Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Atas Kedisiplinan dan Keaktifan Pelaksanaan Penegakan Prokes Covid-19, Satpol PP Kota Denpasar Raih Penghargaan dari Kemendagri

BALIILU Tayang

:

eka
PENGHARGAAN: Penyerahan Penghargaan Kedisiplinan dan Keaktifan Laporan Pelaksanaan Penegakan Protokol Kesehatan (Prokes) Covid-19 kepada Satpol PP Kota Denpasar yang dilaksanakan Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan, Kemendagri RI, Safrizal ZA yang diterima Kasatpol PP Kota Denpasar, I Dewa Gede Anom Sayoga di Jakarta, Selasa (7/12). (Foto : Ist)

 Denpasar, baliilu.com – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Denpasar meraih penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia. Penghargaan ini diberikan atas Kedisiplinan dan Keaktifan Laporan Pelaksanaan Penegakan Protokol Kesehatan (Prokes) Covid-19. Penyerahan dilaksanakan Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan, Kemendagri RI, Safrizal ZA yang diterima Kasatpol PP Kota Denpasar, I Dewa Gede Anom Sayoga di Jakarta, Selasa (7/12).

 Kasatpol PP Kota Denpasar, I Dewa Gede Anom Sayoga mengatakan, penghargaan ini dibagi atas tiga kategori utama. Yakni, Kategori Penegakan Perda, Kategori Bidang Kelinmasan, dan Kategori Penanganan Protokol Kesehatan Covid-19.

“Kita bersyukur saat ini Satpol PP Kota Denpasar mendapatkan penghargaan Kategori Kedisiplinan dan Keaktifan Laporan Pelaksanaan Penegakan Protokol Kesehatan (Prokes) Covid-19,” jelasnya.

 Lebih lanjut dijelaskan, penghargaan ini tak lepas dari Komitmen Pemkot Denpasar bersama seluruh stakeholder dan masyarakat dalam mendukung penegakan prokes. Bahkan hingga saat ini Tim Gabungan dan Satpol PP Kota Denpasar secara rutin melaksanakan Sidak Prokes Covid-19 di beberapa wilayah Kota Denpasar.

“Hal ini tidak lepas dari komitmen Pemkot Denpasar dalam mendukung penegakan protokol kesehatan yang kami laksanakan secara rutin dengan menggelar sidak prokes di setiap wilayah Kota Denpasar,” ujarnya.

“Dengan capaian penghargaan ini tentunya menjadi cambuk sekaligus bekal motivasi untuk terus berbenah guna meningkatkan pelayanan bagi masyarakat, khususnya Satpol PP sehingga pelayanan kami benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat,” imbuhnya. (Ags/eka)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Aparat Pemprov Geruduk Galian Pura Pasek Punduk Dawa

NEWS

Tegaskan Pentingnya Disiplin dan Profesionalisme Prajurit, Pangdam IX/Udayana Tutup Pendidikan Tamtama

Published

on

By

IX/Udayana Tutup Pendidikan Tamtama
TUTUP PENDIDIKAN: Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto tutup Pendidikan Pertama Tamtama Infanteri TNI AD Gelombang II Tahun Anggaran 2026 di Lapangan Chandradimuka Dodiklatpur Rindam IX/Udayana, Pulaki, Singaraja, Rabu (9/9/2026). (Foto: Pendam IX)

Buleleng, baliilu.com – Setelah melewati rangkaian pendidikan dan tempaan yang menguji mental, fisik, pengetahuan serta keterampilan keprajuritan, para Tamtama Siswa Pendidikan Pertama Tamtama Infanteri TNI AD Gelombang II Tahun Anggaran 2026 resmi menyelesaikan pendidikan. Mereka kini dihadapkan pada perjalanan baru sebagai prajurit TNI Angkatan Darat yang siap mengemban tugas dan pengabdian kepada bangsa dan negara.

Hal tersebut ditandai dengan Penutupan Pendidikan Pertama Tamtama Infanteri TNI AD Gelombang II Tahun Anggaran 2026 yang dipimpin Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto di Lapangan Chandradimuka Dodiklatpur Rindam IX/Udayana, Pulaki, Singaraja, Rabu (9/9/2026).

Dalam amanatnya, Pangdam IX/Udayana menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada seluruh Tamtama Siswa yang telah berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian pendidikan dengan baik. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan pencapaian yang patut disyukuri sekaligus menjadi awal dari perjalanan panjang dalam melaksanakan pengabdian sebagai prajurit TNI AD.

“Keberhasilan ini tidak diperoleh dengan mudah. Selama mengikuti pendidikan, para siswa telah menghadapi berbagai tantangan dan tempaan, baik dalam pembentukan sikap dan mental, peningkatan kemampuan jasmani, penguasaan pengetahuan militer maupun kemampuan dasar keprajuritan,” ujar Pangdam dalam amanatnya.

Pangdam menegaskan, seluruh proses pendidikan tersebut pada hakikatnya merupakan bagian penting dalam membentuk sekaligus mengubah karakter dari masyarakat sipil menjadi prajurit TNI AD yang memiliki disiplin, loyalitas, jiwa korsa, keberanian, tanggung jawab dan profesionalisme.

Menurutnya, kelulusan pendidikan bukanlah akhir dari proses pembentukan seorang prajurit, melainkan awal dari tuntutan pengabdian yang sesungguhnya. Mulai saat ini, pangkat dan seragam yang dikenakan para prajurit muda bukan sekadar simbol kebanggaan, tetapi merupakan kehormatan sekaligus amanah yang harus dijaga dan dipertanggungjawabkan.

Baca Juga  Pemkot Gelar Pasar Murah Sambut HUT Ke-236 Kota Denpasar

“Selalu pegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan Delapan Wajib TNI sebagai landasan dalam setiap sikap, tindakan dan pengabdian. Pertahankan dan tingkatkan disiplin, terus asah profesionalisme serta kemampuan keprajuritan, junjung tinggi loyalitas dan kehormatan prajurit, serta jadilah prajurit yang senantiasa dekat dengan rakyat,” tegas Mayjen TNI Piek Budyakto.

Lebih lanjut, Pangdam berpesan kepada para prajurit muda untuk senantiasa menjaga nama baik almamater, satuan dan kehormatan keluarga. Namun, yang paling utama adalah menjaga kehormatan sebagai prajurit TNI Angkatan Darat.

“Jadilah prajurit yang tangguh dalam menghadapi tantangan, teguh dalam memegang prinsip, profesional dalam melaksanakan tugas dan selalu hadir untuk memberikan pengabdian terbaik kepada bangsa dan negara,” pesan Pangdam.

Selama kurang lebih dua bulan mengikuti pendidikan, para siswa mendapatkan penilaian melalui Tri Pola Dasar Pendidikan yang meliputi berbagai aspek pembentukan keprajuritan. Berdasarkan hasil penilaian lembaga pendidikan, predikat terbaik pada Tri Pola Dasar Pendidikan, Sikap dan perilaku serta pengetahuan dan keterampilan diraih oleh Prajurit Dua Imanuel Hawu Rohi Lay sedangkan predikat terbaik pada Aspek Jasmani diraih oleh Prajurit Dua Komang Suryanata.

Momentum penutupan pendidikan semakin semarak dengan atraksi beladiri militer, keterampilan Sparko dan halang rintang yang diperagakan para prajurit muda. Atraksi tersebut tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian upacara penutupan, tetapi juga menggambarkan hasil tempaan pendidikan sekaligus kesiapan dasar para prajurit dalam menghadapi berbagai tantangan tugas di satuan masing-masing.

Sementara itu, Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution menegaskan bahwa berakhirnya pendidikan bukan berarti berakhirnya proses pembentukan prajurit, melainkan menjadi awal dari pelaksanaan tugas dan pengabdian di satuan masing-masing.

“Pendidikan ini menjadi fondasi penting dalam membentuk prajurit yang disiplin, profesional dan berkarakter. Kami berharap para prajurit muda mampu menerapkan ilmu dan nilai-nilai keprajuritan yang telah diperoleh, serta senantiasa menjaga kehormatan TNI AD dan hadir memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat, bangsa dan negara,” tegasnya.

Baca Juga  Sebagai Ajang Pelestarian Budaya, Wawali Arya Wibawa Buka Sempol Festival 2024

Hadir dalam kegiatan tersebut Kasdam IX/Udayana, Danrindam IX/Udayana, para Dan/Kabalak satuan jajaran Kodam IX/Udayana, Forkopimda Kabupaten Buleleng dan Pengurus Persit Kartika Chandra Kirana PD IX/Udayana, serta para orang tua prajurit yang turut menyaksikan momentum bersejarah bagi putra-putra mereka. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Hadiri Peringatan HUT Ke-3 Forgas Bali, Giri Prasta Harapkan Konsisten Jaga Nilai-nilai Luhur dan Kearifan Lokal

Published

on

By

Wagub Giri Prasta Hadiri HUT Forgas Bali
HADIRI HUT: Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-3 Forum Gerakan Adat Se-Nusantara (Forgas) Bali di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Rabu (9/9/2026). (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-3 Forum Gerakan Adat Se-Nusantara (Forgas) Bali di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Rabu (9/9/2026). Peringatan tahun ini mengusung tema “Strategi Ngemargiang Sad Kerthi Loka Bali, Ngajegang Tradisi, Adat lan Budaya Nusantara”.

Wagub Giri Prasta mengapresiasi keberadaan Forgas sebagai wadah pemersatu sekaligus bagian dari gerakan menjaga kelestarian adat, tradisi, agama, seni, dan budaya Nusantara. Di tengah derasnya pengaruh budaya luar, Forgas diharapkan konsisten menjaga nilai-nilai luhur dan kearifan lokal agar tetap diwariskan kepada generasi mendatang.

Wagub Giri Prasta menitipkan pesan agar Forgas senantiasa mengedepankan kerukunan umat beragama, baik antarumat beragama maupun intern umat beragama. Dalam kehidupan internal masyarakat Bali, kerukunan tersebut juga perlu diperkuat melalui komitmen melestarikan serta menjalankan adat dan dresta Bali sebagai bagian dari jati diri masyarakat.

Dalam konteks menjaga jati diri tersebut, Wagub Giri Prasta mengingatkan pesan yang dikaitkan dengan Bung Karno bahwa dalam menjalankan keyakinan, masyarakat Indonesia tidak boleh kehilangan identitasnya sebagai bangsa Nusantara. Pesan tersebut dinilai tetap relevan di tengah derasnya pengaruh budaya dan perkembangan global.

Wagub Giri Prasta menegaskan bahwa Bali dibangun dan diwariskan oleh para leluhur dengan kekuatan adat, tradisi, budaya, agama, dan seni yang membentuk taksu Bali. Karena itu, seluruh unsur tersebut harus dijaga bersama agar kemajuan yang dicapai Bali tidak menghilangkan identitas dan akar budayanya.

Semangat tersebut sejalan dengan visi pembangunan Provinsi Bali, “Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru”. Wagub menilai tema HUT ke-3 Forgas yang mengangkat Sad Kerthi menunjukkan adanya kesamaan semangat antara Forgas dan Pemerintah Provinsi Bali dalam menjaga kesucian serta keharmonisan Bali beserta seluruh isinya.

Baca Juga  Aparat Pemprov Geruduk Galian Pura Pasek Punduk Dawa

Menurut Wagub Giri Prasta, nilai Sad Kerthi harus diterjemahkan ke dalam gerakan nyata. Atma Kerthi diwujudkan melalui pemeliharaan kehidupan spiritual, ritual, dan upacara adat; Jana Kerthi melalui pelibatan lintas generasi dalam menjaga keberlanjutan adat, tradisi, dan budaya; sedangkan Jagat Kerthi bermuara pada terciptanya keharmonisan kehidupan di tengah keberagaman masyarakat Nusantara.

Wagub Giri Prasta menegaskan bahwa menjaga adat bukan berarti menutup pintu terhadap kemajuan, demikian pula menjaga tradisi bukan berarti menolak perkembangan zaman. Menurutnya, masyarakat Bali harus mampu mengikuti kemajuan tanpa kehilangan pijakan budaya dan jati dirinya. “Bali boleh maju, tetapi kemajuannya jangan sampai menggerus akar budaya, adat, dan tradisi,” tegasnya.

Sejalan dengan semangat tersebut, Wagub Giri Prasta mendorong pemanfaatan teknologi melalui penerapan desa digital. Digitalisasi dapat dimanfaatkan untuk mendukung transparansi berbagai kegiatan di tingkat banjar maupun desa, termasuk dalam pengelolaan dana kegiatan keagamaan, sehingga masyarakat dapat mengetahui dan memantau penggunaan serta peruntukannya.

Wagub Giri Prasta mengajak seluruh jajaran dan anggota Forgas di kabupaten/kota untuk terus bergandengan tangan dengan Pemerintah Provinsi Bali dalam menjaga warisan leluhur. Kolaborasi yang telah terbangun selama tiga tahun diharapkan menjadi fondasi untuk memperkuat kerja sama yang lebih luas dan berdampak bagi masyarakat.

Ketua DPD Forgas Bali Kadek Arya Bagiastra menyampaikan bahwa Forgas berkomitmen berjalan beriringan dengan program dan visi Pemerintah Provinsi Bali, khususnya dalam melestarikan serta melindungi adat dan budaya Bali dari pengaruh luar yang tidak sesuai dengan nilai dan kultur masyarakat Bali.

Memasuki usia tiga tahun, Forgas berkomitmen semakin solid dan dewasa serta memberikan kontribusi nyata dalam menjaga kedamaian, toleransi, dan keberagaman. Ke depan, Forgas akan memperkuat sinergi dengan desa adat sekaligus mendorong kaderisasi generasi muda agar tetap mengenal, menggunakan, dan melestarikan bahasa serta aksara Bali sebagai bagian dari warisan leluhur.

Baca Juga  Wawali Arya Wibawa Luncurkan Inovasi Melodi Sanur

Forgas juga diharapkan terus menjadi jembatan yang menghubungkan berbagai elemen kebudayaan Nusantara dari Sabang sampai Merauke. Gerakan adat tidak harus bersifat eksklusif, tetapi dapat menjaga akar budaya sembari tetap terbuka terhadap keberagaman dan perkembangan zaman.

Forgas hadir bukan untuk menolak kemajuan, melainkan memastikan bahwa kemajuan tidak menghapus identitas. Semangat tersebut sejalan dengan komitmen untuk tetap berpijak pada Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai perekat kehidupan berbangsa dan bernegara. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Dua Pendaki Tersesat di Gunung Agung Ditemukan Selamat

Published

on

By

Dua Pendaki Gunung Agung Ditemukan Selamat
SELAMAT: Tim SAR Gabungan berhasil menemukan dua pendaki di Gunung Agung dalam keadaan selamat pada Rabu (9/9) sekitar pukul 13.30 Wita. (Foto: Hms SAR)

Karangasem, baliilu.com – Operasi SAR terhadap dua orang pendaki yang dilaporkan tersesat di kawasan Gunung Agung, Kabupaten Karangasem, Bali, membuahkan hasil. Kedua pendaki berhasil ditemukan dalam keadaan selamat oleh Tim SAR Gabungan pada Rabu (9/9) sekitar pukul 13.30 Wita.

Sebelumnya, Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar menerima informasi mengenai dua pendaki yang tersesat di Gunung Agung pada Rabu, 9 September 2026 pukul 08.25 Wita. Keduanya diperkirakan mengalami kesulitan untuk kembali setelah berada di kawasan Gunung Agung sejak Selasa, 8 September 2026 sekitar pukul 17.30 Wita.

Tim SAR Gabungan kemudian melaksanakan pencarian dengan menyisir sejumlah jalur yang diperkirakan menjadi lokasi keberadaan kedua pendaki. “Berdasarkan informasi posisi terakhir pendaki dan petunjuk yang ada di lapangan, kami mencurigai posisi pendaki berada di jalur menuju ke Telung Buana,” jelas Putu Handika Bhayangkara, Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem. Pada pukul 12.00 Wita, tim bergerak melewati kawasan Pura Telaga Mas. Selanjutnya, pada pukul 12.15 Wita, sebanyak lima orang pemandu lokal menyusul naik dari arah Pura Pasar Agung, Selat, Karangasem, untuk membantu proses pencarian.

Akhirnya pada pukul 13.30 Wita SRU 1 melaporkan telah menemukan kedua pendaki. “Selama 4 jam pencarian, pendaki dapat kami temukan di ketinggian 2000 mdpl pada pukul 13.30 Wita dengan kondisi selamat dan hanya mengalami kelelahan,” ungkapnya. Posisi tepatnya berada di antara Sungai Lebih dan Sungai Telung Buana, kawasan Gunung Agung. Tim menghadapi medan yang cukup ekstrem karena lokasi penemuan berada di kawasan yang curam dan berada di luar jalur pendakian. Selain itu, kondisi cuaca berupa hujan ringan dan kabut tebal menyebabkan jarak pandang terbatas sehingga proses evakuasi harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian.

Baca Juga  Pemkot Gelar Pasar Murah Sambut HUT Ke-236 Kota Denpasar

Agar mempercepat proses evakuasi, pada pukul 15.45 Wita menyusul 5 personel bergerak menuju lokasi korban dan tim lainnya. Mereka membantu proses evakuasi sekaligus membawa tambahan logistik bagi tim di lapangan. Sementara itu, SRU 1 bersama kedua korban tetap melanjutkan perjalanan turun menuju Pura Pasar Agung.

Sekitar pukul 16.45 Wita, seluruh tim SAR gabungan bersama kedua korban berhasil tiba di area parkir Pura Pasar Agung. Kedua korban langsung mendapatkan penanganan medis dari tim Puskesmas Selat Karangasem. Setelah dipastikan dalam kondisi baik, selanjutnya dijemput oleh rekan-rekannya untuk kembali menuju Denpasar.

Selama berlangsungnya upaya pencarian turut melibatkan umsur SAR Gabungan dari Pos SAR Karangasem, BPBD Kabupaten Karangasem, Babinsa Desa Sebudi, Bhabinkamtibmas Desa Sebudi, Polsek Selat, Damkar Karangasem, Puskesmas Selat beserta satu unit ambulans, Pemandu KUPS Lokal Pasar Agung, Mudi Go to Mountain, KATA (Karangasem Trekking Association), Kelompok Pemandu Pengubengan, Pemandu Gunung Agung Lestari/Edelweis, serta rekan korban.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya mengimbau masyarakat, khususnya para pendaki, agar selalu mempersiapkan diri dengan baik sebelum melakukan pendakian, memperhatikan kondisi cuaca, menggunakan jalur pendakian resmi, serta tidak memaksakan diri apabila menghadapi kondisi yang berisiko. Tak kalah pentingnya harus didampingi oleh pemandu lokal bagi para pendaki pemula. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca