Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Bunda PAUD Denpasar Ny. Sagung Antari Komitmen Sukseskan Program Wajib Belajar 13 Tahun

Jamin Akses Pendidikan Berkualitas bagi Anak Usia Dini Lewat 1 Tahun Pra Sekolah

Loading

BALIILU Tayang

:

bunda paud denpasar
PENGUATAN BUNDA PAUD: Bunda PAUD Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara didampingi Ketua Pokja Bunda PAUD, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa saat membuka secara resmi kegiatan Penguatan Peran Bunda PAUD dalam Program Wajib Belajar 13 Tahun di Kota Denpasar yang dipusatkan di Kantor Camat Denpasar Selatan, pada Selasa (19/5). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Bunda PAUD Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara didampingi Ketua Pokja Bunda PAUD, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa membuka secara resmi kegiatan Penguatan Peran Bunda PAUD dalam Program Wajib Belajar 13 Tahun di Kota Denpasar yang dipusatkan di Kantor Camat Denpasar Selatan, pada Selasa (19/5). Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai upaya menjamin akses pendidikan berkualitas bagi anak usia dini lewat Program 1 Tahun Pra Sekolah.

Hadir dalam kesempatan tersebut Sekretaris Camat Denpasar Selatan, Komang Pendawati, Bunda PAUD Kecamatan Denpasar Selatan, Ny. Ida Ayu Alit Maharatni Purwanasara, Widyaprada BPMP Provinsi Bali, Arma Fetria serta Bunda PAUD Desa/Lurah se-Kecamatan Denpasar Selatan.

Widyaprada BPMP Provinsi Bali, Arma Fetria dalam laporannya menjelaskan bahwa kegiatan hari ini dilaksanakan dalam rangka percepatan implementasi Perpres No. 12 Tahun 2025 tentang RPJM Tahun 2025-2029. Dimana, dalam upaya pencapaian sasaran prioritas nasional, salah satunya terkait Implementasi Wajib Belajar 13 Tahun yang terdiri dari 1 Tahun Prasekolah dan 12 Tahun Pendidikan Dasar dan Menengah.

Lebih lanjut dijelaskan, pelaksanaan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas Bunda PAUD Desa dalam mendukung optimalisasi pelaksanaan program wajib belajar 1 Tahun prasekolah secara efektif, inklusif dan berkelanjutan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wahana penguatan strategi dalam peningkatan akses wajib belajar 1 tahun prasekolah secara terintegrasi melalui perluasan layanan, peningkatan kesadaran masyarakat, serta dukungan kebijakan yang inklusif dan berkelanjutan.

“Kegiatan ini merupakan salah satu peran BPMP Bali dalam mendukung program Kemendikdasmen dalam mewujutkan program strategi implementasi Wajib Belajar 1 Tahun prasekolah kegiatan dilaksanakan di seluruh kabupaten/kota se-Bali yang dilaksanakan di kantor kecamatan,” ujarnya.

Baca Juga  Pemkot Denpasar Gelar Bimtek untuk Kuatkan Kapasitas Bunda PAUD Kecamatan dan Desa/Kelurahan

Bunda PAUD Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara menegaskan bahwa implementasi Wajib Belajar 13 Tahun, khususnya kewajiban mengikuti satu tahun pendidikan prasekolah, merupakan langkah strategis untuk memastikan seluruh anak memperoleh kesempatan yang sama sebelum memasuki jenjang pendidikan dasar. Menurutnya, kebijakan tersebut bukan hanya sebatas pemenuhan administrasi pendidikan, melainkan bagian dari komitmen negara dalam menjamin hak anak untuk mendapatkan layanan pendidikan usia dini yang berkualitas.

“PAUD adalah fondasi penting dalam membentuk karakter, kemampuan literasi dasar, serta kesiapan belajar anak. Karena itu, seluruh anak harus mendapatkan akses yang setara terhadap layanan prasekolah yang bermutu,” ujarnya saat membuka kegiatan Penguatan Peran Bunda PAUD dalam Program Wajib Belajar 13 Tahun di Denpasar Selatan.

Dalam kesempatan tersebut, Ny. Sagung Antari Jaya Negara juga menekankan pentingnya periode emas perkembangan anak usia dini yang menentukan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Ia menyampaikan bahwa 90 persen perkembangan sel saraf anak terjadi sebelum usia enam tahun sehingga stimulasi yang tepat melalui pendidikan prasekolah menjadi sangat menentukan.

“Pendidikan prasekolah berkualitas tidak hanya mendukung kesiapan anak masuk SD, tetapi juga berperan dalam mencegah stunting, mengatasi gangguan perkembangan, dan memperkuat kapasitas kognitif maupun psikososial anak,” katanya.

Lebih lanjut, Bunda PAUD Kota Denpasar menegaskan bahwa keberhasilan program Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah memerlukan keterlibatan aktif Bunda PAUD di tingkat desa dan kelurahan sebagai penggerak utama di masyarakat. Ia meminta seluruh Bunda PAUD untuk melakukan pemetaan anak usia prasekolah agar tidak ada anak yang tertinggal dari layanan pendidikan. Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya strategi komunikasi kepada orang tua agar memahami bahwa pendidikan prasekolah bukan sekadar pembelajaran calistung, melainkan penguatan karakter, kemandirian, dan kemampuan sosial anak secara menyenangkan.

Baca Juga  Lomba Mewarnai Piala Bunda PAUD Kabupaten Badung

“Bunda PAUD harus hadir sebagai agen edukasi yang mampu meyakinkan masyarakat bahwa prasekolah adalah hak anak sekaligus investasi masa depan bangsa,” tegasnya.

Ny. Sagung Antari Jaya Negara mendorong seluruh Pokja Bunda PAUD agar menuangkan program Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah ke dalam rencana kerja nyata di masing-masing wilayah. Ia menekankan tiga langkah utama yang harus diperkuat, yakni advokasi anggaran dan fasilitas PAUD, sosialisasi masif kepada masyarakat, serta monitoring kualitas layanan pendidikan bagi anak usia 5–6 tahun.

“Saya berharap melalui penguatan ini, Bunda PAUD di Denpasar Selatan mampu membawa pulang rencana aksi yang konkret sehingga Denpasar dapat menjadi contoh sukses implementasi Wajib Belajar 13 Tahun di tingkat kota,” pungkasnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Pamit Kenal Kepala Lapas Kelas IIB Tabanan, Sinergi dan Pembinaan Warga Binaan Terus Diperkuat

Published

on

By

Wabup Tabanan I Made Dirga hadiri acara Pamit Kenal Kepala Lapas Kelas IIB Tabanan di Aula Candra Prabawa
PAMIT KENAL: Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga mewakili Bupati Tabanan menghadiri acara Pamit Kenal Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tabanan, bertempat di Aula Candra Prabawa Lapas Kelas IIB Tabanan, Jumat (21/8). (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga mewakili Bupati Tabanan menghadiri acara Pamit Kenal Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tabanan, bertempat di Aula Candra Prabawa Lapas Kelas IIB Tabanan, Jumat (21/8). Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Bali, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Tabanan, Ketua Pengadilan Agama, serta undangan terkait lainnya. Dalam acara tersebut, Basuki Raharjo diperkenalkan sebagai Kepala Lapas Kelas IIB Tabanan yang baru, menggantikan pejabat sebelumnya, Prawira Hadiwidjojo.

Dalam sambutan Bupati Tabanan yang dibacakan oleh Wabup Dirga, atas nama Pemerintah Kabupaten Tabanan dan secara pribadi, Bupati menyampaikan terima kasih dan penghormatan setinggi-tingginya kepada Prawira Hadiwidjojo atas dedikasi, pengabdian dan kerja sama yang telah diberikan selama menjalankan tugas di Kabupaten Tabanan.

“Kami menyadari tugas di lembaga pemasyarakatan bukanlah tugas yang ringan, membutuhkan integritas, kesabaran serta komitmen yang kuat untuk memastikan proses pembinaan warga binaan dapat berjalan dengan aman dan tertib,” ujarnya.

Kepada Basuki Raharjo, atas nama Pemerintah Kabupaten Tabanan, Bupati menyampaikan selamat datang dan selamat bertugas di Kabupaten Tabanan. “Kami menyambut baik kehadiran Bapak sebagai bagian dari Pemerintah Daerah Kabupaten Tabanan. Melalui kesempatan yang baik ini kami berharap koordinasi dan sinergi yang selama ini telah terbangun antar-Pemerintah Daerah dengan Lembaga Pemasyarakatan terus berlanjut, bahkan dapat terus ditingkatkan ke depannya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Bupati menegaskan pentingnya sinergi, kebersamaan, dan kesinambungan kepemimpinan dalam mewujudkan Lembaga Pemasyarakatan Kabupaten Tabanan yang profesional, berintegritas, humanis, serta berorientasi pada pelayanan dan pembinaan yang semakin baik.

“Pemerintah Kabupaten Tabanan tentunya siap mendukung berbagai program positif yang dapat memberikan manfaat bagi warga binaan, baik pengembangan keterampilan, pembinaan kepribadian, serta kegiatan produktif lainnya yang dapat dijadikan bekal ketika mereka kembali ke masyarakat,” pungkasnya.

Baca Juga  Ny. Antari Jaya Negara Ikuti PPBN bersama Ratusan Siswa TK Se-Kota Denpasar

Pihaknya berharap sinergi antara Pemerintah Daerah, aparat penegak hukum, Lembaga Pemasyarakatan, serta seluruh elemen masyarakat dapat terus dijaga dan diperkuat. Dengan dedikasi, koordinasi yang baik, serta semangat nyata untuk masyarakat, berbagai tantangan dalam pelaksanaan tugas pemasyarakatan diharapkan dapat dihadapi bersama demi terwujudnya pembinaan yang semakin baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Tak Sekadar Beri Bantuan, Ketua BKOW Bali Berikan Perhatian untuk Warga Seraya Timur

Published

on

By

Ketua BKOW Bali Seniasih Giri Prasta menyisir rambut warga penyandang gangguan mental di Desa Seraya Timur, Karangasem
SISIR RAMBUT: Ketua BKOW Provinsi Bali Ny. Seniasih Giri Prasta, menyisir rambut warga yang mengalami gangguan mental saat mengunjungi warga kurang mampu di Desa Seraya Timur, Kabupaten Karangasem, Jumat (21/8). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Karangasem, baliilu.com – Kunjungan Ketua Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Bali, Ny. Seniasih Giri Prasta, ke warga kurang mampu di Desa Seraya Timur, Kabupaten Karangasem, Jumat (21/8), tidak sekadar menyerahkan bantuan sosial. Dalam kunjungan tersebut, Ny. Seniasih menemukan kondisi keluarga yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, termasuk dua anggota keluarga yang mengalami gangguan mental.

Didampingi Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Karangasem, Ny. Anggreni Pandu Lagosa, beserta jajaran, Ny. Seniasih menyerahkan bantuan berupa sembako dan perlengkapan memasak kepada 20 kepala keluarga. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Ke-65 BKOW.

Bantuan dipusatkan di kediaman Ni Wayan Trantim (78), yang dihuni tiga kepala keluarga dengan total 12 orang. Dalam kunjungan tersebut, Ny. Seniasih melihat secara langsung kondisi kehidupan keluarga yang tinggal dalam keterbatasan dan membutuhkan perhatian lebih dari berbagai pihak.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah kondisi keluarga Ni Wayan Sariani, yang memiliki seorang anak berusia 13 bulan dengan kondisi stunting. Kondisi tumbuh kembang anak tersebut akan menjadi perhatian untuk mendapatkan pendampingan dan penanganan dari pihak terkait.

Selain itu, di rumah tersebut juga terdapat anggota keluarga yang mengalami gangguan mental dan membutuhkan pendampingan. Kondisi ini mendorong Ny. Seniasih untuk segera berkoordinasi dengan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Bali agar penanganan dapat dilakukan secara lebih komprehensif.

“Kita jangan pernah menutup mata terhadap lingkungan terdekat kita, apalagi menyangkut kehidupan, kesehatan, dan kemampuan mereka untuk bertahan hidup. Mari kita lebih peka terhadap warga yang membutuhkan kehadiran dan uluran tangan kita,” ujar Ny. Seniasih.

Baca Juga  Rakorda Staf Ahli Se-Bali Bahas Pendirian PAUD-TK Hindu

Ia mengatakan, persoalan sosial di tengah masyarakat tidak dapat diselesaikan hanya melalui bantuan sesaat. Karena itu, diperlukan kepedulian bersama dan tindak lanjut yang berkelanjutan agar masyarakat yang membutuhkan benar-benar mendapatkan pendampingan.

Terkait dua anggota keluarga yang mengalami gangguan mental, Ny. Seniasih mendorong agar dilakukan asesmen dan pendampingan oleh tenaga yang kompeten. Salah satu upaya yang akan dikoordinasikan adalah terapi untuk membantu meningkatkan kemampuan komunikasi dan interaksi mereka.

“Sebelum kondisinya semakin berat, mari kita berikan pendampingan dan terapi yang tepat. Setelah itu, kita juga perlu mendorong mereka untuk beraktivitas dan berinteraksi dengan lingkungan. Jangan sampai mereka merasa sendiri dan semakin menarik diri,” katanya.

Selain penanganan kesehatan dan sosial, Ny. Seniasih juga akan mengupayakan dukungan untuk perbaikan kondisi tempat tinggal keluarga tersebut. Salah satunya melalui penjajakan bantuan dari pihak swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), sehingga keluarga tidak lagi harus tinggal dalam kondisi yang berhimpitan.

“Untuk persoalan seperti ini, kita tidak bisa bekerja sendiri. Mari bergotong-royong hadir untuk masyarakat yang benar-benar membutuhkan perhatian dan kepedulian kita. Dengan bersama-sama, pekerjaan yang berat akan menjadi lebih mudah dan ringan untuk dikerjakan,” tegas Ny. Seniasih.

Ia juga mengajak seluruh anggota BKOW Provinsi Bali dan GOW Kota/Kabupaten se-Bali untuk meningkatkan kepedulian terhadap kondisi masyarakat di lingkungan masing-masing. Menurutnya, kepedulian terhadap warga kurang mampu harus dimulai dari lingkungan terdekat.

“Jangan sampai ada warga di sekitar kita yang mengalami kesulitan, tetapi tidak terlihat karena kita kurang peka. Kepedulian harus dimulai dari lingkungan terdekat dan dilakukan secara bersama-sama,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Gubernur Koster Serahkan Bantuan Rp 1 M untuk Korban Gempa NTT

Published

on

By

Gubernur Koster serahkan bantuan Rp 1 miliar untuk korban gempa NTT kepada Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena
SERAHKAN BANTUAN: Gubernur Bali Wayan Koster saat menyerahkan bantuan senilai Rp 1 miliar untuk membantu masyarakat terdampak gempa di NTT yang secara simbolis diterima Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena di Posko Pusdalops BPBD Kabupaten Manggarai Barat, Kamis (20/8/2026). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Manggarai Barat, NTT, baliilu.com – Kepedulian Pemerintah Provinsi Bali (Pemprov Bali) terhadap korban bencana gempa di Flores Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali ditunjukkan Gubernur Bali Wayan Koster. Gubernur Koster turun langsung menyerahkan bantuan senilai Rp 1 miliar untuk membantu masyarakat terdampak gempa di NTT. Bantuan diserahkan secara simbolis kepada Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena di Posko Pusdalops BPBD Kabupaten Manggarai Barat, Kamis (20/8/2026).

Penyerahan disaksikan langsung Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal, Pangdam IX Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto dan Bupati Manggarai Barat.

Gubernur Bali dua periode ini bertolak ke Labuan Bajo Manggarai Barat bersama Gubernur NTB  Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Pangdam IX Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto.

Solidaritas Sunda Kecil untuk Korban Gempa Flores ditunjukkan Gubernur Koster, Gubernur NTB dan Pangdam IX. Pemerintah Provinsi Bali dan NTB bersinergi dengan Kodam IX/Udayana mengirimkan tim medis, logistik, serta melakukan asesmen kebutuhan warga di lokasi terdampak.

Kehadiran para pemimpin daerah yang memiliki ikatan historis Sunda Kecil ini diterima Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena. Mereka berkoordinasi dan bertindak cepat guna mempercepat pemulihan psikologis, akses dan infrastruktur warga terdampak. Bantuan dari Pemerintah Provinsi Bali itu diharapkan segera disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama warga yang terdampak langsung bencana.

Sebelumnya, Gubernur Koster merespons cepat mengirim bantuan tenaga medis, logistik bahan pokok, dan petugas BPBD Bali setelah mendengar gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores NTT pada 15 Agustus 2026 lalu, dengan pusat gempa dilaporkan berada sekitar 30 kilometer timur laut Manggarai Barat.

Merespons bencana tersebut, Gubernur Wayan Koster langsung menginstruksikan Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali Gde Agung Teja untuk turun ke lapangan dan membantu penanganan korban. Instruksi tersebut langsung ditindaklanjuti jajarannya.

Baca Juga  Ny. Antari Jaya Negara Hadiri Monev PAUD Holistik Integratif

Pada 18 Agustus 2026, Gubernur Koster mengutus Kepala BPBD Bali Agung Teja bersama jajaran bergerak menuju lokasi bencana dan menyerahkan bantuan logistik pada BPBD Kabupaten Ende untuk mendukung kebutuhan masyarakat terdampak.

Agung Teja bersama jajaran langsung membawa bantuan Logistik senilai Rp 150 juta. Bantuan telah disalurkan meliputi, detergen: 600 buah, sabun batang: 3.600 buah, shampoo: 12.600 saset,

pasta gigi: 3.655 buah, pembalut: 4.800 buah, mie instan: 6.000 buah, sikat gigi: 1.872 buah, tikar: 154 buah, air mineral: 100 dus, terpal: 100 buah, beras Bulog: 2.000 kilogram, beras Sakuran: 2.000 kilogram.

Langkah cepat Pemerintah Provinsi Bali menunjukkan wujud nyata solidaritas antardaerah di tengah musibah. Dari Bali untuk NTT, kepedulian bergerak bersama membantu, menguatkan, dan memulihkan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca