Connect with us

SENI

Buka Pameran Lukisan, Ny. Putri Koster Harap Karya Seni Jadi Terapi untuk Pasien

BALIILU Tayang

:

Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster

Bangli, baliilu.com – Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster berharap, hendaknya ke depan semua dinding rumah sakit di Bali bisa dipenuhi oleh karya seni. Ini dikarenakan ia meyakini bahwa hal tersebut bisa mempercepat pemulihan pasien, baik pasien dengan sakit fisik maupun psikis.

Hal ini disampaikannya saat membuka Pameran Lukisan Seniman Muda Bali dengan tema ‘Seni di Tengah Pandemi’ yang juga serangkaian dengan Peringatan Hari Kesehatan Nasional, di RSJ Provinsi Bali, Bangli, Kamis (12/11).

“Tentunya lukisan yang memberikan nuansa kenyamanan dan ketenangan bagi para pasien bisa mempercepat pemulihan sakit pasien tersebut,” jelasnya kepada awak media di sela-sela wawancaranya.

Menurutnya, dengan pemandangan indah dan menenteramkan yang dipancarkan oleh karya seni, bisa membuat pasien merasa nyaman sekaligus menaikkan imun tubuh sehingga cepat sembuh. Sehingga ke depan, hendaknya rumah sakit bisa menjadi tempat memajang karya seni sekaligus menerapi pasien beserta tenaga medis di sana.

“Ke depan saya harap tidak hanya RSJ Provinsi Bali saja yang menerapkan, tapi semua rumah sakit di seluruh Bali,” imbuhnya pada acara yang merupakan kolaborasi dari Ubud Diary dengan RSJ Prov Bali.

Pendamping orang nomor satu di Bali itu juga berharap, para seniman Bali bisa ikut berpartisipasi dalam memajang karya seni di rumah sakit, sekaligus dengan kolaborasi pasien juga jika ada yang berminat. “Dengan langkah ini, saya bermimpi ke depan saya ingin memperkenalkan jika para seniman di Pulau Dewata juga mempunyai andil dalam mempercepat kesehatan pasien,” bebernya.

Apalagi, ia melanjutkan, pandemi Covid-19 ini telah mengajarkan kita untuk kembali ke jati diri, kembali kepada kebutuhan sebagai manusia. “Covid-19 mengajarkan kita untuk Nangun Sat Kerthi, kembali ke jati diri kita, kembali kepada kebutuhan kita. Selain fisik yaitu sandang, pangan, papan, kesehatan rohani juga merupakan kebutuhan dasar kita sebagai manusia. Dan berkesenian adalah salah satu cara mempersehat rohani kita,” jelasnya.

Baca Juga  Bertemu Wamen Kemen LHK, Gubernur Koster Paparkan Kebijakan Lingkungan dan Kehutanan Bali

Dalam kesempatan tersebut, tak lupa ia menyampaikan apresiasi mendalam kepada para seniman yang terlibat dalam pameran ini. Ia menyampaikan rasa terima kasih atas sumbangsih para seniman dalam memenuhi lorong rumah sakit dengan karya-karyanya. Karena, secara tidak langsung para seniman telah membantu mempercepat kesembuhan pasien.

“Saya yakin rasa tulus anda semua tidak terhingga. Karena seniman yang asli sudah pasti kaya hati, bukan kaya materi,” tutupnya.

Sementara sebelumnya Direktur RSJ Provinsi Bali, dr. I Dewa Gede Basudewa SpKJ menyatakan pameran ini tidak hanya untuk memajang karya seni semata, namun juga sebagai upaya perawatan jiwa serta rehabilitasi pasien dengan penyakit jiwa.

Senada dengan Ny. Putri Koster, ia mengakui bahwa karya seni juga berpengaruh kepada jiwa seseorang. “Seni memberikan ketenangan dan kedamaian, itu sangat diperlukan oleh para pasien kami,” bebernya.

Ia mengatakan jika pameran ini merupakan kolaborasi antara seniman-seniman muda Bali dengan para pasien RS RSJ Prov Bali, baik yang sedang masa rehabilitasi maupun yang sudah kembali ke masyarakat. “Kami menemukan, banyak pasien kami yang sangat bertalenta dan karyanya dipajang di sini. Dan ini juga menjadi terapis bagi mereka,” imbuhnya.

Lebih jauh ia mengatakan, pameran ini juga bertujuan menumbuhkan kepercayaan diri para pasien serta mengikis stigma negatif masyarakat kepada mereka. “Kami ingin menunjukkan, pasien jiwa juga bisa berkarya, dan mereka bisa sembuh serta kembali ke masyarakat. Untuk itu kami mengucapkan banyak terima kasih kepada para seniman yang mau membantu membangun kepercayaan diri mereka. Sikap ngayah anda sekalian tidak akan terbalaskan,” tandasnya.

Dalam kesempatan ini, Ny. Putri Koster juga meninjau pameran lukisan dan membeli beberapa lukisan karya seniman dan pasien RSJ Prov Bali. Ia juga berkesempatan mengobrol dan menyemangati pasien yang sedang direhabilitasi sambil berkarya membuat lukisan.(gs)

Baca Juga  Pemkot Denpasar Gelar Virtual Plan Action Sister City dengan Mossel Bay Afrika Selatan

Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

SENI

Lomba Nyanyi Lagu Bali Meriahkan Gema Tridatu

Published

on

By

Lomba Nyanyi Lagu Bali Meriahkan Gema Tridatu, Sabtu (28/11)

Denpasar, baliilu.com – Masa Pandemi Covid yang cukup lama ditambah dengan sistem pembelajaran daring membuat anak-anak mengalami kejenuhan. Untuk mengisi waktu dan mengurangi kejenuhan mereka, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar menggelar lomba Nyanyi Lagu Bali Bebas serangkaian kegiatan Gema Tridatu (Gelar Bersama Industri dan Perdagangan Bermutu) di areal basement Matahari Denpasar, Sabtu (28/11).

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar Ni Nyoman Sri Utari mengatakan, kegiatan Gema Tridatu merupakan kegiatan dalam upaya pemulihan ekonomi bagi IKM/UKM. Untuk memeriahkan maka dalam kegiatan itu juga dilaksanakan lomba nyanyi lagu Bali untuk anak-anak. Kegiatan ini sekaligus mencari bakat serta menyalurkan bakat bernyanyi bagi anak-anak Kota Denpasar.

Dalam lomba ini ada tiga kategori A dari anak TK – Kls 3 SD, Kategori B Kls 4-6 SD dan Kategori C Kls 1 -3 SMP. Lomba ini dinilai dewan juri yang profesional di bidang tarik suara yakni, Ayu Tya, Ayu Sada dan Gusaka. “Dalam lomba ini masing masing kategori memperebutkan juara 1, 2, 3 dan harapan 1 sampai 3 serta piala Dekranasda Kota Denpasar,” ungkap Sri Utari.

Lebih lanjut Sri Utari menegaskan dalam kegiatan ini mengutamakan protokol kesehatan yang ketat. Hal itu harus dilakukan untuk mencegah penularan Covid-19.

Dengan digelar pameran Gema Tridatu, Sri Utari berharap IKM/UKM dapat mempromosikan produk dan menambah omzet mereka saat musim pandemi ini. Yang paling utama Sri Utari berharap dalam promosi agar lebih mengutamakan mengggunakan informasi digital karena dapat menjangkau lebih luas. (eka)

Baca Juga  Bertemu Wamen Kemen LHK, Gubernur Koster Paparkan Kebijakan Lingkungan dan Kehutanan Bali
Lanjutkan Membaca

SENI

Rai Mantra Dukung Bagus Cahya Ikuti Ajang Pencarian Bakat

Published

on

By

de
Made Bagus Cahya Wibawa bersama ibunya Ni Ketut Dewi Ratih bertatap muka dan pamitan dengan Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra di Graha Sewaka Dharma Lumintang.

Denpasar, baliilu.com – Putra terbaik Bali kembali lolos dalam ajang pencarian bakat yang dilaksanakan salah satu stasiun TV Nasional di Indonesia. I Made Bagus Cahya Wibawa berhasil lolos dari babak audisi dan akan mengikuti karantina untuk tampil di Jakarta. Pada Jumat (27/11) I Made Bagus Cahya Wibawa hadir bersama ibunya yakni Ni Ketut Dewi Ratih bertatap muka dan pamitan dengan Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra di Graha Sewaka Dharma Lumintang.

Walikota Rai Mantra yang didampingi Kabag Humas dan Protokol I Dewa Gede Rai secara langsung memberikan dukungan dan semangat kepada Made Bagus Cahya Wibawa untuk dapat sukses dalam kompetisi di ajang pencarian bakat. Pengalaman-pengalaman putra-putri Bali harus terus diasah dalam berbagai bidang. Terlebih saat ini melalui ajang pencarian bakat yang dapat dijadikan sebagai pengalaman berharga dalam usia muda.

Walikota Rai Mantra juga berpesan untuk selalu menjaga kesehatan, terlebih saat ini di masa pandemi Covid-19 yang dapat terus menjaga kondisi kesehatan. Di samping itu dapat terus mengasah kemampuan diri dengan berkomunikasi bersama para muda-mudi Bali dan Denpasar yang pernah lolos dan masuk dalam ajang pencarian bakat sebelumnya. “Saya sangat mendukung di setiap kemampuan dan capaian positif putra putri Bali dan Denpasar khususnya. Semoga Bagus Cahya dapat lolos hingga babak final nantinya,” ujar Rai Mantra.

Sementara I Made Bagus Cahya Wibawa mengucapkan terima kasih atas dukungan yang telah diberikan Walikota Rai Mantra. Dalam ajang pencarian bakat ini Bagus Cahya telah mempersiapkan diri dan dalam minggu ini akan berangkat ke Jakarta untuk mengikuti tahapan-tahapan selanjutnya. Ia juga mengaku sebagai satu-satunya putra Bali yang lolos dalam audisi kali ini. Tentu ini menjadi tantangan tersendiri dalam mengasah kemampun diri yang tidak terlepas dari dukungan orangtua dan masyarakat Bali.

Baca Juga  Sesepuh PDI Perjuangan Nengah Arnawa Mantapkan Dukungan pada Paslon SADIA BISA

Bagus Cahya Wibaya yang juga sebagai dokter muda Fakultas Kedokteran Unud ini mohon dukungan kepada seluruh masyarakat Bali dan khususnya Denpasar sehingga nantinya dapat membawa nama baik Bali di kancah nasional. (eka)

Lanjutkan Membaca

SENI

Tetap Produktif, Fun The Me Project Rilis Single “Luh Karoni Covida Devi”

Published

on

By

Fun The Me Project Rilis Single "Luh Karoni Covida Devi"

Buleleng, baliilu.com – Pandemi Covid-19 yang melanda hampir seluruh dunia termasuk Indonesia dan Bali telah menyisakan dampak yang sangat buruk baik dari segi kesehatan maupun perekonomian masyarakatnya. Meski demikian, pandemi Covid-19 jangan sampai menurunkan daya kreativitas masyarakat dalam berkarya. Hal inilah yang ditunjukkan oleh Putu Suhermayadi, vokalis group band Motifora asal Desa Munduk, Banjar, Buleleng.

Di tengah pandemi Covid, bapak 2 (dua) anak yang biasa disapa Tunick ini kemudian merilis single “Luh Karoni” yang merupakan project Fun The Me. Penggarapannya melibatkan (featuring-red) beberapa musisi di antaranya Tukaro “Def Studio” pada keybord dan sound engineering, Jonh Putra “KeepRock” penggebuk drum serta Erick Anggara “KeepRock” pegang bass.

Sedangkan, penggarapan videonya dibantu oleh Gek Anik sebagai model video klip, didukung Ajik Agung Asep dan Mok Kucita Dewi dari Bondres STI. Ditambahkan Tunick, pembuatan video klipnya di-directed oleh Gusde Ocky dari Meneer Studio yang sekaligus sebagai model cowoknya.

“Lagu Luh Karoni ini menjadi single pertama project ini (Fun The Me Project-red). Lagu ini diciptakan oleh saya sendiri, dimana lagu ini adalah lagu recycle dari project saya sebelumnya. Namun lirik, judul dan aransemen lagunya kita ganti bahkan dari segi reff ada perbaharuan nada,” jelasnya kepada awak media, Selasa (17/11).

Dikatakan Tunick, lagu ini bercerita tentang kondisi saat ini yakni “pandemi”. Akan tetapi dirinya menuangkannya lewat cinta. Dimana seorang kekasih yang namanya Karoni memiliki sikap yang sangat posesif. Ia mengharuskan pasangannya agar menjaga jarak dengan teman, harus diam di rumah dan ujung-ujungnya gara-gara cinta yang dijalani akhirnya terkena PHK. Lagu ini murni terinspirasi dari pandemi Covid-19 yang saat ini tengah melanda.

Baca Juga  Gugah Kesadaran Cegah Covid-19, Desa Sumerta Kelod Gencarkan Jaga Rurung dan Pasang Pamplet Imbauan

“Untuk penggarapannya bisa dibilang tidak ada kendala sama sekali, mengalir begitu saja. Terkait dengan apa yang ingin kami sampaikan dalam pagun ini, kalau dari segi cinta sih ingin menyampaikan jika memiliki seseorang itu kita harus jangan terlalu posesif karena bisa saja itu yang akan membuat pasangan kita tidak nyaman. Sementara kalau dari segi pandemi saat ini, ya hanya menggambarkan situasi yang dialami semua orang, dan tidak ada tempat mengadu selain berjuang masing-masing,” terangnya.

Lebih lanjut dikatakan Tunick, hikmah yang dapat diambil dari adanya pandemi saat ini yakni bisa lebih introspeksi diri. Selain itu, ia juga lebih banyak memiliki waktu untuk menyiapkan keperluan konten dan karya yang akan dibuat selanjutnya.

“Yang dilakukan paling buat konten-konten keperluan YouTube dan tetap mempersiapkan karya-karya berikutnya. Jadi saya menyikapi pandemi ini dengan positif aja. Karena kalau mengeluh ya tidak akan menjadi aluh (mudah-red),” imbuhnya.

Ia berharap lagu yang digarap hampir 1 (satu) bulan ini bisa diterima baik oleh masyarakat serta tidak ada yang merasa tersinggung.

“Ini single dari fun the me project. Bisa dibilang ini side projectnya dari saya sendiri. Tentu harapannya agar lagu ini bisa diterima dan mudah-mudahan tidak ada yang tersinggung dari lagu ini. Karena kami hanya ingin mengkritik adanya pandemi Covid-19 itu melalui lagu tapi dari unsur percintaan,” tutupnya sembari mengajak masyarakat untuk menyaksikan lagunya melalui kanal YouTube Motifora Band Bali (https://youtu.be/lFCdEVv3QC8). (*/gs)

Lanjutkan Membaca