Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Bupati Giri Prasta Buka Lokasabha I Maha Gotra Tirta Harum Kabupaten Badung

BALIILU Tayang

:

BUKA: Bupati Badung Nyoman Giri Prasta memukul gong pertanda dimulainya Lokasabha I Maha Gotra Tirta Harum Kabupaten Badung, Sabtu (15/1) di Puspem Badung. (Foto: Ist)

Badung, baliilu.com – Maha Gotra Tirta Harum (MGTH) Kabupaten Badung menggelar Lokasabha I, Sabtu (15/1). Lokasabha dipusatkan di Ruang Kertha Gosana Puspem Badung, yang dihadiri langsung Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, Ketua Umum Maha Gotra Tirta Harum Provinsi AA Wira Guna, Ketua sementara Maha Gotra Tirta Harum Badung I Made Sudiana beserta jajarannya, Sekda Bali Dewa Made Indra, Ketua MGPSSR Kabupaten Badung I Gde Eka Sudarwitha, DPRD Provinsi Bali I Bagus Alit Sucipta, DPRD Badung I Made Suryananda Pramana dan undangan lainnya.
 
Lokasabha kali ini mengambil tema “Ngupadi Pasemetonan, Sareng Ngewangun Badung Hebat” dibuka Bupati Badung Giri Prasta ditandai dengan pemukulan gong. Dalam sambutannya Bupati Giri Prasta menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Maha Gotra Tirta Harum, dan inilah salah satu bagaimana kita hidup bernegara melaksanakan dharmaning leluhur, dharmaning agama dan dharmaning negara.

“Kami tetap akan selalu mengayomi bahkan kami akan siap, karena sudah didaulat menjadi pelindung khususnya yang ada di Kabupaten Badung ini. Saat ini tidak zamannya lagi ada sekat-sekat di masyarakat, tokoh-tokoh masyarakat dari kalangan manapun, kami harapkan bersatu padu untuk bersama-sama membangun Badung. Sesuai dengan tema Lokasabha tersebut, kiranya tepat untuk mengajak, mengedukasi, mengarahkan semeton MGTH Kabupaten untuk mendukung visi dan misi, program dan kegiatan pemerintah,” ujarnya.
 
Bupati Giri Prasta mengharapkan Semeton MGTH Kabupaten Badung agar dapat memanfaatkan pelaksanaan Lokasabha ini untuk menjalin komunikasi yang baik dan mempererat hubungan persaudaraan antarsemeton semuanya.

Maha Gotra Tirta Harum (MGTH) Kabupaten Badung menggelar Lokasabha I, Sabtu (15/1) di Puspem Badung. (Foto: Ist)

“Pasemetonan MGTH agar dapat menjalin kerja sama yang baik dengan Pemerintah Kabupaten Badung dalam mewujudkan Badung yang aman dan tenteram. Ke depan khususnya pasemetonan MGTH bisa jaya dan mesikian, mau tidak mau kita harus bersatu. Mari kita sebagai keluarga besar MGTH membangun persaudaraan yang kuat, bersatu membangun Bali seutuhnya dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pada umumnya. Kami bersedia didaulat sebagai pelindung khususnya yang ada di Kabupaten Badung, walaupun MGTH  yang ada di Kabupaten Badung baru pertama kali mengadakan Lokasabha, akan tetapi organisasi ini akan cepat maju karena banyak para tokoh penglingsir dan tokoh-tokoh generasi muda,” ucapnya.
 
Sementara Ketua Umum Maha Gotra Tirta Harum Provinsi AA Wira Guna menyatakan bangga dengan semangat semeton yang luar biasa dalam menyiapkan Lokasabha. Astungkara terlaksana dengan lancar dan sukses. Dari Sembilan Kabupaten dan Kota, sudah lima Kabupaten menggelar Lokasabha, setelah ini disusul Gianyar.

Baca Juga  Giri Prasta Tanggapi Fenomena Oknum Tamu WNA Suka Buat Onar

Pada bagian lain Ketua Panitia, I Dewa Nyoman Oka mengatakan, MGTH Kabupaten Badung jumlahnya tidak banyak, data sementara lebih dari 600 KK. Disampaikan juga sejarah singkat Maha Gotra Tirtha Harum, yang berawal dari kedatangan Dang Hyang Subali dan Dang Hyang Jaya Rembat  ke Bali tahun 1350 sebagai Bhagawanta mendampingi Shri Kresna Kepakisan sebagai Adipati pemimpin Bali setelah penundukan Bali tahun 1343.
 
Ketua terpilih Jro Mangku Sudiana mengatakan, sangat berharap generasi muda yang menjadi ketua, tetapi karena tanggung jawab moral dan untuk menyatukan semeton MGTH. “Saya akan berusaha mengatur waktu, di tengah kesibukan menjadi sulinggih. Banyak tugas yang lain, di tingkat kabupaten maupun provinsi. Kami banyak mengundang Penglingsir/Tokoh MGTH, termasuk Bapak Kapolda Bali, Bapak Sang Nyoman Suwisma, Sekda Provinsi Bali Bapak Dewa Made Indra, Semeton MGTH kami undang, untuk memotivasi semeton MGTH yang lainnya,” ungkapnya. (gs/bi)
 

 

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

BUDAYA

Walikota Jaya Negara “Ngayah Nyangging” Serangkaian “Metatah” Massal PHDI Denpasar

Published

on

By

sangging jaya negara

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, turut ngayah sebagai sangging dalam pelaksanaan Metatah Massal yang digelar Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Denpasar di Pura Agung Lokanatha Denpasar, Sabtu (3/10). Keterlibatan tersebut menjadi bentuk kebersamaan sekaligus kepedulian dalam membantu masyarakat melaksanakan upacara keagamaan.

Metatah massal tersebut diikuti sebanyak 157 peserta. Selain metatah, kegiatan juga dirangkaikan dengan upacara Menek Kelih yang diikuti 107 peserta dan Mewinten Saraswati sebanyak 35 peserta. Kegiatan turut dihadiri Anggota DPD RI Dapil Bali, IB Rai Dharmawijaya Mantra, yang juga turut ngayah sebagai sangging.

Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, mengatakan keterlibatannya sebagai sangging merupakan bagian dari ngayah sekaligus wujud kebersamaan bersama masyarakat dalam pelaksanaan yadnya.

“Kegiatan ini merupakan bentuk kebersamaan dan gotong-royong dalam meringankan beban masyarakat dalam melaksanakan yadnya. Semoga seluruh peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian upacara dengan lancar dan mendapatkan kerahayuan,” ujar Jaya Negara.

Menurutnya, pelaksanaan metatah massal tidak hanya menjadi sarana pelaksanaan kewajiban keagamaan, tetapi juga memiliki makna penting dalam menjaga tradisi dan nilai-nilai agama Hindu serta memperkuat rasa kebersamaan di tengah masyarakat.

Pemerintah Kota Denpasar, kata Jaya Negara, akan terus mendukung pelaksanaan kegiatan keagamaan, adat, dan budaya sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Bali.

Sementara itu, Ketua PHDI Kota Denpasar, I Made Arka, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas partisipasi Walikota Denpasar yang turut ngayah sebagai sangging dalam pelaksanaan metatah massal. Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari semangat kebersamaan dalam memberikan pelayanan keagamaan kepada masyarakat.

“Melalui pelaksanaan Metatah Massal, Menek Kelih, dan Mewinten Saraswati, PHDI Kota Denpasar berharap seluruh rangkaian upacara dapat berlangsung dengan lancar dan khidmat. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama dalam menjaga keberlangsungan adat, agama, dan budaya Bali di tengah kehidupan masyarakat,” ujarnya. (eka/bi)

Baca Juga  Ketua MGPSSR Bali Giri Prasta Tinjau Progres Pembangunan Pura Punduk Dawa

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

“Tangkil Ngaturang Bhakti“ di Pura Bukit Mentik, Gubernur Koster Tegaskan Komitmen Jaga Peradaban Bali

Published

on

By

Gubernur Koster Hadiri Pujawali di Pura Bukit Mentik
HADIRI KARYA: Gubernur Bali Wayan Koster saat menghadiri Muspayang Bhakti Nganyarin serangkaian Karya Pujawali Ngusaba Purnamaning Sasih Kapat (Ida Betara/Betari Tedun Kabeh) di Pura Bukit Mentik, Desa Adat Batur, Kintamani, Bangli, Kamis (1/10) sore. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Bangli, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan komitmennya untuk menjaga keberlanjutan peradaban Bali melalui penguatan desa adat dan pelestarian kawasan sakral. Hal itu disampaikannya saat menghadiri Muspayang Bhakti Nganyarin serangkaian Karya Pujawali Ngusaba Purnamaning Sasih Kapat (Ida Betara/Betari Tedun Kabeh) di Pura Bukit Mentik, Desa Adat Batur, Kintamani, Bangli, Kamis (1/10) sore.

Dalam kesempatan tersebut, Koster menyebut Pura Bukit Mentik sebagai salah satu simbol penting peradaban Bali yang memiliki nilai spiritual dan budaya yang harus terus dijaga.

Menurutnya, kawasan Kintamani memiliki anugerah alam yang sangat besar dengan keberadaan Gunung dan Danau Batur. Kekayaan tersebut, kata Koster, harus dirawat secara berkelanjutan agar tetap menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Bali.

“Ini harus kita rawat dengan baik,” tegas Koster.

Koster juga menyampaikan bahwa dirinya memberikan perhatian serius terhadap pembangunan di Kabupaten Bangli. Pembangunan, menurutnya, harus berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian alam, budaya, adat, dan kehidupan spiritual masyarakat.

Komitmen tersebut, lanjut Koster, menjadi bagian dari haluan pembangunan Bali untuk 100 tahun ke depan. Arah pembangunan tidak hanya berorientasi pada kemajuan fisik dan ekonomi, tetapi juga memastikan Bali tetap ajeg dengan kekuatan adat dan budaya sebagai fondasinya.

“Jaga Bali agar tetap ajeg,” ujarnya.

Ia menegaskan, penguatan seluruh desa adat di Bali menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga keberlanjutan Bali ke depan. Desa adat dinilai memiliki peran strategis dalam mempertahankan nilai-nilai budaya, tradisi, serta kehidupan sosial masyarakat Bali. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Usai Nyoblos di TPS 01 Balai Banjar Pelaga, Bupati Giri Prasta Langsung Pantau Pencoblosan Badung
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Wawali Arya Wibawa Hadiri Puncak “Karya Angasti Puja Atma Wedana Maligia Punggel“ Desa Adat Kesiman

Apresiasi Kolaborasi Ringankan Masyarakat Jalankan Upacara Yadnya

Loading

Published

on

By

Wawali Arya Wibawa Hadiri Puncak Karya Angasti Puja Kesiman
Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa saat menghadiri Puncak Karya Angasti Puja Atma Wedana Maligia Punggel Desa Adat Kesiman, Kamis (1/10). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri Puncak Karya Angasti Puja Atma Wedana Maligia Punggel Desa Adat Kesiman yang dilaksanakan pada Wraspati Umanis Ugu, bertempat di Pantai Padang Galak, Kecamatan Denpasar Timur, Kamis (1/10).

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Anggota DPD RI Dapil Bali, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, Anggota DPRD Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya, Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, Bendesa Adat se-Kota Denpasar, perwakilan OPD di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar serta undangan terkait lainnya.

Di sela rangkaian upacara, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan Karya Angasti Puja Atma Wedana Maligia Punggel di Desa Adat Kesiman.

“Sinergitas antara krama adat dengan pemerintah dalam melaksanakan upacara yadnya ini patut diberikan apresiasi. Tentunya pelaksanaan upacara yadnya yang kolaboratif ini dapat meringankan masyarakat dalam menjalankan kewajiban sebagai umat Hindu di Bali,” ujar Arya Wibawa.

Lebih lanjut, Arya Wibawa menegaskan, Pemerintah Kota Denpasar terus memberikan dukungan terhadap pelaksanaan berbagai kegiatan keagamaan dan adat di Kota Denpasar sejalan dengan visi pembangunan Kota Kreatif Berbasis Budaya Menuju Denpasar Maju.

“Pemerintah Kota Denpasar juga berharap seluruh rangkaian Karya Angasti Puja Atma Wedana Maligia Punggel Desa Adat Kesiman dapat berjalan baik dan memberikan kebaikan bagi masyarakat yang melaksanakannya,” tambah Arya Wibawa.

Bendesa Adat Kesiman, Jro Mangku Ketut Wisna di sela acara mengatakan, upacara Angasti Puja Atma Wedana Maligia Punggel Desa Adat Kesiman dapat terlaksana berkat kolaborasi berbagai pihak, termasuk Puri Pemayun Kesiman.

“Rangkaian kegiatan telah dimulai melalui prosesi Negteg Beras pada 9 September 2026 lalu, dilanjutkan prosesi Ngingsah pada 16 September 2026 serta Melaspas Peyadnyan pada 18 September 2026. Dilanjutkan prosesi Nganget Don Bingin pada 24 September 2026, dilanjutkan upacara Mesasap Segara yang diikuti 526 peserta pada 27 September 2026. Lalu dilanjutkan upacara Metatah Massal yang diikuti 345 peserta, dilanjutkan prosesi Ngajum Puspa pada tanggal 29 hingga 30 September 2026,” jelasnya.

Baca Juga  Disambut Antusias Ribuan Warga, Pengaruh Nyoman Suwirta Sangat Kuat Menangkan Koster-Giri di Klungkung

Selanjutnya, Jro Mangku Ketut Wisna mengatakan setelah dilaksanakan rangkaian upacara tadi, dilanjutkan dengan rangkaian upacara lainnya.

“Barulah dilaksanakan puncak Karya yang diikuti 307 puspa pada 1 Oktober 2026 yang dipuput oleh lima sulinggih Siwa-Buddha. Selanjutnya seluruh rangkaian karya akan ditutup dengan pelaksanaan upacara Nyegara Gunung pada 4 Oktober 2026 mendatang,” imbuhnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca