Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

BPRKanti Luncurkan Buku “Lawar Leadership” dan “Corporate Culture Transformation”

Momentum Penguatan Kepemimpinan Berbasis Budaya, Membangun Masa Depan dari Akar Budaya, Menyalakan Transformasi melalui Kepemimpinan Bernilai

Loading

BALIILU Tayang

:

BPR Kanti
PELUNCURAN BUKU: Direktur Utama BPRKanti Made Arya Amitaba menunjukkan buku Lawar Leadership saat media gathering, Jumat (29/5/2026) di Gedung BPR Kanti Batubulan, Gianyar. (Foto: gs)

Gianyar, baliilu.com – Bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2026, BPRKanti akan meluncurkan buku Lawar Leadership: Inspirasi Kepemimpinan Peramu Lawar dalam Melakukan Transformasi Budaya Perusahaan sekaligus memperkenalkan program Corporate Culture Transformation menuju konsep Community Bank.

Peluncuran dua inisiatif ini merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk menghadirkan model kepemimpinan yang berakar pada kearifan lokal Bali, sekaligus menjawab kebutuhan zaman akan tata kelola kelembagaan yang adaptif, humanis, dan berdampak nyata bagi masyarakat.

“Peluncuran ini menegaskan keyakinan bahwa transformasi organisasi yang berkelanjutan hanya dapat dibangun di atas fondasi budaya yang kuat, kepemimpinan berbasis nilai, dan keberpihakan nyata kepada komunitas,” ujar Direktur Utama BPR Kanti Made Arya Amitaba saat media gathering, Jumat (29/5/2026) di Gedung BPR Kanti Batubulan, Gianyar.

Arya Amitaba lanjut menegaskan akan keyakinan bahwa masa depan yang kuat tidak dapat dibangun hanya dengan kecanggihan sistem, teknologi, dan modal, melainkan harus ditopang oleh karakter, integritas, budaya, serta kepemimpinan yang berjiwa pengabdian.

“Peluncuran ini menjadi simbol lahirnya sebuah gerakan nilai. Gerakan yang menghubungkan warisan kebijaksanaan leluhur dengan kebutuhan zaman modern. Gerakan yang meyakini bahwa budaya bukan sekadar warisan masa lalu, tetapi energi masa depan,“ ucapnya.

Buku Lawar Leadership karya Made Arya Amitaba, KS Arsana, dan Ketut Susila Dharma ini menghadirkan perspektif baru tentang kepemimpinan berbasis budaya Bali, menawarkan perspektif baru tentang kepemimpinan dengan mengangkat filosofi lawar, kuliner tradisional Bali yang diracik dari berbagai unsur yang berbeda namun menyatu dalam harmoni rasa.

Filosofi lawar dianalogikan dengan peran seorang pemimpin yang dituntut mampu meramu keberagaman manusia, nilai, karakter, kompetensi, dan visi menjadi kekuatan kolektif yang utuh.

Baca Juga  HUT Ke-33 BPR Kanti, Bertabur Prestasi dan Penghargaan

“Buku ini menegaskan bahwa kepemimpinan sejati bukan hanya kemampuan mengelola organisasi, melainkan kemampuan merawat kehidupan, kemampuan menjaga harmoni, kemampuan memuliakan manusia, kemampuan menghadirkan makna di tengah perubahan,” kata Arya Amitaba.

Arya Amitaba mengungkapkan ruh dari buku ini mengangkat nilai-nilai luhur Bali seperti ngayah sebagai spirit pelayanan tulus, menyama braya sebagai fondasi persaudaraan, integritas sebagai base genep kepemimpinan, harmoni dalam keberagaman, kepemimpinan berbasis rasa, keteladanan, dan kebijaksanaan.

Arya Amitaba menyebut buku ini lahir dari refleksi pengalaman yang berhasil mentransformasikan budaya kerja melalui pendekatan kepemimpinan berbasis nilai, baik dalam dunia profesional maupun dalam pengabdian di desa adat.

“Pemimpin sejati bukanlah mereka yang sekadar mengarahkan, tetapi mereka yang mampu meracik kehidupan bersama dengan rasa, nilai, dan kebijaksanaan,” ungkapnya.

Corporate Culture Transformation

Bersamaan dengan peluncuran buku, BPRKanti secara resmi meluncurkan Corporate Culture Transformation. Transformasi ini menandai sebuah perubahan paradigma dari sekadar lembaga keuangan menjadi community bank. Dimana institusi yang bertumbuh bersama komunitas di tengah lingkungan masyarakat dalam hal ini desa adat, sebagai bagian dari solusi kehidupan.

Transformasi budaya dibangun di atas fondasi nilai KANTI yakni Kepedulian, Akuntabilitas, Nilai Tambah, Transparansi, dan Inovasi. Kemudian diperkuat budaya kerja DKKB yakni Disiplin, Komunikasi, Kolaborasi, Belajar Berkelanjutan.

Melalui transformasi ini, BPRKanti menegaskan komitmennya untuk menjadi institusi yang tidak hanya kuat secara bisnis, tetapi juga kokoh secara sosial, budaya, moral, dan spiritual bagi masyarakat.

Peluncuran buku dan transformasi budaya ini memiliki relevansi yang sangat kuat terhadap penguatan Desa Adat Bali, di tengah derasnya modernisasi, perubahan sosial lintas generasi, tekanan ekonomi global, dan tantangan disrupsi zaman.

Arya Amitaba menilai desa adat membutuhkan model kepemimpinan yang mampu menjaga nilai-nilai budaya, menguatkan kemandirian ekonomi masyarakat, merawat solidaritas sosial, mengelola kelembagaan secara profesional, menyatukan tradisi dan inovasi secara harmonis.

Baca Juga  BPR Kanti Gelar Seminar Nasional Indonesia Economic Outlook 2026

“Sesungguhnya, kemandirian desa adat tidak hanya ditentukan oleh sumber daya yang dimiliki. Tetapi sangat ditentukan oleh kualitas kepemimpinan yang menggerakkannya,” tegasnya.

Ke depan, kata Arya Amitaba, buku Lawar Leadership yang terdiri atas 18 BAB ini tidak hanya diterbitkan dalam versi cetak, tetapi juga akan hadir dalam format digital multibahasa bekerja sama dengan iBlooming, sebagai bagian dari upaya memperkenalkan kearifan lokal Bali kepada masyarakat dunia.

“Pesan besar dari buku ini bahwa masa depan Bali harus dibangun melalui kepemimpinan yang berakar pada budaya, bertumbuh melalui transformasi, dan berorientasi pada kemaslahatan komunitas,” pungkas Arya Amitaba. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

NEWS

SPPG Polresta Denpasar Salurkan Makan Bergizi Gratis, Siswa SDN 7 Dauh Puri Antusias Sambut Program MBG

Published

on

By

Petugas SPPG Polresta Denpasar menyalurkan program Makan Bergizi Gratis kepada siswa SD Negeri 7 Dauh Puri di Denpasar.
MBG: Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polresta Denpasar saat menyalurkan program MGB yang berlokasi di SD Negeri 7 Dauh Puri Rabu (15/7/2026). (Foto: Hms Polresta Dps)

Denpasar, baliilu.com – Komitmen Polri dalam mendukung peningkatan kualitas gizi generasi muda terus diwujudkan melalui operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polresta Denpasar. Pada Rabu (15/7/2026), SPPG yang berlokasi di Perumahan Polri Abiantimbul, Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Pemecutan Kelod, Denpasar Barat, kembali menyalurkan 2.305 porsi Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada para penerima manfaat di sejumlah sekolah.

Salah satu sekolah yang menerima manfaat program tersebut adalah SD Negeri 7 Dauh Puri, dengan sebanyak 387 siswa menerima paket makan bergizi. Suasana penuh keceriaan tampak menghiasi lingkungan sekolah saat para siswa menerima makanan yang telah disiapkan. Antusiasme para pelajar terlihat dari semangat mereka menyambut program pemerintah yang bertujuan mendukung tumbuh kembang anak melalui pemenuhan gizi seimbang.

Pada pelayanan hari ini, menu yang disajikan terdiri dari nasi putih, ayam goreng pedas manis, tahu garlic, tumis sawi putih dan wortel, serta buah jeruk siem. Menu tersebut disusun dengan memperhatikan keseimbangan nutrisi guna mendukung kesehatan dan konsentrasi belajar para siswa.

Program Makan Bergizi Gratis yang didukung oleh SPPG Polresta Denpasar tidak hanya menjadi bentuk kepedulian terhadap pemenuhan gizi anak-anak, tetapi juga merupakan wujud nyata sinergi Polri dalam mendukung program strategis nasional di bidang kesehatan dan pendidikan.

Kasi Humas Polresta Denpasar IPTU I Gede Adi Saputra Jaya, S.H., M.H., mengatakan bahwa kehadiran SPPG Polresta Denpasar merupakan bagian dari komitmen Polri untuk mendukung tumbuh kembang generasi penerus bangsa melalui penyediaan makanan bergizi yang berkualitas.

“Program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar memberikan makanan kepada anak-anak, tetapi merupakan investasi untuk menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. Polresta Denpasar melalui SPPG terus berupaya memastikan setiap makanan yang disalurkan memenuhi standar gizi, aman dikonsumsi, dan tepat sasaran. Antusiasme para siswa menjadi motivasi bagi kami untuk terus memberikan pelayanan terbaik dalam mendukung program pemerintah demi masa depan anak-anak Indonesia,” ujar Kasi Humas.

Baca Juga  Stakeholder Gathering BPR Kanti 2025, Implementasi “Community Bank” Perkuat Perekonomian Daerah

Polresta Denpasar berharap program ini dapat terus memberikan manfaat nyata bagi dunia pendidikan sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya pola makan sehat bagi anak-anak. Dengan asupan gizi yang baik, diharapkan para pelajar dapat belajar lebih optimal, tumbuh sehat, serta menjadi generasi unggul yang siap menyongsong Indonesia Emas. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Menkeu Purbaya: Kemenkeu Raih Opini WTP Ke-15 Berturut-turut untuk Laporan Keuangan BA015

Published

on

By

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan paparan dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR di Jakarta mengenai capaian opini WTP Kemenkeu.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR di Jakarta. (Foto: Hms Kemenkeu)

Jakarta, baliilu.com – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) kembali mempertahankan capaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Bagian Anggaran (BA) 015 Tahun 2025. Opini tersebut merupakan yang ke-15 kali berturut-turut diterima dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Hal ini disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR di Jakarta pada Rabu (15/7).

Penyusunan laporan keuangan tersebut merupakan amanat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara dan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara, yang mewajibkan setiap menteri atau pimpinan lembaga selaku pengguna anggaran maupun pengguna barang untuk menyusun laporan pertanggungjawaban berupa laporan keuangan kementerian/lembaga yang dipimpinnya.

“Laporan keuangan disusun sebagai bentuk pertanggungjawaban atas resource yang dikelola Kemenkeu dengan kompleksitas dan nilai transaksi sangat material yang tersebar di 14 unit eselon I dengan 871 satker termasuk 7 satker BLU,” ungkap Menkeu.

Laporan Keuangan BA 015 Tahun 2025 disusun dengan mengacu pada Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP), didukung regulasi serta sistem pengendalian intern yang memadai. Sebelum disampaikan kepada BPK, laporan tersebut juga telah direviu oleh Inspektorat Jenderal selaku Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP).

Secara lengkap, Laporan Keuangan BA 015 Tahun 2025 terdiri atas lima komponen utama, yaitu Laporan Realisasi Anggaran (LRA), Laporan Operasional (LO), Laporan Perubahan Ekuitas (LPE), Neraca, serta Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK). Seluruh komponen tersebut disusun secara andal, akurat, transparan, dan relevan sebagai bentuk pertanggungjawaban atas pengelolaan keuangan negara.

Lebih lanjut Menkeu menyampaikan, tata kelola keuangan yang baik terefleksikan dalam capaian kinerja Kemenkeu Tahun 2025. Lima program utama yang telah ditetapkan pada awal tahun 2025, yaitu Program Kebijakan Fiskal, Program Pengelolaan Penerimaan Negara, Program Pengelolaan Belanja Negara, Program Pengelolaan Perbendaharaan, Kekayaan Negara, dan Risiko, serta Program Dukungan Manajemen menunjukkan keberhasilan pencapaian, bahkan melampaui target yang telah ditetapkan.

Baca Juga  BPR Kanti Gelar Seminar Nasional Indonesia Economic Outlook 2026

Capaian tersebut antara lain tercermin pada terjaganya rasio defisit APBN terhadap PDB dalam batas aman sebesar 2,81 persen, rasio pendapatan negara terhadap PDB sebesar 11,55 persen, Indeks Efektivitas Kebijakan Belanja Negara yang mencapai 95,12, serta rasio utang pemerintah terhadap PDB sebesar 40,51% yang menunjukkan rasio berada dalam batas aman. Di sisi pelayanan publik, Indeks Kepuasan Pengguna Layanan juga tetap terjaga pada level 4,7, mencerminkan kualitas layanan Kementerian Keuangan yang terus dipertahankan.

Menutup paparannya, Menkeu menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan anggota Komisi XI DPR untuk sinergi yang selama ini telah terjalin baik dalam pengelolaan keuangan negara.

“Kolaborasi ini menjadi pondasi penting dalam mewujudkan tata kelola keuangan negara yang semakin baik dan inklusif,” pungkas Menkeu. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Presiden Prabowo: Koperasi Merah Putih Jadi Pusat Ekonomi Desa dan Saluran Utama Subsidi Rakyat

Published

on

By

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato pada Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 di Indonesia Arena, Jakarta.
SAMPAIKAN PIDATO: Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidatonya pada Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 yang digelar di Indonesia Arena, Jakarta, pada Minggu, 12 Juli 2026. (Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr/presidenri.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Koperasi Desa/Kelurahan (KDKMP) Merah Putih akan menjadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi sekaligus instrumen utama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Penegasan tersebut disampaikan Kepala Negara dalam pidatonya pada Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 yang digelar di Indonesia Arena, Jakarta, pada Minggu, 12 Juli 2026.

“KDKMP nanti akan jadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi. Di dalam ada kantor koperasi, toko sembako, layanan simpan pinjam, apotek desa. Kita akan buka apotek di desa. Obat-obatnya obat generik yang harganya jauh lebih murah dari apotek di kota. Akan ada logistik desa. Akan ada gudang. Akan ada cold storage ruang pendingin, supaya hasil-hasil petani tidak akan rusak dan berbagai layanan ekonomi lainnya,” ujar Presiden.

Presiden menjelaskan bahwa gagasan pembentukan KDKMP telah lama ia pikirkan sejak bertugas sebagai prajurit di berbagai daerah. Pengalaman menyaksikan langsung kesulitan hidup masyarakat desa membuatnya meyakini bahwa koperasi merupakan solusi untuk memperkuat ekonomi rakyat sekaligus melindungi kelompok masyarakat paling bawah.

“Saya semakin yakin, satu-satunya jalan untuk menjaga rakyat yang paling bawah adalah kekuatan koperasi,” ujar Presiden.

Menurut Kepala Negara, salah satu persoalan utama yang dihadapi petani adalah keterbatasan akses pembiayaan. Meski hasil panen meningkat, banyak petani tetap terjerat utang berbunga tinggi kepada rentenir karena membutuhkan biaya hidup selama masa tanam. Untuk itu, Presiden menilai setiap desa harus memiliki koperasi simpan pinjam yang mampu menyediakan pembiayaan dengan bunga murah.

“Rakyat kita harus bisa mendapat kesempatan pinjam uang dengan bunga yang murah. Jawabannya adalah harus ada koperasi simpan pinjam di setiap desa di seluruh Republik Indonesia,” tegas Presiden.

Baca Juga  Seminar Regional Koperasi Indonesia 2025, BPR Kanti Terus Dukung dan Perkuat Koperasi di Indonesia

Kehadiran KDKMP tersebut diharapkan mampu memutus ketergantungan masyarakat terhadap praktik rentenir sekaligus menjadi saluran distribusi berbagai barang bersubsidi agar tepat sasaran.

“Semua barang subsidi harus disalurkan kepada rakyat melalui Koperasi Desa Merah Putih. Harus, saya katakan ini harus, barang subsidi rakyat tidak boleh diperdagangkan. Supaya yang membutuhkan, dialah yang terima,” tegas Presiden.

Tidak hanya untuk masyarakat desa, pemerintah juga akan memperkuat koperasi nelayan melalui penyediaan gudang pendingin, pabrik es, hingga kapal penangkap ikan yang dikelola secara koperasi. Presiden menegaskan bahwa seluruh fasilitas tersebut merupakan pembiayaan yang akan dicicil kembali oleh koperasi dari hasil usaha para nelayan sehingga menciptakan sistem ekonomi yang berkelanjutan.

Presiden turut memproyeksikan keberadaan KDKMP akan menggerakkan perekonomian nasional dengan perputaran dana hingga Rp 223 triliun setiap tahun di desa-desa, serta meningkatkan pendapatan petani, peternak, dan nelayan hingga Rp 202 triliun. Di saat yang sama, pemerintah juga menargetkan perbaikan sistem logistik nasional agar lebih efisien dan mampu menekan biaya distribusi.

“Semua ahli mengatakan logistik Indonesia paling tidak efisien dan paling mahal. Ini yang kita akan membersihkan, kita akan membuat lebih efisien,” tutur Presiden.

Melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, pemerintah berupaya membangun ekosistem ekonomi desa yang lebih mandiri, adil, dan terintegrasi. Koperasi diharapkan menjadi tempat rakyat memperoleh modal, menjual hasil produksi, mendapatkan kebutuhan pokok dan obat-obatan dengan harga terjangkau, sekaligus menikmati subsidi pemerintah secara tepat sasaran. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca