Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Buka Webinar Bulan Bung Karno, Gubernur Koster Ajak Generasi Penerus Gelorakan Ide dan Gagasan sang Proklamator

BALIILU Tayang

:

de
GUBERNUR BALI WAYAN KOSTER

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menekankan pentingnya generasi penerus bangsa untuk memperingati hari lahirnya Bung Karno setiap tanggal 6 Juni yang pada tahun 2020 ini memasuki usia 119 tahun.

Hal itu diungkapkan dalam acara pembukaan Bulan Bung Karno yang ditandai dengan Seminar Secara Daring (Webinar) memperingati hari lahirnya Bung Karno di Ruang Rapat Gedung Gajah, rumah jabatan Gubernur Bali, Jaya Sabha, Denpasar, Sabtu (6/6-2020).

“Kita bertanggung jawab untuk mewarisi ide dan gagasan Bung Karno yang memang sangat relevan dalam mengisi gerak dinamika pembangunan Indonesia dan Bali pada khususnya,” kata Gubernur Koster.

Menurut Gubernur asal Sembiran ini, tanggal 6 Juni adalah momentum penting dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Hari itu diperingati sebagai hari lahirnya Bapak Pendiri Bangsa sekaligus Proklamator Indonesia. “Dalam perjalanan sejarahnya, beliau mampu memimpin pergerakan rakyat Indonesia dalam menghadapi penjajahan. Mampu mengantarkan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang merdeka, bangsa yang berdaulat dan bangsa yang memiliki satu tujuan untuk bernegara,” jelas Gubernur Koster dalam Webinar bertajuk Aktualisasi Trisakti Bung Karno dalam Menyongsong Bali Era Baru tersebut.

Pria yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Bali ini melanjutkan bahwa cita-cita dan gagasan Bung Karno dituangkan dalam nilai-nilai Pancasila yang digali dari bumi Indonesia. “Nilai-nilai tersebut dituangkan dalam Pembukaan UUD 1945 yang kemudian menjadi cita-cita luhur sebagai bangsa yang merdeka dan berdaulat. Pancasila menjadi ideologi dan pandangan hidup bangsa Indonesia yang terus hidup di tengah-tengah bangsa yang bergerak maju setelah kemerdekaannya,” urai mantan anggota DPR RI ini.

Ide-Ide dan gagasan Bung Karno itu menurut Gubernur Koster yang paling dikenal dan sangat penting untuk bangsa Indonesia adalah ajaran Trisakti Bung Karno. Ajaran yang mampu membawa bangsa Indonesia menjadi bangsa yang kuat. “Trisakti Bung karno diimplementasikan melalui Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana (PPNSB) untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat secara politik, berdikari (berdiri diatas kaki sendiri) secara ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan,” ucapnya.

Baca Juga  Cegah Persaingan Tidak Sehat, Pemprov Siapkan Rapergub Tata Kelola Pariwisata

Ide dan gagasan Bung Karno ini lanjut Gubernur Koster, harus terus digelorakan dan dibumikan kepada generasi penerus bangsa Indonesia agar selalu ingat dan memahami sejarah dengan benar.

Ketua Umum PDI Perjuangan, Ibu Megawati Soekarnoputri, menjadikan Bali sebagai percontohan pelaksanaan Pola Pembangunan Semesta Berencana, sejak tahun 2016. Ini merupakan ide dari Bapak Prananda Prabowo, putra Ibu Megawati, yang menjabat sebagai Kepala Pusat Analisa dan Pengendali Situasi Partai, dimana beliau menilai bahwa Bali memiliki syarat politik, historis, dan sosiologis sebagai laboratorium politik guna merealisasikan ide, gagasan, dan cita-cita Bung Karno untuk Indonesia Raya. Oleh karena itu, Pola Pembangunan Semesta Berencana telah dijadikan sebagai konsep dan pendekatan pembangunan yang dituangkan dalam visi pembangunan daerah “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” menuju Bali Era Baru. Visi tersebut, oleh Gubernur Bali, Wayan Koster dituangkan dalam Perda Nomor 2 Tahun 2019 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun 2005-2025 dan Perda Nomor 3 Tahun 2019 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun 2018-2023.

Visi menuju Bali Era Baru itu, merupakan suatu era yang ditandai dengan tatanan kehidupan baru; Bali yang Kawista, Bali kang tata-titi tentram kerta raharja, gemah ripah lohjinawi, yakni tatanan kehidupan holistik yang meliputi 3 (tiga) dimensi utama yaitu: dimensi pertama, bisa menjaga keseimbangan alam, krama, dan kebudayaan Bali, genuine Bali; dimensi kedua, bisa memenuhi kebutuhan, harapan, dan aspirasi krama Bali dalam berbagai aspek kehidupan; dan dimensi ketiga, merupakan manajemen resiko  atau risk management, yakni memiliki kesiapan yang cukup dalam mengantisipasi munculnya permasalahan dan tantangan baru dalam tataran lokal, nasional, dan global yang akan berdampak secara positif maupun negatif terhadap kondisi di masa yang akan datang.

Guna melaksanakan visi tersebut, diperlukan politik legislasi yaitu sebanyak 36 peraturan yang meliputi sebanyak 13 peraturan daerah dan 23 peraturan gubernur. Sampai saat ini, telah diselesaikan sebanyak 8 peraturan daerah, 3 rancangan peraturan daerah dalam proses fasilitasi di Kemendagri, dan 2 rancangan peraturan daerah yang sedang diproses oleh DPRD Bali. Selain itu, telah ditetapkan dan diberlakukan sebanyak 23 Peraturan Gubernur Bali. Peraturan ini diperlukan sebagai dasar hukum untuk menata pembangunan Bali secara fundamental dan konfrehensif untuk mewujudkan Trisakti Bung Karno.

Baca Juga  Soal Privat Party Ekspatriat, Begini Kronologi Kejadiannya

Munculnya pandemi Covid-19 saat ini, perlu dimaknai sebagai suatu momentum untuk menuju keseimbangan baru dalam rangka menata pembangunan Bali dengan menerapkan tatanan kehidupan baru sesuai visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali”. Dalam konteks Covid-19, Gubernur Bali telah menerapkan ajaran Bung Karno mengenai konsep gotong-royong, dengan membentuk Satgas Gotong-Royong berbasis desa adat, yang terbukti sangat efektif dalam menghimpun kekuatan masyarakat secara bersama-sama dalam menangani pencegahan Covid-19.

Namun, Gubernur juga mengingatkan untuk tidak berhenti hanya dalam lingkup seminar-seminar dan kegiatan seremonial semata. “Jauh lebih penting untuk memberikan makna, dengan merealisasikan ide, gagasan, dan cita-cita Bung Karno.

Tri Sakti Bung Karno dalam Visi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, AA Gede Oka Wisnumurti yang hadir selaku narasumber menyebut gagasan berdikari yang dicetuskan Bung Karno dalam pidato kenegaraannya di tahun 1964 sangat relevan dengan keberadaan lembaga desa adat. “Bung Karno tegas menyatakan Indonesia tidak condong ke kapitalis atau komunis dalam (era, red) perang dingin, namun punya ideologinya sendiri yakni Pancasila. Bahwa Indonesia bukan boneka, bahkan bukan kacung, kita negara merdeka dan bisa menentukan nasib kita sendiri,” jelasnya.

Ideologi tersebut lebih dipertajam lagi melalui visi pembangunan Bali “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” oleh Gubernur Koster yang tercermin melalui penguatan desa adat dengan makin diperkuat lewat Perda Nomor 4 Tahun 2019. “Desa adat dalam tata kelolanya punya kemandirian yang luar biasa, hampir seperti negara. Ada nilai-nilai yang sangat dihormati, kebijkan, program kerja, kultur, pola hubungan sosial dan seterusnya. Desa adat jadi model untuk kedaulatan di bidang politik, basis ideologi yang kuat untuk mewujudkan cita-cita kebangsaan dan kesejahteraan bersama,” urai Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Bali ini.

Baca Juga  Pangdam IX/Udayana Mayjen Benny Susianto Berpamitan, Gubernur Koster Harap Sumbangan Pemikiran Kemajuan Bali

Dalam kesempatan selanjutnya narasumber kedua Prof. I Wayan Suparta mengatakan untuk mewujudkan Trisakti Bung Karno yakni berdikari secara ekonomi maka terlebih dahulu mesti berdaulat pangan di tingkat desa. “Kedaulatan adalah sebuah sikap yang dipilih Bung Karno untuk tidak mau dipimpin pihak lain. Indonesia punya kekayaan berlimpah dan kemerdekaannya dibangun dari kemandirian,” tegas akademisi Pertanian Universitas Udayana ini.

Pangan menurut Prof. Suparta adalah modal dasar yang bisa mempengaruhi berbagai sektor mulai dari ekonomi hingga politik. “Tidak mungkin orang lapar bicara politik, bicara ekonomi, dan desa adalah ujung tombak pangan. Sumber daya alam dan masyarakat desa-lah yang berperan dalam perspektif kedaulatan pangan tersebut,” katanya.

Bali menurut Prof. Suparta sejatinya sudah menjalankan hal tersebut sejak dahulu dan bahkan sudah berakar sebagai suatu kearifan lokal. “Hanya saja kultur pertanian Bali tergerus revolusi hijau lewat penyeragaman varietas, pupuk, pestisida dan sebagainya. Hasilnya petani kita juga sangat bergantung dan kehilangan kedaulatannya,” sesalnya.

Hal ini yang menurutnya perlu dibangkitkan kembali dan sebetulnya telah terlihat dalam visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” yang di dalamnya terkandung pula poin-poin mengenai kedaulatan pangan. “Dan harus disadari pula, kultur pertanian di Bali tak hanya melulu soal pangan dan ekonomi tapi juga memberikan vibrasi unik dan eksotis yang bisa mengundang orang untuk berkunjung ke Bali,” terangnya.

Terkait kebudayaan, Wayan ‘Kun’ Adnyana sebagai narasumber selanjutnya menyebut budaya sebagai suatu kepribadian membuat kita sebagai bangsa terhormat dan sejajar dengan bangsa lainnya. “Narasi-narasi kecil sudah dicontohkan Bung Karno. Contohnya penggunaan peci sebagai identitas bangsa, atau dengan tegas menyebut ibundanya yang berasal dari Bali sebagai sosok yang menurunkan darah seni, merupakan sebuah ikhtiar untuk lebih terhormat dan berdaulat, khususnya di bidang budaya,” papar akademisi yang juga Kadis Kebudayaan Provinsi Bali ini.

Bali menurut Kun Adnyana, melalui Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 Tentang Pemajuan Kebudayaan menunjukkan komitmen untuk secara sistematis menjaga dan menguatkan kebudayaan Bali. “Budaya di sini berperan membentuk jatidiri, integritas, dan kompetensi kita dalam lingkup kebudayaan dunia, asas yang sangat sukarnois dan pancasilais. Sebagai sumber pembangunan karakter, norma masyarakat dari hulu ke hilir, sekala dan niskala,” katanya. “Kita juga sedang membangun suatu database kebudayaan Bali dengan mengakomodasi 19 objek kebudayaan untuk menjaga ‘varietas’ kebudayaan kita,” pungkasnya.

Dalam webinar yang diikuti 100 peserta, nampak pula Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, Ketua DPRD Bali Nyoman Adi Wiryatama, Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra dan sejumlah kepala OPD di lingkup Pemprov Bali. (*/gs)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Tim SAR Gabungan Evakuasi Penumpang KMP Putri Yasmin yang Terbakar di Perairan Sekotong

Published

on

By

Personel Kantor SAR Mataram melakukan operasi SAR intensif mengevakuasi penumpang KMP Putri Yasmin yang terbakar di perairan Selat Lombok.
OPERASI: Personel Kantor SAR Mataram saat melakukan operasi SAR intensif menyusul insiden kebakaran yang menimpa KMP Putri Yasmin di perairan Selat Lombok, pada Rabu (12/8) pagi. (Foto: Hms SAR)

Selat Lombok, baliilu.com – Kantor SAR Mataram saat ini tengah melakukan operasi SAR intensif menyusul insiden kebakaran yang menimpa KMP Putri Yasmin di perairan Selat Lombok, pada Rabu (12/8) pagi.

​Insiden tersebut dilaporkan terjadi pada pukul 04.15 WITA saat kapal dalam perjalanan dari Pelabuhan Padang Bai menuju Pelabuhan Lembar. Kantor SAR Mataram menerima laporan darurat pada pukul 04.39 WITA dan segera mengerahkan personel untuk melakukan proses evakuasi.

​Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi, menegaskan bahwa prioritas utama tim saat ini adalah keselamatan jiwa seluruh penumpang dan kru kapal.

​”Kami telah mengerahkan KN 220 Mataram, Rigit Inflatable Boat (RIB), dan Rigit Buoyancy Boat (RBB) ke lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi serta berkoordinasi dengan kapal-kapal yang berada di sekitaran lokasi kejadian,” ujar Muhamad Hariyadi.

Mengingat situasi yang darurat, Kantor SAR Mataram juga berkoordinasi dengan Kantor SAR Denpasar yang turut mengerahkan KN SAR Arjuna untuk membantu proses evakuasi dan juga mengerahkan helikopter dari SGi Air Bali untuk pantauan yang lebih luas melalui udara.

Operasi SAR ini melibatkan sinergi dari berbagai unsur, antara lain Kantor SAR Mataram, Kantor SAR Denpasar, KMP PortLink II, KAL Lembar, TNI AL, Polres Lombok Barat, Polairud Lombok Barat, Syahbandar Pelabuhan Lembar, kapal yatch, SGi Air Bali, masyarakat setempat, dan pihak terkait lainnya.

​Hingga saat ini, tim SAR gabungan masih berada di lokasi kejadian untuk melaksanakan proses evakuasi. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Gubernur Koster Wujudkan Mimpi MDA Kabupaten Tabanan, Pasca Puluhan Tahun Tidak Memiliki Kantor
Lanjutkan Membaca

NEWS

Hadiri Tiga Karya Keagamaan di Munggu, Bupati Badung Tegaskan Komitmen Perkuat Adat, Budaya dan Pembangunan

Published

on

By

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyerahkan dana hibah saat menghadiri rangkaian Karya Keagamaan di Desa Munggu, Kecamatan Mengwi.
SERAHKAN HIBAH: Bupati Wayan Adi Arnawa menyerahkan dana hibah saat hadiri tiga rangkaian karya keagamaan di wilayah Desa Munggu, Kecamatan Mengwi, Rabu (12/8). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Dalam memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, desa adat dan masyarakat dalam menjaga keseimbangan pembangunan dengan keberlangsungan adat, agama, tradisi dan budaya Bali, khususnya di Desa Munggu, Pemkab Badung berkomitmen terus mendukung keberlangsungan kehidupan adat, agama, tradisi dan budaya di tengah masyarakat.

Sebagai wujud komitmen tersebut, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menjadi upasaksi dalam sejumlah rangkaian karya keagamaan yang berlangsung di wilayah Desa Munggu, Kecamatan Mengwi, pada Tilem Sasih Karo, Rabu (12/8).

Tiga kegiatan karya keagamaan tersebut diantaranya Pujawali dan Melaspas, Pasupati, Arca Pralingga serta Nutug Karya di Pura Puseh Desa Dalem, Desa Adat Pande Munggu, Banjar Dukuh Pandean. Karya Pujawali Pura Dalem Kahyangan Wisesa, Desa Adat Munggu dan Piodalan di Pura Dalem Kahyangan Tuwed Agung, Banjar Dukuh Sengguan, Desa Adat Kertha Bhujangga.

Dalam sambutannya, Bupati I Wayan Adi Arnawa menegaskan bahwa pembangunan Kabupaten Badung harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga adat, agama, tradisi, seni dan budaya Bali. Menurutnya, selain aspek tersebut, pembangunan infrastruktur juga memiliki peranan penting dalam menjaga keberlanjutan sektor pariwisata yang menjadi salah satu penggerak utama perekonomian daerah.

“Pariwisata menjadi tulang punggung perekonomian kita, bantuan pembangunan hingga bantuan bagi para penyandang disabilitas ini berasal dari pendapatan Pemerintah Kabupaten Badung yang cukup, yang bersumber dari sektor pariwisata. Karena itu, kami berkomitmen untuk terus membantu meringankan beban masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati juga menyampaikan selain infrastruktur, membangun sumber daya manusia (SDM) juga menjadi prioritas Pemkab Badung melalui program Beasiswa Nak Badung. “Tentunya melalui program Beasiswa Nak Badung ini, saya berharap agar para orang tua yang kurang mampu, maupun yang berprofesi sebagai petani tidak lagi takut untuk menyekolahkan anaknya hingga sarjana,” jelas Adi Arnawa.

Baca Juga  Update Covid-19 di Denpasar, Kasus Positif Bertambah 21 Orang, Pasien Sembuh Bertambah 16 Orang

Ia juga berharap seluruh rangkaian karya keagamaan yang dilaksanakan di Desa Munggu berjalan lancar dan memberikan kerahayuan bagi seluruh krama. “Semoga seluruh rangkaian karya berjalan dengan lancar, membawa kerahayuan, kedamaian dan kesejahteraan bagi seluruh krama. Mari kita terus jaga kebersamaan, gotong-royong dan keharmonisan antara pemerintah, desa adat dan masyarakat,” harap Bupati.

Pada kesempatan ini juga Bupati Badung Adi Arnawa menyerahkan bantuan secara simbolis hibah pembangunan di Pura Puseh Desa Dalem, Desa Adat Pande Munggu sebesar Rp. 500 juta. Penyerahan ini disaksikan oleh anggota DPRD Kabupaten I Made Rai Wirata dan Wayan Edi Sanjaya, Camat Mengwi I Nyoman Suhartana, Perbekel Desa Munggu I Ketut Darta beserta perangkat desa, para Bendesa Adat, Kelian Dinas dan Kelian Adat beserta tokoh masyarakat se-Desa Munggu. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bupati Adi Arnawa Tandatangani Prasasti “Karya Ngenteg Linggih” di Pura Maspahit Canggu

Published

on

By

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyerahkan dana hibah saat menghadiri Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Padudusan Alit di Pura Maspahit, Br. Kayutulang, Canggu.
HADIRI KARYA: Bupati Wayan Adi Arnawa menyerahkan dana hibah saat menghadiri karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Padudusan Alit, Medasar Caru Rsi Gana dan Caru Panca Rupa, Pura Maspahit, Br. Kayutulang, Canggu, Kuta Utara, Rabu (12/8). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Krama pengempon Pura Maspahit, Br. Kayutulang, Canggu, Kuta Utara menggelar Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Padudusan Alit, Medasar Caru Rsi Gana dan Caru Panca Rupa pada Rahina Tilem Sasih Karo, Rabu (12/8). Rangkaian Puncak Karya dihadiri langsung Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa didampingi Anggota DPRD Badung I Made Suryananda Pramana, Camat Kuta Utara Nyoman Tirtayasa, Perbekel Desa Adat Canggu I Wayan Suarya, Jro Bendesa Adat Canggu I Nyoman Siana, Ketua Kadin Badung, serta jajaran pengurus desa adat setempat. Pada kesempatan tersebut Bupati Adi Arnawa melakukan penandatanganan prasasti karya dan menyerahkan dana hibah sebesar Rp 800 juta.

Dalam sambrama wacananya, Bupati Wayan Adi Arnawa mengucapkan terima kasih atas semangat gotong-royong serta sinergi yang kuat antara pengempon (pengelola) Pura Maspahit dan krama (warga) Desa Adat, sehingga pujawali dan rangkaian karya agung ini dapat berjalan dengan lancar dan rahayu (labda karya sida purna sida sidaning don). Bupati menegaskan komitmennya dalam menjaga keberlanjutan sektor pariwisata di kawasan Canggu, Kuta Utara. Selain fokus pada penataan infrastruktur demi kenyamanan wisatawan, pembenahan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui sektor pendidikan juga menjadi prioritas utama.

Ia juga mengatakan bahwa, sebagai salah satu destinasi wisata utama yang perkembangannya sangat pesat, Canggu menghadapi tantangan besar terkait kemacetan dan pelanggaran tata ruang. Menanggapi keluhan dari tokoh masyarakat dan pelaku usaha, Pemerintah Kabupaten Badung tengah menyiapkan langkah strategis berskala besar. “Canggu adalah daerah tujuan wisata yang berkembang luar biasa. Namun, kita harus tegas terhadap pelanggaran tata ruang, seperti bangunan yang melanggar sempadan jalan atau sungai. Jika dibiarkan, wisatawan tidak akan merasa nyaman lagi, dan hal itu akan menurunkan kunjungan yang berdampak langsung pada pendapatan daerah,” tegasnya.

Baca Juga  Pangdam IX/Udayana Mayjen Benny Susianto Berpamitan, Gubernur Koster Harap Sumbangan Pemikiran Kemajuan Bali

Untuk mengurai kemacetan, Pemkab Badung berencana memberlakukan sistem arus lalu lintas satu arah (one-way system) dari arah timur ke barat di kawasan Canggu. Tak tanggung-tanggung, anggaran hingga ratusan miliar telah disiapkan untuk perbaikan jalan. Bahkan, Pemkab Badung telah berdiskusi dengan konsultan internasional guna mematangkan rencana jangka panjang pembangunan jalur bawah tanah (underground) yang menghubungkan titik-titik krusial menuju jalur utama seperti Gatot Subroto.

Keberhasilan penataan pariwisata ini terbukti mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Badung secara signifikan. Tercatat hingga 31 Juli 2026, realisasi uang masuk ke kas daerah telah mencapai Rp 4,1 triliun. Pemerintah Kabupaten Badung memastikan bahwa tingginya PAD ini langsung dikembalikan kepada masyarakat melalui berbagai program sosial yang inklusif dan pro-rakyat.

“Beberapa program santunan yang berjalan otomatis antara lain santunan kematian sebesar Rp 10 juta, santunan hari raya Galungan sebesar Rp 2 juta, serta santunan bulanan sebesar Rp 1 juta bagi penyandang disabilitas. Di sektor pendidikan, Pemkab Badung meluncurkan kebijakan baru untuk menghapus kesenjangan akses pendidikan antara warga kaya dan miskin,” ucap Adi Arnawa.

Bupati juga mengungkapkan, mulai tahun ini, seluruh siswa krama Badung yang menempuh pendidikan di tingkat SD, SMP, hingga SMA/sederajat dibebaskan dari biaya sekolah (gratis). Kebijakan ini berlaku merata baik di sekolah negeri maupun swasta, di luar sekolah internasional. Ke depan, Pemkab Badung juga tengah merancang program bantuan beasiswa kuliah jenjang S1 bagi generasi muda Badung.

“Kami tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga membangun ekosistemnya. Kesejahteraan krama dan masa depan pendidikan anak-anak kita di Badung harus berjalan beriringan dengan kemajuan pariwisatanya,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca