Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Cuaca Ekstrem Terjadi di Bali, Kalaksa BPBD Bali Imbau Masyarakat Tetap Waspada

BALIILU Tayang

:

bpbd bali
Beberapa wilayah dampak cuaca ekstrem yang terjadi di Bali Selasa (24/2/2026). (Foto: Hms BPBD Bali)

Denpasar, baliilu.com – Berdasarkan Peringatan Dini Cuaca dan Iklim Dasarian III Februari 2026 dari BMKG yang menyatakan Bali berada pada puncak musim hujan dengan potensi hujan ringan hingga lebat hingga akhir Februari, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali melaporkan bahwa berdasarkan hasil pengukuran curah hujan tanggal 22 dan 23 Februari 2026, tercatat intensitas hujan kategori sedang hingga sangat lebat di sejumlah wilayah di Bali.

Pada tanggal 22 Februari 2026, beberapa pos pengamatan mencatat curah hujan tinggi antara lain di pos pengamatan Ampadan 290 mm/hari, Rejasa 208 mm/hari, Megati 152,5 mm/hari, Sanggulan 142 mm/hari, Kuwum Marga 138 mm/hari, Bajera 109 mm/hari, Bongan 125 mm/hari dengan rata rata curah hujan 116,5 mm/hari, atau hujan tergolong lebat.

Pada tanggal 23 Februari 2026, tercatat curah hujan signifikan di antaranya: Pos Pengamatan Blahkiuh 92 mm/hari, Jimbaran 133 mm/hari, Kapal 115 mm/hari, Mengwi 62 mm/hari, Nusa Dua 121 mm/hari, Pecatu 56 mm/hari, Stamet Ngurah Rai 216,9 mm/hari, Peguyangan Kaja 143 mm/hari, Sumerta 175 mm/hari, Suwung Kangin 140 mm/hari, Tegallalang 62 mm/hari, Batukandik (Nusa Penida) 143 mm/hari, Batununggul (Nusapenida) 124 mm/hari, Dawan 99 mm/hari, Kusamba 122 mm/hari, Penida 138 mm/hari, Semarapura Kangin 124 mm/hari, Bajera 83 mm/hari, Banjar Sanggulan 134 mm/hari, Bongan 135 mm/hari, Megati 108 mm/hari dan rata rata 120,3 mm/hari atau hujan tergolong sangat lebat.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya menegaskan bahwa intensitas hujan dengan akumulasi tinggi tersebut berkontribusi terhadap peningkatan debit air pada sungai dan saluran drainase, yang kemudian memicu kejadian banjir dan longsor di sejumlah wilayah.

Baca Juga  Polsek Dentim Dirikan Posko Bencana di Banjar Tohpati, Fasilitasi Pengungsian Warga Terdampak Banjir

BPBD Provinsi Bali mencatat kejadian bencana hidrometeorologi pada Selasa, 24 Februari 2026 sampai dengan pukul 15.30 WITA sebanyak 76 titik kejadian, dengan rincian: 42 titik banjir, 5 titik tanah longsor, 1 titik tanggul jebol, 1 titik angin puting beliung, 23 titik pohon tumbang, 4 titik senderan jebol. Sebaran kejadian didominasi di Kota Denpasar (36 titik), Kabupaten Badung (12 titik), Kabupaten Karangasem (12 titik), Kabupaten Gianyar (5 titik), Kabupaten Tabanan (5 titik), Kabupaten Buleleng (4 titik), Kabupaten Klungkung (1 titik) dan Kabupaten Jembrana (1 titik).

Status Penanganan

Dari total 76 titik kejadian tersebut, Kalaksa menyebutkan sejumlah titik telah dilakukan penanganan lapangan sesuai permohonan dan kebutuhan masyarakat sebagaimana tercatat dalam laporan operasi. “Beberapa titik masih dalam proses penanganan dan terus dimonitor secara berkala, sementara titik lainnya tidak memerlukan intervensi langsung setelah dilakukan verifikasi dan asesmen cepat oleh petugas,” ujar Agung Teja.

Dikatakan, BPBD Provinsi Bali bersama BPBD Kabupaten/Kota, TNI/Polri, perangkat daerah terkait serta unsur relawan melakukan upaya penanganan yakni: mengevakuasi 30 orang di Jalan Dewi Sarawati II, Seminyak; evakuasi 10 orang di Jalan Gunung Athena II, Seminyak; evakuasi 1 bayi dan 3 balita di Sesetan, Denpasar; penanganan banjir di Legian, Sanur, dan Seminyak; penanganan tanah longsor di Pura Taman Beji, Denpasar; penanganan senderan jebol di Gatsu Timur; penyedotan banjir di RS BMC; pemantauan tinggi muka air Tukad Badung serta memastikan pintu air hilir dalam kondisi terbuka dan terpantau.

Agung Teja mengungkapkan, berdasarkan hasil asesmen cepat dan verifikasi lapangan hingga pukul 15.30 WITA, dampak yang ditimbulkan akibat kejadian cuaca ekstrem ini bersifat lokal dan terkendali. BPBD Provinsi Bali bersama BPBD Kabupaten/Kota terus melakukan pendataan dan pemutakhiran data dampak dengan hasil sementara warga terevakuasi sementara 350 orang, bangunan rusak dan terendam dalam proses pendataan hingga pukul 15.30 WITA, tidak terdapat laporan korban jiwa.

Baca Juga  <strong>Bencana Longsor di Sungai Kemoning, 3 Korban Meninggal</strong>

“Curah hujan kategori sangat lebat selama dua hari berturut-turut menjadi faktor dominan meningkatnya debit sungai dan genangan perkotaan di sejumlah wilayah, khususnya kawasan dengan kepadatan aktivitas masyarakat yang tinggi,” ucapnya.

Berdasarkan hasil pemantauan dan upaya penanganan di lapangan, BPBD Provinsi Bali juga mencatat adanya peningkatan kesadaran dan empati masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. “Pada sebagian besar lokasi terdampak, volume sampah yang menyertai kejadian banjir relatif sangat kecil. Kondisi ini menunjukkan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga saluran air dan lingkungan sekitar, sehingga membantu meminimalkan dampak genangan,” tegasnya.

BPBD Provinsi Bali menyampaikan apresiasi kepada masyarakat atas kepedulian tersebut, karena kebersihan lingkungan merupakan salah satu faktor penting dalam mengurangi risiko banjir, khususnya di wilayah perkotaan.

Mengingat potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan sesuai informasi BMKG, Agung Teja mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir, longsor, dan pohon tumbang; menghindari aktivitas di bantaran sungai saat hujan lebat; menjaga kebersihan saluran air dan lingkungan sekitar; dan mengikuti informasi resmi dari BPBD dan BMKG.

BPBD Provinsi Bali terus melakukan pemantauan situasi dan koordinasi lintas sektor guna memastikan respons cepat serta meminimalkan risiko lanjutan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Dorong Kriya Lokal Berdaya Saing Global, Dekranasda Tabanan Raih Best Booth Award di INACRAFT 2026

Published

on

By

Dekranasda Tabanan Raih Best Booth Award INACRAFT 2026
Dekranasda Tabanan Raih Best Booth Award di INACRAFT Vol. 5 Tahun 2026 di Jakarta. (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Keunggulan produk Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kabupaten Tabanan kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Dalam ajang pameran kerajinan INACRAFT Vol. 5, October 2026 dengan tema Youthpreneurs. Dekranasda Kabupaten Tabanan berhasil meraih penghargaan Best Booth Award kategori Kementerian/Dinas/Lembaga. Capaian membanggakan ini menjadi wujud keberhasilan pembinaan dan pendampingan yang secara konsisten dilakukan Dekranasda Kabupaten Tabanan, dalam mendorong potensi perajin dan pelaku UMKM lokal agar semakin berkembang dan berdaya saing.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Umum BPP ASEPHI dalam acara yang berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Jumat (9/10).  Prestasi ini sekaligus mempertegas komitmen Dekranasda Tabanan dalam memperluas promosi produk kerajinan daerah serta membuka peluang pasar yang lebih luas bagi para perajin dan pelaku UMKM.

Keberhasilan ini juga tidak terlepas dari penampilan stan Dekranasda Kabupaten Tabanan yang mengusung identitas budaya Bali melalui desain gapura tradisional yang megah, dan berkarakter khas Kabupaten Tabanan, yang mengangkat filosofi Jineng Bali, bangunan tradisional tempat penyimpanan hasil panen yang menjadi simbol kemakmuran, ketahanan pangan, dan kesejahteraan masyarakat. Terinspirasi dari nilai-nilai luhur tersebut, gapura ini merepresentasikan Tabanan sebagai Lumbung Pangan Bali, daerah yang kaya akan potensi pertanian, subak, serta warisan budaya yang tetap lestari sepanjang zaman.

Perpaduan arsitektur Bali yang agung, detail ornamen tradisional yang artistik, dan sentuhan estetika modern menjadikan gapura ini bukan sekadar gerbang fisik, melainkan simbol identitas, kebanggaan, dan jati diri masyarakat Tabanan. Sebuah mahakarya arsitektur yang mencerminkan keharmonisan antara budaya, alam, dan kemajuan. Pun dipadukan dengan penataan produk kerajinan yang menarik dan estetik, beragam produk unggulan IKM Tabanan ditampilkan untuk memperkenalkan karakter, kreativitas, serta kualitas kriya lokal kepada pengunjung.

Baca Juga  Stop Lahan Produktif untuk Komersial, Gubernur Koster Moratorium Izin Alih Fungsi Lahan di Bali

Penilaian Best Booth Award meliputi sejumlah aspek, di antaranya suasana stan yang ramah, keindahan, kesesuaian desain dengan tema, serta pemanfaatan dan penataan ruang.

Ketua Dekranasda Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan hasil kerja bersama seluruh perajin dan IKM binaan Dekranasda Kabupaten Tabanan. Apresiasi ini diharapkan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas, kreativitas, dan inovasi produk kerajinan daerah, sekaligus menjaga kelestarian warisan budaya melalui pengembangan kriya yang mampu mengikuti perkembangan pasar.

“Puji syukur, penghargaan Best Booth INACRAFT October 2026 ini kami persembahkan untuk seluruh perajin dan UMKM binaan Dekranasda Kabupaten Tabanan. Ini adalah bukti kerja kolektif dan komitmen kami untuk terus melestarikan serta mengembangkan kriya Tabanan agar mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional,” ujar Bunda Rai.

Lebih lanjut, beliau menyampaikan apresiasi kepada ASEPHI dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya ajang tersebut. Dekranasda Kabupaten Tabanan, dikatakannya akan terus berupaya mendorong penguatan kualitas, inovasi, dan promosi produk kerajinan lokal agar semakin dikenal luas. “Terima kasih kepada ASEPHI dan seluruh pihak. Di bawah binaan Dekranasda Tabanan, kami akan terus mendorong inovasi, kualitas dan promosi produk lokal Tabanan. Kriya Tabanan harus mendunia,” tegasnya.

Prestasi di INACRAFT October 2026 ini menjadi dorongan bagi Dekranasda Kabupaten Tabanan untuk terus memperkuat pembinaan terhadap perajin dan pelaku IKM, sekaligus mengoptimalkan potensi kerajinan sebagai bagian dari pengembangan ekonomi kreatif daerah. Melalui kolaborasi, inovasi, dan promosi yang berkelanjutan, produk kerajinan khas Tabanan diharapkan semakin dikenal, mampu meningkatkan nilai tambah ekonomi masyarakat, serta membawa identitas budaya Tabanan ke panggung yang lebih luas. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Rakor Bappeda Se-Bali, Semangat Menyama Braya Jadi Landasan Sinergi Pembangunan Pusat dan Daerah

Published

on

By

Kepala Bappeda Bali Buka Rakor Bappeda se-Bali di Buleleng
RAKOR: Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Bali, Dr. I Wayan Wiasthana Ika Putra, saat membuka Rapat Koordinasi Bappeda se-Bali di Handara Golf & Resort Bali, Pancasari, Buleleng, Kamis (8/10). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Buleleng, baliilu.com – Semangat menyama braya atau kebersamaan dan kekeluargaan menjadi landasan penting dalam memperkuat sinergi perencanaan pembangunan antara pemerintah pusat dan daerah. Semangat tersebut ditekankan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Bali, Dr. I Wayan Wiasthana Ika Putra, saat membuka Rapat Koordinasi Bappeda se-Bali di Handara Golf & Resort Bali, Pancasari, Buleleng, Kamis (8/10).

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 8–10 Oktober 2026, ini mengusung tema “Sinergi dan Keselarasan Pembangunan Pusat-Daerah: Mewujudkan Asta Cita RPJMN 2025–2029 Berbasis Nangun Sat Kerthi Loka Bali”.

Dalam arahannya, Ika Putra menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh kualitas dokumen perencanaan, tetapi juga oleh kuatnya koordinasi, komunikasi, dan kolaborasi antarpemangku kepentingan.

Menurutnya, filosofi menyama braya yang mengedepankan kebersamaan dan kekeluargaan perlu menjadi semangat bersama dalam menjalankan tugas pembangunan, baik di tingkat provinsi, kabupaten/kota, maupun dalam membangun hubungan dengan pemerintah pusat.

Ia mengibaratkan Bappeda sebagai bagian dari sebuah sistem besar pemerintahan yang terdiri atas berbagai subsistem yang saling mendukung. Sinergi antara Bappeda Provinsi Bali dan Bappeda kabupaten/kota akan membentuk sistem perencanaan pembangunan daerah yang semakin kuat dan terintegrasi dengan sistem pembangunan nasional.

Karena itu, Ika Putra mengingatkan pentingnya menjaga hubungan baik dan komunikasi yang berkelanjutan, termasuk membangun kedekatan serta jejaring kerja dengan kementerian dan lembaga di tingkat pusat.

Hubungan yang harmonis tersebut dinilai penting agar pemerintah daerah dapat memperoleh informasi strategis, memahami arah kebijakan nasional, serta merespons berbagai dinamika pembangunan secara cepat dan tepat.

Lebih lanjut, rapat koordinasi ini menjadi momentum untuk memperkuat keselarasan antara kebijakan pembangunan nasional dan prioritas pembangunan daerah, khususnya dalam mendukung pencapaian Asta Cita pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 yang disinergikan dengan visi pembangunan Bali, Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

Keselarasan tersebut diwujudkan melalui sinkronisasi RPJMN dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) provinsi dan kabupaten/kota, serta penyelarasan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) dengan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).

Baca Juga  Polsek Dentim Dirikan Posko Bencana di Banjar Tohpati, Fasilitasi Pengungsian Warga Terdampak Banjir

Melalui perencanaan yang terpadu, pelaksanaan program pembangunan diharapkan semakin efektif, tepat sasaran, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat, sekaligus mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Rapat koordinasi ini diikuti lebih dari 150 peserta dari jajaran Bappeda Provinsi Bali dan Bappeda kabupaten/kota se-Bali. Kegiatan tersebut juga menghadirkan narasumber dari Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, serta Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali.

Kehadiran berbagai kementerian dan lembaga tersebut diharapkan dapat memperkuat pemahaman bersama mengenai arah kebijakan pembangunan nasional, meningkatkan kualitas perencanaan daerah, serta menjadi ruang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan praktik baik dalam menghadapi berbagai isu strategis pembangunan.

Ika Putra mengajak seluruh jajaran Bappeda se-Bali untuk terus meningkatkan kinerja dan memperkuat kolaborasi agar setiap kebijakan dan program pembangunan dapat dilaksanakan secara selaras, terukur, dan berkelanjutan.

Selain menjadi forum penguatan koordinasi, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penganugerahan Penghargaan Pembangunan Daerah tingkat kabupaten/kota Provinsi Bali.

Dalam penganugerahan tersebut, Kabupaten Jembrana berhasil meraih peringkat pertama, disusul Kabupaten Gianyar pada peringkat kedua dan Kabupaten Klungkung pada peringkat ketiga.

Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi sekaligus instrumen evaluasi untuk mendorong peningkatan kualitas perencanaan dan pencapaian kinerja pembangunan daerah.

Penilaian pembangunan daerah juga menjadi bagian dari upaya mendorong setiap kabupaten/kota untuk terus berinovasi dengan mempertimbangkan karakteristik, potensi, kapasitas, serta tantangan pembangunan di wilayah masing-masing.

Melalui penyelenggaraan rapat koordinasi ini, Bappeda se-Bali diharapkan semakin solid dalam membangun perencanaan pembangunan yang terintegrasi, sekaligus memperkuat sinergi antara program prioritas nasional dan program unggulan daerah.

Dengan semangat menyama braya, kolaborasi pembangunan diharapkan tidak berhenti pada penyelarasan dokumen perencanaan, tetapi dapat diwujudkan melalui program dan kebijakan yang saling mendukung, berorientasi pada hasil, serta memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Bali. (gs/bi)

Baca Juga  Tim SAR Evakuasi Korban Hanyut di Dam Banjar Tegal

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bedah Buku Seri II, KPU Bali Bahas Penataan Dapil Berbasis Data dan Keadilan Representasi

Published

on

By

KPU Bali Gelar Bedah Buku Seri II di Undiknas
BEDAH BUKU: Kegiatan Bedah Buku Seri II yang diselenggarakan KPU Provinsi Bali di Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas), Jumat (9/10/2026). (Foto: Hms KPU Bali)

Denpasar, baliilu.com – Penataan daerah pemilihan (dapil) tidak sekadar berkaitan dengan pembagian wilayah dan alokasi kursi, tetapi juga menyangkut bagaimana setiap kelompok masyarakat memperoleh keterwakilan yang adil dalam proses demokrasi. Perspektif tersebut menjadi pokok pembahasan dalam kegiatan Bedah Buku Seri II yang diselenggarakan KPU Provinsi Bali di Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas), Jumat (9/10/2026).

Mengangkat tema “Penataan Daerah Pemilihan Berbasis Data dan Keadilan Representasi”, kegiatan ini mengulas buku Redistricting: A Manual for Analysts, Practitioners, and Citizens karya Peter A. Morrison dan Thomas M. Bryan. Kegiatan yang diselenggarakan secara hibrida ini dihadiri oleh 72 peserta secara luring dan 400 peserta secara daring melalui Zoom Meeting.

Sebagai tuan rumah, Rektor Universitas Pendidikan Nasional, Prof. Dr. Ir. Nyoman Sri Subawa, S.T., S.Sos., M.M., IPM., ASEAN.Eng., membuka kegiatan dengan menyambut pelaksanaan bedah buku sebagai ruang pertukaran gagasan antara penyelenggara pemilu dan kalangan akademisi. Forum ini menjadi kesempatan untuk memperluas pemahaman mengenai penataan dapil melalui kajian ilmiah dan diskusi lintas perspektif.

Selanjutnya, Ketua KPU Bali I Dewa Agung Gede Lidartawan menekankan bahwa penataan dapil harus didasarkan pada data yang akurat serta mempertimbangkan kondisi sosial, sejarah, dan budaya masyarakat. Menurutnya, penataan dapil tidak cukup hanya mengacu pada jumlah penduduk, alokasi kursi, dan batas wilayah administratif. Diperlukan pula pedoman yang jelas agar prosesnya dapat dipertanggungjawabkan, berlangsung transparan, serta meminimalkan potensi persoalan di kemudian hari.

Pentingnya data dan prinsip keadilan tersebut kemudian diperdalam oleh Anggota KPU RI, Dr. H. Idham Holik, melalui pembahasan pengalaman penataan dapil di Amerika Serikat. Penggunaan teknologi sistem informasi geografis (GIS), prinsip kesetaraan keterwakilan, dan pelibatan masyarakat menjadi sejumlah hal yang dapat dipelajari. Meski demikian, praktik dari negara lain perlu disesuaikan dengan sistem pemilu dan karakteristik wilayah Indonesia agar penerapannya tetap relevan dengan kebutuhan demokrasi nasional.

Baca Juga  Antisipasi Bencana Hidrometeorologi, BPBD Bali Serahkan Bantuan Logistik kepada BPBD Kab/Kota

Perspektif penyelenggara pemilu tersebut dilengkapi dengan pandangan akademisi. Prof. Dr. I Ketut Sukawati Lanang Perbawa menyoroti pentingnya memastikan keterwakilan berbagai kelompok masyarakat, termasuk kelompok minoritas serta komunitas dengan karakteristik sosial dan budaya tertentu.

Sementara itu, Prof. Dr. Ni Wayan Widiastini menekankan perlunya tata kelola kolaboratif yang melibatkan pemerintah, masyarakat, akademisi, media, dan pemangku kepentingan lainnya. Pelibatan publik dinilai penting untuk membangun transparansi dan kepercayaan, sekaligus mencegah potensi konflik dalam proses penataan dapil. Diskusi berlangsung dengan dipandu moderator Ni Putu Sri Widiastini.

Melalui Bedah Buku Seri II ini, KPU Bali berharap pertukaran gagasan antara penyelenggara pemilu dan kalangan akademisi dapat memperkaya pemahaman serta memperkuat kesiapan menghadapi proses penataan dapil mendatang. Partisipasi ratusan peserta secara luring dan daring juga memperluas ruang diskusi mengenai pentingnya penataan dapil yang berlandaskan data dan kajian ilmiah. Dengan mengedepankan keterbukaan, kondisi geografis, serta aspek sosial dan budaya, penataan dapil diharapkan mampu mewujudkan keterwakilan yang lebih adil dan inklusif, sekaligus mendekatkan wakil rakyat dengan masyarakat yang diwakilinya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca