Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Bupati Sutjidra Pastikan Penuntasan Jalan Bukti-Tunjung, Progres Pengerjaan Lampaui Target

BALIILU Tayang

:

Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra meninjau progres pengerjaan proyek peningkatan ruas Jalan Bukti-Tunjung, Selasa (1/9).
TINJAU PROYEK: Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra saat meninjau langsung progres pengerjaan proyek peningkatan ruas jalan yang secara resmi bernama Jalan SP3 Jn. Bukti (Jalan Merak – Tunjung Br. Desa Tonggak), Selasa (1/9). (Foto: Hms Buleleng)  

Buleleng, baliilu.com – Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra memastikan penuntasan Jalan Bukti-Tunjung terus berlanjut sesuai rencana. Ia menyampaikan optimisme tersebut saat meninjau langsung progres pengerjaan proyek peningkatan ruas jalan yang secara resmi bernama Jalan SP3 Jn. Bukti (Jalan Merak – Tunjung Br. Desa Tonggak), Selasa (1/9).

Dalam peninjauan tersebut, Bupati Sutjidra melihat perkembangan pekerjaan pada seksi satu ruas jalan yang menghubungkan wilayah Desa Bukti menuju Desa Tunjung. Pekerjaan utama berupa penghamparan aspal hotmix telah selesai, sementara saat ini pengerjaan memasuki tahap penyelesaian bahu jalan.

“Sekarang tinggal memasang bahu jalan, hamparan hotmix-nya sudah selesai. Nanti dilanjutkan untuk section dua,” ujar Sutjidra.

Menurut Sutjidra, kualitas pengerjaan jalan tersebut cukup baik, terutama dari sisi ketebalan aspal yang digunakan. Ia menyebut hasil pengerjaan saat ini lebih baik dibandingkan ruas yang sebelumnya telah dikerjakan di wilayah Desa Tunjung.

“Ini aspalnya cukup bagus, tebal. Lebih tebal dari yang di Tunjung pertama. Yang pertama mungkin sudah dicoba, ini hasil pengembangannya,” katanya.

Sutjidra menjelaskan, pekerjaan lanjutan Jalan Bukti-Tunjung pada tahun 2026 memiliki panjang sekitar 3 kilometer dengan nilai anggaran mencapai Rp 6,3 miliar. Pekerjaan tersebut tidak hanya menyasar badan jalan, tetapi juga mencakup pembangunan bahu jalan untuk memperkuat konstruksi dan menjaga ketahanan ruas jalan.

“Untuk proyeknya, selain badan jalan, ada bahu jalan dengan ukuran 1 meter dan setengah meter,” jelasnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Buleleng telah menyelesaikan tahap pertama peningkatan Ruas Jalan SP3 Jn. Bukti (Jalan Merak – Tunjung Br. Desa Tonggak) sepanjang sekitar 3,1 kilometer pada 2025 yang berlokasi di Desa Tunjung. Pembangunan bertahap ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menuntaskan akses jalan yang selama bertahun-tahun menjadi kebutuhan masyarakat.

Baca Juga  Selain Jalan, Irigasi dan Rumah Layak Huni Jadi Target Puprperkim Buleleng 2027

Terkait target penyelesaian pekerjaan lanjutan tahun 2026, Sutjidra menyebut proyek tersebut direncanakan rampung pada Oktober. Melihat progres pekerjaan di lapangan, ia optimistis pengerjaan dapat selesai sesuai jadwal bahkan lebih cepat.

“Targetnya 29 Oktober sudah harus selesai. Tapi melihat progresnya sekarang, harusnya sudah selesai. Kita optimistis ini selesai. Deviasinya sudah lebih dari 8 persen dari target,” ungkap Sutjidra.

Dengan proses penyelesaian proyek ini, Pemkab Buleleng berharap Jalan Bukti-Tunjung segera tuntas dan mampu meningkatkan konektivitas masyarakat. Terutama untuk mendukung aktivitas ekonomi, pertanian, pendidikan, serta mobilitas warga di wilayah Kecamatan Kubutambahan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Bupati Sanjaya Buka Pangkung Karung Kite Festival III, Dorong Tabanan Jadi Titik Kumpul Komunitas

Published

on

By

Bupati Sanjaya Buka Pangkung Karung Kite Festival III
BUKA PKKF 2026: Tabanan I Komang Gede Sanjaya saat membuka Pangkung Karung Kite Festival III Tahun 2026 di Area Subak Serongga, Desa Pangkung Karung, Kecamatan Kerambitan, Minggu (13/9). (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Komitmen Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam mendukung pelestarian adat, budaya, dan kreativitas masyarakat kembali diwujudkan melalui kehadiran Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya sekaligus membuka Pangkung Karung Kite Festival III Tahun 2026 di Area Subak Serongga, Desa Pangkung Karung, Kecamatan Kerambitan, Minggu (13/9). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya melestarikan permainan tradisional sekaligus mendorong aktivitas positif yang mampu menggerakkan masyarakat dan perekonomian lokal.

Pembukaan festival turut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Tabanan beserta anggota, Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan, para kepala perangkat daerah terkait di lingkungan Pemkab Tabanan, Camat Kerambitan bersama unsur Forkopimcam, Perbekel Desa Pangkung Karung, Ketua Pelangi Tabanan, serta para peserta festival. Sejak pagi, Area Subak Serongga telah dipadati antusiasme masyarakat dan peserta yang datang untuk mengikuti maupun menyaksikan festival layang-layang yang telah memasuki penyelenggaraan tahun ketiga.

Tahun ini, sebanyak 920 peserta dari Kabupaten Tabanan, Badung, Gianyar, Jembrana, dan Kota Denpasar turut ambil bagian dalam perlombaan. Kehadiran ratusan peserta dari berbagai daerah tersebut menunjukkan besarnya antusiasme masyarakat Bali terhadap permainan tradisional layang-layang, sekaligus memperlihatkan bahwa kegiatan budaya di tingkat desa mampu menjadi ruang berkumpul bagi berbagai komunitas.

Bupati Sanjaya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada panitia, tokoh masyarakat, serta para pemekas di Desa Dinas dan Desa Adat Pangkung Karung yang telah konsisten menyelenggarakan kegiatan tersebut. Menurutnya, jumlah peserta yang hampir mencapai seribu orang menjadi bukti bahwa festival ini memiliki daya tarik yang kuat dan mampu menghadirkan masyarakat dari berbagai kabupaten/kota ke Tabanan.

“Saya memberikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada panitia, para tokoh masyarakat, serta seluruh pihak yang telah menggagas dan menyelenggarakan Pangkung Karung Kite Festival ini. Kehadiran peserta dari berbagai kabupaten dan kota menunjukkan bahwa kegiatan ini memiliki daya tarik yang luar biasa. Ribuan masyarakat datang ke Desa Pangkung Karung, dan tentu ini menjadi kebanggaan bagi kita sebagai masyarakat Tabanan,” ujar Bupati Sanjaya.

Baca Juga  Musrenbang Buleleng Bangun Sinergi untuk RPJPD 2025-2045 dan RKPD Tahun 2025

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tabanan terus membuka ruang bagi berbagai komunitas untuk menjadikan Tabanan sebagai tempat berkumpul dan melaksanakan kegiatan positif. Menurutnya, hal tersebut sejalan dengan karakter masyarakat Tabanan yang terbuka dan ramah terhadap masyarakat dari berbagai daerah.

“Kami ingin Tabanan menjadi salah satu titik berkumpul bagi berbagai komunitas, baik komunitas layang-layang, mancing, otomotif, maupun komunitas lainnya. Silakan datang dan berkegiatan di Tabanan. Pemerintah bersama masyarakat Tabanan tentu sangat terbuka dan menyambut kehadiran masyarakat dari berbagai daerah. Inilah bagian dari keramahan dan semangat kebersamaan yang kita miliki,” ungkapnya.

Menurut Bupati Sanjaya, kegiatan yang mampu menghadirkan masyarakat dari berbagai daerah tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat, khususnya pelaku UMKM di sekitar lokasi kegiatan. Lebih dari itu, festival layang-layang menjadi ruang untuk mempertahankan hobi, budaya, kearifan lokal, serta nilai gotong royong yang diwariskan secara turun-temurun.

“Kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga mampu menghidupkan perekonomian masyarakat, terutama UMKM di sekitar lokasi. Membuat sebuah layang-layang hingga dapat diterbangkan tinggi membutuhkan proses yang panjang, kreativitas, kerja sama, dan gotong royong. Nilai-nilai inilah yang harus terus kita jaga,” jelasnya.

Bupati Sanjaya berharap Pangkung Karung Kite Festival dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan setiap tahun dan berkembang menjadi event yang mampu menarik lebih banyak pecinta layang-layang, bahkan hingga tingkat dunia. Ia juga mengapresiasi pemanfaatan hamparan persawahan sebagai lokasi kegiatan yang sekaligus menjadi kebanggaan masyarakat.

Sementara itu, Ketua Panitia Pangkung Karung Kite Festival III, I Wayan Arjawa, menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan dukungan Pemerintah Kabupaten Tabanan, khususnya Bupati Sanjaya, terhadap pelestarian permainan tradisional layang-layang. Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut digelar sebagai wadah pelestarian permainan tradisional, mempererat tali silaturahmi antarwarga, serta menumbuhkan kreativitas dan sportivitas generasi muda.

Baca Juga  Kembangkan Potensi Pangan di Setiap Polsek, Pj. Lihadnyana Apresiasi Polres Buleleng dalam Pengendalian Inflasi

Dalam festival ini, terdapat 17 kategori layangan yang dilombakan dengan penilaian secara objektif oleh dewan juri. Sebagai bentuk apresiasi, panitia juga menyiapkan dua piala bergilir Desa Pangkung Karung, piagam penghargaan bagi para juara, satu piala bagi pengirim peserta terbanyak, serta enam piala untuk masing-masing kategori dan penghargaan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

HUT Ke-47 STT Widya Dharma Banjar Sayan, Bupati Adi Arnawa Tekankan Pendidikan dan SDM Unggul

Published

on

By

Bupati Adi Arnawa Hadiri HUT Ke-47 STT Widya Dharma
HADIRI HUT STT: Bupati Adi Arnawa saat menghadiri puncak HUT Ke-47 STT. Widya Dharma, Banjar Sayan Baleran, di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Sayan, Desa Werdi Bhuwana, Mengwi, Sabtu (12/9). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menegaskan pembangunan daerah tidak boleh hanya bertumpu pada pertumbuhan ekonomi dan fisik. Kemajuan harus beriringan dengan penguatan sumber daya manusia (SDM) serta pelestarian adat dan budaya Bali.

Hal itu disampaikan Bupati Adi Arnawa saat menghadiri puncak HUT Ke-47 Sekaa Teruna Teruni (STT) Widya Dharma, Banjar Sayan Baleran, di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Sayan, Desa Werdi Bhuwana, Mengwi, Sabtu (12/9). Acara dihadiri Camat Mengwi I Nyoman Suhartana, Perbekel Werdi Bhuwana I Ketut Sadia Wijaya, Bendesa Adat I Made Bangur, serta tokoh masyarakat setempat.

Di hadapan generasi muda, Bupati menempatkan pendidikan sebagai investasi strategis agar masyarakat Badung mampu menjadi pelaku utama pembangunan di tengah berkembangnya pariwisata. “Buat apa infrastruktur kita hebat, tetapi kita tidak menjadi tuan rumah di negeri kita sendiri. Untuk mewujudkannya, satu-satunya jalan adalah menyiapkan SDM unggul,” tegas Adi Arnawa.

Guna mendukung hal itu, Pemerintah Kabupaten Badung memperkuat akses pendidikan lewat sekolah gratis jenjang SD hingga SMA/SMK, termasuk swasta. Langkah konkret ini diperluas dengan penyediaan beasiswa S1 hingga wisuda bagi kelompok prioritas.

“Mulai tahun 2026 ini, kami memberikan bantuan beasiswa S1 gratis selama 4 tahun sampai wisuda bagi anak petani, warga kurang mampu, hingga anak ketiga dan keempat,” ujarnya.

Kebijakan ini memiliki dimensi sosial dan kultural. Melalui organisasi Sekaa Teruna, ia mengingatkan pemuda agar tidak sekadar mengejar orientasi ekonomi, melainkan memanfaatkannya sebagai ruang belajar kepemimpinan dan pengabdian.

“Mumpung masih ada kesempatan, belajar! Jangan cepat-cepat berpikir hanya mencari uang. Berorganisasi di Sekaa Teruna adalah tempat belajar mempersiapkan diri menjadi generasi penerus adat dan budaya Bali,” ucap Bupati.

Baca Juga  Satpol PP Buleleng Sidak dan Mediasi Pengurugan di Kawasan Pantai Penimbangan

Lebih lanjut, Adi Arnawa memaparkan bahwa pariwisata Badung tidak terpisahkan dari budaya Bali. Penguatan generasi muda krusial untuk menjaga keberlanjutan tersebut di tengah tantangan daerah saat ini.

“Seperti diketahui, saya saat ini sedang fokus ke infrastruktur untuk memperkuat konektivitas sekaligus menjawab persoalan kemacetan yang berpotensi mempengaruhi daya saing pariwisata. Kita semua tahu bahwa Kabupaten Badung ini hidup dari sektor pariwisata, dan tantangan di depan mata adalah isu kemacetan tersebut,” jelasnya.

Selain fisik, Pemkab Badung memperkuat program sosial yang humanis, mulai dari perhatian terhadap penyandang disabilitas, lansia, hingga penguatan desa adat. “Pembangunan tidak hanya berbicara tentang jalan dan infrastruktur, tetapi bagaimana pemerintah hadir memberikan manfaat dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua STT Widya Dharma I Made Untung Wistika mengapresiasi dukungan dari pemerintah. Ia berharap organisasi pemuda ini bisa terus menjadi wadah kreativitas, inovasi, dan pengabdian generasi muda. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bupati Adi Arnawa Serahkan Hibah Karya Pitra Yadnya Massal di Banjar Adat Tiyingan

Published

on

By

Bupati Adi Arnawa Hadiri Upacara Pitra Yadnya Tiyingan
HADIRI UPACARA: Bupati Wayan Adi Arnawa saat menghadiri Upacara Pitra Yadnya dan Atiwa-tiwa massal tahun 2026 di Balai Banjar Adat Tiyingan, Petang, Minggu (13/9). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Krama Banjar Adat Tiyingan, Desa Pelaga, Kecamatan Petang menggelar rangkaian Upacara Pitra Yadnya dan Atiwa-tiwa massal tahun 2026 yang dipusatkan di Balai Banjar Adat Tiyingan. Kegiatan pengabenan dan penyucian atma secara kolektif ini dihadiri langsung oleh Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa pada Minggu (13/9/2026).

Sebagai bentuk nyata dukungan pemerintah, Bupati Adi Arnawa menyerahkan bantuan hibah secara simbolis sebesar Rp 400 juta yang diterima oleh Kelian Banjar Adat Tiyingan I Wayan Windra, disaksikan oleh seluruh krama dan undangan yang hadir.

Dalam sambutannya, Bupati Adi Arnawa menegaskan komitmen Pemkab Badung untuk selalu hadir meringankan beban ekonomi masyarakat dalam melaksanakan upacara adat. Terlebih, ritual keagamaan seperti ini merupakan pilar penting dalam pelestarian adat dan budaya di Bali.

“Upacara ini merupakan wujud bakti kita kepada leluhur kita yang telah mendahului kita. Semoga melalui pelaksanaan upacara penyucian atma ini, leluhur kita mendapat tempat yang terbaik disisi Ida Hyang Widhi Wasa. Selain itu juga, mudah-mudahan kita bersama-sama mendapat kerahayuan dan keselamatan. Dan yang paling terpenting krama tetap menjaga persatuan,” ujarnya.

Sementara itu, Kelian Banjar Adat Tiyingan I Wayan Windra melaporkan bahwa seluruh rangkaian acara didasarkan atas hasil paruman prajuru dan tokoh masyarakat. Ia menjelaskan adanya karakteristik unik berdasarkan awig-awig setempat, di mana krama yang meninggal dunia harus dikubur terlebih dahulu dan tidak boleh langsung dibakar di krematorium seperti fenomena umum di Badung saat ini.

Rangkaian upacara massal tahun ini meliputi Nyekah 38 Sawa, Metatah (potong gigi) 64 orang, Mepetik dan Tiga Bulanan 49 orang, serta Ngelungah 20. “Terima kasih saya ucapkan kepada Pemkab Badung dan Anggota DPRD Badung I Gusti Lanang Umbara serta masyarakat krama Banjar Adat Tiyingan, yang telah bergotong-royong menyukseskan pelaksanaan upacara ini,” ungkap Wayan Windra.

Baca Juga  Pamit! Lihadnyana Bawa Buleleng Jadi yang Pertama Penerbitan Pertek NIP CPPPK

Upacara keagamaan ini turut dihadiri oleh Anggota DPRD Badung I Gusti Lanang Umbara, perwakilan Dinas Kebudayaan Badung, Camat Petang Anak Agung Ngurah Darma Putra, Perbekel Desa Pelaga I Made Ordin, Bendesa Adat I Made Kanta Yasa, serta seluruh kelian dinas se-Desa Pelaga. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca