Saturday, 13 April 2024
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

KESEHATAN

Bali Gelar Donor Plasma Darah Perdana, Terapi Plasma Darah Bantu Penyembuhan Pasien Covid Berat

BALIILU Tayang

:

de
PENDONOR PLASMA DARAH, Tenaga medis yang sembuh dari Covid-19 lakukan donor plasma darah didampingi Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya, Kamis (16/7).

Denpasar, baliilu.com – Untuk pertama kalinya Bali menggelar donor plasma darah yang nantinya akan digunakan untuk terapi bagi penyembuhan pasien Covid-19 yang saat ini masih berjuang untuk kesembuhan. Kegiatan yang dilaksanakan di Unit Transfusi Darah Provinsi Bali RSUP Sanglah, Kamis (16/7-2020) diikuti oleh seorang pasien sembuh Covid-19 yang terpanggil untuk menyumbangkan plasma darah untuk membantu kesembuhan pasien yang saat ini tengah dirawat. Pahlawan kemanusiaan itu adalah seorang tenaga medis, berjenis kelamin laki-laki berusia 34 tahun. Ia sempat dirawat karena terpapar Covid-19, telah dinyatakan sembuh dan memenuhi syarat untuk jadi pendonor.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Kadek Iwan Darmawan, MPH yang ditemui di sela-sela kegiatan menyampaikan hingga saat ini obat khusus untuk pasien Covid-19 dan juga vaksinnya belum ditemukan. Sejauh ini, ujar dr. Iwan, penanganan pasien Covid-19 menggunakan beberapa modalitas terapi, salah satunya dengan menggunakan plasma darah pasien sembuh Covid-19 yang dikenal dengan terapi plasma konvalescent (TPK).

Ia menyebut, dari penelitian di berbagai negara, TPK sangat membantu proses kesembuhan khususnya pasien Covid dengan kondisi berat dan kritis. Di Indonesia, beberapa rumah sakit sudah menerapkan terapi ini termasuk di Bali. Untuk di Bali, terapi TPK pertama kali dilaksanakan RSPTN Udayana dan hingga kini sudah ada 6 pasien yang ditangani dengan terapi plasma darah. Yang menggembirakan, salah seorang pasien dengan terapi plasma darah dinyatakan sembuh per 16 Juli 2020.

“Artinya hari ini ada dua momen spesial yaitu donor plasma darah perdana dan kesembuhan pertama pasien Covid-19 dengan terapi plasma darah,” ungkapnya.

Sayangnya, imbuh dr. Iwan, plasma darah untuk terapi yang diterapkan bagi 6 orang pasien di RS PTN Unud  masih didatangkan dari Jakarta. Padahal laboratorium dan UTD di Bali siap mengerjakan, namun terkendala kesediaan pasien sembuh untuk mendonorkan plasma darah mereka. Berbagai upaya dilakukan untuk mengedukasi pasien, baik yang dirawat di rumah sakit maupun di karantina agar setelah pulang dan 14 hari tanpa gejala bersedia mendonorkan darah. Akhirnya, setelah proses edukasi yang intens, ada satu pasien sembuh yang bersedia menjadi donor untuk terapi plasma ini. Dalam waktu dekat, direncanakan dua lagi pasien sembuh Covid-19 yang juga berprofesi sebagai tenaga medis yang juga bersedia mendonorkan plasma darah.

Baca Juga  Walikota Rai Mantra Dukung Penuh Lomba Layangan Virtual

Donor plasma darah perdana disaksikan langsung oleh Kadis Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya, MPPM, Dirut RSUP Sanglah Dr. dr. I Wayan Sudana, M.Kes., Dekan Fakultas Kedokteran Unud Prof. Dr.dr. Kt Suyasa,SpB, SpOT (K), ketua Perhimpunan RS se-Bali dr. AA Anom, MARS dan Direktur UTD Provinsi Bali dr. Patrajaya, M.Kes.

Kadiskes dr. Ketut Suarjaya mengapresiasi kesediaan pasien sembuh Covid-19 mendonorkan plasma darah mereka. Sebagai salah satu modalitas terapi yang diterapkan bagi upaya penyembuhan pasien Covid-19, kemandirian Bali dalam ketersediaan plasma darah sangat dibutuhkan. “Kita harus bisa mandiri mulai dari donor, proses pelaksanaan, penyimpanan, distribusi plasma dan penanganan di rumah sakit,” ujarnya. Untuk itu, pihaknya akan membentuk tim di provinsi dan koordinator di tiap kabupaten/kota untuk memberi informasi dan mengedukasi pasien Covid-19 agar yang memenuhi syarat tergugah untuk mendonorkan plasma darah mereka.

Sementara itu, Dekan FK Unud Prof. Suyasa menyampaikan TPK sangat urgen dan mendesak diterapkan di Bali karena belakangan mulai bermunculan kasus Covid-19 dengan gejala berat. Mendukung Dinkes Bali untuk mendapatkan donor, pihaknya gencar melakukan edukasi kepada anak didik FK Unud yang pernah terpapar Covid-19 dan memenuhi syarat donor agar mau menjadi pelopor dalam mendonorkan darah mereka.

Ia berharap, langkah ini dapat meyakinkan masyarakat bahwa pasien Covid-19 yang telah sembuh tidak masalah untuk mengikuti donor. “Dalam situasi sekarang ini, masyarakat perlu bukti bahwa yang menjadi donor plasma darah itu aman. Dari aspek medis, kami juga melakukan penelitian terkait terapi TPK ini,” imbuhnya.

Pada bagian lain, secara teknis, dr. Patrajaya selaku Direktur UTD PMI Bali menyatakan kesiapan menjadi bank darah plasma dan mendistribusikan ke seluruh rumah sakit yang membutuhkan di Bali. “Bahkan kalau kita punya lebih, kita bisa distribusikan ke luar Bali,” tandasnya sembari mengetuk hati pasien sembuh Covid-19 yang memenuhi syarat menjadi pendonor untuk menyumbangkan plasma darah mereka. Sumbangan darah mereka akan sangat membantu pasien kritis yang saat ini tengah berjuang untuk sembuh.

Baca Juga  Satpol PP Denpasar Tertibkan PKL yang Berjualan di Atas Trotoar

Untuk diketahui, pasien sembuh Covid-19 yang bisa menjadi pendonor adalah mereka yang sudah sembuh minimal 14 hari dan dalam kurun waktu itu tak lagi mengalami gejala (tanpa gejala), jenis kelamin laki-laki atau perempuan yang belum pernah hamil dan belum pernah transfusi. Pendonor berusia 17 sd 60 tahun dan terlebih dahulu akan melalui screening seperti proses donor darah biasa. Donor plasma darah dilaksanakan dalam waktu satu hari. (*/gs)

Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
nyepi dprd badung
Advertisements
dprd badung
Advertisements
iklan

KESEHATAN

Ny. Antari Jaya Negara Buka Pelatihan dan Sosialisasi PMT bagi Kader Posyandu di Sumerta Kauh

Published

on

By

stunting
BUKA PELATIHAN PMT: Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, saat membuka Pelatihan dan Sosialisasi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk seluruh kader Posyandu yang ada di Desa Sumerta Kauh, bertempat di SMKN 5 Denpasar, pada Jumat (29/3) sore. (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara,  membuka Pelatihan dan Sosialisasi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk seluruh kader Posyandu yang ada di Desa Sumerta Kauh, bertempat di SMKN 5 Denpasar, pada Jumat (29/3) sore.

Kegiatan ini sendiri bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat, serta mengevaluasi perkembangan kegiatan kader Posyandu di Desa Sumerta Kauh.

Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Antari Jaya Negara yang didampingi  Ketua GOW Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, memberikan apresiasi kepada Desa Sumerta Kauh, karena telah melaksanakan kegiatan pelatihan dan sosialiasi PMT kepada para kader PKK. Menurutnya dengan pelatihan dan sosialiasi ini diharapkan akan memberikan manfaat bagi para kader Posyandu.

“Melalui pelatihan ini kita harapkan kader Posyandu akan mendapatkan ilmu, terkait cara membuat dan memberikan PMT tepat kepada balita dan ibu hamil saat kegiatan posyandu nantinya,” ungkapnya.

Selain itu lanjut Ny. Antari Jaya Negara, para kader posyandu juga diharapkan akan mampu mengaplikasikan isi materi pelatihan dan sosialisasi ini. Juga, selalu memberikan dorongan kepada masyarakat terutama  ibu-ibu hamil untuk rutin memeriksa kehamilannya, agar anak terlahir sehat dan tercegah dari stunting.

Tak hanya bagi ibu hamil, kader posyandu juga dapat membagikan ilmu  kepada ibu yang memiliki balita, tentang bagiamana memberikan PMT yang sehat dan lengkap gizi kepada anak-anaknya.

“Pemenuhan gizi bagi anak-anak yang berada di fase emas adalah hal penting. Untuk itu, pengetahuan yang baik mengenai gizi juga harus dimiliki kader posyandu yang nantinya dapat dibagikan kepada orang tua balita,” tegas Ny. Antari Jaya Negara.

Baca Juga  Pulihkan Ekonomi Bali, Gubernur Koster Resmikan Tatanan Kehidupan Era Baru di Pantai Pandawa

Pada kesempatan yang sama, Perbekel Sumerta Kauh Wayan Sentana menyampaikan terima kasih atas kehadiran pucuk pimpinan TP PKK dan GOW Kota Denpasar.

Kehadiran keduanya, dinilainya akan memberikan dorongan semangat bagi seluruh peserta untuk mengoptimalkan peran mereka dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas bagi masyarakat Desa Sumerta Kauh.

“Kegiatan  ini merupakan program Desa Sumerta Kauh,  yang juga merupakan salah satu bagian dari kegiatan anggaran APBDes tahun 2024. Adapun narasumber yang dihadirkan adalah jajaran Puskesmas Denpasar Timur I. Selain itu, kegiatan ini adalah komitmen bersama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pelayanan kesehatan yang terpadu,” jelas Sentana.

Ia juga menambahkan, kegiatan yang diikuti 200 orang kader dari 6 banjar itu, juga ditujukan untuk semakin memantapkan pemahaman kader Posyandu soal pentingnya PMT bagi kesehatan anak-anak dan ibu hamil, sehingga dapat memberikan pelayanan yang lebih baik di tingkat desa.

“Kedepannya, usai mengikuti sosialisasi ini, para kader Posyandu akan memiliki tambahan ilmu, sehingga bisa memberikan asupan gizi yang baik dan seimbang pada saat kegiatan posyandu,” tutupnya. (eka/bi)

Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
nyepi dprd badung
Advertisements
dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Tingkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat, Pemkot Rutin Gelar Safari Kesehatan Sasar Banjar-banjar

Published

on

By

safari kesehatan pemkot denpasar
SAFARI KESEHATAN: Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara ikut cek kesehatan saat meninjau pelaksanaan Safari Kesehtaan yang digelar di Balai Banjar Tampakgangsul, Desa Dangin Puri Kauh, Rabu (27/3). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) bersinergi dengan Yayasan Kemanusian Bali serta pihak terkait lainnya kembali menggelar kegiatan Safari Kesehatan keliling. Pelaksanaan Safari Kesehatan kali ini ditinjau langsung Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara yang digelar di Balai Banjar Tampakgangsul, Desa Dangin Puri Kauh, Rabu (27/3).

Tidak sekadar meninjau, dalam Safari Kesehatan tersebut Walikota Jaya Negara juga ikut mengecek tensi dan gula darah. Pihaknya mengimbau agar masyarakat memanfaatkan Safari Kesehatan tersebut untuk mendukung terwujudnya kesehatan masyarakat Kota Denpasar yang berkelanjutan.

Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara di sela peninjauan mengatakan, Pemkot Denpasar terus berupaya mengoptimalkan serta meningkatkan kualitas dan derajat kesehatan masyarakat. Sehingga pelaksanaan Safari Kesehatan ini penting dilaksanakan guna menyasar masyarakat hingga lapisan terbawah serta memudahkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Lebih lanjut dijelaskan, selain menjadi sarana bagi masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan, Safari Kesehatan juga menjadi wadah edukasi untuk menjaga pola hidup sehat bagi masyarakat, yang mana Safari Kesehatan kali ini juga dirangkaikan dengan peringatan HUT ke-235 Kota Denpasar.

Menurut Jaya Negara, dalam Safari Kesehatan ini berbagai pelayanan kesehatan diberikan kepada masyarakat.  Mulai dari pengobatan penyakit menular hingga tidak menular sampai operasi mata katarak. Selain itu pelayanan kesehatan, masyarakat juga mendapat penyuluhan tentang kesehatan. Dengan demikian masyarakat secara tidak langsung bisa menjaga kesehatannya.

‘’Saya harapkan seluruh masyarakat memanfaatkan Safari Kesehatan ini sebagai upaya edukasi tentang pola hidup sehat. Untuk itu Pemkot Denpasar terus memprogramkan kegiatan ini secara rutin guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” kata Jaya Negara.

Sementara Kadis Kesehatan Kota Denpasar, dr. AA. Ayu Agung Candrawati menambahkan, Safari Kesehatan kali ini turut menghadirkan pemeriksaan mata secara umum, obat-obatan gratis, pemberian kacamata minus dan plus sesuai standar gratis serta pelayanan fisioterapi.

Baca Juga  Walikota Rai Mantra Dukung Penuh Lomba Layangan Virtual

Selain itu, lanjut Ayu Candrawati, Yayasan Kemanusian Bali memberikan pelayanan terkait dengan gangguan fisik seperti stroke, pasca-patah tulang, gangguan otot, kelainan postur tubuh, cerebral palsy dan gangguan tubuh kembang pada anak. Selain memberikan pelayanan kesehatan ia mengaku dalam Safari Kesehatan ini pihaknya juga memberikan sosialisasi tentang kesehatan kepada masyarakat.

“Harapan kami, dengan adanya berbagi pelayanan pada Safari Kesehatan itu masyarakat diharapkan bisa menjaga kesehatannya dan menjaga pola hidup dan pola makan,” ujarnya.

Salah satu warga Wayan Murdana (68 tahun) mengucapkan terima kasih kepada Pemkot Denpasar karena telah melaksanakan Safari Kesehatan ini. Hal ini terlebih kepada Bapak Walikota yang sudah peduli dengan kesehatan masyarakat terutama lansia seperti dirinya.

“Dengan Safari Kesehatan ini masyarakat bisa mengecek kesehatannya tanpa menunggu lama serta tidak perlu pergi ke rumah sakit. Saya harapkan kegiatan ini bisa dilaksanakan secara berkelanjutan,’’ harapnya. (eka/bi)

Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
nyepi dprd badung
Advertisements
dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Dukung Program Deligi, TP PKK Denpasar Jajaki Kerja Sama dengan Unmas Denpasar

Published

on

By

Program deligi
BERTEMU REKTOR: Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara saat bertemu Rektor Universitas  Mahasaraswati (Unmas), I Made Sukamerta, di Gedung Rektorat setempat, Selasa (26/3). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Tim Penggerak PKK Kota Denpasar siap menyukseskan Program Desa Peduli Gigi (Deligi) untuk menuju Indonesia bebas karies 2030. Guna mendukung program tersebut, diperlukan penjajakan kerja sama dan kolaborasi dengan institusi terkait, terutama yang berkecimpung di kesehatan gigi dan mulut.

Hal ini diungkapkan Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara saat bertemu Rektor Universitas Mahasaraswati (Unmas), I Made Sukamerta, di Gedung Rektorat setempat, Selasa (26/3).

Dalam pertemuan itu, Antari Jaya Negara yang juga didampingi Ketua GOW Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa mengemukakan, pihaknya berharap TP PKK Kota Denpasar dapat menjalin kerja sama dengan pihak Unmas Denpasar, melalui Fakultas Kedokteran Gigi.

“TP PKK Kota Denpasar siap untuk menyukseskan Program Deligi yang dicanangkan Ibu Pj. Ketua TP PKK Provinsi Bali untuk menuju Indonesia bebas karies. Untuk itu, kami berharap dapat bekerjasama dengan Unmas Denpasar, sebagai salah satu institusi yang telah memiliki pengalaman di bidang kesehatan gigi dan mulut dan telah terakreditasi dengan baik,” tuturnya.

Selebihnya, Antari Jaya Negara juga mengemukakan, program pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut ini rencananya akan dimasukkan sebagai salah satu program yang ada pada saat penyelenggaraan Posyandu Paripurna yang digelar TP PKK Kota Denpasar.

Menanggapi hal ini, Rektor Unmas Denpasar, I Made Sukamerta menyambut baik rencana kerja sama dan kolaborasi dengan TP PKK Denpasar tersebut. Hal ini menurutnya sejalan dengan salah satu poin Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pengabdian di masyarakat.

“Unmas Denpasar akan memberikan dukungan kepada masyarakat Kota Denpasar sebagai wujud dari salah satu poin Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pengabdian di masyarakat, melalui program pemeriksaan gigi dan mulut ini,” ujarnya.

Baca Juga  Ketua Yayasan Dwijendra Ketut Wirawan: Pandemi Covid Pacu Lakukan Inovasi

Made Sukamerta juga menekankan, bentuk pengabdian masyarakat yang dimaksud adalah dengan mengirimkan SDM, baik mahasiswa yang pada tingkat akhir maupun jajaran pada Fakultas Kedokteran Gigi.

“Kami siap berkontribusi bagi masyarakat Kota Denpasar, salah satunya di bidang kesehatan masyarakat,” imbuh Made Sukamerta. (eka/bi)

Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
nyepi dprd badung
Advertisements
dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca