Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Biro PBJEK dan DPW IFPI Bali Gelar Bimtek Peningkatan Kompetensi Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah

Tingkatkan Kapasitas dan Integritas Sumber Daya Manusia

Loading

BALIILU Tayang

:

bimtek pengadaan barang/jasa pemerintah
BIMTEK: Biro PBJEK Setda Provinsi Bali beserta DPW IFPI Bali saat melaksanakan Bimbingan Teknis Peningkatan Kompetensi Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dengan tema “Mini Kompetisi E-Purchasing” di Four Star Hotel, Renon Denpasar dan secara resmi dibuka pada Senin (29/7) pagi. (Foto: Hms Pemprov bali)

Denpasar, baliilu.com – Guna meningkatkan kapasitas dan kompetensi SDM, Biro Pengadaan Barang/Jasa dan Perekonomian (Biro PBJEK) Setda Provinsi Bali beserta DPW Ikatan Fungsional Pengadaan Indonesia (IFPI) Bali, melaksanakan Bimbingan Teknis Peningkatan Kompetensi Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dengan tema “Mini Kompetisi E-Purchasing”. Bimtek selama 3 hari (29-31 Juli 2024) tersebut diselenggarakan di Four Star Hotel, Renon Denpasar dan secara resmi dibuka pada Senin (29/7) pagi.

Kepala Biro PBJEK Bali, I Ketut Adiarsa, dalam kesempatan tersebut menekankan bahwa kebijakan dan regulasi pemerintah dalam sektor Pengadaan Barang dan Jasa terus berkembang dan jika tidak disertai dengan peningkatan kompetensi SDM, maka bisa semakin tertinggal. “Kalau tidak belajar, kita bisa tertinggal karena selalu ada regulasi baru dan perkembangan sangat penting,” katanya. “Hal ini juga penting karena pengadaan barang dan jasa selalu mendapatkan sorotan masyarakat dan berita negatif sering dikaitkan dengan pengadaan barang dan jasa (instansi pemerintah, red),” tambahnya lagi.

Karenanya, Adiarsa menegaskan bahwa pihaknya selalu berupaya untuk meningkatkan profesionalisme personel antara lain untuk semakin memahami proses dan tanggung jawab masing-masing sebagai petugas dan pejabat pengadaan barang dan jasa. “Tugas pokok dan fungsi seperti yang diamanatkan harus tetap sesuai koridor. Penting bagi kami untuk terselamatkan dalam melaksanakan tugas sesuai dasar hukum yang berlaku, karena tidak jarang kita dipanggil sebagai saksi jika ada kasus terkait pengadaan barang dan jasa,” tandasnya.

Terlebih, menurut Adiarsa, dengan penyederhanaan dan transformasi digital di bidang pengadaan barang dan jasa yang terus digalakkan Presiden RI Joko Widodo dengan sejumlah kebijakan dan aturan hukum seperti penyederhanaan regulasi dalam Perpres No. 12 Tahun 2021. “Sekarang sudah ada sistem dan sudah berjalan. Maka setelah regulasinya ada dan sudah sederhana, maka dilanjutkan dengan penguatan kelembagaan dan SDM-nya,” tukas Adiarsa.

Baca Juga  Tingkatkan Pemahaman Para Pengurus, TP PKK Denpasar Gelar Bimtek Peningkatan Kapasitas

Dengan keberadaan lembaga unit pengadaan barang dan jasa yang struktural dan permanen saat ini dan diisi oleh SDM profesional serta sistem informasi yang diarahkan 100 persen ke sistem elektronik atau digital, Adiarsa mengungkapkan perlu pula adanya integritas dari masing-masing individu. “Integritas ini adalah pilar terpenting. Integritas bila tidak kuat maka ada celah penyimpangan. Penting untuk menjaga integritas di samping memang profesional,” ujarnya.

Sementara itu, metode Mini-Kompetisi dalam E-Purchasing dikatakan Adiarsa saat ini sangat relevan sehingga pengguna bisa lebih hati-hati dalam pengecekan data, harga, spesifikasi sesuai, dan sekaligus melihat beberapa vendor sebagai pembanding. “Di Pemprov Bali sendiri sudah kita coba 2024 di semua pengadaan perangkat elektronik dan rata-rata efisiensinya sampai 33 persen,” ungkapnya.

“Semoga dalam dua hari ini ada penambahan pemahaman dan wawasan baru bagi peserta dan semoga bisa diimplementasikan dalam unit kerja masing-masing. Kami yakin pengadaan barang dan jasa yang baik bisa membantu kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan penggunaan produk lokal,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua DPW IFPI Bali, I Made Budi Adiana, mengatakan Bimtek tersebut merupakan amanat dari UU ASN untuk terus berupaya meningkatkan kompetensi dari pegawai khususnya pelaku Pengadaan Barang dan Jasa. “Ikatan ini terpanggil bersama stakeholder lain untuk mendorong terus peningkatan kompetensi khususnya di Provinsi Bali,” kata Adiana.

Menurut Adiana, pelaksanaan Bimtek tersebut akan menghadirkan narasumber dari DPP IFPI Pusat bidang e-Katalog dan juga dari lingkungan pemerintah Provinsi Bali dan merupakan rangkaian dari Hari Jadi DPW IFPI Bali yang pertama Agustus mendatang. “Jadi setelah ini kita juga akan melaksanakan Bimtek untuk kalangan pengusaha dengan harapan bisa mencakup keseluruhan pelaku dan stakeholder pengadaan barang dan jasa,” katanya.

Baca Juga  Sekda Adi Arnawa Buka Bimtek Peningkatan Kapasitas BPD Se-Kecamatan Mengwi

Selain dari Bali, Bimtek yang diikuti 23 peserta tersebut juga diikuti perwakilan peserta dari Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. “Ini menggembirakan karena pesertanya berada di atas target awal. Jadi ada antusiasme dan jiwa pembelajaran yang kuat, semoga semakin meningkatkan pemahaman teman-teman serta sikap kerja teman-teman nantinya,” pungkas Adiana. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

HUT Ke-55 STT Tunjung Mekar, Bupati Adi Arnawa: Tingkatkan Kualitas SDM agar Mampu Berdaya Saing

Published

on

By

Bupati Badung Wayan Adi Arnawa menghadiri perayaan HUT ke-55 STT Tunjung Mekar di Lapangan Umum Patih Gentir Munggu
HADIRI HUT: Bupati Badung Wayan Adi Arnawa saat menghadiri perayaan HUT ke-55 STT Tunjung Mekar, Banjar Sedehan, Desa Munggu, Kecamatan Mengwi, di Lapangan Umum Patih Gentir Munggu, Jumat (4/9/2026) malam. (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Puncak perayaan HUT ke-55 STT Tunjung Mekar, Banjar Sedehan, Desa Munggu, Kecamatan Mengwi, berlangsung meriah di Lapangan Umum Patih Gentir Munggu, Jumat (4/9/2026) malam. Mengusung tema “Tunjung Mekar Amplify”, kegiatan ini menjadi momentum generasi muda untuk berkarya dan berkontribusi dalam pembangunan desa.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Badung Wayan Adi Arnawa menyerahkan bantuan dana kreativitas sebesar Rp 20 juta kepada STT Tunjung Mekar guna mendukung pengembangan potensi kepemudaan. Acara juga dirangkaikan dengan pelantikan pengurus baru oleh Jero Bendesa Adat Munggu melalui prosesi penyerahan kalung, sertifikat, plakat penghargaan kepada pengurus lama, serta penyerahan pataka organisasi sebagai simbol estafet kepemimpinan.

Aksi kepedulian sosial turut mewarnai acara dengan penyerahan bantuan kursi roda dan sembako kepada warga bernama Gede Miarta, yang diwakili Kelihan Dinas Banjar Sedehan. Bantuan diserahkan oleh Nyonya Rasniathi Adi Arnawa selaku Ketua Pembina Komunitas Badung Peduli.

Bupati Adi Arnawa menyampaikan selamat dan berharap pengurus baru mampu melaksanakan visi misi organisasi. Ia juga mengingatkan generasi muda untuk menjaga Desa Munggu sebagai desa wisata dengan mempertahankan persatuan dan semangat menyama braya. Menghadapi arus pariwisata dan budaya luar, Bupati menekankan pentingnya peningkatan kualitas SDM agar masyarakat lokal berdaya saing.

“Jangan sampai kita terlena dan hanya bangga karena banyak wisatawan datang. Di balik perkembangan pariwisata tersebut, kita harus mempersiapkan diri dengan meningkatkan SDM, sehingga kita tidak menjadi penonton di rumah sendiri,” ujarnya.

Bupati menjelaskan komitmen Pemkab Badung dalam meningkatkan SDM, seperti program beasiswa anak petani, pembangunan jalan baru, serta penataan pantai. Ia pun mengajak masyarakat menjaga kebersihan lingkungan dan keamanan demi keberlanjutan pariwisata. “Mari kita bersama-sama menjaga pariwisata, dengan menjaga lingkungan, menjaga keamanan, dan membangun ekosistem ekonomi agar terus bangkit,” ucap Adi Arnawa.

Baca Juga  Pemkab Tabanan Gelar Bimtek Penyusunan Masterplan Smart City dan Quick Win Program

Sementara itu, Ketua Panitia I Made Rai Nikayasa menyampaikan bahwa organisasi dapat berjalan berkat dukungan seluruh anggota dan masyarakat. STT Tunjung Mekar berkomitmen menghadirkan kegiatan kreatif dan memperkenalkan potensi generasi muda Munggu ke kancah luas melalui bidang musik.

“Kami ingin STT Tunjung Mekar selalu menjadi ruang bagi generasi muda untuk berkarya, berkreasi, dan menampung aspirasi demi memajukan Desa Munggu,” ungkapnya.

Ia juga mengapresiasi dukungan Pemkab Badung dalam pelestarian budaya, termasuk melalui ajang ogoh-ogoh. “Kami sangat bersyukur atas dukungan dan dorongan dari Pemerintah Kabupaten Badung. Kami akan terus menjaga dan melestarikan budaya, khususnya melalui kegiatan ogoh-ogoh yang selama ini mendapat dukungan penuh dari Bapak Bupati Badung dan telah memberikan ruang bagi kami untuk berkarya,” katanya.

Acara dilanjutkan dengan pergelaran musik. Turut hadir dalam kegiatan ini anggota DPRD Provinsi Bali Wayan Bawa, anggota DPRD Badung Wayan Edi Sanjaya dan Made Rai Wirata, Camat Mengwi I Nyoman Suhartana, Perbekel, serta Jero Bendesa Adat Munggu. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Gelar Pertemuan di Hambalang, Presiden Prabowo Dorong Percepatan Hilirisasi dan Penataan BUMN

Published

on

By

Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Rosan Roeslani, Menteri Bahlil Lahadalia, dan jajaran Danantara di kediamannya Hambalang Bogor
TERIMA MENTERI: Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Roeslani, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, serta jajaran Danantara di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Jumat, 4 September 2026. (Foto: BPMI Setpres/presidenri.go.id)

Hambalang, Jabar, baliilu.com – Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Roeslani, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, serta jajaran Danantara di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Jumat, 4 September 2026.

Dalam keterangan tertulisnya, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa percepatan hilirisasi menjadi salah satu agenda utama yang dibahas dalam pertemuan tersebut.

“Percepatan hilirisasi sebagai langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri, memperkuat investasi, serta menciptakan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi Indonesia,” demikian keterangan tertulis Seskab.

Selain hilirisasi, Presiden menerima laporan perkembangan pelaksanaan instruksinya terkait penataan dan perampingan BUMN. Hingga saat ini, sebanyak 290 BUMN telah ditutup dan langkah tersebut disebut telah menghasilkan penghematan anggaran negara hingga Rp 50 triliun.

Proses konsolidasi tersebut akan terus dilanjutkan dengan target penutupan sedikitnya 700 BUMN lainnya hingga akhir Desember 2026 sebagai bagian dari upaya menyederhanakan struktur perusahaan negara. Melalui restrukturisasi BUMN tersebut, diproyeksikan dapat menghasilkan efisiensi anggaran hingga Rp 100 triliun.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa penataan BUMN harus dilakukan secara terukur dan menyeluruh. Langkah tersebut diarahkan agar perusahaan negara memiliki struktur yang lebih efisien, sehat, profesional, serta mampu memberikan kontribusi yang optimal bagi perekonomian nasional.

“Bapak Presiden menegaskan pentingnya penataan BUMN dilakukan secara terukur dan menyeluruh untuk menciptakan struktur perusahaan negara yang lebih efisien, sehat, profesional, dan mampu memberikan kontribusi optimal bagi perekonomian nasional,” pungkas Seskab.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. (gs/bi)

Baca Juga  Bupati Sanjaya dan Ketua Dekranasda Tabanan Hadiri Bimtek Pemberdayaan Perempuan

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Lewat RUU Masyarakat Adat, Kariyasa: Dapat Perkuat Perlindungan Pura Luhur Poten

Published

on

By

Anggota Komisi VIII DPR RI I Ketut Kariyasa Adnyana bersama tim kunjungan kerja di Pura Luhur Poten Probolinggo Jawa Timur
KUNKER: Anggota Komisi VIII DPR RI I Ketut Kariyasa Adnyana bersama Tim melakukan kunjungan Kerja spesitik ke Pura Luhur Poten, Probolinggo, Jawa Timur, Kamis (3/9/2026). (Foto: dpr.go.id)

Probolinggo, Jatim, baliilu.com – Anggota Komisi VIII DPR RI I Ketut Kariyasa Adnyana menilai pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Masyarakat Adat dapat menjadi momentum penting untuk memberikan kepastian hukum terhadap keberadaan tempat-tempat suci yang selama ini dijaga masyarakat adat, termasuk Pura Luhur Poten di kawasan Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

Kariyasa mengatakan keberadaan pura dan ruang adat masyarakat Tengger perlu mendapatkan perlindungan yang jelas agar dapat terus dilestarikan. Menurutnya, masyarakat Tengger telah memiliki tradisi dan tempat ibadah tersebut jauh sebelum Indonesia merdeka sehingga keberadaannya perlu mendapat perhatian dalam penyusunan regulasi mengenai masyarakat adat.

“Kami dari Komisi VIII menuju ke Tengger itu diberikan penjelasan, sebenarnya sudah ada sebelum Indonesia. Mereka pun sudah ada pura ini, walaupun bentuknya tidak seperti ini. Ketika banyak umat Tengger sering sembahyang di sini, pura ini menjadi diperluas dan diperlebar,” ujar Kariyasa usai mengikuti Kunjungan Kerja Komisi VIII DPR RI ke Komunitas Hindu Tengger, Probolinggo, Jawa Timur, Kamis (3/9/2026).

Politisi Fraksi PDI-Perjuangan itu mengatakan Pura Luhur Poten selama ini terus digunakan umat Hindu Tengger untuk beribadah dan secara bertahap mengalami perbaikan. Namun, status lahan pura yang berada di kawasan hutan perlu mendapatkan kepastian agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

“Tentu statusnya ini harus jelas. Karena bagaimanapun kalau kita melihat beberapa aset yang ada, pura-pura di seluruh Indonesia, termasuk kemarin di Rawamangun, itu sudah ada kepastian, disertifikatkan, sehingga itu sudah dimiliki oleh umat dan pengemponnya,” jelasnya.

Kariyasa mendorong agar pembahasan RUU Masyarakat Adat nantinya turut memberikan ruang bagi perlindungan terhadap tempat-tempat suci yang memiliki keterkaitan erat dengan kehidupan masyarakat adat. Ia menilai masyarakat Tengger merupakan salah satu komunitas yang selama ini konsisten menjaga adat, alam, hutan, serta tempat suci mereka.

Baca Juga  DPW IFPI Bali Terbentuk, Sekda Dewa Indra Minta Pejabat PBJ Lebih Profesional

“Masyarakat adat itu kan ada sebelum Indonesia merdeka dan itu menjaga kelangsungan adat-adat, menjaga hutan, menjaga tempat-tempat suci. Tentu kita inginkan nanti ketika undang-undang itu disahkan, melibatkan masyarakat adat yang ada di Tengger ini,” katanya.

Menurutnya, kepastian status Pura Luhur Poten bukan hanya menyangkut kepentingan umat Hindu Tengger dalam menjalankan ibadah, tetapi juga berkaitan dengan upaya pelestarian budaya dan lingkungan. Karena itu, perlindungan terhadap pura dan masyarakat yang menjaganya perlu ditempatkan sebagai bagian dari upaya mempertahankan warisan adat.

Kariyasa menambahkan, keberadaan adat dan Pura Luhur Poten juga memiliki dampak terhadap perekonomian masyarakat sekitar. Kawasan Tengger selama ini menjadi tujuan wisata alam sekaligus wisata spiritual yang ramai dikunjungi wisatawan.

“Sekarang di sini kan wisata itu cukup ramai. Ada wisata spiritual, kemudian wisata alam dan sebagainya. Tentu tidak lepas dari rakyatnya dengan menjaga pura dan adat-adat itu sendiri,” pungkas Legislator Dapil Bali tersebut. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca