bali hingga dikenal ke luar negeri, memiliki sejarah menarik nan menggelitik. Dulu, untuk menyebarkan brosur saja repotnya setengah mati. Maklum, karyawannya hanya tiga orang perempuan. Mereka rangkap sebagai staf administrasi, marketing, cleaning service hingga tukang buka – tutup kantor.

Hari ini 20 tahun lalu, tepatnya pada 10 Agustus 2002 sebuah perguruan tinggi teknologi informasi (TI) pertama kali berdiri di Denpasar dan menjadi satu-satunya perguruan tinggi TI di Bali dan Nusa Tengggara yang menyelenggarakan pendidikan TI hingga jenjang sarjana (S-1).

Namanya adalah Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Teknik Komputer (STMIK) STIKOM Bali. Kejelian para pendiri Yayasan Widya Dharma Shanti (WDS) Denpasar yang menaungi STMIK STIKOM Bali yakni Prof. Dr. I Made Bandem, MA., Drs. Dharmadiaksa, M.Si, Ak., Drs. Satria Dharma dan Lilis Yuningsih, SH, MM.Kom serta Dr. Dadang Hermawan sebagai Ketua STMIK STIKOM Bali memberi nama “STIKOM” di belakang STMIK itulah yang membawa hoki sampai sekarang. Sebab orang tidak perlu repot-repot menyebut STMIK STIKOM Bali tapi cukup menyebut STIKOM saja. Karena, memang, STIKOM sendiri adalah singkatan dari Sekolah Tinggi Ilmu Komputer.

Hari ini 10 Agustus 2022 adalah Dua Dekade ITB STIKOM Bali mengabdi negeri melalui lembaga pendidikan. Tapi puncak acaranya akan diadakan di Pantai Pandawa, Kuta Selatan pada Sabtu, 13 Agustus 2022, dengan menghadirkan bintang tamu artis nasional Tulus.

Dadang Hermawan, Ni Luh Putu Putri Srinadi, Ni Made Astiti, dan Putu Anita Diastuti adalah sosok kwartet di balik sukses STMIK STIKOM Bali. Mereka mengawalinya di dua buah ruko berlantai dua di Jl. Pulau Kawe, Denpasar Barat.  Setelah izin operasional keluar pada 10 Agustus 2002, mereka segera berpromosi mencari calon mahasiswa baru.

Tantangannya luar biasa. Di tengah gencar promosi, beberapa kali STMIK STIKOM Bali diberitakan miring oleh sebuah harian lokal. “Kok belum punya izin tapi berani buka pendaftaran mahasiswa baru. Para orang tua yang sudah mendaftarkan anaknya jadi galau. Mereka telepon menanyakan kebenaran berita tersebut. Tapi kami jawab, ada kok izinnya, kalau gak percaya silahkan datang cek. Mereka datang, kami perlihatkan izinnya barulah mereka percaya,” ceritra Putri Srinadi sambil tertawa.

Apalagi saat itu, Dadang Hermawan sebagai Ketua STMIK STIKOM Bali, tinggal di Malang. Komunikasi hanya lewat telepon. Menghadapi pemberitaan miring tadi, Putri Srinadi sempat curhat ke Dadang. “Pak kita diberitakan miring terus, apa kita gak jawab. Tapi pak Dadang bilang gak usah, hitung-hitung promosi gratis,” kenang Putri Srinadi.

Hanya dalam waktu sebulan, 42 mahasiswa mendaftar, 40 yang diterima dan memulai perkuliahan perdana pada September 2002.

Putri Srinadi yang sejak awal  menjadi Pembantu Ketua (PK) II Bidang Administrasi dan Keuangan STMIK STIKOM Bali, tampak bersemangat mengenang masa-masa sulit mereka jalani 20 tahun lalu. Karena karyawannya hanya bertiga, mereka bagi tugas. Kalau dua orang keluar sebarkan brosur, satu orang standby di kantor.

Baca Juga  ITB STIKOM Bali Masuk Klaster Madya Kelompok Perguruan Tinggi Nasional Tahun 2025

“Biasanya saya dan bu Astiti sebarkan brosur, pake motor saya astrea ceketer itu, bu Anita jaga kantor. Di kantor, kalau siapa yang datang duluan, dia yang buka pintu, nyapu dan rapikan ruangan. Kalau siapa yang pulang terakhir, dia yang tutup kantor sekalian bawa kunci. Jadi semuanya kami rangkap dengan senang hati,” kata Putri Srinadi masih dengan gelak tawa. “Kalau ingat yang dulu jadi geli sendiri, apalagi sampai ke Nusa Dua, Bukit Jimbaran sana pake ceketer. Tapi gak nyangka hasilnya seperti ini sekarang. Itulah nasib. Kita hanya bekerja, yang tentukan Di Atas Sana. Asalkan kita serius, pasti bisa,” ujarnya.

Soal penghasilan mereka, karena baru merintis maka gaji tak seberapa. “Hanya 25 ribu dari pendaftaran mahasiswa,” kata Putu Srinadi, sambil terkekeh.

Ni Made Astiti juga mengakui merintis ITB STIKOM Bali dari awal tanpa beban, walaupun semua pekerjaan mereka lakukan sendiri.

“Kalau sebar brosur itu biasa, pasang spanduk promosi juga kami kerjakan sendiri dibantu Pak Komang Nama (supir, yang sekarang kerja di tempat lain). Bahkan ngecat ruangan kuliah juga kami lakukan sendiri,” kata Made Astiti yang kala itu menjadi PK IV Bidang Pemasaran hingga tahun 2009. Kemudian dipromosikan menjadi Direktur LPBA sampai tahun 2011, lalu kembali ke STIKOM Bali sebagai Kabag Pemasaran dan kini menjadi Direktur Kerja Sama, Pemasaran dan Humas.   

Ada sebuah pengalaman yang tidak bisa dilupakan Astiti ketika mereka sudah pindah di Teuku Umar. Saat itu, dia bersama Esron Oematan (kini staf Sarpras) hendak  ke sebuah sekolah untuk promosi. Di Jalan Supratman, Denpasar, Esron mencoba menerobos lampu merah, padahal di depannya ada polisi. Saya bilang berhenti. Eh Esron malah berhenti di tengah jalan, saya turun, kabur ke pinggir dan Esron tancap gas. Setelah merasa aman, dia kembali cari saya, tapi saya sudah pergi dengan bemo. Itu yang  tak bisa saya lupa,” kata Astiti sambil tertawa.

Ruko di Pulau Kawe itu dipakai bersama Lembaga Pendidikan Bali Asia (LPBA) dan Datayasa Komputer yang sudah berdiri duluan. Begitu juga fasilitas laboratorium dan komputer dimanfaatkan secara bersama. Tahun berikutnya (2003) mereka berani mengontrak ruko tiga lokal berlantai empat di Jl. Teuku Umar. Maklum tahun kedua itu jumlah mahasiswa baru membengkak menjadi 250 orang. Meski mahasiswa baru naik 6x lipat, biaya operasional juga makin besar. Karenanya ruko yang disewa selama 5 tahun, dibayar mencicil tiap tahun. “Saya bilang ke pemiliknya, saya kontrak 5 tahun, bayarnya per tahun 200 juta, tapi pemiliknya minta tiap tahun naik 25 juta. Ya udah, saya nekad aja ambil,” terang Dadang Hermawan.

Baca Juga  Penerapan dan Pelatihan Online Virtual Exhibition di SMKN 1 Sukawati Gianyar

Meski pendapatan kampusnya pas-pasan, Dadang Hermawan bertekad, soal gaji karyawan tidak boleh telat.

“Kalau besok gajian tapi uang masih kurang, sore ini pasti saya jual mobil. Biasanya sore-sore saya ke Gatot Subroto cari show room mobil untuk jual. Gak pake mobil dinas lagi. Kita di pendidikan kan keuangan tidak tentu. Biasanya tahun ajaran baru, UAS, baru ada uang. Jadi setelah mahasiswa bayar, baru saya beli mobil lagi. Makanya tiap 6 bulan saya ganti mobil,” beber Dadang sambil terbahak-bahak.

Di ruko style Bali itu, STIKOM Bali makin moncer. Tahun ketiga mahasiswa baru membengkak lagi menjadi 475 orang. Tahun keempat jumlah mahasiswa baru 750 orang. Di situlah Dadang mulai berpikir gimana caranya memiliki kampus sendiri. Awalnya seorang calo menawarkan tanah di Jl. Jaya Giri. Setelah membayar uang muka Rp 200 juta, Dadang memasang spanduk bertuliskan “Di sini akan dibangun kampus STIKOM Bali” barulah ketahuan kalau tanah itu milik orang lain. Akhirnya batal dan si calo tadi diproses secara hukum.

Dadang kemudian mengincar lokasi yang lebih elit di Jl. Raya Puputan, Renon. Masalahnya, tanah seluas 40 are itu bernilai Rp 16 miliar. Sedangkan STIKOM Bali hanya punya uang Rp 1 miliar. Nah bermodalkan Rp 1 miliar sebagai tanda jadi, Dadang nekad menandatangani perjanjian jual – beli tanah tersebut.

“Jika dalam waktu enam bulan tidak dilunasi, maka uang muka tadi hilang. Setelah pontang panting dua bulan cari duit, bulan ketiga akhirnya berjodoh dengan BPD Bali. BPD yang lunasi, sertifikat sebagai jaminan,” ucapnya.

Selanjutnya Dadang bergerak cepat membangun kampus STIKOM Bali. Tapi duitnya dari mana? Apalagi anggaran biaya sesuai maket gedung memerlukan dana Rp 25 miliar. Lagi-lagi Dadang mendapat solusi jitu. Bank BNI 46 siap membiayai proyek gedung STIKOM Bali dengan jaminan sertifikat tanah (take over dari BPD) dan bangunan gedung STIKOM Bali.

Ir. Wayan Swastika, MT, seorang dosen Fakultas Teknik Unud menawarkan diri membangun. “Setelah bangun 30 persen baru turun dana dari bank untuk bayar, begitu seterusnya sampai selesai. Dari dulu semuanya nekad saja. Toh bisa. Jadi, masalah dana sebenarnya bukan halangan untuk mengembangkan pendidikan,” kata Dadang. “Saya sudah buktikan,” lanjutnya, dengan wajah serius.

Asal tahu saja, Ir. I Nyoman Swastika yang membangun gedung STIKOM Bali tadi, akhirnya “dirangkul” masuk dalam Yayasan WDS Denpasar sebagai pengawas.

Ketua Yayasan WDS Denpasar Drs. Ida Bagus Dharmadiaksa, M.Si, Ak menambahkan, untuk meyakinkan Nyoman Swastika agar mau membangun kampus tersebut, dia beberapa kali menemuinya sambil memperlihatkan data perkembangan mahasiswa baru yang terus melonjak dari tahun ke tahun.

“Tapi kami tidak bayar seluruhnya, sebagian kami tawarkan dalam bentuk saham. Pak Nyoman setuju. Wah bagus nih. OK saya setuju, saya mau bangun,” kisah Dharmadiaksa.

Baca Juga  Perdana, Pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial Digelar untuk Guru Se-Klungkung

Pada saat bersamaan  Manajemen STIKOM Bali juga mendirikan SMK TI Bali Global si Jl. Tukad Citarum, Denpaaar sebagai “bahan baku” alias calon mahasiswa STMIK STIKOM Bali. Kini di Bali berdiri 7 SMK TI Bali Global tersebar di Denpasar, Jimbaran, Dalung, Karangasem, Klungkung, Singaraja dan Abiansemal serta sebuah SMK Indonesia Global di Ponorogo, Jawa Timur.

Salah satu kelebihan ITB STIKOM Bali adalah karena dikelola secara profesional oleh tim manajemen.  Sedangkan peran yayasan sebagai pengawas dan urusan pembinaan dari belakang

Tahun 2009 STMIK STIKOM Bali mulai menempati kampus megah berlantai empat di Jl. Raya Puputan No. 86 Niti Mandala, Renon, Denpasar. Jumlah mahasiswanya membengkak lagi menjadi 1.200 orang. Hutang di BNI lunas tahun 2012.

Sejak berada di kawasan elit Niti Mandala, Renon, tiap tahun jumlah mahasiswa baru tak kurang dari 1.200 – 1.500 orang. Per Juli 2022, total mahasiswa tercatat 6.000 orang. Hingga Wisuda ke-29 jumlah alumninya mencapai 9000 orang, tersebar di seluruh Indonesia hingga luar negeri. 

Pada 07 Mei 2019, STMIK STIKOM Bali resmi berubah bentuk menjadi Institut Teknologi dan Binsis (ITB) STIKOM Bali. Lalu pada 09 Juli 2019, Pengurus Yayasan WDS Prof. Dr. I Made Bandem, MA melantik Dr. Dadang Hermawan menjadi rektor. Tiga srikandi dibalik kisah sukses ITB STIKOM Bali kini punya jabatan mentereng. Dr. Ni Luh Putri Srinadi, SE., MM.Kom sebagai Wakil Rektor II Bidang Administrasi, Keuangan dan Sumber Daya; Dra. Ni Made Astiti, MM.Kom sebagai Direktur Kerja Sama, Pemasaran dan Humas; dan Putu Anita Diasuti menjadi salah satu Direktur  salah satu unit bisnis STIKOM Bali Group.

Saat ini ITB STIKOM Bali dengan 6000 mahasiawa tersebar di tiga kampus. yakni ITB STIKOM Bali Renon, Jimbaran dan Abiansemal. Saat ini ITB STIKOM Bali memiliki dua fakultas yakni Fakultas Ilmu Komputer dengan tiga Program Studi (prodi): Prodi Sistem Komputer, Prodi Sistem Informasi, dan Prodi Teknologi Informasi. Ketiganya program S-1. Kemudian Fakultas satu lagi adalah Fakultas Bisnis dan Vokasi dengan dua Prodi, yakni Prodi Bisnis Digital (S-1) dan Prodi Manajemen Informatika (D-3).

Hebatnya lagi  ITB STIKOM Bali punya Program Dua Gelar Internasional untuk gelar Sarjana Komputer (S.Kom) dari ITB STIKOM Bali dan gelar Bachelor of information Technology (BIT) dari HELP University Kuala Lumpur. Juga ada Program Dua Gelar Nasional untuk gelar S.Kom dari ITB STIKOM Bali dan Sarjana Manajemen (SM) dari Binus University Jakarta atau Sarjana Desain (S.Ds) dari STT Bandung. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Puluhan Petani Gagal Panen di Jembrana Diganjar Bantuan Penguatan Ekonomi

Published

on

By

Penyerahan Bantuan untuk Petani Gagal Panen Jembrana
SERAHKAN BANTUAN: Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta bersama Bupati I Made Kembang Hartawan, didampingi Kalaksa (BPBD) Provinsi Bali I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya menyerahkan bantuan penguatan ekonomi setelah mengalami gagal panen akibat kekeringan di Balai Subak Pangkung Buluh, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, Kamis (5/11/2026). (Foto: Hms Jembrana)

Jembrana, baliilu.com – Sebanyak 27 petani di Kabupaten Jembrana diganjar bantuan penguatan ekonomi setelah mengalami gagal panen akibat kekeringan. Bantuan yang berasal dari Pemprov Bali tersebut, disalurkan secara langsung oleh Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta bersama Bupati I Made Kembang Hartawan, didampingi Kalaksa (BPBD) Provinsi Bali I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya di Balai Subak Pangkung Buluh, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, Kamis (5/11/2026).

Kalaksa BPBD Bali I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya menyebut, 27 penerima bantuan merupakan petani yang mengalami gagal panen akibat kekeringan. Mereka berasal dari Desa Kaliakah, Manistutu, dan Banyubiru.

Teka Bhusana juga menambahkan bantuan yang diberikan juga bervariasi nilainya, tergantung luasan lahan. “Bantuan untuk petani tersebut merupakan tahap pertama. Sementara itu, usulan bantuan tahap kedua dari Kabupaten Jembrana masih dalam proses verifikasi,” ucapnya.

Wagub Nyoman Giri Prasta mengapresiasi ketangguhan para petani yang terus berjuang di tengah terjangan musim kemarau demi menjaga produktivitas dan ketersediaan pangan masyarakat. Kendati berbagai upaya telah dikerahkan untuk menyelamatkan tanaman, sebagian petani tetap harus menelan pil pahit gagal panen akibat kekeringan ekstrem. Situasi ini lantas memantik respons cepat dari pemerintah untuk meringankan beban para korban.

“Sebagian kecil ternyata tetap mengalami gagal panen, maka pemerintah tetap turun tangan,” ujar mantan Bupati Badung dua periode tersebut.

Giri Prasta membeberkan, pada tahap pertama ini uluran tangan pemerintah telah disalurkan kepada 27 orang petani. Sementara itu, usulan calon penerima untuk tahap kedua dari wilayah Jembrana saat ini masih berproses pada tahap verifikasi data.

Ia menegaskan, jajaran pimpinan daerah berkomitmen penuh untuk tidak membiarkan para petani berjuang sendirian menanggung kerugian.

Baca Juga  Gandeng ITB STIKOM Bali, Pengadilan Militer Denpasar ‘’Launching’’ Ampura

“Bapak Gubernur tidak ingin para petani ini gagal begitu saja, harus dibantu mengatasi kerugiannya. Oleh karena itu BPBD telah memproses bantuannya,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Kembang menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang mendalam atas perhatian sigap yang diberikan oleh jajaran Pemprov Bali kepada petani yang mengalami gagal panen akibat kekeringan ekstrim di Jembrana. Menurutnya, sinergi antara pemerintah kabupaten dan provinsi sangat krusial dalam mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat pedesaan.

“Kami atas nama masyarakat dan para petani di Jembrana mengucapkan terima kasih banyak kepada Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur Bali. Kehadiran dan kepedulian pemerintah provinsi ini tentu menjadi penopang semangat bagi petani untuk bangkit kembo,” ujarnya.

Bupati Kembang menambahkan, pihaknya terus menggerakkan jajaran di tingkat dinas pertanian, kecamatan, hingga pemerintah desa untuk mengawal proses pendataan dan verifikasi agar penyaluran bantuan tahap berikutnya dapat berjalan tepat sasaran tanpa kendala berarti.

“Kami di daerah siap mengawal penuh proses ini. Untuk usulan tahap kedua yang saat ini sedang berproses, kami pastikan data yang dikirimkan valid sehingga para petani yang belum tersentuh di tahap awal bisa segera mendapatkan haknya,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Inovasi Genteng Biomassa Ramah Lingkungan dan Aman Gempa

BRIN Bersama BRIDA Buleleng Jajaki Pengembangan dengan Pelaku Usaha Lokal

Loading

Published

on

By

Kunjungan BRIN dan BRIDA ke Pelaku Usaha Buleleng
TINJAU PELAKU USAHA: BRIN Bersama BRIDA Buleleng saat meninjau pelaku usaha yang memanfaatkan limbah untuk diolah menjadi bahan baku produk bernilai ekonomi, termasuk material konstruksi. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Pemanfaatan sumber daya alam lokal menjadi salah satu peluang strategis dalam mendorong lahirnya inovasi material ramah lingkungan sekaligus meningkatkan nilai tambah hasil perkebunan. Salah satu potensi yang dapat dikembangkan adalah sabut kelapa yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal, padahal memiliki peluang untuk diolah menjadi bahan baku produk bernilai ekonomi, termasuk material konstruksi.

Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Buleleng menerima kunjungan kerja dan diskusi teknis dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Selasa, 3 November 2026, bertempat di Ruang Rapat Kepala BRIDA Kabupaten Buleleng. Kegiatan mengangkat tema “Potensi Pemanfaatan Serat Alam sebagai Bahan Baku Genteng Biomassa Ramah Lingkungan”.

Kunjungan tersebut dihadiri tim BRIN, yakni Dr. Jajang Sutiawan, S.Hut., M.Si., Yeyen Nurhamiyah, S.Si., Ph.D., dan Mulya Supianto, S.Pd., M.Sc., Ph.D. Rombongan diterima langsung oleh Kepala BRIDA Kabupaten Buleleng, Ketut Suwarmawan, S.STP., M.M., didampingi Putu Angga Kristyawan, M.Ing., I Made Ardaka, M.Si., dan Ferdi Kurniawan.

Dalam pemaparannya, tim BRIN memperkenalkan teknologi HERBAL-ROOF (Genteng Biomassa Indonesia), yaitu inovasi material atap berbasis biomassa yang dikembangkan melalui pemanfaatan serat alam sebagai bahan komposit. Teknologi ini membuka peluang pemanfaatan berbagai sumber biomassa, seperti sabut kelapa, bambu, tandan kosong kelapa sawit, dan bahan alam lainnya sebagai alternatif material konstruksi yang lebih ramah lingkungan.

Berdasarkan materi yang dipaparkan, teknologi genteng biomassa BRIN telah mencapai tahap prototipe skala penuh, memenuhi standar SNI, dan siap memasuki tahap pilot manufacturing. Inovasi ini juga memiliki sejumlah keunggulan, antara lain bobot material yang lebih ringan, kemampuan meredam panas, efisiensi penggunaan material, serta potensi mengurangi beban struktur atap sehingga dapat mendukung aspek keselamatan bangunan, khususnya di wilayah rawan gempa.

Baca Juga  ITB STIKOM Bali Posisikan Diri Sebagai Kampus Dual Degree

Diskusi kemudian diarahkan pada potensi ketersediaan sabut kelapa di Kabupaten Buleleng, karakteristik bahan baku, proses pengolahan, formulasi material, hingga kebutuhan pengujian teknis. Beberapa aspek yang menjadi perhatian meliputi kekuatan mekanis, penyerapan air, ketahanan terhadap cuaca dan api, stabilitas dimensi, serta kelayakan ekonomi dan dampak lingkungan dari produk yang dikembangkan.

Kepala BRIDA Kabupaten Buleleng, Ketut Suwarmawan, menekankan pentingnya hilirisasi inovasi material hijau dengan memanfaatkan potensi unggulan daerah. Menurutnya, Buleleng memiliki peluang besar untuk mengembangkan komoditas perkebunan dan hasil samping pertanian menjadi produk bernilai tambah melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga riset, perguruan tinggi, dan pelaku usaha.

Ia juga mendorong agar potensi sabut kelapa dan bambu dapat dikembangkan menjadi material komposit serat alam yang memiliki nilai ekonomi. Pemanfaatan limbah perkebunan tersebut diharapkan tidak hanya mengurangi persoalan limbah, tetapi juga membuka peluang usaha baru, memperkuat ekonomi sirkular, serta mendukung ketahanan bangunan dan perumahan daerah.

BRIDA Buleleng turut mendorong penjajakan pemanfaatan hasil riset Pusat Riset Biomassa dan Bioproduk BRIN agar teknologi genteng biomassa dapat dikembangkan dan direplikasi secara bertahap melalui keterlibatan pelaku usaha lokal. Dengan demikian, hasil riset tidak berhenti pada tahap pengembangan teknologi, tetapi dapat berlanjut menjadi produk yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sebagai bagian dari kegiatan, rombongan juga melaksanakan kunjungan lapangan ke Rumah Plastik Mandiri (RPM), sebuah perusahaan sosial, bank sampah induk, sekaligus pusat daur ulang sampah plastik inovatif di Kabupaten Buleleng. Berdiri sejak 2016, RPM yang didirikan oleh Putu Eka Darmawan berfokus pada pengelolaan sampah secara mandiri, edukasi daur ulang, serta pengembangan teknologi pengolahan limbah plastik lokal.

Kunjungan dilanjutkan ke PT Balisynwood, merek UMKM inovatif asal Buleleng yang mengembangkan produk kayu sintetik ramah lingkungan berbahan dasar limbah pertanian, khususnya jerami dan sekam padi. Dalam kesempatan tersebut, rombongan melihat langsung potensi pengembangan material alternatif berbasis limbah pertanian yang dikelola oleh Gede Wikrama Putra Setya Adiyana selaku Direktur Operasional.

Baca Juga  Penerapan dan Pelatihan Online Virtual Exhibition di SMKN 1 Sukawati Gianyar

Kunjungan ke kedua pelaku usaha tersebut menjadi bagian penting dalam melihat secara langsung praktik pengolahan limbah dan pengembangan material alternatif di Buleleng. Hal ini sekaligus memperlihatkan bahwa potensi inovasi daerah tidak hanya bertumpu pada sumber daya alam, tetapi juga pada kreativitas, teknologi, dan kemampuan pelaku usaha dalam mengolah bahan yang sebelumnya kurang dimanfaatkan menjadi produk bernilai ekonomi.

Melalui pertemuan dan kunjungan lapangan ini, terbangun komunikasi awal antara BRIN dan BRIDA Kabupaten Buleleng untuk menjajaki peluang kolaborasi riset, karakterisasi bahan baku, pengembangan prototipe, pemanfaatan fasilitas pengujian, hingga peluang hilirisasi produk. Ke depan, penjajakan ini diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui identifikasi sumber bahan baku, penyusunan formulasi material, serta pengujian kelayakan produk bersama calon mitra.

Sinergi tersebut diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat ekosistem riset dan inovasi daerah. Dengan mengoptimalkan potensi sabut kelapa, bambu, serta limbah pertanian dan perkebunan lainnya, Buleleng berpeluang mengembangkan industri material ramah lingkungan yang berdaya saing, meningkatkan nilai tambah sumber daya lokal, dan memberikan manfaat ekonomi serta lingkungan bagi masyarakat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Semarak Hari Lahir Ke-73, KPU Bali Gelar Donor Darah untuk Kemanusiaan

Published

on

By

Donor Darah Hari Lahir KPU ke-73 di KPU Bali
DONOR DARAH: KPU Provinsi Bali saat menggelar aksi donor darah sebagai wujud kepedulian sosial dan semangat berbagi dalam rangka memperingati Hari Lahir KPU ke-73 yang berlangsung di Ruang Rapat KPU Bali, Jumat (6/11/2026). (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – KPU Provinsi Bali menggelar aksi donor darah sebagai wujud kepedulian sosial dan semangat berbagi dalam rangka memperingati Hari Lahir KPU ke-73. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat KPU Bali ini bekerja sama dengan Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Bali, Jumat (6/11/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan tim medis UDD PMI Provinsi Bali yang diwakili oleh dokter Nyoman Sastrini. Aksi donor darah ini terbuka untuk umum dan diikuti oleh jajaran KPU Provinsi Bali, KPU kabupaten/kota se-Bali, serta insan media. Tercatat sebanyak 53 orang berpartisipasi sebagai pendonor dalam kegiatan tersebut.

Kepala Bagian yang membidangi Perencanaan, Data dan Informasi, Partisipasi Masyarakat, serta Sumber Daya Manusia KPU Provinsi Bali, I Wayan Gede Budiartha, menyampaikan bahwa kegiatan donor darah ini merupakan bentuk nyata kepedulian KPU terhadap sesama. Selain memeriahkan peringatan Hari Lahir KPU ke-73, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan bantuan darah.

Menurutnya, aksi kemanusiaan seperti ini perlu terus didorong agar menjadi bagian dari budaya kepedulian dan kebersamaan, tidak hanya di lingkungan penyelenggara pemilu, tetapi juga masyarakat luas.

Sementara itu, dokter Nyoman Sastrini mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut dan berharap aksi donor darah dapat dilaksanakan secara berkelanjutan, idealnya setiap tiga bulan sekali. Ketersediaan darah yang cukup sangat penting untuk membantu pasien yang membutuhkan transfusi darah.

Melalui kegiatan ini, KPU Bali berharap semangat berbagi dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh serta diwujudkan melalui aksi nyata. Peringatan Hari Lahir KPU ke-73 pun menjadi momentum untuk memperkuat komitmen KPU tidak hanya dalam melayani demokrasi, tetapi juga memberikan manfaat bagi kemanusiaan. (gs/bi)

Baca Juga  Perdana, Pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial Digelar untuk Guru Se-Klungkung

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca