Monday, 5 December 2022
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

EKONOMI & BISNIS

Bali Jagadhita Culture Week III 2022, Dukungan Bank Indonesia dalam Pengembangan UMKM Bali

BALIILU Tayang

:

bi
Foto bersama Ketua Dekranasda Bali Ny. Putri Koster bersama Kepala Perwakilan BI Bali Trisno Nugroho, Deputi BI Bali, anggota DPR RI saat penyelengggaraan Bali Jagadhita Culture Week III 2022. (Foto: ist)

Badung, baliilu.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali menyelenggarakan Bali Jagadhita Culture Week III tahun 2022 yang merupakan event tahunan dan telah dilaksanakan sejak tahun 2020. Bali Jagadhita Culture Week III mengusung tema “Sinergi dan Bangkit Bersama UMKM Bali: Go Digital Go Global”.

Kegiatan ini diselenggarakan secara hybrid yang dipusatkan di Discovery Shopping Mall, Kuta, Bali pada tanggal 4 – 6 November 2022 dengan peserta pameran terdiri dari 35 UMKM Bali binaan Bank Indonesia dan Pemerintah Provinsi Bali, 4 UMKM binaan Bank Indonesia Provinsi NTB dan NTT, 7 perbankan, 3 Perumda (Perumda Swatantra, Perumda Arga Nayotama dan Perumda Dharma Santika), serta 11 UMKM tenant makanan. Rangkaian kegiatan selama 3 hari, meliputi pameran UMKM, operasi pasar, business matching, talkshow, workshop cupping coffee, fashion show hasil kolaborasi dan karya dari UMKM binaan dan mitra di Balinusra serta aneka lomba dan hiburan untuk lebih memeriahkan acara.

Pembukaan Bali Jagadhita Culture Week III yang dilaksanakan secara hybrid pada tanggal 4 November 2022, dibuka oleh Wakil Gubernur Bali dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali serta oleh Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kemenkomarves yang hadir secara daring. Turut hadir dalam acara pembukaan Pimpinan Perbankan Bali, serta OPD terkait.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho menyampaikan Bali Jagadhita Culture Week III merupakan mini dari Karya Kreatif Indonesia (KKI). Bali Jagadhita bertujuan untuk meningkatkan kapasitas UMKM, memperluas akses UMKM ke pasar domestik dan global, meningkatkan pemanfaatan digitalisasi, serta memfasilitasi pembiayaan UMKM oleh lembaga formal. Trisno menambahkan bahwa upaya mendorong UMKM menembus pasar global dilakukan dengan menghubungkan UMKM dengan aggregator ekspor serta mendukung pelaksanaan pameran baik di dalam maupun di luar negeri. Lebih lanjut, Trisno menyampaikan momentum pemulihan ekonomi Bali dimulai dari dibukanya kembali akses pariwisata internasional sejak bulan Februari silam. Pemulihan ekonomi harus dapat dimanfaatkan untuk mendukung arah ekonomi kerthi Bali. Untuk itu, peranan UMKM sangat diperlukan karena memiliki serapan tenaga kerja mencapai hampir 97%.

Baca Juga  Keluarga Besar Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Mengucapkan Rahajeng Nyanggra Rahina Galungan & Kuningan

Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kemenkomarves Republik Indonesia, Odo R.M. Manuhutu menuturkan bahwa event Bali Jagadhita Culture Week III merupakan salah satu upaya mempercepat proses pemulihan ekonomi Bali. Event ini diharapkan mampu mendorong lebih banyak masyarakat untuk membeli produk dalam negeri. Ke depan, sejalan dengan tema go digital, Odo berharap akan muncul unicorn dan decacorn dari Bali sebagai wujud adaptasi teknologi dari masyarakat Bali.

Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati menyambut baik penyelenggaraan Bali Jagadhita Culture Week III. Tjok Oka menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk mendorong percepatan pelaku usaha mikro di Bali. UMKM memiliki kontribusi yang besar terhadap penyerapan tenaga kerja, dan pemulihan ekonomi. Pemerintah juga telah memberikan privilege terkait dengan pemberian alokasi belanja kementerian dan lembaga BUMN sebesar 30%. Kerja sama berbagai pihak diperlukan untuk mendorong percepatan pemulihan perekonomian Bali.

Acara puncak sekaligus penutupan Bali Jagadhita Culture Week III pada 6 November 2022 dihadiri secara luring oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia, Bupati Jembrana, Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, perwakilan OJK Regional 8, pimpinan perbankan, serta pimpinan OPD terkait. Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Menteri pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Gubernur Bali serta Anggota Komisi XI DPR RI turut hadir secara daring.

Anggota Komisi XI DPR RI, I Gusti Agung Rai Wirajaya menyampaikan bahwa Bali perlu bertransformasi menuju sektor ekonomi potensial selain pariwisata. Hal ini diharapkan mampu menyeimbangkan struktur dan fundamental perekonomian di Bali antara sektor pariwisata, pertanian dan industri. Agung Rai menyebutkan bahwa peran UMKM dalam perekonomian Indonesia sangat krusial sebagai tulang punggung ekonomi tanah air. Kegiatan Bali Jagadhita Culture Week III membuktikan bahwa keanekaragaman potensi ekonomi dapat mendorong perekonomian Bali, yang tidak hanya diminati oleh konsumen dalam negeri tetapi menembus pasar luar negeri.

Baca Juga  Bank Indonesia Fasilitasi Kerjasama Marriott International di Indonesia dengan Pelaku Usaha Bali

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Teten Masduki mengapresiasi kegiatan Bali Jagadhita Culture Week III. Teten menyampaikan tema kegiatan ini selaras dengan upaya untuk mendorong produk unggulan  UMKM Bali agar mampu menembus pasar ekspor, yang didukung oleh peningkatan kualitas SDM, perluasan akses pasar, fasilitasi pembiayaan serta digitalisasi. Perkembangan pesat digitalisasi juga diikuti dengan pesatnya transaksi digital pada ecommerce. Hal ini tentu merupakan potensi emas yang harus dimanfaatkan oleh UMKM. Lebih lanjut, Teten menyebutkan pentingnya sinergi untuk mempersiapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) bagi produk UMKM yang berbasis kreativitas dan teknologi. Menteri Teten juga berharap dari kegiatan Bali Jaditha lahir berbagai inovasi untuk mendorong UMKM tanah air terus tumbuh.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno mengapresiasi penyelenggaraan Bali Jagadhita Culture Week III. Sandiaga menyampaikan bahwa Kemenparekraf secara aktif meningkatkan kapasitas UMKM terkait fasilitas akses pembiayaan melalui pasar modal. Sandiaga mengajak seluruh pihak untuk menyatukan visi dan misi, terus melakukan inovasi, beradaptasi dengan perubahan, dan berkolaborasi dalam mendorong kebangkitan ekonomi yang mampu menciptakan lapangan kerja dan peluang usaha.

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Dody Budi Waluyo menyampaikan bahwa tema Bali Jagadhita Culture Week tahun 2022 sejalan dengan visi Bank Indonesia untuk terus mendukung UMKM secara nasional, sekaligus berpartisipasi dalam Gerakan Bangga Buatan Indonesia (BBI) dan Gerakan Bangga Berwisata #DiIndonesiaAja (BBWI). Bank Indonesia memiliki komitmen yang kuat dalam pengembangan UMKM bersama lembaga terkait. Peran serta UMKM yang didukung keterlibatan seluruh stakeholders akan memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional. Pada puncak Acara Bali Jagadhita Culture Week III, Dody juga meresmikan pelepasan ekspor UMKM Binaan dan Mitra Kantor Perwakilan BI Prov. Bali tahun 2022 dengan total nominal Rp 5,3 miliar.

Baca Juga  Percepat Akselerasi Ekosistem Digital, Bank Indonesia Adakan ‘’Bali Digital Talk’’

Gubernur Bali Wayan Koster mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan Bali Jagadhita Culture Week III dan merupakan salah satu upaya untuk mempercepat pemulihan ekonomi di Bali. Koster berharap momen ini dapat dimanfaatkan dengan baik guna menyeimbangkan struktur perekonomian Bali yang menjadi tujuan dari transformasi ekonomi Bali. Lebih lanjut, Koster menjelaskan bahwa salah satu unsur penting dalam pemulihan ekonomi adalah melalui pengembangan UMKM yang merupakan tugas dari berbagai instansi. Koster juga berharap sinergi dalam pengembangan UMKM terus didukung oleh seluruh stakeholder menuju Bali hijau.

Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster pada sambutannya dalam pembukaan lomba merangkai Bunga Kasna menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan ini. Putri Koster berharap kegiatan yang mendorong pemberdayaan ekonomi lokal harus terus dilanjutkan, utamanya petani Bunga Kasna di Desa Temukus. Lebih lanjut, Putri Koster mengimbau agar bunga kasna tidak hanya menjadi ikon, tetapi juga dapat mensejahterakan  petani Bunga Kasna. (gs/bi)

Advertisements
iklan pemprov

sumpah pemuda pemkot
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
ucapan hut mangupura
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKONOMI & BISNIS

BPR Kanti Raih LPS Banking Award 2022

Konsisten Lakukan Sosialisasi Terkait Program, Fungsi dan Peran LPS kepada Masyarakat

Published

on

By

kanti
Direktur Utama BPR Kanti Made Arya Amitaba saat menerima penghargaan pada Malam Anugerah LPS Banking Award 2022, di Grand Ballroom Hotel Kempinski, Grand Indonesia Jakarta, pada Selasa (29/11/2022) yang lalu. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – BPR Kanti berhasil meraih penghargaan LPS Banking Award 2022 karena dinilai proaktif menyampaikan informasi kepada masyarakat akan program, fungsi dan peran Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

LPS Banking Award 2022 disematkan kepada BPR Kanti untuk kategori bank terbaik dalam menyampaikan informasi mengenai program penjaminan simpanan kelompok Bank Perkreditan Rakyat.

Penghargaan diterima langsung Direktur Utama BPR Kanti Made Arya Amitaba dalam acara Malam Anugerah LPS Banking Award 2022, di Grand Ballroom Hotel Kempinski, Grand Indonesia Jakarta, pada Selasa (29/11/2022) yang lalu.

Dirut BPR Kanti Made Arya Amitaba menyampaikan rasa terima kasih kepada LPS dan apresiasi untuk seluruh pegawai BPR Kanti yang secara konsisten terus melakukan sosialisasi terkait LPS kepada masyarakat.

kanti
Direktur Utama BPR Kanti Made Arya Amitaba saat media gathering, Senin (5/12/2022) di Renon Denpasar. (Foto: gs)

“Dalam setiap kesempatan BPR Kanti selalu memberikan pemahaman tentang program, fungsi dan peran LPS. BPR Kanti juga mengedukasi masyarakat agar tidak perlu takut dan ragu ketika berniat menyimpan atau menabungkan uangnya di bank karena dijamin oleh LPS. Juga memberikan pemahaman agar masyarakat tak terjebak bunga tinggi. Bahwa apa pun usahanya tidak bisa dilakukan dengan secepat kilat untuk mendapatkan hasil yang setinggi-tingginya. Namun segala usaha dilakukan seoptimal mungkin, tanpa diiming imingi suku bunga yang tinggi,” ujar Made Arya Amitaba saat menggelar media gathering, Senin, 5 Desember 2022 di sebuah rumah makan di Renon Denpasar.

Lebih lanjut dikatakannya, BPR Kanti memberikan literasi, edukasi kepada masyarakat untuk memberikan suatu jaminan, keyakinan masyarakat terakit menjaga kesinambungan pergerakan ekonomi yang ada di masyarakat. Ketika suku bunga yang dijamin di atas penjaminan dan ketika di tempat itu ada satu masalah maka akan mengganggu sistem pergerakan ekonomi yang ada di daerah.

Baca Juga  Percepat Akselerasi Ekosistem Digital, Bank Indonesia Adakan ‘’Bali Digital Talk’’

Ke depan BPR Kanti tetap konsisten dalam sosialisasi terkait LPS sehingga makin banyak masyarakat yang teredukasi untuk tidak ragu lagi menyimpan uangnya di Bank.

Terkait wacana krisis di tahun 2023, Arya Amitaba menegaskan, hal itu tentu sebagai warning bagi kita semua. Namun kondisi dan wacana seperti itu harus dimaknai secara positif. Jika dipahami sebagai satu krisis tentu tak bisa melakukan hal-hal yang normal. Namun ketika terjadi krisis maka mau tidak mau mesti melipatgandakan kinerja untuk memberikan yang terbaik.

Sementara itu, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), untuk pertama kalinya menggelar LPS Banking Award 2022 sebagai bentuk apresiasi kepada industri perbankan yang turut mendukung, dan berperan aktif dalam memajukan industri keuangan untuk mendorong perekonomian nasional.

Ketua Dewan Komisioner LPS saat penyerahan penghargaan mengatakan bahwa kondisi perbankan yang sangat baik ini tidak terlepas dari peran serta para pelaku industri perbankan yang menjalankan bisnis dengan baik dan prudent. ‘‘Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada industri perbankan,” ujarnya.

kanti
Direktur Utama BPR Kanti Made Arya Amitaba foto bersama dalam acara Malam Anugerah LPS Banking Award 2022, di Grand Ballroom Hotel Kempinski, Grand Indonesia Jakarta, pada Selasa (29/11/2022) yang lalu. (Foto: ist)

Ada 5 kategori LPS Banking Award 2022 yakni : 1) Bank Teraktif Dalam Kegiatan CSR; 2). Bank Teraktif dalam Meningkatkan Literasi Keuangan Masyarakat; 3). Bank Teraktif dalam Praktik Green Banking; 40. Bank Terbaik dalam Kepatuhan Pelaporan SCV (Single Customer View); dan 5). Bank Terbaik dalam Menyampaikan Informasi Mengenai Program Penjaminan Simpanan.

LPS Banking Award 2022 ini turut dihadiri oleh Anggota Dewan Komisioner merangkap Kepala Eksekutif LPS, Lana Soelistianingsih, Anggota Dewan Komisioner LPS, Didik Madiyono, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, dan para Direktur Bank Umum dan Bank Perkreditan Rakyat serta asosiasi perbankan.

Direktur Eksekutif Surveilans, Pemeriksaan dan Statistik LPS Priyanto Budi Nugroho mengatakan LPS Banking Award 2022 telah dimulai sejak tahap pengumpulan data pada Oktober 2022. Adapun tahap penjurian ini antara lain penjurian kategori, Bank Teraktif Dalam CSR, Bank Teraktif Dalam Literasi Keuangan masyarakat dan Bank Teraktif dalam praktik Green Banking. Kemudian, dua kategori lainnya ditentukan oleh Bank Terbaik Dalam Kepatuhan SCV dan Bank Teraktif Dalam Inisiatif Sosialisasi LPS.

Baca Juga  Inflasi Bali Mei 2022 Terkendali, namun Lebih Tinggi dari Nasional

Berikut ini Dewan Juri LPS Banking Award 2022 terdiri dari, Direktur Eksekutif Surveilans, Pemeriksaan dan Statistik (LPS) Priyanto Budi Nugroho, Direktur Utama Infobank Eko B. Supriyanto, Ketua Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) Sutan Emir Hidayat, Ketua Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) Joko Suyanto, Sekjen Perhimpunan Bank Umum Nasional (Perbanas) Anika Faisal dan Akademisi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) Telisa Aulia Felanti. (gs/bi)

Advertisements
iklan pemprov

sumpah pemuda pemkot
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
ucapan hut mangupura
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

BI Bali: Desember, Tekanan Inflasi di Provinsi Bali Perlu Diwaspadai

Published

on

By

trisno
KPw Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho. (Foto: gs)

Denpasar, baliilu.com – Berdasarkan rilis BPS Provinsi Bali pada November 2022, Provinsi Bali mengalami inflasi sebesar 0,28% (mtm) atau 6,62% (yoy). Meski lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional (0,09% mtm), namun lebih rendah dibandingkan November 2021 sebesar 0,63% (mtm). Hal tersebut utamanya disebabkan oleh harga cabai rawit dan cabai merah yang masih mengalami penurunan pada November 2022. ‘’Penurunan ini seiring dengan upaya pemerintah dalam mengendalikan harga pangan, seperti intensitas operasi pasar yang sangat masif,’’ ungkap KPw Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho dalam siaran pers, Sabtu, 3 Desember 2022.

Secara disagregasi, lanjut Trisno Nugroho, kelompok volatile food mengalami inflasi sebesar 0,26% (mtm), setelah pada bulan Agustus – Oktober 2022 berturut-turut mengalami deflasi. Inflasi volatile food terutama didorong oleh kenaikan harga bawang merah, sawi hijau, tomat, dan sawi putih seiring dengan tingginya curah hujan yang berpengaruh terhadap penurunan produksi. Namun demikian, laju inflasi kelompok volatile food tertahan oleh penurunan harga cabai rawit dan cabai merah akibat pasokan yang masih tinggi.

Inflasi core inflation meningkat dari 0,24% (mtm) pada bulan sebelumnya menjadi 0,42% (mtm). Meningkatnya core inflation terutama disebabkan oleh kenaikan harga canang sari seiring  dengan peningkatan permintaan untuk upacara keagamaan di tengah penurunan produksi bunga pada musim hujan. Selain itu, harga emas perhiasan juga meningkat akibat kenaikan harga emas  global dan pelemahan nilai tukar Rupiah.

Sementara itu, kelompok administered prices (AP) mengalami deflasi sebesar -0,22% (mtm), lebih rendah jika dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 0,60% (mtm). Deflasi disebabkan oleh penurunan tarif angkutan udara didorong oleh masa liburan low season, penurunan tarif kendaraan roda 4 online, dan normalisasi tarif transportasi pascakenaikan harga bahan BBM.

Baca Juga  BI Bali Perkuat Kompetensi Mahasiswa Komunitas Genbi di Bidang Kebanksentralan

Trisno Nugroho mengungkapkan, pada Desember 2022, sesuai dengan pola historisnya, tekanan inflasi di Provinsi Bali perlu diwaspadai. Terjadinya peningkatan jumlah wisatawan yang berlibur pada akhir tahun, peningkatan intensitas upacara keagamaan turut mempengaruhi inflasi bulan Desember. ‘’Demikian pula penurunan produksi padi dan komoditas hortikultura (bawang merah, cabai, tomat) seiring dengan berakhirnya musim panen, serta kenaikan harga pupuk nonsubsidi mempengaruhi inflasi Volatile  Food,’’ ujar Trisno.

Trisno Nugroho menyampaikan, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi dan Kabupaten/Kota di Bali senantiasa melakukan koordinasi dalam rangka pemantauan harga dan ketersediaan pasokan. Di samping itu, penyelenggaraan operasi pasar yang lebih intensif juga akan terus dilakukan. Peningkatan Kerja sama Antar-Daerah (KAD) terus diperluas untuk memenuhi kebutuhan pasokan pangan. Lebih lanjut, peningkatan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) untuk komoditas beras, serta pemanfaatan anggaran dari Biaya Tak Terduga (BTT) APBD untuk program pengendalian inflasi di Provinsi Bali juga akan dilanjutkan. (gs/bi)

Advertisements
iklan pemprov

sumpah pemuda pemkot
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
ucapan hut mangupura
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

Untuk Capai Kemakmuran Rakyat yang Adil dan Merata, Pemerintah Berkomitmen Tingkatkan Kualitas Belanja Negara

Published

on

By

presiden
Presiden Joko Widodo didampingi Menkeu Sri Mulyani saat menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Daftar Alokasi Transfer ke Daerah di Jakarta, Kamis (1/12). (Foto: ist)

Jakarta, baliilu.com – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas belanja negara baik di pusat maupun di daerah. Menurutnya, tata kelola belanja negara yang baik akan mendukung tercapainya target pembangunan dan kemakmuran rakyat secara adil dan merata.

“Sinergi belanja antara pusat dan daerah menjadi sangat penting. Ini akan terus kami dukung dengan sistem penganggaran yang terintegrasi untuk mempercepat dan menyamakan langkah seluruh pemangku kepentingan di dalam rangka mencapai sasaran pembangunan nasional, serta menghindarkan terjadinya tumpang tindih dan duplikasi program,” ujar Menkeu pada acara penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Daftar Alokasi Transfer ke Daerah di Jakarta, Kamis (1/12).

Pada kesempatan itu, Menkeu menerangkan bahwa APBN 2023 dirancang dengan defisit 2,84 persen dari PDB yang mencerminkan langkah penyehatan keuangan negara dan konsolidasi fiskal yang kredibel, hati-hati dan tepat waktu. Selain itu, juga terdapat utang Indonesia yang masih tercatat aman namun tetap harus dikelola secara prudent, teliti dan kompeten.

“Kenaikan suku bunga global dan guncangan finansial global serta volatilitas nilai tukar dan arus modal keluar harus kita sikapi. Kita meningkatkan ketahanan dan keamanan pembiayaan APBN. Defisit APBN sebesar Rp 598,2 triliun menurun secara konsisten dan kita akan eksekusi secara hati-hati dengan mengandalkan cash buffer yang dilakukan mulai sejak saat ini, yaitu tahun 2022,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Keuangan juga mengumumkan penyerahan DIPA kepada 14 Kementerian/Lembaga secara simbolis dari Bapak Presiden.

“Mereka adalah kementerian dan lembaga yang memperoleh opini BPK dengan status WTP dalam 3 tahun terakhir, 2019 hingga 2021. Mereka juga merepresentasikan bidang prioritas nasional tahun 2023. Dan kementerian lembaga yang akan menerima secara simbolis adalah yang memiliki nilai kinerja penganggaran yang tinggi,” ungkapnya.

Menkeu menyebut, ke-14 kementerian dan lembaga tersebut adalah Kementerian Kesehatan, Kementerian Pertanian, Kementerian Pendidikan Kebudayaan dan Ristek, Kementerian Agama, Kementerian Pertahanan, Kepolisian Negara Republik Indonesia, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Dalam Negeri, Komisi Pemberantasan Korupsi, Badan pengawas Keuangan dan Pembangunan, serta Lembaga administrasi negara.

“Kami mengharapkan agar DIPA Kementerian/Lembaga dan daftar alokasi TKDD di tahun 2023 dapat ditindaklanjuti, sehingga APBN 2023 dapat dilakukan di awal tahun dan masyarakat serta perekonomian dapat merasakan manfaat secara langsung dan maksimal,” tutupnya. (gs/HmMenkeu)

Baca Juga  BI Bali Perkuat Kompetensi Mahasiswa Komunitas Genbi di Bidang Kebanksentralan

Advertisements
iklan pemprov

sumpah pemuda pemkot
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
ucapan hut mangupura
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca