Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Bungan Desa Ke – 62 di Pujungan: Bupati Sanjaya Dorong Sinergi Potensi Agraris dan Kreativitas Warga

BALIILU Tayang

:

Bupati Sanjaya
MENYAPA: Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya saat menyapa langsung masyarakat Desa Pujungan, Kecamatan Pupuan, Tabanan, Jumat (24/10). (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Program unggulan “Bupati Berkantor di Desa” kembali dilaksanakan oleh Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya yang kali ini menyapa langsung masyarakat Desa Pujungan, Kecamatan Pupuan, Tabanan, Jumat (24/10). Kegiatan ini merupakan pelaksanaan ke-62 dari program “Bungan Desa” yang menjadi wujud nyata kedekatan pemerintah dengan masyarakat desa. Dalam kunjungan tersebut, Bupati Sanjaya bersama istri yang juga Ketua TP PKK dan Dekranasda Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya.

Kegiatan “Bungan Desa” di Desa Pujungan turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan, Sekretaris I TP PKK Kabupaten Tabanan Ny. Budiasih Dirga, Anggota DPRD Kabupaten Tabanan, para Asisten dan Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemkab Tabanan, unsur Forkopimcam Pupuan, Kepala Instansi Vertikal di wilayah Tabanan, Ketua TP PKK Desa Pujungan beserta anggota, serta para tokoh masyarakat dan warga setempat yang antusias menyambut kehadiran rombongan.

Kegiatan dimulai mengunjungi Peternakan Kambing milik I Gede Giri di Banjar Margasari. Di sana, ia berinteraksi langsung dengan warga dan memberi makan ternak. Kemudian dilanjutkan ke perkebunan kopi milik I Wayan Nuarta di Banjar Margasari, di mana Bupati Sanjaya dan Ny. Rai Wahyuni Sanjaya ikut mempraktikkan teknik penyambungan pohon kopi. Selanjutnya, kunjungan berlanjut ke tempat kerajinan rajut milik Ni Wayan Eka Santini, di mana Ny. Rai Wahyuni Sanjaya berkesempatan merajut topi bersama para pengrajin. Kemudian melanjutkan kunjungan ke keluarga terduga stunting dan melaksanakan pembuatan lubang biopori di lahan rumah milik warga setempat, disertai penyerahan alat dan tutup biopori oleh Ny. Rai Wahyuni Sanjaya.

Suasana semakin hangat ketika jajaran tiba di Gedung Serbaguna Lila Winangun Banjar Puspasari untuk bertatap muka dengan masyarakat. Dalam kesempatan itu, Bupati Sanjaya dan jajaran turut memainkan permainan tradisional Matembing sebagai simbol pelestarian budaya lokal. Berdasarkan data, Desa Pujungan mencatat jumlah keluarga stunting hanya sebesar 0,71 persen dari total 280 balita, angka yang menunjukkan kemajuan signifikan dalam upaya penanganan stunting di wilayah tersebut. Hal tersebut terlihat dari semangat dan keceriaan generasi muda menyambut kehadiran jajaran. Pun selaku Bunda Literasi, Ny. Rai Wahyuni memyerahkan buku bacaan secara simbolis sebagai dukungan terhadap peningkatan minat baca siswa-siswi setempat.

Baca Juga  Bupati Sanjaya Dorong SDM Tabanan Siap Bersaing Global

Dalam sambutannya, Bupati Sanjaya menegaskan komitmennya untuk terus membawa pelayanan publik turun langsung ke tengah masyarakat. “Apapun pelayanan-pelayanan yang kami miliki, kami ajak turun di tengah-tengah masyarakat. Tujuannya adalah untuk melayani masyarakat kita sehingga hubungan antara Pemerintah Kabupaten Tabanan dan Desa Pujungan dalam melayani masyarakat bisa betul-betul kita wujudkan Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani (AUM),” ujarnya

Lebih jauh, Sanjaya juga menyoroti potensi besar Desa Pujungan di bidang pertanian, khususnya kopi. Ia menilai kondisi geografis desa yang berada di dataran tinggi dengan udara sejuk dan tanah subur merupakan keunggulan alami. Dalam sambutannya, orang nomor satu di Tabanan tersebut menyampaikan bahwa kopi robusta dari Desa Pujungan dikenal memiliki aroma kuat, cita rasa khas, dan mutu biji yang unggul.

Namun yang paling membanggakan, menurutnya, adalah inovasi petani yang kini mulai menerapkan teknik penyambungan batang kopi, menggabungkan kekuatan akar lokal tahan penyakit dengan varietas unggul berproduktivitas tinggi. “Inovasi ini bukan hanya sekadar langkah teknis dalam bertani, tetapi mencerminkan perubahan pola pikir dan semangat baru masyarakat desa untuk terus beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,” tegas Sanjaya.

Selain kopi, Ia juga menyoroti potensi besar peternakan kambing di Desa Pujungan. Saat kunjungannya ke peternakan, Sanjaya melihat potensi peternakan kambing di Desa Pujungan yang tidak hanya menghasilkan daging dan susu, tetapi juga pupuk organik dari kotorannya yang dapat dimanfaatkan untuk pertanian. “Saya menginginkan kabupaten ini bukan hanya sebagai lumbung beras, tetapi juga lumbung pangannya Bali. Ketika alam memberikan kita tanah subur dan SDM yang bagus, tinggal bagaimana pemerintah mengonsepkan sehingga tercipta nilai yang menjadi harapan masyarakat di bidang pangan,” imbuh Sanjaya.

Baca Juga  Bupati Tabanan Komang Sanjaya Resmi Lantik 346 PPPK

Ia menegaskan, bahwa pengembangan peternakan harus disertai riset dari hulu hingga hilir agar hasilnya memberi nilai tambah bagi kesejahteraan warga. Menurut Sanjaya, sektor pertanian, peternakan, dan kerajinan tangan adalah tiga pilar ekonomi desa yang saling mendukung. Terutama peran pertanian dan peternakan dalam upaya menjaga ketahanan pangan di Tabanan dan Bali secara umum.

“Hari ini saya berada di Desa Pujungan, Kecamatan Pupuan, dalam rangka pelaksanaan program Bungan Desa yang ke-62. Program ini kami jalankan dengan tujuan mendekatkan pelayanan dan program Pemerintah Kabupaten Tabanan kepada masyarakat desa. Ternyata di Pujungan, selain pelayanan, kami banyak belajar dari potensi yang ada. Hampir 80 persen wilayahnya adalah pertanian dan perkebunan kopi, serta masyarakat juga banyak memelihara kambing,” pungkss Sanjaya.

Pihaknya juga berdiskusi dengan para petani dan peternak yang mempunyai semangat tinggi. Dengan lingkungan yang sejuk dan alam yang baik, Sanjaya meyakini potensi ini luar biasa ditambah sinergi dengan pemerintah. “Inilah tugas kami untuk menghadirkan solusi dengan menggandeng Perusda agar bisa bersinergi dalam sistem hilirisasi, supaya hasil ternak dan pertanian masyarakat bisa menembus pasar, bahkan hingga luar Bali. Ini menjadi pelajaran dan pengalaman berharga bagi kami untuk terus membantu petani dan peternak mempercepat terwujudnya Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani,” tegas Sanjaya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, yang juga selaku Ketua Dekranasda, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, juga memberikan apresiasi tinggi terhadap karya pengrajin rajut di Desa Pujungan. “Pada pagi hari ini saya selaku Ketua Dekranasda mengunjungi pengrajin rajut kita di Desa Pujungan. Ini luar biasa karena tidak hanya menjadi kegiatan ibu rumah tangga, tetapi juga sumber ekonomi. Produk mereka bahkan sudah menembus pasar Denpasar dan diminati pembeli dari luar negeri,” ujarnya.

Baca Juga  Puncak Perayaan HUT Ke-532 Kota Singasana, Tegaskan Kejayaan Budaya dan Semangat Kebersamaan

Lebih lanjut, Ny. Rai Wahyuni menyampaikan harapannya agar kerajinan rajut Desa Pujungan semakin dikenal luas. “Saya berharap ke depan produk rajut ini bisa ikut pameran di Jakarta dan menjadi ikon Kabupaten Tabanan. Ini kerajinan handmade dengan nilai seni yang tinggi dan potensi besar untuk berkembang,” tambahnya. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

NEWS

Menkeu Purbaya: Pemerintah Perkuat Penindakan Impor Pakaian Bekas Ilegal

Published

on

By

pakaian bekas ilegal
KONFERENSI PERS: Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers di Buffer Area TPS CDC Banda, Tanjung Priok, Jakarta pada Selasa (23/6). (Foto: Hms Kemenkeu)

Jakarta, baliilu.com – Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai berhasil mengungkap peredaran pakaian bekas impor ilegal (balpres) di Pelabuhan Tanjung Priok dan Kalimantan Barat. Penindakan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga kepatuhan terhadap ketentuan impor, melindungi industri dalam negeri, serta menciptakan iklim usaha yang sehat dan adil.

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pemerintah terus menjalankan pengawasan dan penindakan terhadap praktik impor ilegal secara konsisten. Menurutnya, pengungkapan kasus kali ini merupakan salah satu hasil dari pengawasan yang dilakukan secara berkelanjutan.

“Pemerintah berkomitmen untuk terus menindak tegas praktik impor ilegal yang merugikan negara, pelaku usaha yang patuh, dan masyarakat,” ujar Menkeu dalam konferensi pers di Buffer Area TPS CDC Banda, Tanjung Priok, Jakarta pada Selasa (23/6).

Penindakan di Pelabuhan Tanjung Priok bermula dari informasi intelijen mengenai dugaan pengiriman balpres menggunakan KM Eden Mas dengan rute Pontianak-Tanjung Priok. Dari total 268 kontainer yang diangkut kapal tersebut, Bea Cukai melakukan pemeriksaan terhadap 46 kontainer. Hasil pemindaian menunjukkan 43 kontainer terindikasi berisi balpres sehingga langsung dilakukan penyegelan dan pemeriksaan lanjutan.

Hingga 22 Juni 2026, pemeriksaan terhadap 19 kontainer menemukan sebanyak 2.067 bal berisi pakaian, aksesori pakaian, dan tas bekas. Sementara itu, total muatan dalam 43 kontainer diperkirakan mencapai 4.687 bal dengan nilai ekonomi sekitar Rp37,5 miliar. Informasi hasil penindakan di Tanjung Priok kemudian ditindaklanjuti melalui operasi pengembangan di Kalimantan Barat. Pada periode 19-21 Juni 2026, tim gabungan melakukan penindakan di dua lokasi pergudangan di Kabupaten Kubu Raya dan Kabupaten Mempawah. Dari operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan 2.060 bal pakaian bekas ilegal dengan nilai sekitar Rp4,12 miliar.

Baca Juga  Puncak Perayaan HUT Ke-532 Kota Singasana, Tegaskan Kejayaan Budaya dan Semangat Kebersamaan

“Keberhasilan pengungkapan kasus ini merupakan hasil sinergi yang kuat antara Bea Cukai, BAIS, TNI, Kejaksaan, dan Korwas Penyidik Polri. Penindakan terhadap 43 kontainer di Tanjung Priok serta pengungkapan lokasi penimbunan di Kalimantan Barat menunjukkan efektivitas pengawasan berbasis intelijen dan kolaborasi lintas instansi. Kolaborasi tersebut menjadi kunci dalam memutus rantai perdagangan pakaian bekas impor ilegal dari hulu hingga hilir,” kata Menkeu.

Lebih lanjut, Menkeu menegaskan bahwa proses penegakan hukum tidak berhenti pada pengamanan barang. Bea Cukai masih melakukan pendalaman untuk mengidentifikasi pihak-pihak yang bertanggung jawab atas pemasukan, penyimpanan, dan distribusi barang ilegal tersebut, termasuk pemilik gudang dan pihak yang terkait dengan kepemilikan kontainer yang diamankan.

“Seluruh proses penegakan hukum akan dilakukan secara profesional, transparan, dan tanpa pandang bulu sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Menkeu.

Pemerintah juga tengah mengkaji langkah hukum yang lebih tegas terhadap pihak-pihak yang terlibat, termasuk sarana angkut yang digunakan dalam kegiatan ilegal tersebut. Menkeu mengungkapkan pendekatan penegakan hukum ke depan tidak hanya berfokus pada penyitaan barang, tetapi juga memberikan efek jera kepada seluruh pihak yang terlibat dalam rantai pelanggaran.

“Ke depan pihak-pihak yang melakukan hal ini tidak bisa lepas begitu saja. Dukungannya akan semakin kuat ke depan,” tegas Menkeu.

Untuk itu, Menkeu mengimbau seluruh pelaku usaha untuk menjalankan kegiatan usaha secara legal dan mematuhi seluruh ketentuan kepabeanan serta perdagangan. Pemerintah akan terus menjaga perbatasan, mengawasi arus barang, dan menegakkan hukum guna melindungi kepentingan nasional, industri dalam negeri, dan masyarakat Indonesia. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Presiden Prabowo: Kekayaan Indonesia Harus Kembali untuk Rakyat, Kuncinya Pemerintahan yang Bersih

Published

on

By

Presiden Prabowo
HADIRI PENUTUPAN: Presiden Prabowo Subianto menghadiri Penutupan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2026 yang diselenggarakan di Institut Agama Islam (IAI) Syaichona Mohammad Cholil, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, pada Selasa, 23 Juni 2026. (Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev/presidenri.go.id)

Bangkalan, Jatim, baliilu.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat pengelolaan sumber daya negara serta memastikan tidak terjadi kebocoran anggaran yang dapat menghambat pembangunan nasional. Hal tersebut disampaikan Presiden dalam sambutan pada acara Penutupan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2026 yang diselenggarakan di Institut Agama Islam (IAI) Syaichona Mohammad Cholil, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, pada Selasa, 23 Juni 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan sejumlah data kepada para ulama yang dinilainya memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat. Menurut Presiden, para ulama perlu mengetahui berbagai perkembangan dan kebijakan pemerintah karena memiliki peran penting sebagai pemimpin di tengah rakyat.

“Saudara-saudara sekalian, saya ingin memberi beberapa data. Karena para ulama adalah pemimpin yang paling dekat sama rakyat. Para ulama berhak untuk mengerti,” ujar Presiden.

Kepala Negara kemudian menyampaikan capaian pembangunan infrastruktur yang baru saja diresmikannya, yakni pembangunan 1.151 kilometer jalan desa.

“Saya baru saja tadi meresmikan 1.151 kilometer jalan, jalan desa, jalan daerah. 1.000 kilometer jalan ini memakan anggaran 5,4 triliun. 5,4 triliun bisa membangun 1.000 kilometer. Bayangkan kalau 20 triliun, berapa ribu jalan yang bisa kita bangun. Berapa ribu jembatan bisa kita bangun untuk rakyat kita. Berapa puluh ribu sekolah yang bisa kita perbaiki,” ungkap Presiden.

Kepala Negara menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya menghentikan berbagai bentuk kebocoran yang menyebabkan potensi penerimaan negara tidak optimal. Presiden menyebut langkah tersebut menjadi salah satu fokus utama pemerintah yang dipimpinnya.

“Begitu banyak uang kita menguap, hilang, dan ini pemerintah yang saya pimpin, saya bertekad untuk berbuat yang terbaik, untuk menghentikan kebocoran-kebocoran ini,” tegas Presiden.

Baca Juga  Ny. Rai Wahyuni Sanjaya Gandeng Puluhan Penggiat Kuliner Tabanan di Pameran Bali Bangkit 2022

Presiden juga menjelaskan langkah pemerintah dalam menertibkan pengelolaan sumber daya alam, termasuk mengambil kembali penguasaan atas lahan perkebunan kelapa sawit yang melanggar aturan serta menindak pertambangan tanpa izin.

“Pemerintah saya telah merebut kembali, menguasai kembali lebih dari 5 juta hektare kebun kelapa sawit yang melanggar hukum, yang tidak sesuai peraturan. Yang bikin kebun di hutan lindung, yang memalsukan laporan, kita telah menutup ratusan tambang-tambang tanpa izin,” ujar Presiden.

Presiden menilai pengawasan terhadap sumber daya alam harus diperkuat karena negara memiliki kekayaan yang besar. “Jadi memang usaha ini bukan usaha yang ringan. Negara kita besar, negara kita luas, dan negara kita sangat-sangat kaya,” kata Presiden.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo menekankan bahwa kunci utama dalam menjaga kekayaan negara adalah menghadirkan pemerintahan yang bersih dan bebas dari praktik korupsi. Menurutnya, keberhasilan pembangunan sangat bergantung pada kemampuan negara mengelola sumber dayanya secara bertanggung jawab.

“Karena itu, kuncinya adalah pemerintah harus bersih. Pemerintah harus benar-benar tidak boleh korup. Tidak boleh ada korupsi di Pemerintah Republik Indonesia,” tegas Presiden.

Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa agenda pemberantasan korupsi, penertiban pengelolaan sumber daya alam, dan penguatan tata kelola pemerintahan merupakan bagian dari komitmen Presiden Prabowo untuk memastikan kekayaan Indonesia benar-benar kembali dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh rakyat. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Presiden Prabowo Resmikan 1.151 Kilometer Jalan Daerah di 37 Provinsi, Perkuat Konektivitas hingga Pelosok Indonesia

Published

on

By

instruksi jalan daerah
RESMIKAN RUAS JALAN: Presiden Prabowo Subianto meresmikan ruas jalan sepanjang 1.151 kilometer yang tersebar di seluruh Indonesia dan menjadi bagian dari pelaksanaan Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD), dalam kunjungan kerja ke Kabupaten Sampang, Provinsi Jawa Timur, pada Selasa, 23 Juni 2026. (Foto: BPMI Setpres/Kris/presidenri.go.id)

Sampang, Jatim, baliilu.com – Presiden Prabowo Subianto meresmikan ruas jalan sepanjang 1.151 kilometer yang tersebar di seluruh Indonesia dan menjadi bagian dari pelaksanaan Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD), dalam kunjungan kerja ke Kabupaten Sampang, Provinsi Jawa Timur, pada Selasa, 23 Juni 2026. Peresmian dipusatkan di Ruas Kedungdung–Bringkoning, Desa Lar Lar, Kecamatan Banyuates.

Setibanya di lokasi acara, Presiden Prabowo terlebih dahulu menerima penjelasan panel dari Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengenai capaian pelaksanaan program IJD di berbagai daerah. Setelah itu, Presiden menuju podium utama untuk mengikuti rangkaian peresmian yang diawali dengan laporan Menteri PU.

Dalam laporannya, Menteri Dody menjelaskan bahwa pelaksanaan program tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden melalui Instruksi Presiden Nomor 11 Tahun 2025 tentang percepatan peningkatan konektivitas jalan daerah guna mendukung swasembada pangan, energi, dan air. Menurut Menteri Dody, program tersebut dirancang untuk memastikan kelancaran rantai pasok pangan sekaligus memperkuat keterhubungan antara kawasan produksi dengan pusat-pusat konsumsi.

“Melalui program Inpres Jalan Daerah Nomor 11 Tahun 2025, pemerintah pusat meyakinkan bahwa rantai pasok pangan berjalan lancar dari hulu hingga hilir dan menghubungkan langsung pada wilayah-wilayah sentra produksi menuju pasar-pasar konsumsi secara lebih efisien dan berkelanjutan,” ucap Menteri Dody.

Menteri Dody juga melaporkan bahwa capaian nasional program IJD tahun 2025 mencakup pembangunan dan peningkatan jalan sepanjang 1.151 kilometer di 37 provinsi dengan dukungan anggaran sebesar Rp 5,41 triliun. Menteri Dody pun menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur kini semakin menjangkau daerah-daerah yang selama ini membutuhkan dukungan konektivitas.

“Capaian keseluruhan ini membuktikan komitmen mutlak pemerintah bahwa pembangunan infrastruktur tidak lagi terpusat, melainkan telah menjangkau keseluruh pelosok Indonesia secara lebih inklusif, adil dan rata,” tuturnya.

Baca Juga  Bupati Tabanan Komang Sanjaya Resmi Lantik 346 PPPK

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas selesainya pembangunan jalan daerah yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Kepala Negara menegaskan bahwa keberadaan jalan memiliki peran strategis dalam menggerakkan perekonomian rakyat.

“Saya menyambut dengan bangga dan bahagia telah selesai pembangunan jalan daerah dengan total sepanjang 1.151 km di seluruh pelosok Indonesia, di 37 provinsi,” ujar Presiden.

Presiden menekankan bahwa jalan daerah merupakan infrastruktur dasar yang menjadi penghubung utama aktivitas ekonomi masyarakat dari desa hingga pusat-pusat perdagangan.

“Kehadiran jalan daerah ini memiliki arti yang sangat penting. Jalan daerah adalah urat nadi perekonomian rakyat. Melalui jalan-jalan inilah hasil panen petani, hasil kebun, hasil perikanan dan berbagai produk masyarakat dapat bergerak dari desa menuju pasar, pusat distribusi, kawasan industri dan sebaliknya dari mana-mana menuju ke desa,” kata Presiden. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca