Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Bahas Kemiskinan dan Ketahanan Pangan, Gubernur Koster Terima Utusan Khusus Presiden

Gubernur Koster akan Lakukan Percepatan Penanganan Kemiskinan Hingga Menjadi Zero

Loading

BALIILU Tayang

:

koster
KONFERENSI PERS: Gubernur Bali Wayan Koster saat konferensi pers usai menerima Utusan Khusus Presiden Bidang Kerja Sama Pengentasan Kemiskinan dan Ketahanan Pangan Muhammad Mardiono di rumah jabatan Gubernur Bali Jayasabha, Denpasar, Senin, 14 Agustus 2023. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster, Senin, 14 Agustus 2023 bertepatan dengan Hari Jadi Ke-65 Provinsi Bali, menerima Utusan Khusus Presiden Bidang Kerja Sama Pengentasan Kemiskinan dan Ketahanan Pangan Muhammad Mardiono di rumah jabatan Gubernur Bali Jayasabha, Denpasar.

Kunjungan Muhammad Mardiono dalam rangka percepatan penanganan kemiskinan dan ketahanan pangan yang menjadi prioritas program Pemerintah Provinsi Bali, dimana dalam beberapa tahun ke depan akan dilakukan percepatan penanganan kemiskinan yang saat ini di angka 4,25 persen bisa diturunkan menjadi zero. Begitu juga memperkuat ketahanan pangan dari hulu ke hilir di seluruh kabupaten kota di Bali.

‘‘Poin yang kita bahas dalam pertemuan sebagai utusan khusus Presiden bidang kerja sama pengentasan kemiskinan dan ketahanan pangan untuk melakukan koordinasi dan sinkronisasi serta pengendalian dari seluruh program-program pemerintah yang berkaitan dengan pengentasan kemiskinan dan ketahanan pangan. Dan ini akan kita tindaklanjuti di waktu yang akan datang,‘‘ ujar Mardiono seraya mengucapkan selamat Hari Jadi ke-65 Provinsi Bali.

Mardiono yang juga menjabat Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan menyebutkan, Provinsi Bali sebelum pandemi Covid-19 angka kemiskinannya di bawah 3 persen. Tetapi akibat krisis Covid-19 menjadi 4,25 persen. Sehubungan dengan sektor pariwisata yang sudah mulai pulih, maka kita harus melakukan sebuah kajian kantong-kantong yang masih menyumbangkan angka 4,25 persen.

Dikatakan ada 3 kabupaten yang menyumbangkan angka kemiskinan 4,25 persen. Tetapi sepanjang pariwisata di Bali tidak terganggu, menurut hemat Mardiono di Bali akan lebih mudah untuk menekan angka kemiskinan yang berhubungan dengan persoalan ketahanan pangan. Jadi sumber-sumber kemiskinan itu sebagian besar dibarengi oleh lemahnya tingkat ketahanan pangan. Namun karena pertumbuhan ekonomi di Bali cukup baik maka tinggal pemerataan daerah satu dengan lainnya yang perlu kita dorong.

Baca Juga  Gebrakan Brilian Gubernur Koster, Gratiskan Biaya Pendidikan dan Kehidupan 1.450 Mahasiswa dari Keluarga Tak Mampu

Mardiono lanjut menegaskan, Bali yang memiliki ketahanan pangan mandiri harus dipertahankan bahkan kalau bisa ditingkatkan agar surplusnya bisa menyumbangkan ke daerah-daerah lain yang ada di sekitar Provinsi Bali. Hal ini agar daerah lain yang berdekatan dengan Bali tidak lagi mendatangkan dari tempat yang jauh sehingga beaya logistiknya menjadi lebih tinggi. ‘‘Ini menjadi kajian khusus agar tingkat kemandirian pangan Provinsi Bali ditingkatkan karena hanya ada satu yang masih defisit yakni bawang putih. Karena di Bali daerah pariwisata banyak restoran kuliner maka konsumsi bawang putih tinggi. Sekarang pak Gubernur sedang mendorong penanaman bawang putih di Bangli dan Buleleng yang memerlukan tanah yang cuacanya bersahaja yang memiliki udara dingin,‘‘ ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan Bali sebenarnya surplus pangan. Tetapi dulu sebelum ada kebijakan dengan regulasi yang memberi dorongan kepada pelaku usaha pariwisata baik hotel dan restoran menggunakan produk lokal sehingga secara umum menggunakan produk impor. Namun sekarang dengan kebijakan penggunaan produk lokal dengan Pergub No. 99 tahun 2018, hotel dan restoran di Bali sebagian besar sudah mengkonsumsi penggunaan produk pertanian Bali, perikanan dan industri kerajinan rakyat Bali. Seperti beras, sayur-sayuran, buah-buahan, daging dan ikan yang sebagaian besar sudah disuplai dari Bali. ‘‘Saya ikut langsung manangani kerja sama dan MoU antara perusahaan daerah kabupaten kota dengan pihak hotel dan restoran. Jadi yang menggunakan produk impor sudah sangat sedikit kecuali daging dari Australia. Yang lain hampir sebagian besar menggunakan produk lokal Bali,‘‘ ujar Gubernur.

Terkait pertanyaan kemiskinan absolut, Gubernur tetap menargetkan Bali di angka zero kemiskinan karena lokusnya jelas. Oleh karena itu,  Gubernur dalam waktu dekat akan menggelar rakor semua kabupaten kota di Bali untuk memetakan angka kemiskinan ada berapa di masing-masing kabupaten dan lokusnya ada dimana. Seperti apa karakteristiknya itu akan dipetakan sehingga ini bisa dituntaskan. Dan ini bisa didukung dari pembangunan yang bersumber dari APBD Provinsi Bali maupun Kabupaten Kota apalagi dorongan dari APBN. Jadi itu mudah untuk melakukan percepatan dalam rangka agar Bali ini bisa zero kemiskinan.

Baca Juga  Keindahan Kain Tenun dan Kerajinan Khas Bali Digemari Masyarakat Jepang

Kembali Mardiono menambahkan, untuk mempercepat pengentasan kemiskinan di Bali tentu tidak bisa hanya pemerintah sendiri tetapi harus berkolaborasi dengan stakeholder atau berbagai komponen masyarakat. Dimana kita memiliki tradisi budaya yaitu membangun ekonomi gotong-royong. Dan ini sudah teruji Indonesia eksis setiap menghadapi krisis seperti krisis 1998 dan Covid-19  kemarin.

Di Bali ini banyak perusahaan besar yang bergerak di sektor pariwisata dan yang lain tentu kolaborasi melalui CSR semuanya akan kita gerakkan baik pengusaha dari pusat dan local di Provinsi Bali. ‘’Jadi saya pikir kalau di Bali khususnya tidaklah begitu sulit menekan angka-angka kemiskinan itu, mungkin di Bali bisa ditekan sampai ke zero,’’ pungkas Mardiono. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

NEWS

Ketua WHDI Badung Hadiri “Karya Melaspas“ Pura Gunung Sari Bongkasa

Published

on

By

Ketua WHDI Yunita Alit Sucipta menghadiri karya Melaspas dan Mecaru Pedudusan Alit di Pura Gunung Sari, Desa Bongkasa, Badung.
HADIRI KARYA: Ketua WHDI Kabupaten Badung, Nyonya Yunita Alit Sucipta, menghadiri karya Melaspas dan Mecaru Pedudusan Alit di Pura Gunung Sari, Banjar Tanggayuda, Desa Bongkasa, Jumat (17/7). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Sebagai wujud bakti dan komitmen dalam mendukung pelestarian adat, agama, dan budaya, Ketua Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kabupaten Badung Nyonya Yunita Alit Sucipta, menghadiri langsung rangkaian upacara (karya) Melaspas dan Mecaru Pedudusan Alit di Pura Gunung Sari, Banjar Tanggayuda, Desa Bongkasa, Kecamatan Abiansemal, Badung, Jumat (17/7).

Dalam kesempatan tersebut, Nyonya Yunita Alit Sucipta mengapresiasi tinggi semangat gotong-royong dan kebersamaan masyarakat Desa Bongkasa dalam menyelenggarakan karya suci ini. Ia mendoakan agar seluruh rangkaian upacara dapat berjalan dengan lancar, labda karya, dan membawa kedamaian bagi masyarakat.

“Semoga karya Mecaru Pedudusan Alit di Pura Gunung Sari ini berjalan lancar (memargi antar, labda karya sidaning paripurna). Kita berdoa bersama agar seluruh krama dianugerahi kesehatan dan kesejahteraan. Semoga jagat Tanggayuda, Bongkasa, Badung, dan Bali pada umumnya senantiasa dianugerahi kedamaian, kemakmuran, dan keharmonisan (gemah ripah loh jinawi, tata tentrem kerta raharja),” ujarnya.

Sebagai bentuk nyata dukungan Pemerintah Kabupaten Badung terhadap pelestarian sarana spiritual masyarakat, diserahkan pula dana bantuan hibah senilai Rp 300.000.000. Dana ini diharapkan dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya untuk mendukung pelaksanaan upacara di Pura Gunung Sari.

Sementara itu, Manggala Karya Pura Gunung Sari, I Wayan Sunarta, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas kelancaran dudonan (rangkaian) karya serta sinergi yang kuat antara masyarakat dan pemerintah. Ia menjelaskan bahwa upacara ini di-emong oleh 19 Kepala Keluarga (KK) Krama Pengempon Pura Gunung Sari.

Lebih lanjut, I Wayan Sunarta memaparkan bahwa Pura Gunung Sari sebelumnya telah menerima bantuan fasilitas fisik senilai Rp 1,1 miliar dari Pemkab Badung melalui dana BKK APBD untuk pembangunan dan perbaikan sarana pura.

Baca Juga  Gubernur Koster Ajak BKS LPD Perkuat Fungsi Keuangan di Desa Adat Berbasis Kearifan Lokal

“Tahun 2026 ini, Pemkab Badung kembali menggelontorkan bantuan dana sebesar Rp 300 juta yang dialokasikan khusus untuk mendukung pembiayaan upacara/aci di pura ini. Kami atas nama krama pengempon Pura Gunung Sari mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Pemkab Badung, Ibu Yunita Alit Sucipta, serta seluruh pihak yang telah memfasilitasi dan mengawal bantuan ini sehingga pujawali dan karya dapat terlaksana dengan baik,” ungkap I Wayan Sunarta.

Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung yang diwakili oleh Kepala Bidang Adat, PLT Camat Abiansemal beserta unsur Tripika Kecamatan Abiansemal, Perbekel Desa Bongkasa beserta jajaran, penglingsir Puri, penglingsir Griya, pengempon Pura Gunung Sari, serta tokoh pemuda (yowana) setempat. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Badung Jadi Percontohan Nasional, Bupati Adi Arnawa Dorong Penyempurnaan SIPD dan Skema Pembiayaan Daerah

Published

on

By

Bupati Adi Arnawa menghadiri rapat pemutakhiran dan integrasi proses bisnis pelaksanaan serta pertanggungjawaban keuangan daerah dalam SIPD RI di Kuta.
HADIRI RAPAT: Bupati Wayan Adi Arnawa saat hadiri Rapat Pemutakhiran dan Integrasi Proses Bisnis Pelaksanaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah dalam SIPD-RI di Kuta, Kamis (16/7). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menempatkan Kabupaten Badung sebagai contoh nasional dalam inovasi pengelolaan keuangan daerah. Di tengah kapasitas fiskal yang kuat, Badung dinilai konsisten melakukan terobosan, termasuk mencari alternatif pembiayaan untuk mempercepat pembangunan.

Momentum itu dimanfaatkan Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa untuk mendorong penyempurnaan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah Republik Indonesia (SIPD-RI) serta memperkuat regulasi pembiayaan daerah agar lebih adaptif. Hal tersebut disampaikannya dalam Rapat Pemutakhiran dan Integrasi Proses Bisnis Pelaksanaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah dalam SIPD-RI di Kuta, Kamis (16/7).

Acara dihadiri Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri Agus Fatoni, Sekda Badung IB Surya Suamba, pimpinan OPD, serta perwakilan pemda dan perbankan se-Indonesia. Selain memperkuat tata kelola keuangan, agenda nasional ini turut berdampak positif bagi pariwisata dan ekonomi akomodasi lokal.

“Kami berharap kegiatan nasional seperti ini terus dilaksanakan di Badung. Kami siap berkolaborasi dengan Kemendagri dalam berbagai agenda strategis lainnya. Forum seperti ini memiliki nilai strategis sebagai ruang dialog antara pusat dan daerah untuk menyampaikan kendala implementasi sekaligus masukan penyempurnaan sistem,” ujar Adi Arnawa.

Bagi Pemkab Badung, SIPD-RI telah menjadi fondasi tata kelola keuangan digital yang transparan dari perencanaan hingga pelaporan. Namun, Adi Arnawa memberi masukan terkait kebijakan bantuan masyarakat penekan inflasi. Selama ini, kebijakan itu masih masuk nomenklatur bantuan sosial di SIPD-RI, padahal substansinya adalah instrumen stabilisasi ekonomi daerah.

Bupati mengapresiasi Kemendagri yang membuka ruang penyempurnaan regulasi ini. Di sisi lain, ia mendorong penguatan regulasi pembiayaan utang untuk infrastruktur strategis daerah berfiskal kuat, serta meminta perbankan menghadirkan skema yang kompetitif.

“Kami membutuhkan sistem yang tetap disiplin administrasi, tetapi juga cukup fleksibel untuk mengakomodasi inovasi daerah yang lahir dari kebutuhan riil masyarakat,” tegas Adi Arnawa.

Baca Juga  Gede Uliadnyana: Gubernur Koster Letakkan Fondasi untuk Bali Forever, Pengusaha Harusnya Tiru Hatten Wines Bali

Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Agus Fatoni, menegaskan Badung sangat layak menjadi percontohan. Menurutnya, besarnya APBD dan PAD tidak membuat Badung berhenti mencari sumber pembiayaan baru, sehingga inovasinya kerap menjadi referensi kebijakan nasional.

“Badung ini APBD dan PAD-nya sudah sangat tinggi, tetapi justru tidak berhenti melakukan inovasi. Banyak sekali inspirasi yang kami peroleh dari Badung, bahkan sering kali inovasinya lebih maju dibanding regulasi maupun sistem SIPD-RI. Karena itu, kami sengaja menyelenggarakan forum ini di Badung sebagai bentuk apresiasi sekaligus menyerap masukan daerah,” kata Fatoni.

Kemendagri kini terus mendorong pemda memanfaatkan skema creative financing seperti pinjaman, obligasi daerah, KPBU, optimalisasi BUMD/BLUD, pemanfaatan aset, hingga CSR sebagai alternatif mempercepat pembangunan di tengah keterbatasan APBD. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bunda PAUD Menyapa TK Kuncup Mekar Kuta Utara

Tanamkan Kesadaran Peduli Lingkungan Sejak Dini Lewat Dongeng

Loading

Published

on

By

Bunda PAUD Rasniathi Adi Arnawa menyapa anak-anak TK Kuncup Mekar di Kuta Utara dalam kegiatan edukasi kebersihan dan pengelolaan sampah.
BUNDA PAUD MENYAPA: Bunda PAUD Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, hadir dalam kegiatan "Bunda PAUD Menyapa" di TK. Kuncup Mekar, Kerobokan Kaja, Kecamatan Kuta Utara, Jumat (17/7). (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, hadir menyapa generasi emas dalam kegiatan “Bunda PAUD Menyapa”. Kali ini kegiatan dilaksanakan di TK Kuncup Mekar, Kerobokan Kaja, Kecamatan Kuta Utara, pada Jumat (17/7), dengan mengusung tema edukasi kebersihan dan pengelolaan sampah yang dikemas secara menyenangkan bagi anak usia dini.

Kehadiran Bunda PAUD didampingi langsung oleh Forum Anak Daerah (FAD) Badung dan Forum Generasi Berencana (Genre) Badung, yang turut aktif berinteraksi serta mengajak anak-anak mencintai lingkungan sekitar.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Bidang PAUD dan PNF Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Badung beserta jajaran, Kepala Kanwil Disdikpora Kecamatan Kuta Utara, Pengawas TK Kecamatan Kuta Utara, Kepala SPNF SKB Disdikpora Badung, serta para guru dan seluruh anak-anak TK Kuncup Mekar.

Dalam arahannya yang hangat dan penuh kasih sayang, Bunda PAUD Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menyampaikan kebahagiaannya dapat bertemu langsung dengan anak-anak yang ceria dan penuh semangat. Ia menekankan bahwa menanamkan kebiasaan baik, termasuk cara menyayangi dan menjaga kebersihan lingkungan, paling tepat dilakukan sejak usia emas.

“Kalian adalah tunas bangsa, kebahagiaan dan harapan kita semua. Mulai dari hal paling sederhana: buanglah sampah pada tempatnya, jaga kebersihan sekolah dan rumah kita, serta cintai alam tempat kita tinggal. Kebiasaan kecil yang dilakukan terus-menerus akan menjadikan kalian generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan,” ujarnya.

Suasana semakin hidup dan disukai anak-anak ketika perwakilan Forum Anak Daerah Badung dan Forum Generasi Berencana Badung tampil menceritakan dongeng edukatif tentang pentingnya membuang sampah pada tempatnya. Lewat alur cerita yang ringan, tokoh-tokoh yang disukai, serta gaya penyampaian yang akrab, pesan-pesan tentang kebersihan lingkungan dengan mudah dipahami dan diserap oleh anak-anak dengan penuh antusiasme.

Baca Juga  Serahkan Hadiah Ogoh-ogoh, Gubernur Koster-Wagub Minta STT Kembangkan Kreativitas dan Kuatkan Jati Diri Bali

Bunda PAUD juga mengapresiasi dedikasi para guru di TK Kuncup Mekar yang tak lelah mendidik dan membimbing anak-anak. Ia berharap sinergi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat semakin kuat dalam membentuk pondasi karakter anak usia dini di Badung.

Kegiatan berlangsung hangat, penuh tawa, dan ditutup dengan pemberian dukungan sarana pendidikan kepada anak-anak TK sebagai wujud kepedulian nyata. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca