Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Bahas LKPJ Bupati Badung 2022, Banggar DPRD Badung dan TAPD Badung Gelar Raker

Banggar DPRD Badung Beri Catatan LKPJ Bupati Soal Penyertaan Modal di BPD, Santunan Penunggu Pasien, Kematian, dan Lansia

Loading

BALIILU Tayang

:

parwata
Ketua Banggar sekaligus Ketua DPRD Badung Dr. Drs. Putu Parwata MK, MM menyerahkan catatan Banggar DPRD Badung terkait LKPJ Bupati Badung 2022 kepada Asisten III Setda Badung mewakili Ketua TAPD, Cok. Oka Raka Darmawan, SH usai raker. (Foto: gs)

Badung, baliilu.com – Dalam rangka membahas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Badung Tahun 2022 yang disampaikan dalam Rapat Paripurna pada 30 Maret 2023, Badan Anggaran DPRD Badung dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Badung menggelar rapat kerja, pada Selasa, 4 April 2023 di Ruang Rapat Madya Gosana lantai III Sekretariat DPRD Kabupaten Badung.

Rapat dipimpin Ketua Banggar sekaligus Ketua DPRD Badung Dr. Drs. Putu Parwata MK, MM didampingi anggota Banggar di antaranya Nyoman Satria, Agung Shaskara, I Putu Yandinata, Made Retha, Made Suwardana dll serta Sekwan Agung Wardika. Dari pihak TAPD hadir Asisten III Setda Badung mewakili Ketua TAPD Cok. Oka Raka Darmawan, SH, kepala BPKAD, Kepala Bapenda, dan anggota TAPD lainnya.

Anggota Banggar Nyoman Satria mendapat kesempatan pertama menyampaikan catatan terkait LKPJ Bupati. Politisi PDIP asal Mengwi Badung ini menyampaikan dari LKPJ ini ada yang melampaui target, sementara PBB Pedesaan Perkotaan justru tidak melampaui target. Terkait kelebihan pendapatan atau kelebihan target 2022 sebesar 1 triliun, apakah sudah dirancang untuk dialokasikan di ABPD Perubahan atau untuk apa. Satria juga mempertanyakan soal keterbukaan informasi publik seperti soal data rincian hibah yang diperlukannya.

Agung Saskara dari Fraksi Golkar menyampaikan catatan terkait SILPA sampai 1 triliun yang dikatakan sebuah prestasi tetapi ia melihat di dalam SILPA ini ada akumulasi serapan anggaran yang justru tidak terealisasi dengan maksimal. Apakah yang tertuang direncanakan itu bisa semua terealisasi by sistem?

Anggota Banggar Alit Yandinata dari Komisi III menyampaikan aspirasi masyarakat, bahwa dengan pendapatan yang luar biasa berapa realisasi penyerataan modal ke BPD yang sudah ditetapkan di Perda. Begitu juga apa kabar dengan program populis seperti santuan kematian, santuan penunggu pasien, dan santuan lansia, termasuk jaminan Kesehatan Krama Badung (KBS).

Baca Juga  <strong>Raker Komisi I DPRD Badung, Bahas PPPK dan Satpol PP Pariwisata</strong>
parwata1
Badan Anggaran DPRD Badung dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Badung menggelar rapat kerja, pada Selasa, 4 April 2023 di Ruang Rapat Madya Gosana lantai III Sekretariat DPRD Kabupaten Badung. (Foto: gs)

Sementara itu, dari plt Bapenda Badung Ni Putu Sukarini menyampaikan pajak PBB perkotaan dan pedesaan yang belum mencapai target karena subjek pajak masih ditemukan data tidak valid, ada permohonan pengurangan pajak PBB terkait lahan dan usaha yang tidak difungsikan, belum optimalnya kesadaran masyarakat membayar PBB, dan alih fungsi lahan komersial yang belum maksimal dilaporkan.

Kepala BPKAD Badung Ida Ayu Istri Yanti Agustini, SH, MM lanjut menyampaikan terkait SILPa itu kontribusinya 500 miliar dari kelebihan pendapatan dan sisanya adalah efisiensi belanja di tahun 2022. Hal ini karena kenaikan pendapatan terjadi di perubahan 6 bulan terakhir sehingga kemungkinan banyak yang tidak mengeksekusi kegiatannya. Ada juga yang gagal tender atau gagal lelang.

Terkait dengan khas hari ini ada sekitar 1 triliun lebih karena pencapaian pajak hotel dan restoran untuk triwulan I sudah mencapai 1 triliun lebih. Terkait penyertaan modal ke BPD tahun 2022 sudah menyetorkan 50 miliar di tahun 2023, di perubahan akan menyetorkan lagi sehingga dalam tempo yang ditetapkan dalam perda menyelesaikan jumlah yang ditentukan.

Sedangkan untuk santunan penunggu pasien, kematian dan lansia yang terkait dengan SIPD memang rekeningnya tidak ada. Kita sudah berulang kali ke Kemendagri untuk bisa memasang tetapi tidak bisa. Karena ini bantuan sosial diberikan khusus untuk orang miskin. Kalau di rekening dinas sosial tidak ada, harusnya bisa di BTT tetapi sifatnya emergensi. Untuk KBS bisa direalisasikan selama tidak ditanggung BPJS.

parwata
Ketua Banggar DPRD Badung Putu Parwata. (Foto: gs)

Sementara itu, Ketua Banggar Putu Parwata selepas raker mengatakan kita memang betul-betul serius bersama-sama melakukan beberapa catatan koreksi yang harus dilakukan oleh eksekutif. ‘‘Sangat konstruktif, kami senang semuanya memberikan masukan-masukan karena sesuai dengan UU dan Permendagri memang kita harus memberikan suatu rekomendasi atas LKPJ Bupati,‘‘ ujar Putu Parwata.

Baca Juga  Raker Pansus Inisiatif DPRD Badung Bahas Raperda Fasilitasi Kekayaan Intelektual

Ada beberapa catatan termasuk juga apresiasi bahwa pendapatan asli daerah bisa meningkat terutama dari pajak hotel dan restoran. Jadi semuanya indikatornya sangat positif. Tetapi juga dari segi pendapatan ada yang menurun yakni pendapatan daripada PBB Perkotaan dan Pedesaan. Hal ini karena ada kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh pemerintah yang pertama adanya tidak dipungut pajak sawah kemudian ada peralihan yang mungkin belum dilaporkan sehingga PBB menurun. Tetapi ada yang sangat konstruktif dimana dalam catatan-catatan kita dalam rapat ini mengenai penyertaan modal yang kita sudah buatkan perdanya 1,8 triliun sampai 2031. Jadi sepanjang pendapatan daerah masih memungkinkan agar dipercepat penyelesaian penyetoran dananya ke BPD sejumlah 1,8 triliun sesuai dengan SILPa atau pendapatan lebih yang didapat oleh negara tiap-tiap tahunnya. Kita mendorong supaya pemerintah mengalokasikan minimal 300 miliar per tahun per anggaran untuk dialokasikan modal penyertaan di BPD.

‘‘Oleh karena itu kami akan sampaikan ke Bupati agar mempercepat karena multiflier effect yang disampaikan oleh BPKAD, dari modal yang dimiliki hampir 180 miliar yang kita bisa alokasikan untuk program-program Kabupaten Badung,‘‘ ujarnya.

Cacatan yang lain bahwa santunan kematian, penunggu pasien, dan lansia sementara ini belum bisa direalisasikan karena alasan aturan yang belum memungkinkan yakni sistem perangkat daerah yang diiput melalui SIPD tidak ada posnya, sehingga Kemendagri belum mengizinkan.

‘‘Mudah-mudahan regulasi ini bisa kita diskusikan lebih lanjut sehingga kita bisa melanjutkan kebahagiaan krama  Badung melalui santuan kematian, lansia, penunggu pasien dan kesehatan. Ini catatan penting yang kita akan berikan dan besok lakukan rapat paripurna,‘‘ pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Hamka Baco Kady: Pengelolaan Pelabuhan di Bali Perlu Libatkan Pemerintah Daerah

Published

on

By

Hamka Baco Kady Usai Kunjungan Kerja Komisi V DPR RI di Bali
Anggota Komisi V DPR RI Hamka Baco Kady usai mengikuti kunjungan kerja Komisi V DPR RI ke Bali, Kamis (5/11/2026). (Foto: dpr.go.id)

Denpasar, Bali, baliilu.com – Anggota Komisi V DPR RI Hamka Baco Kady meminta pemerintah pusat melimpahkan kewenangan pengelolaan pelabuhan kepada Pemerintah Provinsi Bali. Menurutnya, pelimpahan kewenangan tersebut penting agar keberadaan infrastruktur pelabuhan yang telah dibangun pemerintah pusat dapat memberikan manfaat optimal bagi daerah, khususnya dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

Hamka mengungkapkan, pembangunan pelabuhan tersebut telah mendapat bantuan dari Kementerian Perhubungan sejak periode kedua dirinya menjadi anggota DPR RI pada 2019–2024.

“Setahu saya sejak periode kedua saya, 2019–2024, pembangunan pelabuhan ini sudah dibantu oleh Kementerian Perhubungan,” ujarnya kepada Parlementaria usai mengikuti kunjungan kerja Komisi V DPR RI ke Bali, Kamis (5/11/2026).

Namun, ia menyayangkan masih adanya kendala dalam pengelolaan pelabuhan karena pemerintah pusat belum menyerahkan kewenangannya kepada Pemerintah Provinsi Bali.

“Memang terjadi kendala sekarang, seperti yang dikemukakan dan ditunjukkan kepada kami tadi, bahwa pemerintah pusat belum menyerahkan pengelolaannya kepada Pemerintah Provinsi Bali,” jelasnya.

Oleh karena itu, Politisi Fraksi Golkar tersebut meminta agar pemerintah pusat memberikan kewenangan kepada pemerintah daerah untuk mengelola pelabuhan tersebut. Ia juga memastikan persoalan ini akan menjadi perhatian Komisi V DPR RI untuk disampaikan kepada Kementerian Perhubungan.

“Untuk meningkatkan pendapatan daerah, kami mohon agar diberikan kewenangan atau pelimpahan kewenangan dalam pelaksanaan pengelolaan pelabuhan tersebut kepada pemerintah daerah. Ini nanti juga akan kami bicarakan dan sampaikan kepada Kementerian Perhubungan untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Lebih lanjut, legislator Dapil Sulawesi Selatan I tersebut menekankan bahwa proses penyerahan aset maupun pengelolaan pelabuhan harus tetap mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan. Ia berharap fasilitas yang telah dibangun menggunakan dukungan pemerintah pusat tersebut dapat menjadi sumber peningkatan ekonomi daerah.

Baca Juga  Matangkan Raperda Haluan Pembangunan Bali, DPRD Bali Gelar Raker dengan Gubernur Bali

“Penyerahan aset dan seluruh pengelolaannya tentu ada aturan-aturannya. Silakan dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Mengapa demikian? Agar pendapatan asli daerah (PAD) juga dapat ditingkatkan melalui keberadaan sarana dan prasarana pelabuhan yang sudah dibangun oleh pemerintah pusat. Itu harapan kami,” pungkas Hamka. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Puluhan Petani Gagal Panen di Jembrana Diganjar Bantuan Penguatan Ekonomi

Published

on

By

Penyerahan Bantuan untuk Petani Gagal Panen Jembrana
SERAHKAN BANTUAN: Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta bersama Bupati I Made Kembang Hartawan, didampingi Kalaksa (BPBD) Provinsi Bali I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya menyerahkan bantuan penguatan ekonomi setelah mengalami gagal panen akibat kekeringan di Balai Subak Pangkung Buluh, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, Kamis (5/11/2026). (Foto: Hms Jembrana)

Jembrana, baliilu.com – Sebanyak 27 petani di Kabupaten Jembrana diganjar bantuan penguatan ekonomi setelah mengalami gagal panen akibat kekeringan. Bantuan yang berasal dari Pemprov Bali tersebut, disalurkan secara langsung oleh Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta bersama Bupati I Made Kembang Hartawan, didampingi Kalaksa (BPBD) Provinsi Bali I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya di Balai Subak Pangkung Buluh, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, Kamis (5/11/2026).

Kalaksa BPBD Bali I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya menyebut, 27 penerima bantuan merupakan petani yang mengalami gagal panen akibat kekeringan. Mereka berasal dari Desa Kaliakah, Manistutu, dan Banyubiru.

Teka Bhusana juga menambahkan bantuan yang diberikan juga bervariasi nilainya, tergantung luasan lahan. “Bantuan untuk petani tersebut merupakan tahap pertama. Sementara itu, usulan bantuan tahap kedua dari Kabupaten Jembrana masih dalam proses verifikasi,” ucapnya.

Wagub Nyoman Giri Prasta mengapresiasi ketangguhan para petani yang terus berjuang di tengah terjangan musim kemarau demi menjaga produktivitas dan ketersediaan pangan masyarakat. Kendati berbagai upaya telah dikerahkan untuk menyelamatkan tanaman, sebagian petani tetap harus menelan pil pahit gagal panen akibat kekeringan ekstrem. Situasi ini lantas memantik respons cepat dari pemerintah untuk meringankan beban para korban.

“Sebagian kecil ternyata tetap mengalami gagal panen, maka pemerintah tetap turun tangan,” ujar mantan Bupati Badung dua periode tersebut.

Giri Prasta membeberkan, pada tahap pertama ini uluran tangan pemerintah telah disalurkan kepada 27 orang petani. Sementara itu, usulan calon penerima untuk tahap kedua dari wilayah Jembrana saat ini masih berproses pada tahap verifikasi data.

Ia menegaskan, jajaran pimpinan daerah berkomitmen penuh untuk tidak membiarkan para petani berjuang sendirian menanggung kerugian.

Baca Juga  Optimalkan Pembinaan dan Pengembangan Program Ormawa, Biro Kemahasiswaan Unud Gelar Raker

“Bapak Gubernur tidak ingin para petani ini gagal begitu saja, harus dibantu mengatasi kerugiannya. Oleh karena itu BPBD telah memproses bantuannya,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Kembang menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang mendalam atas perhatian sigap yang diberikan oleh jajaran Pemprov Bali kepada petani yang mengalami gagal panen akibat kekeringan ekstrim di Jembrana. Menurutnya, sinergi antara pemerintah kabupaten dan provinsi sangat krusial dalam mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat pedesaan.

“Kami atas nama masyarakat dan para petani di Jembrana mengucapkan terima kasih banyak kepada Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur Bali. Kehadiran dan kepedulian pemerintah provinsi ini tentu menjadi penopang semangat bagi petani untuk bangkit kembo,” ujarnya.

Bupati Kembang menambahkan, pihaknya terus menggerakkan jajaran di tingkat dinas pertanian, kecamatan, hingga pemerintah desa untuk mengawal proses pendataan dan verifikasi agar penyaluran bantuan tahap berikutnya dapat berjalan tepat sasaran tanpa kendala berarti.

“Kami di daerah siap mengawal penuh proses ini. Untuk usulan tahap kedua yang saat ini sedang berproses, kami pastikan data yang dikirimkan valid sehingga para petani yang belum tersentuh di tahap awal bisa segera mendapatkan haknya,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Inovasi Genteng Biomassa Ramah Lingkungan dan Aman Gempa

BRIN Bersama BRIDA Buleleng Jajaki Pengembangan dengan Pelaku Usaha Lokal

Loading

Published

on

By

Kunjungan BRIN dan BRIDA ke Pelaku Usaha Buleleng
TINJAU PELAKU USAHA: BRIN Bersama BRIDA Buleleng saat meninjau pelaku usaha yang memanfaatkan limbah untuk diolah menjadi bahan baku produk bernilai ekonomi, termasuk material konstruksi. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Pemanfaatan sumber daya alam lokal menjadi salah satu peluang strategis dalam mendorong lahirnya inovasi material ramah lingkungan sekaligus meningkatkan nilai tambah hasil perkebunan. Salah satu potensi yang dapat dikembangkan adalah sabut kelapa yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal, padahal memiliki peluang untuk diolah menjadi bahan baku produk bernilai ekonomi, termasuk material konstruksi.

Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Buleleng menerima kunjungan kerja dan diskusi teknis dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Selasa, 3 November 2026, bertempat di Ruang Rapat Kepala BRIDA Kabupaten Buleleng. Kegiatan mengangkat tema “Potensi Pemanfaatan Serat Alam sebagai Bahan Baku Genteng Biomassa Ramah Lingkungan”.

Kunjungan tersebut dihadiri tim BRIN, yakni Dr. Jajang Sutiawan, S.Hut., M.Si., Yeyen Nurhamiyah, S.Si., Ph.D., dan Mulya Supianto, S.Pd., M.Sc., Ph.D. Rombongan diterima langsung oleh Kepala BRIDA Kabupaten Buleleng, Ketut Suwarmawan, S.STP., M.M., didampingi Putu Angga Kristyawan, M.Ing., I Made Ardaka, M.Si., dan Ferdi Kurniawan.

Dalam pemaparannya, tim BRIN memperkenalkan teknologi HERBAL-ROOF (Genteng Biomassa Indonesia), yaitu inovasi material atap berbasis biomassa yang dikembangkan melalui pemanfaatan serat alam sebagai bahan komposit. Teknologi ini membuka peluang pemanfaatan berbagai sumber biomassa, seperti sabut kelapa, bambu, tandan kosong kelapa sawit, dan bahan alam lainnya sebagai alternatif material konstruksi yang lebih ramah lingkungan.

Berdasarkan materi yang dipaparkan, teknologi genteng biomassa BRIN telah mencapai tahap prototipe skala penuh, memenuhi standar SNI, dan siap memasuki tahap pilot manufacturing. Inovasi ini juga memiliki sejumlah keunggulan, antara lain bobot material yang lebih ringan, kemampuan meredam panas, efisiensi penggunaan material, serta potensi mengurangi beban struktur atap sehingga dapat mendukung aspek keselamatan bangunan, khususnya di wilayah rawan gempa.

Baca Juga  Matangkan Raperda Haluan Pembangunan Bali, DPRD Bali Gelar Raker dengan Gubernur Bali

Diskusi kemudian diarahkan pada potensi ketersediaan sabut kelapa di Kabupaten Buleleng, karakteristik bahan baku, proses pengolahan, formulasi material, hingga kebutuhan pengujian teknis. Beberapa aspek yang menjadi perhatian meliputi kekuatan mekanis, penyerapan air, ketahanan terhadap cuaca dan api, stabilitas dimensi, serta kelayakan ekonomi dan dampak lingkungan dari produk yang dikembangkan.

Kepala BRIDA Kabupaten Buleleng, Ketut Suwarmawan, menekankan pentingnya hilirisasi inovasi material hijau dengan memanfaatkan potensi unggulan daerah. Menurutnya, Buleleng memiliki peluang besar untuk mengembangkan komoditas perkebunan dan hasil samping pertanian menjadi produk bernilai tambah melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga riset, perguruan tinggi, dan pelaku usaha.

Ia juga mendorong agar potensi sabut kelapa dan bambu dapat dikembangkan menjadi material komposit serat alam yang memiliki nilai ekonomi. Pemanfaatan limbah perkebunan tersebut diharapkan tidak hanya mengurangi persoalan limbah, tetapi juga membuka peluang usaha baru, memperkuat ekonomi sirkular, serta mendukung ketahanan bangunan dan perumahan daerah.

BRIDA Buleleng turut mendorong penjajakan pemanfaatan hasil riset Pusat Riset Biomassa dan Bioproduk BRIN agar teknologi genteng biomassa dapat dikembangkan dan direplikasi secara bertahap melalui keterlibatan pelaku usaha lokal. Dengan demikian, hasil riset tidak berhenti pada tahap pengembangan teknologi, tetapi dapat berlanjut menjadi produk yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sebagai bagian dari kegiatan, rombongan juga melaksanakan kunjungan lapangan ke Rumah Plastik Mandiri (RPM), sebuah perusahaan sosial, bank sampah induk, sekaligus pusat daur ulang sampah plastik inovatif di Kabupaten Buleleng. Berdiri sejak 2016, RPM yang didirikan oleh Putu Eka Darmawan berfokus pada pengelolaan sampah secara mandiri, edukasi daur ulang, serta pengembangan teknologi pengolahan limbah plastik lokal.

Kunjungan dilanjutkan ke PT Balisynwood, merek UMKM inovatif asal Buleleng yang mengembangkan produk kayu sintetik ramah lingkungan berbahan dasar limbah pertanian, khususnya jerami dan sekam padi. Dalam kesempatan tersebut, rombongan melihat langsung potensi pengembangan material alternatif berbasis limbah pertanian yang dikelola oleh Gede Wikrama Putra Setya Adiyana selaku Direktur Operasional.

Baca Juga  Raker Komisi II, Anom Gumanti Harapkan Rekomendasi Lahir dari Masing-masing Komisi

Kunjungan ke kedua pelaku usaha tersebut menjadi bagian penting dalam melihat secara langsung praktik pengolahan limbah dan pengembangan material alternatif di Buleleng. Hal ini sekaligus memperlihatkan bahwa potensi inovasi daerah tidak hanya bertumpu pada sumber daya alam, tetapi juga pada kreativitas, teknologi, dan kemampuan pelaku usaha dalam mengolah bahan yang sebelumnya kurang dimanfaatkan menjadi produk bernilai ekonomi.

Melalui pertemuan dan kunjungan lapangan ini, terbangun komunikasi awal antara BRIN dan BRIDA Kabupaten Buleleng untuk menjajaki peluang kolaborasi riset, karakterisasi bahan baku, pengembangan prototipe, pemanfaatan fasilitas pengujian, hingga peluang hilirisasi produk. Ke depan, penjajakan ini diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui identifikasi sumber bahan baku, penyusunan formulasi material, serta pengujian kelayakan produk bersama calon mitra.

Sinergi tersebut diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat ekosistem riset dan inovasi daerah. Dengan mengoptimalkan potensi sabut kelapa, bambu, serta limbah pertanian dan perkebunan lainnya, Buleleng berpeluang mengembangkan industri material ramah lingkungan yang berdaya saing, meningkatkan nilai tambah sumber daya lokal, dan memberikan manfaat ekonomi serta lingkungan bagi masyarakat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca