Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Bali Siap Kawal Stabilitas Inflasi Jelang HBKN dan Dorong Percepatan Digitalisasi Daerah

BALIILU Tayang

:

tpid bali
HLM: TPID dan TP2DD Provinsi Bali saat mengadakan “High Level Meeting” (HLM) pada 10 Februari 2026 di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali. (Foto: Hms BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Sebagai upaya menjaga stabilitas harga dan akselerasi digitalisasi, Pemerintah Daerah dan Bank Indonesia serta seluruh pemangku kepentingan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) – Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Provinsi Bali terus memperkuat sinergi dan kolaborasi. Sebagai wujudnya, TPID dan TP2DD Provinsi Bali mengadakan High Level Meeting (HLM) pada 10 Februari 2026, yang dipimpin oleh Gubernur Bali Wayan Koster; Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja; Deputi Bapanas, I Gusti Ketut Astawa; serta dihadiri oleh Asisten Deputi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian; Walikota/Bupati se-Bali atau yang mewakili; Kepala Kanwil DJPb Provinsi Bali; Pimpinan Polda; OJK; BPS; Bulog; Anggota TPID dan TP2DD, serta Perumda se-Provinsi Bali.

Berdasarkan data BPS, inflasi Bali tahun 2025 tercatat sebesar 2,91% (yoy), lebih rendah dibandingkan nasional yang sebesar 2,92% (yoy) dan terjaga dalam sasaran 2,5±1%. Ini menunjukkan bahwa kondisi inflasi di Bali terkendali di tengah meningkatnya aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat, tercermin dari pertumbuhan ekonomi yang tinggi (5,82%).

Mengawali tahun 2026, BPS mencatat inflasi Provinsi Bali pada Januari 2026 sebesar 2,58% (yoy), terkendali dalam sasaran inflasi 2,5±1% dan berada di bawah nasional (3,55%; yoy). Stabilitas inflasi dan pertumbuhan ekonomi di Bali didukung oleh perluasan elektronifikasi transaksi Pemda, hal ini tercermin dari penerimaan pajak dan retribusi daerah yang telah 100% dilakukan secara digital.

Keberhasilan ini tidak terlepas dari sinergi dan koordinasi TPID/TP2DD se-Provinsi Bali. Ke depan, sinergi dan kolaborasi ini perlu terus diperkuat agar pada tahun 2026 inflasi dapat terjaga stabil dalam rentang sasaran dan digitalisasi semakin terakselerasi.

Baca Juga  BI Bali QRIS-kan Bangli, Trisno Nugroho: Transformasi Digitalisasi Sebuah Keharusan

Gubernur Bali Wayan Koster, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya pengendalian inflasi mengingat stabilitas harga sangat menentukan terjaganya kesejahteraan dan daya beli masyarakat Bali.

“Harapannya, inflasi dapat dijaga dalam rentang sasaran agar kepastian harga baik kepada masyarakat maupun produsen khususnya petani dapat terjaga,” jelas Koster.

Gubernur Bali juga menekankan pentingnya penggunaan produk lokal sebagai upaya untuk mewujudkan ketahanan pangan dan membangun ekonomi yang berdaya tahan serta berdaya saing global.

Menghadapi rangkaian Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) pada triwulan I 2026, Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali, menyampaikan beberapa tantangan pengendalian inflasi, antara lain: volatilitas produksi, dinamika cuaca, rantai pasok yang belum optimal, demand komoditas pangan karena program Makan Bergizi Gratis (MBG), dan perlunya pelaksanaan operasi pasar yang terencana.

Adapun beberapa komoditas pangan yang perlu menjadi perhatian menjelang HBKN antara lain cabai rawit, beras, bawang merah, telur ayam ras, daging ayam ras, dan tomat. Lebih lanjut, Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas menegaskan beberapa komoditas pangan perlu menjadi perhatian di tengah dinamika cuaca khususnya aneka cabai.

Asisten Deputi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Mochamad Edy Yusuf, menekankan bahwa pengendalian inflasi merupakan prasyarat penting untuk menjaga keberlanjutan aktivitas ekonomi di daerah, sekaligus memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga.

“Penguatan ketahanan pangan melalui pemanfaatan neraca pangan daerah juga menjadi kunci untuk menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga,” ucap Edy.

Menjelang HBKN Triwulan I 2026, TPID Provinsi Bali memperkuat strategi dan sinergi pengendalian inflasi jangka pendek, khususnya pada penguatan pelaksanaan operasi pasar murah, akselerasi Kerjasama Antar Daerah untuk mendukung kepastian pasokan, dan optimalisasi komunikrtasi publik. Harapannya, inflasi bulanan Bali dapat terjaga di bawah pola historis periode HBKN, inflasi tahunan terjaga dalam sasaran nasional, dan inflasi pangan dapat terkendali mendukung sasaran nasional.

Baca Juga  Dari Hasil Survei, Kinerja Penjualan Eceran Bali Bakal Terus Meningkat

Sejalan dengan TPID, TP2DD juga terus bersinergi dan berkomitmen dalam akselerasi digitalisasi. Implementasi program unggulan TP2DD diarahkan secara terpadu untuk mengakselerasi digitalisasi layanan publik dan optimalisasi pendapatan daerah melalui pembayaran nontunai serta mendorong penguatan ekosistem digital daerah yang inklusif dan memberikan dampak nyata kepada masyarakat Bali.

Sebagai langkah nyata untuk mewujudkan Bali sebagai Pulau Digital, pada kesempatan ini dilakukan Launching Peta Jalan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah Bali dan Komitmen Bersama Akselerasi Digitalisasi Transaksi Pemerintah Daerah se-Bali yang dipimpin oleh Gubernur Bali. Hal ini menjadi momentum strategis untuk menegaskan dukungan seluruh kepala daerah di Provinsi Bali terhadap perkembangan digitalisasi.

Penandatanganan komitmen ini mencerminkan kesepahaman bersama Gubernur serta Bupati dan Walikota se-Bali dalam mempercepat implementasi digitalisasi transaksi pemerintah daerah secara konsisten dan berkelanjutan. Dengan adanya komitmen secara kolektif, diharapkan pelaksanaan kebijakan digitalisasi dapat berjalan lebih terkoordinasi, terukur, dan berdampak nyata terhadap peningkatan efisiensi ekonomi, pengendalian inflasi, serta penguatan stabilitas dan ketahanan perekonomian Bali.

Lebih lanjut Gubernur Bali menyampaikan harapan agar seluruh pihak menunjukkan komitmen untuk dapat secara konsisten menjalankan dan mengimplementasikan berbagai program digitalisasi yang sudah digariskan dalam roadmap TP2DD 2026-2030. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Target Rampung 31 Mei, Bupati Jembrana Instruksikan Penyaluran Bantuan CPP Pusat Terapkan Sistem Jemput Bola

Published

on

By

bupati jembrana
SALURKAN BANTUAN: Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan bersama Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna menyalurkan bantuan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) seberat 219,72 ton beras dan 43.944 liter minyak goreng di Kecamatan Mendoyo dan Kecamatan Jembrana, Rabu (20/5/2026). (Foto: Hms Jembrana)

Jembrana, baliilu.com – Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan bersama Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna menyalurkan bantuan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) seberat 219,72 ton beras dan 43.944 liter minyak goreng di Kecamatan Mendoyo dan Kecamatan Jembrana, Rabu (20/5/2026).

Bantuan dari Pemerintah Pusat melalui Bulog Bali alokasi periode Februari–Maret 2026 ini diserahkan langsung kepada 10.986 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) guna menjaga stabilitas pangan dan meringankan beban ekonomi masyarakat.

​Dalam arahannya, Bupati I Made Kembang Hartawan menegaskan bahwa kehadiran pemerintah di tengah situasi ekonomi yang menantang ini adalah untuk meringankan beban hidup masyarakat rentan.

​Setiap KPM menerima jatah untuk dua bulan sekaligus, dengan rincian 20 kg beras (10 kg per bulan) dan 4 liter minyak goreng. Bupati Kembang menilai jumlah tersebut sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar rumah tangga.

​”Sekarang hidup berat, pemerintah hadir untuk memberikan bantuan. Dengan adanya bantuan beras dan minyak ini, uang yang Bapak/Ibu miliki bisa dialokasikan untuk kebutuhan penting lainnya. Gunakan uangnya untuk kepentingan pendidikan anak, seperti membeli pulpen, buku, dan alat tulis. Jangan sekali-kali dipakai untuk memasang togel (judi),” tegas Bupati Kembang di hadapan warga penerima manfaat.

​Bantuan pangan yang bersumber dari Data Terpadu Sejahtera Nasional (DTSEN) Kementerian Sosial RI ini ditargetkan rampung disalurkan pada 31 Mei 2026. Kendati demikian, terdapat aturan batas waktu pengambilan selama 5 hari di tingkat desa/kelurahan sebelum bantuan dialihkan kepada warga lain yang membutuhkan.

​Mengantisipasi hal tersebut, Bupati Kembang menginstruksikan para Kepala Dusun (Kliang Banjar) untuk proaktif dan menerapkan sistem jemput bola agar bantuan tepat sasaran serta tepat waktu.

Baca Juga  Bali Sabet Penghargaan BI Award Implementasi QRIS Terbaik Nasional

“Saya harap kepada para Kliang Banjar, kalau ada warga yang belum mengambil bantuannya dalam batas waktu 5 hari, tolong antarkan langsung ke rumahnya. Jangan langsung diganti, utamakan dulu hak mereka yang sudah terdata,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

TP PKK Gianyar Sosialisasikan Pemberdayaan Lansia, Wujudkan Lansia Sehat dan Berdaya

Published

on

By

tp pkk gianyar
PEMBERDAYAAN LANSIA: Tim Penggerak PKK Kabupaten Gianyar menggelar kegiatan pemberdayaan lansia yang dirangkaikan dengan sosialisasi peningkatan kualitas hidup lanjut usia, Selasa (19/5) di Balai Banjar Bonjaka Tegalalang. (Foto: ist)

Gianyar, baliilu.com – Tim Penggerak PKK Kabupaten Gianyar menggelar kegiatan pemberdayaan lansia yang dirangkaikan dengan sosialisasi peningkatan kualitas hidup lanjut usia, Selasa (19/5) di Balai Banjar Bonjaka Tegalalang. Kegiatan ini menjadi bagian dari program Upaya Kesehatan Keluarga TP PKK Kabupaten Gianyar dalam mewujudkan lansia yang sehat, kuat, tangguh dan berdaya di tengah masyarakat.

Kegiatan pemberdayaan lansia tersebut juga diisi dengan senam lansia, pemeriksaan kesehatan gratis, konsultasi kesehatan, serta pemeriksaan dan pemberian kacamata gratis bagi para lansia yang hadir. Melalui kegiatan ini, TP PKK Kabupaten Gianyar berharap para lansia tetap sehat, aktif, mandiri dan mampu menjalani masa tua dengan bahagia serta produktif di lingkungan keluarga maupun masyarakat. Acara juga dirangkaikan dengan sosialisasi pemberdayaan lansia oleh dr. Ni Wayan Sri Wardani Sp.PD, K-GH, FINASIM.

Ketua TP PKK Kabupaten Gianyar, Ny. Dr. Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra menyampaikan bahwa peningkatan jumlah penduduk lanjut usia setiap tahunnya merupakan indikator keberhasilan pembangunan sosial dan kesehatan masyarakat. Hal tersebut menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan yang telah disediakan pemerintah mampu diakses dengan baik oleh masyarakat sehingga angka harapan hidup terus meningkat.

“Kita semua berharap populasi penduduk lanjut usia akan meningkat setiap tahunnya. Hal tersebut menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan di bidang sosial terutama kesehatan dapat dilihat dari meningkatnya harapan hidup masyarakat, termasuk para lansia,” ujarnya.

Namun demikian, bertambahnya jumlah lansia juga memerlukan perhatian dan penanganan khusus agar kualitas hidup keluarga tetap sejahtera lahir dan batin. Oleh karena itu, penanganan dan pemberdayaan lansia perlu dilakukan secara holistik, terpadu dan berkelanjutan melalui sinergi pemerintah, maupun masyarakat keluarga.

Baca Juga  Dukungan Gubernur Bali Perkuat KUPVA BB Berizin untuk Pariwisata Bali Berkualitas

Dalam sosialisasi tersebut dijelaskan bahwa kesejahteraan lansia tidak hanya berkaitan dengan kesehatan fisik, tetapi juga menyediakan kebutuhan dasar lainnya seperti sandang, pangan, tempat tinggal yang layak, pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau serta dukungan spiritual dan sosial.

“Kepedulian pemerintah, masyarakat terutama keluarga yang memiliki lansia merupakan tanggung jawab bersama untuk mewujudkan peningkatan kesejahteraan sosial. Lansia harus tetap dapat menjalankan fungsi sosialnya dan berperan aktif secara wajar dalam kehidupan bermasyarakat,” imbuh Istri Bupati Gianyar tersebut.

Lebih lanjut disampaikan, hal utama yang perlu dibangun adalah keberdayaan lansia dalam berinteraksi di lingkungan sosialnya. Lansia juga memerlukan perhatian terhadap kebutuhan fisik berupa makanan sehat yang tidak keras, tidak asin dan tidak berstandar, pakaian yang nyaman, rumah tinggal yang aman serta akses layanan kesehatan rutin yang murah, mudah dan terjangkau.

Selain itu, aspek spiritual dan psikologis juga menjadi perhatian penting. Lansia membutuhkan ruang untuk berinteraksi, teman berbincang, teman beraktivitas hingga pendamping saat menjalani pengobatan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Terima Pemeriksaan Substantif DJKI Kemenkumham RI, Batu Pulaki Banyupoh Siap Miliki HKI

Published

on

By

Batu Pulaki Banyupoh
PEMERIKSAAN: Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan HAM RI saat melakukan pemeriksaan substantif langsung ke lapangan terkait pengajuan Indikasi Geografis (IG) untuk Batu Pulaki Banyupoh asli Desa Banyupoh, Selasa, (19/5), di Wantilan Kantor Perbekel Desa Banyupoh. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Buleleng terus mematangkan langkah perlindungan hukum bagi produk lokal unggulan. Dengan menggandeng Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja dalam pelaksanaan riset, Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan HAM RI melakukan pemeriksaan substantif langsung ke lapangan terkait pengajuan Indikasi Geografis (IG) untuk Batu Pulaki Banyupoh asli Desa Banyupoh, Selasa, (19/5), di Wantilan Kantor Perbekel Desa Banyupoh.

Kepala Brida Buleleng, Ketut Suwarmawan mengungkapkan bahwa proses pengajuan IG itu merupakan perjalanan panjang yang berbasis riset ilmiah. Pihaknya mengaku menggandeng Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja untuk melakukan riset Batu Pulaki Banyupoh pada tahun 2025 dan berhasil didaftarkan ahkir Desember 2025. “Prosesnya cukup lama. Kami terlebih dahulu melakukan riset yang dibantu oleh rekan-rekan dari Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan pada tahun 2025 lalu. Setelah data lengkap, kami melakukan pendaftaran di akhir Desember 2025 melalui fasilitas Kanwil Kemenkumham Bali,” ujar Suwarmawan saat ditemui di sela-sela verifikasi lapangan.

Kaban yang akrab disapa Ketsu itu menambahkan, setelah melewati masa pengumuman dan uji administrasi selama dua bulan tanpa adanya sanggahan, tahapan kini memasuki pemeriksaan substantif untuk mencocokkan dokumen dengan realita di lapangan. Pemeriksaan itu nantinya akan dilakukan pengecekan langsung kondisi riil terkait keberadaan kelompok sampai dengan letak geografis dan pemrosesan Batu Pulaki Banyupoh.

Sementara itu, perwakilan dari DJKI Kemenkumham RI, Gunawan, menyatakan bahwa verifikasi ini bertujuan untuk memastikan keaslian dan spesifikasi produk yang diajukan oleh Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Batu Pulaki Banyupoh Buleleng. Pihaknya mengatakan Batu Pulaki Banyupoh memiliki potensi besar karena memiliki nilai kultur, budaya, dan religi yang sangat spesifik bagi masyarakat Bali, yang tidak ditemukan pada batuan dari daerah lain.

Baca Juga  Dari Hasil Survei, Kinerja Penjualan Eceran Bali Bakal Terus Meningkat

“Secara dokumen, semuanya sudah sesuai. Namun, ada beberapa hal teknis yang perlu dilengkapi, salah satunya terkait tingkat kekerasan batu yang berkisar antara 6 hingga 7 skala Mohs,” ujar Gunawan.

Pihaknya menyarankan agar ke depannya kelompok MPIG difasilitasi alat uji kekerasan untuk menjaga kontrol kualitas. Hal itu penting dilakukan agar setiap batu yang diproduksi harus terstandar pada skala tersebut. Jika di bawah 6, maka tidak bisa disebut sebagai Batu Pulaki Banyupoh Buleleng. Gunawan juga mengingatkan pentingnya perlindungan hukum ini agar tidak terjadi penyalahgunaan nama oleh pihak luar. Berdasarkan UU Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis, pihak luar yang menggunakan nama “Batu Pulaki Banyupoh Buleleng” tanpa hak dapat dikenai sanksi hukum.

Usai pemeriksaan IG, Ketua MPIG Batu Pulaki Banyupoh, Kadek Sudiasa mengaku bahwa kerajinan Batu Pulaki sudah eksis sejak tahun 1980-an, yang pertama kali ditemukan dan dikembangkan oleh tokoh lokal bernama Almarhum Putu Dana yang lebih dikenal dengan nama Pak Gobel, bahkan sempat mengikuti pameran nasional di Jakarta Convention Center (JCC). Pihaknya mengatakan meskipun potensi batu di kawasan hutan dan sungai Banyupoh sangat melimpah, untuk tahap awal ini baru ada tiga jenis batu dari dua lokasi yang didaftarkan karena dinilai paling langka dan diminati, yaitu: Batu Kresna Dana, Batu Gadang Tabur dan Batu Brumbun Tabur.

Disinggung terkait kisaran harga, Kadek Sudiasa menegaskan nilai ekonomi ketiga batu itu tergolong tinggi tergantung pada tingkat kemulusan tanpa retak. Untuk Batu Kresna Dana kualitas baik dibanderol mulai dari 1 juta rupiah ke atas. Sedangkan untuk jenis Hijau Tabur Emas dan Berumbun Pancawarna yang mulus, harganya bisa menembus di angka 5 juta rupiah.

Baca Juga  Bank Indonesia Perkuat Literasi dan Kepedulian Lingkungan melalui World Book Day 2026

“Saat ini pasca-pandemi Covid-19, jumlah perajin yang aktif tercatat sebanyak 26 orang. Kami berharap dengan adanya sertifikasi IG ini, Batu Pulaki bisa kembali booming seperti tahun 2015-2016 lalu dan tidak diklaim oleh daerah lain,” ujarnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca