Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Bupati Badung Dampingi Gubernur Bali, Jajaki Obligasi Daerah ke Pemprov DKI Jakarta

BALIILU Tayang

:

Bupati Badung Adi Arnawa mendampingi Gubernur Bali Wayan Koster saat audiensi dengan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota DKI Jakarta.
AUDIENSI: Bupati Wayan Adi Arnawa mendampingi Gubernur Bali Wayan Koster saat audiensi dengan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (4/8). (Foto: Hms Badung)

Jakarta, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa mendampingi Gubernur Bali Wayan Koster melakukan audiensi dengan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (4/8). Pertemuan strategis ini membahas peluang kerja sama bidang pembiayaan pembangunan, infrastruktur, kebudayaan, dan pariwisata. Salah satu agenda utamanya adalah pemanfaatan skema obligasi daerah sebagai alternatif pembiayaan pembangunan berkelanjutan.

Bupati Wayan Adi Arnawa mengapresiasi Pemprov DKI Jakarta atas ruang diskusi tersebut. Menurutnya, skema ini sangat dibutuhkan Pemkab Badung demi menjaga keberlanjutan pariwisata.

“Karena itulah, maka kami sedang membuka diri akan menuju kepada obligasi daerah. Karena kalau saya lihat dengan Rasio Cakupan Layanan Utang (DSCR) yang kami miliki, ini kelihatannya cukup memenuhi persyaratan untuk itu. Terutama untuk proses administrasi terkait dengan pelaksanaan obligasi daerah dan mudah-mudahan nanti dengan obligasi daerah itu, ditambah nanti kami didukung oleh pemerintah pusat secara regulasi, tentu kami akan melakukan percepatan pembangunan infrastruktur di Badung,” ucapnya.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan pemerintah daerah saat ini harus berpikir kreatif meningkatkan APBD dan tidak bisa lagi mengandalkan cara konvensional. “Harus ada yang disebut dengan out of the door. Sebagai contoh, Bupati Badung menyampaikan bahwa APBD Badung itu mungkin salah satu APBD tertinggi di republik ini sebesar Rp 13 triliun. Tetapi untuk mengembangkan persoalan utama di Badung sekarang ini harus ada yang disebut dengan creative financing dan kami berdiskusi tentang hal itu karena Badung pasti bisa seperti Jakarta untuk menerbitkan obligasi daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster menjelaskan bahwa audiensi ini merupakan tindak lanjut arahan Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavian untuk melakukan study tiru ke DKI Jakarta terkait creative financing.

“Pertama adalah obligasi daerah, koefisien lantai bangunan terkait dengan pemanfaatan ruang, dan yang ketiga adalah inovasi lain dalam sumber pembiayaan pembangunan infrastruktur dari luar APBD. Saya sudah mendapat beberapa gambaran tadi dari Bapak Gubernur DKI Jakarta penyelesaian masalah untuk diterapkan di Provinsi Bali,” katanya. (gs/bi)

Baca Juga  Terima Audiensi Koperasi Bina Usaha Kerthi Bali, Gubernur Koster Dorong Penguatan Produk Asli Bali

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

NEWS

5 Perusahaan Jepang Gelar Seleksi Mengemudi Calon Pekerja Migran Jembrana

Published

on

By

Calon Pekerja Migran Indonesia asal Jembrana mengikuti uji kecakapan mengemudi yang digelar lima perusahaan Jepang di Area Parkir GOR Kresna Jvara
UJI KECAKAPAN: Sebanyak lima perusahaan asal Jepang menggelar uji kecakapan mengemudi (driving test) bagi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) asal Jembrana melalui fasilitasi LPK Fuji Academy, Minggu (2/8/2026), bertempat di Area Parkir GOR Kresna Jvara. (Foto: Hms Jembrana)

Jembrana, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Jembrana terus berkomitmen memperluas akses lapangan kerja internasional bagi masyarakat. Bertempat di Area Parkir GOR Kresna Jvara, sebanyak lima perusahaan asal Jepang menggelar uji kecakapan mengemudi (driving test) bagi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) asal Jembrana melalui fasilitasi LPK Fuji Academy, Minggu (2/8/2026).

Kegiatan seleksi lapangan ini difokuskan bagi calon pekerja yang diproyeksikan mengisi kuota program pekerja berkeahlian khusus atau Tokutei Ginou (Specified Skilled Worker/SSW) di Jepang.

Wakil Direktur Fuji Academy, Yosrizal, menjelaskan bahwa tahapan yang dilaksanakan hari ini merupakan seleksi awal untuk menguji ketangkasan operasional dan kesiapan fisik calon pekerja sebelum memasuki tahap administrasi dan akademik lanjutan.

“Untuk kegiatan hari ini kita ada melakukan tes driving khusus program Tokutei Ginou yang dites langsung oleh lima perusahaan asal Jepang. Tahap awal ini difokuskan pada tes mengemudi dan tes matematika di GOR Kresna Jvara, sedangkan untuk tahapan wawancara mendalam dilakukan di Balai Latihan Kerja (BLK) Jembrana,” ujar Yosrizal di lokasi kegiatan.

Yosrizal menambahkan, total peserta yang mengikuti seleksi tahap awal ini terdiri dari dua kelompok. Sebanyak 11 orang merupakan peserta didik binaan kolaborasi antara Fuji Academy dengan Pemkab Jembrana yang saat ini aktif menempuh pelatihan di BLK Jembrana. Sementara 11 orang lainnya didatangkan dari luar yang turut dipromosikan untuk mengarungi proses seleksi serupa. Bagi peserta dari luar yang dinyatakan lolos, nantinya akan diarahkan untuk mengikuti pembelajaran intensif di Fuji Academy maupun BLK Jembrana.

Standar pendidikan yang diterapkan Fuji Academy dalam mempersiapkan para CPMI Tokutei Ginou memakan waktu total sekitar 6 bulan. Dalam rentang waktu tersebut, peserta diwajibkan menguasai sejumlah kompetensi. Seperti penguasaan Bahasa Jepang dasar setara level N5 (internal Fuji Academy). Sertifikasi resmi bahasa Jepang JFT-Basic N4 dan Sertifikasi Keahlian (SSW) sesuai dengan bidang keahlian kerja yang dilamar di Jepang.

Baca Juga  Gubernur Koster Kukuhkan Kepala Perwakilan BPKP Bali Tri Wibowo Aji, Siap Kolaborasi Majukan Bali

Setelah melewati tes mengemudi, matematika, dan wawancara, peserta yang dinyatakan lulus oleh pihak perusahaan akan menandatangani kontrak awal. Selanjutnya, mereka akan difasilitasi dalam verifikasi dokumen, pemantauan perkembangan bahasa, pengurusan Certificate of Eligibility (COE), hingga penerbitan visa kerja dari Pemerintah Jepang sebelum resmi diberangkatkan.

Sementara itu, Presiden Fuji Academy, Araki, menyampaikan apresiasi atas antusiasme dan potensi warga Jembrana. “Kami selalu terbuka bagi warga Jembrana, terutama para siswa yang belajar di BLK Jembrana. Saat ini tersedia banyak peluang kerja (job order) dari Jepang. Bagi masyarakat yang berminat bekerja di Jepang, silakan menghubungi kami,” ungkap Araki. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Langkah Pematangan, Ponda Wirawan Dukung Bupati Badung “Berguru” Obligasi Daerah di DKI Jakarta

Published

on

By

Ketua Komisi III DPRD Badung Ir. I Made Ponda Wirawan, ST.
Ketua Komisi III DPRD Badung Ir. I Made Ponda Wirawan, ST. (Foto: dok)

Badung, baliilu.com – Langkah Bupati Badung Wayan Adi Arnawa melakukan studi tiru terkait creative financing, salah satunya terkait peluang menerbitkan obligasi daerah mendapat acungan jempol dari Ketua Komisi III DPRD Badung Ir. I Made Ponda Wirawan, ST. Dia pun mendukung studi tiru ini digelar di DKI Jakarta yang memang sudah menjalankan creative financing ini.

Saat dihubungi Selasa malam (4/8/2026), politisi PDI Perjuangan dari Mambal tersebut mengungkapkan, segala sesuatunya harus disiapkan secara matang. “Langkah studi tiru ke DKI Jakarta terkait obligasi daerah ini juga dalam rangka pematangan,” ungkap Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Abiansemal tersebut.

Sebelumnya, Ponda Wirawan mengungkapkan, dibandingkan dengan pembiayaan dari lembaga keuangan bank maupun nonbank, penerbitan obligasi daerah sangat menguntungkan karena tidak membebani APBD. “Penerbitan obligasi daerah sangat menguntungkan karena tidak membebani APBD sehingga percepatan pembangunan infrastruktur pun bisa dilakukan,” tegasnya.

Menurutnya, instrumen pembiayaan kreatif yang mulai mendapatkan momentum adalah Obligasi Daerah, yaitu surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah daerah untuk membiayai kegiatan investasi sektor publik. “Penerbitan Obligasi Daerah sebagai alternatif untuk pembiayaan pembangunan infrastruktur daerah, di tengah penurunan atau pemangkasan Dana Transfer Daerah (TKD),” tegasnya lagi.

Dia mencontohkan, Pemerintah DKI Jakarta telah mengumumkan rencana penerbitan Obligasi Daerah senilai Rp 3,5 triliun. Terobosan ini sangat bisa diterapkan oleh Pemerintah Kabupaten Badung.

Diterangkannya, Obligasi Daerah adalah surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah daerah untuk menghimpun dana dari masyarakat/investor pasar modal, dengan kewajiban membayar bunga (kupon) secara berkala dan melunasi pokok utang pada saat jatuh tempo. Sebagai instrumen pembiayaan jangka panjang, Obligasi Daerah pada umumnya memiliki tenor menengah hingga panjang yang sesuai dengan siklus pembangunan infrastruktur. Menurutnya, penerbitan Obligasi Daerah lebih menguntungkan dibandingan dengan pinjaman daerah.

Baca Juga  Tutup Bulan Bung Karno VII 2025, Gubernur Koster: JAS MERAH dan Bung Karno Milik Bangsa Indonesia

Ditambahkannya, Obligasi Daerah merupakan instrumen pembiayaan pembangunan yang sah secara hukum dan strategis untuk mengurangi ketergantungan daerah terhadap dana transfer pusat, dengan landasan regulasi yang telah relatif komprehensif melalui Undang-undang No 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah, serta peraturan turunannya PP 1/2024, PMK 87/2024, POJK 10/2024.

Langkah pemda menerbitkan Obligasi Daerah juga mendapat dukungan dari Bursa Efek Indonesia (BEI) Bali. Saat ditanya peluang pemerintah daerah di Bali menerbitkan obligasi daerah dalam pembiayaan pembangunan, Ketua BEI Bali Gusti Agus Andiyasa menyatakan sangat berpeluang. “Salah satu syaratnya tentu saja harus ada kesepakatan antara pimpinan daerah (baik gubernur, bupati dan walikota) dengan legislatif atau DPRD-nya,” ungkapnya.

Dia menilai, penjualan obligasi daerah tentu saja sangat menguntungkan bagi daerah. Daerah akan memperoleh dana segar yang bersumber dari masyarakat sendiri. “Bunga obligasi daerah juga akan dinikmati oleh masyarakat di daerah masing-masing,” ungkapnya lagi.

Pada Selasa (4/8/2026), Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa mendampingi Gubernur Bali Wayan Koster melakukan audiensi ke Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota DKI Jakarta. Pertemuan strategis ini membahas peluang kerja sama bidang pembiayaan pembangunan, infrastruktur, kebudayaan, dan pariwisata. Salah satu agenda utamanya adalah pemanfaatan skema obligasi daerah sebagai alternatif pembiayaan pembangunan berkelanjutan.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan, pemerintah daerah saat ini harus berpikir kreatif meningkatkan APBD dan tidak bisa lagi mengandalkan cara konvensional. “Harus ada yang disebut dengan out of the door. Sebagai contoh, APBD Badung itu mungkin salah satu APBD tertinggi di republik ini sebesar Rp 13 triliun. Tetapi untuk mengembangkan persoalan utama di Badung sekarang ini harus ada yang disebut dengan creative financing dan kami berdiskusi tentang hal itu karena Badung pasti bisa seperti Jakarta untuk menerbitkan obligasi daerah,” ujarnya. (gs/bi)

Baca Juga  Terima Audiensi Koperasi Bina Usaha Kerthi Bali, Gubernur Koster Dorong Penguatan Produk Asli Bali

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Taman Nusantara Gianyar 2026 Resmi Dibuka, Perkuat Toleransi dan Karakter Generasi Muda

Published

on

By

Asisten Administrasi Umum Setda Gianyar I Ketut Pasek Lanang Sadia membuka kegiatan Taman Nusantara Kabupaten Gianyar 2026 di Aula SMP Negeri 1 Tegallalang.
BUKA TAMAN NUSANTARA: Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Gianyar, I Ketut Pasek Lanang Sadia, membuka kegiatan Taman Nusantara Kabupaten Gianyar Tahun 2026, Senin (3/8), di Aula SMP Negeri 1 Tegallalang. (Foto: Hms Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Gianyar, I Ketut Pasek Lanang Sadia, membuka kegiatan Taman Nusantara Kabupaten Gianyar Tahun 2026, Senin (3/8), di Aula SMP Negeri 1 Tegallalang. Kegiatan yang berlangsung selama lima hari ini diikuti oleh 80 siswa SMP negeri lintas agama dari seluruh Kabupaten Gianyar sebagai upaya memperkuat nilai toleransi, kebangsaan, dan karakter generasi muda menuju Indonesia Emas 2045.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Gianyar sebagai mitra strategis Pemerintah Kabupaten Gianyar dalam memperkuat sinergi lintas agama serta membangun kerukunan di tengah masyarakat.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar yang diwakili Plt. Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar, Gusti Putu Ngurah Adnyana, mengatakan Taman Nusantara merupakan terobosan Pemerintah Kabupaten Gianyar di bawah kepemimpinan Bupati Gianyar untuk mewujudkan fungsi pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan kemampuan akademik, tetapi juga pembentukan watak dan peradaban bangsa.

“Melalui Taman Nusantara, kami ingin membangun generasi muda yang memahami bahwa keberagaman adalah kekuatan bangsa. Pendidikan harus mampu menanamkan nilai toleransi, persatuan, dan saling menghormati sejak dini sebagai bekal menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Taman Nusantara Tahun 2026 mengusung tema “Melalui Taman Nusantara Gianyar Kita Bina Kerukunan Antar-umat Beragama dalam Rangka Membangun Sumber Daya Manusia Unggul dan Berkarakter Menuju Indonesia Emas 2045”. Sebanyak 80 siswa SMP negeri dari berbagai agama di Kabupaten Gianyar mengikuti kegiatan ini dengan harapan terbangun pemahaman yang lebih baik tentang keberagaman sehingga tercipta toleransi yang semakin kuat di tengah masyarakat.

Sementara itu, Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Gianyar, I Ketut Pasek Lanang Sadia, yang membuka kegiatan tersebut mengatakan keberagaman merupakan kekayaan sekaligus kekuatan bangsa Indonesia yang harus terus dijaga.

Baca Juga  Adi Arnawa Pimpin Rapat Laporan Pendataan ASPER PSBS di Kabupaten Badung

Menurutnya, Indonesia dirajut dari berbagai suku, agama, ras, dan budaya yang membentuk identitas bangsa. Keberagaman tersebut ibarat sebuah lukisan indah yang tersusun dari berbagai warna. Namun apabila tidak dikelola dengan arif dan bijaksana, keberagaman juga dapat menjadi celah yang dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk memecah belah persatuan bangsa.

“Saya merasa bangga melihat kehidupan masyarakat Kabupaten Gianyar yang harmonis dan penuh toleransi. Kondisi ini tidak terlepas dari peran tokoh lintas agama, tokoh masyarakat, dan seluruh komponen masyarakat yang terus mengampanyekan bahwa perbedaan adalah sebuah keindahan dan anugerah Tuhan Yang Maha Esa,” ujarnya.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Gianyar melalui Dinas Pendidikan bekerja sama dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) menghadirkan Taman Nusantara sebagai media pembinaan generasi muda lintas agama. Selama lima hari pelaksanaan, peserta akan mendapatkan materi dari narasumber yang berasal dari FKUB, Kodim, Polres, akademisi, BNN, dan psikolog mengenai sejarah perkembangan agama di Kabupaten Gianyar, wawasan kebangsaan dan bela negara, bahaya narkoba, pembinaan karakter, serta penguatan nilai-nilai toleransi.

Ia berharap para peserta mampu memahami ajaran agamanya masing-masing dengan baik sekaligus memiliki penghormatan yang tinggi terhadap pemeluk agama lain.

“Semua agama mengajarkan kebaikan. Perbedaan agama hanyalah jalan yang berbeda, namun memiliki tujuan yang sama, yakni mewujudkan kehidupan yang damai dan sejahtera. Jika pemahaman ini tertanam kuat sejak dini, maka akan tumbuh generasi yang memiliki keyakinan yang kuat terhadap agamanya sekaligus menjunjung tinggi toleransi kepada sesama,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Pasek Lanang Sadia mengajak seluruh peserta memanfaatkan kegiatan Taman Nusantara untuk menambah ilmu, memperluas pergaulan, dan menjadi pelopor kerukunan di sekolah masing-masing.

Baca Juga  Bupati Wayan Adi Arnawa Hadiri Jalan Sehat Bersama 1.000 Ibu PKK

“Saya berharap anak-anak sekalian dapat menjadi contoh dalam membangun persaudaraan lintas agama. Jadikan pengalaman selama mengikuti Taman Nusantara sebagai bekal untuk menebarkan nilai toleransi, persatuan, dan semangat kebangsaan di lingkungan sekolah maupun masyarakat,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca