Thursday, 22 February 2024
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

BRIDA Provinsi Bali Gelar Deseminasi Hasil Sensus Berencana Sumber Daya Bali Berbasis Desa Adat

Petakan Potensi Desa Adat

BALIILU Tayang

:

BRIDA
BRIDA Provinsi Bali saat menggelar Deseminasi Hasil Sensus Berencana Sumber Daya Bali Berbasis Desa Adat, Senin (05/12). (Foto : ist)

Denpasar, baliilu.com – Sensus Berencana Sumber Daya Bali Berbasis Desa Adat adalah salah satu program prioritas dalam mewujudkan visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” melalui Pola Pembangunan Berencana Menuju Bali Era Baru yang mengandung makna menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya, untuk mewujudkan kehidupan krama Bali yang sejahtera dan bahagia, sekala-niskala menuju kehidupan krama dan gumi Bali sesuai dengan prinsip Trisakti Bung Karno : Berdaulat secara Politik, Berdikari secara Ekonomi, dan Berkepribadian  alam Kebudayaan melalui pembangunan secara terpola, menyeluruh, terencana, terarah, dan  terintegrasi dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan nilai-nilai Pancasila 1 Juni 1945.

Sensus Berencana Sumber Daya Bali Berbasis Desa Adat dilakukan bertujuan untuk mengetahui tersedianya sistem dan data base sumber daya desa adat, tersedianya data terpadu desa adat yang menyeluruh meliputi parahyangan, pawongan dan palemahan sekaligus memudahkan pengambilan kebijakan untuk pengembangan potensi desa adat serta langkah-langkah strategis untuk pembangunan desa adat ke depan dengan lokasi sasaran di 1.493 desa adat di seluruh Kabupaten/ Kota se-Bali.

Kepala Bidang Pemerintahan dan Pengkajian Peraturan Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Bali Ketut Wica mengatakan, Bali Era Baru adalah suatu era yang ditandai dengan tatanan kehidupan baru, yakni Bali yang kawista, Bali kang tata-titi tenteram kerta raharja, gemah ripah lohjinawi, yakni tatanan kehidupan holistik yang meliputi tiga (3) dimensi utama, yakni bisa menjaga keseimbangan alam, krama dan kebudayaan Bali, genuine Bali. Mampu memenuhi kebutuhan, harapan dan aspirasi krama Bali dalam berbagai aspek kehidupan, dan yang terpenting adalah memiliki kesiapan yang cukup dalam mengantisipasi munculnya permasalahan dan tantangan baru dalam tataran lokal, nasional dan global yang akan berdampak secara positif maupun negatif terhadap kondisi di masa yang akan datang (management resiko).

Baca Juga  Sekda Wayan Adi Arnawa Sambut Kunjungan Menko Marves di Nusa Dua
Kepala Bidang Pemerintahan dan Pengkajian Peraturan Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Bali Ketut Wica. (Foto : eka)

Ditambahkan Ketut Wica, bahwa visi menuju Bali Era Baru diwujudkan dengan menata secara fundamental dan komprehensif pembangunan Bali yang mencakup tiga (3) aspek utama yakni alam, krama dan kebudayaan Bali berdasarkan nilai-nilai Tri Hita Karana yang bersumber dari nilai-nilai kearifan lokal Sad Kerthi yang terdiri dari Atma Kerthi, Segara Kerthi, Danu Kerthi, Wana Kerthi, Jana Kerthi dan Jagat Kerthi.

Dalam deseminasi Hasil Sensus Berencana Sumber Daya Bali Berbasis Desa Adat ini dijelaskan, terkait bagaimana desa adat itu memiliki data keseluruhan agar saat membuat potogram akan mempermudah pemetaan apa yang harus dilakukan sekaligus mengetahui potensi apa yang ada di desa adat itu, sehingga dengan mengetahui potensi yang ada maka pimpinan kita dapat dengan mudah membuat program pembangunan di masing-masing desa adat itu. Sehingga potensi yang ada tidak akan sama antara satu dengan yang lainnya.

“Potensi desa wisata banyak maping yang sudah ditemukan, dan sudah dikeluarkan juga potensi ekonomi yang dapat dikembangkan. Dengan adanya data yang jelas, tentu akan berfungsi untuk mempermudah menentukan desa-desa adat mana saja yang bisa terlebih dahulu memenuhi syarat dialokasikan sebagai desa wisata. Dari 1.493 desa semua memiliki peluang menjadi desa wisata berdasarkan dari segi seni budaya dan kearifan lokal,” tegas Kabid Ketut Wica di Gedung Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali, Senin (05/12).

Koordinator Tim Analisa Hasil Sensus Putu Manik Prihatini sebagai salah satu narasumber menyampaikan, hasil sensus berencana sumber daya Bali berbasis desa adat tahun 2022 adalah hasil analisis terkait dengan jumlah desa adat di Bali 1.493 desa adat yang tersebar di sembilan (9) Kabupaten/ Kota se-Bali. Sensus pertama kali dilaksanakan pada tahun 2021, yang diawali dengan sosialisasi pelaksanaan sensus di 57 Kecamatan se-Bali.

Baca Juga  Wawali Arya Wibawa Pacu Semangat Atlet dan Artis Denpasar dalam Porsenijar Bali

Selain Kepala Bidang Pemerintahan dan Pengkajian Peraturan Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Bali Ketut Wica dan Koordinator Tim Analisa Hasil Sensus Putu Manik Prihatini, hadir juga Prof. Ketut Darmaputra yang merupakan salah satu Tim dari Kelompok Ahli Pembangunan Informasi dan Teknologi Provinsi Bali. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pemajuan Masyarakat Adat (PMA) Provinsi Bali, Tim IT Dinas Kominfos Provinsi Bali, Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi Bali, Perwakilan Bendesa Agung Provinsi Bali, Bendesa Madya  dan Bendesa Alit Provinsi Bali dan Kabupaten/ Kota se-Bali serta para Koordinator Tenaga Penyuluh Bahasa Bali tingkat Provinsi Bali. (gs/bi)

Advertisements
ucapan Natal dan Tahun Baru
Advertisements
imlek
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Resmikan SPAL-DT Losari, Presiden: Penting untuk Pengelolaan Air Limbah Ramah Lingkungan

Published

on

By

sistem air limbah losari
RESMIKAN SPAL-DT: Presiden Joko Widodo meresmikan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPAL-DT) Losari, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, pada Kamis, 22 Februari 2024. (Foto: BPMI Setpres/Vico)

Makasar, Sulawesi Selatan, baliilu.com – Presiden Joko Widodo meresmikan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPAL-DT) Losari, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, pada Kamis, 22 Februari 2024. Dalam sambutannya, Kepala Negara menekankan pentingnya sistem tersebut untuk mengelola air limbah cair agar ramah lingkungan serta meningkatkan kualitas air dan kesehatan bagi masyarakat.

“Sistem pengelolaan air limbah domestik terpusat di Losari ini sangat penting untuk mengelola air limbah cair agar ramah lingkungan dan meningkatkan kualitas air tanah dan air baku serta meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat kita,” ujar Presiden.

Selain itu, SPAL-DT yang dibangun dari tahun 2019 hingga tahun 2023 dengan biaya Rp. 1,2 triliun tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap masalah pencemaran lingkungan di Kota Makassar. Apalagi, sistem tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi rumah tangga sekitar.

“Berkapasitas 16 ribu meter kubik per hari dengan panjang jaringan perpipaan air limbah sepanjang 96 km dan bisa melayani 41 ribu kepala keluarga,” ungkap Presiden.

Presiden pun berpesan agar pengoperasian SPAL-DT tersebut menjadikan penanganan air limbah di Kota Makassar makin terintegrasi. Tidak hanya itu, kualitas lingkungan dan taraf hidup masyarakat Kota Makassar juga makin meningkat.

“Kota Makassar makin bersih, kualitas lingkungan, kualitas air tanah, kualitas air baku makin baik dan masyarakat makin sehat dan produktif,” ucap Presiden.

Turut mendampingi Presiden dalam peresmian tersebut adalah Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Pj. Gubernur Sulawesi Selatan Bahtiar Baharuddin, dan Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto. (gs/bi)

Advertisements
ucapan Natal dan Tahun Baru
Advertisements
imlek
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
iklan
Baca Juga  Wawali Arya Wibawa Pacu Semangat Atlet dan Artis Denpasar dalam Porsenijar Bali
Lanjutkan Membaca

NEWS

Presiden Jokowi Sapa Masyarakat Kota Makassar

Published

on

By

presiden jokowi
KUNJUNGI PUSAT PERBELANJAAN: Presiden Joko Widodo mengunjungi salah satu pusat perbelanjaan di Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, pada Rabu malam, 21 Februari 2024. (Foto: BPMI Setpres/Kris)

Makasar, Sulawesi Selatan, baliilu.com – Presiden Joko Widodo mengunjungi salah satu pusat perbelanjaan di Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, pada Rabu malam, 21 Februari 2024. Tiba sekitar pukul 20.10 WITA, Presiden Jokowi tampak santai menggunakan kaus lengan panjang berwarna putih dipadankan dengan celana panjang berwarna hitam.

Kedatangan Presiden Jokowi menambah suasana mal tersebut menjadi makin ramai. Bahkan saat berjalan menuju salah satu tempat makan, Presiden Jokowi tidak lepas dari permintaan swafoto masyarakat yang ada di mal tersebut.

Jihan, salah satu remaja yang berhasil mendapatkan kesempatan bertemu dan berfoto bersama mengaku sangat bangga. Ia bersyukur usahanya melewati keramaian di mal tersebut dapat memberikan hasil.

“Tadi lagi nongkrong toh, tiba-tiba ramai, terus katanya ada Jokowi, jadi saya turun. Terus tiba-tiba, ramai, tertindis-tindis, langsung lewat lubang-lubang. Terus dipanggil sama Pak Jokowi buat foto. Saya mau pingsan,” ujar Jihan.

Senada, Fani, warga yang sedang hamil 7 bulan juga tidak menyangka bisa bertemu dan berfoto dengan Presiden Jokowi. Begitu mendengar kabar bahwa Presiden Jokowi ada di Kota Makassar, ia langsung ingin segera bertemu.

“Tidak sangka ada dengar berita katanya Bapak (Jokowi) ada di Makassar makanya lari-lari tadi hampir jatuh, saking senangnya, senang sekali bisa bertemu dengan Bapak (Jokowi),” ucap Ela.

Sementara itu Arsyad, juga sangat bahagia bisa bertemu dan berfoto bersama Presiden Jokowi. Bagi Arsyad, kesempatan tersebut merupakan momen langka dalam hidupnya untuk bertemu idolanya.

“Bahagia kak, yang pastinya pasti bahagia, karena momen ini adalah momen yang sangat langka bagi saya, karena menurut saya, apa ya saya tidak berkata-kata lagi, karena saya sangat fans sama Bapak,” ungkap Arsyad.

Baca Juga  Serius Tangani Stunting, Sekda Dewa Indra Wakili Gubernur Kukuhkan Tim Percepatan Penurunan Stunting Provinsi Bali

Arsyad pun mengapresiasi kesederhanaan Presiden Jokowi sebagai pemimpin Indonesia yang dinilai sangat dekat dengan rakyat. Ia juga berharap Presiden Jokowi dapat menjadi pemimpin negara Indonesia yang lebih baik lagi.

“Tetap menjadi pemimpin yang merakyat, baik,dan bijaksana,” ucap Arsyad.

Presiden didampingi Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, serta Menteri Pertanian Amran Sulaiman kemudian makan malam bersama di salah satu tempat makan yang ada di mal tersebut. Menu yang dipesan pun beragam mulai dari nasi goreng ikan teri, mie tek tek, bakso ikan goreng, tempe mendoan, hingga es teh manis.

Presiden dan para menteri juga tampak berbincang hangat sambil menyantap menu makan malam yang disajikan. Usai santap malam, Presiden dan rombongan kemudian kembali ke hotel tempatnya bermalam di Kota Makassar untuk melanjutkan kegiatan kunjungan kerja keesokan harinya. (gs/bi)

Advertisements
ucapan Natal dan Tahun Baru
Advertisements
imlek
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Tindaklanjuti Kelangkaan LPG 3 Kg Bersubsidi di Kabupaten Badung

Sekda Adi Arnawa Koordinasi ke Kantor Pertamina Cabang Denpasar

Published

on

By

kelangkaan lpg di badung
KOORDINASI: Sekda Adi Arnawa diterima oleh Hasanudin Ritonga selaku Sales Branch Manager Rayon IV Badung dan Gianyar saat melakukan koordinasi ke Kantor Pertamina Cabang Denpasar, Kamis (22/2). (Foto: Hms Badung)

Denpasar, baliilu.com – Menindaklanjuti kondisi kelangkaan gas LPG 3 kg di wilayah Kabupaten Badung, Sekda Adi Arnawa atas arahan Bupati Giri Prasta melakukan koordinasi ke Kantor Pertamina Cabang Denpasar. Kehadiran Adi Arnawa diterima oleh Hasanudin Ritonga selaku Sales Branch Manager Rayon IV Badung dan Gianyar, Kamis (22/2) berlokasi di Jl. Sugianyar No. 2 Denpasar.

Pada saat itu Hasanudin Ritonga menjelaskan bahwa untuk wilayah Badung, Pertamina setiap harinya sudah memberikan realisasi penyaluran tabung gas LPG 3 kg sebanyak 28.000 biji. Untuk menyikapi kondisi kelangkaan gas 3 kg di masyarakat, dirinya menyebut sudah mengambil langkah-langkah dengan melakukan penambahan jumlah distribusi yang dimulai dari tanggal 20 sampai dengan tanggal 21 Februari kemarin dengan total 26.000 tabung gas.

“Masing-masing hari sekitar 13.000 tabung gas. Dan tentu karena penambahan ini baru saja dilakukan, hari ini atau besok pihak Pertamina akan mengevaluasi sejauh mana dampak dari pada penambahan penyaluran tabung gas tersebut terhadap kondisi yang terjadi di masyarakat,” terangnya.

Setelah mendengarkan penjelasan pihak Pertamina Sekda Adi Arnawa berharap penambahan kuota penyaluran gas 3 kg untuk Kabupaten Badung, bisa secepatnya dapat didistribusikan ke masyarakat sehingga permasalahan yang ada di masyarakat saat ini dapat diatasi secara maksimal.

“Kami selaku pemerintah dan pihak Pertamina mengimbau kepada masyarakat agar tidak panik, karena bagaimanapun juga Pertamina sudah mengambil langkah cepat, serta jika dengan penambahan yang sudah dilakukan masih tetap terjadi kelangkaan di masyarakat, kita juga mendorong untuk dilakukan penambahan lagi sehingga dipastikan kebutuhan gas LPG 3 kg bersubsidi Kabupaten Badung dapat terpenuhi,” ujarnya.

Disisi lain Adi Arnawa mengakui kelangkaan gas 3 kg saat ini mengakibatkan kondisi masyarakat Badung menjadi cukup berat, karena menjelang hari raya kebutuhan gas LPG cukup besar, di samping itu Badung juga merupakan daerah wisata.

Baca Juga  Wawali Arya Wibawa Pacu Semangat Atlet dan Artis Denpasar dalam Porsenijar Bali

“Kami sudah meminta kepada pihak Pertamina untuk benar-benar dapat diperhatikan serta kita mendorong agar kuota di Bali dilakukan penambahan mengingat kebutuhan di Bali yang cukup besar dengan perkembangan pariwisata yang terus meningkat, mudah-mudahan dengan kehadiran saya kesini dari pihak Pertamina dapat menyikapi, serta tidak lupa kami ucapkan terima kasih kepada pihak Pertamina yang telah mengusahakan agar permasalahan ini dapat teratasi,” tambahnya.

Terkait dengan permasalahan ini, dirinya mengimbau masyarakat, apabila menemukan hal yang tidak beres, masyarakat diminta untuk tidak segan-segan menghubungi call center Pertamina dengan nomor 135.

“Disini dapat diperoleh informasi yang lebih valid lagi terkait keberadaan gas LPG 3 kg bersubsidi,” imbuh Adi Arnawa. (gs/bi)

Advertisements
ucapan Natal dan Tahun Baru
Advertisements
imlek
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca