Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

EKONOMI & BISNIS

Bali Jagadhita Culture Week III 2022, Dukungan Bank Indonesia dalam Pengembangan UMKM Bali

BALIILU Tayang

:

bi
Foto bersama Ketua Dekranasda Bali Ny. Putri Koster bersama Kepala Perwakilan BI Bali Trisno Nugroho, Deputi BI Bali, anggota DPR RI saat penyelengggaraan Bali Jagadhita Culture Week III 2022. (Foto: ist)

Badung, baliilu.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali menyelenggarakan Bali Jagadhita Culture Week III tahun 2022 yang merupakan event tahunan dan telah dilaksanakan sejak tahun 2020. Bali Jagadhita Culture Week III mengusung tema “Sinergi dan Bangkit Bersama UMKM Bali: Go Digital Go Global”.

Kegiatan ini diselenggarakan secara hybrid yang dipusatkan di Discovery Shopping Mall, Kuta, Bali pada tanggal 4 – 6 November 2022 dengan peserta pameran terdiri dari 35 UMKM Bali binaan Bank Indonesia dan Pemerintah Provinsi Bali, 4 UMKM binaan Bank Indonesia Provinsi NTB dan NTT, 7 perbankan, 3 Perumda (Perumda Swatantra, Perumda Arga Nayotama dan Perumda Dharma Santika), serta 11 UMKM tenant makanan. Rangkaian kegiatan selama 3 hari, meliputi pameran UMKM, operasi pasar, business matching, talkshow, workshop cupping coffee, fashion show hasil kolaborasi dan karya dari UMKM binaan dan mitra di Balinusra serta aneka lomba dan hiburan untuk lebih memeriahkan acara.

Pembukaan Bali Jagadhita Culture Week III yang dilaksanakan secara hybrid pada tanggal 4 November 2022, dibuka oleh Wakil Gubernur Bali dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali serta oleh Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kemenkomarves yang hadir secara daring. Turut hadir dalam acara pembukaan Pimpinan Perbankan Bali, serta OPD terkait.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho menyampaikan Bali Jagadhita Culture Week III merupakan mini dari Karya Kreatif Indonesia (KKI). Bali Jagadhita bertujuan untuk meningkatkan kapasitas UMKM, memperluas akses UMKM ke pasar domestik dan global, meningkatkan pemanfaatan digitalisasi, serta memfasilitasi pembiayaan UMKM oleh lembaga formal. Trisno menambahkan bahwa upaya mendorong UMKM menembus pasar global dilakukan dengan menghubungkan UMKM dengan aggregator ekspor serta mendukung pelaksanaan pameran baik di dalam maupun di luar negeri. Lebih lanjut, Trisno menyampaikan momentum pemulihan ekonomi Bali dimulai dari dibukanya kembali akses pariwisata internasional sejak bulan Februari silam. Pemulihan ekonomi harus dapat dimanfaatkan untuk mendukung arah ekonomi kerthi Bali. Untuk itu, peranan UMKM sangat diperlukan karena memiliki serapan tenaga kerja mencapai hampir 97%.

Baca Juga  Bank Indonesia Perkaya Wawasan Insan Media Bali Terkait Presidensi G20 Indonesia

Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kemenkomarves Republik Indonesia, Odo R.M. Manuhutu menuturkan bahwa event Bali Jagadhita Culture Week III merupakan salah satu upaya mempercepat proses pemulihan ekonomi Bali. Event ini diharapkan mampu mendorong lebih banyak masyarakat untuk membeli produk dalam negeri. Ke depan, sejalan dengan tema go digital, Odo berharap akan muncul unicorn dan decacorn dari Bali sebagai wujud adaptasi teknologi dari masyarakat Bali.

Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati menyambut baik penyelenggaraan Bali Jagadhita Culture Week III. Tjok Oka menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk mendorong percepatan pelaku usaha mikro di Bali. UMKM memiliki kontribusi yang besar terhadap penyerapan tenaga kerja, dan pemulihan ekonomi. Pemerintah juga telah memberikan privilege terkait dengan pemberian alokasi belanja kementerian dan lembaga BUMN sebesar 30%. Kerja sama berbagai pihak diperlukan untuk mendorong percepatan pemulihan perekonomian Bali.

Acara puncak sekaligus penutupan Bali Jagadhita Culture Week III pada 6 November 2022 dihadiri secara luring oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia, Bupati Jembrana, Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, perwakilan OJK Regional 8, pimpinan perbankan, serta pimpinan OPD terkait. Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Menteri pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Gubernur Bali serta Anggota Komisi XI DPR RI turut hadir secara daring.

Anggota Komisi XI DPR RI, I Gusti Agung Rai Wirajaya menyampaikan bahwa Bali perlu bertransformasi menuju sektor ekonomi potensial selain pariwisata. Hal ini diharapkan mampu menyeimbangkan struktur dan fundamental perekonomian di Bali antara sektor pariwisata, pertanian dan industri. Agung Rai menyebutkan bahwa peran UMKM dalam perekonomian Indonesia sangat krusial sebagai tulang punggung ekonomi tanah air. Kegiatan Bali Jagadhita Culture Week III membuktikan bahwa keanekaragaman potensi ekonomi dapat mendorong perekonomian Bali, yang tidak hanya diminati oleh konsumen dalam negeri tetapi menembus pasar luar negeri.

Baca Juga  BI dan BPD Bali Siap Dukung Akselerasi TP2DD Jembrana

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Teten Masduki mengapresiasi kegiatan Bali Jagadhita Culture Week III. Teten menyampaikan tema kegiatan ini selaras dengan upaya untuk mendorong produk unggulan  UMKM Bali agar mampu menembus pasar ekspor, yang didukung oleh peningkatan kualitas SDM, perluasan akses pasar, fasilitasi pembiayaan serta digitalisasi. Perkembangan pesat digitalisasi juga diikuti dengan pesatnya transaksi digital pada ecommerce. Hal ini tentu merupakan potensi emas yang harus dimanfaatkan oleh UMKM. Lebih lanjut, Teten menyebutkan pentingnya sinergi untuk mempersiapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) bagi produk UMKM yang berbasis kreativitas dan teknologi. Menteri Teten juga berharap dari kegiatan Bali Jaditha lahir berbagai inovasi untuk mendorong UMKM tanah air terus tumbuh.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno mengapresiasi penyelenggaraan Bali Jagadhita Culture Week III. Sandiaga menyampaikan bahwa Kemenparekraf secara aktif meningkatkan kapasitas UMKM terkait fasilitas akses pembiayaan melalui pasar modal. Sandiaga mengajak seluruh pihak untuk menyatukan visi dan misi, terus melakukan inovasi, beradaptasi dengan perubahan, dan berkolaborasi dalam mendorong kebangkitan ekonomi yang mampu menciptakan lapangan kerja dan peluang usaha.

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Dody Budi Waluyo menyampaikan bahwa tema Bali Jagadhita Culture Week tahun 2022 sejalan dengan visi Bank Indonesia untuk terus mendukung UMKM secara nasional, sekaligus berpartisipasi dalam Gerakan Bangga Buatan Indonesia (BBI) dan Gerakan Bangga Berwisata #DiIndonesiaAja (BBWI). Bank Indonesia memiliki komitmen yang kuat dalam pengembangan UMKM bersama lembaga terkait. Peran serta UMKM yang didukung keterlibatan seluruh stakeholders akan memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional. Pada puncak Acara Bali Jagadhita Culture Week III, Dody juga meresmikan pelepasan ekspor UMKM Binaan dan Mitra Kantor Perwakilan BI Prov. Bali tahun 2022 dengan total nominal Rp 5,3 miliar.

Baca Juga  Bank Indonesia Dorong Inovasi dan Digitalisasi Melalui Baligivation 2023

Gubernur Bali Wayan Koster mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan Bali Jagadhita Culture Week III dan merupakan salah satu upaya untuk mempercepat pemulihan ekonomi di Bali. Koster berharap momen ini dapat dimanfaatkan dengan baik guna menyeimbangkan struktur perekonomian Bali yang menjadi tujuan dari transformasi ekonomi Bali. Lebih lanjut, Koster menjelaskan bahwa salah satu unsur penting dalam pemulihan ekonomi adalah melalui pengembangan UMKM yang merupakan tugas dari berbagai instansi. Koster juga berharap sinergi dalam pengembangan UMKM terus didukung oleh seluruh stakeholder menuju Bali hijau.

Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster pada sambutannya dalam pembukaan lomba merangkai Bunga Kasna menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan ini. Putri Koster berharap kegiatan yang mendorong pemberdayaan ekonomi lokal harus terus dilanjutkan, utamanya petani Bunga Kasna di Desa Temukus. Lebih lanjut, Putri Koster mengimbau agar bunga kasna tidak hanya menjadi ikon, tetapi juga dapat mensejahterakan  petani Bunga Kasna. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

EKONOMI & BISNIS

Kegiatan Usaha di Bali Tetap Tumbuh di Tengah Ketidakpastian Geopolitik Global

Published

on

By

SKDU
Infografis perkembangan tenaga kerja Bali. (Foto: Hms BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) yang mencerminkan kinerja kegiatan dunia usaha di Provinsi Bali pada triwulan I 2026 tetap tumbuh meskipun melambat jika dibandingkan triwulan sebelumnya. Nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) kegiatan dunia usaha pada triwulan I 2026 sebesar 17,91%, melandai dibandingkan triwulan sebelumnya yang tercatat 35,46%.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Erwin Soeriadimadja melalui keterangan tertulisnya mengatakan bahwa melandainya SKDU Provinsi Bali pada triwulan I 2026 utamanya disebabkan oleh penurunan kinerja lapangan usaha (LU) utama seperti Penyediaan Akomodasi Makanan dan Minuman (Akmamin) dari – 0,67% pada triwulan IV 2025 menjadi sebesar -8,32% pada triwulan I 2026 dan LU Konstruksi dari 8,88% pada triwulan IV 2025 menjadi -1,78% pada triwulan I 2026.

Erwin menegaskan bahwa faktor musiman perlambatan jumlah kunjungan wisatawan pasca periode libur akhir tahun (low season) memberikan dampak pada sektor pariwisata, perdagangan, dan LU pendukung lainnya. Hal tersebut memberikan efek perlambatan daya beli masyarakat. Normalisasi kinerja sektor pariwisata pasca libur akhir tahun turut tercermin dari data kunjungan wisatawan Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. “Terdapat penurunan kedatangan wisatawan nusantara (wisnus) dan wisatawan mancanegara (wisman) pada triwulan I 2026 sebesar 10,85% (qtq) atau dari jumlah kedatangan sebanyak 2,94 juta orang menjadi 2,62 juta orang,” ujarnya.

Selain faktor musiman, sebut Erwin, ketidakpastian ekonomi global turut menahan kinerja usaha seiring dengan adanya kondisi peperangan di wilayah Timur Tengah yang masih terus bergulir sehingga berpengaruh terhadap perubahan jadwal penerbangan. Lebih lanjut, instabilitas geopolitik global juga memberikan efek kenaikan harga plastik yang banyak dipergunakan di berbagai sektor di Bali. Hal tersebut seiring dengan berkurangnya pasokan bijih plastik yang berasal dari Timur Tengah.

Baca Juga  Pojok UMKM Bali di Bandara Ngurah Rai, Menparekraf: Kolaborasi Apik dan Ciamik Bangkitkan Ekonomi Bali

Erwin menegaskan bahwa kenaikan harga bijih plastik turut dirasakan oleh pedagang pasar tradisional di tiga wilayah pemantauan harga Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali (Kota Denpasar, Kabupaten Buleleng, dan Kabupaten Badung), yang menyatakan rata-rata kenaikan bijih plastik pada bulan April jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya berkisar antara 30%-60% (mtm). Fenomena kelangkaan bahan baku plastik tersebut menimbulkan kekhawatiran di kalangan pelaku usaha yang sebagian besar menghindari opsi menaikkan harga jual.

Di sisi lain, LU Jasa Keuangan diharapkan mampu memberikan optimisme pada dunia usaha, dengan peningkatan SBT LU Jasa Keuangan sebesar 2,95% (qtq) atau dari 0,27% pada triwulan IV 2025 menjadi 3,22% pada triwulan I 2026. Peningkatan pada LU Jasa Keuangan tidak terlepas dari masih adanya geliat aktivitas ekonomi selama triwulan I 2026 dari rangkaian Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) seperti Nyepi dan Idul Fitri.

Dikatakan, SKDU merupakan survei triwulanan Bank Indonesia yang bertujuan untuk memberikan gambaran tentang kondisi keuangan dunia usaha, memberikan indikasi arah perkembangan perekonomian, serta menyediakan informasi tentang ekspektasi pelaku usaha terhadap perkiraan inflasi. Pelaksanaan SKDU di Provinsi Bali dilakukan terhadap 130 pelaku usaha yang tersebar di seluruh Provinsi Bali dan mewakili 17 kategori lapangan usaha. Metode perhitungan dilakukan dengan saldo bersih tertimbang yakni dengan menghitung selisih antara persentase jumlah responden yang memberikan jawaban meningkat dengan persentase jumlah respons yang memberikan jawaban menurun, dan dengan memperhitungkan bobot masing-masing lapangan usaha. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

Indeks Penjualan Ritel Bali 123,8: HBKN Dorong Optimisme di Tengah Ketidakpastian Global

Published

on

By

penjualan ritel bali
Infografis penjualan eceran di Provinsi Bali. (Foto: Hms BI)

Denpasar, baliilu.com – Optimisme penjualan eceran di Provinsi Bali pada bulan Maret 2026 masih terus bertumbuh secara tahunan. Hal ini tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Bali sebesar 123,8 atau secara tahunan tumbuh 5,1% (yoy), dan masih berada di level optimis (>100). IPR Bali secara bulanan turut meningkat sebesar 0,5% (mtm) seiring dengan adanya Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Nyepi dan Idulfitri. Rangkaian HBKN mendorong masyarakat untuk meningkatkan konsumsi barang-barang ritel seperti bahan bakar kendaraan bermotor (BBM), pakaian, serta makanan dan minuman.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Erwin Soeriadimadja melalui keterangan tertulis mengatakan bahwa Survei Penjualan Eceran (SPE) Bali merupakan survei bulanan terhadap 100 penjual eceran/pengecer di Kota Denpasar dan sekitarnya yang bertujuan untuk memperoleh informasi dini mengenai arah pergerakan pertumbuhan ekonomi dari sisi konsumsi.

Berdasarkan komponen pembentuknya, 6 (enam) sub-sektor pembentuk IPR dengan pertumbuhan bulanan tertinggi ada pada kategori Barang Lainnya (farmasi, kosmetik, elpiji rumah tangga, dan barang kimia untuk rumah tangga) dengan peningkatan sebesar 2,4% (mtm); Bahan Bakar Kendaraan Bermotor dengan peningkatan sebesar 1,5% (mtm); Peralatan Informasi dan Komunikasi dengan peningkatan sebesar 1,5% (mtm); Sandang dengan peningkatan sebesar 1,2% (mtm); Barang Budaya dan Rekreasi (mainan anakanak, kertas, karton, alat tulis, alat olahraga, dan alat musik) dengan peningkatan sebesar 1,2% (mtm); serta Makanan, Minuman dan Tembakau dengan peningkatan sebesar 0,8% (mtm).

Tingkat konsumsi yang tumbuh terkendali tercermin dari inflasi tahunan pada bulan Maret 2026 sebesar 2,81% (yoy). Tingkat inflasi tersebut masih berada dalam rentang sasaran inflasi Indonesia sebesar 2,5±1%, dengan target kisaran inflasi berada di antara 1,5% hingga 3,5%.

Baca Juga  Digitalisasi Kawasan Mangrove Dalam Mendukung Pengembangan Ekonomi Hijau

Data Laporan Bank Umum Terintegrasi (LBUT) berkaitan dengan perkembangan kredit tahunan pada Lapangan Usaha (LU) Perdagangan pada hingga Februari 2026 turut menunjukkan peningkatan sebesar 1,46% (yoy). Berlanjutnya prospek positif penjualan ritel di Bali terlihat dari Indeks Ekspektasi Penjualan (IEP). IEP menggambarkan keyakinan pelaku usaha terhadap kinerja penjualan dalam jangka pendek hingga menengah.

Para responden memperkirakan penjualan dalam 3 bulan yang tercermin dari IEP Mei 2026 sebesar 174, lebih tinggi dari IEP April 2026 sebesar 170. Di sisi lain, prakiraan penjualan dalam 6 bulan ke depan, tepatnya pada Agustus 2026 sebesar 194, lebih tinggi dibandingkan IEP Juli 2026 sebesar 184. Kedua IEP berada di zona optimis (IEP > 100).

Demi menjaga stabilitas ekonomi domestik, Bank Indonesia masih mempertahankan suku bunga kebijakan di bulan Maret 2026. Lebih lanjut, Pemerintah melanjutkan kebijakan subsidi BBM untuk mendukung pertumbuhan perekonomian. Sedangkan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Provinsi Bali terus mengimplementasikan operasi pasar murah bagi komoditas strategis. “Bank Indonesia Provinsi Bali bersama TPID baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota terus berupaya untuk menjaga kestabilan harga, melindungi daya beli masyarakat, dan memastikan agar perekonomian Bali tetap tumbuh berkelanjutan,“ ujar Erwin. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

Indeks Keyakinan Konsumen Bali Masih Terjaga di Tengah Gejolak Geopolitik

Published

on

By

IKK bali
Infografis optimisme konsumen di Bali. (Foto: Hms BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Optimisme konsumen terhadap perekonomian di Bali masih terus berlanjut yang tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Maret 2026 sebesar 127,3 (nilai indeks > 100), meskipun mengalami perlambatan atau turun sebesar 2,6% (mtm). Penurunan tersebut melandai dibandingkan dengan IKK Februari 2026 yang turun sebesar 3,6% (mtm).

Lebih lanjut, IKK Provinsi Bali masih lebih tinggi dari IKK Nasional dengan IKK sebesar 122,9. Keyakinan konsumen mayoritas didorong oleh kelompok pendapatan Rp 3-4 juta (138,6), Rp 5-6 juta (136,8), dan kelompok pendapatan Rp 2-3 juta (130,5). Optimisme IKK turut tercermin dari responden kategori pekerja di sektor formal (127,2) dan informal (127,3).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Erwin Soeriadimadja melalui siaran pers menyatakan bahwa Survei Konsumen adalah survei yang dilaksanakan setiap bulan oleh Bank Indonesia untuk mengukur tingkat kepercayaan konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini serta harapan konsumen mengenai perkembangan perekonomian di masa mendatang. Perlambatan komponen IKK tertahan oleh Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) dari sebelumnya 140,2 menjadi 124,7. Faktor penahan pertumbuhan IEK berasal dari penurunan seluruh komponen pembentuk IKE, antara lain indeks prakiraan penghasilan 6 bulan mendatang dibandingkan saat ini yang menurun sebesar 15,5% (mtm) atau sebesar 123,0, indeks prakiraan ketersediaan lapangan kerja 6 bulan mendatang yang menurun sebesar 9,6% (mtm) atau sebesar 122,0, serta indeks prakiraan kegiatan usaha 6 bulan mendatang dibandingkan saat ini sebesar 7,9% (mtm) atau sebesar 129,0.

Responden menyatakan adanya kecenderungan penurunan perjalanan wisatawan ke Bali seiring dengan konflik perang di Timur Tengah yang meningkatkan risiko kenaikan harga avtur dan keterbatasan maskapai. Adanya sejumlah pembatalan perjalanan wisatawan ke Bali ini memberikan efek domino bagi keberlangsungan kondisi usaha di Bali sebagai wilayah yang bergantung dari sektor pariwisata.

Baca Juga  Digitalisasi Kawasan Mangrove Dalam Mendukung Pengembangan Ekonomi Hijau

Meskipun demikian, Erwin Soeriadimadja menegaskan momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri turut mendorong IKK Maret 2026 tumbuh lebih baik jika dibandingkan IKK Februari 2026. Optimisme tersebut sejalan dengan data Angkasapura pada bulan Maret 2026 yang menunjukkan peningkatan jumlah kunjungan wisatawan sebesar 9,6% (mtm) atau total jumlah kunjungan sebanyak 892 ribu orang. Adapun peningkatan wisatawan didorong oleh peningkatan kunjungan wisatawan nusantara sebesar 26,3% (mtm), lebih tinggi dibandingkan peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara sebesar 0,8% (mtm). Peningkatan kunjungan wisatawan yang selaras dengan peningkatan Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) mampu menahan penurunan IKK lebih lanjut, dari IKE 121,0 menjadi 129,8 (naik 7,3%; mtm).

Erwin lanjut mengungkapkan bahwa faktor pendorong pertumbuhan IKE berasal dari peningkatan tiga komponen yaitu indeks konsumsi barang-barang kebutuhan tahan lama saat ini dibandingkan 6 bulan yang lalu sebesar 15,0% (mtm), indeks penghasilan saat ini dibandingkan 6 bulan yang lalu sebesar 5,5% (mtm), serta indeks ketersediaan lapangan kerja saat ini dibandingkan 6 bulan yang lalu sebesar 3,0% (mtm).

Bank Indonesia Provinsi Bali bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) baik di tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota di wilayah Provinsi Bali terus berupaya untuk menjaga stabilitas harga dan mendorong pertumbuhan ekonomi. TPID terus memastikan ketersediaan pasokan pangan melalui penyelenggaraan operasi pasar murah, pengawasan harga pada komoditas pangan utama, serta koordinasi rutin untuk memastikan jalur distribusi pangan tetap terjaga.

Demi mendukung pertumbuhan ekonomi, Bank Indonesia pada 16-17 Maret 2026 masih mempertahankan BI-Rate sebesar 4,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 3,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 5,50%. Lebih lanjut, untuk menjaga konsumsi masyarakat di tengah instabilitas geopolitik, pada tanggal 1 April 2026 Pemerintah tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Stimulus tersebut diharapkan mampu mendukung terwujudnya stabilitas harga (pro stability) untuk mendukung pertumbuhan ekonomi (pro growth). (gs/bi)

Baca Juga  Pojok UMKM Bali di Bandara Ngurah Rai, Menparekraf: Kolaborasi Apik dan Ciamik Bangkitkan Ekonomi Bali

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca