Badung, baliilu.com – Rapat Kerja Komisi IV DPRD Kabupaten Badung bersama 4 OPD yakni Dinas Sosial, Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja, Dinas Kebudayaan, dan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KB-P3A) Kabupaten Badung diselenggarakan Jumat, 7 Oktober 2022 di ruang Gosana III Lantai II Kantor DPRD Badung.
Raker yang dipimpin Ketua Komisi IV DPRD Badung I Made Suwardana, S.E. didampingi IGA Agung Inda Trimafo Yudha dan I Wayan Edy Sanjaya, S.H. membahas program yang akan dilaksanakan tahun 2023 setelah sempat tertunda karena pandemi Covid-19. Hadir Kadis Sosial, Kadis Perindustrian dan Tenaga Kerja, Sekdis Kebudayaan, Sekdis P2KB-P3A dan kabid-kabidnya serta tim ahli dewan.
‘’Kita mengikuti raker hari ini bersama 4 dinas, yakni Dinas Kebudayaan, Dinas Sosial, Dinas P2KB-P3A, dan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja. Rapat ini hanya membahas program yang akan dilaksanakan di tahun 2023. Sebelumnya beberapa program tertunda atau tidak bisa dilaksanakan karena pandemi Covid -19. Jadi sekarang perekonomian sudah menggeliat kita bangkitkan lagi program yang sebelumnya tertunda dan kita aktifkan di tahun 2023,’’ terang Made Suwardana.
Ketua Komisi IV DPRD Badung I Made Suwardana, S.E. (Foto: gs)
Raker diawali pemaparan dari Dinas Kebudayaan yang diwakili sekdis I Made Widiada. Usai pemaparan program, anggota Dewan Wayan Edy Sanjaya menyampaikan beberapa pertanyaan terkait program yang sudah dan akan dilaksanakan pada tahun 2023. Edy mengatakan dengan APBD masih di 3,8 triliun, tetapi dibandingkan APBD 2022 dirinya optimis nominalnya akan ditingkatkan.
Edy mengingatkan anggaran program kebudayaan yang lebih banyak bantuan kepada masyarakat, jangan sampai nanti ada anggapan di masyarakat jaman Covid-19 nilai bantuan lebih besar dari zaman yang sudah sedikit normal.
Edy Sanjaya juga menyampaikan keluhan masyarakat soal dana aci karya yang berbeda-beda. Ada yang mendapatkan 100 juta ada 225 juta walaupun permohonannya sama. Edy juga mengingatkan soal dana kreativitas untuk sekaa teruna, punia kepada para sulinggih, pemangku, jro bendesa, dan pekaseh.
Sementara IGA Trimafo Yuda mempertanyakan status pura yang sebelumnya mendapat dana aci tetapi ketika dinaikkan statusnya menjadi pura cagar budaya sehingga tidak lagi mendapatkan dana aci seperti Pura Pusering Jagat. Soal dana cagar budaya apakah bisa untuk pengembangan desa wisata Desa Carang Sari karena di sana ada monumen Cagar Budaya Ngurah Rai.
Sekdis Kebudayaan I Made Widiada mengatakan anggaran di program kebudayaan dari induk ke induk ada peningkatan 33,29 persen. Induk di 2022 besarannya 118 miliar sekian dan induk 2023 sebesar 157 miliar sekian atau meningkat 33,29 persen.
Untuk pengembangan kebudayaan secara global yakni untuk aci-aci, kelembagaan dan kreativitas sekaa teruna. Untuk tahun 2023 dana kreativitas terpasang 20 juta, 10 juta untuk ogoh-ogoh dan 10 juta untuk ultah. Demikian juga normalisasi tugas dan kewenangan bandesa dan pekaseh.
Suasana Rapat Kerja Komisi IV DPRD Kabupaten Badung bersama 4 OPD pada Jumat, 7 Oktober 2022. (Foto: gs)
Terkait dana aci karya yang berbeda, kata Sekdis, ini tidak semata kebijakan pimpinan. Kalau dari standarisasi tidak berbeda tetapi RAB yang dibuat masyarakat itulah yang menyebabkan. Oleh karena itu ke depan sebelum memfinalisasi RAB bisa didiskusikan secara bersama-sama sehingga turun rekomendasi menyesuaikan dengan kebutuhan. Dan anggaran cagar budaya lebih didominasi pada program subak.
Selanjutnya, Kadis Sosial Ketut Sudarsana yang menyampaikan beberapa jenis kegiatan sosial, secara terperinci mulai dari bayi terlantar, fakir miskin, lansia, gepeng dan sebagai indikator kinerja utama adalah persentase kemiskinan. Sebelum pandemi Covid-19, kemiskinan di Badung nomor 2 terendah di Indonesia atau 1,72 persen dan sekarang naik menjadi 2,62 persen dan Badung paling besar di Bali.
Pada kesempatan ini Edy Sanjaya menyoroti soal APBD induk untuk lansia yang akan dibayarkan. Sementara Made Suwardana mengungkapkan soal gepeng yang ada pengelolanya. Juga terungkap untuk pengajuan kursi roda bagi warga yang membutuhkan bisa dari desa atau kelurahan.
Terkait program P2KB-P3A, Trimafo Yudha mencermati seringkali adanya kasus bunuh diri akibat persoalan keluarga, dinas kini telah menyediakan layanan 4 psikolog yang memberikan pelayanan 24 jam juga pendampingan kasus hukum.
‘’Hal ini perlu disosialisasikan buat para urban bahwa ada 4 psikolog dan pendamping hukum di dinas yang aktif 24 jam,’’ ujar Trimafo.
Sedangkan Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Badung, mengatakan ketika pandemi Covid-19, Dinas mendapat pendampingan dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dengan 500 sertifikat gratis BNSP. Sertifikasi ini penting sebagai syarat mendapatkan pekerjaan. Untuk tahun 2023 di APBD dianggarkan 4 ribu serifikat gratis dan juga mengajukan bantuan BNSP 4 ribu atau total 8 ribu sertifikat.
Selain itu, Dinas juga akan membangkitkan lagi magang kerja ke Jepang yang sempat dilakukan dua tahun lalu. Juga tahun ini gratis BPJS Ketenagakerjaan sebanyak 4 ribu tenaga kerja dari Badung.
Trimafo menyatakan setuju tenaga kerja magang karena akan menguburkan niat untuk kerja secara ilegal. Untuk magang kerja bisa direalisasikan paling tidak 1 orang 1 desa. Dan punya skil yang berbeda dan bisa bahasa Jepang.
Sedangkan Edy Sanjaya menyatakan warga Badung yang tenaga kerja rentan setuju dibantu BPJS ketenagakerjaan. Tetapi yang tidak rentan biasanya dibayar oleh perusahaan.
Di bagian akhir tim ahli memberikan saran yadnya yang diambil alih oleh desa adat dengan memanfaatkan lansia maka Bali sebagai tenaga kerja banyak libur akan terkikis. Dari data penelitian lansia yang mengerjakan banten stressnya hilang.
Dana-dana aci sebagian besar untuk yantra atau banten dan perlu mencantumkan sekian persen untuk darma wacana sehingga antara tatwa dan yantra nyambung. Untuk menekan gepeng, dengan memberikan sanksi kepada gembognya karena alasan memanfaatkan atau mengerjakan anak di bawah umur. (gs/bi)
HADIRI RAKOR: Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, menghadiri Rapat Koordinasi Pencegahan Korupsi Perbaikan Tata Kelola Pemerintahan Daerah se-Wilayah Bali Tahun 2026 yang berlangsung di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Kamis (5/11). (Foto: ist)
Tabanan, baliilu.com – Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, menghadiri Rapat Koordinasi Pencegahan Korupsi Perbaikan Tata Kelola Pemerintahan Daerah se-Wilayah Bali Tahun 2026 yang berlangsung di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Kamis (5/11). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan daerah sekaligus mendorong penyelamatan aset dan keuangan daerah melalui langkah-langkah pencegahan korupsi.
Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur Bali yang diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, Kasatgas V2 KPK RI Nurul Ichsan Al Huda, Kepala Kanwil BPN Provinsi Bali yang diwakili Kabid Pendapatan Hak dan Pendaftaran David Cristhian, Tim KPK RI, serta para Bupati dan Sekretaris Daerah se-Kabupaten/Kota di Bali.
Dalam sambutan Gubernur Bali yang disampaikan Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra, ditegaskan bahwa perbaikan tata kelola merupakan kunci utama dalam upaya pencegahan korupsi. Ia mengapresiasi pendampingan dan arahan KPK yang selama ini mendorong peningkatan tata kelola pemerintahan, salah satunya melalui capaian Monitoring Center for Prevention (MCP) di wilayah Bali yang menunjukkan hasil tinggi.
“Tata kelola itu sifatnya dinamis. Maka, kita terus melakukan langkah-langkah dan penyempurnaan sesuai dengan perubahan regulasi, perkembangan keadaan, serta dinamika pemerintahan,” ujarnya.
Sementara itu, Kasatgas V2 KPK RI Nurul Ichsan Al Huda menekankan pentingnya penyelamatan keuangan daerah melalui pengelolaan aset yang tertib dan akuntabel. Menurutnya, aset daerah memiliki nilai ekonomi yang harus dijaga agar tidak menimbulkan potensi kerugian keuangan daerah.
“Kalau aset-aset kita tidak ditangani dengan baik, apalagi bermasalah, upaya efisiensi dan penghematan yang dilakukan pemerintah tentu tidak akan memberikan hasil optimal. Mudah-mudahan pertemuan ini membawa manfaat dan perbaikan bagi penyelamatan keuangan daerah di seluruh wilayah Bali,” ungkapnya.
Dalam koordinasi tersebut, pembahasan difokuskan pada progres sertifikasi aset milik pemerintah daerah, khususnya berupa tanah dan bangunan, serta penyelesaian tindak lanjut hasil review dan pendampingan KPK. Masing-masing pemerintah daerah juga diberikan kesempatan untuk memaparkan perkembangan penertiban dan sertifikasi aset sebagai bentuk komitmen bersama dalam mewujudkan pengelolaan keuangan dan aset daerah yang transparan, tertib, dan bertanggung jawab.
Bupati Sanjaya menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan koordinasi tersebut. Menurutnya, sinergi dan komitmen seluruh pemerintah daerah menjadi langkah penting dalam menjaga aset serta keuangan daerah demi terwujudnya pemerintahan yang bersih dan akuntabel.
“Kami menyambut baik dan mendukung upaya pencegahan korupsi melalui penguatan tata kelola pemerintahan. Melalui koordinasi dan pendampingan ini, kami berharap pengelolaan aset dan keuangan daerah semakin tertib, transparan, serta akuntabel,” tegas Bupati Sanjaya. (gs/bi)
KUNJUNGI SRT: Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Made Putra Widiastawa mengunjungi Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Bali yang berlokasi di Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, Kamis (5/11/2026). (Foto: Pendam IX)
Karangasem, baliilu.com – Memberikan motivasi dan menanamkan nilai-nilai kedisiplinan kepada generasi muda, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Made Putra Widiastawa mengunjungi Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Bali yang berlokasi di Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, Kamis (5/11/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Pangdam didampingi Danrem 163/Wira Satya, Asintel, Aslog, Aster, Kapendam, dan Kazidam IX/Udayana. Kedatangan Pangdam beserta rombongan disambut langsung ole Dandim 1623/Karangasem Letkol Inf I Putu Gede Widarta dan Wakil Kepala Sekolah Rakyat.
Mengawali kunjungannya, Pangdam menerima paparan dari Wakil Kepala Sekolah mengenai pembangunan dan penyelenggaraan Sekolah Rakyat Terintegrasi. Selanjutnya, Pangdam meninjau secara langsung aktivitas para siswa, termasuk pelaksanaan makan siang bersama, serta melihat fasilitas asrama guna memastikan kondisi sarana dan prasarana yang mendukung kegiatan belajar mengajar.
Pada kesempatan tersebut, Pangdam juga berinteraksi langsung dengan para siswa melalui pengarahan dan perkenalan diri. Dalam arahannya, Pangdam menanamkan pemahaman tentang pentingnya keberanian, ketulusan, disiplin, dan tanggung jawab sebagai bekal dalam meraih masa depan. Menurutnya, keberanian sejati lahir dari ketulusan hati, tidak memiliki kepentingan pribadi, serta tidak hanya memikirkan keselamatan diri sendiri.
Pangdam menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat Terintegrasi merupakan bentuk perhatian pemerintah dalam memberikan akses pendidikan yang layak bagi masyarakat melalui sistem pendidikan berasrama (boarding school). Pangdam juga mengingatkan bahwa pada masa perjuangan dahulu, keberadaan Sekolah Rakyat turut melahirkan generasi yang disiplin, rajin, dan memiliki semangat juang tinggi hingga mampu membawa bangsa Indonesia menuju kemerdekaan.
“Kita tidak bisa mencapai keberhasilan kalau tidak disiplin dan rajin belajar. Kita juga harus belajar menghargai satu sama lain, menghargai guru, menghargai lingkungan, serta selalu bersyukur atas apa yang telah kita capai hari ini,” tegas Pangdam.
Lebih lanjut, Pangdam menyampaikan bahwa para siswa patut bersyukur karena mendapatkan berbagai fasilitas pendidikan secara gratis, mulai dari kebutuhan makan, pakaian, buku-buku hingga perlengkapan penunjang pendidikan lainnya. Oleh karena itu, seluruh fasilitas tersebut hendaknya dimanfaatkan sebaik-baiknya dengan belajar sungguh-sungguh dan terus berusaha mengembangkan kemampuan diri.
“Rajin-rajinlah belajar untuk mencapai kesuksesan. Jadilah orang yang optimistis, berani bersaing, dan memiliki semangat untuk meraih cita-cita. Semua profesi itu bagus sepanjang dijalani dengan tulus, ikhlas, penuh tanggung jawab, dan sungguh-sungguh,” pesan Pangdam.
Sebagai bentuk perhatian dan kepedulian terhadap kebutuhan sekolah, Kodam IX/Udayana juga memberikan bantuan sumur bor guna mendukung ketersediaan air bersih bagi para siswa dan lingkungan sekolah. Selain itu, Pangdam turut memberikan uang saku secara langsung kepada para siswa sebagai bentuk motivasi dan penyemangat agar mereka semakin giat belajar, berprestasi, serta terus berjuang meraih cita-cita.
Kegiatan kunjungan diakhiri dengan foto bersama dan yel-yel penuh semangat bersama para siswa, menciptakan suasana akrab dan penuh kegembiraan yang semakin mempererat kedekatan antara Pangdam dengan generasi muda penerus bangsa.
Sementara itu, Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution menegaskan bahwa kunjungan Pangdam IX/Udayana ke Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Bali merupakan wujud kepedulian dan komitmen TNI dalam mendukung dunia pendidikan, sekaligus menumbuhkan motivasi dan semangat generasi muda untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan para siswa semakin percaya diri, memiliki karakter disiplin, tekun dalam belajar, serta optimistis dalam menggapai cita-cita. Dukungan terhadap dunia pendidikan dan pembinaan generasi muda menjadi bagian dari upaya TNI dalam turut membangun sumber daya manusia yang unggul demi kemajuan bangsa dan negara. (gs/bi)
PEMBUKAAN FESTIVAL SENI BUDAYA XV: Bupati Wayan Adi Arnawa bersama Wabup Bagus Alit Sucipta saat pembukaan Festival Seni Budaya Kabupaten Badung XV Tahun 2026 di Panggung Terbuka Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Rabu (4/11). (Foto: Hms Badung)
Badung, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Kebudayaan kembali menggelar Festival Seni Budaya (FSB) Kabupaten Badung XV Tahun 2026. Pembukaan perhelatan akbar ini ditandai secara simbolis lewat prosesi penancapan kayonan oleh Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta dan jajaran Forkopimda Badung di Panggung Terbuka Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Rabu (4/11).
FSB XV tahun ini diselenggarakan mulai tanggal 4 hingga 16 November 2026. Ajang tahunan ini mengangkat tema utama Sani Buddhayah Taya Ning Rat, sebuah frasa mendalam yang mengandung arti bahwa Seni Budaya Merupakan Sinar Bagi Hati dan Dunia.
Bupati seusai membuka acara memberikan apresiasi yang tinggi kepada para seniman, budayawan, serta seluruh panitia yang terlibat. Ia menegaskan bahwa festival ini merupakan langkah nyata Pemkab Badung dalam melestarikan seni dan budaya lokal. Kebijakan ini dinilai sangat strategis sebagai benteng pertahanan identitas diri di tengah gempuran arus globalisasi yang kian masif.
“Tentu saya berharap dengan kekuatan identitas budaya inilah kita bisa menjadi satu pertahanan yang kuat terutama dalam menjaga dan melestarikan budaya yang merupakan warisan daripada para leluhur kita ini. Festival ini kita jadikan sebagai momentum bagaimana kita berpihak kepada budaya lokal sekaligus juga memberikan ruang kepada para seniman, generasi muda untuk menunjukkan seni dan kreativitasnya hingga nanti di harapkan akan bermunculan hasil-hasil karya yang sekaligus bagian daripada pelestarian seni dan budaya itu sendiri,” jelas Adi Arnawa didampingi Bagus Alit Sucipta.
Dalam laporannya, Kepala Dinas Kebudayaan Badung I Gede Sukadana menyampaikan bahwa FSB Badung tahun ini dikemas menarik dengan diisi berbagai metode penampilan. Diantaranya adalah Utsawa (Parade), Wimbakara (Lomba), Reksadana (Pagelaran), serta Kandarupa (Pameran).
Sukadana menyebutkan festival kali ini tampil beda karena tidak hanya diikuti oleh seniman lokal di seantero Pulau Bali saja. Ajang ini juga diramaikan oleh sanggar dan seniman dari luar daerah, seperti sekaa kesenian dari Disbudpar Bandung, Jawa Barat, dan sanggar seni asal Provinsi Sumatera Barat.
“Pada kesempatan yang baik ini, perlu juga saya sampaikan mengenai peserta Festival Seni Budaya Kabupaten Badung tahun ini kurang lebih berjumlah 1.925 orang seniman. Berasal dari 1.421 seniman karawitan, 386 seniman tari, 78 seniman musik, 10 seniman seni rupa, dan 30 seniman partisipan dari luar Bali. Selain para seniman, peserta Festival ini diisi dengan 81 UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) dari Kabupaten Badung,” jelasnya.
Acara pembukaan FSB turut dihadiri oleh jajaran Pimpinan dan Anggota DPRD Badung, Sekretaris Daerah IB Surya Suamba, beserta para Kepala OPD di lingkungan Pemkab Badung, Ketua Organisasi kewanitaan beserta anggota, perwakilan Komite Ekonomi Kreatif, Listibiya Badung, jajaran Camat se-Kabupaten Badung, Lurah, Perbekel, dan Bendesa Adat se-Kabupaten Badung. (gs/bi)