Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

KESEHATAN

Bupati Giri Prasta Hadiri ‘’Launching’’ Minyak Ajik “From Bali to Everybody”

BALIILU Tayang

:

de
LAUNCHING MINYAK AJIK: Bupati Giri Prasta saat menghadiri launching Minyak Ajik di Krisna Oleh-Oleh Bali, Blangsinga, Blahbatuh Gianyar, Minggu (31/10).

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta hadiri launching Minyak Ajik “From Bali to Everybody” bertempat di Krisna Oleh-Oleh Bali, Blangsinga, Blahbatuh Gianyar, Minggu (31/10). Produk herbal yang diproduksi oleh Ajik Krisna bersama tim ini terbuat dari rempah-rempah asli Indonesia yang memiliki banyak manfaat, dimana terbuat dari akar, batang, daun bunga dan buah herbal pilihan. Turut hadir dalam acara tersebut, Bupati Jembrana I Nengah Tamba, Wakil Bupati Klungkung I Made Kasta serta undangan lainnya.

Bupati Badung Giri Prasta pada kesempatan tersebut merasa terharu dan takjub terhadap anak bangsa khususnya Bali yang mampu menjadi tuan di rumahnya sendiri yaitu Krisna Oleh-Oleh Bali. Konsep ini jelas sekali yaitu from zero to hero, yang dari tidak menjadi apa-apa menjadi sesuatu. Keberhasilan itu banyak sekali didukung oleh orang lain, contohnya Ajik Krisna betul-betul didukung dan diberikan fasilitas oleh Bapak Sidharta sehingga Ajik Krisna menjadi pengusaha sekarang ini.

“Kenapa saya katakan itu, karena seniman merupakan arsitek, kita semua juga seorang arsitek, arsitek di keluarga untuk masyarakat dan dunia. Ini patut dipertimbangkan dan kita harus menjadi arsitek untuk diri kita sendiri,” ucapnya.

Bupati Giri Prasta juga mengatakan bahwa putra daerah yang berasal dari Bengkel Buleleng ini mampu dengan rempah- rempah yang ada menciptakan Minyak Ajik, ini luar biasa dapat menciptakan minyak yang memiliki banyak khasiat. Bupati juga sudah pernah menyampaikan kepada Ajik Krisna untuk jangan bergaul sama artis-artis nasional saja, artis-artis lokal Bali juga harus digandeng, jangan dilupakan. Astungkara inisiasi yang dilakukan oleh Ajik Krisna untuk bergaul dengan paguyuban artis Bali dan seniman Bali telah dilakukannya.

Baca Juga  Bupati Giri Prasta Hadiri Karya Atma Wedana Banjar Juwuk Legi Baturiti

“Saya betul-betul merasa bangga sekali di era sekarang ini, tidak ada lagi yang kecil mengalahkan yang besar dan tidak ada yang besar mengalakan yang kecil, yang ada hanya yang lambat dikalahkan yang cepat, inilah era digitalisasi. Kami sampaikan di Kabupaten Badung sampai 2.000 UMKM itu bisa ditampung di Oleh-Oleh Krisna artinya apa ini adalah menghidupkan sektor ekonomi karena kami sekarang sudah gerak juga dengan teknologi sehingga menunjukkan banyak kreatif speed, di situ ada di expo-expo yang akan kita lakukan ke depan ini. Jangan lupa Oleh-Oleh Krisna inilah menjadi garda terdepan kita untuk betul-betul menghidupkan UMKM yang ada di Provinsi Bali, pulau dewata yang kita cintai, ‘Minyak Ajik TOP, From Bali to Everybody’,” tuturnya.

Sementara Ajik Krisna mengatakan terima kasih semua pihak yang sudah datang dan mendukung acara launching Minyak Ajik, terima kasih juga disampaikan kepada Gana Idol atas dukungannya. Tanpa dukungan dari Gana Idol, Minyak Ajik ini tidak akan bisa diproduksi. “Sebelumnya saya meminta izin dulu kepada Ibunda Gana Idol, kalau diizinkan, Minyak Ajik yang sebelumnya bernama Minyak Santika akan diproduksi tapi namanya menjadi Minyak Ajik. Berkat doa dari Ibunda Gana, akhirnya minyak ajaib dengan nama Minyak Ajik di-launching tanggal 31 Oktober. Terima kasih kepada Ibu Gana, semoga ke depannya membuahkan hasil. Begitu ada hasilnya, saya janji memikirkan keluarga Ibunda Gana dan saya janji hasil keuntungan saya akan disisihkan untuk masyarakat Bali dan paguyuban seniman Bali dan guide-guide yang ada di Bali yang telah membesarkan Krisna Oleh-Oleh,” tegasnya. (gs)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KESEHATAN

Satu Suntikan Vaksin Heksavalen, Gabungkan Enam Perlindungan Penyakit

Bali Jadi Daerah Percontohan Vaksin Heksavalen

Loading

Published

on

By

Vaksin Heksavalen
Balita saat menerima suntikan Vaksin Heksavalen. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Orang tua kini bisa sedikit bernapas lega. Keluhan tentang banyaknya suntikan saat imunisasi dasar pada bayi akhirnya direspons pemerintah dengan meluncurkan Vaksin Heksavalen, inovasi yang menggabungkan enam perlindungan penyakit ke dalam satu suntikan.

Provinsi Bali menjadi salah satu dari tiga wilayah percontohan nasional bersama Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mulai mengimplementasikan vaksin pada bulan Oktober tahun ini, dan menyasar bayi yang lahir setelah 9 Juli 2025.

Vaksin Heksavalen memberikan perlindungan terhadap Difteri, Pertusis, TetanusH hepatitis B, Haemophilus Influenzae tipe B (Hib), dan Polio, serta menggantikan jadwal imunisasi dasar pada usia 2, 3, dan 4 bulan.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, dr. Gede Nyoman Sebawa, menyebut terobosan ini merupakan hasil evaluasi lapangan terhadap berbagai keluhan masyarakat.

“Kami menemukan banyak orang tua mengeluhkan anaknya terlalu sering disuntik saat imunisasi. Kalau dulu dua jenis vaksin disuntikkan terpisah, sekarang cukup satu kali,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (7/10).

Menurutnya, pengurangan jumlah suntikan tidak hanya mengurangi rasa sakit dan trauma pada bayi, tetapi juga meningkatkan kepatuhan orang tua untuk menuntaskan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL).

Selain dari sisi kenyamanan, vaksin kombinasi ini juga menjadi langkah strategis untuk menutup kesenjangan cakupan imunisasi yang sebelumnya kerap muncul antara vaksin Pentavalen dan Polio injeksi.

“Dengan dijadikan satu dosis Heksavalen, cakupannya akan sama. Ini langkah penting agar semua bayi mendapat perlindungan penuh,” jelas dr. Sebawa.

Dari sisi pelaksanaan, pihaknya menambahkan efisiensi juga dirasakan oleh tenaga kesehatan. Pemberian vaksin kini lebih praktis dan efektif, sehingga pelayanan dapat dioptimalkan di berbagai fasilitas kesehatan mulai dari puskesmas, klinik, bidan praktik mandiri, hingga posyandu.

Baca Juga  Bupati Giri Prasta Apresiasi Rekomendasi Dewan Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

“Untuk Kabupaten Buleleng, sasaran awal bayi usia 2 bulan sampai 2 bulan 29 hari sudah terdata sekitar 2.450 bayi,” tambahnya.

Dr. Sebawa berharap, dengan penerapan vaksin Heksavalen ini, pemerintah menargetkan capaian IDL sebesar 95 persen, sekaligus mencegah potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) akibat enam penyakit menular yang dapat dicegah dengan imunisasi. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Pastikan Kesehatan, Dinkes Denpasar Rutin Cek Kesehatan Warga Terdampak Banjir

Published

on

By

SAFARI KESEHATAN: Pelaksanaan safari kesehatan Dinas Kesehatan Kota Denpasar dengan menyasar wilayah terdampak pada Minggu (14/9). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Denpasar terus berupaya memastikan kesehatan warga yang terdampak banjir melalui program Safari Kesehatan yang digelar secara rutin. Giat tersebut dikemas dengan sistem jemput bola yang menyasar titik-titik wilayah terdampak.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, AA Ayu Agung Candrawati saat dikonfirmasi Minggu (14/9) menyatakan bahwa upaya ini dilakukan untuk memantau dan menjaga kesehatan warga yang berada di kantong-kantong pengungsian akibat banjir.

“Sebagai upaya memastikan kesehatan warga terdampak banjir, Pemkot Denpasar melalui Dinas Kesehatan secara rutin menggelar Safari Kesehatan. Pemeriksaan menyasar kantong-kantong pengungsian, dengan menerjunkan Tim Kesehatan Puskesmas yang mewilayahi,” kata Agung Candrawati.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memastikan kesehatan warga terdampak banjir tetap terjaga dan dapat segera mendapatkan penanganan jika ditemukan masalah kesehatan.

“Harapannya dapat memastikan kesehatan warga terdampak,” ujarnya.

Bagi warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan, Agung Candrawati mengimbau untuk menghubungi Dinas Kesehatan, Puskesmas terdekat, atau Perbekel/Lurah serta Kaling/Kadus di wilayah masing-masing.

“Warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan dapat menghubungi Dinas Kesehatan, Puskesmas terdekat atau Perbekel/Lurah serta Kaling/Kadus,” tambahnya.

Dalam pelaksanaan Safari Kesehatan, tim kesehatan juga memberikan edukasi dan penyuluhan tentang kesehatan kepada warga terdampak, termasuk cara pencegahan penyakit yang umum terjadi pasca-banjir seperti diare dan penyakit kulit. Selain itu, dilakukan juga distribusi obat-obatan dan peralatan kesehatan dasar untuk mendukung pelayanan kesehatan di lokasi pengungsian.

Dengan upaya ini, Dinkes Denpasar berharap dapat meminimalisir risiko kesehatan bagi warga terdampak banjir dan memberikan pelayanan kesehatan yang memadai.

“Kerja sama antara Dinas Kesehatan, Puskesmas, dan pemerintah setempat diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penanganan kesehatan warga terdampak dan mempercepat proses pemulihan pasca-banjir,” ujarnya. (eka/bi)

Baca Juga  Bupati Giri Prasta Hadiri Rakor Program Pemberantasan Korupsi, Pemkab Badung Sangat Serius dan Komit Cegah Praktek Korupsi

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Kunjungan Spesialis Obgyn ke Puskesmas, Tingkatkan Keterampilan Nakes untuk Pelayanan Prima bagi Ibu Hamil

Published

on

By

obgyn puskesmas buleleng
Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng saat intensifkan program Kunjungan Spesialis Obgyn (SPOG) ke Puskesmas yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng intensifkan program Kunjungan Spesialis Obgyn (SPOG) ke Puskesmas yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. Program ini tidak hanya memberikan akses pemeriksaan bagi ibu hamil oleh dokter spesialis, tetapi juga bertujuan meningkatkan keterampilan tenaga kesehatan (nakes) di Puskesmas dalam memberikan pelayanan prima kepada ibu hamil.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Buleleng, Nyoman Budiastawan, menjelaskan bahwa melalui kunjungan ini, dokter umum dan bidan di Puskesmas mendapatkan pelatihan langsung dari dokter spesialis obstetri dan ginekologi dalam hal pemeriksaan kehamilan, deteksi risiko tinggi, serta penggunaan USG dasar.

“Diharapkan setelah mendapatkan pendampingan dari dokter spesialis, tenaga medis di Puskesmas mampu melakukan pemeriksaan dengan USG secara mandiri. Ini akan sangat membantu dalam deteksi dini risiko kehamilan, sehingga ibu hamil dapat memperoleh penanganan yang tepat sejak awal,” ujar Budiastawan, Jumat (14/3).

Budiastawan menjelaskan, pada semester pertama, program ini telah dilaksanakan di 16 Puskesmas, dengan setiap Puskesmas memeriksa 10 ibu hamil oleh dokter spesialis. Hasilnya menunjukkan bahwa hampir 90% ibu hamil mengalami kehamilan berisiko tinggi, terutama akibat kurangnya perencanaan kehamilan, usia di atas 35 tahun, serta anemia.

Dengan adanya peningkatan keterampilan tenaga kesehatan, Puskesmas diharapkan mampu memberikan pelayanan prima secara mandiri, mulai dari deteksi dini, pemeriksaan rutin, hingga penanganan awal bagi ibu hamil. Jika ditemukan kondisi yang memerlukan penanganan lebih lanjut, maka rujukan ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut akan segera disiapkan.

Selain itu, Budiastawan mengimbau pasangan usia subur untuk merencanakan kehamilan dengan baik, termasuk memperhatikan usia dan kondisi kesehatan sebelum hamil. Bagi ibu hamil, pemeriksaan rutin ke Puskesmas setiap bulan sangat dianjurkan agar potensi risiko dapat terdeteksi sejak dini.

Baca Juga  Bupati Giri Prasta Hadiri Rakor Program Pemberantasan Korupsi, Pemkab Badung Sangat Serius dan Komit Cegah Praktek Korupsi

“Dengan peningkatan keterampilan tenaga medis di Puskesmas, kami berharap ibu hamil dapat memperoleh pelayanan yang lebih baik, cepat, dan tepat. Langkah ini juga berkontribusi dalam menekan angka kematian ibu dan bayi, serta mencegah risiko seperti bayi lahir dengan berat badan rendah, gizi buruk, dan stunting,” tutup Budiastawan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca