Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

KESEHATAN

Apresiasi BI, Wagub Cok Ace Tinjau Vaksinasi Booster bagi Pekerja Perbankan

BALIILU Tayang

:

VAKSINASI: Wakil Gubernur Bali Prof. Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 tahap ke-3 (booster) bagi pekerja perbankan yang difasilitasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Kamis (20/1/2022). (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Gubernur Bali Prof. Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 tahap ke-3 (booster) bagi pekerja perbankan yang difasilitasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Kamis (20/1/2022). Vaksinasi yang berlangsung selama dua hari dari tanggal 20 hingga 21 Januari 2022 di Halaman Kantor Perwakilan BI Provinsi Bali ini menargetkan 800 peserta.

Dalam sambutan singkatnya, Wagub Cok Ace mengapresiasi inisiatif dan semangat yang ditunjukkan Kantor Perwakilan BI Provinsi Bali di bawah kepemimpinan Trisno Nugroho dalam menyukseskan program vaksinasi Covid-19. Menurut Wagub Cok Ace, semangat itu telah ditunjukkan sejak pelaksanaan vaksinasi tahap pertama dan kedua.

Ia menekankan, vaksinasi Booster penting untuk diikuti karena tiap orang memiliki kekebalan yang berbeda dan bisa jadi efek vaksin sebelumnya sudah mengalami penurunan. “Sementara seperti yang kita ketahui, pandemi belum terakhir. Masih ada gelombang susulan, kita tak tahu entah sampai kapan,” ucapnya. Ia bersyukur karena sejauh ini situasi penanggulangan Covid-19 di Daerah Bali masih terkendali. Menurutnya, hal ini tak terlepas dari tingginya tingkat capaian vaksinasi yang dicatat Daerah Bali yaitu melebihi 100 persen untuk tahap pertama dan vaksinasi tahap kedua juga telah mencapai 94 persen.

“Bahkan, vaksinasi untuk anak usia 6 sampai 11 tahun yang baru dimulai pada Desember 2021 lalu, sudah tercapai 100 persen. Saya kira ini yang membantu kita dalam pengendalian penyebaran Covid-19,” imbuhnya.

Kendati demikian, ia mangajak seluruh komponen masyarakat untuk tetap menjaga kewaspadaan dengan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan seperti menggunakan masker, rajin mencuci tangan dengan sabun di air yang mengalir serta menjaga jarak dan menjauhi kerumunan. Ia berharap, kondusivitas Bali dalam pengendalian penyebaran Covid-19 bisa terus dijaga sehingga Bali bisa lebih fokus pada pemulihan ekonomi.

Baca Juga  Wagub Cok Ace Ikuti Prescon Bali Electric Vehicle Goes to Museum Gunung Api Batur Bangli

Disinggung mengenai target vaksinasi Booster, Wagub yang juga menjabat sebagai Ketua BPD PHRI Bali ini menegaskan komitmennya untuk mempercepat proses vaksinasi. “Target kita sama seperti tahap pertama dan kedua, tentunya menyesuaikan dengan ketersediaan dosis vaksin. Kalau suplay datang, langsung kita distribusikan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali Trisno Nugroho menyampaikan bahwa pihaknya punya tanggung jawab membantu pemerintah daerah dalam pengendalian Covid-19 karena pandemi telah menimbulkan dampak yang sangat parah bagi perekonomian daerah Bali. Sama seperti pelaksanaan vaksinasi tahap satu dan kedua, BI Perwakilan Bali memfasilitasi vaksinasi booster bagi pekerja perbankan yang tersebar di kabupaten/kota.

“BMPD di kabupaten/kota sudah siap mendukung program ini. Pada tahap satu dan dua, vaksinasi yang kita fasilitasi diikuti 15 ribu orang. Untuk Booster, kita harapkan bisa sejumlah itu,” tambahnya sembari mengingatkan bahwa vaksinasi bukan jaminan bagi seseorang bebas dari paparan virus. Oleh sebab itu, ia berpesan kepada masyarakat agar tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Dalam kesempatan itu, Trisno Nugroho juga menyampaikan harapan agar ekonomi Bali pada tahun ini bisa tumbuh positif. Karena jika kembali mengalami kontraksi negatif secara akumulatif YoY, dari segi kacamata ekonomi, Bali terancam mengalami resesi. “Kita semua tak berharap hal ini terjadi. Harus dilakukan sesuatu agar ekonomi Bali tak tumbuh negatif di tahun ini,” sebutnya.

Pelaksanaan vaksinasi Booster bagi pekerja perbankan yang digelar Kantor Perwakilan BI Provinsi Bali juga dipantau oleh Anggota Komisi XI DPR RI I Gusti Agung Rai Wirajaya. Pada kesempatan itu ia mengingatkan agar masyarakat tak menurunkan kewaspadaan terhadap penyebaran varian Omicron. “Yang kita tahu, varian ini memang tak separah Delta. Tapi tetap menimbulkan kekhawatiran global dan kita pun harus waspada. Caranya adalah dengan mengikuti vaksinasi Booster, menjaga kesehatan dan taat menerapkan protokol kesehatan,” paparnya.

Baca Juga  Komit Hadirkan Pelayanan Publik Prima, Provinsi Bali Raih Penghargaan Tertinggi dan Penghargaan Khusus dari Ombudsman RI

Selaku wakil Bali yang duduk di parlemen pusat, ia mengapresiasi semangat dan ketaatan masyarakat Bali dalam menyukseskan program vaksinasi dan juga penerapan protokol kesehatan, khususnya dalam penggunaan masker. Pelaksanaan vaksinasi Booster juga dihadiri Plt. Dirut RSBM dr. Ketut Suarjaya dan Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali I Made Rentin. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

KESEHATAN

Satu Suntikan Vaksin Heksavalen, Gabungkan Enam Perlindungan Penyakit

Bali Jadi Daerah Percontohan Vaksin Heksavalen

Loading

Published

on

By

Vaksin Heksavalen
Balita saat menerima suntikan Vaksin Heksavalen. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Orang tua kini bisa sedikit bernapas lega. Keluhan tentang banyaknya suntikan saat imunisasi dasar pada bayi akhirnya direspons pemerintah dengan meluncurkan Vaksin Heksavalen, inovasi yang menggabungkan enam perlindungan penyakit ke dalam satu suntikan.

Provinsi Bali menjadi salah satu dari tiga wilayah percontohan nasional bersama Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mulai mengimplementasikan vaksin pada bulan Oktober tahun ini, dan menyasar bayi yang lahir setelah 9 Juli 2025.

Vaksin Heksavalen memberikan perlindungan terhadap Difteri, Pertusis, TetanusH hepatitis B, Haemophilus Influenzae tipe B (Hib), dan Polio, serta menggantikan jadwal imunisasi dasar pada usia 2, 3, dan 4 bulan.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, dr. Gede Nyoman Sebawa, menyebut terobosan ini merupakan hasil evaluasi lapangan terhadap berbagai keluhan masyarakat.

“Kami menemukan banyak orang tua mengeluhkan anaknya terlalu sering disuntik saat imunisasi. Kalau dulu dua jenis vaksin disuntikkan terpisah, sekarang cukup satu kali,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (7/10).

Menurutnya, pengurangan jumlah suntikan tidak hanya mengurangi rasa sakit dan trauma pada bayi, tetapi juga meningkatkan kepatuhan orang tua untuk menuntaskan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL).

Selain dari sisi kenyamanan, vaksin kombinasi ini juga menjadi langkah strategis untuk menutup kesenjangan cakupan imunisasi yang sebelumnya kerap muncul antara vaksin Pentavalen dan Polio injeksi.

“Dengan dijadikan satu dosis Heksavalen, cakupannya akan sama. Ini langkah penting agar semua bayi mendapat perlindungan penuh,” jelas dr. Sebawa.

Dari sisi pelaksanaan, pihaknya menambahkan efisiensi juga dirasakan oleh tenaga kesehatan. Pemberian vaksin kini lebih praktis dan efektif, sehingga pelayanan dapat dioptimalkan di berbagai fasilitas kesehatan mulai dari puskesmas, klinik, bidan praktik mandiri, hingga posyandu.

Baca Juga  Wagub Cok Ace Ajak Jajaran PHRI Rumuskan Konsep Masa Depan Pariwisata Bali

“Untuk Kabupaten Buleleng, sasaran awal bayi usia 2 bulan sampai 2 bulan 29 hari sudah terdata sekitar 2.450 bayi,” tambahnya.

Dr. Sebawa berharap, dengan penerapan vaksin Heksavalen ini, pemerintah menargetkan capaian IDL sebesar 95 persen, sekaligus mencegah potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) akibat enam penyakit menular yang dapat dicegah dengan imunisasi. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Pastikan Kesehatan, Dinkes Denpasar Rutin Cek Kesehatan Warga Terdampak Banjir

Published

on

By

SAFARI KESEHATAN: Pelaksanaan safari kesehatan Dinas Kesehatan Kota Denpasar dengan menyasar wilayah terdampak pada Minggu (14/9). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Denpasar terus berupaya memastikan kesehatan warga yang terdampak banjir melalui program Safari Kesehatan yang digelar secara rutin. Giat tersebut dikemas dengan sistem jemput bola yang menyasar titik-titik wilayah terdampak.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, AA Ayu Agung Candrawati saat dikonfirmasi Minggu (14/9) menyatakan bahwa upaya ini dilakukan untuk memantau dan menjaga kesehatan warga yang berada di kantong-kantong pengungsian akibat banjir.

“Sebagai upaya memastikan kesehatan warga terdampak banjir, Pemkot Denpasar melalui Dinas Kesehatan secara rutin menggelar Safari Kesehatan. Pemeriksaan menyasar kantong-kantong pengungsian, dengan menerjunkan Tim Kesehatan Puskesmas yang mewilayahi,” kata Agung Candrawati.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memastikan kesehatan warga terdampak banjir tetap terjaga dan dapat segera mendapatkan penanganan jika ditemukan masalah kesehatan.

“Harapannya dapat memastikan kesehatan warga terdampak,” ujarnya.

Bagi warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan, Agung Candrawati mengimbau untuk menghubungi Dinas Kesehatan, Puskesmas terdekat, atau Perbekel/Lurah serta Kaling/Kadus di wilayah masing-masing.

“Warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan dapat menghubungi Dinas Kesehatan, Puskesmas terdekat atau Perbekel/Lurah serta Kaling/Kadus,” tambahnya.

Dalam pelaksanaan Safari Kesehatan, tim kesehatan juga memberikan edukasi dan penyuluhan tentang kesehatan kepada warga terdampak, termasuk cara pencegahan penyakit yang umum terjadi pasca-banjir seperti diare dan penyakit kulit. Selain itu, dilakukan juga distribusi obat-obatan dan peralatan kesehatan dasar untuk mendukung pelayanan kesehatan di lokasi pengungsian.

Dengan upaya ini, Dinkes Denpasar berharap dapat meminimalisir risiko kesehatan bagi warga terdampak banjir dan memberikan pelayanan kesehatan yang memadai.

“Kerja sama antara Dinas Kesehatan, Puskesmas, dan pemerintah setempat diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penanganan kesehatan warga terdampak dan mempercepat proses pemulihan pasca-banjir,” ujarnya. (eka/bi)

Baca Juga  Kasus Aktif 3,64 Persen, Sembuh Covid-19 di Kota Denpasar 290 Orang

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Kunjungan Spesialis Obgyn ke Puskesmas, Tingkatkan Keterampilan Nakes untuk Pelayanan Prima bagi Ibu Hamil

Published

on

By

obgyn puskesmas buleleng
Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng saat intensifkan program Kunjungan Spesialis Obgyn (SPOG) ke Puskesmas yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng intensifkan program Kunjungan Spesialis Obgyn (SPOG) ke Puskesmas yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. Program ini tidak hanya memberikan akses pemeriksaan bagi ibu hamil oleh dokter spesialis, tetapi juga bertujuan meningkatkan keterampilan tenaga kesehatan (nakes) di Puskesmas dalam memberikan pelayanan prima kepada ibu hamil.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Buleleng, Nyoman Budiastawan, menjelaskan bahwa melalui kunjungan ini, dokter umum dan bidan di Puskesmas mendapatkan pelatihan langsung dari dokter spesialis obstetri dan ginekologi dalam hal pemeriksaan kehamilan, deteksi risiko tinggi, serta penggunaan USG dasar.

“Diharapkan setelah mendapatkan pendampingan dari dokter spesialis, tenaga medis di Puskesmas mampu melakukan pemeriksaan dengan USG secara mandiri. Ini akan sangat membantu dalam deteksi dini risiko kehamilan, sehingga ibu hamil dapat memperoleh penanganan yang tepat sejak awal,” ujar Budiastawan, Jumat (14/3).

Budiastawan menjelaskan, pada semester pertama, program ini telah dilaksanakan di 16 Puskesmas, dengan setiap Puskesmas memeriksa 10 ibu hamil oleh dokter spesialis. Hasilnya menunjukkan bahwa hampir 90% ibu hamil mengalami kehamilan berisiko tinggi, terutama akibat kurangnya perencanaan kehamilan, usia di atas 35 tahun, serta anemia.

Dengan adanya peningkatan keterampilan tenaga kesehatan, Puskesmas diharapkan mampu memberikan pelayanan prima secara mandiri, mulai dari deteksi dini, pemeriksaan rutin, hingga penanganan awal bagi ibu hamil. Jika ditemukan kondisi yang memerlukan penanganan lebih lanjut, maka rujukan ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut akan segera disiapkan.

Selain itu, Budiastawan mengimbau pasangan usia subur untuk merencanakan kehamilan dengan baik, termasuk memperhatikan usia dan kondisi kesehatan sebelum hamil. Bagi ibu hamil, pemeriksaan rutin ke Puskesmas setiap bulan sangat dianjurkan agar potensi risiko dapat terdeteksi sejak dini.

Baca Juga  BRTV 2022, Wagub Cok Ace Harap Ajang Pencarian Bakat Konsisten Kedepankan Unsur Budaya Bali

“Dengan peningkatan keterampilan tenaga medis di Puskesmas, kami berharap ibu hamil dapat memperoleh pelayanan yang lebih baik, cepat, dan tepat. Langkah ini juga berkontribusi dalam menekan angka kematian ibu dan bayi, serta mencegah risiko seperti bayi lahir dengan berat badan rendah, gizi buruk, dan stunting,” tutup Budiastawan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca