Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Badung Tuan Rumah Puncak Peringatan Harkopin Bali Ke-76

Koperasi Sebagai Pilar Dalam Sistem Perekonomian Nasional

Loading

BALIILU Tayang

:

harkopin
HARI KOPERASI: Wabup. Badung I Ketut Suiasa hadiri Puncak Peringatan Hari Koperasi Indonesia Provinsi Bali ke-76 di Ruang Kertha Gosana, Puspem Kabupaten Badung, Kamis (20/7). (Foto: ist)

Badung, baliilu.com – Kabupaten Badung menjadi tuan rumah Puncak Peringatan Hari Koperasi Indonesia (Harkopin) Provinsi Bali ke-76 yang dipusatkan di Ruang Kertha Gosana, Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung, Mangupraja Mandala, Kamis (20/7).

Harkopin yang mengusung tema “Mewujudkan Cita-cita Keadilan Sosial Melalui Koperasi Modern” dihadiri Gubernur Bali diwakili Kadis Koperasi, UKM dan Perdagangan Provinsi Bali I Wayan Ekadina, Wabup Badung I Ketut Suiasa, Forkopimda Bali dan Badung, Kadis Koperasi Kabupaten/Kota se-Bali, Ketua Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Provinsi Bali I Wayan Murja, Ketua Dekopinda Badung I Made Sutarma, Dekopinda Kabupaten/Kota se-Bali, Direktur Jamkrida Bali I Ketut Indra Satya Dharma Putra dan Gerakan Koperasi. Puncak peringatan Harkopin diisi pemotongan tumpeng dan penyerahan sertifikat kepada koperasi.  

 Wabup Suiasa menyambut baik penyelenggaraan Hari Koperasi Provinsi Bali ke-76 yang dipusatkan di Kabupaten Badung. Dijelaskan, koperasi merupakan soko guru perekonomian Indonesia yang dapat diartikan bahwa koperasi sebagai pilar dalam sistem perekonomian nasional. Keberadaannya diharapkan dapat banyak berperan aktif dalam mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat. Koperasi merupakan organisasi yang berusaha menggerakkan potensi sumber daya ekonomi demi memajukan kesejahteraan anggota. Maka koperasi harus mampu bekerja seefisien mungkin dan menjalankan prinsip-prinsip serta kaedah-kaedah koperasi.

“Melalui peringatan hari koperasi mari kita tumbuhkan dan tingkatkan rasa kebersamaan, kekeluargaan antar gerakan koperasi dalam rangka menumbuhkembangkan ekonomi kerakyatan. Jadikan momentum ini sebagai kontemplasi dan introspeksi dalam melaksanakan tugas kewajiban untuk pengembangan sektor ekonomi koperasi. Dan kami dorong koperasi melakukan transformasi ekonomi dan transformasi digital,” jelasnya. 

Ketua Dekopinwil Bali Wayan Murja menjelaskan, peringatan Harkopin Bali tahun ini mengusung tema “Mewujudkan Cita-cita Keadilan Sosial Melalui Koperasi Modern” dan tagline ‘Bangga Berkoperasi‘. Berbagai kegiatan telah digelar serangkaian memeriahkan hari koperasi. Mulai dari persembahyangan bersama, apel bendera hingga gerakan masyarakat sadar koperasi dengan berbagai perlombaan. Sementara peringatan Harkopin tingkat nasional dilaksanakan di dua tempat yaitu di GOR Tenis Gelora Bung Karno, Jakarta dari tanggal 11-15 Juli dan di Papua dari 20-30 Juli nanti. 

Baca Juga  Wabup Suiasa Hadiri Renungan Suci dan Dialog Imajiner 7 Abad Bhinneka Tunggal Ika

Ditambahkan, keberadaan koperasi di Provinsi Bali, dimana jumlah koperasi sebanyak 5.442 unit dengan anggota lebih dari 919 ribu dan karyawan koperasi sebanyak 16 ribu lebih. Dari jumlah tersebut terdapat koperasi aktif 4.304 unit dan koperasi tidak aktif 1.138 unit. Modal sendiri 6,8 T lebih, volume usaha 46 T lebih,  SHU 1 T lebih dan asset 56 T lebih. Menurutnya, dari dulu hingga sekarang koperasi tidak luput dari tantangan dan cobaan, sehingga menyebabkan gerakan koperasi sudah kebal dan masih menunjukkan semangatnya. Semangat ini terus digelorakan dan saat ini sedang hangat-hangatnya Dekopin menyampaikan rancangan UU perkoperasian yang baru, karena UU No. 25 tahun 1992 tentang Perkoperasian sudah 30 tahun belum pernah dilakukan perubahan dan disesuaikan situasi kondisi saat ini. Adapun isu besar dalam RUU Perkoperasian ini yaitu lembaga penjamin simpanan, apek kerja sama antarkoperasi, juga otoritas pengawasan koperasi. Hal ini telah menunjukkan perjuangan gerakan koperasi menjadi kekuatan perekonomian Indonesia, menjadi soko guru perekonomian masyarakat, pilar dan pemimpin ekonomi Indonesia. 

Sementara Gubernur Bali dalam sambutannya yang disampaikan Kadis Koperasi, UKM dan Perdagangan Provinsi Bali I Wayan Eka Dina, menyebutkan, Hari Koperasi diperingati setiap tanggal 12 Juli. Perkembangan koperasi di Bali sudah semakin meningkat. Gubernur Bali telah melakukan terobosan berkenaan dengan koperasi, salah satunya transformasi ekonomi Bali. Untuk menjaga lingkungan yang hijau, ramah, juga ekonomi yang menjaga kearifan lokal Bali, termasuk meningkatkan kualitas dan nilai tambah produk Bali serta unggul dan berkualitas.

“Dari ekonomi kerti Bali yang belum kita buat yakni tansformasi di sektor UKM, koperasi serta IKM. Itu artinya perhatian kepada koperasi sudah sangat luar biasa,” terangnya. Di bagian lain ia juga mengajak seluruh stakeholder terkait untuk bersama-sama kembali membangkitkan koperasi yang kurang aktif dengan jumlah 1.138 unit, tentunya dengan meningkatkan SDM, usaha koperasi serta penggunaan teknologi informasi. (gs/bi)

Baca Juga  Wabup Suiasa Ikuti Acara Verifikasi Lapangan Evaluasi Kabupaten Layak Anak

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Pansus TRAP DPRD Bali Bakal Evaluasi Total Aset Pemprov Bali Buat ICCB Renon Mangkrak 22 Tahun

Published

on

By

iccb
Ketua Panitia Khusus Tata Ruang, Aset Daerah dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Provinsi Bali Dr. (C) I Made Supartha, S.H., M.H., saat diwawancarai awak media di Wantilan DPRD Provinsi Bali, Denpasar, Rabu, 3 Juni 2026. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Panitia Khusus Tata Ruang, Aset Daerah dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Provinsi Bali mulai menyoroti serius aset-aset milik Pemerintah Provinsi Bali di kawasan Renon, Denpasar. Salah satunya, proyek India Cultural Centre Bali (ICCB) yang diketahui mangkrak selama lebih dari 22 tahun.

Ketua Pansus TRAP DPRD Bali, I Made Supartha, menegaskan pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aset strategis Pemprov Bali yang dinilai bermasalah maupun belum dimanfaatkan secara optimal.

Sorotan aset Pemprov Bali untuk ICCB Renon, muncul setelah aset daerah tersebut diketahui mangkrak selama lebih dari dua dekade tanpa kepastian penyelesaian. Bahkan, kini Pansus TRAP DPRD Bali mulai mendalami berbagai laporan masyarakat terkait dugaan penguasaan aset yang tidak sesuai regulasi.

“Nanti evaluasi, banyak aset-aset kita yang kemudian dikuasai dengan cara tidak benar. Ya, seluruhnya dievaluasi wilayah Renon ke depan akan diperdalam. Itu banyak Dumas dan banyak laporan,” kata Ketua Panitia Khusus Tata Ruang, Aset Daerah dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Provinsi Bali Dr. (C) I Made Supartha, S.H.,.M.H., saat diwawancarai awak media di Wantilan DPRD Provinsi Bali, Denpasar, Rabu, 3 Juni 2026.

Hal itu disampaikan usai menerima Forum Pemerhati Pembangunan (FOR HATI) Bali mendatangi Kantor DPRD Provinsi Bali. Dari unsur tokoh agama hadir Ida Shri Bhagawan Yogananda, sementara dari kalangan tokoh masyarakat tampak mantan anggota MPR RI utusan Bali Jro Gede Sudibya. Turut hadir Ketua Prajaniti Hindu Indonesia Provinsi Bali dr. Wayan Sayoga, akademisi Universitas Udayana Prof. Dr. Ir. Putu Rumawan Salain, M.Si.

Dukungan generasi muda terhadap upaya pengawasan pembangunan Bali juga tampak kuat. Sejumlah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari berbagai perguruan tinggi hadir dalam audiensi tersebut, di antaranya BEM Universitas Udayana, Universitas Warmadewa, Universitas Mahasaraswati, Universitas Dwijendra, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa, Universitas Hindu Indonesia, Universitas Mahadewa Indonesia, Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, hingga Universitas Saraswati.

Baca Juga  Wabup Suiasa Serahkan Hibah di Masjid Nurul Hikmah Dalung

Made Supartha menilai persoalan aset daerah di Bali tidak bisa lagi dibiarkan berlarut-larut. Menurutnya, pengelolaan aset pemerintah harus memberikan manfaat nyata bagi daerah dan masyarakat, bukan justru terbengkalai selama puluhan tahun. Namun, aset tersebut diketahui belum dimanfaatkan secara optimal dan masih berstatus belum tuntas sejak awal perencanaan pada 2004.

Keberadaan aset mangkrak tersebut kini menjadi perhatian serius DPRD Bali, terutama setelah Pansus TRAP melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah titik aset daerah dan menemukan berbagai persoalan tata ruang, aset, serta perizinan.

Made Supartha memastikan evaluasi tidak hanya menyasar satu lokasi, tetapi seluruh aset strategis Pemprov Bali yang dinilai bermasalah atau belum dimanfaatkan secara optimal. “Selain melakukan pendalaman terhadap laporan masyarakat, kami juga mendorong adanya kepastian kebijakan dari pihak eksekutif terkait status aset yang hingga kini masih menggantung,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Provinsi Bali, Dewa Made Mahayadnya yang akrab disapa Dewa Jack mengaku baru mengetahui soal tersebut. Untuk itu, pihaknya akan menelusuri permasalahan tersebut.

“Baru juga tau.”..!! Ayo nanti sama-sama telusuri,” jawab Dewa Jack secara singkat di Denpasar, Rabu, 3 Juni 2026.

Untuk diketahui, rencana pembangunan proyek ICCB atau Pusat Kebudayaan India tersebut sempat diresmikan Gubernur Bali (1998-2008), Dewa Beratha, Dubes India, Hemant Krishan Singh dan DG ICCR, Rakesh Kumar, hingga saat ini justru diketahui proyek tersebut mangkrak dan tidak ada tanda-tanda progress keberlanjutan, sehingga menjadi kewajaran publik mempertanyakan nasib aset Pemprov Bali yang dipergunakan untuk proyek tersebut.

Ketua Fraksi Partai Demokrat-NasDem DPRD Provinsi Bali, Dr. Somvir menilai persoalan aset tersebut perlu segera mendapatkan kepastian hukum dan kebijakan agar tidak terus terbengkalai selama puluhan tahun.

Baca Juga  Perayaan HUT Ke-41 STT Satya Muni Banjar Selat Mengwitani

Dr. Somvir yang juga selaku Wakil Sekretaris Panitia Khusus Tata Ruang, Aset Daerah, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Bali menegaskan bahwa penggunaan aset daerah harus memberikan kejelasan bagi semua pihak. Ia juga mendukung penuh Ketua Pansus TRAP DPRD Bali melakukan evaluasi di Kawasan Renon.

Pansus TRAP DPRD Bali akan membuka aset Pemprov Bali secara transparan baik yang sudah atau terbengkalai. Evaluasi mulai dilakukan dari pusat kota atau jantung pemerintahan. Upaya itu agar aset jelas dan tata kota tertib. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Jelang Galungan dan Kuningan, PHDI dan Bakesbangpol Denpasar Bagikan 300 Paket Daging Babi kepada Masyarakat

Published

on

By

phdi denpasar
BAGIKAN DAGING BABI: Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede saat membagikan daging babi kepada para pecalang, bendesa adat, dan masyarakat, di halaman Kantor Bakesbangpol Kota Denpasar, Senin (15/6). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Jelang hari Raya Galungan dan Kuningan, Persatuan Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Denpasar bersama Pemerintah Kota Denpasar melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), membagikan 300 paket daging babi kepada para pecalang, bendesa adat, dan masyarakat, di halaman Kantor Bakesbangpol Kota Denpasar, Senin (15/6).

Hadir saat itu, Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, Kepala Bakesbangpol Kota Denpasar, Anak Agung Ngurah Gede Darma Putra Atmadja, Ketua PHDI Kota Denpasar, I Made Arka, dan pihak terkait lainnya.

Ketua PHDI Kota Denpasar, I Made Arka mengatakan, kegiatan pembagian daging babi ini diharapkan akan dapat memberikan kemanfaatan bagi umat yang akan merayakan hari Raya Galungan dan Kuningan.

“Tentu harapannya ini akan membawa kemanfaatan bagi umat yang akan menyambut Hari Suci Galungan dan Kuningan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bakesbangpol Kota Denpasar, Anak Agung Ngurah Gede Darma Putra Atmadja, menyampaikan, program ini merupakan implementasi dari spirit Vasudhaiva Kutumbhakam yang bermakna kita semua bersaudara atau menyama braya.

Sehingga diharapkan mampu menghadirkan semangat sagilik, saguluk, salunglung subayantaka dalam menyambut Hari Suci Galungan dan Kuningan di tengah masyarakat.

“Pembagian daging babi ini juga merupakan salah satu implementasi dari semangat Vasudhaiva Kutumbhakam,” katanya. (eka/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Wabup Suiasa Serahkan Hibah di Masjid Nurul Hikmah Dalung
Lanjutkan Membaca

NEWS

Gubernur Koster Dorong Percepatan Penguatan Aksesibilitas Transportasi Keluar Masuk Bandara Ngurah Rai

Published

on

By

aksesibilitas Bandara Ngurah Rai
FGD: Gubernur Bali Wayan Koster saat menghadiri Forum Group Discussion (FGD) Penguatan Aksesibilitas Transportasi dari dan menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai yang berlangsung di Hotel Discovery Kartika Plaza, Kuta, Senin (15/6). (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster mendukung dan mendorong percepatan upaya penguatan aksesibilitas transportasi keluar masuk Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Menurutnya, penguatan aksesibilitas merupakan kebutuhan mendesak mengingat strategisnya posisi Bandara Ngurah Rai sebagai gerbang utama masuk ke Pulau Dewata.

Dukungan Gubernur Wayan Koster disampaikan dalam arahan saat menghadiri Forum Group Discussion (FGD) Penguatan Aksesibilitas Transportasi dari dan menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai yang berlangsung di Hotel Discovery Kartika Plaza, Kuta, Senin (15/6).

Mengawali paparannya, Gubernur Koster menyambut baik pelaksanaan FGD sebagai bagian penting dari upaya penguatan aksesibilitas transportasi kaluar masuk bandara. Ia berpendapat, penguatan aksesibilitas transportasi keluar masuk bandara menjadi perhatian urgen karena berkaitan dengan isu kemacetan. Jika tidak diantisipasi, ia khawatir persoalan ini dapat mempengaruhi citra pariwisata Bali.

Selanjutnya, Gubernur Koster memberi gambaran tentang strategisnya posisi Bandara Ngurah Rai dalam pembangunan bidang kepariwisataan.

“Pada tahun 2025, wisatawan manca negara yang masuk ke Bali melalui Bandara Ngurah Rai tercatat sebanyak 7 juta 50 ribu orang. Ditambah wisatawan domestik yang mencapai 9,2 juta. Jadi kalau ditotal, mencapai 16 juta lebih,” urainya.

Mencermati data tersebut, menurutnya penguatan aksesibilitas transportasi keluar masuk bandara dan kawasan sekitarnya menjadi kebutuhan yang sangat mendesak.

Ia berharap, FGD menghasilkan rumusan yang komprehensif dalam upaya mengantisipasi kemacetan keluar masuk bandara dan kawasan sekitar khususnya Badung dan Denpasar.

“Petakan betul setiap titiknya. Ini tak bisa fokus di satu titik saja, alur kendaraan harus benar-benar dipetakan,” pintanya.

Ia berharap, seluruh komponen mendukung upaya ini agar segera bisa dikerjakan. Jika tidak ada hal yang sangat krusial, ia berharap FGD kali ini menghasilkan hal yang konkrit agar bisa segera dikerjakan. Masih dalam arahannya, Gubernur Bali dua periode ini juga menyinggung rencana perluasan parkir dan terminal. Ia berharap, pihak pengelola bandara segera merealiasikan rencana tersebut.

Baca Juga  Wabup Suiasa Hadiri Rakor Pengendalian Inflasi Nasional 2024

Sementara itu, Direktur Strategi dan Pengembangan Teknologi PT. Angkasa Pura Indonesia Ferry Kusnowo mengatakan, kegiatan kali ini merupakan tindak lanjut pelaksanaan FGD tahun lalu. Ia menyampaikan, kegiatan kali ini bertujuan untuk memperoleh masukan dari berbagai komponen sehingga menghasilkan kajian yang lebih komprehensif. Menurutnya, upaya penguatan aksesibilitas transportasi keluar masuk bandara membutuhkan pendekatan integrasi, bertahap dan kolaboratif. FGD diisi penyampaian kajian dari akademisi Universitas Udayana Prof. Ir. Putu Alit Suthanaya yang mendapat masukan dari sejumlah pihak untuk penyempurnaan. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca