Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Bupati Giri Prasta Hadiri Karya Mamungkah di Pura Penataran Dalem Tegal Besung Banjaran

BALIILU Tayang

:

Bupati Badung
Bupati Nyoman Giri Prasta saat menghadiri Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Mapedudusan Alit, Madasar antuk Wraspati Kalpa Agung di Pura Penataran Dalem Tegal Besung, Br. Banjaran, Desa Adat Abiansemal, Kecamatan Abiansemal, Senin (15/8). (Foto : Ist)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta didampingi anggota DPRD Provinsi Bali I Bagus Alit Sucipta menghadiri rangkaian Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Mapedudusan Alit, Madasar antuk Wraspati Kalpa Agung di Pura Penataran Dalem Tegal Besung, Br. Banjaran, Desa Adat Abiansemal, Kecamatan Abiansemal, Senin (15/8).

Puncak karya mamungkah akan dilaksanakan pada Rabu, 17 Agustus 2022. Pada kesempatan tersebut Bupati melakukan persembahyangan, menandatangani prasasti karya dan menyerahkan dana punia secara pribadi sebesar Rp 30 juta. 

Bupati Giri Prasta menyampaikan rasa bangganya melihat pasemetonan pura telah melaksanakan karya/pujawali secara swadaya dan gotong-royong. Ini membuktikan pasemetonan pengempon pura telah bersatu dan sepakat melaksanakan yadnya sebagai swadharma kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Semoga yadnya ini dapat berjalan dengan baik sesuai dengan harapan bersama.

 “Kami atas nama Pemkab. Badung sangat mengapresiasi pelaksanaan karya mamungkah ini, karena sejalan dengan komitmen kami dalam melestarikan seni, adat, agama, tradisi, seni dan budaya di Kabupaten Badung. Kami ikut ngrastitiang agar karya ini memargi antar, sida sidaning don, labda karya lan sagilik, saguluk, salunglung sabayantaka, nyujur jagat gemah ripah loh jinawi, tata tentrem kerta raharja,” harapnya. 

Lebih lanjut, Giri Prasta menyadari banyak waktu dan biaya krama habis untuk ber-yadnya. Untuk itu dirinya berkomitmen akan selalu hadir guna meringankan beban masyarakat. Salah satu program yang akan dilaksanakan adalah dengan memberikan bantuan dana upakara setiap tahun bagi pura di desa adat termasuk pura paibon yang ada, sehingga masyarakat pengempon akan diringankan dari segi biaya dan tidak perlu lagi mengeluarkan urunan.

Selain itu guna memudahkan masyarakat untuk mendapatkan sarana upakara, Pemkab Badung telah membangun Taman Bumi Banten di pelaba Pura Pucak Tedung. Diharapkan di setiap desa adat juga dibangun Taman Canang Sari, sehingga ke depan masyarakat tidak ketergantungan masalah sarana upakara.

Sementara, Penyarikan Pura Penataran Dalem Tegal Besung, Dewa Putu Suarjaya menyampaikan, Pura Penataran Dalem Tegal Besung dipugar tahun 2018 melalui bantuan Bupati Badung senilai Rp 1,3 miliar. Pengerjaannya swakelola, dengan menghabiskan biaya mencapai Rp 1,9 miliar. Kekurangan dana ini diperoleh dari punia semeton hampir mencapai 600 juta. Setelah selesai pemugaran, direncanakan melaksanakan karya pada tahun 2019, namun karena persiapan belum matang, terlebih munculnya wabah Covid-19, sehingga baru dapat terlaksana tahun 2022. Ini juga sudah menjadi kesepakatan pengempon pura yang berjumlah 94 pengempon pangarep.

Karya ini diperkirakan menghabiskan dana sebesar Rp 400 juta. Sumber dana dari urunan semeton masing-masing Rp 2 juta, serta punia dari pasemetonan. Mengenai dudonan karya, telah dimulai 13 Juli lalu dengan matur piuning. Dilanjutkan, 12 Agustus mecaru panca rupa, 14 Agustus mendak siwi, 15 Agustus upacara melasti dan 17 Agustus puncak karya. Pada 20 Agustus nugtug tigang rahina, nyenuk, mekebat daun dan pengeremek, 21 Agustus nyegara gunung lan nyineb. (gs/bi)

Baca Juga  Bupati Giri Prasta Hadiri Upacara Pitra Yadnya Desa Adat Lepang Banjarangkan Klungkung

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

BUDAYA

Jajaran Pemkab Tabanan Laksanakan “Bhakti Penganyar” di Pura Giri Salaka Alas Purwo

Published

on

By

Jajaran Pemkab Tabanan Gelar Persembahyangan Bhakti Penganyar di Pura Giri Salaka
BHAKTI PENGANYAR: Jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan melaksanakan persembahyangan Bhakti Penganyar di Pura Giri Salaka, Alas Purwo, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (4/11). (Foto: ist)

Tabanan, baliilu.com – Jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan melaksanakan persembahyangan Bhakti Penganyar di Pura Giri Salaka, Alas Purwo, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (4/11). Kegiatan yang bertepatan dengan Hari Suci Pagerwesi ini diikuti oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan I Gede Susila beserta Ny. Santi Susila yang hadir mewakili Bupati Tabanan. Turut hadir Ketua DPRD Kabupaten Tabanan beserta istri dan anggota DPRD, para Asisten Sekda, para Camat, serta para Kepala Perangkat Daerah beserta staf di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan.

Persembahyangan Bhakti Penganyar berlangsung dengan khidmat sebagai wujud sradha dan bhakti umat ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Rangkaian kegiatan dilaksanakan melalui persembahyangan bersama, yang dilanjutkan dengan penyerahan punia sebagai bentuk ketulusan dan dukungan terhadap keberlangsungan kegiatan keagamaan di Pura Giri Salaka.

Momentum Hari Suci Pagerwesi yang dimaknai sebagai hari untuk memperkuat keteguhan pikiran dan spiritualitas menjadi pengingat bagi umat Hindu agar senantiasa membentengi diri dengan ilmu pengetahuan, nilai-nilai dharma, serta kebijaksanaan dalam menjalani kehidupan. Melalui momentum suci ini, diharapkan mampu meningkatkan sraddha dan bhakti serta menjaga keseimbangan dalam kehidupan.

Pelaksanaan Bhakti Penganyar juga dimeriahkan dengan persembahan seni dan budaya Bali, yakni Tari Rejang Tridatu, Tari Dadong Rerod, serta tabuhan Sekaa Gong Wanita Kabupaten Tabanan. Persembahan tersebut menambah semarak sekaligus kekhidmatan suasana, serta menjadi wujud nyata pelestarian seni, adat, dan budaya Bali yang senantiasa berjalan selaras dengan kehidupan spiritual masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Tabanan berharap nilai-nilai kebersamaan, persaudaraan, dan sradha bhakti umat semakin kuat. Selain menjadi bentuk penghormatan terhadap tradisi keagamaan, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat rasa persatuan serta menjaga keharmonisan hubungan antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam lingkungan sesuai dengan ajaran Tri Hita Karana. (gs/bi)

Baca Juga  Jajaki Inovasi Pengelolaan Sampah, Bupati Adi Arnawa Hadiri Rapat di Jaya Sabha

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Bupati Adi Arnawa Upasaksi “Karya Padudusan Agung” di Sigaran Mekar Bhuwana

Published

on

By

Bupati Adi Arnawa Munggah Kwangen di Bagia Pula Kerti Saat Padudusan Agung
MUNGGAH KWANGEN: Bupati Adi Arnawa “munggah kwangen” di Bagia Pula Kerti saat menghadiri sekaligus menjadi upasaksi pada Puncak Piodalan Pedudusan Agung di Pura Desa dan Pura Puseh Desa Adat Sigaran Mekar Bhuwana, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Senin (2/11). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri sekaligus menjadi upasaksi pada Puncak Piodalan Padudusan Agung serangkaian Karya Ngenteg Linggih, Mamungkah, Mupuk Pedagingan, Pedudusan Agung, Menawa Ratna, Ngusaba Desa dan Ngusaba Nini di Pura Desa dan Pura Puseh Desa Adat Sigaran Mekar Bhuwana, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Senin (2/11).

Karya yang dilaksanakan berdasarkan rangkaian upacara Tawur Balik Sumpah Utama tersebut dipuput oleh Ida Pedanda Gede Griya Cau Belayu, Ida Pedanda Gede Gria Dalem Sibanggede, dan Ida Pedanda Ulun Uma. Sebagai wujud nyata dukungan Pemerintah Kabupaten Badung terhadap pelestarian adat dan budaya Bali, Bupati Adi Arnawa menyerahkan bantuan dana sebesar Rp 3,5 miliar kepada Bendesa Adat Sigaran.

Bupati Adi Arnawa juga melaksanakan persembahyangan bersama krama pengempon serta melakukan prosesi munggah kwangen di Bagia Pula Kerti. Dalam sambramanya, Bupati mengapresiasi karya yadnya ini sebagai wujud nyata sradha dan bhakti masyarakat.

“Pemerintah Kabupaten Badung senantiasa berkomitmen untuk mendukung pelestarian adat, agama, seni, dan budaya Bali. Pelaksanaan karya yadnya seperti ini merupakan wujud nyata sradha dan bhakti masyarakat sekaligus bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga warisan leluhur agar tetap ajeg dan lestari,” ujarnya.

Ia menegaskan, tradisi lokal merupakan fondasi penting pariwisata karena sudah menjadi kewajiban bersama untuk menjaga, merawat, dan mewariskan adat serta budaya Bali kepada generasi penerus. “Jangan sampai perkembangan zaman membuat kita melupakan akar budaya dan tradisi yang menjadi jati diri masyarakat Bali,” tegasnya.

Sementara itu, Manggala Karya Wayan Suja menyampaikan bahwa rangkaian karya telah dimulai sejak 27 Agustus 2026 dan akan berlangsung hingga 16 Desember 2026 mendatang. Tahapan upacara yang dilaksanakan meliputi Atur Piuning, Dharma Wacana, Nyukat Genah, Melaspas, Nyengker Setra, Netegan Nyangling, Mendak Tirta, hingga Yasa Kerti. Disebutkan pula bahwa pengempon pura berjumlah 109 paon, yang mencakup 430 kepala keluarga (KK) atau 2.425 jiwa.

Baca Juga  Bupati Giri Prasta Terima Audiensi Panitia Natal 2021, Jadikan Badung “Role Model” Toleransi Umat Beragama

Turut hadir Anggota DPRD Badung Nyoman Wiradana, Plt. Camat Abiansemal Wayan Bagiarta Gunawan, unsur Tripika, Perbekel Desa Mekar Bhuwana, serta Bendesa Adat Mekar Bhuwana. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Pemkot Denpasar Gelar Persembahyangan Bersama Rahina Saraswati di Pura Agung Jagatnatha

Published

on

By

Persembahyangan Rahina Saraswati di Pura Agung Jagatnatha
PERSEMBAHYANGAN SARASWATI: Suasana persembahyangan yang diikuti oleh Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, Pangdam IX Udayana, Mayjen TNI Putra Widiastawa, dan masyarakat Kota Denpasar serangkaian Rahina Saraswati, Saniscara Umanis Wuku Watugunung, di Pura Agung Jagatnatha, Sabtu (31/10). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Kota Denpasar melaksanakan persembahyangan bersama serangkaian Hari Suci Saraswati di Pura Agung Jagatnatha Kota Denpasar, pada Saniscara Umanis Wuku Watugunung, Sabtu (31/10).

Persembahyangan tersebut merupakan wujud sradha bhakti kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasinya sebagai Dewi Saraswati, Dewi Ilmu Pengetahuan.

Hadir langsung pada momentum tersebut, Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, bersama pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar. Tampak hadir pula Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Putra Widiastawa, dan Anggota DPRD Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya.

Usai persembahyangan, Sekda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya mengatakan, Hari Suci Saraswati dimaknai sebagai turunnya ilmu pengetahuan yang suci kepada umat manusia. Pada hari ini umat memuja Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasinya sebagai Dewi Saraswati yang diidentikkan sebagai dewi pengetahuan, kesadaran (widya), dan sastra. Dewi Saraswati diyakini sebagai sakti dari Dewa Brahma, Dewa Pencipta dalam mitologi Hindu.

“Hari Saraswati menjadi hari yang penting bagi siswa sekolah dan penggelut dunia pendidikan, karena ilmu pengetahuan merupakan bekal dalam kehidupan manusia yang dapat menuntun ke arah kemakmuran, kemajuan, perdamaian, dan peningkatan keberadaban,” ujarnya.

Pada Rahina Saraswati, umat Hindu melaksanakan persembahyangan dan persembahan kepada Dewi Saraswati di pura, sekolah, dan rumah masing-masing. Selain itu, umat juga menghaturkan banten Saraswati pada pustaka, lontar, kitab, dan buku-buku.

“Kami menghaturkan terima kasih kepada masyarakat Kota Denpasar termasuk siswa-siswi dan mahasiswa yang sudah hadir pada perayaan Hari Suci Saraswati di Kota Denpasar ini. Perayaan ini telah digelar secara rutin, mudah-mudahan melalui persembahyangan ini semua umat diberikan pengetahuan dan kecerdasan dalam menjalankan swadharma masing-masing,” ujar Sekda Eddy Mulya.

Baca Juga  Bupati Giri Prasta Terima Audiensi Panitia Natal 2021, Jadikan Badung “Role Model” Toleransi Umat Beragama

Sementara itu, Kabag Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Denpasar, Putu Agus Jayadi mengatakan, rangkaian persembahyangan Hari Suci Saraswati di Kota Denpasar dipusatkan di Pura Agung Jagatnatha. Adapun rangkaian persembahyangan dilaksanakan dari pagi hingga malam hari.

“Persembahyangan Rahina Saraswati hari ini akan dilaksanakan dari pagi sampai dengan malam hari. Untuk pemedek yang akan tangkil, dapat melaksanakan dengan tertib dan khusyuk,” katanya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca