Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Cegah Stunting Melalui Pemanfaatan Pangan Lokal

Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster Wujudkan Bali Daerah Bebas Stunting

Loading

BALIILU Tayang

:

ny koster
Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Mewujudkan daerah bebas stunting adalah upaya yang terus dilakukan Tim Penggerak PKK Provinsi Bali di bawah kepemimpinan Ny. Putri Suastini Koster. Melibatkan para ahli untuk mensosialisasikan apa itu stunting, bagaimana cara pencegahannya dan apa saja yang harus dipahami terus dilakukan untuk mendukung program prioritas pemerintah pusat, provinsi bahkan sampai tingkat desa.

Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa stunting adalah gangguan kesehatan yang dialami oleh anak-anak atau generasi muda, yang seharusnya bisa dicegah semenjak seorang perempuan atau calon ibu sedang mengandung.

Tidak hanya saat mengandung, untuk mencegah terjadinya gejala stunting juga bisa kita sosialisasikan kepada remaja perempuan, agar sejak dini mereka berfokus untuk menjaga kesehatan tubuh, baik dari dalam dan luar.

Upaya menjaga kesehatan dari dalam dapat dilakukan dengan mengkonsumsi tablet penambah darah bagi remaja putri saat sedang haid (datang bulan), menjauhi niat diet ketat atau menurunkan berat badan secara berlebihan, mengurangi jam begadang (tidur larut malam) yang dapat merusak organ dalam tubuh akibat kurangnya waktu istirahat bagi fisik yang nantinya dapat menyebabkan kekurangan energi kronis (KEK) sekaligus menata waktu penggunaan gadget.

“Usahakan jangan terlalu lelah untuk terus menggunakan gadget. Segala bentuk aktivitas boleh dimudahkan oleh teknologi informasi dan digitalisasi, namun jangan lupa bahwa hal tersebut dapat merusak tubuh dan fisik serta mental yang semakin malas untuk bergerak. Oleh sebab itu, mari kita rajin beraktivitas, menjaga pola makan dan bergerak agar otot tidak tegang,” tegas Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster saat mengisi program Perempuan Bali Bicara, di salah satu stasiun televisi, Jumat (16/9).

Baca Juga  Putri Koster Tinjau Taman Pujaan Bangsa Margarana, Dorong Perawatan dan Penguatan Nilai Patriotisme
koster
Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster saat mengisi program Perempuan Bali Bicara, di salah satu stasiun televisi, Jumat (16/9). (Foto: ist)

Mempersiapkan generasi emas di tahun 2045 tentu tidak mudah dilakukan karena masih saja ditemukan kasus stunting di sejumlah kabupaten di Bali. Meskipun angka stunting di Bali termasuk paling rendah di tingkat nasional, namun tetap saja pengentasan stunting adalah tugas dan kewajiban kita selaku kader Tim Penggerak PKK dan orangtua di tengah masyarakat.

“Kita semua jangan pernah lalai untuk menjaga kesehatan anak-anak generasi penerus kota, karena kesehatan tentu menjadi faktor utama bagi kemajuan sebuah daerah sekaligus menjadi faktor kesejahteraan keluarga. Maka dari itu, mari kita tingkatkan kesadaran untuk bersama mencegah lahirnya generasi stunting di tengah keluarga dan masyarakat di sekitar kita,” imbuh Ny. Putri Koster.

Penting bagi setiap rumah tangga untuk memanfaatkan halaman rumahnya sebagai HATINYA PKK.  Dimana setiap anggota keluarga bisa menata halaman asri, tenteram, indah, nyaman dan bermanfaat untuk menanam kebutuhan makanan pokok. Mulai dari cabai dan bumbu dapur lainnya, jenis sayur mayur dan umbi-umbian serta sebagiannya juga bisa digunakan menanam jenis bunga yang bisa dimanfaatkan.

Sementara itu, Gusti Ayu Dewi Kusumayanti yang merupakan Dosen Jurusan Gizi di Politeknik Kesehatan Kemenkes Denpasar juga membenarkan bahwa stunting bukan penyakit keturunan, namun stunting merupakan gangguan tumbuh kembang pada bayi yang bisa terjadi akibat kurang pahamnya calon ibu tentang bagaimana menjaga kesehatan janin. “Pada dasarnya cara menjaga agar calon bayi tidak stunting adalah tidak begitu sulit. Calon ibu wajib menjaga gizi kebutuhan tubuh dan janinnya yang seimbang. Yakni pemenuhan kalori, karbohidrat, protein dan serat harus seimbang dan sesuai, agar tidak mengganggu keperluan tubuh antara satu dengan yang lainnya,” ungkapnya.

Penting untuk diketahui bagi pasangan muda, bahwa ngidam di semester satu (3 bulan pertama) akan mengalami kerawanan bagi ibu hamil, karena rasa mual akan menyebabkan ibu hamil muda kehilangan nafsu makan sehingga akan mengakibatkan status kehamilan mengalami kekurangan energi kronis (KEK) dan tidak jarang mempengaruhi atau menyebabkan anemia akut.

Baca Juga  Percepat Pemulihan Ekonomi Bali, Ny. Putri Koster Apresiasi Miss Global Digelar di Bali

Hal ini akan memberikan peluang bagi janin mengalami stunting dini. Yang nantinya akan mempengaruhi juga perkembangan dan pertumbuhan fisik dan otaknya setelah lahir.

“Edukasi penting ini juga perlu ditanamkan kepada pihak laki-laki atau suaminya sekaligus keluarga terdekat, karena rasa nyaman untuk didukung oleh suami dan mertua juga akan memberikan dampak bagi ibu yang sedang hamil. Setelah hamil dan lahir, maka peran ibu tidak berhenti sampai disana. Namun ibu-ibu muda wajib membawa bayinya secara rutin dan teratur mengontrol berat badan bayi ke posyandu. Hal ini bertujuan apakah tumbuh kembang berat badan bayi sesuai dengan usianya atau tidak,” imbuhnya.

Stunting harus segera dicegah dengan berbagai cara. Penanganan stunting yang harus diketahui masyarakat adalah kewaspadaan sejak dini, terutama mengenai penyebabnya (dimulai dari dalam kandungan, mengalami gizi kronis, ibu hamil jangan sampai kekurangan gizi karena bayi setelah lahir harus diberikan ASI eksklusif selama enam (6) bulan pertama kelahirannya.

Setelah enam (6) bulan, peran ibu, nenek atau pengasuhnya juga wajib paham untuk menata pola makan dan jenis makanan yang siap diberikan kepada bayi, agar disesuaikan dengan pertumbuhan organ dalam perut bayi, hal ini penting agar bayi tidak mengalami kendala pencernaan dan membuatnya terganggu dan kesakitan.

Gizi yang dibutuhkan oleh tubuh bisa didapatkan dari jenis pangan lokal, seperti jagung, ketela, dan jenis umbi-umbian lainnya termasuk kacang tanah. Semua itu akan baik jika dikonsumsi oleh anak-anak, remaja, ibu hamil bahkan orangtua. Karena semua kandungan gizi yang dibutuhkan tubuh memang berasal dari sana. Apabila bosan dengan konsumsi rebusan, maka umbi-umbian ini bisa diolah menjadi pangan yang bervariasi dan menarik nafsu makan untuk mencoba. (gs/bi)

Baca Juga  Ny. Putri Koster Hadiri Rakor Tata Kelola Pedagang di Kawasan Suci Pura Besakih

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Dandim 1613/Sumba Barat Hadir Melayat di Rumah Duka Korban Penembakan, Imbau Warga Tetap Tenang

Published

on

By

Dandim Sumba Barat Melayat Korban Penembakan
MELAYAT: Dandim 1613/Sumba Barat Letkol Inf Ignasius Hali Sogen saat melayat ke rumah duka almarhum Jowa Tana di Desa Bali Ledo, Kecamatan Loli, Kabupaten Sumba Barat, Rabu (16/9/2026). (Foto: Pendam IX)

Sumba Barat, NTT, baliilu.com – Di tengah situasi pasca penyerangan Mapolres Sumba Barat, jajaran Kodim 1613/Sumba Barat terus berupaya membantu menjaga keamanan dan ketertiban wilayah. Upaya tersebut dilakukan tidak hanya melalui pengamanan, tetapi juga pendekatan humanis kepada masyarakat guna mencegah berkembangnya situasi yang dapat memicu gangguan keamanan.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, pada Rabu (16/9/2026), Dandim 1613/Sumba Barat Letkol Inf Ignasius Hali Sogen melayat ke rumah duka almarhum Jowa Tana di Desa Bali Ledo, Kecamatan Loli, Kabupaten Sumba Barat. Kehadiran Dandim menjadi wujud kepedulian dan empati TNI AD kepada keluarga yang tengah berduka atas meninggalnya korban dalam peristiwa penembakan yang melibatkan anggota Polres Sumba Barat.

Kepada keluarga almarhum Jowa Tana, Dandim menyampaikan belasungkawa serta dukungan moril agar keluarga diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi musibah tersebut. Kehadiran Dandim juga menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi secara langsung dengan keluarga dan masyarakat, sekaligus memastikan situasi di lingkungan sekitar tetap aman dan kondusif.

Kepedulian Kodim 1613/Sumba Barat juga ditunjukkan kepada keluarga almarhum Marsel, yang turut menjadi korban meninggal dunia dalam peristiwa tersebut. Pada malam kejadian, Dandim melalui Kapten Inf Nyoman Sukada turut mendampingi proses pengantaran jenazah dari RS Lende Moripa menuju kediaman orang tua almarhum di Desa Maradesa, Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat, Kabupaten Sumba Tengah.

Sebagai bentuk penghormatan sekaligus ungkapan turut berduka cita, perwakilan Kodim 1613/Sumba Barat hadir dengan mengikuti tata cara adat dan budaya Sumba, berupa penyerahan satu lembar kain adat dan satu ekor babi kepada keluarga almarhum. Kehadiran dan perhatian tersebut diterima dengan baik oleh keluarga sebagai bentuk kepedulian serta penghormatan di tengah suasana duka.

Baca Juga  Ketua TP PKK & Dekranasda Provinsi Bali Ny. Putri Koster Mengucapkan Rahajeng Rahina Suci Galungan dan Kuningan

Kehadiran aparat kewilayahan di tengah keluarga korban merupakan bentuk kepedulian sekaligus upaya menjaga komunikasi dengan masyarakat, sehingga suasana tetap tenang, sejuk, dan kondusif.

Korban diketahui merupakan warga yang diduga terkait dengan kasus pencurian hewan ternak di Desa Bali Ledo, Kecamatan Loli, Kabupaten Sumba Barat. Kedatangan Dandim ke rumah duka disambut baik oleh kakak kandung almarhum bersama keluarga besar.

Dalam kesempatan tersebut, Dandim menyampaikan belasungkawa dan turut merasakan duka yang dialami keluarga.

Suasana kemudian diisi dengan komunikasi bersama Camat, Kepala Desa Bali Ledo, tokoh masyarakat serta keluarga besar almarhum untuk mendengarkan situasi dan aspirasi yang berkembang di tengah masyarakat.

Selain menyampaikan belasungkawa, Dandim juga melakukan pengecekan langsung ke lokasi kejadian penembakan. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya untuk memperoleh gambaran situasi di lapangan sekaligus memastikan kondisi wilayah tetap aman dan terkendali.

Kepada keluarga dan masyarakat yang hadir, Dandim mengimbau agar seluruh pihak dapat menahan diri serta tidak melakukan tindakan yang berpotensi memperkeruh keadaan. Ia menekankan pentingnya menjaga ketenangan dan menyerahkan proses penanganan peristiwa kepada pihak yang berwenang sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami mengajak seluruh keluarga dan masyarakat untuk tetap tenang, menahan diri dan bersama-sama menjaga keamanan. Jangan sampai situasi yang sudah terjadi kembali berkembang menjadi persoalan baru yang merugikan kita semua,” ujar Dandim 1613/Sumba Barat.

Imbauan tersebut mendapat respons positif dari keluarga dan masyarakat yang hadir. Mereka menyambut baik pendekatan yang dilakukan Dandim serta berharap situasi di wilayah Sumba Barat dapat terus terjaga dengan aman dan kondusif.

Sementara itu, personel Kodim 1613/Sumba Barat tetap membantu pengamanan di Mapolres Sumba Barat sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya gangguan keamanan pasca peristiwa penyerangan yang terjadi pada Selasa malam (15/9/2026).

Baca Juga  Ny. Putri Koster Hadiri Rakor Tata Kelola Pedagang di Kawasan Suci Pura Besakih

Hingga Rabu (16/9/2026), situasi pasca penyerangan Mapolres Sumba Barat dilaporkan telah kembali kondusif dan aman. Kodim 1613/Sumba Barat bersama unsur terkait terus memantau perkembangan situasi serta mengedepankan langkah-langkah persuasif untuk menjaga stabilitas keamanan.

Kodim 1613/Sumba Barat juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketenangan, tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, serta mengutamakan penyelesaian setiap persoalan melalui mekanisme hukum dan komunikasi yang baik. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Pemkab Gianyar Sosialisasikan Pelindungan Data Pribadi

Published

on

By

Pemkab Gianyar Sosialisasi Pelindungan Data Pribadi
SOSIALISASI: Pemerintah Kabupaten Gianyar saat mensosialisasikan perlindungan data pribadi melalui Zoom Meeting, Rabu (16/9). (Foto: Hms Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Gianyar sosialisasikan perlindungan data pribadi melalui Zoom Meeting, Rabu (16/9). Kegiatan digelar sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan kesadaran aparatur pemerintah terhadap pentingnya menjaga keamanan serta kerahasiaan data pribadi.

Sosialisasi menghadirkan narasumber I Made Widiartha, ST, MAP, Sandiman Ahli Madya Dinas Kominfo Provinsi Bali serta diikuti pejabat dan pegawai yang menangani data pengelolaan, informasi teknologi dan/atau layanan publik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gianyar.

Dalam kegiatan tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai prinsip-prinsip pelindungan data pribadi, kewajiban dalam pengelolaan data, serta langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya kebocoran maupun kebocoran data dalam penyelenggaraan dan pelayanan publik. Sosialisasi mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 2026 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi.

Kepala Bidang Persandian dan Statistik Diskominfo Gianyar, Ni Putu Dian Pratiwi Udayani, S.STP, M.AP, mengatakan sosialisasi menjadi momentum penting untuk meningkatkan pemahaman seluruh perangkat daerah terhadap regulasi baru yang diterbitkan Pemerintah Pusat, yakni Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 2026 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi.

“PP Nomor 33 Tahun 2026 ini sangat penting untuk kita cermati bersama, karena selama ini Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi masih memuat ketentuan yang bersifat umum. Kini melalui aturan teknis yang lebih rinci, pemerintah daerah termasuk seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gianyar memiliki pedoman yang lebih operasional dalam pengelolaan data pribadi masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, PP Nomor 33 Tahun 2026 ditetapkan pada 16 Juli 2026 dan mulai berlaku efektif enam bulan kemudian. Masa transisi tersebut perlu dimanfaatkan untuk mempersiapkan berbagai aspek yang diperlukan sebelum regulasi berlaku efektif.

Baca Juga  Wujudkan Denpasar Bebas Stunting, TP PKK Gencar Lakukan Program Pemberdayaan Keluarga

Menurut Dian, salah satu hal yang diperjelas dalam aturan tersebut adalah pembedaan antara data pribadi umum dan data pribadi spesifik. Data pribadi umum antara nama lain, jenis kelamin dan kewarganegaraan, sedangkan data pribadi spesifik meliputi data kesehatan, biometrik, genetika, catatan kejahatan, data anak dan data keuangan pribadi yang memerlukan tingkat pelindungan lebih tinggi.

Hal tersebut dinilai sangat relevan dengan penyelenggaraan pelayanan publik di Kabupaten Gianyar, mulai dari layanan administrasi kependudukan, kesehatan di Puskesmas dan RSUD, pendidikan hingga layanan perizinan yang menggunakan data masyarakat.

Selain itu, setiap perangkat daerah yang bertindak sebagai Pengendali Data Pribadi mempunyai kewajiban untuk menyusun kebijakan pemrosesan data secara internal, melaksanakan penilaian dampak pelindungan data pribadi, serta menunjuk pejabat atau petugas yang melaksanakan fungsi pelindungan data pribadi di instansi masing-masing.

PP tersebut juga mengatur mekanisme pelaksanaan hak masyarakat sebagai subjek data pribadi. Di antaranya hak mengajukan izin atas pemrosesan otomatis, hak menerima ganti rugi, serta kewajiban instansi melakukan notifikasi apabila terjadi kegagalan pelindungan data.

Ketentuan lainnya meliputi transfer data pribadi lintas negara, pengawasan oleh lembaga pelindungan data pribadi tingkat pusat, serta mekanisme sanksi administratif bagi pihak yang tidak mematuhi ketentuan.

Dian menegaskan, Diskominfo Kabupaten Gianyar berkomitmen terus mengawal kesiapan seluruh perangkat daerah dalam mengimplementasikan PP Nomor 33 Tahun 2026.

“Masa transisi sebelum aturan ini berlaku efektif pada Januari 2027 hendaknya kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk melakukan evaluasi kesiapan, mulai dari kebijakan internal, sistem keamanan data, aplikasi layanan publik, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia pengelola data di masing-masing OPD,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa pelindungan data pribadi bukan sekedar memberikan kewajiban administratif, tetapi merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah dalam menjaga kepercayaan masyarakat.

Baca Juga  Ny. Putri Koster Hadiri Rakor Tata Kelola Pedagang di Kawasan Suci Pura Besakih

“Kepatuhan terhadap pelindungan data pribadi bukan sekedar memberikan kewajiban administratif, tetapi merupakan bentuk tanggung jawab kita bersama dalam menjaga kepercayaan masyarakat Gianyar terhadap penyelenggaraan pemerintahan yang bersih, aman dan akuntabel di era digital,” tegas Dian. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Disbudpar Buleleng Gelar Lomba Wayang dan Perasi untuk Anak Muda

Published

on

By

Disbudpar Buleleng Gelar Lomba Wayang dan Perasi
LOMBA WAYANG: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Buleleng saat menggelar Lomba Wayang dan Perasi di Wantilan Sasana Budaya dan Lingkungan Museum Gedong Kertya, Rabu, (16/8). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Buleleng kembali menggelar Lomba Berbasis Tradisi dan Budaya Masyarakat Bali di Wantilan Sasana Budaya dan Lingkungan Museum Gedong Kertya, Rabu, (16/8). Ajang tahunan ini diikuti oleh pemuda-pemudi perwakilan dari sembilan kecamatan di Kabupaten Buleleng.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Buleleng, I Nyoman Wisandika, menjelaskan bahwa pelaksanaan tahun ini dikemas lebih sederhana dibandingkan tahun sebelumnya. Jika sebelumnya terdapat empat hingga lima cabang lomba, kali ini pihaknya fokus pada dua kategori utama, yakni pembuatan wayang dan perasi.

“Lebih sederhana ya, kalau kemarin tahun lalu kita mungkin ada empat lomba, lima lomba. Nah sekarang ada dua lomba yaitu membuat wayang dan perasi,” ujar Wisandika di lokasi acara.

Ia merinci, perlombaan wayang tahun ini mengangkat lakon Sahadewa. Pemilihan kisah ini menandai babak pamungkas dari rangkaian narasi pewayangan yang telah dilombakan secara bertahap dalam beberapa tahun terakhir.

“Jadi wayang ini sebenarnya ini episode terakhir ini. Karena kemarin kan Yudhistira sudah, Bima sudah, Arjuna sudah, Nakula sudah, sekarang Sahadewanya. Jadi ini episode terakhir dari membuat wayang,” tambahnya.

Sementara itu, untuk kategori perasi atau seni menulis dan menggambar di atas daun lontar, panitia menetapkan tema Sutasoma. Baik peserta lomba wayang maupun perasi diberi waktu pengerjaan selama lima jam, dengan target pengumuman pemenang pada sore hari.

Wisandika tidak menampik bahwa regenerasi seniman pembuat wayang dan perasi menghadapi tantangan tersendiri akibat minimnya minat generasi muda. Karena itu, pelestarian melalui jalur kompetisi ini menjadi langkah strategis instansinya dalam merawat warisan leluhur.

“Salah satunya seperti yang disampaikan, itu memang regenerasi. Terutama perasi itu kan cerita bergambar, cerita di atas lontar, itu memang agak susah. Termasuk wayang,” ungkapnya.

Baca Juga  Ibu Putri Koster Ajak Generasi Muda Bali Cerdas dan Bijak dalam Menyikapi Teknologi Digital

Kompetisi yang menyasar kelompok usia 15 hingga 25 tahun ini melibatkan peserta dari berbagai latar belakang, termasuk pelajar tingkat sekolah menengah. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Buleleng berharap kegiatan ini tidak berhenti sekadar sebagai ajang perlombaan, melainkan berlanjut pada program pembinaan jangka panjang di masing-masing kecamatan.

“Harapan kita seperti itu. Karena kita tahu generasi muda itu agak sedikit sekali peminatnya untuk membuat wayang, perasi. Oleh karena itulah sebagai instansi yang memang membawahi untuk terus melakukan perlindungan dan pelestarian,” pungkas Wisandika.

Adapun hasil lomba wayang pada kegiatan ini Juara 1 diraih Kecamatan Buleleng, Juara 2 diraih Kecamatan Gerogak dan Juara 3 diraih Kecamatan Seririt.

Sedangkan untuk lomba Perasi Juara 1 diraih Kecamatan Kubutambahan, Juara 2 diraih Kecamatan Buleleng dan Juara 3 diraih Kecamatan Banjar. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca