Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Bupati Badung Dampingi Menteri Desa PDT Kunjungi BUMDes Desa Tibubeneng

BALIILU Tayang

:

Bumdes Tibubeneng
TERIMA KUNKER: Bupati Wayan Adi Arnawa saat menerima kunjungan kerja Menteri Desa PDT Yandri Susanto ke BUMDes Genta Persada Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, Jumat (28/11). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, menyambut baik kunjungan kerja Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto ke BUMDes Genta Persada Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, Jumat (28/11).

Kunjungan ini merupakan agenda strategis Farmer to Farmer Visit Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) 2025, yang dimotori oleh Direktorat Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa dan Daerah Tertinggal, dengan dipimpin langsung oleh Dirjen H. Tabrani.

Pada kesempatan tersebut Menteri Desa PDT Yandri Susanto dan Bupati Badung Wayan Adi Arnawa meresmikan sekaligus meninjau gedung baru BUMDes Genta Persada Desa Tibubeneng serta 8 (delapan) unit bagian dari diversifikasi usaha BUMDes.

Mendes PDT juga mengumumkan bahwa Pengelola BUMDes Genta Persada, yaitu Perbekel Tibubeneng dan Direktur BUMDes, akan diundang khusus untuk menerima penghargaan sebagai BUMDes Inovatif dan Inspiratif pada Hari Desa Nasional, 15 Januari 2026 di Boyolali.

Dalam sambutannya, Bupati Wayan Adi Arnawa menyampaikan bahwa perhatian pemerintah pusat melalui kunjungan langsung Menteri Desa merupakan bentuk pengakuan nasional terhadap kemajuan ekonomi lokal Kabupaten Badung. Menurutnya, keberadaan BUMDes menjadi mekanisme vital dalam memperkuat kelembagaan ekonomi desa, meningkatkan kapasitas manajerial, serta membuka kesempatan kerja yang bersifat berkelanjutan.

“Kunjungan Bapak Menteri merupakan dukungan nyata terhadap penguatan tata kelola ekonomi desa. Badung berkomitmen mengembangkan BUMDes yang inovatif, adaptif, dan berbasis potensi lokal,” ucapnya.

Adi Arnawa juga menginformasikan bahwa dinamika pertumbuhan desa-desa di kawasan pariwisata seperti Tibubeneng, Canggu, Pererenan, dan Kutuh menunjukkan percepatan signifikan. Namun demikian, dukungan pemerintah pusat tetap diperlukan demi keberlanjutan percepatan pembangunan dan penguatan ekonomi desa.

“Saya apresiasi performa BUMDes Genta Persada, yang telah menunjukkan model bisnis profesional, mampu menyerap hampir 50 tenaga kerja, serta memiliki 8 (delapan) unit usaha produktif dengan capaian omzet yang ditargetkan mencapai Rp. 1 s/d 1,5 miliar dan ini merupakan indikator kesiapan desa menuju status Desa Mandiri,” jelas Bupati.

Baca Juga  KNPI Badung Gelar Badung Youth Fest 2022, Bupati Giri Prasta: Berikan Kesan yang Baik

Komitmen pemerintah daerah untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dan akan menjaga keberlanjutan inovasi desa serta memastikan setiap capaian ekonomi memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.

Sementara, Menteri Desa PDT, Yandri Susanto, menyampaikan bahwa BUMDes Tibubeneng menjadi salah satu contoh empiris keberhasilan desa dalam membangun ekosistem ekonomi lokal yang modern, kompetitif, dan berorientasi pasar. Program TEKAD, menurutnya, dirancang sebagai platform pertukaran pengetahuan dan teknologi antar-desa, agar praktik inovatif dapat direplikasi ke wilayah lain, termasuk daerah tertinggal.

“BUMDes Tibubeneng membuktikan bagaimana potensi desa dapat dikelola secara profesional. Praktik baik seperti ini harus kita replikasi ke seluruh Indonesia,” ujarnya.

Mendes mendorong perluasan inovasi usaha, seperti diversifikasi produk pertanian rumah tangga, integrasi wisata berbasis komunitas, hingga pengembangan model ekonomi mikro yang meningkatkan partisipasi warga dan memperkuat ketahanan ekonomi desa.

“Badung memiliki modal sosial, budaya, dan ekonomi yang kuat untuk menjadi episentrum replikasi keberhasilan BUMDes di tingkat nasional. Desa-desa di Badung termasuk Tibubeneng saya arahkan menjadi rujukan studi banding bagi Provinsi dan Kabupaten lain, khususnya dalam kerangka integrasi pariwisata, pertanian, dan ekonomi kreatif desa yang bisa dipotensikan melalui BUMDes. Hasil kunjungan kerja ini saya jadikan materi masukan dalam penyusunan rekomendasi kebijakan nasional mengenai pengembangan ekonomi desa tahun 2025–2026,” pungkas Yandri Susanto.

Turut hadir Dirjen Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa dan Daerah Tertinggal, H. Tabrani serta pejabat tinggi pratama, Kadis PMD Badung Komang Budi Argawa, Camat Kuta Utara, Putu Eka Permana, Perbekel Tibubeneng, I Made Kamajaya, Perbekel Canggu dan Pererenan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
IKLAN STIKOM 1A
Advertisements
Nataru 2026 dprd badung
Advertisements
bks lpd
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan

NEWS

Menkeu: Selaraskan Tiga Mesin Pertumbuhan untuk Ekonomi Berkelanjutan

Published

on

By

Menkeu Purbaya
RAPAT: Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dalam Rapat Kerja Nasional Kejaksaan Agung yang dilaksanakan secara daring, pada Selasa (13/01). (Foto: Hms Kemenkeu)

Jakarta, baliilu.com – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa visi Indonesia Emas 2045 bukan sekadar slogan, melainkan agenda besar lintas generasi. Melalui Asta Cita, pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi yang tinggi, menjaga stabilitas nasional, serta memastikan pemerataan manfaat pembangunan bagi seluruh masyarakat.

Untuk mencapai visi tersebut, pemerintah mengandalkan tiga mesin pertumbuhan utama, yakni fiskal, sektor keuangan, dan investasi. Ketiganya diharapkan dapat bergerak selaras dan saling memperkuat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

“Asta Cita menuntut pertumbuhan tinggi, stabilitas nasional, dan pemerataan manfaat pembangunan. Mesin pertumbuhan harus bekerja selaras. Mesin fiskal, mesin sektor keuangan, dan investasi,” ungkap Menkeu dalam Rapat Kerja Nasional Kejaksaan Agung yang dilaksanakan secara daring, pada Selasa (13/01).

Di sektor fiskal, pemerintah berkomitmen mengoptimalkan belanja negara agar dilaksanakan tepat waktu, tepat sasaran, dan bebas dari kebocoran. Sementara itu, di sektor keuangan, pemerintah terus memperkuat koordinasi dengan Bank Sentral agar kebijakan moneter sejalan dengan kebijakan fiskal.

Dari sisi investasi, pemerintah telah membentuk satuan tugas Percepatan Program Strategis Pemerintah untuk mengatasi debottlenecking investasi melalui mekanisme penyelesaian hambatan investasi secara rutin. Setiap pekan, pemerintah menggelar sidang untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi pelaku usaha di Indonesia, sehingga iklim investasi dapat semakin kondusif.

“Saya pikir nanti kalau tiga sistem itu, sistem fiskal, moneter, dan investasi sudah jalan baik, kita bisa tumbuh lebih cepat,” tandas Menkeu.

Untuk mendukung Visi Indonesia Emas 2045, APBN 2026 diarahkan bersifat ekspansif namun tetap terukur, dengan fokus pada delapan agenda prioritas. Belanja negara ditujukan untuk memberikan dampak langsung kepada masyarakat, memperkuat fondasi jangka panjang, serta meningkatkan produktivitas nasional. (gs/bi)

Baca Juga  Bupati Giri Prasta Hadiri Nyekah dan Ngaben Massal Desa Adat Semanik

Loading

Advertisements
IKLAN STIKOM 1A
Advertisements
Nataru 2026 dprd badung
Advertisements
bks lpd
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Terima Laporan OIKN, Presiden Prabowo Tekankan Percepatan Pembangunan IKN

Published

on

By

pembangunan ikn
BERI KETERANGAN: Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan keterangannya kepada awak media di Ibu Kota Nusantara (IKN) pada Selasa, 13 Januari 2026. (Foto: BPMI Setpres/Cahyo/presidenri.go.id)

Malang, baliilu.com – Presiden Prabowo Subianto menerima laporan perkembangan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dari Otorita IKN dalam kunjungan kerjanya di IKN pada Selasa, 13 Januari 2026. Dalam keterangannya kepada awak media di Kabupaten Malang, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa sejak awal Presiden memberikan perhatian agar pembangunan fasilitas negara tersebut dapat dipercepat.

“Bapak Presiden memang sejak awal memberikan penekanan untuk mempercepat proses pembangunan fasilitas yang akan dipergunakan untuk legislatif maupun yudikatif, yang harapannya bisa selesai di tahun 2028,” ujar Menteri Pras.

Dalam rapat bersama OIKN tersebut, Presiden Prabowo memberikan sejumlah catatan atas paparan yang disampaikan. Menurut Menteri Pras, catatan Presiden pada prinsipnya menekankan dua hal utama yakni perbaikan dan percepatan proses pembangunan.

“Jadi tadi masih ada beberapa hal yang Bapak Presiden memberikan koreksi terhadap pertama misalnya mengenai desain, kemudian mengenai fungsi, dan diminta terus-menerus OIKN dan Kementerian PU untuk memperbaiki,” katanya.

Lebih lanjut, Mensesneg menegaskan bahwa percepatan tersebut ditujukan agar tiga fungsi utama pemerintahan di IKN dapat segera terwujud. “Catatannya adalah untuk perbaikan dan percepatan proses pembangunan supaya tiga fungsi bisa segera selesai,” lanjut Menteri Pras.

Dari IKN, Presiden kemudian melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur untuk meresmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Malang. Pemerintah, kata Mensesneg, secara paralel terus membangun berbagai fasilitas pendidikan mulai dari sekolah rakyat untuk masyarakat desil 1 dan desil 2 hingga sekolah unggulan.

“Sekali lagi ini memang kita bekerja keras untuk meningkatkan fasilitas-fasilitas pendidikan kita. Sekolah rakyat untuk desil 1, desil 2 kita adakan, kita bangun. Kemudian yang sekolah unggulan juga kita bangun karena kita benar-benar ingin mempersiapkan sumber daya manusia kita, yang kita harapkan akan mengawaki kebangkitan Indonesia Emas 2045,” tandasnya. (gs/bi)

Baca Juga  DPRD Badung Apresiasi Keseriusan Pemerintah Menggali Pendapatan

Loading

Advertisements
IKLAN STIKOM 1A
Advertisements
Nataru 2026 dprd badung
Advertisements
bks lpd
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

OTT Pegawai Pajak Jadi Momentum Bersih-bersih dan Bangun Kepercayaan Publik

Published

on

By

OTT pegawai Pajak
Anggota Komisi XI DPR RI, Amin Ak. (Foto: dpr.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK terhadap pegawai Direktorat Jenderal Pajak di Jakarta kembali menjadi sorotan publik. Di tengah tekanan penerimaan negara yang belum mencapai target (shortfall) dan defisit APBN yang mendekati 3 persen, kasus ini memantik kekhawatiran baru mengenai integritas institusi perpajakan.

Anggota Komisi XI DPR RI, Amin Ak justru berpendapat bahwa momentum ini justru harus dipahami sebagai bukti bahwa mekanisme pengawasan negara bekerja dan keberanian penegak hukum tidak pernah surut.

“Kita harus tegas menyebut bahwa ini adalah perilaku oknum, bukan representasi dari keseluruhan institusi perpajakan. Justru saat kondisi fiskal sedang menantang, bersih-bersih harus lebih keras dilakukan. Kepercayaan publik adalah fondasi penerimaan negara,” ujarnya dalam pernyataan tertulisnya di Jakarta, Selasa (13/1/2026).

Menurut Amin, respons cepat Kementerian Keuangan dan DJP yang menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada KPK adalah langkah penting untuk menjaga marwah reformasi perpajakan. Ia menegaskan bahwa publik perlu melihat bahwa negara tidak memberi ruang kompromi terhadap penyimpangan, sekecil apa pun.

Penindakan terbuka seperti ini memperlihatkan bahwa sistem check and balance mulai menghasilkan dampak: digitalisasi proses, pengawasan berlapis, serta audit berbasis risiko mulai menutup ruang abu-abu dalam relasi antara auditor, konsultan pajak, dan wajib pajak besar.

“Kalau kita ingin membangun sistem perpajakan modern dan kredibel, maka ketegasan seperti ini bukan gangguan, tapi syarat. Membersihkan oknum justru menguatkan pondasi negara,” tambah Politisi Fraksi PKS itu.

Ia menilai pembenahan harus dilakukan lebih pada tiga sisi, yaitu perbaikan sistem pemeriksaan pajak, reformasi SDM, dan penataan ulang ekosistem konsultan pajak. Amin menegaskan perlunya digitalisasi pemeriksaan dari hulu ke hilir agar setiap keputusan fiskus terlacak secara otomatis, meminimalkan ruang negosiasi yang dapat disalahgunakan.

Baca Juga  Bupati Badung Sampaikan Ranperda RPJMD, Pajak Daerah dan KUA PPAS Perubahan 2025

Dari sisi SDM, rotasi cepat, promosi berbasis integritas, serta lifestyle check digital wajib diperkuat. Sementara itu, peran konsultan pajak harus dikembalikan kepada fungsi profesionalnya yang berperan sebagai penasihat kepatuhan, bukan broker akses dan celah penyimpangan.

“Harus dipastikan reformasi perpajakan tidak berhenti pada slogan. Ruang penyimpangan harus semakin sempit, tata kelola makin kuat, dan integritas aparat menjadi tiang utama menjaga penerimaan negara,” tutur Wakil Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI ini.

Dengan langkah tegas, pengawasan konsisten, dan reformasi berkelanjutan, Amin yakin setiap rupiah pajak dapat kembali ke rakyat dalam bentuk pembangunan yang merata, adil, dan berkelanjutan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
IKLAN STIKOM 1A
Advertisements
Nataru 2026 dprd badung
Advertisements
bks lpd
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca