Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Bali Jagadhita VII 2026: Rangkaian Lomba Budaya dan Pangan Lokal Bali, serta Pemecahan Rekor MURI

BALIILU Tayang

:

Bali Jagadhita
BALI JAGADHITA: Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Bali dalam penyelenggaraan lomba sebagai rangkaian agenda Bali Jagadhita VII 2026 pada 5–7 Juni 2026 di Mal Bali Galeria, Denpasar. (Foto: Hms BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Bali dalam penyelenggaraan lomba sebagai rangkaian agenda Bali Jagadhita VII 2026 pada 5–7 Juni 2026 di Mal Bali Galeria, Denpasar. Kegiatan lomba terdiri dari enam jenis yaitu Lomba Kreasi Kerajinan Tas Berbahan Purna Pakai, Lomba Merangkai Gebogan, Lomba Masak Serba Ikan (LMSI), Lomba Mewarnai, Lomba Melukis Motif Endek dengan Media Tote Bag Berbahan Ramah Lingkungan, dan Lomba Videografi.

Rangkaian lomba mencerminkan komitmen Bank Indonesia dalam mendukung pelestarian budaya daerah dan pangan lokal Bali di berbagai kalangan masyarakat, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum.

Perhelatan lomba di hari pertama diawali oleh Lomba Kreasi Kerajinan Tas Berbahan Purna Pakai. Dengan semangat “Waste to Wonder: Kreasi Tas dari Limbah”, lomba ini diharapkan mampu membangkitkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan limbah, khususnya limbah plastik, sebagai bahan baku alternatif dalam industri kerajinan. Dampak positif dari pengelolaan limbah yaitu terdapat peningkatan nilai tambah limbah melalui proses pengolahan menjadi produk kerajinan yang bernilai ekonomis.

Kegiatan ini juga mendukung implementasi kebijakan Pemerintah Provinsi Bali terkait pembatasan penggunaan plastik sekali pakai. Dengan demikian, produk tas berbahan limbah dapat dimanfaatkan sebagai alternatif tas belanja yang ramah lingkungan. Dalam penyelenggaraan lomba kreasi tas, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali bersinergi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar, khususnya dalam aspek rekomendasi peserta dan proses penjurian.

Selain itu, proses penjurian turut melibatkan pihak eksternal lain yaitu dari Institut Seni Indonesia Bali dan Bank Sampah Wastu Lestari. Peserta lomba terdiri dari dua puluh kelompok dari kabupaten dan kota di Provinsi Bali, masing-masing terdiri dari dua orang. Dewan juri mengungkapkan beberapa komponen utama penilaian: 1) Orisinalitas dan Budaya Bali; 2) Kreativitas Pemanfaatan Daur Ulang; 3) Fungsi dan Kenyamanan Tas; 4) Teknik dan Estetika; serta 5) Nilai Lingkungan dan Ekonomi Produk.

Baca Juga  BI Bali Beri Apresiasi Kerjasama Antar-daerah Kabupaten Bangli, Tabanan dan Lombok Barat

Semarak kegiatan lomba berlanjut di hari kedua dengan tiga jenis perlombaan, yaitu Lomba Merangkai Gebogan, Lomba Mewarnai, dan Lomba Masak Serba Ikan (LMSI). Lomba Merangkai Gebogan, sebagai salah satu sarana persembahan dalam pelaksanaan upacara keagamaan bagi umat Hindu di Bali, diselenggarakan dengan memanfaatkan buah lokal Bali sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, mendorong kreativitas, serta mengoptimalkan penggunaan hasil pertanian lokal dalam pembuatan Gebogan. Juri eksternal lomba ini terdiri dari dua seniman dan satu akademisi. Peserta lomba terdiri dari dua puluh kelompok yang berasal dari Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Wanita Hindu Dharma Indonesia, dan masyarakat umum.

Dalam pelaksanaannya, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan Provinsi Bali. Kriteria penilaian utama lomba yaitu Kombinasi dan Keserasian Penataan, Kerapian dan Kebersihan, Penggunaan Bahan Lokal, Kreativitas, serta Ketepatan Waktu. Ni Luh Putu Wiwin Astari sebagai salah satu dewan juri lomba memberikan apresiasi kepada Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali atas inisiasi kegiatan ini.

”Saya sangat kagum melihat tangantangan terampil, ketelitian, kreativitas, dan semangat para peserta. Menilai Lomba Gebogan kemarin bukanlah hal yang mudah, karena kami tidak hanya melihat keindahan estetika dan keserasian komposisi media, tetapi juga harus menilai kesesuaian dengan pakem tradisi, sembari berpacu dengan waktu.” ujar Wiwin.

Masih di rangkaian lomba yang sama, Lomba Mewarnai Tingkat SD dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian budaya sejak usia dini. Melalui tema “Ekspresi Budaya Bali dalam Ragam Warna”, kegiatan ini dirancang sebagai media edukatif yang memadukan seni visual dan budaya lokal melalui karakter bernama LAIK. Karakter ini merupakan perpaduan tiga ikon khas Bali yaitu, penyu, jalak bali, dan barong yang melambangkan kebijaksanaan dan keberlanjutan. LAIK diciptakan oleh seniman sekaligus juri lomba asal Kabupaten Gianyar, Dewa Raka Jana Nuraga. Pria yang akrab disapa Raka Jana merupakan pendiri HNS Creative Studio sekaligus sebagai salah satu UMKM binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali.

Baca Juga  Indeks Keyakinan Konsumen Bali 130,6 Tetap Kuat Jelang Hari Raya

Sebagai penutup lomba di hari kedua, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali dan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali menghadirkan LMSI untuk menggugah semangat dan pengetahuan masyarakat untuk mengonsumsi ikan lokal Bali. LMSI memanfaatkan ikan tuna sirip biru sebagai bahan baku menu keluarga, menu balita, dan menu kudapan. Tim dewan juri LMSI berasal dari Bali Chef Community (BCC) serta Chef Hovit. Dalam kesempatan ini, terdapat juga sesi demonstrasi memasak dari Chef Manik sebagai top 9 Master Chef Indonesia season 12. Peserta lomba terdiri dari sembilan kelompok, dengan masing-masing kelompok terdiri dari dua orang peserta yang berasal dari tim PKK kabupaten/kota se-Provinsi Bali.

Demi mengoptimalkan animo masyarakat Bali terhadap agenda Bali Jagadhita VII 2026, puncak rangkaian lomba hari ketiga diakhiri oleh Lomba dan Pemecahan Rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) Melukis Motif Endek dengan Media Tote Bag Berbahan Ramah Lingkungan. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sarana edukasi dan inovasi untuk meningkatkan ketertarikan generasi muda agar berperan dalam melestarikan kain endek Bali. Peserta lomba sebanyak 107 orang dengan tiga kategori yaitu 67 pelajar (SD, SMP, dan SMA), 22 mahasiswa, serta 18 peserta umum.

Dewan juri Lomba Melukis Motif Endek dengan Media Tote Bag Berbahan Ramah Lingkungan berasal dari Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, UPTD Rumah Kreatif Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali, Perajin UMKM Putri Mas, Perajin UMKM Tunjung Biru Gringsing, Perajin UMKM Agung Bali Collection.

Dr. Tjok Istri Ratna Cora S. S.Sn., M.Si. sebagai salah satu dewan juri lomba dari ISI Denpasar mengungkapkan rasa bangga atas kesempatan menjadi bagian dari kesuksesan acara. ”Kegiatan ini merupakan langkah yang sangat baik dalam melestarikan budaya Bali, khususnya kain Endek, dengan cara yang kreatif dan relevan dengan perkembangan zaman. Saya melihat antusiasme dan kreativitas peserta yang luar biasa dalam mengangkat motif Endek melalui media ramah lingkungan.” tutur Tjok.

Baca Juga  Akselerasi Digitalisasi Daerah Melalui Komitmen Bersama Kawasan Digital Se-Bali

Dalam hal pemecahan rekor MURI, penyerahan piagam secara resmi dilakukan oleh Customer Relation Manager MURI, Lutvi Syah Pradana kepada Rudy Brando Hutabarat selaku Asisten Gubernur Bank Indonesia. Tak lengkap rasanya jika perlombaan Bali Jagadhita VII 2026 tanpa keberadaan Lomba Videografi. Kegiatan ini melibatkan insan kreatif dari berbagai kalangan untuk meliput beragam kegiatan Bali Jagadhita VII 2026. Dewan juri pada lomba ini yaitu Anak Agung Ngurah Bagus Kesuma Yudha, S.S., M.Si sebagai sosok yang berpengalaman sebagai sutradara film dan dosen videografi di Institut Desain Bisnis Bali. Rangkaian lomba Bali Jagadhita VII Tahun 2026 diharapkan menjadi momentum untuk membangkitkan semangat masyarakat Bali dalam pelestarian budaya dan pangan lokal Bali. Harapan ke depan yaitu kolaborasi antara Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali dengan Pemerintah Provinsi Bali serta berbagai mitra kerja dapat berlanjut, sehingga agenda Bali Jagadhita pada tahun-tahun selanjutnya semakin edukatif, inspiratif, dan penuh makna dengan mengedepankan semangat Nangun Sat Kerthi Loka Bali. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

LT III Kwarcab Gerakan Pramuka Denpasar Berakhir, SMPN 14 dan SMPN 5 Berhasil Raih Juara Umum

Published

on

By

pramuka denpasar
SERAHKAN TROFI: Wakil Ketua Kwarcab Denpasar Dewa Gede Rai, menyerahkan trofi kejuaraan saat penutupan Lomba Tingkat (LT) III Kwartir Cabang Pramuka Denpasar Tahun 2026 pada Minggu (12/7) di Bumi Perkemahan SMP Negeri 2 Denpasar. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Semangat, disiplin, dan kerja sama yang ditunjukkan para Pramuka Penggalang terbaik Kota Denpasar membuahkan hasil membanggakan dalam Lomba Tingkat (LT) III Kwartir Cabang Pramuka Denpasar Tahun 2026 yang berlangsung pada 9–12 Juli 2026 di Bumi Perkemahan SMP Negeri 2 Denpasar. Kegiatan berlangsung selama 4 hari tersebut resmi ditutup oleh Wakil Ketua Kwarcab Denpasar Dewa Gede Rai, Minggu (12/7).

Pada ajang bergengsi tersebut, bagian putra Regu Rayap dari SMP Negeri 14 Denpasar dan bagian putri Regu Hortensia dari SMP Negeri 5 Denpasar berhasil dinobatkan sebagai Regu Berprestasi Tinggi, sekaligus memperoleh kehormatan menjadi wakil Kwartir Cabang Denpasar pada Lomba Tingkat (LT) IV Kwartir Daerah Bali yang akan digelar pada Oktober 2026.

Keberhasilan ini menjadi buah dari proses pembinaan yang berkesinambungan, kerja keras para peserta, dukungan para pembina, serta semangat pantang menyerah yang terus ditanamkan dalam kegiatan kepramukaan di masing-masing gugus depan.

Regu Rayap tampil impresif dengan raihan 8 medali emas, 3 medali perak, dan 7 medali perunggu, sehingga berhak menyandang predikat Regu Berprestasi Tinggi. Sementara itu, Regu Hortensia menunjukkan konsistensi luar biasa dengan mengoleksi 6 medali emas, 11 medali perak dan 1 medali perunggu yang juga mengantarkan mereka meraih predikat Regu Berprestasi Tinggi.

Selain dua regu terbaik tersebut, persaingan pada LT III tahun ini juga berlangsung sangat kompetitif. Regu Garuda meraih 7 emas, 8 perak, dan 3 perunggu sehingga dinobatkan sebagai Regu Berprestasi Baik, disusul Regu Hoya dengan 6 emas, 8 perak, dan 6 perunggu yang juga memperoleh predikat Regu Berprestasi Baik.

Predikat Regu Berprestasi Cukup diraih oleh Regu Flaminggo dengan perolehan 6 emas, 7 perak, dan 7 perunggu, serta Regu Jepun Bali dengan raihan 6 emas, 1 perak, dan 8 perunggu. Sementara itu, Regu Badak mengumpulkan 1 emas, 4 perak, dan 5 perunggu, sedangkan Regu Mawar memperoleh 4 emas, 2 perak, dan 6 perunggu.

Baca Juga  Capacity Building Media BI Bali ke Peruri, Tingkatkan Pemahaman Pencetakan Uang Rupiah

Ketua Panitia LT III Kwarcab Denpasar Tahun 2026, I Putu Suartika, mengatakan seluruh peserta yang telah menunjukkan semangat kompetisi yang sehat selama pelaksanaan kegiatan.

“Lomba Tingkat bukan sekadar ajang mencari juara, tetapi menjadi wahana pembentukan karakter, kepemimpinan, kemandirian, dan kerja sama. Selamat kepada seluruh regu yang telah memberikan penampilan terbaik, khususnya Regu Rayap dan Regu Hortensia yang akan membawa nama Denpasar ke tingkat daerah. Semoga mampu mempertahankan semangat dan terus berprestasi,” ujarnya.

Hal senada disampaikan oleh Sekretaris Kwartir Cabang Denpasar, Putu Andi Surya Prayoga. Ia berharap kedua regu terpilih dapat mempersiapkan diri secara maksimal menghadapi persaingan di tingkat provinsi.

“Prestasi ini merupakan awal dari tantangan yang lebih besar. Kami optimistis Regu Rayap dan Regu Hortensia mampu menjadi duta terbaik Kwarcab Denpasar pada LT IV Kwarda Bali. Teruslah berlatih, menjaga kekompakan, dan menjunjung tinggi nilai-nilai Satya dan Darma Pramuka,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Humas, Data dan Digital (HDD) Kwarcab Denpasar Dewa Gede Rai, dalam amanatnya sebagai Pembina Upacara dalam penutupan Lomba Tingkat III Kwarcab Denpasar menyampaikan bahwa keberhasilan Regu Rayap dan Regu Hortensia merupakan hasil dari proses pembinaan yang berkesinambungan serta dedikasi seluruh unsur pembina di gugus depan.

“Prestasi ini menjadi bukti bahwa pembinaan Pramuka Penggalang di Kota Denpasar berjalan dengan baik. Kami berharap Regu Rayap dan Regu Hortensia terus meningkatkan kemampuan, menjaga kekompakan, dan tampil percaya diri sehingga mampu memberikan hasil terbaik serta mengharumkan nama Kwarcab Denpasar pada Lomba Tingkat IV Kwarda Bali mendatang,” ujarnya, Minggu, 12 Juli 2026.

Keberhasilan Regu Rayap dan Regu Hortensia menjadi bukti bahwa pembinaan kepramukaan di Kota Denpasar terus berkembang dan mampu melahirkan generasi muda yang berkarakter, berprestasi, serta siap menjadi teladan.

Baca Juga  Indeks Keyakinan Konsumen Bali 130,6 Tetap Kuat Jelang Hari Raya

Seluruh keluarga besar Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Denpasar pun menaruh harapan besar agar kedua regu terbaik tersebut mampu kembali mengukir prestasi pada Lomba Tingkat IV Kwartir Daerah Bali pada Oktober 2026, sekaligus mengharumkan nama Kota Denpasar di tingkat provinsi. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Ratusan Guru di Buleleng Ikuti Workshop Buleleng Excellent Teacher 2026

Published

on

By

buleleng excellent teacher
SERAHKAN SERTIFIKAT: Tokoh pendidikan nasional, Seto Mulyadi (Kak Seto) menyerahkan sertifikat kepada tokoh sahabat anak di Buleleng. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Ratusan tenaga pendidik di Kabupaten Buleleng mengikuti Workshop Mandiri – Buleleng Excellent Teacher 2026 yang diselenggarakan oleh ASTA Global, Sabtu (11/7). Kegiatan ini menjadi wadah strategis bagi para guru untuk meningkatkan kompetensi dalam menghadapi tantangan pendidikan di era Generasi Alpha.

Acara yang dipandu oleh Puteri Indonesia 2026, Firsta Yufi Amarta Putri, ini menghadirkan tokoh pendidikan nasional, Seto Mulyadi (Kak Seto), serta Bunda PAUD Kabupaten Buleleng, Ny. Wardhany Sutjidra, sebagai narasumber utama.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata, dalam sambutannya menekankan bahwa tantangan terbesar pendidikan saat ini adalah kesenjangan antara metode mengajar guru dengan cara belajar murid yang merupakan digital native.

“Jika kita masih mengajar dengan cara 10 tahun yang lalu, maka kita kehilangan murid kita. Saya menitipkan pesan kepada para guru agar menjadi pendidik yang melek digital namun tetap berakar pada budaya lokal Buleleng,” pesan Surya Bharata.

Dirinya menyarankan teknologi seperti Canva, Quizizz, atau AI untuk membuat pembelajaran menarik, namun perlu ditanamkan pula nilai-nilai karakter dan cinta tanah air.

Ia juga menekankan pentingnya menciptakan ekosistem sekolah yang sehat dan bebas dari perundungan. Menurutnya, kepala sekolah harus berperan sebagai pemimpin yang mengayomi agar murid dapat tumbuh secara optimal baik secara akademik maupun mental.

Senada dengan hal tersebut, Bunda PAUD Kabupaten Buleleng, Ny. Wardhany Sutjidra, menyoroti pentingnya penanaman karakter dan literasi digital sejak dini pada Generasi Alpha yang sangat kritis dan cerdas.

“Anak-anak Generasi Alpha memiliki kemampuan berpikir kritis dan emosional yang tinggi. Tugas kita, para pendidik dan orang tua, bukan sekadar melarang, tetapi membimbing mereka menggunakan teknologi dengan bijak. Kita harus memastikan mereka mengakses konten yang positif dan mampu mengelola emosi mereka dengan baik,” ujar Ny. Wardhany.

Baca Juga  Capacity Building Media BI Bali ke Peruri, Tingkatkan Pemahaman Pencetakan Uang Rupiah

Ny. Wardhany juga mengingatkan para guru agar memberikan contoh nyata dalam penggunaan gawai. Ia berpesan agar tenaga pendidik dapat lebih fokus memberikan perhatian dan bimbingan langsung kepada siswa saat jam pelajaran berlangsung, daripada sibuk dengan gawai pribadi.

Kegiatan Buleleng Excellent Teacher 2026 ini diharapkan oleh Ny. Wardhany dapat menjadi momentum perubahan bagi para guru di Buleleng untuk lebih inovatif, adaptif terhadap teknologi, namun tetap menjaga nilai-nilai luhur budaya dalam membentuk karakter generasi masa depan. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

TP PKK Badung Hadiri Puncak Peringatan HKG PKK Ke-54 di Makassar

Kader PKK Raih Penghargaan Adhi Bhakti Utama

Loading

Published

on

By

tp pkk badung
HADIRI PUNCAK HKG PKK Ke-54: Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa bersama jajaran pengurus menghadiri Puncak Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tahun 2026 di Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, Sabtu (11/7). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa bersama jajaran pengurus menghadiri Puncak Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tahun 2026 di Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, Sabtu (11/7).

Peringatan tersebut dihadiri, Pelindung TP PKK Nyonya Selvi Gibran Rakabuming didampingi oleh jajaran Seruni Kabinet Merah Putih, Ketua Umum TP. PKK Pusat Nyonya Tri Tito Karnavian, Ketua TP PKK Provinsi se-Indonesia, Ketua TP PKK Kabupaten/Kota se-Indonesia dan undangan lainnya.

Dalam peringatan HKG PKK tahun ini, salah satu kader/pengurus TP PKK Badung menorehkan prestasi tingkat nasional dan berhasil meraih penghargaan Adhi Bhakti Utama dari PKK Pusat. Beliau adalah Ni Wayan Kencanawati. Penghargaan Adhi Bhakti Utama diberikan sebagai bentuk apresiasi tertinggi kepada kader dan pengurus yang telah menunjukkan dedikasi luar biasa, konsistensi dalam melaksanakan program, serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup keluarga dan lingkungan sekitar. Nyonya Rasniathi menambahkan, penghargaan ini sekaligus menjadi tantangan dan motivasi baru untuk bekerja lebih giat lagi.

Dalam kesempatan tersebut, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menyampaikan bahwa kehadiran TP PKK Badung bukan sekedar mengikuti seremonial, melainkan membawa misi penting sekaligus kebanggaan tersendiri.

“TP PKK Badung tidak hanya hadir di kegiatan ini, tetapi juga mengantar pengurus TP PKK Kabupaten Badung  Ni Wayan Kencanawati yang menerima penghargaan Adhi Bhakti Utama dari PKK Pusat. Ini adalah suatu kebanggaan besar bagi kita semua di Kabupaten Badung, sebagai bukti nyata bahwa kerja keras, pengabdian tulus, dan semangat ngayah yang kami jalankan di tengah masyarakat telah mendapat pengakuan tingkat nasional,” ujarnya.

Pencapaian ini akan dijadikan cambuk semangat. Dengan terus memperkuat seluruh jajaran, memaksimalkan setiap poin dalam 10 Program Pokok PKK, dan selaras mendukung arah kebijakan Pemerintah Kabupaten Badung serta program Asta Cita.

Baca Juga  PDRB Bali Triwulan IV Tumbuh Kuat, BI Bali: Pertumbuhan Ekonomi Bali 2023 Diperkirakan Relatif Moderat

“Kami ingin menjadikan keluarga sebagai benteng utama pembangunan, agar Badung semakin maju, masyarakatnya sejahtera, dan turut serta mewujudkan cita-cita luhur Indonesia Emas 2045,” tegasnya.

Hari Kesatuan Gerak PKK yang diperingati setiap tanggal 4 Maret merupakan momentum bersejarah dan menjadi titik tolak gerakan bersama bagi segenap jajaran Tim Penggerak PKK mulai dari tingkat Pusat hingga Daerah. Pada momen ini, seluruh unsur PKK bersatu padu untuk melaksanakan 10 Program Pokok PKK secara konsisten, sekaligus mendukung berbagai program dan kebijakan yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah, demi terwujudnya kesejahteraan keluarga dan masyarakat secara luas.

Peringatan tahun ini mengusung tema “Kuatkan 10 Program Pokok PKK, Laksanakan Asta Cita, Wujudkan Indonesia Emas 2045” yang mengandung makna mendalam, yaitu Gerakan PKK menegaskan komitmen utamanya untuk terus memperkuat, menyempurnakan, dan mengoptimalkan pelaksanaan 10 Program Pokok PKK sebagai landasan utama serta jantung dari seluruh upaya pemberdayaan keluarga di Indonesia. Melalui penguatan yang terarah dan berkelanjutan ini, PKK berperan aktif sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung sepenuhnya pelaksanaan Asta Cita. Kontribusi ini diwujudkan melalui pembangunan yang berbasis pada keluarga yang bersifat berkelanjutan, inklusif, dan berkeadilan sehingga menjadi pondasi kokoh menuju tercapainya visi besar Indonesia Emas 2045. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca