Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

BPBD Bali Serahkan Sertifikat SI-KENCANA DUTA BALI kepada 13 Hotel

Terus Tingkatkan Kesadaran Kolektif Mitigasi Kebencanaan

Loading

BALIILU Tayang

:

BPBD Bali
SERAHKAN SERTIFIKAT: BPBD Bali saat menyerahkan Sertifikat Sertifikasi Kesiapsiagaan Bencana bagi Dunia Usaha Pariwisata Bali (SI-KENCANA DUTA BALI) di Ruang Rapat Tangguh Lantai 3, Kantor BPBD Provinsi Bali, Denpasar, pada Jumat (17/1) pagi. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali menyerahkan Sertifikat Sertifikasi Kesiapsiagaan Bencana bagi Dunia Usaha Pariwisata Bali (SI-KENCANA DUTA BALI) sebagai pengakuan formal kepada dunia usaha pariwisata yang telah memenuhi standar kesiapsiagaan bencana sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Penyerahan sertifikat ini dilaksanakan di Ruang Rapat Tangguh Lantai 3, Kantor BPBD Provinsi Bali, Denpasar, pada Jumat (17/1) pagi.

Sekretaris BPBD Bali, I Gede Agung Teja Busana Yadnya, dalam kesempatan tersebut menyampaikan rasa apresiasi dan terima kasih atas partisipasi pelaku pariwisata, khususnya hotel, yang telah turut serta dalam program sertifikasi ini. “Memang program ini secara khusus ada di Bali sebagai kebijakan dari kepala daerah untuk secara konkret melaksanakan kegiatan pengurangan risiko bencana,” kata Teja. “Karena ini adalah kebijakan daerah, dan kita punya perda tentang standar kepariwisataan yang mengatur bahwa kegiatan pariwisata harus melaksanakan mitigasi kebencanaan,” imbuhnya.

Teja juga menyampaikan bahwa keberadaan sertifikasi mitigasi kebencanaan tersebut telah terverifikasi di tingkat pusat. Bahkan, Menteri Pariwisata secara khusus telah menyarankan agar program ini dapat diterapkan di luar Bali. “Kami sebagai koordinator dan kolaborator dengan sektor lain menekankan bukan hanya regulasi, tetapi kesadaran bersama di balik regulasi itu. Regulasi hanyalah alatnya,” tambah Teja.

Kesadaran kolektif, menurut Teja, sangat diperlukan mengingat bencana adalah urusan bersama yang tidak mengenal waktu, tempat, dan dapat menimpa siapa saja, termasuk wisatawan yang sedang berkunjung ke Bali. “Secara historis dan karakteristik, bencana pasti akan terjadi, dan kita harus berkolaborasi untuk mitigasinya. Jika hanya mengandalkan regulasi, tentu tidak optimal. Sertifikasi ini menjadi bagian dari kesiapsiagaan kita dengan 31 indikator sebagai standar. Sehingga bisa dibedakan mana yang memiliki standar mitigasi kebencanaan dan mana yang belum,” jelas Teja.

Baca Juga  Balai Pesandekan Jaba Tengah Pura Dalem Desa Adat Guwang Roboh Akibat Angin Kencang

Teja juga mencontohkan pentingnya standar mitigasi di Bali, terutama untuk menghadapi cuaca ekstrem belakangan ini. Hampir setiap hari terjadi bencana akibat hujan deras, seperti longsor dan banjir. “Bencana pasti terjadi, berulang, dan secara sejarah maupun ilmiah cenderung meningkat. Harapan kami, jangan hanya formalitas, tetapi benar-benar dijalankan dengan baik. Jika memungkinkan, jadikan sertifikasi ini bagian dari peningkatan daya saing pariwisata Bali,” tandasnya.

Sebanyak 26 konsulat negara sahabat, menurut Teja, telah menyampaikan apresiasi atas program ini yang dianggap langkah awal perlindungan WNA selama di Bali. “Bahkan, panitia konferensi internasional selalu memeriksa hotel yang telah disertifikasi untuk mendukung akomodasi acara. Jadi, tolong terus disosialisasikan dan diterapkan secara maksimal,” ujarnya. “Sertifikasi ini gratis, dan jika ditemukan biaya terselubung, silakan laporkan ke kanal BPBD atau Pemprov Bali. Kami sangat terbuka terhadap masukan dan aduan,” tegasnya.

Sementara itu, di kesempatan yang sama, Sang Putu Wibawa, Manajer Hotel Tandjung Sari Sanur, salah satu penerima sertifikasi, menyebut bahwa sertifikasi ini penting untuk belajar dan memperbaiki hal-hal terkait mitigasi kebencanaan secara lebih rinci. “Sertifikasi ini bermanfaat, bukan hanya bagi tamu atau wisatawan, tetapi juga bagi kami, pihak hotel,” katanya.

Dalam penerapannya di lapangan, Wibawa menjelaskan bahwa nantinya, saat penerimaan tamu di hotel, tidak hanya dijelaskan fasilitas kamar, tetapi juga upaya untuk menjaga keamanan dan kenyamanan tamu selama menginap. “Khususnya jika terjadi bencana, apa saja kesiapsiagaan sebagai upaya preventif kami di hotel agar tamu merasa lebih aman dan nyaman,” jelasnya.

Sebanyak 13 General Manager atau perwakilan hotel penerima sertifikat hadir secara langsung, yaitu Amarterra Villas Resort Bali Nusa Dua, Autograph Collection, Amankila, Four Seasons Resort Bali at Jimbaran Bay, Citadines Berawa Beach Bali, Peninsula Bay Resort, The 1O1 Bali Fontana Seminyak, Grand Whiz Hotel Nusa Dua, Novotel Bali Benoa, Grand Mirage Resort & Thalasso Bali, Sadara Resort, Kayumanis Nusa Dua Private Villa & Spa 12. THE HAVEN Bali Seminyak serta Tandjung Sari Hotel.

Baca Juga  Kejadian Bencana dan Penanganannya di Provinsi Bali dari 24 Februari 2025 - 2 Maret 2025

Penyerahan sertifikat untuk sertifikasi ulang kepada 21 usaha pariwisata telah dilaksanakan pada 27 September 2024 di Ruang Rapat Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali. Pada tahun 2025, target SI-KENCANA DUTA BALI adalah 60 usaha pariwisata. Program ini juga bertujuan meningkatkan kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan pariwisata yang aman dan tangguh terhadap bencana, sekaligus meningkatkan kesadaran serta partisipasi dunia pariwisata. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Tekankan Validasi Akurat Layanan Kesehatan Berbasis ePPGBM, Wabup Badung Pimpin Rakor TPPS

Published

on

By

Rakor TPPS Badung Bahas Penurunan Stunting
RAKOR: Wabup Badung Bagus Alit Sucipta berfoto bersama usai memimpin rakor Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Badung di Ruang Satya Gosana I, Inspektorat Puspem Badung, Rabu (21/10). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Badung terus memperkuat langkah-langkah strategis dalam percepatan penurunan angka stunting. Langkah ini diambil menyusul adanya penyesuaian data prevalensi stunting berdasarkan ePPGBM (Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat).

Berdasarkan data valid tersebut, prevalensi stunting di Kabupaten Badung tercatat sebesar 2,5 persen atau sebanyak 440 balita pada tahun 2025, dan mengalami penyesuaian menjadi 2,8 persen atau sekitar 485 balita pada tahun 2026.

Kondisi naik-turunnya grafik tersebut menjadi agenda pembahasan utama dalam Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Badung. Rapat koordinasi ini dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Badung, Bagus Alit Sucipta, bertempat di Ruang Satya Gosana I, Inspektorat Puspem Badung, Rabu (21/10).

Seusai memimpin rapat, Wabup Bagus Alit Sucipta memberikan penjelasan resmi bahwa kenaikan angka prevalensi pada tahun ini sejatinya dipengaruhi oleh perluasan cakupan pendataan di lapangan. Jika pada tahun 2025 pendataan hanya mencakup balita yang hadir secara fisik di Posyandu, maka pada tahun 2026 ini jangkauan sistem pendataan diperluas secara masif hingga ke seluruh fasilitas kesehatan (faskes) resmi di Kabupaten Badung.

“Menyikapi kondisi ini, sesuai arahan Bapak Bupati Badung, langkah-langkah penanganan stunting menjadi perhatian serius Pemkab Badung. Kami melibatkan seluruh perangkat daerah, pemerintah desa/kelurahan, tenaga kesehatan, kader, hingga elemen masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan, salah satu langkah prioritas utama saat ini adalah melakukan validasi dan pemutakhiran data riil di lapangan mengenai balita stunting serta keluarga yang masuk kategori berisiko stunting. Kader Integrasi Layanan Primer, Tim Pendamping Keluarga, dan Kader Pembangunan Manusia diinstruksikan untuk memastikan keakuratan data tersebut paling lambat pada akhir November 2026.

Baca Juga  Antisipasi Dini Cuaca Tak Menentu, BPBD Bali Salurkan Bantuan Peralatan Kebencanaan

Selain pemutakhiran data, penguatan peran Posyandu juga menjadi fokus utama melalui penerapan pola jemput bola ke rumah warga. Intervensi pendampingan, pemantauan kesehatan, hingga edukasi gizi dan pemberian vitamin dilakukan sejak dini, mulai dari pasangan calon pengantin hingga masa kehamilan. Langkah preventif ini diharapkan dapat mencegah lahirnya bayi baru dengan kondisi berisiko stunting.

Guna mengoptimalkan kinerja dan memotivasi para kader di lapangan, Pemkab Badung akan menerapkan sistem apresiasi khusus yang dinilai lebih adil dan memicu semangat kerja.

“Para kader akan kita berikan reward berbasis kasus. Mereka tidak lagi sekadar menunggu di Posyandu atau faskes, tetapi aktif turun ke masyarakat. Setiap kasus yang ditemukan dan dilaporkan akan diberikan reward,” tegas Wabup.

Dari sisi penanganan medis, Wabup menugaskan Dinas Kesehatan untuk mengintensifkan intervensi spesifik secara cepat. Direktur RSUD Mangusada, RS Giri Asih, dan RS Suwiti diminta memberikan pelayanan medis optimal, termasuk penyediaan Pangan Olahan untuk Keperluan Medis Khusus (PKMK) bagi balita sesuai dengan indikasi medis yang ditemukan. Pemkab Badung juga merangkul perguruan tinggi untuk riset dan edukasi, Majelis Desa Adat (MDA) melalui pendekatan kearifan lokal, serta dunia usaha memanfaatkan program Corporate Social Responsibility (CSR/TJSL).

Sementara itu, Kepala Bappeda Kabupaten Badung, I Made Wira Dharmajaya, melaporkan bahwa target penurunan stunting dalam RPJMD Kabupaten Badung 2025–2029 ditetapkan sebesar 7,20 persen pada 2025 dan diharapkan menjadi 6,40 persen pada 2029.

“Melalui tagging anggaran stunting, Pemkab Badung mengintegrasikan program dan kegiatan lintas sektor dengan total anggaran mencapai lebih dari Rp 575 miliar yang tersebar di 11 perangkat daerah,” jelasnya.

Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri oleh jajaran Kepala OPD di lingkungan Pemkab Badung, Para Camat, Perbekel/Lurah, serta Kepala Puskesmas se-Kabupaten Badung. (gs/bi)

Baca Juga  Balai Pesandekan Jaba Tengah Pura Dalem Desa Adat Guwang Roboh Akibat Angin Kencang

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Hadiri Kenal Pamit Kapolresta Denpasar, Pimpinan Badung Tekankan Sinergi Atasi Kemacetan dan Kriminalitas

Published

on

By

Kenal Pamit Kapolresta Denpasar di Tuban
KENAL PAMIT: Bupati Wayan Adi Arnawa bersama Nyonya Rasniathi Adi Arnawa berfoto bersama Kombes Pol. Leonardo D. Simatupang bersama Nyonya saat menghadiri acara kenal pamit Kapolresta Denpasar di Bali Dynasty Resort, Tuban, Kuta, Selasa (20/10). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta dan Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti menghadiri acara kenal pamit Kapolresta Denpasar di Bali Dynasty Resort, Tuban, Kuta, Selasa (20/10). Suksesi kepemimpinan tersebut berganti dari Kombes Pol. Leonardo D. Simatupang, kepada Kombes Pol. I Wayan Winaya.

Kehadiran jajaran pimpinan Pemkab Badung ini merupakan wujud apresiasi atas sinergi Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya di kawasan strategis pariwisata Kuta dan Kuta Selatan. Pada kesempatan itu, Bupati Wayan Adi Arnawa turut menyerahkan cinderamata kepada Kombes Pol. Leonardo D. Simatupang sebagai ungkapan terima kasih atas dedikasinya selama delapan bulan bertugas.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Badung, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bapak Kombes Pol. Leonardo D. Simatupang beserta Ibu atas dedikasi dan kerja sama yang telah terjalin selama kurang lebih delapan bulan bertugas. Kami merasakan sinergi yang kuat dalam menjaga situasi tetap kondusif sehingga masyarakat maupun wisatawan dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman,” ujarnya.

Bupati menegaskan, jaminan keamanan yang kondusif merupakan faktor krusial untuk mempertahankan kepercayaan internasional terhadap pariwisata Badung. Kepada Kapolresta yang baru, Bupati berharap kolaborasi antar-lembaga semakin diperkuat dalam mengatasi berbagai tantangan kewilayahan.

“Kami berharap sinergi dan kolaborasi yang telah terjalin selama ini dapat terus dilanjutkan dan diperkuat. Berbagai tantangan seperti kemacetan, persoalan sampah dan kriminalitas perlu kita tangani bersama agar pariwisata dapat tumbuh secara berkelanjutan. Kami berharap kehadiran Kapolresta yang baru semakin memperkuat upaya menjaga keamanan, ketertiban serta kenyamanan masyarakat dan wisatawan,” tegas Adi Arnawa.

Sementara itu, Kombes Pol. Leonardo D. Simatupang menyampaikan terima kasih atas dukungan penuh Forkopimda dan masyarakat selama masa tugasnya sebelum ia melanjutkan pengabdian di Mabes Polri.

Baca Juga  TP PKK Denpasar Perkuat Keluarga Sehat, Tanggap dan Tangguh Bencana

Kapolresta Denpasar yang baru, Kombes Pol. I Wayan Winaya, memohon doa restu serta dukungan dari seluruh elemen daerah. Ia menekankan bahwa kearifan lokal, adat istiadat, serta semangat menyama braya akan menjadi modal penting dalam menjaga harmoni dan kedamaian masyarakat ke depan.

Acara tersebut turut dihadiri Walikota dan Wakil Walikota Denpasar, Forkopimda Badung dan Denpasar, Dandim 1611/Badung, Danlanal Denpasar, Danlanud Ngurah Rai, Sekda Badung dan Kota Denpasar beserta ibu, serta tokoh puri, tokoh adat, pecalang, dan BEM Bali Dwipa. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

TP PKK Badung Terima Kunjungan Studi Tiru TP PKK Tana Toraja

Studi Tiru: Momentum untuk Saling Belajar, Bertukar Pengalaman serta Mempererat Tali Silaturahmi

Loading

Published

on

By

TP PKK Badung Terima Studi Tiru Tana Toraja
TERIMA KUNJUNGAN: Sekretaris I TP PKK Kabupaten Badung, Nyonya Yunita Alit Sucipta, menerima kunjungan studi tiru TP PKK Kabupaten Tana Toraja, Provinsi Sulawesi Selatan di Ruang Pertemuan Gedung Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Rabu (21/10). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Badung yang diwakili Sekretaris I TP PKK Kabupaten Badung, Nyonya Yunita Alit Sucipta, menerima kunjungan studi tiru dari TP PKK Kabupaten Tana Toraja, Provinsi Sulawesi Selatan. Rombongan yang dipimpin langsung oleh Ketua TP PKK Kabupaten Tana Toraja, Nyonya Erni Yetti Zadrak, bersama Kepala Dinas PMD Kabupaten Tana Toraja, Ir. Marida Bungin, M.M., beserta 30 orang rombongan ini diterima secara resmi bertempat di Ruang Pertemuan Gedung Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Rabu (21/10).

Dalam penerimaan tersebut, Sekretaris I TP PKK Kabupaten Badung, Nyonya Yunita Alit Sucipta, menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada seluruh rombongan TP PKK Kabupaten Tana Toraja. Ia memaparkan gambaran umum Kabupaten Badung yang memiliki luas wilayah kurang lebih 398 km² dengan jumlah penduduk sekitar 500 ribu jiwa. Pihaknya juga menjelaskan mengenai potensi daerah Badung dari wilayah utara hingga selatan, keberagaman etnis dan budaya, tingkat kerukunan masyarakat yang tinggi, serta berbagai kebijakan inklusif pemerintah daerah.

“Kunjungan studi tiru ini merupakan momentum yang sangat luar biasa bagi kita bersama untuk saling belajar, bertukar pengalaman, serta mempererat tali silaturahmi. Kami berharap kunjungan ini dapat memberikan manfaat nyata, menambah wawasan, serta meningkatkan sinergi dan kolaborasi antara TP PKK Kabupaten Badung dan TP PKK Kabupaten Tana Toraja dalam menjalankan 10 Program Pokok PKK demi kesejahteraan masyarakat di daerah masing-masing,” ujar Ny. Yunita Alit Sucipta.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Tana Toraja, Ny. Erni Yetti Zadrak, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas penyambutan yang sangat hangat dari jajaran TP PKK Kabupaten Badung. Pihaknya menyampaikan bahwa kunjungan studi tiru ini bertujuan untuk mempelajari pengelolaan 10 Program Pokok PKK, tata kelola organisasi, pemantapan pemberdayaan ekonomi keluarga, pengembangan UMKM, serta kolaborasi sinergis antara PKK dan pemerintah daerah.

Baca Juga  Pemprov Bali Distribusikan 782.900 Liter Air Bersih Ke 117 Dusun di Bali

“Kami merasa sangat bersyukur dan berterima kasih atas penerimaan yang luar biasa dari TP. PKK Kabupaten Badung. Melalui studi tiru ini, kami ingin menimba ilmu dan mempelajari inovasi-inovasi unggulan di Kabupaten Badung, khususnya terkait pengelolaan program PKK dan pemberdayaan ekonomi keluarga. Pengalaman serta wawasan yang kami peroleh di sini nantinya akan menjadi bahan pembelajaran dan referensi penting untuk dapat kami adaptasi serta terapkan di Kabupaten Tana Toraja,” ungkap Ny. Erni Yetti Zadrak.

Kunjungan studi tiru berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan, diisi dengan pemaparan program kerja, diskusi interaktif, serta diakhiri dengan penukaran cinderamata dan foto bersama sebagai wujud penguatan tali persaudaraan antar-kedua daerah. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca