Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Bahas Situasi Harkamtibmas, Kapolda Bali Hadiri Rakor dengan DPRD Bali

BALIILU Tayang

:

kapolda
RAKOR: Kapolda Bali Irjen Pol. Ida Bagus Kade Putra Narendra, S.I.K., M.Si., berfoto bersama dengan Ketua DPRD Bali Adi Wiryatama didampingi pimpinan dan anggota Komisi I, Senin, 7 Agustus 2023 usai rapat koordinasi (Rakor) dengan DPRD Provinsi Bali. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Kapolda Bali Irjen Pol. Ida Bagus Kade Putra Narendra, S.I.K., M.Si., Senin, 7 Agustus 2023 menghadiri rapat koordinasi (Rakor) dengan DPRD Provinsi Bali terkait Harkamtibmas Pulau Bali dan kesiapan pengamanan Polda Bali menjelang pemilu serentak tahun 2024 di Gedung DPRD Provinsi Bali, Renon-Denpasar.

Rapat dihadiri oleh Ketua DPRD Prov. Bali I Nyoman Adi Wiryatama, Ketua Komisi I DPRD Prov. Bali I Nyoman Budiutama, Wakil Ketua Komisi I I Nyoman Oka Antara, beserta 10 Anggota Komisi I DPRD Prov. Bali. Turut hadir Pejabat Utama Polda Bali dalam rakor tersebut.

Dalam sambutannya, Ketua DPRD Prov. Bali mengucapkan selamat datang di gedung DPRD Prov. Bali ini guna melaksanakan rapat koordinasi terkait situasi Harkamtibmas di Pulau Bali serta konsolidasi terkait langkah-langkah pengamanan Polda Bali menjelang Pemilu Serentak tahun 2024 yang pertama kali dilaksanakan di Indonesia tahun depan mendatang.

“Saya mewakili anggota DPRD Prov. Bali mengucapkan selamat datang dan terima kasih atas kedatangan Bapak Kapolda Bali beserta jajaran terkait rapat koordinasi terkait penyampaian aspirasi tentang Harkamtibmas Pulau Bali serta kesiapan Polda Bali dalam mengamankan Pemilu Serentak tahun 2024,” ucap Ketua DPRD Prov. Bali.

Sementara, Kapolda Bali juga mengucapkan terima kasih sudah disambut dengan baik di Gedung DPRD Prov. Bali. Terkait rapat koordinasi ini, Polda Bali sudah menyiapkan paparan dan data terkait situasi terkini Harkamtibmas di Pulau Bali serta langkah-langkah yang disiapkan menjelang Pemilu Serentak tahun 2024 mendatang.

“Saya mengucapkan terima kasih atas sambutan kedatangan saya yang pertama kali di Gedung DPRD sejak baru menjabat sebagai Kapolda Bali yang sekaligus melaksanakan rapat koordinasi terkait situasi Harkamtibmas di Pulau Bali serta mendengarkan langkah-langkah preventif dari Polda Bali menjelang Pemilu Serentak 2024 agar berjalan aman dan kondusif,” ucap Kapolda Bali.

Baca Juga  Sidang Paripurna Ke-41 DPRD Bali Dihujani Interupsi

Kapolda Bali pun memaparkan situasi terkini terkait Harkamtibmas di Pulau Bali yang ditambahkan oleh beberapa pejabat utama Polda Bali, anggota Komisi I DPRD Prov. Bali pun menanyakan kiat-kiat Polda Bali terkait Harkamtibmas dan Pemilu Serentak tahun 2024 yang dijawab langsung oleh Kapolda Bali yang ditambahkan detailnya oleh Pejabat Utama Polda Bali yang membidangi isi pertanyaan maupun saran dari Anggota Komisi I DPRD Prov. Bali

Kegiatan rapat koordinasi berlangsung lancar dan diakhiri dengan pemberian cinderamata oleh Ketua DPRD Prov. Bali dan Kapolda Bali serta foto bersama dengan pejabat yang hadir dalam rakor tersebut. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Bupati Mahayastra Sampaikan Rancangan Perubahan APBD TA 2026

Published

on

By

Bupati Mahayastra Sampaikan Rancangan Perubahan APBD Gianyar 2026
RAPAT PARIPURNA: Bupati Gianyar I Made Mahayastra menyampaikan Pengantar Nota Keuangan Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Gianyar Tahun Anggaran 2026 dalam Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kabupaten Gianyar, Senin (7/9) di Ruang Sidang Utama Kantor DPRD Gianyar. (Foto: Hms Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Bupati Gianyar I Made Mahayastra menyampaikan Pengantar Nota Keuangan Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Gianyar Tahun Anggaran 2026 dalam Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kabupaten Gianyar, Senin (7/9) di Ruang Sidang Utama Kantor DPRD Gianyar. Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Gianyar, I Ketut Sudarsana.

Bupati Mahayastra menjelaskan bahwa dalam Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Gianyar Tahun Anggaran 2026, Pendapatan Daerah direncanakan sebesar Rp3,414 triliun lebih, terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) direncanakan sebesar Rp 2,431 triliun lebih atau  71,21 persen, Pendapatan Transfer direncanakan sebesar Rp 980,040 miliar lebih atau 28,71 persen, sedangkan Lain-lain Pendapatan Daerah Yang Sah direncanakan sebesar Rp 3,00 miliar atau 0,09 persen.

Rencana PAD dalam Rancangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp 2,431 triliun lebih, dibandingkan PAD Induk Tahun Anggaran 2026, mengalami peningkatan sebesar Rp 33,633 miliar lebih atau 1,40 persen.

Pendapatan Transfer dalam Rancangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 direncanakan sebesar Rp 980,040 miliar lebih mengalami penurunan sebesar Rp 30,759 miliar lebih atau 1,72 persen dibandingkan Pendapatan Transfer Induk Tahun Anggaran 2026.

“Lain-lain Pendapatan Daerah Yang Sah direncanakan sebesar Rp3,00 miliar berupa pendapatan hibah dari pemerintah pusat yang merupakan apresiasi atas prestasi pada kategori penanggulangan kemiskinan dan penurunan stunting serta kategori Creative Financing,” ujarnya.

Lebih lanjut Bupati Mahayastra menyampaikan, Belanja Daerah dalam Rancangan Perubahan APBD Kabupaten Gianyar Tahun Anggaran 2026, direncanakan sebesar Rp 4,336 triliun lebih mengalami penurunan sebesar Rp 52,290 miliar lebih dibandingkan Anggaran Induk sebesar Rp 4,388 triliun lebih.

Baca Juga  Sidang Paripurna Ke-41 DPRD Bali Dihujani Interupsi

Belanja Daerah terdiri dari Belanja Operasi sebesar Rp2,358 triliun lebih atau 54,40 persen, Belanja Modal sebesar Rp 1,594 triliun lebih atau 36,76 persen, Belanja Tidak Terduga sebesar Rp9,056 miliar lebih atau 0,21 persen dan Belanja Transfer sebesar Rp 373,989 miliar lebih atau 8,63 persen.

Bupati Mahayastra menambahkan defisit anggaran dalam Rancangan Perubahan APBD Kabupaten Gianyar Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp 921,956 miliar lebih. “Hal tersebut terjadi karena proyeksi rencana pendapatan lebih kecil dibandingkan dengan rencana belanja untuk membiayai sektor prioritas. Namun defisit anggaran perubahan tahun 2026 tersebut akan ditutupi dari pembiayaan netto sebesar Rp 921,956 miliar lebih,” jelasnya.

Pengeluaran pembiayaan dalam Rancangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026, direncanakan sebesar Rp 85,588 miliar lebih, yang digunakan untuk Penyertaan Modal Daerah sebesar Rp 10 miliar serta Pembayaran Cicilan Pokok Utang yang Jatuh Tempo sebesar Rp 75,588 miliar lebih. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Pastikan Kompetensi Tenaga Medis & Kesehatan, Dinkes Buleleng Gelar Sosialisasi Kredensial

Published

on

By

Dinkes Buleleng Gelar Sosialisasi Kredensial Tenaga Medis
SOSIALISASI: Kepala Dinas Kesehatan Buleleng yang diwakili oleh Kabid Sumber Daya Kesehatan, Putu Agus Hartawan, SKM.,M.Kes saat membuka Sosialisasi Kredensial Tahun 2026 di Gedung Unit IV Kantor Bupati Buleleng, Senin (7/9). (Foto: Hms Buleleng)  

Buleleng, baliilu.com – Kredensial bukan sekedar proses pemeriksaan dokumen atau kelengkapan administrasi, melainkan bagian dari system tata kelola pelayanan kesehatan untuk memastikan tenaga medis dan tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan kepada masyarakat benar-benar memiliki kompetensi sesuai dengan kewenangan klinis yang diberikan.

Demikian terungkap dalam sambutan Kepala Dinas Kesehatan Buleleng yang diwakili oleh Kabid Sumber Daya Kesehatan, Putu Agus Hartawan, SKM.,M.Kes saat membuka Sosialisasi Kredensial Tahun 2026 di Gedung Unit IV Kantor Bupati Buleleng, Senin (7/9).

Kabid Agus Hartawan menerangkan kegiatan sosialisasi Kredensial sejalan dengan Peraturan Menteri Kesehatan No. 13 Tahun 2025 tentang Pengelolaan Sumber Daya Manusia Kesehatan. Di dalamnya menegaskan bahwa tenaga medis dan tenaga kesehatan tertentu dalam memberikan pelayanan kesehatan harus sesuai dengan kewenangan klinis, dan kewenangan klinis diberikan setelah melalui proses kredensia.

“Pengaturan wewenang klinis itu mencakup fasilitas pelayanan kesehatan termasuk Puskesmas, klinik dan praktik mandiri. Oleh karena itu, kegiatan sosialiasi yang kita laksanakan pada hari ini mempunyai arti yang sangat penting,” ujarnya.

Pihaknya berharap dalam sesi diskusi nantinya melahirkan pemahaman dan persepsi yang sama mengenai pelaksanaan kredensial, baik itu dari persyaratan, pengajuan, verifikasi dan penilaian, penyusunan rekomendasi kewenangan klinis, sampai dengan penetapan serta evaluasi kewenangan klinis. Namun demikian, Kabid Agus Hartawan menekankan kepada Puskesmas dan klinik dalam pelaksanaan kredensial perlu dilakukan secara sistematis melalui mekanisme yang telah ditetapkan, termasuk peran Tim Ad Hoc Kredensial Dinas Kesehatan Buleleng.

“Saya meminta seluruh jajaran Dinas Kesehatan, Kepala Puskesmas, pimpinan klinik, serta tenaga medis dan tenaga kesehatan untuk mendukung pelakasanaan proses ini secara objektif, transparan, professional dan berintegritas. Jangan sampai Kredensial hanya menjadi pemenuhan dokumen untuk kepentingan administrasi,” pintanya.

Baca Juga  DPRD Badung Ucapkan Selamat dan Sukses Atas Dilantiknya Irjen Pol. Ida Bagus KD Putra Narendra, SIK, M.SI Sebagai Kapolda Bali

Kegiatan Sosialisasi Kredensial Tahun 2026 ini diikuti oleh seluruh Kepala Puskesmas se-Kabupaten Buleleng, Pimpinan Klinik Pratama se-Kabupaten Buleleng, Ketua Organisasi Profesi (IDI, PDGI, PPNI dan IBI), dan Tim Pusat Kredensial secara luring dan daring. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Buka Rakor TKPK: Bupati Sanjaya Tegaskan Penanggulangan Kemiskinan Harus Terpadu dan Berbasis Data

Published

on

By

Bupati Sanjaya Buka Rakor TKPK Kabupaten Tabanan
RAKOR: Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya saat membuka Rapat Koordinasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kabupaten Tabanan bersama seluruh unsur TKPK, para donatur Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP), serta pemangku kepentingan terkait, yang berlangsung di Graha Yadnya Sanjayaning Singasana Tabanan, Senin (7/9). (Foto: Hms Tbn)  

Tabanan, baliilu.com – Upaya penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Tabanan terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Hal tersebut ditegaskan Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya saat membuka Rapat Koordinasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kabupaten Tabanan bersama seluruh unsur TKPK, para donatur Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP), serta pemangku kepentingan terkait, yang berlangsung di Graha Yadnya Sanjayaning Singasana Tabanan, Senin (7/9).

Rakor tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan yang diwakili Sekretaris I TP PKK, jajaran Forkopimda, Asisten Setda, kepala perangkat daerah dan bagian di lingkungan Pemkab Tabanan, para camat se-Kabupaten Tabanan, instansi vertikal, pimpinan BUMN/BUMD, perguruan tinggi, LSM, organisasi kemasyarakatan, pelaku pariwisata, pelaku usaha, serta stakeholder terkait. Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bagian penting dalam menyatukan langkah dan memperkuat sinergi penanggulangan kemiskinan di Tabanan.

Dalam arahannya, Bupati Sanjaya menekankan bahwa kemiskinan tidak dapat dipandang hanya dari sisi rendahnya pendapatan, melainkan merupakan persoalan multidimensional yang berkaitan erat dengan pendidikan, kesehatan, jaminan sosial, hingga kesempatan ekonomi. Karena itu, Pemkab Tabanan terus mendorong pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat sekaligus penguatan sektor pertanian, pariwisata, infrastruktur, serta pelestarian adat, agama, seni, dan budaya sebagai bagian dari pembangunan kesejahteraan.

“Kemiskinan bukan semata-mata persoalan rendahnya pendapatan. Ini adalah persoalan multidimensional. Kalau lima program prioritas kita dapat dijalankan dengan baik dan fokus, saya yakin angka kemiskinan di Tabanan akan terus menurun,” tegasnya.

Bupati Sanjaya juga menggambarkan kesejahteraan masyarakat melalui tiga indikator utama yang menjadi arah pembangunan selama lima tahun ke depan, yakni masyarakat yang cerdas, sehat, dan sejahtera. Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan akan membuka peluang yang lebih luas bagi masyarakat, termasuk dalam memperoleh pekerjaan dan meningkatkan perekonomian keluarga.

Baca Juga  Kapolri dan Kapolda Bali Hadiri Rakor Penyelenggaraan WWF Ke-10 di Bali

“Mari kita ciptakan lapangan pekerjaan sebaik dan sebanyak mungkin di Tabanan. Dengan demikian, masyarakat kita semakin cerdas, sehat, dan sejahtera, sehingga angka kemiskinan dari tahun ke tahun semakin menurun,” ujarnya.

Sejalan dengan itu, Rencana Penanggulangan Kemiskinan Daerah (RPKD) Kabupaten Tabanan Tahun 2025–2029 telah menjadi landasan dalam mengarahkan penanggulangan kemiskinan agar dilaksanakan secara terpadu, terarah, berbasis data, dan berkelanjutan. Bupati Sanjaya menegaskan pentingnya program Desa Presisi yang telah dikembangkan sebagai basis data akurat dalam mendukung perencanaan pembangunan.

“Pembangunan selalu bergerak. Karena itu, setiap desa harus memiliki data yang presisi. Dengan data yang akurat, Bappeda dapat menyusun perencanaan pembangunan yang tepat guna dan tepat sasaran,” jelasnya.

Lebih lanjut, Bupati Sanjaya mengingatkan bahwa capaian penurunan kemiskinan tidak boleh hanya dilihat sebagai angka statistik. Di balik data tersebut terdapat masyarakat yang membutuhkan perhatian dan kehadiran pemerintah, mulai dari anak-anak, lansia, penyandang disabilitas, pekerja, petani, nelayan, hingga kelompok masyarakat lainnya. Berdasarkan data tunggal sosial dan ekonomi nasional yang digunakan dalam penyusunan profil kemiskinan, tercatat sebanyak 6.943 keluarga atau 22.415 individu berada pada desil 1 di Kabupaten Tabanan. Atas kondisi tersebut, ia menegaskan tiga arah utama penanggulangan kemiskinan, yakni mengurangi beban pengeluaran masyarakat miskin, meningkatkan pendapatan masyarakat miskin atau kurang mampu, serta mengurangi dan menangani kantong-kantong kemiskinan.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sanjaya juga menyampaikan apresiasi kepada para donatur dan pelaku dunia usaha yang telah berkontribusi melalui TJSP. Ia berharap ke depan TJSP tidak hanya diarahkan dalam bentuk amal atau donasi, tetapi dapat berkembang menjadi investasi sosial yang produktif dan berkelanjutan.

“Saya berharap program pemerintah dan TJSP tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi saling melengkapi. Rakor ini jangan hanya menjadi forum penyampaian laporan, melainkan harus menghasilkan kesepakatan dan tindak lanjut yang nyata,” ungkapnya, seraya meminta seluruh perangkat daerah menghindari pelaksanaan program secara sektoral.

Baca Juga  Otak Penyelundup Penyu Ditangkap di Jembrana

Sementara itu, Sekretaris Bappeda Kabupaten Tabanan, Ida Ayu Agung Windayani Kusumaharani, dalam laporannya menyampaikan bahwa rakor tersebut diikuti sekitar 150 peserta dari unsur pemerintah daerah, instansi vertikal, BUMN/BUMD, perguruan tinggi, LSM, organisasi kemasyarakatan, pelaku pariwisata, dunia usaha, dan stakeholder lainnya. Rakor dilaksanakan untuk menyamakan persepsi, memperkuat sinergi, mengidentifikasi hambatan, menyelaraskan dukungan TJSP, serta memperkuat ketepatan sasaran berbasis data dalam percepatan penanggulangan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem.

Ia menambahkan, RPKD menjadi dokumen strategis yang memuat profil kemiskinan, prioritas program, serta lokasi sasaran penanggulangan kemiskinan. Melalui rakor tersebut diharapkan terbentuk komitmen bersama dan rencana tindak lanjut yang konkret sesuai peran dan kapasitas masing-masing pihak. Sebagai capaian, kolaborasi yang terus diperkuat tersebut turut mengantarkan Kabupaten Tabanan meraih peringkat III kategori penanggulangan kemiskinan ekstrem dan stunting dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026, sekaligus memperkuat capaian Tabanan dalam memperoleh dana insentif fiskal pada tahun-tahun sebelumnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca