Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

Uncategorized

Bank Indonesia dan ASITA Sepakati Komitmen Gaungkan QRIS Cross Border di Bali

BALIILU Tayang

:

BI Bali
QRIS ANTARNEGARA : Perluasan akseptansi QRIS Antarnegara saat opening ceremony Bali Jagadhita VI 2025 di Gedung Dharma Negara Alaya, Denpasar (2/6). (Foto: Hms BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali terus menggaungkan akselerasi digitalisasi sistem pembayaran, salah satunya melalui perluasan akseptansi QRIS Antarnegara (Cross Border). Untuk mendukung Bali sebagai destinasi wisata utama di Indonesia, Bank Indonesia Provinsi Bali dan Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA)

Provinsi Bali berkomitmen bersama untuk Perluasan Akseptansi QRIS Cross Border dan Peluncuran Paket Wisata QRIS Cross Border Bali yang dilakukan pada opening ceremony Bali Jagadhita VI 2025 di Gedung Dharma Negara Alaya, Denpasar (2/6).

Kegiatan ini dihadiri oleh Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Teuku Riefky Harsya, Deputi

Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta, Gubernur Bali Wayan Koster, Kepala Perwakilan BI Bali Erwin Soeridimadja, Duta Besar Berbagai Negara, Wakil Ketua ASITA Bali Kadek Darmayasa Karang, anggota DPD dan DPRD Provinsi Bali, dan sejumlah tokoh penting lainnya. Acara ini dipenuhi oleh kurang lebih 400 orang dari berbagai perwakilan duta besar dan konsulat jenderal dari berbagai negara, investor, akademisi, pelaku usaha/UMKM, media.

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta, dalam sambutannya mengatakan QRIS sudah go global. ”QRIS antarnegara telah menjangkau Malaysia, Thailand, dan Singapura dan terus diperluas (in the pipeline ada Jepang, Korea, India, dan Tiongkok). Inisiatif ini tidak hanya meningkatkan konektivitas pembayaran antarnegara, namun juga menstimulasi pertumbuhan perdagangan ritel dan pariwisata yang umumnya UMKM padat karya,” kata Filianingsih.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Bali, Wayan Koster, juga menekankan pentingnya dukungan terhadap sektor pariwisata melalui percepatan digitalisasi, baik dalam promosi destinasi, sistem pembayaran, maupun pelayanan kepada wisatawan, guna menciptakan ekosistem pariwisata yang lebih modern, efisien, dan berdaya saing tinggi di tingkat global. Ekosistem pariwisata yang mencakup kemudahan dan kecepatan pembayaran dapat meningkatkan daya saing Bali sebagai tujuan wisata utama di Indonesia.

Baca Juga  Penjualan Eceran Bali Tetap Optimis di Tengah Dinamika Ekonomi Global

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Erwin Soeridimadja menyatakan kolaborasi yang dilakukan dengan ASITA Provinsi Bali bertujuan untuk memperluas akseptasi, edukasi, dan penetrasi pasar atas implementasi digitalisasi pembayaran. ”Wujud dari komitmen bersama antara lain perluasan publikasi QRIS Cross Border kepada pengusaha counterpart travel agent, dan wisatawan yang akan melakukan perjalanan ke Bali dari 3 (tiga) negara target utama, yaitu Thailand, Malaysia dan Singapura,” sebut Erwin.

Sebagai tindak lanjut komitmen bersama, pada 4 Juni 2025 akan dilakukan sosialisasi QRIS Cross Border kepada anggota ASITA yang akan diperluas ke asosiasi pariwisata lainnya seperti Hotel General Manager Association (HGMA), dan Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) selaku garda terdepan yang berinteraksi langsung dengan wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Bali.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan Live Experience Transaksi QRIS Cross Border di panggung, baik transaksi inbound dan outbond, sebagai bukti implementasi QRIS Cross Border. Transaksi inbound dilakukan oleh WN Singapura, Director Maple Finest Pte. Ltd, Dannie Yeo Zhi Yong, untuk pembelian Paket Wisata di Desa Wisata Penglipuran, yang merupakan salah satu destinasi unggulan dalam paket wisata QRIS Cross Border. Sementara, transaksi outbound dilakukan oleh WN Indonesia, Honorary Consulate of Malaysia, Panudiana Khun, yang menggunakan mobile banking BPD Bali untuk melakukan pembayaran QRIS Cross Border dengan merchant Malaysia.

QRIS Cross Border telah diimplementasikan di Thailand, Malaysia, dan Singapura, akan diperluas ke negara Jepang dan Tiongkok yang akan diujicobakan pada 17 Agustus 2025 mendatang, dan ke depan Korea dan India. Hingga April 2025, transaksi inbound QRIS Cross Border di Bali mencapai 24.121 transaksi dengan nominal mencapai Rp 7,1miliar. Angka ini terus meningkat setiap bulannya, baik secara inbound maupun outbound.

Dengan komitmen bersama perluasan akseptasi QRIS Cross Border dan peluncuran paket wisata QRIS Cross Border ini, Bank Indonesia berharap dapat mendorong penggunaan pembayaran digital di kalangan wisatawan, memperkuat inklusi keuangan, dan mengakselerasi pemulihan serta pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor pariwisata yang berkelanjutan. (gs/bi)

Baca Juga  Pulihkan Ekonomi Daerah, BI Bali Terus Dukung Kegiatan Promosi Perdagangan UMKM

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BUDAYA

Jaga Eksistensi Adat, Pemkab Badung Dukung “Karya Agung Menawa Ratna“ di Pura Ratu Pasek

Published

on

By

SERAHKAN DANA HIBAH: Bupati Wayan Adi Arnawa menyerahkan dana hibah saat menghadiri Karya Agung Menawa Ratna Ngeteg Linggih, Padudusan Agung di Pura Ratu Pasek, Banjar Pasekan, Desa Adat Munggu, Mengwi, Selasa (15/9). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Badung menegaskan komitmennya dalam menjaga keberlanjutan adat, agama, dan kebudayaan Bali melalui dukungan nyata terhadap pelaksanaan Puncak Karya Agung Menawa Ratna Ngenteg Linggih, Padudusan Agung di Pura Ratu Pasek, Banjar Pasekan, Desa Adat Munggu, Mengwi, Selasa (15/9).

Langkah ini ditunjukkan langsung lewat kehadiran Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, yang juga bertindak sebagai upasaksi sekaligus menyerahkan bantuan stimulus pemerintah secara simbolis kepada pihak pengempon.

Bantuan untuk menyukseskan karya tersebut diterima langsung oleh Ketua Panitia Karya, I Ketut Pujarsana, disaksikan tokoh adat serta masyarakat setempat. Upacara berskala utama ini dipuput oleh empat sulinggih, yakni Ida Sulinggih Sinuhun dari Griya Bongkasa, Ida Sulinggih dari Griya Buduk, Ida Sulinggih dari Griya Abianbase, dan Ida Sulinggih dari Griya Sempidi. Agenda keagamaan ini turut dihadiri Anggota DPRD Provinsi Bali I Wayan Bawa, Anggota DPRD Badung I Wayan Edy Sanjaya dan I Made Rai Wirata, Camat Mengwi, serta Perbekel Desa Munggu.

Bupati Adi Arnawa menyampaikan rasa sukacita serta apresiasi tinggi kepada seluruh krama pengempon Pura Ratu Pasek Banjar Pasekan atas semangat kebersamaan dan gotong-royong yang terjaga.

“Pelaksanaan karya bukan semata-mata merupakan rangkaian ritual keagamaan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat jati diri masyarakat Bali yang berlandaskan adat, agama, tradisi, dan budaya. Nilai-nilai inilah yang harus terus kita jaga dan wariskan kepada generasi berikutnya,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa pelestarian tradisi leluhur membutuhkan sinergi yang kokoh antara kebijakan pemerintah daerah dengan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat desa adat di tengah perkembangan zaman.

“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Pelestarian adat dan budaya membutuhkan kebersamaan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, kami di Pemerintah Kabupaten Badung akan terus hadir memberikan dukungan sesuai kewenangan dan kemampuan pemerintah, sekaligus memastikan nilai-nilai luhur yang menjadi kekuatan masyarakat Bali tetap terjaga,” kata Bupati Adi Arnawa.

Baca Juga  Bali Raih Kinerja Unggul Penyaluran KUR

Melalui pelaksanaan yadnya utama ini, Bupati berharap vibrasi spiritualnya mampu membawa dampak positif bagi keselamatan krama dan keharmonisan daerah secara luas. “Selain sebagai sarana ngatag katatwaning agama, karya ini tentu kita maknai sebagai upaya memohon keselamatan, keharmonisan, dan kerahayuan bagi Jagat Badung, Bali, hingga Nusantara. Semoga seluruh rangkaian karya berjalan lancar, memberikan ketentraman bagi krama, dan membawa kebaikan bagi kehidupan bersama,” pungkas Adi Arnawa.

Di sisi lain, Ketua Panitia Karya I Ketut Pujarsana menyampaikan terima kasih mendalam atas perhatian penuh dari Pemkab Badung dan Pemerintah Desa Munggu. Menurutnya, sokongan ini melipatgandakan semangat krama dalam bergotong-royong secara swadaya demi mensukseskan upacara suci tersebut.

“Kami menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada Bapak Bupati Badung beserta jajaran dan Pemerintah Desa yang telah memberikan perhatian serta dukungan nyata, sehingga karya agung ini dapat terlaksana dengan lancar dan labda karya,” ungkap Ketut Pujarsana.

Rangkaian upacara besar ini sendiri dijadwalkan masih akan berlangsung hingga prosesi penutupan atau Penyineban, Rsi Bojana, dan Nuek Bagia pada Kamis, 12 November 2026 mendatang. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Kukuhkan 72 Anggota Paskibraka, Gubernur Koster: Bertugas Penuh Tanggung Jawab, Kompak dan Cinta Tanah Air

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster mengukuhkan 72 anggota Paskibraka Provinsi Bali Tahun 2026 di Gedung Wiswasabha Utama, Denpasar.
KUKUHKAN PASKIBRAKA: Gubernur Bali Wayan Koster saat mengukuhkan 72 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi Bali Tahun 2026 yang berlangsung di Gedung Wiswasabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Sabtu (15/8/2026). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster mengukuhkan 72 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi Bali Tahun 2026. Pengukuhan berlangsung di Gedung Wiswasabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Sabtu (15/8/2026).

Ke-72 anggota Paskibraka tersebut akan bertugas dalam upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Provinsi Bali. Mereka terbagi dalam Pasukan 17, Pasukan 8, dan Pasukan 45, yang memiliki peran penting dalam pelaksanaan upacara pengibaran dan penurunan Sang Merah Putih.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Koster berpesan agar seluruh anggota Paskibraka menjalankan tugas dengan penuh disiplin, tanggung jawab, kekompakan, dan rasa cinta Tanah Air. Pengukuhan ini menjadi momentum penting untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan serta membentuk generasi muda Bali yang berkarakter dan berintegritas.

“Jalankan tugas dengan sebaik-baiknya. Jaga kehormatan sebagai anggota Paskibraka dan jadikan pengalaman ini sebagai bekal untuk terus mengabdi kepada bangsa dan daerah,” pesan Gubernur Koster. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  BI Bali: Adaptasi dan Inovasi, Kunci Pendorong Wisman Potensial ke Bali
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Wagub Giri Prasta Doakan “Karya Mamungkah Ngenteg Linggih” di Pura Desa lan Pura Puseh Desa Adat Delodbrawah “Labda Karya”

Krama Adat Apresiasi Kehadiran Wagub Giri sebagai Bukti Kepedulian Pemprov Bali terhadap Kelestarian Adat dan Budaya Bali

Loading

Published

on

By

HADIRI KARYA: Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta saat menghadiri “Karya Mamungkah Ngenteg Linggih lan Ngusaba Desa Padudusan Agung Menawa Ratna lan Tawur Manca Rupa Wrespati Kalpa” di Pura Desa lan Pura Puseh Desa Adat Delodbrawah, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Kamis (Wraspati Paing, Tambir), 13 Agustus 2026. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Jembrana, baliilu.com – Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta mengajak seluruh krama Desa Adat Delodbrawah untuk masikian dalam menjalankan swadharma agama serta melestarikan adat dan budaya Bali.

Pesan persatuan tersebut disampaikan Wagub Giri Prasta saat menghadiri Karya Mamungkah Ngenteg Linggih lan Ngusaba Desa Padudusan Agung Menawa Ratna lan Tawur Manca Rupa Wrespati Kalpa di Pura Desa lan Pura Puseh Desa Adat Delodbrawah, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Kamis (Wraspati Paing, Tambir), 13 Agustus 2026.

Wagub Giri Prasta yang hadir didampingi Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan dan Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna turut mendoakan agar pelaksanaan Karya Mamungkah Ngenteg Linggih lan Ngusaba Desa tersebut prasida memargi antar, sida-sidaning don lan nemu labda karya.

“Titiang merasa bangga atas terlaksananya karya ini. Semoga krama Desa Adat Delodbrawah senantiasa sagilik saguluk, salunglung sabayantaka, gemah ripah loh jinawi, tata tentrem kerta raharja,” ujar Wagub Giri Prasta.

Pada kesempatan tersebut, Wagub Giri Prasta juga menghaturkan punia senilai Rp 25 juta yang diterima Manggala Prawartaka Karya I Ketut Narya. Selain itu, Wagub Giri Prasta menyerahkan bantuan dana sebesar Rp 5 juta kepada sekaa gamelan jegog serta masing-masing Rp 500 ribu kepada para penari.

Wakil Gubernur Bali asal Desa Pelaga, Kabupaten Badung, tersebut menegaskan bahwa upacara yang diselenggarakan merupakan wujud bhakti seluruh krama kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang berstana di Pura Desa lan Pura Puseh Desa Adat Delodbrawah.

“Jadi, apa yang sudah baik ini agar terus dilestarikan supaya generasi penerus kita, oka-oka atau anak-anak, alit-alit, hingga cucu, menjadikannya sebagai landasan dalam menjalankan swadharma di desa adat agar berjalan dengan baik,” jelas mantan Bupati Badung dua periode tersebut.

Baca Juga  Pertumbuhan Ekonomi Global Melambat, Trisno Nugroho: Saya Yakin Bali Tidak akan Alami Resesi

Sementara itu, Manggala Prawartaka Karya I Ketut Narya menyampaikan bahwa rangkaian Karya Mamungkah Ngenteg Linggih lan Ngusaba Desa Padudusan Agung Menawa Ratna lan Tawur Manca Rupa Wrespati Kalpa di Pura Desa lan Pura Puseh Desa Adat Delodbrawah telah dimulai sejak 31 Juli 2026. Puncak karya berlangsung pada 11 Agustus 2026, sedangkan seluruh rangkaian upacara dijadwalkan berakhir pada 15 Agustus 2026.

“Karya ini kami selenggarakan dengan tujuan menstanakan Ida Sang Hyang Widhi Wasa di Pura Desa lan Pura Puseh sekaligus sebagai pengikat keharmonisan alam beserta isinya secara niskala dan sekala di desa adat, dengan doa agar seluruh krama dianugerahi keamanan dan kesejahteraan,” ujar I Ketut Narya.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta dalam pelaksanaan karya tersebut.

“Kedatangan Bapak Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta pada upacara ini merupakan kehormatan bagi kami semua. Kehadiran ini merupakan bentuk kepedulian nyata Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Kabupaten Jembrana terhadap kelestarian adat dan budaya Bali yang telah menjadi jati diri desa adat,” ujarnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca