Sunday, 25 February 2024
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Buka Pesamuhan Manca Agung Trah Dalem Tegal Besung, Wagub Cok Ace Ingatkan Semangat Persaudaraan

BALIILU Tayang

:

se
WAGUB COK ACE: Membuka Pesamuhan Agung II Manca Agung Trah Dalem Shri Aji Tegal Besung di Pura Dalem Samprangan Gianyar, Minggu (19/1/2020). (Foto:ist)

Gianyar, baliilu.com – Di zaman yang disebut kaliyuga ini sangat dibutuhkan tindakan nyata untuk mempererat rasa persaudaraan. Demikian sambutan Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) saat menghadiri Pesamuhan Agung II Manca Agung Trah Dalem Shri Aji Tegal Besung di Pura Dalem Samprangan Gianyar, Minggu (19/1/2020).

Dalam sambutan singkatnya, Wagub Cok Ace menyampaikan rasa syukur karena hampir selalu  bisa hadir dalam kegiatan pesamuhan yang digelar trah dalem. “Ini tentunya tidak terlepas dari restu Ida Betara sehingga saya selalu bisa hadir,” imbuhnya.

Lebih lanjut Cok Ace menandaskan sepaham dengan tiga kewajiban yang menjadi pedoman kertha semaya trah dalem yaitu selalu ingat leluhur, tak pernah surut untuk belajar dan tidak pernah berhenti dalam upaya menyatukan pasemetonan. Bila ketiga hal itu bisa dilaksanakan dengan baik, ia yakin pasemetonan trah dalem dapat menjadi suri tauladan masyarakat luas.

de
FESTIVAL MANCA AGUNG: Para juara menerima trofi dari Wagub Cok Ace. (Foto:Ist)

Terkait dengan pentingnya menjaga semangat persatuan dalam ikatan persaudaraan, Cok Ace mencontohkan alur cerita dalam epos Mahabrata. Selain menyajikan hal positif yang patut ditiru, Mahabrata juga bisa dijadikan bahan renungan bagi manusia agar jangan sekali-kali menyulut peperangan antar saudara.

“Pemicu permusuhan dalam saudara itu biasanya ketamakan, kekuasaan dan harta. Mari kita jadikan bahan renungan untuk mempererat tali persaudaraan,” ucapnya sembari mengajak sameton yang tergabung dalam kertha semaya trah dalem untuk meningkatkan peran dalam mendukung pelaksanaan program pembangunan yang merupakan penjabaran visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

Sementara itu, Ketua Umum Manca Agung Shri Aji Tegal Besung Bali, Dewa Nyoman Oka dalam sambutannya menguraikan sejarah kelahiran Manca Agung Warih Ida Dalem Tegal Besung.

Dituturkannya, pada tahun 1352 Bali dipimpin oleh Ida Dalem Sri Aji Kresna Kepakisan. Setelah 21 tahun jadi raja, tahun 1373 tahta diserahkan kepada Ida Dalem Sri Agra Samprangan. Istri kedua Ida Dalem Sri Aji Kresna Kepakisan, Ni Gusti Ayu Kuta Waringin melahirkan putra Ida I Dewa Tegal Besung.

“Setelah Dalem Samprangan jadi raja dalam 7 tahun, 1380 beliau tidak melaksanakan tugas sebagai raja maka saat itu diangkat I Dewa Ketut Ngulesir di Gelgel,” imbuhnya.

Sehingga tahun 1380 ada raja kembar di Samprangan dan di Gelgel. Tiga tahun berikutnya Ida Dalem Agra Samprangan wahyu keprabon, maka adik paling bungsu yaitu Ida Dewa Tegal Besung dijadikan raja dengan gelar Ida Dalem Shri Aji Tegal Besung.

“Tahun 1383 sampai 1401 masih ada dua raja di Samprangan dan Gelgel. Tahun 1401 diadakan rekonsiliasi dan Ida Dalem Sri Semara Kepakisan diangkat sebagai raja, sedangkan Ida Dalem Shri Aji Tegal Besung jadi yua raja,” katanya.

Sebelum meninggal, Ida Dalem Shri Aji Tegal Besung memanggil kelima putranya dari perkawinan dengan Ni Luh Pemaron. Kelima putranya diberi nasehat yang lebih dikenal dengan bhisama dari Ida Dalem Tegal Besung.

“Ada tiga spirit trah Ida Dalem Tegal Besung yaitu diwajibkan ingat leluhur dengan bersembahyang di Dalem Samprangan dan di Besakih. Spirit kedua, trah Dalem Tegal Besung jangan berhenti belajar dan ketiga jagalah persaudaraan di antara semeton, jangan melupakan semeton dimana pun berada,” imbuhnya.

Menurut Dewa Nyoman Oka, saat ini sejarah Manca Agung trah Ida Dalem Shri Aji Tegal Besung telah dibukukan. Buku yang disusun oleh AA Gede Mayun ini mengacu pada hasil penelitian pada artikel tradisional (lontar) dan buku ilmiah yang ada. Buku ini diharapkan bisa menjadi pedoman bagi pasemetonan manca agung yang hingga saat ini terus melakukan konsolidasi organisasi. Kepengurusan manca agung telah terbentuk di seluruh kabupaten/kota. “Sedangkan di tingkat kecamatan baru terbentuk di lima cabang kepengurusan,” tandasnya.

Di sisi lain, Pengageng Ageng Kertha Semaya Trah Dalem Provinsi Bali Drs. Dewa Made Suamba Negara, MSi mengingatkan agar semeton manca agung menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dan mendukung pelaksanaan program-program pemerintah. Ketua Panitia Pasamuhan Dewa Putu Gede Suarjaya dalam laporannya mengatakan bahwa kegiatan ini diikuti tak kurang dari 1.200 semeton trah agung dari kabupaten/kota se-Bali.

Pasamuhan bertujuan mengevaluasi kegiatan yang sudah berjalan dan membahas program setahun ke depan. Pasamuhan manca agung juga diisi dengan pemberian wejangan oleh Ida Shri Bhagawan Putra Natha Nawa Wangsa Pemayun dan penyerahan hadiah berbagai lomba serangkaian festival manca agung. (*/balu1)

galungan
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BUDAYA

Lomba Ogoh-ogoh Tingkat PAUD di Kecamatan Abiansemal

Published

on

By

lomba ogoh-ogoh paud abiansemal
BUKA LOMBA: Bunda PAUD Kabupaten Badung Ny. Seniasih Giri Prasta saat membuka Lomba Ogoh-ogoh PAUD bertempat di Taman Mumbul Abiansemal, Senin (19/2). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1946, Kecamatan Abiansemal mengadakan Lomba Ogoh-ogoh PAUD dengan Tema “Pengembangan Kreativitas dan Seni Budaya Mulai Usia Dini” bertempat di Taman Mumbul Abiansemal, Senin (19/2).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bunda PAUD Kabupaten Badung Ny. Seniasih Giri Prasta, Camat Abiansemal Ida Bagus Mas Arimbawa, Camat Petang Anak Agung Ngurah Raka Sukaeling, Perbekel se-Kecamatan Abiansemal serta tokoh masyarakat di Taman Mumbul.

Ny. Seniasih Giri Prasta selaku Bunda PAUD Kabupaten Badung mengucap rasa terimakasih dan mengapresiasi dengan adanya kegiatan Lomba Ogoh-ogoh PAUD se-Kecamatan Abiansemal. Dirinya berharap kegiatan ini dapat diikuti dan terlaksana di 6 kecamatan dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi yang akan datang.

“Kegiatan-kegiatan ini juga diharapkan dapat mengajarkan budi pekerti sedari dini, dengan mengenalkan baleganjur dan ogoh-ogoh. Hal ini dapat mengenalkan bagaimana adat dan budaya kita, melatih mental dan kerja sama bagi anak-anak usia dini,” ujar Ny. Seniasih Giri Prasta di objek wisata Taman Mumbul Desa Sangeh.

Sementara itu Bunda PAUD Kecamatan Abiansemal Ida Ayu Paristyawati Manuaba selaku Panitia melaporkan untuk pelaksanaan Lomba Ogoh-ogoh PAUD yang diikuti 23 Peserta yang ada di Kecamatan Abiansemal.

“Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan mengenalkan budaya Bali menumbuhkan kreativitas, yang bisa membangkitkan cinta tanah air, rasa nasionalisme, dan mengenalkan ogoh-ogoh sejak dini  sebagai simbol keburukan sifat manusia dan hal-hal negatif alam semesta yang harus dinetralisir,” pungkasnya. (gs/bi)

galungan
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Perkuat Sinergi dengan Masyarakat, Bupati Sanjaya Hadiri ‘’Karya’’ Dadia Pasek Gelgel Desa Tunjuk

Published

on

By

bupati sanjaya
NGUPESAKSI: Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya saat menghadiri uleman dan ngupasaksi upacara Pujawali Nyatur, Melaspas Prasasti dan Metatah Bersama yang bertempat di Dadia Pasek Gelgel, Banjar Tunjuk Tengah, Desa Tunjuk, Kecamatan Tabanan, Senin (12/2). (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Terus bersinergi dengan masyarakat dalam upaya pelestarian tradisi, seni, adat, agama dan budaya di daerah, Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya menghadiri uleman dan ngupasaksi upacara Pujawali Nyatur, Melaspas Prasasti dan Metatah Bersama yang bertempat di Dadia Pasek Gelgel, Banjar Tunjuk Tengah, Desa Tunjuk, Kecamatan Tabanan, Senin (12/2).

Dalam kesempatan tersebut, Sanjaya turut didampingi oleh salah satu Anggota DPR RI dan Anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Asisten III, Jajaran Pimpinan Kepala OPD terkait, Camat dan unsur Forkopimcam Tabanan. Kehadiran Sanjaya beserta jajaran siang itu, juga mendapat sambutan positif dari Bendesa Adat, Perbekel dan Krama Adat setempat.

Upacara yang puncaknya pada Selasa, 13 Februari 2024 tersebut dipuput oleh Ida Sang Sulinggih yang merupakan rangkaian upacara Dewa Yadnya, yakni melaspas prasasti yang juga dirangkaikan dengan upacara Manusa Yadnya, yakni Metatah Bersama yang diikuti 14 peserta. Yadnya ini merupakan wujud semangat gotong-royong krama adat Banjar Tunjuk Tengah.

Usai persembahyangan bersama, melalui sambrama wacana selaku Murdaning Jagat Tabanan, Bupati Sanjaya menyampaikan doa restu, apresiasi serta rasa bangganya kepada masyarakat akan kesungguhan krama dalam melaksanakan yadnya. Dimana hal ini sejalan dengan kekompakan masyarakat dalam membangun Tabanan, sekaligus pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam melestarikan tradisi, seni, adat, agama dan budaya.

“Sangat luar biasa semeton titiang disini, satu lihat titiang, semeton titiang disini sudah sangat bhakti, pertama bhakti ring Ida Sang Hyang Widhi Wasa, itu yang tiang lihat mangkin, tiang berikan apresiasi. Yang kedua, bhakti ring Ida Bhatara Kawitan yang berstana disini, ngewangun yadnya Pujawali lan Metatah. Yang ketiga, bhakti ring guru wisesa, bhakti ring pemerintah, ajak titiang kompak bersatu membangun Tabanan Era Baru ini ke depan,” ujar Sanjaya.

Melalui momen sakral tersebut, Sanjaya berharap agar karya yang dibangun oleh keluarga besar Banjar Adat Tunjuk Tengah tersebut dapat berjalan dengan lancar, rahayu dan sida sidaning don. Dalam penutupnya, politisi asal Dauh Pala tersebut menekankan kembali komitmennya dalam mendukung dan mengawal pembangunan serta kehidupan masyarakat di Kabupaten Tabanan.

Di kesempatan yang sama, I Wayan Sugiartana selaku Bendahara Karya menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Bupati Sanjaya, atas kehadirannya dan dukungan yang diberikan kepada masyarakat untuk bersama-sama dalam membangun yadnya. Hal ini diharapkan terus dapat ditingkatkan guna membangun daerah dan masyarakat menuju Tabanan yang Aman, Unggul dan Madani (AUM). (gs/bi)

galungan
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Komit Lestarikan Seni Budaya, Sekda Adi Arnawa Support Lomba Gender Wayang

Published

on

By

adi arnawa
LOMBA GENDER: Sekda Wayan Adi Arnawa saat membuka Lomba Gender Wayang Berpasangan Kategori SD dan SMP yang digelar oleh Sanggar Sada Suara di Wantilan DPRD Badung, Puspem, Minggu (11/2). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Pemkab Badung selalu komit terhadap pelestarian seni budaya Bali. Hal itu ditunjukkan dengan memberikan support berupa dana, sekaligus membuka Lomba Kesenian Bali Gender Wayang Berpasangan Kategori SD dan SMP yang digelar oleh Sanggar Sada Suara, bertempat di Wantilan DPRD Badung, Puspem, Minggu (11/2).

Mewakili Bupati, Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa menyerahkan bantuan dana Pemkab Badung Rp 30 juta untuk Lomba Gender Wayang diterima Ketua Panitia Ida Bagus Gede Mahendra dan disaksikan langsung oleh seluruh peserta.

“Bupati Badung memang sangat konsisten dan komit dalam upaya pelestarian dan pengembangan seni dan budaya warisan leluhur kita. Lomba ini sangat positif melestarikan seni adat dan budaya warisan leluhur sekaligus mengasah kemampuan seni anak-anak dari usia dini untuk mengenal dan ikut menjaga melestarikan seni dan budaya warisan leluhur kita,” ujar Adi Arnawa.

Ketua Panitia Penyelenggara Ida Bagus Gede Mahendra menyampaikan ucapan terima kasih kepada Sekda Adi Arnawa. Lomba kali ini bertujuan untuk melestarikan seni dan budaya serta meningkatkan aktivitas dan kreativitas di bidang seni dan budaya Bali.

”Terima kasih kami sampaikan kepada Sekda Badung yang telah meluangkan waktunya untuk hadir dan membuka kegiatan lomba kesenian Bali ini. Kegiatan lomba Gender Wayang yang diikuti oleh sebanyak 10 pasang kategori SD dan SMP,” lapornya. (gs/bi)

galungan
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca