Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Tingkatkan Pemahaman Para Pengurus, TP PKK Denpasar Gelar Bimtek Peningkatan Kapasitas

BALIILU Tayang

:

bimtek pkk denpasar
BIMTEK: Tim Penggerak (TP) PKK Kota Denpasar menggelar kegiatan bimbingan teknis "Peningkatan Kapasitas" bagi para pengurus TP PKK tingkat kecamatan serta desa dan kelurahan se-Kota Denpasar, di Hotel Grand Shanti, pada Selada (1/10). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Tim Penggerak (TP) PKK Kota Denpasar menggelar kegiatan bimbingan teknis “Peningkatan Kapasitas” bagi para pengurus TP PKK tingkat kecamatan serta desa dan kelurahan se-Kota Denpasar, di Hotel Grand Shanti, pada Selada (1/10).

Kegiatan ini ditujukan guna meningkatkan pemahaman dan keterampilan para pengurus dalam menjalankan tugas dan fungsinya, utamanya dalam hal pemberdayaan masyarakat yang sejalan dengan 10 program pokok PKK.

Acara bimtek ini dihadiri Ketua DWP Kota Denpasar, Ny. Ida Ayu Widnyani Wiradana, Sekretaris TP PKK Kota Denpasar, Ni Nyoman Sri Utari, Kepala Dinas P2AP3KB, I Gusti Agung Sri Wetrawati, Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Agus Tresna Yasa, dan pihak terkait lainnya.

Dalam kesempatan itu, Ketua DWP yang juga menjabat sebagai Ketua Pokja IV TP PKK Kota Denpasar, Ny. Ida Ayu Widnyani Wiradana, mengemukakan, peran dan fungsi para pengurus TP PKK Kecamatan, Desa/ Kelurahan sangat penting dalam menggerakkan dan mempelopori pemberdayaan masyarakat.

“Peran dan fungsi pengurus TP PKK begitu penting untuk dapat menjadi garda terdepan dalam menggerakkan masyarakat. Hal ini tentu harus didukung dengan kreativitas dan inovasi yang diharapkan bisa didapatkan melalui kegiatan ini,” ujarnya.

Sebagai mitra kerja pemerintah, TP PKK Kota Denpasar juga diharapkan mampu menjadi pelayan masyarakat guna mewujudkan pelayanan dasar yang berkualitas, berpedoman pada 10 program pokok PKK untuk menuju Kota Denpasar sebagai Kota yang MAJU (Makmur, Aman, Jujur, Unggul).

“Untuk itu, saya mendorong para pengurus untuk dapat urun aksi dengan semangat Vasudhaiva Kutumbhakam, bersama-sama pemerintah untuk dapat menjadi pelayan masyarakat, sekaligus mengimplementasi 10 program PKK,” lanjut Ny. Widnyani Wiradana.

Sekretaris TP PKK Kota Denpasar, Ni Nyoman Sri Utari menjelaskan, kegiatan peningkatan kapasitas ini, sendiri akan dilaksanakan selama dua hari, yakni 1-2 Oktober dengan menghadirkan beberapa orang narasumber yang berasal dari berbagai sektor.

Baca Juga  Puskesmas 3 Denpasar Selatan Lakukan Penyuluhan Edukasi Demam Berdarah kepada Warga

“Narasumber yang kita hadirkan hari ini berasal dari bidang kesehatan, psikolog, Dinas LHK, serta mitra UMKM, yang kedepannya akan mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan SDM TP PKK Kota Denpasar,” sebutnya. (eka/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Ketua TP PKK Denpasar Bersama Ketua GOW Panen Bawang Merah dan Jagung Manis di Subak Intaran Barat

Published

on

By

Ketua TP PKK Antari Jaya Negara bersama Ketua GOW Ayu Kristi Arya Wibawa memanen bawang merah dan jagung manis bersama anak-anak PAUD di Subak Intaran Barat.
PANEN BAWANG MERAH: Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Antari Jaya Negara, didampingi Ketua GOW Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa melaksanakan panen bawang merah dan jagung manis bersama anak-anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Subak Intaran Barat, Rabu (5/8). (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Antari Jaya Negara, didampingi Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa melaksanakan panen bawang merah dan jagung manis bersama anak-anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Subak Intaran Barat, Rabu (5/8). Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana penuh keceriaan sekaligus menjadi sarana edukasi untuk mengenalkan dunia pertanian kepada anak-anak sejak usia dini.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar, AA Gede Bayu Brahmasta, Kabag Perekonomian Setda Kota Denpasar, I Putu Agus Jayadi, serta undangan lainnya.

Kegiatan panen bersama ini merupakan bagian dari upaya mendorong ketahanan pangan sekaligus memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak-anak. Dengan turun langsung ke lahan pertanian, anak-anak diajak mengenal proses budidaya tanaman, mulai dari penanaman, perawatan, hingga panen, sehingga tumbuh rasa cinta terhadap alam, lingkungan, dan hasil pertanian lokal.

Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Antari Jaya Negara, mengatakan bahwa edukasi pertanian sejak usia dini menjadi langkah penting dalam membentuk karakter anak yang peduli terhadap lingkungan dan menghargai proses menghasilkan pangan.

“Melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya belajar memanen, tetapi juga memahami bahwa setiap hasil pertanian diperoleh melalui kerja keras dan kesabaran. Harapannya, mereka semakin mencintai alam, menghargai petani, dan terbiasa mengonsumsi pangan sehat,” ujarnya.

Ketua GOW Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, menyampaikan bahwa pembelajaran di luar ruang seperti ini mampu memberikan pengalaman yang berkesan bagi anak-anak. Selain meningkatkan pengetahuan, kegiatan tersebut juga melatih kerja sama, rasa ingin tahu, serta kepedulian terhadap lingkungan.

Baca Juga  Sebanyak 25 Orang Pasien Covid-19 di Kota Denpasar Sembuh

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar mengatakan bahwa keterlibatan anak-anak PAUD dalam kegiatan panen merupakan salah satu bentuk edukasi pertanian yang efektif. Melalui pengalaman langsung di lapangan, diharapkan akan tumbuh generasi yang lebih peduli terhadap sektor pertanian dan mendukung upaya mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan.

Kegiatan panen bawang merah dan jagung manis ini menjadi wujud sinergi antara TP PKK Kota Denpasar, GOW Kota Denpasar, Dinas Pertanian Kota Denpasar, TPID Kota Denpasar serta lembaga PAUD dalam mendukung program edukasi berbasis lingkungan dan penguatan ketahanan pangan. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna membentuk generasi muda yang sehat, peduli lingkungan, dan mencintai pertanian sebagai bagian dari kehidupan. (eka/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Dihadiri 39 Negara, Gubernur Koster Buka APDT 2026

Tegaskan Bali Jaga Keseimbangan Pariwisata, Budaya, Lingkungan dan Ketahanan Energi

Loading

Published

on

By

Gubernur Koster membuka APDT 2026 di Hotel Westin Nusa Dua yang dihadiri sekitar 800 peserta dari 39 negara.
BUKA APDT 2026: Gubernur Bali Wayan Koster secara resmi membuka The SPE/IADC Asia Pacific Drilling Technology Conference and Exhibition (APDT) 2026 yang dihadiri sekitar 800 peserta dari 39 negara bertempat di Hotel Westin, Nusa Dua, Badung pada Rabu (5/8). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Badung, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster secara resmi membuka The SPE/IADC Asia Pacific Drilling Technology Conference and Exhibition (APDT) 2026 yang dihadiri sekitar 800 peserta dari 39 negara bertempat di Hotel Westin, Nusa Dua, Badung pada Rabu (5/8). Dalam kesempatan tersebut, Gubernur menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada seluruh delegasi internasional yang memilih Bali sebagai lokasi penyelenggaraan konferensi teknologi pengeboran terbesar di kawasan Asia Pasifik tersebut.

“Selamat datang di Bali, pulau yang indah, masyarakatnya ramah, serta memiliki budaya yang unik dan tidak dimiliki daerah lain di dunia. Bali dikenal dan dicintai masyarakat internasional karena kami mampu menjaga budaya, tradisi, adat istiadat, dan kearifan lokal sebagai fondasi utama pembangunan,” ujar Gubernur Koster.

Menurutnya, kekuatan utama Bali bukan hanya terletak pada keindahan alam, tetapi juga pada konsistensi masyarakat dalam menjaga nilai-nilai budaya. Karena itu, Bali mampu menjadi destinasi wisata kelas dunia yang tetap memiliki identitas kuat di tengah perkembangan global.

Gubernur Koster mengungkapkan, beberapa waktu lalu dirinya menghadiri forum di London yang membahas perubahan iklim dan tantangan global.

Dari forum tersebut semakin menguatkan keyakinannya bahwa pembangunan ekonomi harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan. Oleh sebab itu, penyelenggaraan APDT 2026 di Bali dinilai memiliki arti strategis, bukan hanya bagi perkembangan teknologi di sektor energi, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi perekonomian daerah.

“Kehadiran Bapak dan Ibu sekalian bukan hanya penting bagi industri energi dan teknologi pengeboran. Kehadiran Anda juga memberikan dampak ekonomi yang besar bagi Bali melalui meningkatnya tingkat hunian hotel, kegiatan usaha, dan sektor pariwisata. Terima kasih karena telah berkontribusi terhadap pariwisata Bali,” katanya.

Baca Juga  Sebanyak 27 Orang Pasien Covid-19 di Kota Denpasar Sembuh

Dalam paparannya, Gubernur menjelaskan bahwa Bali merupakan daerah yang sangat bergantung pada sektor pariwisata. Sepanjang tahun 2025, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara melalui jalur udara telah mencapai lebih dari tujuh juta orang. Angka tersebut belum termasuk wisatawan yang datang melalui jalur laut maupun darat. Dari total lebih dari 15 juta kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia, sekitar 49 persen memilih Bali sebagai destinasi.

“Berdasarkan perhitungan kami, belanja wisatawan mancanegara menghasilkan devisa sekitar Rp 176 triliun. Artinya, kontribusi Bali terhadap devisa pariwisata Indonesia mencapai sekitar 55 persen. Ini merupakan kontribusi yang sangat besar bagi perekonomian nasional,” jelasnya.

Di sisi lain, sektor pariwisata menopang sekitar 66 persen struktur perekonomian Bali. Karena itu, Pemerintah Provinsi Bali terus bekerja keras menjaga kualitas lingkungan, budaya, dan masyarakat agar Bali tetap menjadi destinasi yang lestari serta berdaya saing tinggi.

“Karena Bali sangat bergantung pada pariwisata, maka Bali harus dijaga. Alamnya harus lestari, manusianya harus berkualitas, dan budayanya harus tetap hidup. Itulah sebabnya kami menetapkan Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun sebagai arah pembangunan jangka panjang agar Bali tetap eksis, berkualitas, dan memiliki daya saing tinggi untuk selamanya,” tegas Gubernur.

Ia menjelaskan, visi tersebut telah dituangkan dalam Peraturan Daerah tentang Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun Semesta Berencana yang menjadi pedoman pembangunan Bali secara berkelanjutan dengan berlandaskan keseimbangan antara alam, manusia, dan kebudayaan sesuai nilai-nilai Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

Sebagai implementasi dari kebijakan tersebut, Pemerintah Provinsi Bali terus menjalankan berbagai program strategis, mulai dari pengelolaan sampah berbasis sumber yang dimulai dari rumah tangga, pembatasan penggunaan plastik sekali pakai, hingga pengembangan pertanian organik sebagai upaya mengurangi penggunaan pestisida yang merusak lingkungan dan mengancam keanekaragaman hayati.

Baca Juga  Sebanyak 25 Orang Pasien Covid-19 di Kota Denpasar Sembuh

Selain itu, Bali juga terus mempercepat transformasi menuju energi bersih melalui kebijakan penghentian pembangunan pembangkit listrik berbahan bakar fosil serta mendorong penggunaan kendaraan bermotor berbasis baterai.

“Kami ingin Bali menjadi provinsi yang ramah lingkungan dan menjadi contoh pembangunan berkelanjutan. Karena itu kami terus memperkuat kebijakan energi bersih, pengurangan emisi karbon, serta penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan,” ujarnya.

Meski demikian, Gubernur Koster menegaskan bahwa energi tetap merupakan kebutuhan dasar masyarakat, sejajar dengan kebutuhan akan pangan dan air. Dengan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai lebih dari 280 juta jiwa, ketahanan energi menjadi faktor penting dalam mendukung pembangunan nasional.

“Saya berharap konferensi ini dapat melahirkan berbagai inovasi dan teknologi yang mampu menjawab kebutuhan energi dunia secara berkelanjutan. Indonesia harus mampu memastikan kebutuhan energi masyarakatnya terpenuhi, namun tetap menjaga kelestarian lingkungan untuk generasi mendatang,” katanya.

Mengakhiri sambutannya, Gubernur Koster berharap kolaborasi internasional di sektor energi semakin kuat dan mampu memberikan manfaat bagi seluruh negara.

“Semoga Indonesia semakin maju, khususnya di bidang energi, dan kerja sama internasional seperti APDT ini terus menghasilkan inovasi yang membawa manfaat bagi kesejahteraan masyarakat dunia,” tutup Gubernur.

Sebelumnya, Secretary-in-Charge ASEAN Council on Petroleum & Energy (ASCOPE), Henricus Herwin, menegaskan pentingnya kolaborasi antarnegara ASEAN dalam memperkuat ketahanan energi kawasan di tengah dinamika transisi energi global. Menurutnya, forum APDT menjadi wadah strategis untuk mempererat sinergi antarpelaku industri, pemerintah, dan organisasi profesi dalam mendorong inovasi teknologi pengeboran yang lebih aman, efisien, dan berkelanjutan. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Indonesia, khususnya Bali, yang menjadi tuan rumah penyelenggaraan konferensi internasional tersebut.

Sementara itu, President Dynamic Drilling sekaligus anggota IADC Executive Committee, Manav Kumar Agarwal, mengatakan industri pengeboran saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari efisiensi operasional, keselamatan kerja, hingga tuntutan pengurangan emisi karbon. Karena itu, APDT 2026 diharapkan menjadi forum berbagi pengalaman, teknologi, dan praktik terbaik guna meningkatkan kinerja industri pengeboran di kawasan Asia Pasifik melalui kolaborasi yang lebih erat antaroperator, kontraktor, penyedia jasa, dan kalangan profesional.

Baca Juga  Wawali Arya Wibawa Pimpin Apel Bela Negara Ke-75

Adapun Deputy CEO PT Pertamina Hulu Energi, Virano G. Nasution, dalam Opening Remarks-nya menyampaikan bahwa Pertamina Hulu Energi merasa terhormat menjadi tuan rumah APDT 2026. Ia menekankan bahwa transformasi industri pengeboran menuju masa depan energi yang lebih efisien, cerdas, dan berkelanjutan hanya dapat diwujudkan melalui inovasi teknologi, penguatan sumber daya manusia, serta kolaborasi lintas negara. Menurutnya, konferensi ini menjadi momentum penting untuk memperkuat pertukaran pengetahuan dan mendorong lahirnya solusi-solusi baru bagi industri energi di kawasan Asia Pasifik. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Permudah Pemetaan, Posyandu di Bali akan Diberi Nama Sesuai Banjar

Published

on

By

Ketua TP Posyandu Putri Koster menghadiri Aksi Sosial TP Posyandu Provinsi Bali dan memberikan pembinaan kepada kader Posyandu di Badung.
AKSI SOSIAL: Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, saat menghadiri rangkaian Aksi Sosial TP Posyandu Provinsi Bali bertajuk "Membina dan Berbagi" ke-14 Tahun 2026 yang dilaksanakan di Kabupaten Badung, Selasa (4/8). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Badung, baliilu.com – Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, mengusulkan agar seluruh Posyandu di Bali diberi nama sesuai banjar masing-masing. Langkah tersebut dinilai penting untuk mempermudah pemetaan, pendataan, pembinaan, dan pengembangan Posyandu secara lebih terstruktur di seluruh Bali.

Usulan tersebut disampaikan saat menghadiri rangkaian Aksi Sosial TP Posyandu Provinsi Bali bertajuk “Membina dan Berbagi” ke-14 Tahun 2026 yang dilaksanakan di Kabupaten Badung, Selasa (4/8). Kegiatan tersebut menyasar kader Posyandu di Desa Adat Tangeb, Kelurahan Abianbase, Kecamatan Mengwi, serta Desa Selat, Kecamatan Abiansemal.

“Untuk ke depan, mengingat jumlah Posyandu di Bali sangat banyak, saya ingin seluruh Posyandu di masing-masing banjar diberi nama sesuai nama banjarnya sendiri, lengkap dengan nama desa atau kelurahan serta kecamatannya. Hal ini akan memudahkan pemetaan dan penataan Posyandu di seluruh Bali,” tegas Ny. Putri Koster.

Menurutnya, penamaan Posyandu berdasarkan nama banjar akan menciptakan identitas yang lebih jelas bagi setiap Posyandu sekaligus memudahkan proses pendataan di seluruh Bali. Dengan sistem penamaan yang seragam, pemerintah akan lebih mudah mengintegrasikan data Posyandu, memantau cakupan pelayanan, mengidentifikasi wilayah yang membutuhkan pendampingan, serta menyusun kebijakan dan program pembinaan secara lebih tepat sasaran.

Selain itu, identitas Posyandu yang terhubung langsung dengan wilayah banjar, desa atau kelurahan, hingga kecamatan akan memperkuat koordinasi antarjenjang pemerintahan. Monitoring, evaluasi, maupun penyaluran program diharapkan dapat dilakukan secara lebih efektif, cepat, dan akurat.

Dalam kesempatan tersebut, Ny. Putri Koster juga mengajak seluruh kader Posyandu agar tidak hanya berperan memberikan pelayanan kepada masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun wilayahnya masing-masing. Kader diharapkan aktif menyerap aspirasi masyarakat, mencatat berbagai persoalan yang dihadapi warga, kemudian menyampaikannya kepada pemerintah desa maupun kepala wilayah untuk ditindaklanjuti.

Baca Juga  Pemkot Denpasar Ngaturang Bhakti Penganyar Serangkaian Pujawali Ngusaba Kedasa di Pura Ulun Danu Batur

Menurutnya, mekanisme tersebut akan mempercepat penyelesaian berbagai persoalan masyarakat karena informasi dari tingkat paling bawah dapat diterima pemerintah secara lebih cepat, terstruktur, dan tepat sasaran. Dengan demikian, Posyandu tidak hanya menjadi tempat pelayanan masyarakat, tetapi juga menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat dengan pemerintah dalam mendukung pembangunan desa.

Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Badung, Ny. Rasniathi Adi Arnawa, menyampaikan apresiasi atas perhatian Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali beserta jajaran yang hadir memberikan pembinaan secara langsung kepada para kader Posyandu.

Ia menilai kehadiran TP Posyandu Provinsi Bali merupakan wujud nyata dalam memperkuat kelembagaan Posyandu. Posyandu menjadi salah satu kekuatan terbesar dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dan kini semakin berperan sebagai penghubung antara warga dengan pemerintah sehingga berbagai persoalan masyarakat dapat ditangani lebih cepat.

Sementara itu, Pengarah Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Putu Anom Agustina, memaparkan implementasi Posyandu Enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2024 tentang Posyandu. Melalui regulasi tersebut, pelayanan Posyandu yang sebelumnya berfokus pada bidang kesehatan kini berkembang menjadi enam bidang pelayanan, yaitu kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat (Trantibumlinmas), dan sosial.

Pelayanan Posyandu juga diberikan berdasarkan siklus hidup, mulai dari anak-anak, remaja, hingga lanjut usia. Para kader diharapkan semakin aktif berkontribusi dalam pembangunan wilayah melalui penanganan berbagai persoalan masyarakat yang responsif dan berbasis data.

Pada kegiatan tersebut, Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali juga menyerahkan bantuan secara simbolis kepada perwakilan kader Posyandu Kelurahan Abianbase. Setiap kader menerima bantuan berupa 30 kilogram beras, dua krat telur, dan dua kotak susu.

Baca Juga  Pemkot Gelar Bimtek Pengelola LPD di Kota Denpasar

Di Kelurahan Abianbase, bantuan disalurkan kepada 78 kader Posyandu yang berasal dari 13 Posyandu, dengan total bantuan mencapai 2.340 kilogram beras, 156 krat atau 4.680 butir telur, serta 156 kotak susu.

Sementara itu, di Desa Selat bantuan diberikan kepada 60 kader Posyandu yang berasal dari empat Posyandu. Masing-masing kader menerima 30 kilogram beras, dua krat atau 60 butir telur, dan dua kotak susu, sehingga total bantuan yang disalurkan mencapai 1.800 kilogram beras, 120 krat atau 3.600 butir telur, serta 120 kotak susu.

Secara keseluruhan, dalam rangkaian Aksi Sosial “Membina dan Berbagi” di dua lokasi tersebut, TP Posyandu Provinsi Bali menyalurkan bantuan kepada 138 kader Posyandu dari 17 Posyandu, dengan total bantuan mencapai 4.140 kilogram beras, 276 krat atau 8.280 butir telur, serta 276 kotak susu.

Rangkaian Aksi Sosial “Membina dan Berbagi” ini menjadi wujud komitmen TP Posyandu Provinsi Bali dalam memperkuat kelembagaan Posyandu, meningkatkan kapasitas kader, sekaligus membangun sinergi antara pemerintah dan masyarakat guna mewujudkan pelayanan yang semakin terpadu, responsif, dan berbasis pada kebutuhan nyata masyarakat. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca