Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Sorotan Presiden Jadi Alarm Keras, I Made Sada Dorong Penanganan Sampah Kuta Terpadu dan Berkelanjutan

BALIILU Tayang

:

Made Sada
Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Badung I Made Sada. (Foto: dok)

Denpasar, baliilu.com – Sorotan Presiden Prabowo Subianto terhadap persoalan sampah di kawasan wisata nasional, khususnya Pantai Kuta, menjadi pengingat keras bahwa persoalan lingkungan di Bali, terutama di jantung pariwisata, belum sepenuhnya tertangani secara tuntas.

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Badung, I Made Sada, menilai perhatian langsung Presiden tersebut harus dimaknai sebagai momentum untuk melakukan pembenahan menyeluruh, bukan sekadar respons sesaat di lapangan.

Menurut I Made Sada, persoalan sampah di Pantai Kuta bukan isu baru dan tidak bisa dilihat secara parsial. Masalah ini telah berlangsung bertahun-tahun, bersifat musiman, dan berulang setiap kali angin barat datang. Karena itu, penanganannya membutuhkan pendekatan terintegrasi dari hulu ke hilir, melibatkan lintas sektor dan lintas wilayah.

“Sorotan Presiden ini harus kita maknai sebagai alarm. Artinya, masalah sampah di kawasan strategis pariwisata seperti Kuta sudah menjadi perhatian nasional. Ini tidak boleh dijawab dengan langkah reaktif saja, tetapi harus dengan kebijakan yang terstruktur dan berkelanjutan,” kata I Made Sada kepada awak media, Kamis (5/2/2026).

Ia menjelaskan, Pantai Kuta berada di wilayah hilir yang menerima limpahan sampah kiriman dari berbagai daerah, terutama melalui aliran sungai dan arus laut. Kondisi geografis ini membuat upaya pembersihan di kawasan pantai saja tidak akan pernah cukup jika tidak dibarengi pengendalian sampah dari sumbernya.

“Kalau kita hanya fokus membersihkan di pantai, persoalan ini tidak akan pernah selesai. Sampah akan terus datang. Artinya, penanganan harus dimulai dari hulu, dari sungai, dari tata kelola sampah di desa-desa, hingga perilaku masyarakat,” tegas politisi yang membidangi urusan perekonomian dan lingkungan hidup tersebut.

I Made Sada mengakui, Pemerintah Kabupaten Badung selama ini telah melakukan berbagai upaya konkret, mulai dari pembersihan rutin, pengerahan personel, penggunaan alat berat, hingga melibatkan TNI, Polri, dan relawan. Namun, besarnya volume sampah musiman membuat upaya tersebut sering kali terlihat belum optimal di mata publik.

Baca Juga  Perkuat Kerja Sama, Sekretariat DPRD Badung dan Media Kunjungi DPRD Balikpapan 

“Saya melihat langsung di lapangan, petugas bekerja dari pagi sampai sore, bahkan malam. Tapi karena sampahnya datang terus-menerus, seolah-olah tidak pernah selesai. Ini bukan soal kinerja petugas, tapi soal sistem penanganan yang memang harus diperbaiki,” ujarnya.

Sampah kiriman yang datang ke Pantai Kuta pada musim tertentu didominasi oleh kayu, ranting pohon, bambu, serta sampah plastik. Selain mengganggu estetika pantai, kondisi ini juga berdampak langsung terhadap kenyamanan wisatawan dan citra pariwisata Bali di mata dunia.

Sebagai daerah yang menggantungkan sebagian besar perekonomiannya pada sektor pariwisata, Badung, kata I Made Sada, tidak boleh abai terhadap isu lingkungan. Menurutnya, kualitas lingkungan adalah fondasi utama pariwisata Bali. Jika persoalan sampah terus berulang tanpa solusi jangka panjang, maka kepercayaan wisatawan bisa tergerus.

“Pariwisata Bali tidak hanya soal hotel dan atraksi budaya, tapi juga soal kebersihan dan kelestarian lingkungan. Sampah di pantai adalah wajah Bali di mata dunia. Kalau wajah ini terus tercoreng, dampaknya bisa panjang,” katanya.

Ia mendorong agar penanganan sampah di kawasan Kuta dan sekitarnya ditempatkan sebagai agenda strategis lintas OPD, bukan hanya menjadi urusan Dinas Lingkungan Hidup. Diperlukan keterlibatan dinas teknis lain, pelaku pariwisata, desa adat, desa dinas, hingga sektor swasta.

Menurut I Made Sada, desa adat memiliki peran penting dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat terkait pengelolaan sampah. Awig-awig dan pararem desa adat bisa menjadi instrumen sosial yang efektif untuk menekan perilaku membuang sampah sembarangan.

“Pendekatan budaya ini penting. Bali punya kekuatan sosial dan adat yang luar biasa. Kalau ini dioptimalkan, kesadaran masyarakat akan jauh lebih kuat dibandingkan hanya mengandalkan sanksi administratif,” ujarnya.

Selain pendekatan sosial dan budaya, ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan sampah. Ia mendorong Pemkab Badung untuk menggandeng perguruan tinggi dan lembaga riset dalam mencari solusi inovatif, baik untuk pengolahan sampah organik, pengendalian sampah kiriman, maupun pengurangan sampah plastik.

Baca Juga  Anggota Komisi I DPRD Badung Puspa Negara Dukung Penuh CCTV Analitik Dipasang di Kawasan Vital Pariwisata Badung

“Perguruan tinggi punya sumber daya intelektual yang besar. Kita perlu kolaborasi untuk menemukan teknologi yang sesuai dengan karakter Bali, bukan sekadar meniru daerah lain,” katanya.

I Made Sada juga menyoroti pentingnya edukasi berkelanjutan kepada masyarakat. Menurutnya, membangun budaya bersih tidak bisa dilakukan secara instan. Dibutuhkan konsistensi, keteladanan, dan keberlanjutan program agar perubahan perilaku benar-benar terjadi.

“Edukasi ini tidak boleh musiman. Jangan hanya ramai saat sampah datang. Setelah itu hilang lagi. Harus ada program yang berkesinambungan, masuk ke sekolah-sekolah, banjar, dan komunitas,” ujarnya.

Terkait sorotan Presiden Prabowo, I Made Sada menilai pemerintah pusat juga perlu hadir dalam bentuk dukungan kebijakan dan anggaran, mengingat Kuta adalah destinasi wisata nasional yang memiliki dampak ekonomi luas bagi Indonesia.

“Kalau Kuta terganggu, dampaknya bukan hanya ke Badung atau Bali, tapi ke pariwisata nasional. Karena itu, dukungan pusat sangat penting, baik dalam regulasi maupun pembiayaan program strategis,” katanya.

Ia mengapresiasi keterlibatan TNI, Polri, komunitas lingkungan, dan masyarakat yang selama ini aktif terlibat dalam aksi bersih pantai. Namun ia mengingatkan, gotong-royong tidak boleh dijadikan satu-satunya solusi tanpa perbaikan sistemik.

“Gotong-royong itu penting, tapi tidak cukup. Kita tidak bisa selamanya bergantung pada aksi bersih-bersih. Yang lebih penting adalah mencegah sampah itu datang,” tegasnya.

I Made Sada berharap, momentum sorotan Presiden ini bisa menjadi titik balik bagi penanganan sampah di Bali, khususnya di kawasan pariwisata utama seperti Kuta. Ia menegaskan DPRD Badung siap mendorong kebijakan, anggaran, dan pengawasan agar penanganan sampah benar-benar berjalan efektif dan berkelanjutan.

“Kita di DPRD siap mengawal. Tapi yang paling penting adalah komitmen bersama. Kalau semua pihak bergerak, saya yakin persoalan ini bisa kita kurangi secara signifikan,” tambahnya. (gs/bi)

Baca Juga  Ketua DPRD Badung Anom Gumanti Mediasi Keluhan Penyanding atas Pembangunan Hotel di Kuta

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

DPRD Badung Gelar Rapat Paripurna Penyampaian PU Fraksi-Fraksi

Soroti Krisis Air Bersih, Dorong Teknologi SWRO hingga Pelebaran Jalan

Loading

Published

on

By

Ketua DPRD Badung Serahkan Dokumen PU Fraksi kepada Bupati
SERAHKAN DOKUMEN: Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti menyerahkan dokumen PU Fraksi-Fraksi DPRD Badung kepada Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa pada Rapat Paripurna Ke-10 Masa Persidangan Pertama Tahun Sidang 2026–2027 yang berlangsung di Ruang Sidang Utama Gosana Lantai III Kantor DPRD Badung, Kamis (5/11/2026). (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Badung pada Kamis, 5 November 2026, menggelar Rapat Paripurna Ke-10 Masa Persidangan Pertama Tahun Sidang 2026–2027 dengan agenda penyampaian pandangan umum fraksi-fraksi terhadap empat Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) strategis.

Rapat yang berlangsung di Ruang Sidang Utama Gosana Lantai III Kantor DPRD Badung ini dipimpin oleh Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti, didampingi para wakil ketua dan segenap anggota dewan.

Hadir pula dalam rapat tersebut Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah (Sekda) Badung I.B. Surya Suamba, pimpinan instansi vertikal, serta sejumlah pejabat daerah.

Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti menjelaskan bahwa agenda utama rapat paripurna ini adalah mendengarkan pandangan umum dari tiga fraksi yang ada di DPRD Badung—yakni Fraksi Golkar, Fraksi Gerindra, dan Fraksi PDI Perjuangan—terhadap empat Raperda, yang meliputi: Raperda tentang Penyertaan Modal Daerah kepada Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Mangutama; Raperda tentang Penyertaan Modal Daerah kepada PT Penjaminan Kredit Daerah (Jamkrida) Bali Mandara; Raperda tentang Pencabutan Perda Nomor 10 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan; dan Raperda tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2027.

Dalam keterangannya usai rapat, Anom Gumanti menyoroti sejumlah catatan penting dari dewan, salah satunya terkait penuntasan krisis air bersih di wilayah Badung Selatan. Dewan mendorong Perumda Air Minum Tirta Mangutama tidak hanya bergantung pada sumber air konvensional, tetapi juga mulai mengkaji penerapan teknologi pengolahan air laut menjadi air bersih (Sea Water Reverse Osmosis / SWRO).

“Ketika melaksanakan penyelesaian kebutuhan air di Badung ini, dewan mendorong agar direksi melaksanakan atau mungkin melakukan teknologi SWRO, artinya bagaimana mengolah air laut untuk bisa menjadi air bersih,” ujar Anom Gumanti.

Baca Juga  Puspa Negara Dukung Percepat Tangani Abrasi Pantai Kuta

Ia menambahkan, sebelumnya pasokan air di Kuta Selatan hanya mengandalkan Dam Estuari. Dengan adanya tambahan penyertaan modal yang baru, pihak perumda kini berencana mengambil air di wilayah Tukad Mati guna menambah suplai ke wilayah selatan, di samping harapan agar teknologi SWRO dapat segera direalisasikan.

Selain masalah air bersih, rapat paripurna juga menyoroti persoalan infrastruktur dan kemacetan lalu lintas, khususnya di kawasan Kuta Selatan seperti Desa Pecatu. Dewan menerima usulan dari sejumlah fraksi agar jalan-jalan utama yang ada diperlebar atau dijadikan jalur operatif alternatif agar mobilitas pariwisata tidak terganggu.

Di sektor ketenagakerjaan dan keuangan, dewan mencatat adanya usulan untuk mengevaluasi dan meningkatkan nilai Upah Minimum Kabupaten (UMK). Terkait tren peningkatan pendapatan daerah, Anom Gumanti menekankan pentingnya tata kelola pemerintahan yang baik serta perencanaan anggaran yang realistis.

“Intinya bahwa anggaran ini agar bisa tepat guna, tepat sasaran, dan kemudian lagi bisa dirasakan oleh masyarakat,” tegasnya.

Menutup keterangannya, Anom Gumanti memastikan pihak legislatif akan melakukan pengawasan ketat terhadap penggunaan dana penyertaan modal yang telah disetujui. Evaluasi akan terus dilakukan untuk memastikan kinerja pengelolaan sumber daya manusia dan program kerja benar-benar berada di jalur yang tepat (on the track) serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya di wilayah selatan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Badung Terima Empat Raperda Strategis, Krisis Air di Bukit Jadi Sorotan Utama

Published

on

By

Fraksi PDI Perjuangan Serahkan Pandangan Umum di DPRD Badung
SERAHKAN DOKUMEN PU FRAKSI: Juru Bicara Fraksi PDI Perjuangan DPRD Badung, I Made Rai Wirata, S.H., M.I.Kom menyerahkan Pandangan Umum Fraksi PDI Perjuangan kepada Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti saat Rapat Paripurna Ke-10 Masa Persidangan Pertama Tahun Sidang 2026–2027 yang digelar di Ruang Sidang Utama Gosana Lantai III Kantor DPRD Badung. (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Badung menyatakan dapat menerima empat Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) untuk selanjutnya ditetapkan menjadi peraturan daerah. Kendati demikian, persetujuan tersebut disertai berbagai catatan, koreksi, serta rekomendasi rinci yang akan dibahas lebih mendalam melalui rapat alat kelengkapan dewan bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Sikap politik tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna Ke-10 Masa Persidangan Pertama Tahun Sidang 2026–2027 dengan agenda Penyampaian Pandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Badung terhadap empat Raperda strategis. Rapat yang digelar di Ruang Sidang Utama Gosana Lantai III Kantor DPRD Badung ini dipimpin oleh Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti, didampingi para wakil ketua serta segenap anggota dewan.

Hadir pula dalam kesempatan tersebut Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah (Sekda) Badung I.B. Surya Suamba, pimpinan instansi vertikal, serta sejumlah pejabat daerah lainnya.

Juru bicara Fraksi PDI Perjuangan DPRD Badung, I Made Rai Wirata, S.H., M.I.Kom., memaparkan tanggapan fraksinya terhadap keempat Raperda yang meliputi: Raperda tentang Penyertaan Modal Daerah kepada Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Mangutama; Raperda tentang Penyertaan Modal Daerah kepada PT Penjaminan Kredit Daerah (Jamkrida) Bali Mandara; Raperda tentang Pencabutan Perda Nomor 10 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan; dan Raperda tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2027.

Terkait penyertaan modal kepada Perumda Air Minum Tirta Mangutama sebesar Rp 150 miliar hingga tahun anggaran 2029—dengan alokasi Rp 37 miliar pada APBD 2027—Fraksi PDI Perjuangan menegaskan pentingnya landasan hukum yang kuat guna meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan publik. Fraksi PDI Perjuangan berharap penambahan modal ini dapat menyelesaikan masalah menahun di wilayah Bali Selatan.

Baca Juga  Puspa Negara Dukung Percepat Tangani Abrasi Pantai Kuta

“Dengan adanya penambahan penyertaan modal ini, kami berharap Direksi Perumda Air Minum Tirta Mangutama mampu mengatasi krisis air di daerah Bukit, seperti Desa Ungasan, Desa Pecatu, dan sekitarnya di Kecamatan Kuta Selatan. Sehingga, tidak ada alasan lagi bagi direksi untuk mengeluhkan kekurangan modal guna menuntaskan krisis air tersebut,” tegas Rai Wirata.

Sementara itu, untuk Raperda penyertaan modal kepada PT Jamkrida Bali Mandara, fraksi menyetujui pemenuhan kewajiban Pemkab Badung pada Tahun Anggaran 2027 sebesar Rp 10 miliar dari total rencana penyertaan modal Rp 150 miliar hingga 2030.

Terkait Raperda Pencabutan Perda No. 10 Tahun 2010 tentang Administrasi Kependudukan, fraksi menilai substansi aturan tersebut sudah tidak relevan dan berpotensi tumpang tindih. Pengaturan teknis kependudukan skala kabupaten dinilai cukup diatur melalui peraturan kepala daerah.

Rincian APBD Kabupaten Badung Tahun 2027

Dalam pandangannya terhadap Raperda APBD 2027, Fraksi PDI Perjuangan menyoroti pentingnya menjaga stabilitas perekonomian dan keuangan daerah dalam menunjang pelayanan publik. Komposisi keuangan daerah dirancang dengan rincian sebagai berikut: Pendapatan Daerah: dirancang sebesar Rp 11.634.722.053.183,00, yang terdiri atas: Pendapatan Asli Daerah (PAD): Rp 10.904.723.845.178,00, Pendapatan Transfer: Rp 729.998.208.005,00.

Belanja Daerah: Dirancang Rp 13.379.086.523.923,00, yang terdiri atas: Belanja Operasi: Rp 7.009.193.884.288,00, Belanja Modal: Rp 4.310.626.626.071,00, Belanja Tidak Terduga: Rp 145.421.455.883,00, dan Belanja Transfer: Rp 1.913.844.557.681,00.

Penerimaan Pembiayaan Daerah: Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun sebelumnya sebesar Rp 534.528.799.452,00 dan penerimaan pembiayaan utang daerah Rp 2.614.248.087.124,00 (termasuk pinjaman daerah Rp 2.079.719.287.672,00).

Pengeluaran Pembiayaan: Mencakup penyertaan modal pada Perumda Tirta Mangutama (Rp 37 miliar) dan PT Jamkrida Bali Mandara (Rp 10 miliar), serta pembayaran pembiayaan utang daerah sebesar Rp 822.883.616.384,00.

Baca Juga  Perkuat Kerja Sama, Sekretariat DPRD Badung dan Media Kunjungi DPRD Balikpapan 

Usulan Infrastruktur, Penataan Kawasan, dan Evaluasi Kebencanaan

Selain memberikan persetujuan, Fraksi PDI Perjuangan juga menyampaikan sejumlah usulan pembangunan infrastruktur dan fasilitas publik, di antaranya:

Penuntasan pavingisasi gang, pelebaran serta pengaspalan Jalan Cemongkak menuju Buana Sari, pembuatan akses menurun ke Pantai Labuan Sait, dan pengaspalan Jalan Merpati di Desa Pecatu, Kuta Selatan.

Penataan Pantai Cemagi secara tuntas untuk kepentingan keagamaan, serta kelanjutan program trotoarisasi dari Mengening ke Munggu dan pembangunan jalan alternatif dari Banjar Seseh ke SD 2 Cemagi guna mengurai kemacetan.

Pembebasan lahan di sebelah utara Pusat Pemerintahan Mangupraja Mandala untuk dijadikan ruang terbuka hijau, sarana olahraga, rekreasi keluarga, serta wadah promosi bagi pelaku UMKM lokal.

Di sektor penanggulangan bencana, Fraksi menyampaikan duka mendalam atas tragedi tanah longsor di kawasan glamping eco park Desa Pelaga, Kecamatan Petang. Pemerintah Kabupaten Badung melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) didorong untuk segera melakukan penanganan darurat serta mengevaluasi potensi kerawanan bencana alam guna mengantisipasi kejadian serupa di masa mendatang.

Menutup pandangannya, Fraksi PDI Perjuangan menyampaikan apresiasi kepada Bupati Badung beserta jajaran eksekutif atas kerja keras dalam mengatasi kemacetan melalui pembukaan akses jalan baru di Kuta Selatan serta koordinasi intensif yang membuat pembahasan penyertaan modal dapat berjalan lebih cepat dari target. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Wagub Giri Prasta Tinjau Bedah Rumah di Jembrana, Tekankan Kualitas Bangunan demi Kenyamanan Warga

Bersumber dari Perubahan APBD 2026, Bantuan Rp 75 Juta Diharapkan Hadirkan Hunian Layak bagi Keluarga Kurang Mampu

Loading

Published

on

By

Wagub Giri Prasta Tinjau Program Bedah Rumah di Jembrana
TINJAU BEDAH RUMAH: Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta, didampingi Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan, meninjau program bedah rumah Pemerintah Provinsi Bali di Kabupaten Jembrana, Kamis (5/11). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Jembrana, baliilu.com – Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta, didampingi Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan, meninjau program bedah rumah Pemerintah Provinsi Bali di Kabupaten Jembrana, Kamis (5/11).

Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah rumah keluarga I Gede Yogi Agus Cahaya di Banjar Pebuahan, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara. Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung kondisi hunian penerima manfaat sekaligus memastikan bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.Wagub Giri Prasta Tinjau Program Bedah Rumah di Jembrana

Program bedah rumah tersebut bersumber dari Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Bali Tahun Anggaran 2026 dengan nilai bantuan sebesar Rp 75 juta.

Bantuan diperuntukkan bagi pembangunan rumah satu lantai seluas 30 meter persegi yang dilengkapi dua kamar tidur, teras, dan kamar mandi. Pembangunan rumah diharapkan dapat meningkatkan kualitas hunian sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi keluarga penerima manfaat.

Saat meninjau kediaman I Gede Yogi Agus Cahaya, Wagub Giri Prasta mendapati kondisi rumah yang tergolong tidak layak huni. Salah satu kamar tidur juga difungsikan sebagai dapur, sementara atap genteng mengalami kebocoran dan lantai teras masih berupa tanah.

Kondisi sanitasi rumah tersebut juga belum memadai. Kamar mandi mengalami kerusakan berat dan tidak memiliki atap. Selain itu, rumah keluarga tersebut belum terhubung dengan jaringan air bersih PDAM sehingga masih mengandalkan sumur tradisional untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari.

Melihat kondisi tersebut, Wagub Giri Prasta meminta agar pelaksanaan program bedah rumah benar-benar memperhatikan kualitas bangunan, mulai dari konstruksi hingga kelengkapan fasilitas dasar.

Ia menekankan bahwa pembangunan rumah tidak hanya berorientasi pada penyelesaian fisik, tetapi juga harus memastikan hunian yang dihasilkan layak ditempati serta mampu memberikan rasa aman, sehat, dan nyaman bagi penghuninya.

Baca Juga  Puspa Negara Dukung Percepat Tangani Abrasi Pantai Kuta

I Dewa Ayu Putu Mega Ariantini, istri I Gede Yogi Agus Cahaya, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan bedah rumah yang diterima keluarganya. Ia mewakili suaminya yang saat kunjungan berlangsung masih bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

“Matur suksma, Bapak Wakil Gubernur Bali, Nyoman Giri Prasta, atas bantuan bedah rumahnya. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi keluarga kami,” ungkapnya saat berdialog dengan Wagub Giri Prasta dan Bupati Jembrana.

Dalam kesehariannya, I Dewa Ayu Putu Mega Ariantini bekerja membuat perlengkapan upakara berupa tamas, sedangkan suaminya bekerja serabutan. Keduanya berupaya memenuhi kebutuhan keluarga di tengah keterbatasan ekonomi dan kondisi tempat tinggal yang belum layak.

Selain meninjau kondisi rumah, Wagub Giri Prasta juga memberikan bantuan uang tunai sebesar Rp 500.000 kepada Putu Bagus Andi Yoga Sulung, anak pasangan I Gede Yogi Agus Cahaya dan I Dewa Ayu Putu Mega Ariantini.

Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk perhatian sekaligus motivasi agar Putu Bagus, yang saat ini duduk di kelas II SD Negeri Banyubiru, terus rajin belajar dan bersemangat menempuh pendidikan.

Melalui program bedah rumah ini, Pemerintah Provinsi Bali berupaya membantu masyarakat yang masih tinggal di hunian tidak layak, sekaligus mendukung peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan keluarga penerima manfaat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca