Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Buka Utsawa Dharma Gita XXXII, Gubernur Bali: Seni dan Agama Harus Jadi Prioritas di Bali

BALIILU Tayang

:

Utsawa Dharma Gita
BUKA UTSAWA: Gubernur Bali Wayan Koster memberikan sambutan saat membuka Utsawa Dharma Gita (UDG) XXXII Provinsi Bali yang mengusung tema “Jagat Kerthi Pramana Ning Bhawana” (Pemuliaan Alam Semesta), bertempat di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Denpasar, Kamis (24/10). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Seni dan agama merupakan dua hal yang sangat prioritas dalam kehidupan masyarakat Bali. Karena itu, seni dan agama harus senantiasa hidup dalam jiwa generasi muda Bali.

Semangat para peserta muda yang dengan penuh dedikasi mengikuti ajang Utsawa Dharma Gita (UDG) XXXII juga patut diapresiasi.

Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur Bali Wayan Koster saat membuka Utsawa Dharma Gita (UDG) XXXII Provinsi Bali yang mengusung tema Jagat Kerthi Pramana Ning Bhawana (Pemuliaan Alam Semesta), bertempat di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Denpasar, Kamis (24/10).

“Saya lihat adik-adik begitu bersemangat. Itu yang membanggakan kita semua. Inilah wujud nyata bahwa seni dan agama tetap hidup dalam jiwa generasi muda Bali,” ujarnya.

Gubernur Koster menjelaskan bahwa kesadaran untuk menjaga seni, budaya, dan spiritualitas menjadi dasar visi pembangunan Nangun Sat Kerthi Loka Bali pada masa kepemimpinannya. Visi tersebut diarahkan untuk mewujudkan masyarakat dan alam Bali yang sejahtera serta harmonis melalui penataan kehidupan yang terpola, menyeluruh, terencana, terarah, dan terintegrasi.

“Visi ini berlandaskan nilai-nilai lokal Sat Kerthi – Jana Kerthi, Atma Kerthi, Segara Kerthi, Danu Kerthi, dan lainnya – yang menjadi fondasi pembangunan Bali. Nilai-nilai ini pula yang saya jadikan tema dalam berbagai kegiatan seperti PKB, FSBJ, Bulan Bahasa Bali, dan Utsawa Dharma Gita,” jelas Gubernur asal Desa Sembiran tersebut.

Lebih lanjut, Gubernur dua periode ini menegaskan bahwa kebudayaan Bali adalah warisan adiluhung yang harus dijaga dengan kesadaran kolektif.

“Bali tanpa budaya tidak akan bisa hidup. Budaya adalah anugerah yang membuat Bali dikenal di dunia. Karena itu, kita harus terus menjaga agar Bali tidak kehilangan taksunya,” tegasnya.

Baca Juga  Peluncuran Koperasi Merah Putih, Gubernur Koster Harap Wujudkan Kedaulatan Pangan

Ia menambahkan, masyarakat Bali telah diwarisi sumber daya manusia yang luar biasa oleh leluhur, lengkap dengan adat istiadat dan tradisi luhur. Oleh karena itu, generasi muda diharapkan terus menanamkan nilai-nilai budaya dalam setiap aspek kehidupan agar Bali tetap berkualitas, berdaya saing, dan berkelanjutan di tengah dinamika lokal, nasional, maupun global.

“Melalui Utsawa Dharma Gita, kita berupaya menjaga seni, adat, budaya, dan kearifan lokal. Saya tidak khawatir lagi melihat semangat anak-anak muda yang antusias berpartisipasi. Hanya di Bali kita bisa melihat generasi muda dengan gembira mengikuti upacara agama, seni, dan budaya. Ini luar biasa,” katanya.

Gubernur Koster juga berpesan agar generasi muda tidak pernah bosan menjaga budaya Bali, karena tantangan ke depan semakin berat, baik dari sisi internal maupun eksternal. Ia mengajak seluruh peserta untuk terus berkreasi tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur kebudayaan Bali.

“Lebih baik menciptakan hal baru yang memperkaya budaya, asalkan tidak merusak budaya Bali. Kita harus menghormati ajaran leluhur,” pesannya.

Sebagai bentuk apresiasi, Gubernur menyampaikan bahwa peserta yang berhasil meraih juara akan mendapatkan hadiah langsung dari dirinya secara pribadi.

“Yang juara di tingkat provinsi akan saya beri hadiah pribadi. Kalau sampai juara nasional, akan saya beri bonus lagi,” ungkapnya disambut tepuk tangan para peserta.

Utsawa Dharma Gita XXXII menjadi momentum penting untuk memperkuat nilai-nilai religius, seni, dan budaya di kalangan generasi muda Bali, sekaligus mempertegas peran Bali sebagai pusat spiritual dan kebudayaan dunia.

Acara pembukaan ditandai dengan pemukulan gong oleh Gubernur Bali, didampingi Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Gede Arya Sugiartha, serta Ketua Widya Sabha Provinsi Bali Prof. Dr. I Made Surada. (gs/bi)

Baca Juga  Tutup Bulan Bung Karno 2025, Gubernur Koster Ajak Generasi Muda Tak Alergi Politik

Loading

Advertisements
STIKOM Bali
Advertisements
DPRD Badung Ucapan Imlek
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan

NEWS

Buka Seminar Aksara Kawi, Ibu Putri Koster Ingatkan Perbedaan Budaya adalah Kebanggaan yang Harus Dirawat

Published

on

By

Seminar Aksara Kawi
SEMINAR AKSARA KAWI: Ibu Putri Koster, selaku Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali berfoto bersama usai memberikan sambutan sekaligus membuka Seminar Aksara Kawi dalam rangka Peringatan 1112 Tahun Prasasti Blanjong di Gedung Kerta Sabha, Denpasar, Minggu (15/2). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Pendamping Gubernur Bali, Ibu Putri Koster, selaku Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali yang juga dikenal sebagai seniman multitalenta, mengajak generasi Pulau Dewata untuk menjaga kebudayaan Bali dengan bangga menggunakan bahasa lokal di daerah sendiri. Selain itu, kebanggaan menggunakan busana Bali sekaligus mengenal aksara Bali tentu menjadi kebiasaan yang harus terus ditanamkan, sehingga kita mampu menjaga jati diri budaya Bali dengan keberagaman yang kita miliki.

Hal ini disampaikannya saat memberikan sambutan sekaligus membuka Seminar Aksara Kawi dalam rangka Peringatan 1112 Tahun Prasasti Blanjong di Gedung Kerta Sabha, Denpasar, Minggu (15/2).

“Bali tentu kita ketahui sebagai daerah pariwisata dan wajah Indonesia dengan jumlah kunjungan wisatawan yang lebih tinggi dibandingkan provinsi lain. Masuknya budaya Barat, saya harapkan tidak menjadikan generasi muda Bali lupa akan kebudayaan, tradisi, dan adat istiadat yang dimiliki, terutama pada busana, aksara, dan bahasa daerah Bali,” ungkap Ibu Putri Koster.

“Jika bukan kita, siapa lagi yang akan menjaga dan melestarikan budaya kita ini? Antara Bali dengan daerah lain tentu memiliki perbedaan budaya sebagai ciri khas yang melekat. Namun, perbedaan tersebut sudah tentu menjadi kebanggaan yang harus kita jaga dan rawat sebagai kekayaan, baik di tingkat daerah maupun pusat,” tegasnya.

Kegiatan seminar yang diselenggarakan serangkaian Peringatan 1112 Tahun Prasasti Blanjong ini juga bertepatan dengan pelaksanaan Bulan Bahasa Bali 2026. Seminar ini menghadirkan tiga narasumber, yakni Gede Suarbawa, Heri Purwanto, dan Fuad.

Dalam seminar yang mengangkat tajuk “Aksara Kawi” ini, salah satu narasumber, Gede Suarbawa, menjelaskan bahwa dalam sejarah sistem aksara di Indonesia dikenal tiga sistem yang pengaruhnya meluas dan mendalam dalam pembentukan tradisi keberaksaraan dan kehidupan masyarakat Indonesia. Ketiga sistem aksara tersebut adalah Pallawa, Arab, dan Latin. Di samping itu, terdapat sistem lain yang dijumpai dalam tinggalan arkeologi Indonesia yang pengaruhnya tidak mendalam dan tidak berkelanjutan, yaitu aksara Siddhamatrka/Pre-Nagari dan aksara Cina.

Baca Juga  Gubernur Koster: Ayo Bantu Sesama Tak Mampu, Doa Mereka Sangat Kuat

“Aksara Pallawa memiliki sejarah panjang dalam dunia pertulisan di Indonesia. Aksara ini digunakan pada prasasti tertua dari Muara Kaman, Kutai, yang memuat informasi tentang kebesaran Raja Mulawarman, serta di Jawa Barat tentang Raja Purnawarman yang prasastinya menggunakan aksara dasar Pallawa. Pada masa-masa selanjutnya, di tempat lain seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali, sistem aksara ini mengalami transformasi menjadi aksara Kawi,” jelasnya.

Dengan dilaksanakannya Seminar Aksara Kawi ini, diharapkan tradisi dan kebudayaan kita sebagai bangsa yang beragam dan penuh warna semakin kuat, namun tetap hidup rukun berdampingan dengan rasa toleransi yang tinggi. (gs/bi)

Loading

Advertisements
STIKOM Bali
Advertisements
DPRD Badung Ucapan Imlek
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Patroli Sat Samapta Polres Gianyar Amankan Ibadah Minggu di Gereja Santa Maria Ratu Rosari

Published

on

By

Polres Gianyar
PENGAMANAN: Personel Polres Gianyar saat melakukan pemgamanan ibadah umat Kristen Katolik di Gereja Santa Maria Ratu Rosari, Jalan Mulawarman, Abianbase, Tedung, Gianyar, Minggu (15/2/2026) pagi. (Foto: Hms Polres Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Dalam upaya mencegah potensi gangguan kamtibmas serta memberikan rasa aman kepada masyarakat, Satuan Samapta Polres Gianyar melaksanakan patroli mobiling R4 pada Minggu (15/2/2026) pagi. Kegiatan difokuskan pada pengamanan ibadah umat Kristen Katolik di Gereja Santa Maria Ratu Rosari, Jalan Mulawarman, Abianbase, Tedung, Gianyar.

Patroli yang dipimpin kru Kijang 905 tersebut melibatkan personel Aipda I Wayan Beni Sastrawan, S.H., Bripka I Made Susila, dan Bripka I Gusti Putu Ari Purnawan. Petugas melakukan pemantauan langsung jalannya ibadah, berkoordinasi dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas, serta berdialog dengan petugas keamanan gereja untuk menyampaikan pesan-pesan kamtibmas dan meningkatkan kewaspadaan.

Selain pengamanan di area gereja, personel juga melaksanakan pengaturan arus lalu lintas saat jemaat mulai berdatangan hingga selesai ibadah guna mencegah kepadatan kendaraan di depan lokasi.

Berdasarkan informasi dari pihak keamanan gereja, jumlah jemaat yang hadir diperkirakan sekitar 600 orang. Ibadah yang dipimpin oleh Romo Gusti Bagus Kusumawanta berlangsung khidmat dan berakhir sekitar pukul 09.45 Wita. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan tidak ditemukan hal mencurigakan.

Kasat Samapta Polres Gianyar, AKP Wibowo Sidi, S.H., mengatakan bahwa kegiatan patroli merupakan bagian dari pelayanan kepolisian dalam menjamin keamanan seluruh masyarakat tanpa memandang latar belakang.

“Kami hadir untuk memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman. Patroli preventif akan terus ditingkatkan, khususnya pada kegiatan masyarakat yang melibatkan banyak orang,” ujarnya.

Ia menambahkan, kolaborasi antara kepolisian, aparat kewilayahan, dan petugas keamanan setempat menjadi kunci dalam menjaga situasi tetap kondusif. “Sinergitas dengan unsur terkait sangat penting agar potensi gangguan dapat dicegah sejak dini. Hingga kegiatan selesai, situasi tetap aman, tertib, dan lancar,” tambahnya.

Baca Juga  Kukuhkan BKOW, PUSPA dan BK3S, Gubernur Koster Minta Kuatkan Kolaborasi dengan Organisasi Lain Wujudkan Program Pembangunan Bali

Kegiatan patroli berakhir dalam keadaan kondusif dengan arus lalu lintas terpantau ramai namun lancar. Polres Gianyar mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga toleransi serta segera melapor apabila menemukan hal yang mencurigakan di lingkungan sekitar. (gs/bi)

Loading

Advertisements
STIKOM Bali
Advertisements
DPRD Badung Ucapan Imlek
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Operasi Keselamatan Agung 2026, Polresta Denpasar Tindak Ratusan Pelanggaran Lalin secara Humanis

Published

on

By

Polresta Denpasar
INGATKAN: Personel Sat Lantas Polresta Denpasar saat mengingatkan pengendara motor menggunakan helm yang benar. (Foto: Hms Polresta Dps)

Denpasar, baliilu.com – Operasi keselamatan lalu lintas yang digelar Polresta Denpasar memasuki hari ke-13 dengan hasil yang cukup signifikan. Sejumlah pelanggaran berhasil ditindak sebagai upaya meningkatkan disiplin dan keselamatan berkendara di jalan raya.

Dalam pelaksanaan Operasi Keselamatan Agung 2026, petugas mencatat sebanyak 562 teguran diberikan kepada pengendara yang melakukan pelanggaran ringan sebagai langkah edukatif.

Sementara itu, penindakan melalui ETLE statis mencapai 1.255 tilang, kemudian tilang manual sebanyak 219 kasus, serta 14 pelanggaran yang dilakukan oleh warga negara asing (WNA) turut ditindak sesuai aturan yang berlaku.

Kasi Humas Iptu I Gede Adi Saputra Jaya menjelaskan bahwa operasi ini tidak semata-mata berfokus pada penindakan, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya tertib berlalu lintas.

“Penegakan hukum dilakukan secara humanis dan edukatif. Harapannya masyarakat semakin disiplin sehingga angka kecelakaan lalu lintas dapat ditekan,” ujarnya.

Polresta Denpasar mengimbau masyarakat untuk selalu mematuhi rambu-rambu lalu lintas, melengkapi surat kendaraan, serta mengutamakan keselamatan demi terciptanya keamanan dan ketertiban bersama di jalan raya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
STIKOM Bali
Advertisements
DPRD Badung Ucapan Imlek
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Baca Juga  Konjen Timor Leste: Terima Kasih Gubernur Koster, Warga Kami Aman Jalani Aktivitas di Bali
Lanjutkan Membaca