Saturday, 25 May 2024
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Wujud Bhakti, Wagub Cok Ace “Ngayah” Calonarang di Pura Penataran Bale Agung Desa Malet Tengah Bangli

BALIILU Tayang

:

WAGUB COK ACE: Haturkan Dana Punia sebelum ''Ngayah'' Calonarang

Bangli, baliilu.com – Di tengah kesibukannya sebagai Wakil Gubernur Bali, Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) masih menyempatkan waktunya untuk “ngayah” mesolah calonarang, Selasa (14/1) malam, di Pura Penataran Bale Agung, Desa Malet Tengah, Susut, Bangli serangkaian Karya Ngusaba.

Menurut Cok Ace, upacara ini harus dilakukan sebagai sujud bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar terciptanya keseimbangan sekala dan niskala. Selain itu ia berharap dalam melaksanakan upacara, masyarakat harus tetap gotong royong agar adanya kebersamaan.

de
WAGUB COK ACE: ”Ngayah” Calonarang

Karya ini harus dilaksanakan sebagai wujud bhakti kita. Tentu dalam pelaksanaan karya yang besar ini saya harapkan masyarakat harus gotong royong agar semua berjalan dengan baik, kebersamaan dalam melaksanakan karya juga tetap terjaga,” ujar tokoh Puri Ubud ini.

Sementara itu, Prajuru Adat Malet Tengah Jero Guru Redana menyampaikan rangkain upacara Ngusaba ini pelaksanaannya selama 6 hari dimana tawur puncaknya jatuh pada 10 Januari 2020. Dijelaskan Jero Guru Redana, Pura Penataran Bale Agung ini diempon oleh 1 banjar adat dengan 310 kepala keluarga. Lebih lanjut, ia mengatakan karya ini dilaksanakan secara rutin setiap 3 tahun sekali. “Rangkaian karya ini berlangsung selama enam hari dan puncaknya dilaksanakan pada tanggal sepuluh kemarin,” ungkapnya.

Hadir pada kesempatan ini, Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Artha. (*/balu1)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Cegah Penyimpangan Dana Covid-19, Sekda Dewa Indra: Kedepankan Azas Kehati-hatian dan Akuntabilitas
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BUDAYA

Bupati Sanjaya Apresiasi Krama Banjar Umadiwang, Marga dan Batulumbang, Selemadeg

Published

on

By

bupati sanjaya
PERSEMBAHYANGAN: Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya melakukan persembahyangan bersama saat menghadiri upacara Dewa Yadnya yang diselenggarakan di dua pura yang ada di Kabupaten Tabanan yang bertepatan pada Sukra Wage, Wuku Uye, Jumat (17/5). (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya selalu konsisten menunjukkan komitmen kuatnya dalam melestarikan adat, agama, tradisi, dan seni budaya di Kabupaten Tabanan. Hal ini diwujudkan melalui kehadirannya selaku Murdaning Jagat Tabanan dalam upacara Dewa Yadnya yang diselenggarakan di dua pura yang ada di Kabupaten Tabanan yang bertepatan pada Sukra Wage, Wuku Uye, Jumat (17/5).

Turut mengikuti persembahyangan bersama Sanjaya, anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Asisten I Setda Tabanan, Jajaran Pimpinan OPD terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan, Kepala bagian dilingkungan Setda. Juga hadir, Camat, Perbekel, Bendesa Adat dan tokoh adat setempat, juga para prawartaka karya dan masyarakat yang menyambut kehadiran Bupati Sanjaya dengan penuh semangat dan sukacita.

Dalam kunjungan pertamanya di Pura Luhur Manik Toya, Banjar Adat Umadiwang, Desa Batannyuh, Kecamatan Marga dalam rangka pemelaspasan bangunan pura dan piodalan alit. Usai mengikuti persembahyangan, Sanjaya menandatangani prasasti pura yang diempon oleh 325 KK tersebut, turut menebar ikan di jaba sisi kauh Pura Manik Toya dan dilanjutkan dengan meninjau aliran sungai Yeh Sungi.

Selanjutnya, Sanjaya beserta jajaran menghadiri uleman Ngupasaksi Karya Agung Tawur Balik Sumpah, Pedudusan Agung, Menawa Ratna, Mupuk Pedagingan, Melaspas, Ngenteg Linggih, Ngusaba Agung, Ngusaba Nini, dan Pujawali di Pura Puseh, Pura Desa, lan Catus Pata, Desa Adat Batulumbang, Desa Antap, Kecamatan Selemadeg, Tabanan.

Usai menghaturkan sembah bhakti, melalui sambutannya, Sanjaya memberikan apresiasinya akan pelaksanaan upakara dan upacara karya yang sudah terkonsepkan sejak 15 tahun yang lalu tersebut. Sanjaya menilai segala sesuatunya bermula dari sebuah proses baik yang pendek, menengah maupun panjang, seperti halnya dengan pelaksanaan Karya Ngenteg Linggih ini yang sudah terkonsepkan sejak lama.

Baca Juga  Update Covid-19 Jumat (8/5) Positif Nambah 13, Sembuh 12, Dewa Indra: Putus Penyebaran Covid-19 Minta Elemen Masyarakat Bantu ‘Tracing Contact’

“Maka dari itu, saya dalam melaksanakan visi misi Kabupaten Tabanan untuk mencapai Tabanan yang Aman Unggul dan Madani, jadi untuk mencapai Aman Unggul Madani di masyarakat Tabanan, bagaimana menciptakan masyarakat yang sejahtera itu melalui sebuah proses. Maka tiang di pemerintah menjalankan yang namanya pelestarian adat, agama dan seni budaya. Ketika masyarakat tiang ingin membangun, pasti titiang dampingi, ikut meringankan beban, baik melalui prosesnya, baik kunjungannya dan ngupasaksi, juga ikut berkontribusi dalam karya,” ujar Sanjaya.

Lebih lanjut, Sanjaya kembali mengingatkan masyarakat akan bagaimana perjuangan para leluhur dalam menjaga keharmonisan di Bali melalui konsep Tri Kahyangan yang dikonsepkan sejak ribuan tahun lalu. “Sampai saat ini kita mampu melestarikan dan menjaga Kahyangan Puseh ini, ngwangun khayangan niki sampai pujawali hingga tadi kita sudah sembahyang ngenteg linggih, luar biasa. Jadi tidak main-main leluhur kita masalalu. Lalu tugas kita generasi sekarang ini ngewangiang, yang disebut dengan pelestarian adat, agama dan budaya,” imbuh Sanjaya.

Di kesempatan yang sama, Bendesa Adat Batulumbang, I Made Ardana, menyampaikan bahwa puncak acara di Pura Puseh dan Desa Batulumbang ini nantinya jatuh pada 22 Mei 2024 mendatang. Dengan diempon oleh 99 KK, dikatakan bahwa dalam pembangunan pura selain mendapatkan dana bantuan dari Bupati Tabanan, dan reses serta dana desa. Perwujudan yadnya ini juga merupakan hasil gotong-royong swadaya masyarakat yang sudah berlangsung sejak 15 tahun dengan mengumpulkan iuran sebesar Rp. 5.000 di setiap purnama.

Ucapan terimakasih juga disampaikan Ardana mewakili masyarakat Batulumbang kepada Bupati Sanjaya beserta jajaran yang hadir serta menyaksikan rangkaian yadnya, serta atas dukungan dan bantuan yang diberikan dalam upaya mewujudkan karya Dewa Yadnya tersebut. Pihaknya juga sampaikan dukungannya kepada Bupati Sanjaya dalam menjalankan berbagai program di Kabupaten Tabanan.

Baca Juga  Seniman Lukis Klasik Wayang Kamasan Mangku Mura: Sang Pengabdi Seni yang Bersinar di Luar

Senada dengan Ardana, Made Suama selaku Ketua Pembangunan Pura Luhur Manik Toya juga menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Bupati Sanjaya atas kehadirannya juga bantuan yang diberikan dalam pembangunan, upakara dan upacara pada pura yang sebelumnya sempat rusak akibat terkena bencana banjir tersebut. (gs/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Wawali Arya Wibawa Hadiri Upacara ‘’Nuasen Ngodakin’’ Pralingga Sesuhunan Pura Taman Buitan Banjar Paang Tebel

Published

on

By

Wawali Arya Wibawa
UPACARA NUASEN: Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa didampingi Sekretaris Daerah Kota Denpasar, IB Alit Wiradana menghadiri upacara ‘’Nuasen’’ serangkaian ‘’Karya Ngetus, Melaspas, Pasupati lan Pujawali Pralingga Sesuhunan’’ Pura Taman Buitan Banjar Paang Tebel, Desa Peguyangan Kaja, Kecamatan Denpasar Utara, pada Selasa (14/5). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa didampingi Sekretaris Daerah Kota Denpasar IB Alit Wiradana menghadiri upacara Nuasen serangkaian Karya Ngetus, Melaspas, Pasupati lan Pujawali Pralingga Sesuhunan Pura Taman Buitan Banjar Paang Tebel, Desa Peguyangan Kaja, Kecamatan Denpasar Utara, pada Selasa (14/5).

Dalam kesempatan tersebut Wawali Arya Wibawa didampingi Sekda IB Alit Wiradana turut mengikuti prosesi nuasen Pralingga Ratu Ketut Beludru, Topeng Sidakarya, dan Topeng Dalem.

Manggala Prawartaka Karya, I Ketut Pastika mengatakan upacara nuasen ini merupakan rangkaian awal acara dalam ngodakin pererai Ratu Ketut Beludru, Topeng Sidakarya, dan Topeng Dalem di Pura Taman Buitan.

Lebih lanjut dikatakannya, adapun prosesi ini telah dimulai sejak tanggal 8 Mei 2024 yang diisi dengan upacara Ngetus Pralingga Ida Bhatara yang dilaksanakan di Pura Taman Buitan Banjar Paang Tebel. Dan upacara ini berakhir pada tanggal 22 Juni 2024 yang diisi dengan upacara Mecaru, Mesucian ke Beji, Mamendak, Maturan Soda Bhakti Krama, dan Piodalan.

“Tentunya kami selaku Prawartaka mengucapkan terimakasih atas dukungan semua pihak khususnya dari jajaran Pemkot Denpasar, sehingga rangkaian upacara ini dapat terlaksana dengan lancar, dan semoga Ida Bhatara Sesuhunan senantiasa memberikan kerahayuan kepada kita semua,” ujar Ketut Pastika.

Sementara Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa mengatakan, bahwa pelaksanaan Karya di Pura Taman Buitan ini merupakan momentum bagi seluruh masyarakat serta pengempon untuk selalu eling dan meningkatkan srada bhakti kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa. Karena sudah sepatutnya seluruh elemen masyarakat, utamanya krama untuk menjadikan ini sebagai sebuah momentum dalam menjaga keharmonisan antara parahyangan, palemahan, dan pawongan sebagai implementasi dari Tri Hita Karana.

Baca Juga  Sekda Dewa Indra Apresiasi Pembentukan Organisasi Profesi Pemeriksa Keuangan

“Dengan pelaksanaan upacara ini mari kita tingkatkan rasa sradha bhakti kita sebagai upaya menjaga harmonisasi antara parahyangan, pawongan, dan palemahan sebagai implementasi Tri Hita Karana,” ungkap Arya Wibawa.

Turut hadir dalam pelaksanaan tersebut Camat Denpasar Utara, I Wayan Yusswara, Kabag Kesra Setda Kota Denpasar, IB Alit Surya Antara, serta tokoh masyarakat dan pengempon pura setempat. (eka/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Karya Atma Wedana ‘’Memukur’’ di Griya Agung Linggaacala Tegallalang Gianyar

Published

on

By

bupati giri prasta
HADIRI ATMA WEDANA: Bupati Badung Nyoman Giri Prasta saat menghadiri Upacara Atma Wedana Memukur Ibunda Ida Pandita Mpu Nabe Siwa Putra Dharma Daksa di Griya Agung Linggaacala Br. Calo Desa Pupuan, Tegallalang, Gianyar, Selasa (7/5). (Foto: Hms Badung)

Gianyar, baliilu.com – Bupati Badung Nyoman Giri Prasta menghadiri upacara Atma Wedana Memukur Ibunda Ida Pandita Mpu Nabe Siwa Putra Dharma Daksa di Griya Agung Linggaacala Br. Calo Desa Pupuan, Tegallalang, Gianyar. Karya dipuput oleh Ida Pandita Mpu Nabe Siwa Putra saking Griya Agung Linggaacala, Selasa (7/5). Turut hadir Penglingsir Puri Satria A.A. Ngurah Oka Ratmadi, A.A. Gede Agung Rahma Putra dari Puri Kapal Mengwi, para sulinggih dan angga Griya.

Bupati Nyoman Giri Prasta dalam sembrama wacana-nya mengucapkan puji syukur kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa karena sudah bisa hadir dalam pelaksanaan Karya Atma Wedana yang merupakan swadharma kepada para leluhur.

“Sesuai dengan dresta di Bali sebelum Karya Atma Wedana dilaksanakan maka rangkaian upacara seperti warak kruron, ngelangkir, ngelungah dan ngaben harus dilaksanakan dengan harapan para leluhur kita akan mendapatkan tempat terbaik sesuai dengan karmanya semasih hidup sesuai dengan sastra dan keyakinan umat Hindu yang sering disebut dengan surga,” ucapnya yang dilanjutkan menghaturkan punia secara pribadi sebesar Rp. 20 juta.

Prawartaka Karya Nyoman Sariastawa ngaturang swasti prapta kepada Bupati Badung Nyoman Giri Prasta dan Penglingsir Puri Satria Cok. Ratmadi dalam rangka Karya Atma Wedana Ida Pandita yang sudah lebar (wafat). “Kami berharap untuk pelaksanaan upacara Karya Atma berikutnya bisa diikuti oleh anak-anak Beliau, serta besar harapan kami juga pemerintah bisa membantu dari sisi pendanaannya,” ujarnya. (gs/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Gubernur Koster Hadiri Upacara Hari Bhayangkara ke-74 dan Beri Selamat kepada Kapolda Bali
Lanjutkan Membaca