Denpasar, baliilu.com – Berdasarkan hasil survei yang dilakukan Paslon AMERTA awal Oktober terhadap tingkat kepuasan masyarakat Kota Denpasar, menyebutkan bahwa masyarakat Kota Denpasar khususnya generasi muda merasa belum bangga terhadap kotanya sendiri. Kekecewaan ini muncul tidak terlepas dari masalah lapangan kerja, fasilitas umum, kesehatan, budaya dan pendidikan yang tidak tertangani dengan maksimal selama ini.
Persoalan-persoalan ini juga kembali dilontarkan oleh relawan Golkar Renon yang hadir saat acara simakrama Paslon AMERTA Nomor Urut 2 Gede Ngurah Ambara Putra dan Made Bagus Kertha Negara yang menghadirkan anggota DPRD Denpasar dari Fraksi Golkar I Wayan Sugiartha di Jalan Tukad Balian Renon, Denpasar, Senin malam (16/11).
Relawan Golkar Renon yang juga didampingi Ketua Golkar Kecamatan Ketut Gede Manik dan Pengurus Golkar Desa Renon Made Unyil di depan paslon Ambara Putra dan Bagus Kertha Negara langsung menyampaikan dukungannya secara bulat memenangkan Paslon Nomor Urut 2 pada Pilwali 9 Desember mendatang. ’’Selain kami ingin ada perubahan di Denpasar, sebagai partai pengusung kami wajib tindih memenangkan Paslon AMERTA. Selain itu kami bertekad untuk mensosialisasikan visi misi Paslon AMERTA di waktu kampanye yang masih tersisa ini,’’ ujar salah satu relawan atau satyawan dan satyawati Golkar ini.
Calon Walikota Gede Ngurah Ambara Putra tidak menampik keluhan warga yang menginginkan segera adanya perubahan di Denpasar, harapan baru mencapai kesejahteraan lahir dan bathin. Paslon AMERTA bakal mewujudkan melalui visi misinya menuju Denpasar berseri, smart city, berbudaya dan berdaya saing.
Ambara Putra kemudian menjabarkan menuju Denpasar yang smart city adalah dengan meningkatkan tata kelola pelayanan dengan digitalisasi yang terintegrasi. Di antaranya pemerintah akan mendata perkembangan warga masyarakat secara digital. Setiap KK dipantau perkembangan perekonomiannya. ‘’Jadi, jika pemerintah akan menyalurkan bantuan bisa secara merata, tidak hanya sekelompok orang, tertentu saja atau tidak tumpang tindih,’’ ucapnya.
Dengan memiliki satu account yang memuat semua data masyarakat, maka akan meningkatkan produktivitas, dan begitu pula palayanan kesehatan. ‘’Jadi satu hal yang diinginkan masyarakat Kota Denpasar adalah fasilitas umum yang memadai sehingga Denpasar menjadi kota yang bersih berseri dan sejahtera,’’ ujarnya.
Paslon AMERTA juga konsen pada masalah budaya sebagai warisan adiluhung yang patut dilestarikan, seperti Baris Cina yang bersifat sakral. ‘’Jadi ke depan kami mengharapkan diadakan festival-festival budaya di tingkat desa adat se-Kota Denpasar. Hal ini di samping untuk menjaga dan melestarikan budaya juga untuk menghidupkan dan memeratakan perekonomian masyarakat,’’ terangnya seraya mengatakan dananya yang digunakan selain disokong pemerintah kota, sudah semestinya bersinergi dengan pihak swasta baik itu hotel-hotel toko modern dll.
Menyinggung masalah pasar, Ambara Putra yang berlatar belakang pengusaha bakal memberikan solusi menumbuhkan perekonomian pasar seperti di saat pandemi ini dengan membuat beragam kegiatan. Dana APBD itu adalah stimulus yang harus dibelanjakan seperti motor sebagai starter sehingga perekonomian berputar, tetapi ia melihat sekarang belum turun. ‘’Seharusnya stimulus dan subsidi turun terus untuk menjaga konsumsi rumah tangga. Karena pertumbuhan ekonomi 50 persen ditunjang konsumsi tumah tangga. Kalau konsumsi rumah tangga bisa dijaga, pertumbuhannya tak melorot ke bawah mesti masih minus,’’ tuturnya.
Ngurah Ambara juga menyampaikan visi Paslon AMERTA untuk menuju Denpasar yang memiliki daya saing dengan jalan meningkatkan dunia pendidikan. Dimana program AMERTA di bidang pendidikan jelas tidak akan mendikotomi antara pendidikan negeri dan swasta di antaranya dengan mensubsidi gratis atau sekolah-sekolah swasta di Denpasar ditingkatkan akreditasi atau kualitasnya sehingga sama dengan sekolah negeri.
Sementara itu, Calon Wakil Walikota Made Bagus Kertha Negara menambahkan Paslon AMERTA berangkat bukan dari politikus tetapi pengusaha, dimana ketiga partai yakni Golkar, Demokrat dan Nasdem melihat kalau Denpasar mau sejahtera harus pengusaha sebagai sopirnya.
Kertha Negara melihat banyak celah yang bisa diperbaiki semisal sumber pendapatan Denpasar yang terjadi kebocoran di mana-mana.’’Ini sangat disayanakan. Semestinya jika dikelola dengan konsep seorang pengusaha maka Denpasar gemah ripah lohginawi,’’ tegasnya seraya menyoroti masalah pendidikan yang berdampak rendahnya daya saing.
Berkaca dari Cina bisa hebat karena berani menyekolahkan anak-anaknya ke luar negeri. Di Denpasar ada 38 desa adat. Jika tiap tahun 1 orang kadernya di daerah disekolahkan ke luar negeri, maka lima tahun kemudian jika kembali akan menjadi orang hebat, kepribadiannya akan berbeda baik kemandirian, kecakapan dan rasa tanggung jawab. ‘’Sumber pendanaannya akan kita beasiswakan,’’ terang Kertha Negara.
‘’Kami akan realisasikan program ini demi harapan baru demi perubahan. Dan kami sepakat jika dalam 2 tahun tak bisa direalisasikan kami akan mundur,’’ tegas Kertha Negara disambut tepuk tangan relawan. Untuk itu, Kertha Negara mengajak relawan, keluarga dan rekan-rekan yang lain untuk menjalankan kewajibannya ke TPS pada pilwali mendatang dan pastikan memilih dengan hati nurani mencoblos Paslon Nomor Urut 2 AMERTA. (*/eka)