Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

EKONOMI & BISNIS

Bali Jagadhita Culture Week III 2022, Dukungan Bank Indonesia dalam Pengembangan UMKM Bali

BALIILU Tayang

:

bi
Foto bersama Ketua Dekranasda Bali Ny. Putri Koster bersama Kepala Perwakilan BI Bali Trisno Nugroho, Deputi BI Bali, anggota DPR RI saat penyelengggaraan Bali Jagadhita Culture Week III 2022. (Foto: ist)

Badung, baliilu.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali menyelenggarakan Bali Jagadhita Culture Week III tahun 2022 yang merupakan event tahunan dan telah dilaksanakan sejak tahun 2020. Bali Jagadhita Culture Week III mengusung tema “Sinergi dan Bangkit Bersama UMKM Bali: Go Digital Go Global”.

Kegiatan ini diselenggarakan secara hybrid yang dipusatkan di Discovery Shopping Mall, Kuta, Bali pada tanggal 4 – 6 November 2022 dengan peserta pameran terdiri dari 35 UMKM Bali binaan Bank Indonesia dan Pemerintah Provinsi Bali, 4 UMKM binaan Bank Indonesia Provinsi NTB dan NTT, 7 perbankan, 3 Perumda (Perumda Swatantra, Perumda Arga Nayotama dan Perumda Dharma Santika), serta 11 UMKM tenant makanan. Rangkaian kegiatan selama 3 hari, meliputi pameran UMKM, operasi pasar, business matching, talkshow, workshop cupping coffee, fashion show hasil kolaborasi dan karya dari UMKM binaan dan mitra di Balinusra serta aneka lomba dan hiburan untuk lebih memeriahkan acara.

Pembukaan Bali Jagadhita Culture Week III yang dilaksanakan secara hybrid pada tanggal 4 November 2022, dibuka oleh Wakil Gubernur Bali dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali serta oleh Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kemenkomarves yang hadir secara daring. Turut hadir dalam acara pembukaan Pimpinan Perbankan Bali, serta OPD terkait.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho menyampaikan Bali Jagadhita Culture Week III merupakan mini dari Karya Kreatif Indonesia (KKI). Bali Jagadhita bertujuan untuk meningkatkan kapasitas UMKM, memperluas akses UMKM ke pasar domestik dan global, meningkatkan pemanfaatan digitalisasi, serta memfasilitasi pembiayaan UMKM oleh lembaga formal. Trisno menambahkan bahwa upaya mendorong UMKM menembus pasar global dilakukan dengan menghubungkan UMKM dengan aggregator ekspor serta mendukung pelaksanaan pameran baik di dalam maupun di luar negeri. Lebih lanjut, Trisno menyampaikan momentum pemulihan ekonomi Bali dimulai dari dibukanya kembali akses pariwisata internasional sejak bulan Februari silam. Pemulihan ekonomi harus dapat dimanfaatkan untuk mendukung arah ekonomi kerthi Bali. Untuk itu, peranan UMKM sangat diperlukan karena memiliki serapan tenaga kerja mencapai hampir 97%.

Baca Juga  Dalam Rangka Nataru, BI Bali Sesuaikan Kegiatan Operasional

Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kemenkomarves Republik Indonesia, Odo R.M. Manuhutu menuturkan bahwa event Bali Jagadhita Culture Week III merupakan salah satu upaya mempercepat proses pemulihan ekonomi Bali. Event ini diharapkan mampu mendorong lebih banyak masyarakat untuk membeli produk dalam negeri. Ke depan, sejalan dengan tema go digital, Odo berharap akan muncul unicorn dan decacorn dari Bali sebagai wujud adaptasi teknologi dari masyarakat Bali.

Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati menyambut baik penyelenggaraan Bali Jagadhita Culture Week III. Tjok Oka menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk mendorong percepatan pelaku usaha mikro di Bali. UMKM memiliki kontribusi yang besar terhadap penyerapan tenaga kerja, dan pemulihan ekonomi. Pemerintah juga telah memberikan privilege terkait dengan pemberian alokasi belanja kementerian dan lembaga BUMN sebesar 30%. Kerja sama berbagai pihak diperlukan untuk mendorong percepatan pemulihan perekonomian Bali.

Acara puncak sekaligus penutupan Bali Jagadhita Culture Week III pada 6 November 2022 dihadiri secara luring oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia, Bupati Jembrana, Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, perwakilan OJK Regional 8, pimpinan perbankan, serta pimpinan OPD terkait. Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Menteri pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Gubernur Bali serta Anggota Komisi XI DPR RI turut hadir secara daring.

Anggota Komisi XI DPR RI, I Gusti Agung Rai Wirajaya menyampaikan bahwa Bali perlu bertransformasi menuju sektor ekonomi potensial selain pariwisata. Hal ini diharapkan mampu menyeimbangkan struktur dan fundamental perekonomian di Bali antara sektor pariwisata, pertanian dan industri. Agung Rai menyebutkan bahwa peran UMKM dalam perekonomian Indonesia sangat krusial sebagai tulang punggung ekonomi tanah air. Kegiatan Bali Jagadhita Culture Week III membuktikan bahwa keanekaragaman potensi ekonomi dapat mendorong perekonomian Bali, yang tidak hanya diminati oleh konsumen dalam negeri tetapi menembus pasar luar negeri.

Baca Juga  <strong>Vaksinasi Booster Ke-2 di Bank Indonesia Menuju Bali Sejahtera</strong>

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Teten Masduki mengapresiasi kegiatan Bali Jagadhita Culture Week III. Teten menyampaikan tema kegiatan ini selaras dengan upaya untuk mendorong produk unggulan  UMKM Bali agar mampu menembus pasar ekspor, yang didukung oleh peningkatan kualitas SDM, perluasan akses pasar, fasilitasi pembiayaan serta digitalisasi. Perkembangan pesat digitalisasi juga diikuti dengan pesatnya transaksi digital pada ecommerce. Hal ini tentu merupakan potensi emas yang harus dimanfaatkan oleh UMKM. Lebih lanjut, Teten menyebutkan pentingnya sinergi untuk mempersiapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) bagi produk UMKM yang berbasis kreativitas dan teknologi. Menteri Teten juga berharap dari kegiatan Bali Jaditha lahir berbagai inovasi untuk mendorong UMKM tanah air terus tumbuh.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno mengapresiasi penyelenggaraan Bali Jagadhita Culture Week III. Sandiaga menyampaikan bahwa Kemenparekraf secara aktif meningkatkan kapasitas UMKM terkait fasilitas akses pembiayaan melalui pasar modal. Sandiaga mengajak seluruh pihak untuk menyatukan visi dan misi, terus melakukan inovasi, beradaptasi dengan perubahan, dan berkolaborasi dalam mendorong kebangkitan ekonomi yang mampu menciptakan lapangan kerja dan peluang usaha.

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Dody Budi Waluyo menyampaikan bahwa tema Bali Jagadhita Culture Week tahun 2022 sejalan dengan visi Bank Indonesia untuk terus mendukung UMKM secara nasional, sekaligus berpartisipasi dalam Gerakan Bangga Buatan Indonesia (BBI) dan Gerakan Bangga Berwisata #DiIndonesiaAja (BBWI). Bank Indonesia memiliki komitmen yang kuat dalam pengembangan UMKM bersama lembaga terkait. Peran serta UMKM yang didukung keterlibatan seluruh stakeholders akan memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional. Pada puncak Acara Bali Jagadhita Culture Week III, Dody juga meresmikan pelepasan ekspor UMKM Binaan dan Mitra Kantor Perwakilan BI Prov. Bali tahun 2022 dengan total nominal Rp 5,3 miliar.

Baca Juga  Wagub Cok Ace Hadiri Peresmian Digitalisasi Pembayaran 4 Mall S.I.A.P QRIS dan Layanan KUPVA BB

Gubernur Bali Wayan Koster mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan Bali Jagadhita Culture Week III dan merupakan salah satu upaya untuk mempercepat pemulihan ekonomi di Bali. Koster berharap momen ini dapat dimanfaatkan dengan baik guna menyeimbangkan struktur perekonomian Bali yang menjadi tujuan dari transformasi ekonomi Bali. Lebih lanjut, Koster menjelaskan bahwa salah satu unsur penting dalam pemulihan ekonomi adalah melalui pengembangan UMKM yang merupakan tugas dari berbagai instansi. Koster juga berharap sinergi dalam pengembangan UMKM terus didukung oleh seluruh stakeholder menuju Bali hijau.

Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster pada sambutannya dalam pembukaan lomba merangkai Bunga Kasna menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan ini. Putri Koster berharap kegiatan yang mendorong pemberdayaan ekonomi lokal harus terus dilanjutkan, utamanya petani Bunga Kasna di Desa Temukus. Lebih lanjut, Putri Koster mengimbau agar bunga kasna tidak hanya menjadi ikon, tetapi juga dapat mensejahterakan  petani Bunga Kasna. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

EKONOMI & BISNIS

Optimisme Konsumen Bali Tetap Kuat di Tengah Normalisasi Aktivitas Ekonomi

Published

on

By

Infografis Indeks Keyakinan Konsumen Bali Agustus 2026
Infografis indeks keyakinan konsumen di Provinsi Bali. (Foto; Hms BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Pada Agustus 2026, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Bali tetap berada pada level optimis sebesar 123,1 (indeks >100), serta lebih tinggi dibandingkan IKK nasional yang tercatat sebesar 118,5. Sejalan dengan proses normalisasi aktivitas ekonomi pasca periode libur sekolah dan tingginya basis keyakinan pada bulan sebelumnya, IKK Bali mengalami penyesuaian terbatas dari 126,3 pada Juli 2026 menjadi 123,8 pada Agustus 2026. Optimisme konsumen tetap terjaga terutama pada kelompok masyarakat dengan pengeluaran lebih dari Rp 8 juta, Rp 6-7 juta, dan Rp 3-4 juta per bulan.

Selain itu, optimisme juga tercermin pada pekerja di sektor formal (128,3) dan sektor informal (116,8). Optimisme yang terjaga didukung oleh membaiknya kinerja pariwisata dan tetap kuatnya aktivitas sektor jasa.

Lebih detail, penurunan IKK pada periode Agustus 2026 turut dipengaruhi oleh penurunan pada Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK). Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) mengalami penurunan dari 122,3 pada Juli 2026 menjadi 118,0 pada Agustus 2026 atau turun sebesar 3,5% (mtm). Penurunan IKE bersumber dari ketersediaan lapangan kerja saat ini dibandingkan 6 bulan yang lalu (128,0), penghasilan saat ini dibandingkan 6 bulan yang lalu (124,5), serta konsumsi barang tahan lama saat ini dibandingkan 6 bulan yang lalu (101,5). Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) turut mengalami penurunan dari 130,3 pada Juli 2026 menjadi 128,2 pada Agustus 2026 atau turun sebesar 1,7% (mtm). Penurunan terutama terjadi pada komponen perkiraan penghasilan (127,0), perkiraan ketersediaan lapangan kerja (129,5) dan perkiraan kegiatan usaha (128,0).

Kepala kantor Perwakilan BI Provinsi Bali Achris Sarwani melalui keterangan tertulis mengatakan bahwa meskipun mengalami penyesuaian, tingkat keyakinan konsumen Bali masih berada pada zona optimis. Perkembangan tersebut mencerminkan proses normalisasi pasca periode libur sekolah dan tingginya aktivitas konsumsi pada bulan sebelumnya. Di sisi lain, masyarakat tetap menunjukkan optimisme terhadap kondisi ekonomi ke depan seiring dengan masih kuatnya aktivitas sektor pariwisata, perdagangan, dan jasa yang menjadi penggerak utama perekonomian Bali.

Baca Juga  Dalam Rangka Nataru, BI Bali Sesuaikan Kegiatan Operasional

Tetap terjaganya optimisme konsumen juga sejalan dengan berbagai indikator ekonomi Bali yang masih menunjukkan kinerja positif. Aktivitas pariwisata yang memasuki periode peak season pada Juli-September 2026 turut mendorong peningkatan mobilitas wisatawan dan permintaan barang serta jasa di Bali. Di sisi lain, inflasi Bali pada Agustus 2026 tercatat sebesar 3,45% (yoy) dan masih berada dalam rentang sasaran inflasi nasional, sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga. Kondisi tersebut menjadi faktor penopang keyakinan konsumen terhadap prospek perekonomian Bali ke depan.

Ke depan, Bank Indonesia Provinsi Bali akan terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Daerah, TP2ED, TPID, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan guna menjaga stabilitas harga, memperkuat daya beli masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi Bali yang inklusif dan berkelanjutan. Di tengah dinamika perekonomian global, sinergi tersebut diharapkan dapat menjaga optimisme masyarakat dan memperkuat ketahanan ekonomi Bali ke depan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

Inflasi Provinsi Bali Agustus 2026 Meningkat namun Tetap Terjaga pada Rentang Sasaran

Published

on

By

Infografis inflasi Provinsi Bali pada Agustus 2026 yang menunjukkan tren inflasi bulanan dan tahunan berdasarkan rilis BPS.
Infografis inflasi Provinsi Bali pada Agustus 2026. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Berdasarkan rilis BPS Provinsi Bali tanggal 1 September 2026, Provinsi Bali secara bulanan pada Agustus 2026 mengalami inflasi sebesar 0,61% (mtm), berbeda arah dibandingkan bulan Juli yang mengalami deflasi sebesar 0,51% (mtm). Inflasi bulanan Provinsi Bali terutama didorong oleh masuknya peak season pariwisata yang meningkatkan permintaan tiket pesawat dan bahan pangan seperti daging ayam ras di tengah permintaan yang tinggi dari penyelenggaraan pernikahan, upacara adat dan ngaben, serta normalisasi permintaan MBG pasca libur sekolah.

Sementara itu, inflasi Provinsi Bali secara tahunan meningkat dari 2,42% (yoy) pada Juli 2026 menjadi 3,45% (yoy). Capaian tersebut lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional sebesar 3,19% namun masih berada dalam rentang sasaran inflasi nasional 2,5±1%.

Secara spasial, 4 (empat) Kabupaten/Kota IHK di Bali mengalami inflasi bulanan pada Agustus 2026 yakni Kabupaten Buleleng dengan inflasi bulanan tertinggi sebesar 1,12% (mtm) atau 3,61% (yoy). Selanjutnya, Kota Denpasar mengalami inflasi bulanan sebesar 0,65% (mtm) atau inflasi tahunan sebesar 3,64% (yoy), diikuti Kabupaten Badung dengan inflasi bulanan sebesar 0,35% (mtm) atau inflasi tahunan sebesar 2,86% (yoy), dan selanjutnya kabupaten Tabanan dengan inflasi bulanan sebesar 0,33% (mtm) atau inflasi tahunan 3,59% (yoy).

Kepala Kantor Perwakilan BI Bali Achris Sarwani melalui keterangan tertulis Rabu (2/9/2026) mengatakan bahwa berdasarkan komoditas, secara bulanan inflasi pada Agustus 2026 bersumber dari peningkatan harga daging ayam ras, tarif angkutan udara, buncis, nasi dengan lauk, dan biaya sekolah dasar. Inflasi yang lebih tinggi tertahan oleh penurunan harga bawang merah, bawang putih, bensin, tomat, dan baju kaos tanpa kerah/t-shirt pria.

Achris Sarwani lanjut menyampaikan Bank Indonesia Provinsi Bali mengapresiasi dan mendukung berbagai langkah strategis TPID se-Bali, salah satunya melalui penguatan pemantauan harga dan intensifikasi operasi pasar sehingga capaian inflasi Provinsi Bali dapat terjaga pada rentang sasaran 2,5±1%. Ke depan, beberapa risiko yang perlu diperhatikan antara lain berlanjutnya permintaan barang dan jasa yang tinggi pada periode peak wisatawan mancanegara (Juli – September), berlanjutnya musim kemarau panjang disertai El Nino kuat yang memengaruhi produksi pertanian, serta tetap tingginya biaya angkutan barang di tingkat global yang memberikan tekanan terhadap harga barang impor.

Baca Juga  Bank Indonesia Dorong Pertumbuhan Ekonomi Melalui Transformasi Digital Bali

Dalam memperkuat pengendalian inflasi ke depan, sebut Achris Sarwani, Bank Indonesia Provinsi Bali terus memperkuat sinergi dan inovasi bersama Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Bali dengan upaya TPID yang berfokus pada 4K, yaitu keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif. Adapun langkah-langkah implementasinya diantaranya melalui Rakor Inflasi TPIP-TPID, intensifikasi Gerakan Pangan Murah (GPM), pemantauan harga secara berkala, fasilitasi distribusi pangan dan optimalisasi kerja sama antardaerah melalui Perumda Pangan, pemberian bantuan sarpras kepada kelompok tani, serta penguatan koordinasi dan penyebarluasan informasi kepada masyarakat. Melalui berbagai langkah tersebut, inflasi Bali pada tahun 2026 diprakirakan tetap terjaga dalam kisaran sasaran nasional sebesar 2,5%±1%. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

Pemerintah Targetkan Ekonomi Tumbuh 6 Persen pada 2027

Published

on

By

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI mengenai Pengantar Asumsi Dasar RUU APBN TA 2027 di Jakarta, Selasa (1/9).
RAKER: Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI mengenai Pengantar Asumsi Dasar RUU APBN TA 2027 di Jakarta pada Selasa (1/9). (Foto: Hms Kemenkeu)

Jakarta, baliilu.com – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan Pemerintah menargetkan ekonomi Indonesia tumbuh 6 persen pada 2027 dengan tetap menjaga stabilitas ekonomi dan kesinambungan fiskal. Target tersebut menjadi arah utama kebijakan ekonomi dan fiskal dalam penyusunan RAPBN 2027, yakni untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi sekaligus mempercepat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, mencapai 6 persen di tahun 2027, dibutuhkan akselerasi pertumbuhan investasi hingga 7 persen,” ujar Menkeu dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI mengenai Pengantar Asumsi Dasar RUU APBN TA 2027 di Jakarta pada Selasa (1/9).

Menurut Menkeu, pencapaian target tersebut akan didukung kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan Danantara. Investasi pemerintah akan berperan sebagai katalis, sementara sektor swasta didorong menjadi motor utama investasi dan Danantara berkontribusi pada investasi di sektor strategis dan hilirisasi.

Lebih lanjut, Menkeu menjelaskan, di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi, perekonomian Indonesia tetap menunjukkan ketahanan. Pada semester I 2026, ekonomi tumbuh 5,45 persen dengan inflasi yang tetap terkendali. Sementara itu, hingga akhir Juli 2026, pendapatan negara tumbuh 21,3 persen dan defisit APBN berada pada level 0,91 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

“Ketahanan ekonomi dan solidnya kinerja fiskal yang terus terjaga sepanjang 2026 menjadi landasan yang kuat bagi perumusan kebijakan ekonomi dan fiskal tahun 2027,” kata Menkeu.

Untuk menjaga momentum pertumbuhan, Menkeu mengatakan bahwa pemerintah akan memperkuat stabilitas ekonomi makro melalui pengendalian inflasi, dukungan terhadap suku bunga yang kompetitif, serta stabilitas nilai tukar rupiah. Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat sekaligus meningkatkan kepercayaan dan kepastian bagi dunia usaha.

Baca Juga  Wagub Cok Ace Hadiri Penyerahan Bantuan Sosial oleh Bank Indonesia

“Stabilitas ini menjadi pondasi penting untuk menciptakan kepastian, meningkatkan kepercayaan pelaku ekonomi, dan mendorong investasi secara berkelanjutan,” ujar Menkeu.

Sejalan dengan upaya memperkuat investasi dan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, Pemerintah juga terus mendorong optimalisasi sektor strategis, khususnya minyak dan gas bumi, melalui peningkatan lifting, percepatan pengembangan cadangan migas, pemanfaatan teknologi, serta perbaikan iklim investasi hulu migas melalui kepastian berusaha, pemberian insentif fiskal, dan penyederhanaan regulasi.

Menkeu mengungkapkan bahwa akselerasi pertumbuhan ekonomi akan tetap diiringi dengan komitmen menjaga kesehatan fiskal. Pemerintah melanjutkan reformasi fiskal melalui optimalisasi pendapatan, peningkatan kualitas belanja, serta pembiayaan defisit yang dilakukan secara hati-hati dan berkelanjutan.

“Berbagai upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, memperkuat investasi, dan menjaga stabilitas ekonomi tersebut harus didukung oleh APBN yang sehat, kredibel, dan berkelanjutan,” ujar Menkeu.

Komitmen menjaga APBN yang sehat, prudent, dan berkelanjutan tersebut tercermin dalam keseluruhan postur RAPBN 2027. Pendapatan negara direncanakan sebesar Rp3.426 triliun dan belanja negara sebesar Rp4.097,2 triliun, dengan defisit dijaga pada 2,40 persen terhadap PDB.

“Postur RAPBN ini mencerminkan keseimbangan antara kebutuhan untuk mendukung akselerasi pembangunan dan komitmen menjaga kesinambungan fiskal,” terang Menkeu dikutip dari laman kemenkeu.go.id.

Adapun asumsi dasar ekonomi makro 2027 meliputi pertumbuhan ekonomi 6 persen, inflasi 2,5 persen, suku bunga SBN tenor 10 tahun 6,9 persen, dan nilai tukar rupiah Rp17.500 per dolar AS. Sementara itu, Indonesian Crude Price (ICP) ditetapkan sebesar 75 dolar AS per barel, dengan lifting minyak bumi 612,5 ribu barel per hari dan lifting gas 954 ribu barel setara minyak per hari.

Pertumbuhan ekonomi pada 2027 selanjutnya diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah menargetkan tingkat kemiskinan turun menjadi 6-6,5 persen, tingkat pengangguran terbuka 4,3-4,87 persen, dan rasio gini 0,362-0,367.

Baca Juga  Wagub Cok Ace Hadiri Peresmian Digitalisasi Pembayaran 4 Mall S.I.A.P QRIS dan Layanan KUPVA BB

“Stabilitas dan pertumbuhan ekonomi yang solid yang didukung oleh kebijakan fiskal yang efektif menjadi faktor pendorong tercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Menkeu. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca