Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Antisipasi Perkembangan Kasus DBD, Pj. Lihadnyana Tekankan Upaya Preventif dan Promotif

BALIILU Tayang

:

kasus dbd buleleng
PENGASAPAN: Kegiatan pengasapan (fogging) di 15 desa/kelurahan di Kabupaten Buleleng dengan kasus DBD-nya, Jumat (26/4/2024). (Foto: bulelengkab.go.id)

Buleleng, baliilu.com – Untuk mengantisipasi semakin meningkatnya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang ada di wilayah Kabupaten Buleleng, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) massal yang dilakukan oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan masyarakat semua desa/kelurahan se-Kecamatan Buleleng sekaligus kegiatan pengasapan (fogging) di 15 desa/kelurahan dengan kasus DBD-nya.

“Hari ini Jumat bersih untuk melaksanakan pembersihan lingkungan di Desa Anturan Kecamatan Buleleng untuk mengantisipasi wabah Demam Berdarah Dengue yang juga serentak dilakukan di seluruh wilayah Kabupaten Buleleng. Upaya preventif dan promotif merupakan hal mendasar dilakukan untuk mengajak masyarakat dengan sebuah kesadaran penuh, mari kita bicara kebersihan lingkungan, tidak lagi berpikir kuratif,” tegas Pj. Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana usai kegiatan PSN di Desa Anturan.

Kegiatan yang mengajak unsur OPD, TNI/Polri, Pemdes Desa Anturan pelajar dan masyarakat ini adalah untuk menggugah kesadaran kita semua akan bahaya virus yang dibawa oleh nyamuk Aedes Aegypti dengan upaya 3M+ yaitu menguras bak penampung air, mengubur barang bekas tempat sarang nyamuk, menutup tempat penampungan air dan plus membersihkan, melakukan gotong-royong, menanam tumbuhan penangkal nyamuk, memelihara ikan pemakan jentik nyamuk dan lain sebagainya.

“Keterlibatan seluruh elemen masyarakat merupakan sarana komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) untuk membangun kesadaran akan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Terimakasih dari Polres, Kodim bersama-sama kita membersihkan lingkungan untuk menekan kasus DBD pada musim transisi ini, mencegah lebih baik,” ujar Pj. Lihadnyana menambahkan.

Sementara itu Perbekel Anturan Ketut Soka mengucapkan terimakasih atas upaya Pemkab Buleleng melakukan kegiatan PSN di wilayahnya. Hal ini merupakan bentuk antisipasi untuk menekan kasus DBD yang ada di wilayah Desa Anturan. ”Kegiatan kebersihan gorong-gorong telah dibantu oleh Dinas PUTR dan pemotongan akar pohon yang menyumbat saluran air juga telah dipotong oleh Dinas Lingkungan Hidup kemarin, untuk itu kami ucapkan terimakasih banyak atas bantuannya,” tandasnya.

Baca Juga  Seriusi Penanganan DBD, Pemkot Denpasar Gelar Rakor Antarpihak Terkait

Disinggung terkait kasus yang ada di wilayah Desa Anturan, Ketut Soka mengungkapkan sesuai data sebanyak 27 kasus terjadi di wilayahnya dan kebanyakan yang terkena masyarakat yang ada di wilayah Banjar Dinas Pasar, Munduk dan Labak karena saat musim penghujan air yang datang dari atas tertahan di gorong-gorong banjar tersebut menyebabkan adanya genangan air. ”Kami rutin melakukan sosialisasi akan PHBS saat hari raya keagamaan bersama desa adat, gotong-royong juga dan kebetulan saat kami fogging alat kami rusak, 2 kami punya alat fooging keduanya rusak, sekarang masih di bengkel. Untuk itu sekali lagi kami ucapkan terimakasih atas kegiatan hari ini,” ungkapnya.

Untuk diketahui, sesuai data Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng per kemarin, total 637 kasus terjadi di Buleleng tersebar di 15 desa/kelurahan meliputi Desa Pejarakan, Patas, Anturan, Gerokgak, Kalibukbuk, Panji, Celukan Bawang, Pemaron, Kayu Putih, Kaliasem, Kerobokan, Lokapaksa, Pengulon, Sanggalangit dan Banyuasri. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

HUT Ke-47 Sekaa Teruna Putra Laksana, Wabup Bagus Alit Sucipta Beri Apresiasi Pemuda Banjar Bersih, Darmasaba

Published

on

By

Wabup Badung Hadiri HUT Sekaa Teruna Putra Laksana
HADIRI HUT STT: Wabup Bagus Alit Sucipta bersama anggota DPRD Badung Putu Yunita Oktarini saat menghadiri puncak perayaan HUT Ke-47 Sekaa Teruna Putra Laksana di Banjar Bersih, Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal, Minggu (18/10). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta mengapresiasi kreativitas generasi muda dalam melestarikan seni, adat, dan tradisi Bali. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri puncak perayaan HUT Ke-47 Sekaa Teruna (ST) Putra Laksana sekaligus STPL Youth Culture Festival di Banjar Bersih, Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal, Minggu (18/10).

Kegiatan yang berlangsung pada 17–18 Oktober 2026 ini mengusung tema “Yuva Kalā Saṃskṛti Utsava”, yang berarti Merajut Kreativitas Pemuda, Melestarikan Seni dan Budaya, serta Mempererat Persaudaraan Dalam Harmoni.

Wabup menyatakan kebanggaannya atas inisiatif pemuda menggelar lomba gender dan tari baris sebagai upaya nyata menjaga warisan leluhur di tengah kemajuan zaman.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Badung, kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada adik-adik Sekaa Teruna Putra Laksana. Kegiatan STPL Youth Culture ini merupakan wujud nyata pelestarian seni, adat, dan tradisi Bali yang harus kita jaga dan lestarikan bersama,” ujarnya.

Sebagai wujud dukungan, Pemkab Badung menyerahkan bantuan dana motivasi senilai Rp 60 juta. Anggaran ini dialokasikan masing-masing Rp 30 juta untuk mendukung Lomba Gender dan Rp 30 juta untuk lomba Tari Baris. Wabup mengingatkan peran strategis pemuda sebagai benteng pertahanan kebudayaan dan penggerak utama pariwisata Bali.

“Kabupaten Badung dan Bali memiliki benteng utama berupa kebudayaan. Jika bukan kita, generasi muda, yang meneruskan tradisi megambel, menari, dan belajar seni, siapa lagi ? Tanpa budaya, pariwisata Bali tidak akan memiliki daya tarik. Karena itu, Pemkab Badung akan selalu hadir mendukung kreativitas pemuda,” tambah Bagus Alit Sucipta yang juga mengapresiasi keberhasilan ST. Putra Laksana meraih Juara Harapan I pada ajang Saka Fest tingkat Kabupaten.

Baca Juga  Wagub Giri Prasta Apresiasi Sinergi Pemprov Bali dengan Enesis Group dalam Pencegahan DBD

Sementara itu, Ketua Panitia I Kadek Khrisna Hari Senjaya melaporkan festival dua hari ini diisi dengan berbagai kegiatan sosial dan budaya, mulai dari lomba bendera hias tingkat Bali, jalan sehat, senam, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga lomba tari baris tunggal dan tari maskot.

Acara ini turut dihadiri anggota DPD RI Komang Merta Jiwa, perwakilan DPR RI I Wayan Sudirta, anggota DPRD Badung Putu Yunita Oktarini, Plt. Camat Abiansemal beserta unsur Forkopimcam, Perbekel Desa Darmasaba beserta perangkat desa, BPD, TP. PKK Desa Darmasaba, Bendesa Adat Tegal, para prajuru adat, serta tokoh masyarakat dan pemuda setempat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Workshop Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Desa, Sinergi Pemkab Badung Dengan Perwakilan BPKP Bali

Published

on

By

Pembukaan Workshop Keuangan dan Pembangunan Desa
BUKA WORKSHOP: Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Badung, Luh Suryaniti saat membuka Workshop Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Desa Tahun 2026 di Ruang Kertha Gosana, Puspem Badung, Senin (19/10). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Badung berkomitmen memperkuat tata kelola pemerintahan dan keuangan desa agar lebih transparan, akuntabel, dan berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Komitmen ini ditegaskan dalam Workshop Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Desa Tahun 2026 di Ruang Pertemuan Kerta Gosana, Kantor Bupati Badung, Senin (19/10).

Kegiatan bersinergi dengan Perwakilan BPKP Provinsi Bali ini dihadiri 180 peserta dari unsur perbekel, sekretaris desa, ketua BPD, camat, hingga perwakilan OPD. Agenda ini mengusung tema “Tata Kelola Keuangan Desa yang Berkualitas dalam Rangka Peningkatan Kemandirian Desa yang Berkelanjutan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa”.

Bupati Badung dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Badung, Luh Suryaniti, menekankan bahwa desa merupakan garda terdepan pembangunan daerah.

“Tata kelola keuangan desa yang berkualitas dinilai sebagai fondasi penting untuk memastikan pembangunan desa berjalan efektif, efisien, transparan, akuntabel, dan berkelanjutan. Pemerintah Kabupaten Badung ingin memastikan bahwa desa tidak hanya menjadi penerima program, tetapi juga mampu mandiri, berinovasi, dan memberdayakan masyarakatnya secara berkesinambungan,” tegasnya.

Workshop ini menggarisbawahi poin penting seperti penguatan administrasi keuangan, pemanfaatan evaluasi untuk perbaikan program, peningkatan kemandirian lewat potensi lokal, serta pemberdayaan masyarakat.

Sejumlah narasumber kompeten hadir memberikan paparan, di antaranya Anggota Komisi XI DPR RI I Dewa Gde Agung Widiarsana mengenai pengawasan pelaksanaan undang-undang dan APBN terkait desa. Kepala Kanwil DJPb Provinsi Bali Supendi menjelaskan mekanisme penyaluran Dana Desa, sedangkan Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Bali Tri Wibowo Aji memaparkan pengawalan akuntabilitas keuangan desa. Selain itu, Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Badung Gede Ancana membawakan materi pencegahan penyimpangan hukum di desa.

Baca Juga  Tekan Kasus DBD, Pemkot Denpasar Laksanakan Fogging ULV di 39 Titik di Denpasar

Melalui kegiatan ini, Pemkab Badung berharap aparatur desa menjadikan workshop sebagai ruang belajar produktif dan sarana memperkuat komitmen mewujudkan desa yang maju, mandiri, dan sejahtera. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Gelar Talkshow Lintas Agama, Pemkab Badung Dorong Perempuan Jadi Garda Terdepan Rawat Toleransi

Published

on

By

Talkshow Lintas Agama Forpela Badung
TALKSHOW: Asisten Bidang Administrasi Umum I Wayan Wijana bersama Ketua TP. PKK Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, dan Ketua GOW Nyonya Yunita Alit Sucipta saat Talkshow Lintas Agama di Ruang Rapat Madya Gosana Lantai III, Gedung DPRD Kabupaten Badung, Senin (19/10). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Forum Perempuan Lintas Agama (Forpela) Kabupaten Badung menggelar Talkshow Kerukunan, Perkuat Peran Perempuan dalam Menjaga Harmoni Tahun 2026 di Ruang Rapat Madya Gosana Lantai III, Gedung DPRD Kabupaten Badung, Senin (19/10). Agenda ini mengusung tema “Perempuan sebagai Pilar Kerukunan, Menguatkan Mental, Mempererat Persaudaraan, dan Mewujudkan Keharmonisan Sosial di Tengah Tantangan Zaman”.

Kegiatan yang diikuti 100 peserta dari berbagai organisasi wanita, keagamaan, dan kemasyarakatan di Kabupaten Badung ini turut dihadiri Bupati Badung yang diwakili Asisten III Bidang Administrasi Umum I Wayan Wijana, Ketua TP PKK Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, dan Ketua GOW Badung Nyonya Yunita Alit Sucipta selaku Agen Kerukunan Daerah, narasumber Putu Suprapti Santy Sastra, perwakilan Kesbangpol, Kepala Kemenag Badung, perwakilan FKUB, perwakilan Forpela Bali dan Forgimala Badung.

Asisten III Bidang Administrasi Umum I Wayan Wijana saat membacakan sambutan Bupati Badung menyampaikan bahwa perempuan memiliki peran vital dalam menanamkan nilai toleransi, kasih sayang, dan penghormatan terhadap perbedaan sejak dari lingkungan keluarga. Bupati juga mengapresiasi indeks kerukunan Kabupaten Badung pada 2025 yang mencapai angka 98,1 dan menekankan agar capaian tersebut terus dijaga lewat sinergi seluruh elemen.

Sebagai pembicara, Ketua TP PKK Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa membawakan materi terkait perawatan kerukunan dan penguatan mental keluarga bebas narkoba. Ia menekankan pentingnya komunikasi harmonis orang tua-anak serta pengawasan gawai demi mencegah penyalahgunaan narkoba.

“Kerukunan ini dimulai dari keluarga dulu. Bagaimana kita bisa rukun ke luar ketika keluarga kita tidak rukun? Karena itu, penting bagi orang tua untuk menjaga keharmonisan rumah tangga, meluangkan waktu untuk berkomunikasi dengan anak, serta memberikan contoh yang positif,” ujarnya.

Baca Juga  Sekda Dewa Indra Harap BMKG dan Pemprov Bali Bisa Kolaborasi Tangani Penyebaran DBD Melalui Program DBDKlim

Sementara itu, Ketua GOW Badung Nyonya Yunita Alit Sucipta memaparkan materi perempuan sebagai pilar keharmonisan. Ia mengajak perempuan lintas agama mempererat komunikasi, bijak bermedia sosial, dan merawat rasa aman demi mendukung sektor pariwisata Badung.

Pemaparan ditutup oleh Putu Suprapti Santy Sastra yang memotivasi peserta untuk menebar energi positif di lingkungan masyarakat.

“Toleransi ini bukan hanya saja menjadi retorika, tapi diimplementasikan secara nyata. Contohnya, bantuan hari raya Rp 2 juta, setiap hari raya keagamaan masing-masing,” ungkapnya.

Melalui talkshow ini, Forpela Badung diharapkan mampu memperkuat sinergi lintas agama serta mendorong perempuan menjadi garda terdepan dalam merawat toleransi dan menjaga keharmonisan daerah. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca