Denpasar, baliilu.com – Kegiatan jalan sehat memeriahkan Semarak IPHI 2022 yang dihelat Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kota Denpasar, Minggu, 14 Agustus 2022, di Denpasar tampak sumringah. Jalan sehat dibanjiri ratusan warga Kota Denpasar.
Kupon jalan sehat yang disiapkan panitia sebanyak 700 kupon habis ludes. Jalan sehat tak hanya dimeriahkan kalangan remaja dan lansia. Sementara kalangan orangtua pun ikut membawa bayi mereka meramaikan kegiatan menyongsong peringatan HUT Kemerdekaaan RI dan menyambut kedatangan jamaah haji 2022 asal Bali, khususnya Kota Denpasar.
“Kegiatan jalan sehat ini juga dalam rangka memeriahkan peringatan Tahun Baru Hijriah 1 Muharam,” jelas Ketua Panitia Semarak IPHI 2022, H. Yusron Nur Kholis.
Rangkaian kegiatan bertajuk “Semarak IPHI” ini merupakan wujud nyata pelaksanaan program kerja yang diamanahkan Rakerda IPHI Kota Denpasar waktu lalu. “Beragam kegiatan tersebut disesuaikan dengan program bidang kerja yang ada di bawah IPHI Kota Denpasar,” imbuh Ketua Pengurus Daerah (PD) IPHI Kota Denpasar, H. Mohammad Mansur.
Jalan sehat diluberi peserta. (Foto: Ist)
Kegiatan Donor Darah dan Layanan Kesehatan Gratis, misalnya. Dua kegiatan ini merupakan Program Bidang Ibadah dan Sosial Kemasyarakatan. “Sementara Program Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan melaksanakan pendataan dan pemberian Kartu Tanda Anggota (KTA) IPHI, khususnya kepada jamaah haji tahun 2022,” jelas H. Mansur.
Selain itu, Program Bidang Usaha Pemberdayaan Umat mengadakan kegiatan Bazaar dan Stan Koperasi Haji. Ada pun Program Bidang Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga mengusung Lomba Mewarnai untuk Kategori Anak Usia 7-9 Tahun dan Lomba Paduan Suara Mars IPHI Antarmajelis Taklim Perempuan/Komunitas Perempuan Muslim Se-Provinsi Bali.
“Hadiah utama Lomba Paduan Suara Piala Bergilir Walikota Denpasar. Sementara Program Bidang Kesenian, Kebudayaan, dan Pariwisata menampilkan Seni Islami Qasidah An Nida yang menghibur selama berlangsung acara puncak di Pojok Sudirman,” tutur H. Yusron.
Jalan sehat dilepas Walikota Denpasar yang diwakili Kepala Bidang Ketaatan Ekonomi, Sosial Budaya, Organisasi Kemasyarakatan Kesbangpol Kota Denpasar, Nyoman Oka Sarjana, S.Sos. Oka Sarjana bahkan ikut membaur mengikuti jalan sehat bersama ratusan warga. “Pemerintah Kota Denpasar menyediakan Piala Bergilir Walikota Denpasar untuk Lomba Paduan Suara Mars IPHI. Ini bentuk dukungan Pemerintah Kota Denpasar terhadap kegiatan positif yang dilaksanakan IPHI Kota Denpasar,” terang H. Yusron.
Pemenang lomba paduan suara. (Foto: Ist)
Rute jalan sehat mengitari Perumahan TNI AD di Komplek Sudirman. Start diawali dari Lapangan Basket Jalan Slamet Riyadi menyusuri Jalan PB Sudirman hingga kembali ke titik start. Seluruh peserta kemudian memasuki Pusat Kuliner Pojok Sudirman. Di sini, panitia melakukan penarikan kupon doorprize dengan beragam hadiah yang menarik, seperti kulkas, sepeda gunung, dan lainnya.
Seluruh peserta jalan sehat membaur dengan jamaah haji asal Kota Denpasar yang tiba 5 Agustus 2022 dari Tanah Suci Mekkah. Ada 35 jamaah haji yang ikut bergabung dalam puncak acara di Pojok Sudirman tersebut. Kedatangan mereka disambut Ketua Pengurus Wilayah IPHI Provinsi Bali, H. Maman Supratman; Ketua PD IPHI Kota Denpasar, H. Mohammad Mansur; Ketua PD IPHI Kabupaten Badung, H. Jaka Sujana; dan Ketua PD IPHI Kabupaten Bangli, H. M. Ali, dan utusan PD Kabupaten Jembrana, H. Sudirman.
Tampak hadir saat berlangsung acara puncak Semarak IPHI tersebut, antara lain Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Denpasar, H. Saefuddin Zaini; Rektor ITB Stikom Bali, Dr. H. Dadang Hermawan; Ketua Lantip Bali, H. Rully Soripada; Ketua Pusat Koperasi TNI Angkatan Darat Kodam IX/Udayana yang diwakili Ketut Budiana, S.E.; Kepala Seksi Urusan Haji Kemenag Kota Denpasar, H. Suraji; Lurah Dauh Puri, I Gusti Ngurah Arnawa, S.E.; dan Kepala Lingkungan Kirana, H. Ismani, S.Sos.
Sebelum acara puncak gerak jalan sehat dan pengundian doorprize, telah dilaksanakan Lomba Paduan Suara Mars IPHI. Lomba ini diikuti kalangan ibu-ibu yang tergabung dalam majelis taklim perempuan atau komunitas perempuan muslim. Lomba diikuti majelis taklim dari seluruh Bali.
Peserta Lomba Paduan Suara diwajibkan menyanyikan mars IPHI. Mereka mengirimkan rekaman dalam bentuk video kepada panitia. Seluruh video yang diterima panitia diserahkan kepada Dewan Juri yang terdiri dari tiga instruktur olah vokal, Ida Ayu Yani Manuaba, Atie Noor dan Hj. Ary Bram. Hasil penilaian Dewan Juri tercatat Paduan Suara An-Nida dari Dalung, Kabupaten Badung, menjadi peserta terbaik. Selain itu, menurut H. Yusron, ada pula pelayanan kesehatan gratis berupa cek gula darah dan tensi. Tak kurang dari 71 orang mengecek kondisi kesehatannya di klinik ini.
Layanan kesehatan ini difasilitasi oleh Yayasan Bulan Sabit Indonesia. “Warga antusias datang ke klinik kesehatan. Ada macam-macam keluhan, antara lain sakit kepala. Ada warga yang kami sarankan untuk berkonsultasi ke petugas di faskes (fasilitas kesehatan) jika memerlukan penanganan lebih lanjut,” jelas dr. Marini dari Yayasan Bulan Sabit Indonesia.
Untuk perlombaan, tidak hanya Lomba Paduan Suara. Ada Lomba Mewarnai untuk kalangan bocah berusia 7-9 tahun. “Luar biasa antusiasnya peserta Lomba Mewarnai. Partisipannya sebanyak 97 anak. Ini sepertinya mengobati kerinduan orangtua akibat pandemi Covid-19 yang membuat anak lebih banyak tinggal di rumah,” ungkap H. Yusron.
Aksi donor darah juga tak kurang tinggi peminatnya. Warga datang berbondong-bondong ingin menyumbangkan darahnya untuk kemanusiaan. Sayang kuota yang dibatasi PMI membuat sejumlah warga urung ikut donor. “Tetapi, saya senang dengan aksi kemanusiaan yang dibuat IPHI ini. Ini bukti IPHi ikut menyumbangkan energi untuk kemanusiaan di Kota Denpasar,” ujar Kusmedi, salah satu warga yang batal ikut donor darah akibat kuota terbatas.
Salah satu peserta donor darah, Kolonel Inf (Purn) H. Muyoto, mendapat apresiasi dari Panitia Semarak IPHI 2022. “Pak Muyoto telah tercatat ikut donor darah ke-71 saat berlangsung Semarak IPHI 2022 di Pojok Sudirman,” jelas H. Yusron.
Kalangan tokoh IPHI di Bali menyambut sumringah meriah dan suksesnya perhelatan Semarak IPHI 2022 tersebut. Ketua PW IPHI Bali H. Maman Supratman, Ketua PD IPHI Kota Denpasar, H. Mohammad Mansur, Ketua PD IPHI Kabupaten Badung, H. Jaka Sujana, dan Ketua PD IPHI Kabupaten Bangli, H. Muh. Ali, urusan PD Jembrana H Sudirman, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan ini. Gawe akbar semacam ini diyakinkan sebagai wujud nyata kontribusi IPHI di seluruh kabupaten dan kota untuk menyemarakkan suasana peringatan HUT Proklamasi di Pulau Bali.
Menurut H. Yusron, dukungan meriah dan suksesnya Semarak IPHI tak hanya datang dari kalangan pejabat pemerintah. “Acara ini pun didukung lebih dari 46 BUMD dan perusahaan swasta, termasuk sponsorship perusahaan perorangan,” pungkasnya. (sk/bi)
SERAHKAN BANTUAN: Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ibu Putri Koster menyerahkan sembako saat menghadiri aksi sosial “Bergerak dan Berbagi” di tiga desa di Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, pada Jumat (17/4). (Foto: Hms Pemprov Bali)
Klungkung, baliilu.com – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Bali melaksanakan aksi sosial “Bergerak dan Berbagi” di tiga desa di Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, pada Jumat (17/4).
Adapun tiga desa yang menjadi sasaran kegiatan tersebut yakni Desa Bunga Mekar, Desa Batukandik, dan Desa Suana.
Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ibu Putri Koster, dalam sambutannya menyampaikan bahwa TP PKK terus bergerak aktif mendukung program pemerintah melalui berbagai aksi nyata di masyarakat. Fokus utamanya adalah memberdayakan perempuan, meningkatkan kualitas keluarga, serta menyukseskan pembangunan daerah.
Putri Koster menjelaskan bahwa salah satu program prioritas Pemerintah Provinsi Bali saat ini adalah penanganan masalah lingkungan, khususnya sampah, melalui pengelolaan berbasis sumber.
Penanganan sampah dari rumah tangga dilakukan melalui pemilahan sampah menjadi organik, anorganik, dan residu. Pengelolaan yang efektif melibatkan prinsip 3R (reduce, reuse, recycle), pengolahan sampah dapur menjadi kompos, serta penyediaan tempat sampah terpisah guna meningkatkan efisiensi daur ulang dan mengurangi volume sampah ke TPA.
“Di Nusa Penida jangan sampai ada sampah yang menumpuk seperti di TPA Suwung. Untuk itu, kita harus bisa menyelesaikan sampah dari sumbernya, mulai dari rumah tangga. Nusa Penida sebagai daerah wisata harus dijaga keindahan alamnya dengan baik,” ujarnya sembari mengajak masyarakat mendukung kebijakan kepala daerah.
Di sisi lain, Putri Koster juga menyoroti gangguan kesehatan pada anak-anak atau generasi muda yang seharusnya dapat dicegah sejak masa kehamilan. Untuk itu, ia mengajak masyarakat meningkatkan konsumsi ikan guna mencegah stunting.
“Ikan merupakan sumber protein yang sangat baik untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian anak guna memaksimalkan fase tumbuh kembangnya. Ikan juga mengandung omega-3 yang sangat penting bagi perkembangan otak. Konsumsi ikan sangat direkomendasikan karena kaya protein dan zat gizi penting yang mendukung perkembangan kognitif, daya ingat, serta kesehatan mata dan jantung,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Klungkung, Ny. Eva Satria, menyampaikan terima kasih kepada TP PKK Provinsi Bali atas pelaksanaan aksi sosial di Kecamatan Nusa Penida.
“Terima kasih kepada Ibu Ketua TP PKK Provinsi Bali yang telah menyerahkan bantuan kepada masyarakat kami di Kecamatan Nusa Penida,” ujarnya.
Di masing-masing desa tersebut, diserahkan berbagai bantuan, antara lain 50 paket Gemarikan yang berisi 1 kg ikan tuna bluefin, 1 kg ikan nila, dan 1 kg ikan kembung; 10 paket sembako yang terdiri atas beras 10 kg, minyak goreng 2 pcs, gula pasir 3 kg, kopi bubuk 2 bungkus, serta makanan ringan.
Selain itu, diberikan pula paket susu SGM Explor 150 gram (@2 kotak) kepada 10 balita dan paket susu SGM Bunda 150 gram (@2 kotak) kepada 10 ibu hamil. Bantuan lainnya berupa paket multivitamin untuk balita dan dewasa, 50 pak telur (@40 butir), 1.000 bibit cabai, 25 bibit jambu kristal, 25 bibit nangka, serta buku resep kuliner olahan kue dan pangan lokal dalam rangka kegiatan aksi sosial tahun 2026.
Tak hanya itu, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan layanan cek kesehatan gratis dan demo memasak yang menghadirkan Bali Chef Community.
Selain melaksanakan aksi sosial, TP PKK Provinsi Bali juga melakukan kunjungan ke tempat pengolahan rumput laut menjadi kerupuk yang diproduksi oleh Sarining Segara Semaya di Banjar Semaya, Desa Suana, Nusa Penida, Klungkung.
Turut hadir dalam kegiatan ini Sekretaris I TP PKK Provinsi Bali Ny. Seniasih Giri Prasta, Sekretaris I TP PKK Kabupaten Klungkung Ny. Kusuma Surya Putra, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan, dan Pencatatan Sipil (PMD Dukcapil) Provinsi Bali I Made Dwi Dewata, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali Putu Sumardiana, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali I Nyoman Gede Anom, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Provinsi Bali Sagung Mas Dwipayani, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali Tri Arya Dhyana Kubontubuh, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali I Wayan Sunada, Direktur Utama Rumah Sakit Bali Mandara (RSBM) I Gusti Ngurah Putra Dharma Jaya, serta Camat Nusa Penida I Kadek Yoga Kusuma. (gs/bi)
DHARMA SANTI NYEPI: Gubernur Bali Wayan Koster mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno dalam acara Dharma Santi Nyepi Tahun Baru Saka 1948 yang digelar di Panggung Terbuka Ardha Candra,Taman Budaya Art Center Denpasar, Jumat (17/4). (Foto: Hms Pemprov Bali)
Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno dalam acara Dharma Santi Nyepi Tahun Baru Saka 1948 yang digelar di Panggung Terbuka Ardha Candra,Taman Budaya Art Center Denpasar, Jumat (17/4). Kegiatan yang dihadiri sekitar 5.500 umat tersebut menjadi puncak rangkaian Hari Raya Nyepi sekaligus momentum mempererat persaudaraan, memperkuat toleransi, dan menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat Bali.
Acara diisi dengan dharma wacana (siraman rohani), pertunjukan seni budaya, serta hiburan musik yang memperkuat nuansa spiritual sekaligus kebersamaan. Selain digelar secara nasional di Bali, Dharma Santi juga dilaksanakan di berbagai daerah seperti Sulawesi Selatan, Papua Selatan, dan Sumatera Selatan sebagai bentuk perayaan serentak umat Hindu di seluruh Indonesia.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa, Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Isyana Bagoes Oka, Ketua Umum PHDI Pusat Wisnu Bawa Tenaya, anggota DPR RI dan DPD RI dapil Bali, serta jajaran Forkopimda Provinsi Bali dan tokoh masyarakat Hindu dari berbagai daerah.
Dalam sambutan yang disampaikan secara virtual, Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa Dharma Santi merupakan momentum penting untuk memperkuat nilai persaudaraan, toleransi, dan persatuan bangsa.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Republik Indonesia, saya mengucapkan selamat merayakan Dharma Santi Tahun Baru Saka 1948 kepada seluruh umat Hindu di tanah air,” ujarnya.
Presiden juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan hidup dan keharmonisan dalam keberagaman sebagai kekuatan utama bangsa Indonesia. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus menghidupkan semangat gotong-royong serta nilai-nilai kebajikan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kita adalah bangsa besar yang rukun dalam perbedaan. Berbeda tetapi tetap satu. Kita harus terus saling menghormati, saling mendukung, dan saling mengasihi,” tegasnya.
Lebih lanjut, Presiden mengajak umat Hindu untuk senantiasa mengamalkan ajaran Tri Hita Karana sebagai fondasi menjaga hubungan harmonis antara manusia dengan Tuhan, sesama, dan alam, sekaligus menjadi kontribusi nyata dalam menjaga persatuan nasional.
Menko PMK Pratikno dalam sambutannya menyoroti tantangan kehidupan modern yang dipenuhi “kebisingan” informasi. Ia menilai derasnya arus media sosial dan informasi digital seringkali membuat masyarakat kehilangan ruang untuk hening dan refleksi diri.
“Kadang kemarahan lebih cepat daripada kebijaksanaan, ketersinggungan lebih cepat daripada pengertian,” ujarnya.
Menurutnya, nilai-nilai Nyepi seperti amati geni, amati karya, dan amati lelungan sangat relevan untuk membangun pribadi yang lebih tenang, reflektif, dan bijaksana. Ia juga mengingatkan pentingnya kepedulian terhadap lingkungan di tengah meningkatnya bencana alam seperti banjir dan kebakaran hutan di berbagai wilayah.
Sementara itu, Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha menekankan bahwa Dharma Santi bukan sekadar perayaan, melainkan momen kembali pada keheningan diri. Ia mengaitkannya dengan ajaran dalam Bhagavad Gita tentang karma yoga—bertindak tanpa keterikatan pada hasil.
Acara ini menjadi penutup rangkaian Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 dengan mengusung semangat Vasudhaiva Kutumbakam—satu bumi satu keluarga—yang diharapkan semakin memperkuat kerukunan umat beragama serta kesadaran kolektif menjaga bumi sebagai rumah bersama.
Usai acara, suasana hangat dan penuh antusiasme terlihat di area pelataran Taman Budaya Art Center Denpasar. Gubernur Wayan Koster menjadi pusat perhatian para peserta yang berebut kesempatan untuk berfoto bersama. Dengan ramah, ia melayani permintaan swafoto dari masyarakat, tokoh adat, hingga generasi muda. (gs/bi)
DAMPINGI MENTERI: Gubernur Bali Wayan Koster mendampingi Menteri Lingkungan Hidup RI, Dr. Hanif Faisol Nurofiq, S.Hut., M.P saat meninjau Pengolahan Cacahan Sampah Organik menjadi material kompos di kawasan Embung Tukad Unda, Kabupaten Klungkung pada, Jumat (17/4/2026). (Foto: Hms Pemprov Bali)
Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster mendampingi Menteri Lingkungan Hidup RI, Dr. Hanif Faisol Nurofiq, S.Hut., M.P meninjau TPA Suwung, TPST Tahura I dan TPST Tahura II, TPST Kertalangu di Kota Denpasar serta melakukan kunjungan kerja ke pengelolaan sampah TOSS Center di Desa Kusamba, Kecamatan Dawan dan Pengolahan Cacahan Sampah Organik menjadi material kompos di kawasan Embung Tukad Unda, Kabupaten Klungkung pada, Jumat (17/4/2026).
Dalam tinjauannya di TPA Suwung, TPST Tahura I dan TPST Tahura II, Menteri Hanif Faisol Nurofiq bersama Gubernur Koster yang didampingi oleh Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara melihat langsung pengelolaan sampah organik dan anorganik yang dikerjakan secara sistematis oleh puluhan pekerja di TPST.
Menteri Lingkungan Hidup RI menyampaikan terimakasih kepada Gubernur Bali, Walikota Denpasar serta Bupati Badung, karena dalam kurun waktu satu bulan, Pemerintah Kota Denpasar bersama Pemerintah Kabupaten Badung telah mampu memilah sampah lebih dari 50 persen. Semangat ini dimintanya tidak boleh kendur. Ada upaya yang harus kita lakukan lagi untuk membangun kapasitas TPST.
“Sampai saat ini, pengelolaan sampah di TPST terus kita pantau, karena itu TPST Tahura I kita minta ditingkatkan kapasitasnya menjadi 200 ton per hari dan TPST Tahura II menjadi 100 ton per hari,” pesan Menteri LH seraya menjelaskan tadi alat – alat sudah datang dan saya yakin akhir bulan Juli sampah bisa ditangani dengan baik.
Selain memberikan perhatian terhadap TPST, Menteri Lingkungan Hidup juga berharap agar Pemerintah Kota Denpasar dan Pemerintah Kabupaten Badung meningkatkan kapasitas TPS-3R. “Untuk di kawasan Denpasar – Badung, kami minta kapasitas pengelolaan sampah di TPS-3R ditingkatkan.
Kemudian terkait Tindak Pidana Ringan (Tipiring) bagi yang melanggar aturan pemilahan sampah, Saya minta Pangdam IX Udayana, Kejati Bali, Kapolda Bali dan Kasi Intel agar mendukung sepenuhnya dari Bupati/Walikota untuk segera mempertajam pelaksanaan Tipiring, karena tidak adil, bilamana masyarakat yang sudah pilah, tidak dilindungi dengan perlindungan hukum, pada saat ada yang tidak pilah,” tegas Menteri Hanif Faisol Nurofiq saat didampingi Gubernur Wayan Koster di TPA Suwung.
Mengakhiri kunjungannya di TPA Suwung dan TPST Tahura I – TPST Tahura II, Menteri Lingkungan Hidup menegaskan pihaknya akan mendatangi semua TPA di Bali. Menteri Hanif Faisol Nurofiq juga meminta Gubernur Wayan Koster untuk memanggil semua Bupati/Walikota se-Bali tanpa terkecuali, agar diingatkan untuk mengakhiri praktik open dumping.
“Jadi, ini kita maknai sebagai upaya bersama dalam menyelesaikan sampah tidak hanya di Bali, namun kami menggunakan kewenangan yang diberikan Undang – Undang untuk memaksa kita semua mengakhiri open dumping di seluruh tanah air,” tegasnya.
Usai meninjau TPA Suwung, TPST Tahura I dan TPST Tahura II di Kota Denpasar, Menteri Lingkungan Hidup RI bersama Gubernur Bali langsung bergerak ke Kabupaten Klungkung melihat kondisi pengelolaan sampah TOSS Centre di Desa Kusamba, Kecamatan Dawan dan Pengolahan Cacahan Sampah Organik menjadi material kompos di kawasan Embung Tukad Unda.
Setibanya di TOSS Center, kehadiran Menteri Lingkungan Hidup bersama Gubernur Bali disambut langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Klungkung, Anak Agung Gede Lesmana.
Menteri Hanif Faisol Nurofiq bersama Gubernur Koster melihat kondisi TOSS Center yang telah melakukan pengolahan sampah organik sampai menjadi pupuk. Kata Sekda Klungkung, hasil pupuk organik yang diolah ini, kami berikan kepada petani secara gratis.
Selain melihat adanya pupuk organik, Menteri Lingkungan Hidup kemudian menyoroti adanya tumpukan sampah plastik dan anorganik di bagian Selatan TOSS Center.
Atas kondisi itu, Menteri Hanif Faisol Nurofiq meminta Sekda Klungkung untuk menjaga kawasan TOSS Centre, supaya tidak ada open dumping, dan meminta Pemerintah Klungkung untuk terus mensosialisasikan ke masyarakat melakukan pemilahan sampah.
“Ini cukup terpilah, kalau tercampur akan tambah parah lagi. Kalau bisa dijaga di hulunya, agar lebih murah anggaran dalam kelola sampahnya. Untuk tumpukan sampah ini harus ditangani, agar tidak ada potensi kerusakan lingkungan.
Jadi seluruh Bali sampai bulan Agustus ini agar mengakhiri open dumping,” tutupnya sembari langsung menuju ke Embung Tukad Unda, Klungkung untuk melihat Pengolahan Cacahan Sampah Organik menjadi material kompos. (gs/bi)