Wednesday, 28 September 2022
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

EKONOMI & BISNIS

Tingkatkan Kapasitas Ekonomi UMKM, BI Bali Serahkan Bantuan PSBI

BALIILU Tayang

:

bi bali
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali saat menyerahkan Bantuan Program Sosial Bank Indonesia Peningkatan Kapasitas Ekonomi UMKM Semester I-2022. (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali melaksanakan Penyerahan Bantuan Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) Peningkatan Kapasitas Ekonomi (PKE) UMKM Semester I-2022. Kegiatan dihadiri oleh Anggota DPR-RI Komisi Xl Dapil Provinsi Bali, Wakil Gubernur Provinsi Bali, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Bupati Jembrana, Wakil Bupati Karangasem, dan Perwakilan UMKM penerima PSBI.

PSBI PKE UMKM semester I-2022 tersebut diterima oleh kelompok Gaza Creative (Gianyar), Kelompok Tani Hati Sujati, Kelompok Ternak Giri Winangun Sari, Kelompok Tenun Fortuna Sidemen (Karangasem), Kelompok Ternak Merta Abadi (Jembrana), dan Subak Pakel (Denpasar), pada Senin, 25 Juli 2022 di Denpasar.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho menyampaikan bahwa PSBI merupakan bentuk kepedulian Bank Indonesia untuk berkontribusi dalam mendorong pengembangan ekonomi sesuai dengan potensi masing-masing di wilayah Bali. Dalam implementasi PSBl, Bank Indonesia mengusung semangat “Dedikasi untuk Negeri” sebagai bentuk komitmen Bank Indonesia untuk berkontribusi, berempati, peduli serta membantu mengatasi permasalahan sosial dan ekonomi di masyarakat sekitar.

Sampai dengan semester I-2022, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali berkesempatan menyalurkan PSBI PKE UMKM kepada 6 UMKM dengan komoditas volatile food dan berorientasi ekspor. Beberapa bentuk bantuan yang diberikan seperti jalan usaha tani, serta embung air untuk keperluan perairan ternak dan pertanian kepada kluster ketahanan pangan. Sementara rumah produksi dan galeri diberikan kepada UMKM berorientasi ekspor.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Gubernur Bali, Prof. Dr. Ir. Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, M.Si. menyampaikan pembinaan UMKM yang dilakukan oleh berbagai instansi di Indonesia sejalan dengan Instruksi Presiden. Hal tersebut dilakukan agar setiap daerah memiliki UMKM yang berkualitas sehingga dapat mengurangi ketergantungan terhadap impor dan bahkan melakukan ekspor. Pemerintah Provinsi Bali dengan Visi Pembangunan Daerah Bali Nangun Sat Kerthi Loka Bali, selalu berkomitmen mencari terobosan dan inovasi dengan tujuan pertumbuhan ekonomi Bali dapat terus berkembang melalui pengembangan di sektor UMKM.

Baca Juga  BI Bali: Inflasi Bali Juni 2022 Didorong Peningkatan Harga Pangan

Selain itu, Pemerintah Provinsi Bali menyambut baik dan mengapresiasi penyerahan PSBI oleh Bank Indonesia dalam rangka mencapai pertumbuhan ekonomi yang stabil dan berkelanjutan yang didukung oleh stabilitas makro ekonomi dan sistem keuangan. Mengingat peran UMKM sangat penting sebagai penopang perekonomian rakyat. Pemerintah memerlukan sinergi, kolaborasi, peran dan kontribusi dari para pemangku kepentingan. Oleh karena itu, Pemerintah Daerah mengajak berbagai stakeholders untuk dapat menciptakan ekosistem yang mendukung pengembangan UMKM sehingga dapat meningkatkan nilai tambah melalui inovasi, penciptaan lapangan pekerjaan dan meningkatkan konsumsi produk/ jasa buatan dalam negeri.

Anggota DPR RI Komisi XI, I Gusti Agung Rai Wirajaya, mengatakan pembinaan UMKM yang dilakukan oleh Bank Indonesia ditujukan untuk menciptakan entrepreneurship dan menciptakan lowongan pekerjaan. Bank Indonesia dalam melakukan pembinaan UMKM lebih mengedepankan kualitas UMKM yang dibentuk, bukan kuantitas atau jumlah UMKM yang dibina. Selain itu, Bank Indonesia juga memiliki kantor perwakilan di luar negeri yang dikerahkan untuk membantu promosi produk UMKM ke mancanegara.

Maka dari itu, UMKM yang telah dibina oleh Bank Indonesia harus memanfaatkan kesempatan ini dengan semaksimal mungkin. Bantuan dan pelatihan yang telah diterima harus dipraktikkan untuk meningkatkan kualitas produk UMKM yang dihasilkan dan terilibat dalam event event promosi yang diselenggarakan Bank Indonesia bersinergi dengan stakeholders. Diharapkan ke depan, program ini mampu memberikan efek positif kepada perekonomian Bali.

Pihaknya akan terus bersinergi dengan Pemerintah Daerah Bali dan Bank Indonesia sebagai stakeholders terkait untuk terus membangkitkan perekonomian Bali. (gs/bi)

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
iklan hut ri
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKONOMI & BISNIS

Wagub Cok Ace Apresiasi Dukung Program Pemerintah Dorong UMKM Terhubung dalam Ekosistem Digital

Published

on

By

wagub cok ace
Wakil Gubernur Bali Prof. Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati menerima penghargaan bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho pada acara Seminar “Young Entrepreneur Success Zone” oleh Bank BJB bertempat di Taman Dedari, Kedewatan, Ubud, Gianyar, pada Selasa (27/9). (Foto: Ist)

Gianyar, baliilu.com – Keberhasilan Indonesia dalam pemulihan ekonomi nasional tidak terlepas dari peran penting pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Sama seperti halnya di Bali, UMKM terbukti menjadi salah satu penyelamat saat pandemi Covid-19 melanda. Untuk itu Pemerintah khususnya Pemprov Bali terus mendukung program UMKM termasuk digitalisasi UMKM.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Gubernur Bali Prof. Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati saat memberikan sambutan pada acara Seminar “Young Entrepreneur Success Zone” oleh Bank BJB bertempat di Taman Dedari, Kedewatan, Ubud, Gianyar, pada Selasa (27/9).

Ia melanjutkan tercatat sebanyak 99% lebih pelaku usaha adalah UMKM dengan kontribusi sebesar 60% terhadap PDB nasional dan menyerap tenaga kerja sebesar 97%, namun UMKM masih diberlakukan sebagai ekonomi subsisten, dimana 99,6% pelaku usahanya adalah Usaha Mikro. “Untuk itu beberapa rekomendasi dari lembaga kajian, Indonesia perlu menciptakan lapangan kerja menengah yang berkualitas melalui pengembangan inovasi, membangun kemandirian UMKM serta menciptakan wirausaha-wirausaha baru, yang unggul dan inovatif,” jelasnya.

Pemprov Bali menurutnya telah mengeluarkan berbagai kebijakan membantu sektor UMKM terutama di masa pandemi seperti relaksasi pajak, kemudahan regulasi, bantuan modal, peningkatan kualitas SDM, bantuan teknologi, promosi UMKM. Selain itu, dengan dukungan banyak pihak salah satunya BPD Bali dan kini Bank BJB, Pemprov juga berhasil menggandeng pelaku UMKM untuk bertransformasi ke arah digital. Karena ia memandang di era ini sangat perlu tidak hanya sebagai media promosi tapi juga untuk kemudahan transaksi.

Untuk mendorong sektor UMKM lebih melesat lagi, tokoh Puri Ubud ini mengatakan Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, sehingga perlu adanya kolaborasi dan sinergi dengan berbagai pihak termasuk swasta dalam ikut berperan dalam menumbuhkan dan memberdayakan UMKM. “Saya menyambut baik penyelenggaraan kegiatan ini dalam upaya sinergitas penyelenggaraan melalui program untuk scale up bisnis yang mengajak para pebisnis dalam mewujudkan target komunitas handcraft, fashion, beauty serta food and beverage dalam wadah komunitas UMKM,” tandasnya.

Baca Juga  BI Bali QRIS-kan Bangli, Trisno Nugroho: Transformasi Digitalisasi Sebuah Keharusan

Sementara sebelumnya Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali Trisno Nugroho juga mengapresiasi Pemprov Bali yang terus membantu tugas BI di Bali, serta apresiasi kepada Bank BJB yang turut aktif memulihkan perekonomian melalui pengembangan inovasi digital untuk UMKM di Bali. Ia menyampaikan saat ini pemulihan ekonomi Bali terus menguat hingga triwulan II 2022 sebesar 3,04%, lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 1,45%.

Untuk mendukung percepatan pemulihan ekonomi Bali tersebut tentu tak lepas dari peranan pengembangan UMKM. Sebagaimana diketahui, peranan UMKM terhadap perekonomian sangat penting. Pengembangan UMKM di Bali oleh BI juga dijalankan dengan sangat serius, hingga tercatat saat ini sekitar 40 UMKM binaan BI dan 16 UMKM mitra telah mendapatkan berbagai binaan dari BI. “Pengembangan UMKM perlu mendapat bantuan dan dukungan dari seluruh pihak. Untuk itu, Bank Indonesia bersama kementerian serta otoritas lainnya telah menyusun Strategi Nasional (Stranas) Pengembangan UMKM yang menekankan pada 3 pilar kebijakan, yaitu: korporatisasi, kapasitas dan pembiayaan,” imbuhnya.

Senior Vice President of Digital Banking, Bank BJB Arfianto Ramadhian melaporkan Bank BJB menggelar kompetisi wirausaha muda Indonesia yang penuh inovasi melalui YEZ (Young Entrepreneur Success Zone) 2.0 by Bank BJB dengan total hadiah Rp 230 juta untuk 3 pemenang. YEZ merupakan sebuah program untuk scale up bisnis yang mengajak para pebisnis untuk mengikuti seleksi dan mempresentasikan konsep usahanya di depan para juri yang kompeten di bidang bisnis. YEZ yang dilaksanakan di 4 kota yakni Batam (10 September), Gianyar (27 September), Makassar (5 Oktober), dan Bandung (13 Oktober) akan memperebutkan investasi dari Bank BJB berupa modal usaha. Kategori yang diikutsertakan adalah Food & Beverages, Fashion, Handcraft, dan Beauty. Diharapkan peserta yang daftar bukanlah debitur UMKM Bank BJB. “Peserta juga diwajibkan membuat proposal berupa business plan, innovative product yang belum pernah ada, serta lebih diprioritaskan untuk bisnis yang telah berjalan minimal 2 tahun,” tutupnya. (gs/bi)

Baca Juga  Kinerja Penjualan Eceran di Bali Diperkirakan Meningkat

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
iklan hut ri
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

HUT Ke-33 BPR Kanti, Bertabur Prestasi dan Penghargaan

Teranyar Raih “Infobank BPR Award 2022”

Published

on

By

bpr kanti
Diretur Utama BPR Kanti Made Arya Amitaba foto bersama jajaran direksi, Selasa (27/9) saat merayakan Ultah BPR Kanti ke-33 di Gedung Pusdiklat BPR Kanti Batubulan Gianyar. (Foto: gs)

Gianyar, baliilu.com – Pada Selasa, 27 September 2022 ini, BPR Sukawati Panca Kanti (BPR Kanti) tepat berusia 33 tahun. Di hari ulang tahunnya yang dirayakan secara sederhana itu, berbagai prestasi dan penghargaan telah ditorehkan. Yang teranyar, BPR Kanti meraih penghargaan Infobank BPR Award 2022 untuk Kategori Bank dengan Predikat Kinerja Sangat Bagus.

Sebelumnya, pada puncak peringatan Hari Koperasi ke-75 BPR Kanti dianugerahi sebagai Bank Sahabat Koperasi karena telah melaksanakan fungsi Apex Bank bagi koperasi dalam hal memberikan modal kerja kredit untuk disalurkan ke anggota koperasinya, membantu mengatasi kesulitan likuiditas (liquidity mismatch), membuatkan produk bersama serta memberikan pelatihan kepada SDM koperasi (Capacity Building).

‘’Memang apa yang kami lakukan dalam kondisi pandemi Covid-19 ini suatu tindakan yang sangat luar biasa. Semua itu didasari dari niat kami untuk membantu, melayani, dan berbagi dengan lembaga keuangan yang ada,’’ terang Diretur Utama BPR Kanti Made Arya Amitaba, Selasa (27/9) selepas merayakan Ultah BPR Kanti ke-33 di Gedung Pusdiklat BPR Kanti Batubulan Gianyar.

Dalam situasi krisis akibat pandemi Covid-19, dimana lembaga keuangan seperti BPR dan koperasi kesulitan likuiditas, Arya Amitaba mengungkapkan BPR Kanti membantu bagaimana menggerakkan perekonomian Bali dan satu-satunya kita harus membackup lembaga keuangannya.

bpr kanti
Diretur Utama BPR Kanti Made Arya Amitaba. (Foto: gs)

‘’Terbukti dengan niat kami yang sungguh-sungguh membantu lembaga keuangan yang ada, kami membukukan kinerja yang sangat luar biasa. Kredit tumbuh 48 persen, asset tumbuh 52 persen, dana pihak ketiga tumbuh 30 persen dan ini pencapaian yang belum pernah kami capai dalam kondisi normal,’’ ucap Arya Amitaba.

Dan, tepat di Hari Ulang Tahun BPR Kanti ke-33 pada Selasa, 27 September 2022 ini, BPR yang berkantor pusat di Batubulan, Gianyar itu berhasil membentuk kelompok Tabungan Arisanku dengan jumlah rekening yang bombastis sebanyak 1.999 rekening dengan total penghimpunan dana hampir Rp. 20 miliar atau tepatnya Rp. 19.990 miliar. Dan yang sangat membangggakan lagi, adalah terbentuknya kelompok tabungan ini tidak sampai 1,5 bulan.

Baca Juga  BI Bali: Optimisme Konsumen Bali Terus Menguat

Yang lebih fenomenal lagi adalah yang membuka rekening tabungan ini tidak hanya berasal dari nasabah-nasabah BPR Kanti yang ada di Bali, namun juga ada dari luar Bali. Tak hanya diikuti nasabah perorangan namun juga dari kelembagaan baik BPR, koperasi, maupun badan usaha lainnya.

Nasabah perorangan maupun BPR ada dari Medan, Sumatra Utara, Lampung, Jakarta, Jawa Barat, Yogyakarta, Solo, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi, Kalimantan Barat bahkan sampai ke Kalimantan Utara. Sehingga BPR Kanti seolah-olah dapat membentuk Tabungan Nusantara – NKRI.

Terbentuknya Tabungan Arisanku ini tentu tidak bisa dipungkiri sebagai dampak akibat langsung dari pelaksanaan Seminar dan Diskusi Hukum Nasional yang menghadirkan Dr. David Tobing selaku Ketua Komunitas Konsumen Indonesia, Ketua Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Denpasar Bali, Budi Adnyana, S.H., M.H., dan Kepala Kejaksaan Negeri Denpasar Rudy Hartono yang sekaligus membuka acara Seminar/Diskusi Hukum Nasional tersebut.

Sebelum pelaksanaan Seminar/Diskusi Hukum Nasional itu, kata Arya Amitaba, kelompok tabungan ini baru terkumpul 1.300 rekening. Namun setelah pelaksanaan kegiatan tersebut dalam rentang waktu yang sangat singkat berhasil memenuhi kuota tabungan dimaksud yaitu sebanyak 1.999 rekening sehingga pelaksanaan kegiatan Seminar/Diskusi Hukum Nasional tersebut dapat dikatakan berdampak langsung terhadap pemenuhan kuota tabungan tersebut.

bpr kanti
Diretur Utama BPR Kanti Made Arya Amitaba foto bersama karyawan BPR Kanti, Selasa (27/9) selepas merayakan Ultah BPR Kanti ke-33 di Gedung Pusdiklat BPR Kanti Batubulan Gianyar. (Foto: gs)

‘’Oleh karenanya, bertepatan dengan Hari Ulang Tahun BPR Kanti dirayakan secara sederhana yang hanya melibatkan teman-teman media yang selama ini mem-backup sosialisasi informasi BPR Kanti kepada khayalak masyarakat luas,’’ ujar Arya Amitaba seraya mengatakan sehari sebelum puncak perayaan HUT ke-33, dilaksanakan kegiatan sosial donor darah bertempat di Gedung Pusdiklat BPR Kanti, Batubulan, Gianyar.

Hal ini sebagai apresiasi telah terbentuknya Kelompok ArisanKU Periode ke-49 dengan 1.999 rekening yang terkumpul dana tabungan hampir Rp. 20 miliar atau tepatnya Rp.19.990 miliar.

Baca Juga  Dukung Pengendalian Inflasi, BI Bali Gencarkan Pembayaran Digital Berbasis QRIS

‘’Namun kami selalu berharap ke depan bagaimana BPR Kanti selalu dirasakan keberadaan dan kebermanfaatannya. Tidak hanya bagi masyarakat perseorangan, UMKM, juga untuk industri lembaga keuangan lainnya yang bersinggungan dengan BPR Kanti,’’ pungkasnya. (gs/bi)

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
iklan hut ri
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto Hadir dalam Kuliah Umum di Unud

UMKM Merupakan Kunci Penting Perekonomian

Published

on

By

menko perekonomian
Menko Bidang Perekonomian Dr. (HC) Ir. Airlangga Hartarto, MBA,MMT,IPU saat sebagai keynote speech kuliah umum di Unud. (Foto: Ist)

Jimbaran, Badung, baliilu.com – Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia bekerja sama dengan Universitas Udayana menyelenggarakan Kuliah Umum dan Kajian Buku Pembiayaan UMKM bertempat di Gedung Auditorium Widya Sabha Kampus Jimbaran, Kamis (22/9/2022).

Kuliah Umum ini menghadirkan narasumber yakni Menko Bidang Perekonomian Dr. (HC) Ir. Airlangga Hartarto, MBA,MMT,IPU sebagai keynote speech, dan Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Dr. Iskandar Simorangkir, S.E.,M.A. yang membawakan Pengantar Diskusi Kajian Buku “Pembiayaan UMKM”.

Kepala Biro Kemahasiswaan Drs. I Ketut Kartika yang dalam kesempatan ini mewakili Rektor Unud dalam sambutannya mengatakan UMKM di Indonesia mempunyai peranan yang sangat penting dalam perekonomian, namun dalam dua dekade terakhir peran UMKM di Indonesia relatif mengalami perubahan. Akses pembiayaan atau permodalan menjadi kendala penyebab sektor UMKM sulit meningkatkan skala ekonominya.

Buku Pembiayaan UMKM ini sangat bermanfaat dalam berbagi pengetahuan dan pengalaman bagi pembuat kebijakan, pelaku usaha ataupun akademisi sebagai pengetahuan untuk mengembangkan UMKM dengan belajar kisah sukses dan kegagalan masa lalu sehingga kita dapat menghindari kesalahan yang sama. Dalam buku tersebut juga membahas peranan UMKM terhadap perekonomian, ketahanan UMKM terhadap krisis kebijakan pembiayaan UMKM, pembiayaan syariah bagi UMKM dan pembiayaan UMKM pada masa Covid-19. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kita semua terutama mahasiswa karena ada unsur pemerintah sebagai pengambil kebijakan, ada praktisi perbankan sebagai penyalur KUR dan juga penjamin KUR, para akademisi, pelaku UMKM. Kepala Biro mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan ini dan meminta peserta agar mengikuti secara aktif serta memanfaatkan booth pameran yang ada untuk berdiskusi tentang UMKM.

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keynote speech-nya berharap kegiatan ini dapat mendorong pengembangan UMKM dan mendiseminasikan pembiayaan UMKM secara lebih luas untuk pembangunan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan. Buku Pembiayaan UMKM telah diluncurkan pada 11 November 2021 yang berisi berbagai pengetahuan dan pengalaman dalam mengembangkan UMKM, mengingat UMKM merupakan pilar pertumbuhan ekonomi yang selama masa pandemi bisa bertahan.

Baca Juga  Survei Penjualan Eceran Agustus 2022: Kinerja Penjualan Eceran Bali Diperkirakan Terus Tumbuh
umkm
Deputi Bidang Koordinasi Makro dan Keuangan Kemenko RI saat meninjau booth pameran di Unud. (Foto: Ist)

Para pelaku UMKM merupakan kunci penting bagi perekonomian dimana kontribusinya pada Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 61 persen dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 97 persen pada tenaga kerja nasional. Di samping itu keberadaan UMKM juga mendorong investasi. Terkait hal ini, Presiden telah memberikan arahan untuk meningkatkan pos kredit UMKM terhadap perbankan dan Bank Indonesia telah mengeluarkan peraturan terkait program pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Pemerintah terus mengembangkan program KUR agar dapat dinikmati masyarakat luas. Pemerintah juga terus menambah nilai tambah ekonomi terutama penguatan kewirausahaan, UMKM dan koperasi. Pihaknya berharap buku ini menambah pengetahuan para akademisi, pembuat kebijakan dan mahasiswa untuk melakukan monitoring, evaluasi serta mengetahui kebijakan-kebijakan di sektor UMKM.

Dalam kegiatan ini juga dilakukan penyerahan buku kepada para pimpinan fakultas oleh Deputi Bidang Koordinasi Makro dan Keuangan yang dilanjutkan dengan tinjauan ke booth pameran. Kemudian dilanjutkan dengan Bedah Buku oleh tiga narasumber yakni Thasya Pauline, S.E.,MSE (Analis Kebijakan Ahli Madya-Sektor Eksternal Kemenko Perekonomian), Gede Edy Prasetya, S.E.,M.M. (Asisten Deputi Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Kemenko Bidang Perekonomian) dan Dr. I Gede Kajeng Baskara, S.E.,Ak.,M.M. (Wakil Dekan FEB Unud). Sumber: https://www.unud.ac.id/in/berita4891-Menko-Bidang-Perekonomian-Hadir-dalam-Kuliah-Umum-di-Unud-UMKM-Merupakan-Kunci-Penting-Perekonomian-.html (gs/bi)

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
iklan hut ri
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca