Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

KESEHATAN

Wagub Bali Cok Ace Harapkan IDI Bersinergi dengan Pemerintah dalam Tingkatkan Pelayanan Kesehatan untuk Masyarakat

BALIILU Tayang

:

de
HADIR: Wagub Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati saat menghadiri Pelantikan Personalia Pengurus IDI Wilayah Bali periode 2021-2024, di Ruang AA Djelantik Fakultas Kedokteran Udayana Lantai 4, Denpasar, Sabtu (30/10).

Denpasar, baliilu.com – Secara pribadi dan sebagai pimpinan masyarakat Bali, Wakil Gubernur Bali Tjok. Oka Artha Ardana Sukawati mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas pengabdian para dokter di garda terdepan pelayanan kesehatan saat pandemi Covid-19 sedang merebak di seluruh dunia.

Seperti diketahui bersama, tantangan kesehatan ke depan semakin berat. Untuk itu IDI diharapkan semakin merapatkan barisannya dengan selalu bersinergi dengan pemerintah agar tujuan mulia di bidang kemanusiaan terus dapat dilaksanakan dengan lebih baik lagi, mengingat kebutuhan masyarakat terhadap kesehatan semakin meningkat.

Hal ini disampaikan Wagub Cok Ace saat menghadiri Pelantikan Personalia Pengurus IDI Wilayah Bali periode 2021-2024, di Ruang AA Djelantik Fakultas Kedokteran Udayana Lantai 4, Denpasar, Sabtu (30/10).

Wagub Cok Ace lanjut menyampaikan, IDI yang merupakan organisasi profesi dokter yang menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan, memiliki kiprah luar biasa dalam aspek pembangunan bangsa. Terutama dalam pembangunan bidang kesehatan yaitu mewujudkan masyarakat yang sehat baik fisik, mental, sosial dan spiritual. Kiprah IDI yang luar biasa ini, sejalan dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui pola pembangunan semesta berencana menuju Bali era baru yang bertujuan agar krama Bali hidup sejahtera dan bahagia.

Oleh sebab itu, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat mengharuskan organisasi ini mampu bersaing dengan industri kesehatan global. Karena untuk dapat hidup sejahtera dan bahagia maka kunci utamanya adalah masyarakat juga harus sehat.

Untuk itu berbagai upaya di bidang kesehatan terus ditingkatkan mulai dari peningkatan akses dan kualitas fasilitas pelayanan kesehatan, pembiayaan jaminan kesehatan bagi masyarakat miskin, pengembangan industri kesehatan tradisional dan juga pemenuhan SDM kesehatan ke puskesmas dan rumah sakit yang ada di seluruh Bali. ‘’Terlebih Bali yang merupakan tujuan wisata internasional maka peran IDI untuk mengembangkan kompetensi SDM-nya agar tidak kalah dengan SDM dari luar negeri dan kami berharap Bali nantinya dapat menjadi tujuan wisata medis atau medical tourism dengan memanfaatkan dokter-dokter lokal Bali yang memiliki kompetensi standar internasional,’’ ujar Wagub.

Baca Juga  Tinjau Isoter Berbasis Desa di Ubud, Wagub Cok Ace Harap Angka Kasus Covid-19 Bisa Menurun

“Saya yakin kita bisa, asalkan kita bersatu, bersinergi dan berkolaborasi yang baik maka kita pasti akan menjadi pilihan pelayanan kesehatan oleh masyarakat mancanegara, saya bangga bertemu dengan para dokter yang selama masa pandemi ini sudah luar biasa perjuangannya demi menjaga kesehatan masyarakat Bali. Dan para dokter adalah pahlawan bagi kita semua karena dengan kerja kerasnya mengorbankan waktu, tenaga dengan segenap kemampuannya dan juga ada yang sampai berkorban jiwa dalam tugasnya menangani pasien covid-19,” ungkap Wagub Cok Ace lagi.

Sementara Ketua umum PB IDI, dr. Slamet Budiarto mengatakan bahwa IDI di usianya yang ke-71 pada Oktober ini, IDI diharapkan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat dan anggota sesuai tujuan IDI didirikan. Dimana harus bisa menjamin anggotanya untuk memberikan layanan yang baik sesuai kode etik dan sumpah dokter, dengan mengutamakan komunikasi dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat sangat penting untuk menghindari miskomunikasi.

IDI adalah organisasi yang harus solid dan kuat, dengan bersatu dan tidak terpecah-belah maka tujuan IDI untuk memberikan layanan terbaik dan menyejahterakan anggotanya dapat terwujud, dengan menjaga soliditas dan memperjuangkan soliditas masyarakat dan anggota adalah kepentingan di atas segalanya.

Ketua IDI terpilih Prof. dr. Gede Putra Suteja mengingatkan agar para dokter tetap menjaga loyalitas dan kerjasama antar-anggota, sehingga terwujud solidaritas dalam memberikan pelayanan yang baik terhadap pasien dengan lima (5) nilai dasar kedokteran yakni  bidang kemanusiaan, profesionalisme, kesejawatan, menjadi teladan terhadap masyarakat, dan pengabdian terhadap masyarakat. (gs)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KESEHATAN

Satu Suntikan Vaksin Heksavalen, Gabungkan Enam Perlindungan Penyakit

Bali Jadi Daerah Percontohan Vaksin Heksavalen

Loading

Published

on

By

Vaksin Heksavalen
Balita saat menerima suntikan Vaksin Heksavalen. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Orang tua kini bisa sedikit bernapas lega. Keluhan tentang banyaknya suntikan saat imunisasi dasar pada bayi akhirnya direspons pemerintah dengan meluncurkan Vaksin Heksavalen, inovasi yang menggabungkan enam perlindungan penyakit ke dalam satu suntikan.

Provinsi Bali menjadi salah satu dari tiga wilayah percontohan nasional bersama Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mulai mengimplementasikan vaksin pada bulan Oktober tahun ini, dan menyasar bayi yang lahir setelah 9 Juli 2025.

Vaksin Heksavalen memberikan perlindungan terhadap Difteri, Pertusis, TetanusH hepatitis B, Haemophilus Influenzae tipe B (Hib), dan Polio, serta menggantikan jadwal imunisasi dasar pada usia 2, 3, dan 4 bulan.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, dr. Gede Nyoman Sebawa, menyebut terobosan ini merupakan hasil evaluasi lapangan terhadap berbagai keluhan masyarakat.

“Kami menemukan banyak orang tua mengeluhkan anaknya terlalu sering disuntik saat imunisasi. Kalau dulu dua jenis vaksin disuntikkan terpisah, sekarang cukup satu kali,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (7/10).

Menurutnya, pengurangan jumlah suntikan tidak hanya mengurangi rasa sakit dan trauma pada bayi, tetapi juga meningkatkan kepatuhan orang tua untuk menuntaskan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL).

Selain dari sisi kenyamanan, vaksin kombinasi ini juga menjadi langkah strategis untuk menutup kesenjangan cakupan imunisasi yang sebelumnya kerap muncul antara vaksin Pentavalen dan Polio injeksi.

“Dengan dijadikan satu dosis Heksavalen, cakupannya akan sama. Ini langkah penting agar semua bayi mendapat perlindungan penuh,” jelas dr. Sebawa.

Dari sisi pelaksanaan, pihaknya menambahkan efisiensi juga dirasakan oleh tenaga kesehatan. Pemberian vaksin kini lebih praktis dan efektif, sehingga pelayanan dapat dioptimalkan di berbagai fasilitas kesehatan mulai dari puskesmas, klinik, bidan praktik mandiri, hingga posyandu.

Baca Juga  Wagub Cok Ace Dorong Penguatan UMKM dalam Transformasi Ekonomi Bali

“Untuk Kabupaten Buleleng, sasaran awal bayi usia 2 bulan sampai 2 bulan 29 hari sudah terdata sekitar 2.450 bayi,” tambahnya.

Dr. Sebawa berharap, dengan penerapan vaksin Heksavalen ini, pemerintah menargetkan capaian IDL sebesar 95 persen, sekaligus mencegah potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) akibat enam penyakit menular yang dapat dicegah dengan imunisasi. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Pastikan Kesehatan, Dinkes Denpasar Rutin Cek Kesehatan Warga Terdampak Banjir

Published

on

By

SAFARI KESEHATAN: Pelaksanaan safari kesehatan Dinas Kesehatan Kota Denpasar dengan menyasar wilayah terdampak pada Minggu (14/9). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Denpasar terus berupaya memastikan kesehatan warga yang terdampak banjir melalui program Safari Kesehatan yang digelar secara rutin. Giat tersebut dikemas dengan sistem jemput bola yang menyasar titik-titik wilayah terdampak.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, AA Ayu Agung Candrawati saat dikonfirmasi Minggu (14/9) menyatakan bahwa upaya ini dilakukan untuk memantau dan menjaga kesehatan warga yang berada di kantong-kantong pengungsian akibat banjir.

“Sebagai upaya memastikan kesehatan warga terdampak banjir, Pemkot Denpasar melalui Dinas Kesehatan secara rutin menggelar Safari Kesehatan. Pemeriksaan menyasar kantong-kantong pengungsian, dengan menerjunkan Tim Kesehatan Puskesmas yang mewilayahi,” kata Agung Candrawati.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memastikan kesehatan warga terdampak banjir tetap terjaga dan dapat segera mendapatkan penanganan jika ditemukan masalah kesehatan.

“Harapannya dapat memastikan kesehatan warga terdampak,” ujarnya.

Bagi warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan, Agung Candrawati mengimbau untuk menghubungi Dinas Kesehatan, Puskesmas terdekat, atau Perbekel/Lurah serta Kaling/Kadus di wilayah masing-masing.

“Warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan dapat menghubungi Dinas Kesehatan, Puskesmas terdekat atau Perbekel/Lurah serta Kaling/Kadus,” tambahnya.

Dalam pelaksanaan Safari Kesehatan, tim kesehatan juga memberikan edukasi dan penyuluhan tentang kesehatan kepada warga terdampak, termasuk cara pencegahan penyakit yang umum terjadi pasca-banjir seperti diare dan penyakit kulit. Selain itu, dilakukan juga distribusi obat-obatan dan peralatan kesehatan dasar untuk mendukung pelayanan kesehatan di lokasi pengungsian.

Dengan upaya ini, Dinkes Denpasar berharap dapat meminimalisir risiko kesehatan bagi warga terdampak banjir dan memberikan pelayanan kesehatan yang memadai.

“Kerja sama antara Dinas Kesehatan, Puskesmas, dan pemerintah setempat diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penanganan kesehatan warga terdampak dan mempercepat proses pemulihan pasca-banjir,” ujarnya. (eka/bi)

Baca Juga  Wagub Cok Ace Jadi Pembicara FGD Naskah Akademik Perda Kawasan Suci Gunung dan Danau di Unhi

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Kunjungan Spesialis Obgyn ke Puskesmas, Tingkatkan Keterampilan Nakes untuk Pelayanan Prima bagi Ibu Hamil

Published

on

By

obgyn puskesmas buleleng
Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng saat intensifkan program Kunjungan Spesialis Obgyn (SPOG) ke Puskesmas yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng intensifkan program Kunjungan Spesialis Obgyn (SPOG) ke Puskesmas yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. Program ini tidak hanya memberikan akses pemeriksaan bagi ibu hamil oleh dokter spesialis, tetapi juga bertujuan meningkatkan keterampilan tenaga kesehatan (nakes) di Puskesmas dalam memberikan pelayanan prima kepada ibu hamil.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Buleleng, Nyoman Budiastawan, menjelaskan bahwa melalui kunjungan ini, dokter umum dan bidan di Puskesmas mendapatkan pelatihan langsung dari dokter spesialis obstetri dan ginekologi dalam hal pemeriksaan kehamilan, deteksi risiko tinggi, serta penggunaan USG dasar.

“Diharapkan setelah mendapatkan pendampingan dari dokter spesialis, tenaga medis di Puskesmas mampu melakukan pemeriksaan dengan USG secara mandiri. Ini akan sangat membantu dalam deteksi dini risiko kehamilan, sehingga ibu hamil dapat memperoleh penanganan yang tepat sejak awal,” ujar Budiastawan, Jumat (14/3).

Budiastawan menjelaskan, pada semester pertama, program ini telah dilaksanakan di 16 Puskesmas, dengan setiap Puskesmas memeriksa 10 ibu hamil oleh dokter spesialis. Hasilnya menunjukkan bahwa hampir 90% ibu hamil mengalami kehamilan berisiko tinggi, terutama akibat kurangnya perencanaan kehamilan, usia di atas 35 tahun, serta anemia.

Dengan adanya peningkatan keterampilan tenaga kesehatan, Puskesmas diharapkan mampu memberikan pelayanan prima secara mandiri, mulai dari deteksi dini, pemeriksaan rutin, hingga penanganan awal bagi ibu hamil. Jika ditemukan kondisi yang memerlukan penanganan lebih lanjut, maka rujukan ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut akan segera disiapkan.

Selain itu, Budiastawan mengimbau pasangan usia subur untuk merencanakan kehamilan dengan baik, termasuk memperhatikan usia dan kondisi kesehatan sebelum hamil. Bagi ibu hamil, pemeriksaan rutin ke Puskesmas setiap bulan sangat dianjurkan agar potensi risiko dapat terdeteksi sejak dini.

Baca Juga  Wagub Cok Ace Dampingi Kunjungan Menteri Perdagangan RI ke Pasar Badung

“Dengan peningkatan keterampilan tenaga medis di Puskesmas, kami berharap ibu hamil dapat memperoleh pelayanan yang lebih baik, cepat, dan tepat. Langkah ini juga berkontribusi dalam menekan angka kematian ibu dan bayi, serta mencegah risiko seperti bayi lahir dengan berat badan rendah, gizi buruk, dan stunting,” tutup Budiastawan. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca