Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Bupati Sanjaya Angkat Potensi Wisata Desa Gunung Salak

BALIILU Tayang

:

Bungan Desa tabanan
BUNGAN DESA: Bupati Tabanan Komang Gede Sanjaya saat melanjutkan program unggulan Bungan Desa "Bupati Ngantor di Desa" yang merupakan kunjungan Bungan Desa ke-44, di Desa Gunung Salak, Kecamatan Selemadeg Timur, Senin (5/2). (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Bupati Tabanan Komang Gede Sanjaya menunjukkan pesona dan potensi alam Desa Gunung Salak, Kecamatan Selemadeg Timur saat melanjutkan program unggulan Bungan Desa “Bupati Ngantor di Desa” yang merupakan kunjungan Bungan Desa ke-44, Senin (5/2).

Kehadiran Sanjaya bersama Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, yang turut serta mengajak Sekda, para Asisten, dan para Kepala OPD di lingkungan pemerintah Kabupaten Tabanan, Camat se-Kabupaten Tabanan, pagi itu mendapatkan sambutan hangat dari Perbekel, Bendesa Adat dan masyarakat setempat sebagai wujud sinergitas antara pemerintah dan masyarakat. Dimana pada kesempatan itu Bunda Rai sebagai Bunda Literasi menyerahkan beberapa buku bacaan kepada petugas Perpustakaan Keliling guna menambah khasanah bacaan bagi anak-anak didik.

Sebagaimana diketahui, bahwa Desa Gunung Salak yang terletak di bagian Barat Kabupaten Tabanan dengan mayoritas masyarakatnya sebagai petani atau pekebun ini memiliki potensi alam yang luar biasa. Sebagai Desa Agrowisata buah salak, buah wani, padi, jagung dan kedelai, terlebih lagi dengan sistem pemupukannya yang menggunakan pupuk organik serta pengendalian hama menggunakan predator alami. Hal ini tentunya mendapatkan apresiasi dari Bupati Sanjaya akan semangat dan kerja keras yang telah ditunjukkan masyarakat dalam membangun dan mengembangkan potensi desa Gunung Salak.

“Oleh karena itu, mari kita tingkatkan kesadaran dan kepedulian kita terhadap potensi alam yang luar biasa ini. Kita bisa memulai dan mempraktikkan gaya hidup yang ramah lingkungan, mendukung kebijakan pelestarian alam dan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga ekosistem,” seru Sanjaya.

Sekaligus, Bupati Sanjaya juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga alam ini dengan tindakan nyata dalam pelestarian lingkungan dan untuk tidak mengotori alam serta tidak membuang sampah sembarangan apalagi sampah plastik. Berkomitmen untuk menjadi pelindung lingkungan yang tangguh sembari menikmati keindahan alam Gunung Salak.

Baca Juga  <strong>Bupati Sanjaya Lepas Kontingen Raimuna Nasional Tabanan ke Jakarta</strong>

Selaras dengan penjelasan Bupati Sanjaya, selaku Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya juga mengutarakan tanggapan yang sama, baginya pesona Gunung Salak menjadi hidden gems atau bagaikan permata yang tersembunyi di Kabupaten Tabanan. “Luar biasa pesona Gunung Salak ini, baik alam dan juga wisatanya, kami sangat apresiasi sekali, sekaligus juga berharap nanti IKM dan UMKM di sini bisa berkembang, kedepankan potensi-potensi yang unggul di Gunung Salak, apalagi kualitas agrowisatanya yang sudah bagus sekali,” sebutnya.

Selain itu, melalui program unggulan ini, Sanjaya berharap dapat memberikan dampak salah satunya meningkatkan kesehatan masyarakat dan menurunkan angka stunting melalui kegiatan posyandu, bina keluarga balita, pemeriksaan kesehatan, pembagian kacamata gratis dan konseling semara ratih bisa terlaksana optimal, sehingga dapat meningkatkan kesehatan masyarakat secara umum.

Di tengah kesempatan tersebut Sanjaya berkesempatan sambangi stand-stand pelayanan OPD kepada masyarakat sekaligus menyerap aspirasi masyarakat dengan permasalahan yang ada. menanyakan langsung keluhan masyarakat yang tengah dihadapi.

“Itu saya sampaikan, tujuan saya Berkantor di Desa dengan program Bungan Desa tujuannya adalah, apa yang jadi harapan masyarakat bukan serta merta datang ke Kantor Bupati mengurus sesuatu, di era sekarang dengan berkantor di Desa, kita melayani langsung masyarakat. Terkait PBB, dari pagi OPD kita melayani masyarakat, ketika bicara kesehatan sudah ada pihak kami yang melayani sampai diberikan kacamata gratis. Dulu katanya perijinan dikatakan sulit, tapi sekarang kita datang langsung hari ini diurus dan langsung diberikan buat masyarakat yang kita cintai,” tegas Politisi asal Dauh Pala tersebut.

Lebih lanjut, Sanjaya sampaikan asas manfaat program Bungan Desa ini, dimana Sanjaya bersama jajaran OPD memberikan pelayanan yang terbaik buat masyarakat, sekaligus juga melihat langsung kondisi Desa Gunung Salak dan memperhatikan infrastruktur yang perlu dibangun.

Baca Juga  Bupati Tabanan Apresiasi Gerakan Petani Muda Keren Dalam Menjaga Lingkungan dan Alam di Bali

“Kalau saya tidak berkantor di Desa, mana tau TK-nya, Desanya dan infrastrukturnya. Nah inilah tujuan semua OPD saya ajak jalan-jalan dan sekaligus berkantor di desa melihat di desanya, apa yang terjadi di desanya, rangkum semua program pembangunan di desa, sehingga kita bisa tahu bagaimana mewujudkan Tabanan Era Baru yang Aman Unggul dan Madani bisa cepat kita laksanakan di Kabupaten Tabanan,” harap Sanjaya.

Di kesempatan yang sama selaku Perbekel Desa Gunung Salak, I Wayan Wija menyampaikan ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya kehadapan Bapak Bupati atas berbagai dukungan dan juga perbaikan yang telah digencarkan baik dari segi infrastruktur dan batuan lainnya yang telah dirasakan oleh masyarakat dalam masa kepemimpinan Sanjaya. Pihaknya sekaligus sampaikan harapan agar melalui program ini Bapak Bupati bisa bersinergi dan berkoordinasi dengan masyarakat Desa Gunung Salak, sehingga dapat mengetahui apa yang menjadi keluhan masyarakat sekaligus menyampaikan kebijakan dan program-program bapak bupati.

Banyak kemudahan yang dinikmati masyarakat melalui program pemerintah Kabupaten Tabanan, Bungan Desa ini, salah satunya yang dirasakan oleh I Gusti Nyoman Palguna, masyarakat Desa Gunung Salak yang pada kesempatan tersebut, merasakan kemudahan mengurus surat keterangan ijin usaha, dan pengurusan KTP dengan proses yang cepat, mudah dan tanpa ada tambahan biaya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Deklarasi Damai Calon Perbekel, Wujudkan Pilkel yang Aman dan Demokratis

Published

on

By

Deklarasi Damai Calon Perbekel Gianyar
DEKLARASI DAMAI: Sebanyak 61 calon perbekel dari 26 desa mengikuti Deklarasi Damai Calon Perbekel dalam rangka Pemilihan Perbekel (Pilkel) Serentak Tahun 2026 di Balai Budaya Gianyar, Senin (31/8). (Foto: Hms Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Sebanyak 61 calon perbekel dari 26 desa mengikuti Deklarasi Damai Calon Perbekel dalam rangka Pemilihan Perbekel (Pilkel) Serentak Tahun 2026 di Balai Budaya Gianyar, Senin (31/8).

Mengusung semangat Abhipraya Nayaka Dharma Rakshaka Desa, yang bermakna tekad mulia untuk mencari pemimpin yang mampu menjaga kebenaran, melindungi, serta memajukan desa. Kegiatan ini menjadi momentum bagi seluruh calon perbekel untuk menyatakan komitmen bersama dalam mengikuti seluruh tahapan Pilkel secara damai, tertib, jujur, dan menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi.

Bupati Gianyar I Made Mahayastra mengatakan bahwa Pemilihan Perbekel (Pilkel) Serentak Tahun 2026 menjadi bagian penting dalam proses demokrasi di tingkat paling bawah. Pemilihan langsung di tingkat desa menjadi bukti bahwa demokrasi telah berjalan dan diuji mulai dari tingkat paling bawah. “Pemilihan langsung itu meniru pemilihan perbekel. Artinya, demokrasi sudah diuji dari paling bawah,” ujar Mahayastra.

Menurutnya, desa memiliki peran strategis dalam menentukan arah pembangunan daerah. Kemajuan desa akan memberikan dampak langsung terhadap kemajuan Kabupaten Gianyar secara keseluruhan. “Karena desa atau siapa pun yang memimpin, kalau desanya maju, kabupatennya juga maju,” ungkapnya.

Mahayastra berharap pesta demokrasi di tingkat desa dapat melahirkan pemimpin yang handal, mampu bekerja dan memiliki semangat pengabdian kepada masyarakat. Pemimpin terpilih nantinya diharapkan dapat berjalan sejalan dengan visi dan misi pembangunan Kabupaten Gianyar, terutama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Bagaimana bisa melayani masyarakat, bisa mengabdikan dirinya, totalitas waktu, pikiran dan tenaga. Siapa pun yang menang, saya akan dorong visi dan misinya,” tegasnya.

Ia menekankan, perbekel terpilih nantinya memiliki tanggung jawab besar dalam mendukung pembangunan Kabupaten Gianyar, termasuk dalam bidang infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan.

Baca Juga  Bupati Sanjaya Secara Resmi Tutup “KONI Basketball Cup” di GOR Debes

Terkait pelaksanaan tahapan kampanye, Mahayastra mengingatkan seluruh calon agar mematuhi regulasi yang telah ditetapkan. Para calon diharapkan menyampaikan program dan visi-misinya secara baik kepada masyarakat tanpa melakukan kampanye di luar ketentuan. “Kampanye harus sesuai dengan regulasi. Jangan ada black campaign. Kampanyekan program sebaik-baiknya dan pelajari pengelolaan fiskal desa,” pesannya.

Bupati juga mengingatkan seluruh pihak agar menjaga suasana Pilkel tetap aman, tertib dan kondusif. Perbedaan pilihan hendaknya tidak mengganggu hubungan sosial maupun kenyamanan masyarakat. “Proses Pilkel ini jangan sampai mengganggu ketertiban, keamanan dan kenyamanan. Mari kita jaga bersama agar pesta demokrasi di desa berjalan dengan baik,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Gubernur Koster Lantik Anggota BPSK Kota Denpasar Periode 2026-2031

Published

on

By

Gubernur Koster Lantik Anggota BPSK Denpasar
LANTIK: Gubernur Bali Wayan Koster melantik dan mengambil sumpah jabatan Anggota Badan Penyelesaian Sengketa (BPSK) Kota Denpasar Periode 2026-2031 di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Senin (31/8/2026). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster melantik dan mengambil sumpah jabatan Anggota Badan Penyelesaian Sengketa (BPSK) Kota Denpasar Periode 2026-2031 di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Senin (31/8/2026).

Mereka yang duduk dalam keanggotaan BPSK Kota Denpasar periode lima tahun ke depan terdiri dari tiga unsur yaitu pemerintah, konsumen dan pelaku usaha. Anggota yang mewakili unsur pemerintah adalah Luh Hety Veronika, I Made Era Naya Supatha dan Ni Luh Putu Darwati. Berikutnya, Nur Harianto, Ketut Udi Prayudi dan I Made Agus Wirajaya mewakili unsur konsumen. Sementara unsur pelaku usaha diwakili I Gede Jelantik Purwaka, I Wayan Indra Adhi Suputra dan Budiman Antonius Sinaga.

Gubernur Koster dalam sambutannya menyampaikan selamat kepada sembilan anggota BPSK Kota Denpasar yang baru dilantik. Seluruh anggota BPSK diminta bekerja dengan penuh dedikasi karena lembaga ini punya peran penting di tengah dinamisnya perkembangan interaksi antara pelaku usaha dan konsumen.

Dalam pengamatannya, interaksi antara pelaku usaha dan konsumen tak jarang menimbulkan konflik baik yang timbul akibat sistem maupun karena kasus yang menimpa konsumen. Menurut dia, dalam situasi inilah kehadiran BPSK sangat dibutuhkan untuk memberikan solusi berimbang yang tak merugikan konsumen, namun tak memberatkan pelaku usaha.

“Harus diatur agar berimbang, tak boleh berat ke konsumen sehingga pelaku usaha menjadi korban. Disinilah pentingnya regulator,” ungkapnya sembari mengatakan bahwa Bali sebagai daerah tujuan wisata sangat membutuhkan lembaga ini.

Mengingat strategisnya peran lembaga ini, Gubernur Koster berkomitmen untuk memberi perhatian berupa peningkatan honor bagi anggota BPSK. “Ini institusi penting yang bertugas melakukan pengawasan dan penyelesaian sengketa yang muncul karena interaksi pelaku usaha dan konsumen. Kita patut apresiasi supaya mampu menjalankan tugas dengan baik,” imbuhnya.

Baca Juga  <strong>Bupati Sanjaya Lepas Kontingen Raimuna Nasional Tabanan ke Jakarta</strong>

Masih dalam sambutannya, Gubernur Bali dua periode ini berpesan agar BSPK segera membuat rancangan program kerja dalam lima tahun ke depan. Selain itu, lembaga ini juga diminta memetakan potensi permasalahan yang melibatkan pelaku usaha dan konsumen sehingga ke depannya punya manajemen antisipatif untuk menjaga Bali dari berbagai aspek. Sebagai penutup, Gubernur Koster berharap lembaga ini bisa terbentuk di seluruh kabupaten.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali I Gusti Ngurah Wiryanata menambahkan, keberadaan tiga unsur dalam wadah BPSK diharapkan dapat menciptakan keseimbangan dalam pelaksanaan tugas dan fungsi BPSK serta menghadirkan proses penyelesaian sengketa konsumen yang objektif, adil, dan berintegritas.

“BPSK diharapkan tidak hanya hadir ketika terjadi sengketa, tetapi juga mampu membangun kepercayaan masyarakat terhadap sistem perlindungan konsumen. Anggota BPSK harus menjalankan tugas secara profesional, independen, objektif, dan menjunjung tinggi rasa keadilan. Serta memetakan potensi masalah serta menyusun program kerja selama 5 tahun ke depan dalam rangka pelindungan konsumen di Provinsi Bali,” urainya.

Ditambahkan olehnya, dengan dilantiknya anggota BPSK ini, masyarakat akan memperoleh akses terhadap mekanisme penyelesaian sengketa konsumen yang efektif, sederhana, cepat, dan berkeadilan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Komitmen Nyata Pemkab Buleleng, Salurkan Rp 516 juta untuk Ngaben Massal Sepanjang 2026

Published

on

By

Serahkan Bantuan Ngaben Massal Buleleng
SERAHKAN BANTUAN: Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra saat menyerahkan bantuan upacara pitra yadnya massal kepada salah satu dari 8 desa adat yang menerima tahun 2026. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Program bantuan pelaksanaan upacara Pitra Yadnya (ngaben) massal yang digagas Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra dan Wakil Bupati Gede Supriatna terus menunjukkan hasil nyata. Sepanjang tahun 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng telah menyalurkan bantuan dengan total Rp 516 juta untuk mendukung pelaksanaan ngaben massal bagi 516 sawa (simbolisasi jenazah) di delapan desa adat.

Kedelapan desa adat yang telah menerima manfaat program ini adalah Ambengan, Depeha, Tambakan, Mengandang, Nagasepaha, Pumahan, Kalianget, dan Mayong. Program ini merupakan salah satu program prioritas yang dijanjikan pasangan Sutjidra-Supriatna sejak masa kampanye Pilkada 2024 lalu, sebagai bentuk subsidi bagi desa adat yang melaksanakan ngaben massal untuk meringankan beban krama (warga adat) sekaligus melestarikan tradisi leluhur. Program ini akhirnya mulai bergulir konsisten sepanjang 2026 dengan bantuan Rp 1 juta setiap sawa, dan jumlah bantuan tidak dibatasi pada setiap penyalurannya.

Dengan total 169 desa adat yang tersebar di Kabupaten Buleleng, Pemerintah Kabupaten Buleleng menyiapkan skema penyaluran bantuan ngaben massal secara bertahap. Setiap tahunnya, program ini akan mencakup sekitar seperempat hingga seperlima dari keseluruhan desa adat. Bupati Sutjidra menjelaskan bahwa bantuan tersebut secara khusus diperuntukkan bagi sawa yang mengikuti prosesi ngaben massal.

“Sementara upacara ngerapuh tidak termasuk dalam cakupan bantuannya” terang Sutjidra.

Dalam salah satu penyaluran, yakni ke Desa Adat Tambakan, Kecamatan Kubutambahan, pada 23-24 Juli 2026, Wakil Bupati Gede Supriatna menyerahkan langsung hibah senilai Rp 91 juta untuk mendukung Upacara Pitra Yadnya Ngaben Massal yang diikuti 91 sawa. Ia menyampaikan bahwa progam bantuan ngaben merupakan wujud kontribusi dan komitmen melestarikan adat.

Baca Juga  Bupati Tabanan Terima Kasatgas Koordinasi dan Supervisi KPK RI Wilayah V

“Pemerintah Kabupaten Buleleng secara konsisten menunjukkan komitmennya dalam menjaga, melestarikan, serta memperkuat adat dan budaya di Buleleng,” kata Gede Supriatna saat menyerahkan bantuan.

Ia menambahkan, bantuan tersebut diharapkan turut meringankan beban finansial krama adat yang melaksanakan upacara Pitra Yadnya, sekaligus memperkuat eksistensi lembaga adat sebagai pilar pelestarian budaya Bali.

Selain bantuan pelaksanaan ngaben massal, Pemkab Buleleng juga rutin mengalokasikan bantuan tahunan kepada desa adat dan subak untuk mendukung pembangunan infrastruktur, tata kelola kelembagaan adat, serta penguatan aktivitas keagamaan dan kebudayaan berbasis kearifan lokal.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah, desa adat, dan subak, Pemkab Buleleng berharap tradisi yang menjadi jati diri masyarakat Bali tetap terpelihara sekaligus mampu mendukung pembangunan daerah yang berlandaskan nilai-nilai budaya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca