Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

EKONOMI & BISNIS

Bali Digifest II, Ekonomi dan Keuangan Digital Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi Nasional

BALIILU Tayang

:

digifst
BALI DIGIFEST II: Casual Talk serangkaian Bali Digital Festival II tahun 2023, dengan tema ''Digital Transformation of Micro Finance to Promote Financial Inclusion'' yang dilaksanakan di Gedung Ksirarnawa Taman Budaya Art Center Denpasar, Jumat (2/6/2023), dihadiri Deputi Bank Indonesia Filianingsih Hendarta, Anggota Komisi XI DPRRI IGA Rai Wirajaya, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali GA Diah Utari, Agus Helly (Founder Ngopi Pintar Bali), Tessa Wijaya (CO Founder & CO Hendit), dan Dicky Kartikoyono (Kepala DKSP Bank Indonesia). (Foto: gs)

Denpasar, baliilu.com – Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali GA Diah Utari mengatakan bahwa untuk memudahkan dan meningkatkan transaksi perekonomian digital, Bank Indonesia telah mengembangkan berbagai kanal pembayaran di antaranya QRIS dan BIFast. Dengan QRIS transaksi perdagangan dapat dilakukan dengan cepat, mudah, murah, aman dan handal atau Cemumuah.

‘‘Saat ini Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali terus mendorong perluasan penggunaan QRIS baik dari sisi merchent maupun dari sisi user di berbagai sektor dan Provinsi Bali saat ini masuk dalam 10 provinsi di Indonesia dengan jumlah merchent QRIS terbanyak. Dan untuk tahun 2023 ini BI Bali menargetkan peningkatan jumlah user baru QRIS sebesar 39 persen dibandingkan tahun sebelumnya,‘‘ terang Diah Utara saat memberikan kata pembuka acara casual talk serangkaian Bali Digital Festival II tahun 2023, dengan tema Digital Transformation of Micro Finance to Promote Financial Inclusion yang dilaksanakan di Gedung Ksirarnawa Taman Budaya Art Center Denpasar, Jumat (2/6/2023).Acara konferensi ini menghadirkan Deputi Bank Indonesia Filianingsih Hendarta, Anggota Komisi XI DPRRI IGA Rai Wirajaya, Agus Helly (Founder Ngopi Pintar Bali), Tessa Wijaya (CO Founder & CO Hendit), dan Dicky Kartikoyono (Kepala DKSP Bank Indonesia).

diah
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali GA Diah Utari. (Foto: gs)

Diah Utari lanjut mengharapkan sektor usaha kecil di Bali dan seluruh Indonesia agar bisa segera beradaptasi dengan penggunaan kanal pembayaran digital seberti QRIS, mobile banking dan internet banking agar transaksinya menjadi cashless. Tak hanya itu, pencatatan transaksi keuangan UMKM dengan memanfaatkan digitalisasi tentunya akan menjadi lebih transparan dan efisien.

Dengan pencatatan keuangan yang lebih baik, UMKM akan memiliki potensi yang lebih besar ke lembaga keuangan formal dan tentunya pada akhirnya meningkatkan kapasitas dan kualitas dari produk-produk usaha kecil dan menengah.

Baca Juga  Sinergi Pengendalian Inflasi Bali Jelang Akhir Tahun 2024

Bank Indonesia juga turut mendorong transformasi digital UMKM untuk meningkatkan akses pemasaran secara digital yang dilakukan melalui program on boarding UMKM. Dengan ini diharapkan UMKM di Bali mendapat bekal pengetahaun keterampilan dalam dunia usaha serba digital.

‘‘Penggunaan teknologi di era digital ini tentu merupakan keniscayaan untuk kita bisa bertahan oleh karena itu semua pihak termasuk UMKM wajib memahami pemasanan dan penjualan produknya secara digital sehingga dapat memperluas akses pemasarannya,‘‘ ujarnya.

Dikatakan, berdasarkan survei Lembaga Penyelididkan Ekonomi FEB UI tahun 2020 bahwa jumlah pelaku usaha tertinggi pada ecomerse ditempati oleh Provinsi Bali sebesar 66,2 persen. Namun di samping peluang yang dimiliki juga masih terdapat tantangan yang harus dihadapi bersama di dalam menghadapi akselerasi penggunaan digital ini oleh sektor usaha kecil dan menengah. Dan Bali Digifest II 2023 merupakan wujud kolaborasi dan sinergi antara Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali dengan Pemerintah Provinsi Bali sebagai upaya untuk mendorong percepatan transformasi digital dan untuk pengembangan industri kreatif.

wirajaya
Anggota Komisi XI DPR-RI Agung Rai Wirajaya. (Foto: gs)

Anggota Komisi XI DPR-RI Agung Rai Wirajaya pada kesempatan itu mengapresiasi Bank Indonesia yang intens membangun dan menjaga moneter baik di transaksi keuangan, sistem pembayaran maupun devisa, dimana secara terus-menerus berinovasi dan mendorong inklusif keuangan digital.

Sebagai anggota Dewan pihaknya mendorong Bali Digifest II yang merupakan rangkaian Hari Tumpek Landep ini dilaksanakan agar bagaimana Bali ini dalam melakukan sistem pembayaran, transaksi, cashless ke depan seperti negara-negara lain dan memudahkan kita dalam melakukan transaksi hanya membawa satu genggaman di smart phone.

Agung juga mendorong Bank Indonesia untuk terus membangkitkan UMKM di seluruh Indonesia melakukan transformasi digital untuk meningkatkan akses pemasaran secara digital.

Baca Juga  BI Bali: Desember, Tekanan Inflasi di Provinsi Bali Perlu Diwaspadai

Sementara Deputi Bank Indonesia Filianinggih Hendarta mengapresiasi Pemerintah Provinsi Bali dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali serta seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Bali Digifest II yang sangat bermanfaat sekaligus menunjukkan komitmen kita bersama untuk berkolaborasi dengan sangat kuat antarpemangku kepentingan terkait untuk mendorong peningkatan inklusif ekonomi dan keuangan melalui transformasi digital di Indonesia.

filianingsih
Deputi Bank Indonesia Filianinggih Hendarta. (Foto: gs)

Filianingsih mengatakan bahwa pascapandemi, gejolak ekonomi belum berakhir dimana Indonesia tidak bisa lepas dari efek ketidakpastian global yang masih ada. Di tengah kondisi tersebut ekonomi dan keuangan digital diyakini menjadi kunci pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan dan inklusif.

Bila digitalisasi dan ekonomi keuangan digital ini dikelola secara tepat maka invasi digital dapat  berkembang menjadi sumber pertumbuhan baru. Potensi Indonesia untuk mengambil manfaat digitalisasi sangat terbuka lebar. Hampir 70 persen kelompok produktif antara usia 15-64 tahun dan ini ditunjang infrastruktur penopang digitalisasi seperti memiliki listrik, internet dan smarphone yang semakin merata dan mudah dan murah untuk diakses, dimana Indonesia pengguna internet terbesar keempat di dunia.

‘‘Kami percaya bahwa akselerasi ekonomi digital melalui kolaborasi, inovasi dan sinergi akan mampu meningkatkan partisipasi ekonomi masyarakat pada inklusif keuangan. Dan transformasi digital di sektor keuangan bila dilakukan bersama-sama baik oleh otoritas dan industri akan mampu menjawab tantangan ekonomi pascapandemi dan akan memberikan manfaat optimal bagi seluruh masyarakat Indonesia,‘‘ ujarnya. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

EKONOMI & BISNIS

Inflasi Provinsi Bali Juni 2026 Terkendali di Tengah HBKN

Published

on

By

inflasi bali
Infografis inflasi Provinsi Bali. (Foto: Hms BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Berdasarkan rilis BPS Provinsi Bali tanggal 1 Juli 2026, Provinsi Bali secara bulanan pada Juni 2026 mengalami inflasi sebesar 0,71% (mtm), lebih tinggi dibandingkan bulan Mei sebesar 0,42% (mtm). Inflasi bulanan Provinsi Bali dipengaruhi oleh permintaan barang/jasa akibat perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dan penyesuaian tarif bahan bakar minyak (BBM) non subsidi.

Sementara itu, inflasi Provinsi Bali secara tahunan meningkat dari 2,99% (yoy) pada Mei 2026 menjadi 3,27% (yoy), masih lebih rendah dibandingkan inflasi nasional sebesar 3,34% serta berada dalam rentang sasaran inflasi nasional 2,5±1%. Secara spasial, 4 (empat) Kabupaten/Kota IHK di Bali mengalami inflasi bulanan pada Juni 2026 yakni Kabupaten Tabanan dengan inflasi bulanan tertinggi sebesar 0,92% (mtm) atau 3,43% (yoy).

Selanjutnya, Kota Denpasar mengalami inflasi bulanan sebesar 0,75% (mtm) atau inflasi tahunan sebesar 3,46% (yoy), diikuti Kabupaten Badung dengan inflasi bulanan sebesar 0,69% (mtm) atau inflasi tahunan sebesar 2,80% (yoy), dan selanjutnya Kabupaten Buleleng yang juga mengalami inflasi bulanan sebesar 0,46% (mtm) atau inflasi tahunan sebesar 3,26% (yoy).

Kepala Kantor Perwakilan BI Bali Achris Sarwani melalui siaran pers mengatakan bahwa berdasarkan komoditas, secara bulanan inflasi pada Juni 2026 bersumber dari kenaikan harga bensin, bawang merah, bawang putih, wortel, dan buncis. Inflasi yang lebih tinggi tertahan oleh penurunan harga daging ayam ras, sawi hijau, cabai rawit, angkutan udara, dan telur ayam ras. “Bank Indonesia Provinsi Bali mengapresiasi dan mendukung berbagai langkah strategis TPID se-Bali, salah satunya melalui penguatan pemantauan harga dan intensifikasi operasi pasar sehingga capaian inflasi Provinsi Bali dapat terjaga pada rentang sasaran 2,5±1%,” ujarnya.

Baca Juga  BI Bali: Desember, Tekanan Inflasi di Provinsi Bali Perlu Diwaspadai

Ke depan, kata Achris Sarwani, beberapa risiko yang perlu diperhatikan antara lain tingginya permintaan barang dan jasa pada periode high season wisatawan nusantara (libur sekolah), ketidakpastian cuaca pada peralihan musim hujan ke kemarau disertai potensi El Nino moderat yang memengaruhi produksi pertanian, serta potensi peningkatan biaya angkutan barang di tingkat global yang memberikan tekanan terhadap harga barang impor.

Dalam memperkuat pengendalian inflasi ke depan, Bank Indonesia Provinsi Bali terus memperkuat sinergi dan inovasi bersama Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Bali dengan upaya TPID yang berfokus pada 4K, yaitu keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif. Adapun langkahlangkah implementasinya diantaranya melalui intensifikasi operasi pasar murah, pemantauan harga secara berkala, monitoring serta sidak distribusi LPG bersubsidi, fasilitasi distribusi pangan dan optimalisasi kerja sama antardaerah melalui Perumda Pangan, serta penguatan koordinasi dan penyebarluasan informasi kepada masyarakat. Melalui berbagai langkah tersebut, inflasi Bali pada tahun 2026 diprakirakan tetap terjaga dalam kisaran sasaran nasional sebesar 2,5%±1%. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

Keyakinan Konsumen Bali Tetap Terjaga pada Mei 2026

Published

on

By

ikk bali
Infografis indeks konsumen. (Foto: Hms BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Bali tetap berada di level optimis sebesar 121,9 (nilai indeks > 100). Meskipun mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya (124,09), IKK Bali masih lebih tinggi dibandingkan IKK nasional yang tercatat sebesar 120,9. Optimisme konsumen pada Mei 2026 didorong oleh peningkatan IKK pada masyarakat dengan kelompok pengeluaran Rp 6-7 juta sebesar 21% (mtm), Rp 5-6 juta sebesar 11% (mtm), Rp 2-3 juta sebesar 9% (mtm), dan Rp 3-4 juta sebesar 8% (mtm). Selain itu, optimisme juga tercermin pada pekerja di sektor informal (124,7) dan sektor formal (119,3), sebagaimana hasil Survei Konsumen Bank Indonesia.

Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Bali, Achris Sarwani melalui keterangan pers mengatakan bahwa perlambatan IKK dibandingkan bulan sebelumnya terutama dipengaruhi oleh penurunan Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dari 120,7 pada April 2026 menjadi 117,5 pada Mei 2026 atau menurun sebesar 2,7% (mtm).

Penurunan IKE bersumber dari seluruh komponen utama, yaitu konsumsi barang tahan lama saat ini dibandingkan 6 bulan yang lalu (105,0), ketersediaan lapangan kerja saat ini dibandingkan 6 bulan yang lalu (125,0), serta penghasilan saat ini dibandingkan 6 bulan yang lalu (122,5).

Sementara, kata Achris Sarwani, komponen kegiatan usaha saat ini dibandingkan 6 bulan yang lalu relatif stabil pada level 100,0. Di sisi lain, Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) turut mengalami penurunan menjadi 126,3 atau turun 0,9% (mtm) dibandingkan IEK April 2026. Penurunan terutama terjadi pada komponen prakiraan penghasilan (125,5) dan kegiatan usaha (127,5).

Sementara itu, ekspektasi terhadap ketersediaan lapangan kerja 6 bulan mendatang masih menunjukkan peningkatan sebesar 0,8% (mtm) atau menjadi 126,0. “Penurunan IKK pada periode awal hingga pertengahan Mei 2026 dipengaruhi oleh beberapa faktor eksternal dan domestik, antara lain meningkatnya kekhawatiran kenaikan harga pangan global dan perlambatan kunjungan wisatawan, akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah,“ ujar Achris Sarwani.

Baca Juga  Survei Konsumen April 2022: Optimisme Konsumen di Bali Meningkat

Selain itu, inflasi Provinsi Bali pada Mei 2026 tercatat sebesar 0,42% (mtm) dengan kontribusi terbesar berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau, khususnya komoditas seperti beras, cabai rawit, cabai merah yang memengaruhi persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini.

Sebagai respons, Bank Indonesia Provinsi Bali bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota se-Bali terus bersinergi dalam menjaga stabilitas harga melalui operasi pasar, pengawasan harga komoditas strategis, serta penguatan distribusi pangan. Selain itu, Bank Indonesia juga melakukan penyesuaian BI-Rate sebesar 5,50%, suku bunga Deposit Facility sebesar 4,50%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,25%. Kebijakan tersebut diharapkan mampu mendukung terwujudnya stabilitas harga (pro stability) untuk mendukung pertumbuhan ekonomi (pro growth). (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

Penjualan Eceran Bali Tetap Optimis di Tengah Dinamika Ekonomi Global

Published

on

By

penjualan riil bali
Infografis indeks penjualaan riil. (Foto: Hms BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Pada April 2026, Indeks Penjualan Riil (IPR) Provinsi Bali tetap kuat sebesar 125,3 dan masih berada di level optimis (>100). Kinerja tersebut meningkat sebesar 0,8% (mtm), terutama didorong oleh pertumbuhan penjualan pada kategori suku cadang dan aksesori sebesar 5,0% (mtm), bahan bakar kendaraan bermotor 2,2% (mtm), serta barang budaya dan rekreasi sebesar 1,8% (mtm). Peningkatan tersebut sejalan dengan menguatnya aktivitas mobilitas masyarakat pada periode libur panjang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Jumat Agung serta meningkatnya aktivitas ekonomi daerah seiring dengan rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) di Kabupaten Gianyar dan Klungkung. Momentum tersebut turut mendorong permintaan pada sejumlah kelompok barang, khususnya yang berkaitan dengan mobilitas, rekreasi, dan aktivitas konsumsi masyarakat.

Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Bali, Achris Sarwani melalui siaran pers mengatakan bahwa kinerja penjualan eceran pada Mei 2026 diprakirakan tetap kuat. IPR Mei 2026 diprakirakan sebesar 126,0, atau meningkat 0,6% (mtm) ditopang oleh peningkatan penjualan pada kategori sandang, barang lainnya, serta makanan, minuman, dan tembakau. Perkembangan tersebut sejalan dengan tetap kuatnya permintaan masyarakat di tengah periode HBKN Kenaikan Yesus Kristus, Iduladha, dan Waisak.

Dari sisi harga, lanjut Achris Sarwani bahwa ekspektasi harga umum tiga dan enam bulan yang akan datang, yaitu Juli 2026 dan Oktober 2026, diprakirakan meningkat. Hal ini tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Juli 2026 dan Oktober 2026 sebesar 200, meningkat signifikan dibandingkan IEH pada Juni 2026 dan September 2026 sebesar 192,0. “Peningkatan ekspektasi harga tersebut perlu terus dicermati ditengah tekanan inflasi tahunan yang masih terkendali,” ujar Achris Sarwani.

Baca Juga  Sinergi Pengendalian Inflasi Bali Jelang Akhir Tahun 2024

Pada Mei 2026, katanya, inflasi Bali tercatat sebesar 2,99% (yoy) dan tetap berada dalam rentang sasaran inflasi Indonesia sebesar 2,5±1%. Dari sisi pembiayaan, aktivitas perdagangan juga masih didukung oleh pertumbuhan kredit Lapangan Usaha (LU) Perdagangan berdasarkan data Laporan Bank Umum Terintegrasi (LBUT) yang hingga April 2026 tercatatat tumbuh sebesar 1,99% (yoy).

Optimisme penjualan ritel ke depan juga tercermin dari Indeks Ekspektasi Penjualan (IEP). IEP tiga bulan mendatang yaitu Juli 2026 sebesar 172,0, meningkat dari IEP Juni 2026 sebesar 170,0.

Sementara itu, sebut Achris Sarwani bahwa IEP enam bulan mendatang, yaitu Oktober 2026 tercatat sebesar 190,0, lebih tinggi dibandingkan IEP September 2026 sebesar 184,0. Kedua IEP berada di zona optimis (IEP > 100) yang menunjukkan keyakinan pelaku usaha terhadap prospek penjualan ritel Bali tetap terjaga.

Demi menjaga stabilitas ekonomi domestik, Bank Indonesia juga melakukan penyesuaian BI-Rate sebesar 5,50%, suku bunga Deposit Facility sebesar 4,50%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,25%. Kebijakan tersebut diharapkan mampu mendukung terwujudnya stabilitas harga (pro stability) untuk mendukung pertumbuhan ekonomi (pro growth).

Ke depan, Bank Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Provinsi Bali akan terus memperkuat implementasi strategi 4K (Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif) guna mencapa inflasi yang stabil dan terkendali dalam rentang sasaran, melindungi daya beli masyarakat, serta memastikan agar perekonomian Bali tetap tumbuh berkelanjutan. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca