Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Evaluasi Festival Ogoh-ogoh, Komisi IV DPRD Badung dan Disbud Badung Gelar Raker

BALIILU Tayang

:

Komisi IV DPRD Badung
RAKER: Komisi IV DPRD Kabupaten Badung pada Selasa, 18 Maret 2025, menggelar Rapat Kerja dengan Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, yang berlangsung di Ruang Rapat Gosana II Lantai 2 Kantor Sekretariat DPRD Kabupaten Badung. (Foto: gs)

Badung, baliilu.com – Komisi IV DPRD Kabupaten Badung pada Selasa, 18 Maret 2025, menggelar Rapat Kerja dengan Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, yang berlangsung di Ruang Rapat Gosana II Lantai 2 Kantor Sekretariat DPRD Kabupaten Badung. Rapat kerja tersebut membahas evaluasi pelaksanaan kegiatan Festival Ogoh-ogoh tahun 2025.

Hadir Ketua Komisi IV DPRD Badung I Nyoman Graha Wicaksana didampingi Wakil Ketua II Komisi IV I Nyoman Dirgayusa dan anggota Komisi IV I Gede Suraharja. Sedangkan dari Dinas Kebudayaan Badung hadir Ketua Disbud Badung I Gde Eka Sudarwitha beserta jajarannya.

Kepada awak media, Graha Wicaksana mengatakan, Rapat Kerja ini dilaksanakan sebagai fungsi pengawasan terkait viralnya di media sosial atas pelaksanaan Festival Ogoh-ogoh.

Untuk itu, pihak Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung menyampaikan adanya kekurangan dari sistem penilaian, yang awalnya kesepakatan 60 dan 40 persen, setelah dikalkulasi itu menjadi 53 dan 47 persen.

“Nah, itulah perlunya juri memberikan informasi kepada audiensnya, sehingga tidak terjadi miss komunikasi, tidak terjadi penafsiran yang salah, sehingga nanti menimbulkan rasa kekecewaan dan lain sebagainya. Kita sepakat akan lebih memperbaiki apa yang kurang pada tahun ini,” kata Graha Wicaksana.

Meski demikian, Komisi IV DPRD Badung sangat mengapresiasi Dinas Kebudayaan Badung atas terlaksananya Festival Ogoh-ogoh tahun 2025 ini, sekaligus memberikan motivasi kepada Dinas Kebudayaan agar tetap melaksanakan kegiatan ini untuk tahun depan di Puspem Badung.

“Kita melihat esensi dari pelaksanaan ogoh-ogoh ini atau dampak yang kita nikmati dari pelaksanaan ogoh-ogoh, dimana ini betul-betul ada pelestarian adat dan budaya. Ada rasa kebersamaan, semangat kegotong-royongan, rasa kebanggaan adik-adik kita yang luar biasa sehingga dapat melaksanakan pementasan ogoh ogoh,” paparnya.

Baca Juga  Fraksi Gerindra DPRD Badung Setujui Dua Raperda Jadi Perda

Pada kesempatan tersebut, Graha Wicaksana menyarankan kepada Dinas Kebudayaan Badung, bahwa yang pertama, diharapkan anggarannya lebih besar lagi, sehingga keluhan masalah tenda yang bukan rigging itu bisa diantisipasi.

Kedua, terkait dengan penjurian, pihaknya berharap supaya adanya Ketua/Koordinator Juri yang bisa menyampaikan penilaian-penilaian nilai-nilai yang dilombakan.

Ketiga, jika ada salah satu peserta yang tidak menampilkan pementasannya sesuai dengan nomor urutnya itu harus diberikan sanksi, mungkin bukan didiskualifikasi, tapi pengurangan nilai.

“Jadi, sudah seyogyanya dana itu bisa ditingkatkan, sehingga pelaksanaan berikutnya saya yakin akan lebih baik, lebih wah dan semangatnya pun akan menjadi lebih baik,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung I Gde Eka Sudarwitha menyebutkan pihaknya disarankan untuk melakukan perbaikan terhadap penyelenggaraannya, baik dari sisi teknis maupun pra menuju Puspem dan juga dari sisi penjurian.

Dari sisi teknis, lanjutnya perlengkapan properti dan equipment itu, baik tenda, yang kemudian juga kelengkapan lainnya, termasuk venuenya mungkin dilengkapi dan diperbaiki, termasuk penataan parkir dan juga dari sisi penjurian agar betul-betul disosialisasikan dan disimulasikan.

“Karena juri kita khan juga yang berkualifikasi para kurator seni yang memahami, cuma memang belum konek artinya belum tersosialisasi memang dalam beberapa kali event besar itu. Saran dari Bapak Ketua Komisi IV dan jajaran, agar disosialisasikan untuk sama-sama disimulasikan dan sudah barang tentu adalah dukungan terhadap penyelenggaraan selanjutnya untuk dapat lebih baik, baik dari sisi pendanaan, dari sisi tata kelola dan ada satu hal lagi adalah untuk tetap dapat dilaksanakan di Puspem,” ucapnya.

Untuk pelaksanaan tahun depan, lanjutnya ada perubahan cara penilaian Festival Ogoh-ogoh, baik penilaian ogoh-ogoh itu sendiri maupun penilaian fragmennya.

Baca Juga  Fraksi PDIP Minta Disdukcapil Koordinasi ke Kemendagri Terkait Data 41.000 Penduduk Badung tak Ditemukan secara Faktual di Lapangan

“Kita akan pisahkan itu, ada beberapa pendapat termasuk rapat dewan juri pun juga sudah menyampaikan atau menyimpulkan untuk di masa berikutnya adalah untuk dilakukan pemisahan penilaian ogoh-ogoh, baik dia ogoh-ogoh stay dan digerakkan, kemudian adalah fragmen yang mencakup beberapa kategori,” pungkasnya.

Guna mengantisipasi kemacetan di sekitar Puspem di tahun depan, pihaknya bakal melakukan panduan untuk keberangkatan ogoh-ogoh menuju Puspem. Selain itu, juga akan ada penataan, termasuk pengalihan lalu lintas dari penonton menuju Puspem.

“Untuk kemacetannya tahun depan barangkali ada arahan dan panduan untuk keberangkatan menuju Puspem. Juga untuk penataan dan pengalihan arus lalu lintas dari penonton,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

NEWS

Tim SAR Gabungan Evakuasi Pendaki Pingsan di Gunung Agung

Published

on

By

Tim SAR gabungan mengevakuasi korban pendaki yang pingsan di Gunung Agung, Sabtu (18/7/2026)
Tim SAR gabungan saat mengevakuasi korban pendaki Gunung Agung, Sabtu (18/7/2026). (Foto: Hms SAR)

Karangasem, baliilu.com – Seorang pendaki mengalami kelelahan hingga hilang kesadaran saat melakukan pendakian di Gunung Agung, Sabtu (18/7/2026). Mulanya korban bernama I Gusti Agung Eka Sanjaya (45) pergi bersama rombongan berjumlah 8 orang melaksanakan pendakian siang hari, sekitar pukul 12.00 Wita. Mereka memulai titik awal perjalanan dari Pura Pasar Agung Selat. Berselang kurang lebih 2 jam, korban kelelahan dan tidak sadarkan diri di ketinggian 2200 MDPL.

Informasi kejadian tersebut diterima petugas siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar dan segera direspons dengan memberangkatkan personel dari Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem. Mempercepat upaya evakuasi, Pemandu KUPS Pasar Agung lebih dahulu menuju posisi korban.

“Pada pukul 15.00 Wita tim 1 yang berjumlah 25 orang dari pemandu lokal Pasar Agung bergerak untuk mempercepat evakuasi,” jelas Putu Bhayangkara, Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem. Sementara itu 9 personel Pos Pencarian dan Pertolongan Karangassm bergerak ke Pos Pendakian Pasar Agung.

Kira-kira 30 menit kemudian mereka bertemu dengan korban pada ketinggian 2200 MDPL. Pukul 16.40 Wita SRU 2 dengan jumlah 15 orang menyusul menuju atas. Mereka berhasil bertemu di ketinggian 2100 MDPL dan selanjutnya mengevakuasi korban menuju Pos Pasar Agung, dengan kondisi masih tidak sadarkan diri.

Akhirnya sekitar pukul 18.00 Wita tim SAR gabungan bersama korban tiba di Pos Pasar Agung, kemudian I Gusti Agung Eka Sanjaya langsung ditangani oleh tim medis Puskesmas Selat. Untuk pemeriksaan lebih lanjut ia dievakuasi menuju Puskesmas Selat menggunakan ambulance.

Unsur SAR yang turut dalam upaya evakuasi diantaranya Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem, Polsek Selat, Babhinsa Selat, Babhinkamtibmas Selat, BPBD Karangasem, Disdamkar Selat, Puskesmas Desa Selat, Pemandu KUPS Lokal Pasar Agung, Humas Pura Pasar Agung, rekan korban dan masyarakat setempat. (gs/bi)

Baca Juga  Komisi I DPRD Badung Setujui Hibahkan Tanah 4,8 Are ke Desa Adat Seminyak

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bupati Adi Arnawa dan Wabup Bagus Alit Sucipta Tinjau Proyek Strategis Pengendali Banjir di Kuta

Published

on

By

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta meninjau proyek pengendali banjir di Kecamatan Kuta
PENINJAUAN: Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta, saat melaksanakan peninjauan terhadap proyek strategis di wilayah Kecamatan Kuta, pada Sabtu (18/7/2026). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Dalam rangka mengatasi banjir di Wilayah Badung Tengah, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta, melaksanakan peninjauan terhadap proyek strategis di wilayah Kecamatan Kuta, pada Sabtu (18/7/2026).

Adapun beberapa proyek strategis yang ditinjau diantaranya Pekerjaan Pembuangan Irigasi – Pembangunan Drainase Pengendali Banjir Jalan Basangkasa – Jalan Sunset Road di Kecamatan Kuta Kabupaten Badung, dengan total ruas yang akan tertangani sebesar 6.330 m2.

Turut hadir pada kesempatan ini, Sekda Badung IB Surya Suamba beserta Kepala OPD terkait, Camat, Lurah/Perbekel setempat, serta tokoh masyarakat.

Bupati Wayan Adi Arnawa menyampaikan, banjir di wilayah Jalan Dewi Sri merupakan momok setiap tahun pada musim hujan. Untuk itu, setelah beberapa kali pemantauan dan tahun ini bisa dieksekusi oleh Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas PUPR.

“Dulu kami sudah sering turun memantau, tetapi baru sekarang bisa dikerjakan karena anggarannya baru tersedia di APBD Induk 2026, sehingga tahun ini baru bisa dieksekusi. Mudah-mudahan dengan perbaikan drainase yang cukup lebar dan bagus, banjir yang sering terjadi di sepanjang Dewi Sri dan sekitarnya dapat diminimalisir. Harapan kita tentu secara rutin dapat melaksanakan normalisasi di aliran Tukad Mati,” ujarnya.

Dalam mengatasi banjir, Pemkab Badung akan menambah pompa berkekuatan 30.000 liter per detik untuk memompa air dari aliran Tukad Mati menuju Teluk Benoa. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap memilah sampah dan tidak membuang sampah sembarangan.

“Mudah-mudahan apa yang selama ini masyarakat pertanyakan, sekarang jawabannya. Bahwa kita konsisten dan komit mengerjakan. Saya minta masyarakat untuk tetap memilah sampah dan jangan membuang sampah sembarangan. Walaupun kita buat drainase sebesar apapun dan sebaik apapun, tapi kalau masyarakat masih tidak mendukung program kita, juga akan susah,” jelasnya.

Baca Juga  Komisi II DPRD Badung Gelar Rapat Kerja Bahas LKPJ Bupati Badung 2024

Bupati Adi Arnawa juga menjelaskan bahwa pada November seluruh pekerjaan harus diselesaikan untuk mengantisipasi datangnya puncak musim hujan pada bulan Desember. Selain itu, pada titik banjir di Seminyak, akan segera dikerjakan setelah menunggu selesainya studi kelayakan.

“Terutama di depan Kelurahan Seminyak dan bekas Kantor BPBD Badung, sering terjadi banjir. Sehingga dengan perbaikan yang dilakukan akan mengurangi banjir. Ke depan kita akan kerjakan secara bertahap, kebetulan konsep kita nanti adalah membuat embung untuk menampung air yang dari utara. Embung ini akan bisa dimanfaatkan oleh Perumda Air Minum Tirta Mangutama untuk air bersih,” ungkapnya. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bupati dan Wabup Badung Tinjau Proyek Jalan Lingkar Barat

Percepat Solusi Kemacetan Badung Selatan dan Tengah

Loading

Published

on

By

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta meninjau proyek pembangunan Jalan Lingkar Barat Badung
PENINJAUAN: Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta, saat meninjau pelaksanaan program atau kegiatan stretegis APBD Kabupaten Badung Tahun Anggaran 2026, pada Sabtu (18/7/2026). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta, melaksanakan peninjauan terhadap pelaksanaan program atau kegiatan stretegis APBD Kabupaten Badung Tahun Anggaran 2026, pada Sabtu (18/07/2026). Peninjauan ini untuk monitoring dan evaluasi pengendalian pembangunan untuk memastikan realisasi administrasi dan fisik sesuai target yang ditetapkan.

Adapun beberapa lokasi yang ditinjau diantaranya Pembangunan Jalan Trase Pasar Desa Adat Pecatu – Jalan Raya Uluwatu, Peningkatan Jalan dan Drainase Ruas Jalan Pecatu – Labuan Sait, Pembangunan Jalan Trase Pura Kulat – Labuan Sait, Pembangunan Jalan Trase Labuan Sait – Padati dan Pembangunan Jalan Banjar Semer – Teuku Umar Barat, Ruas Jalan Pengubengan dan Jalan Subak Kedampang.

Turut hadir pada kesempatan ini, Anggota DPRD Badung I Made Sumerta, Sekda Badung IB Surya Suamba beserta Kepala OPD terkait, Camat, Lurah/Perbekel setempat.

Ditemui seusai monitoring, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyampaikan bahwa pembangunan trase jalan ini sebagai komitmen Pemkab Badung dalam mengatasi kemacetan yang ada di kawasan Kuta Selatan khususnya kawasan Jalan Raya Uluwatu menuju Simpang Nirmala hingga Pecatu. Bupati menjelaskan, pembangunan infrastruktur yang tengah digenjot pada 2026 hingga 2027 ini merupakan langkah konkret pemerintah daerah mengatasi titik kemacetan (bottleneck) yang selama ini terjadi.

“Mudah-mudahan dengan pembangunan Jalan Lingkar Barat yang panjangnya sekitar 10 kilometer lebih ini akan bisa menjadi solusi terhadap kemacetan yang ada di sepanjang jalan raya Uluwatu khususnya di Politeknik, GWK, Nirmala sampai ke Uluwatu,” ujarnya.

Bupati Adi Arnawa berharap dengan adanya pembangunan jalan ini dapat menumbuhkan kepercayaan wisatawan domestik maupun mancanegara kepada Pemkab Badung dalam mengatasi permasalahan kemacetan di Kabupaten Badung, dari Selatan hingga ke bagian Tengah seperti Canggu dan sekitarnya.

Baca Juga  Anggota DPRD Badung I Wayan Regep Hadiri Pembukaan Metafest 2024

“Ini akan menjadi satu bahan buat kita untuk melakukan rekayasa lalin saat menghadapi malam tahun baru, yang mungkin orang berkunjung ke Uluwatu akan semakin membludak. Tidak semua bisa selesai, karena tidak cukup waktu buat kita untuk melaksanakan konstitusi secara penuh. Karena panjangnya ini 10 kilometer dan tantangannya cukup berat. Di bukit ini kan ada pemotongan tebing-tebing, pembangunan jembatan juga tidak bisa cepat dan ada penambahan akses menuju Kampus Udayana,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Bupati Adi Arnawa menyampaikan sepanjang jalan yang baru dibangun, nantinya bebas dari kabel atau jaringan utilitas, guna memperindah estetika pada jalan. Bupati memerintahkan Perumda Air Minum Tirta Mangutama untuk segera memasang jaringan pipa untuk mengatasi masalah air di Badung Selatan ini.

“Sekaligus saya minta kepada Dinas PUPR untuk bebas dari kabel-kabel. Dari awal termasuk juga saya sudah perintahkan PDAM untuk langsung masuk juga memasang pipa-pipa air, utilitas air. Karena masalah air menjadi hal yang sangat urgent sekali. Program ini juga paralel, PDAM juga sedang bergerak sekarang untuk bagaimana mengatasi air di Badung Selatan. Karena bagaimanapun juga dengan pembangunan infrastruktur yang sangat representatif akan berdampak kepada tumbuhnya ekonomi,” tambahnya seraya mengatakan total pagu anggaran yang dialokasikan mencapai Rp 2,2 triliun. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca