Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Bupati Tabanan Apresiasi Gerakan Petani Muda Keren Dalam Menjaga Lingkungan dan Alam di Bali

BALIILU Tayang

:

tabanan
Gubernur Bali Wayan Koster bersama Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E.,M.M. hadir dalam penyelenggaraan acara di Jatiluwih Space, Kecamatan Penebel, Tabanan, Kamis (1/12). (Foto: ist)

Tabanan, baliilu.com – Berlomba-lomba memajukan pembangunan di Bali, para Petani Muda yang tergabung dalam Petani Muda Keren atau yang disingkat PMK gelar Acara Agripreneur Festival Petani Mandiri yang bertemakan Maju Sejahtera Tanpa Subsidi dan bertajuk “Petani Maju, Petani Bersatu, Mandiri Sejahtera Tanpa Bergantung Subsidi” kegiatan ini pun mendapat dukungan langsung dari Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E.,M.M. yang hadir dalam penyelenggaraan acara di Jatiluwih Space, Kecamatan Penebel, Tabanan, Kamis (1/12).

Mengawali bulan di penghujung tahun 2022 dan masih beriringan dengan peringatan Hari Jadi Singasana yang Ke-529, semangat yang membara nampaknya masih dirasakan di berbagai lini, termasuk di ranah petani-petani muda yang banyak berasal dari tanah Tabanan dan juga berperan sebagai ujung tombaknya kesejahteraan pangan di Tabanan. Festival ini sekaligus membuktikan, salah satu upaya dan dukungan masyarakat dalam membantu program pemerintah, untuk menjadikan Bali dan Tabanan yang Aman, Unggul serta Madani, bisa berangkat dari para petani.

Apresiasi terhadap kekompakan para Petani Muda tentunya tak hanya datang dari Bupati Sanjaya, acara tersebut dibuka langsung oleh Gubernur Bali Wayan Koster dan juga turut dihadiri oleh Staf Khusus Kepresidenan RI, Kepala Badan BNPPSDMP Kementerian Pertanian, Sekda Tabanan, para Kepala OPD Terkait, para Instansi Vertikal, Founder Petani Muda Keren dan para anggota PMK seluruh Bali.

Menjaga unsur alam yang ada di Bali, dengan tetap berpegang teguh terhadap Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali dan keenam sad kerthi di dalamnya, merupakan suatu kewajiban bagi seluruh masyarakat sebagai upaya dalam menjaga keharmonisan dan keseimbangan Bali beserta alam dan isinya. Termasuk menjaga keseimbangan dan perkembangan di sektor pertanian, Wayan Koster dalam sambutannya memaparkan, pertanian yang berkembang haruslah pertanian yang tidak boleh mematikan unsur kehidupan lainnya, dan itulah pertanian organik.

Baca Juga  Bupati Tabanan Apresiasi Ngaben Massal Kinembulan, Metatah dan Mepetik Desa Adat Munduktemu

“Pertanian organik adalah langkah yang tepat untuk menjaga ekosistem itu sendiri, untuk menjaga kualitas tanah yang sehat dan berkualitas,” paparnya saat itu. Selain itu pihaknya juga menitikberatkan kebutuhan vital masyarakat yakni pangan, energi dan air. “Untuk itu, hal ini harus dijaga dengan baik dan tidak cemar, maka diperlukan kebijakan perlindungan danau, sungai dan laut dengan peraturan Gunernur Bali. Sebab Bali merupakan satu-satunya provinsi yang mempunyai peraturan daerah system peraturan organik. Ini akan saya wujudkan betul, niat saya adalah Bali ini menjadi pulau organik,” imbuhnya.

Dalam perwujudanya, Koster meminta semua harus bekerja sama dengan baik dan menjalankan secara tertib. “Untuk membangun Bali lebih progresif secara utuh dan bisa memberikan kesejahteraan kepada masyarakat Bali ini sangat diperlukan supaya Bali kedepannya lebih baik, eksis sepanjang jaman secara berkelanjutan,” ungkap Koster. 

Berkaitan dengan hal tersebut juga, dalam Agripreneur Festival Petani Muda Mandiri ini, mengedepankan konsep Petani sebagai Penjaga Tanah Air Negara Indonesia, yang harus mampu berdaulat menjadi Petani yang maju, mandiri dan modern. Dengan Bertani yang selaras alam serta Bertani smart dengan smart farming.

Bertani yang selaras dengan alam yakni penjagaan lingkungan oleh para petani dengan bertani organik yang hasil taninya tidak hanya memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh namun juga lebih ramah lingkungan. Langkah-langkah ini tentunya mendapat apresiasi yang sangat baik dari Bupati Sanjaya, terutama saat melihat kondisi alam di Tabanan yang masih tergolong asri dengan garis wilayah agraris, hamparan pegunungan dan sawah yang sejuk. Pun, mayoritas masyarakat yang 75%nya berprofesi sebagai petani. Langkah-langkah yang diambil oleh para Petani Muda ini, bagi Sanjaya, merupakan terobosan yang sangat baik. Bertani secara organik pastinya memiliki manfaat yang luar biasa dalam menjaga kondisi alam di Tabanan juga dengan varietas tani yang beragam.

Baca Juga  Bupati Tabanan Lepas 33 Peserta Kontingen Penas XIV KTNA ke Kota Padang Sumbar

Agung Wedhatama selaku Ketua Panitia juga menjelaskan bahwa pihaknya telah diijinkan oleh Kementerian Pertanian untuk mengorientasi para petaani di tiga Provinsi dan 14 Kabupaten. “Dengan bertani organik, kami yakin, karena petani itu sebagai penjaga Tanah Air kita NKRI. Negara yang besar adalah negara yang bisa menjada petaninya, maka dari itu mulai saat ini kita harus mengajak para petani untuk menjaga lingkungan, pertama dengan bertani organik ramah lingkungan, kedua dengan memperhatikan kesehatan air kita, tanah kita, kesehatan petani dan konsumen kita,” papar Wedhatama saat itu. Baginya, dengan bertani organik, dapat meningkatkan produktivitas, pengurangan biaya dan ramah lingkungan serta menjaga kesuburan alam.

Dalam kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan Pemberian Penghargaan dari Petani Muda Keren kepada Gubernur Bali dan 10 Petani Terbaik, serta penandatanganan MOU antara PMK dengan Staf Khusus Kepresidenan serta penyerahan bibit jeruk dari PERHOTI dan PMK kepada Kepala Desa Tembok. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Tiga Organisasi Media Siber di Bali Serahkan Donasi kepada Korban Gempa NTT

Published

on

By

Ketua SMSI Bali Emanuel Dewata Oja, Ketua JMSI Bali Nyoman Ady Irawan, dan Ketua AMSI Bali Ketut Sutrisna menyerahkan donasi gempa NTT kepada Ketua Pena NTT Bali Agustinus Apollonaris K Daton di Denpasar.
SERAHKAN DONASI: Donasi korban gempa NTT diserahkan langsung Ketua SMSI Bali Emanuel Dewata Oja (dua dari kiri), Ketua JMSI Bali Nyoman Ady Irawan (kiri), dan Ketua AMSI Bali Ketut Sutrisna (kanan) kepada Ketua Pena NTT Bali Agustinus Apollonaris K Daton (dua dari kanan) di Sekretariat Pena NTT Bali, Denpasar, Rabu (26/8/2026). (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Bali, Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Bali, dan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Bali menyalurkan donasi untuk korban gempa bumi Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Perhimpunan Jurnalis (Pena) NTT Bali, Rabu (26/8/2026).

Donasi diserahkan langsung Ketua SMSI Bali Emanuel Dewata Oja, Ketua JMSI Bali Nyoman Ady Irawan, dan Ketua AMSI Bali Ketut Sutrisna kepada Ketua Pena NTT Bali Agustinus Apollonaris K Daton di Sekretariat Pena NTT Bali, Denpasar.

Masing-masing organisasi menyerahkan bantuan senilai Rp 1 juta, sehingga total donasi mencapai Rp3 juta. Bantuan tersebut merupakan bentuk solidaritas insan pers Bali terhadap masyarakat NTT yang terdampak bencana.

Ketua SMSI Bali Emanuel Dewata Oja mengatakan, komunitas pers tidak hanya berperan menyampaikan informasi, tetapi juga dapat terlibat dalam aksi kemanusiaan.

“Bantuan ini mungkin tidak besar, tetapi kami berharap dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak gempa di NTT. Ini merupakan wujud solidaritas dan kepedulian keluarga besar pers di Bali,” ujar Edo, panggilan akrabnya.

Senada, Ketua JMSI Bali Nyoman Ady Irawan menilai musibah yang terjadi di NTT menjadi panggilan kemanusiaan untuk saling membantu tanpa melihat batas wilayah. Ia menilai musibah di NTT menjadi panggilan kemanusiaan untuk saling membantu tanpa batas wilayah.

“Ketika saudara-saudara kita tertimpa musibah, kepedulian dan gotong-royong menjadi hal yang sangat penting. Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan,” katanya.

Sementara itu, Ketua AMSI Bali Ketut Sutrisna menegaskan bahwa peran media dalam situasi bencana tidak berhenti pada pemberitaan. Media juga memiliki tanggung jawab sosial untuk membangun kepedulian publik terhadap masyarakat terdampak.

Baca Juga  Seminar "Singasana Wirasa Mahalango", Komitmen Pemkab Tabanan Lestarikan Seni dan Budaya Lokal

Ketut Sutrisna yang kerap disapa Centong ini, menegaskan bahwa tanggung jawab media dalam situasi bencana tidak berhenti pada pemberitaan, tetapi juga mencakup upaya membangun kepedulian publik.

“Pers memiliki fungsi menyampaikan informasi yang akurat kepada masyarakat, tetapi di sisi lain kita juga memiliki kepedulian sosial. Semoga bantuan ini menjadi bagian dari semangat bersama untuk membantu pemulihan masyarakat terdampak gempa,” tandasnya.

Ketua Pena NTT Bali Agustinus Apollonaris K Daton menyampaikan apresiasi atas kepedulian SMSI, JMSI, dan AMSI Bali. Ia memastikan donasi tersebut akan diteruskan untuk membantu masyarakat NTT yang terdampak bencana.

Ia menyampaikan apresiasi atas kepedulian SMSI, JMSI, dan AMSI Bali. Ia memastikan donasi tersebut akan diteruskan kepada masyarakat NTT yang membutuhkan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada SMSI Bali, JMSI Bali, dan AMSI Bali atas solidaritas yang diberikan. Kepercayaan dan bantuan ini akan kami teruskan kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan di NTT,” kata wartawan senior yang kerap disapa Polo ini.

Aksi bersama tiga organisasi perusahaan pers tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa solidaritas kemanusiaan dapat dibangun lintas organisasi, dengan semangat kebersamaan untuk membantu masyarakat yang sedang menghadapi bencana.

Diberitakan sebelumnya, gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang NTT pada Sabtu (15/8/2026) pukul 05.58 Wita. Pusat gempa berada di laut, sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo, pada kedalaman 15 kilometer. Gempa yang dipicu aktivitas Sesar Naik Busur Belakang Flores itu diikuti lebih dari 7.000 gempa susulan.

Berdasarkan data BNPB, bencana tersebut menyebabkan 103 orang meninggal dunia, 1.666 orang luka-luka, dan 185.131 warga mengungsi. Puluhan ribu rumah di sembilan kabupaten/kota juga mengalami kerusakan dengan tingkat ringan hingga berat. (*/bi)

Baca Juga  Aksi Gotong-royong, Bupati Tabanan Apresiasi Pembangunan di Desa Adat Susut

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Respons Cepat Gempa Bumi di NTT, RSUD Wangaya Kirim Petugas Nakes Tangani Korban Bencana

Published

on

By

Tim Emergency Medical Responder RSUD Wangaya Kota Denpasar dikirim menangani korban bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur.
KIRIMKAN TIM EMR: RSUD Wangaya Kota Denpasar pada 22 hingga 26 Agustus 2026 mengirimkan Tim Emergency Medical Responder (EMR) atau Petugas Medis Tanggap Darurat, merespons kejadian bencana Gempa Bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Merespons kejadian bencana Gempa Bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), RSUD Wangaya Kota Denpasar pada 22 hingga 26 Agustus 2026 mengirimkan Tim Emergency Medical Responder (EMR) atau Petugas Medis Tanggap Darurat.

Tim ini merupakan tim gabungan yang juga terdiri dari tim dari RSUD Payangan Gianyar dan RSUD Singasana Tabanan yang mengirimkan tim pelayanan penanganan bencana di NTT, dimana masing – masing mengirimkan 1 orang dokter umum dan 1 orang perawat.

Dihubungi via telepon, Kepala Unit Humas dan Promosi RSUD Wangaya, AA Ayu Dewi Purnami, Kamis (27/8) menjelaskan Emergency Medical Team (EMT) atau Tim Medis Darurat dari RSUD Wangaya Kota Denpasar yang dikirim menangani korban bencana gempa bumi di NTT terdiri dari dr. I Putu Agus Ari Permana Wibawa dan Ns. I Putu Eka Surya, S.Kep.

“Dalam pelayanan penanganan bencana di NTT kami dijadikan 1 tim dari RSUD Wangaya Kota Denpasar, RSUD Payangan Gianyar dan RSUD Singasana Tabanan. Kami juga melakukan koordinasi dengan HEOC Manggarai dalam hal ini Bapak Kadiskes Kabupaten Manggarai,” ujar Dewi Purnami.

Ditambahkannya, tim RSUD Wangaya ditugaskan di Posko RS Lapangan RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai mengingat RSUD setempat terdampak gempa jadi seluruh pelayanan pasien dilakukan di RS lapangan tersebut yakni penanganan pasien korban gempa dan pasien-pasien lainnya.

Permintaan Tim Medis Darurat ini datang dari Pusat Krisis Kesehatan-Kementerian Kesehatan RI melalui Dinas Kesehatan Provinsi Bali.

“Harapan kami di RSUD Wangaya Kota Denpasar sebagai bagian dari Tim Medis Darurat Bali adalah mampu memberikan respons cepat dan pelayanan medis yang cepat, tepat, efektif, terkoordinasi, serta mengutamakan keselamatan korban dan petugas untuk berupaya menurunkan angka kematian dan kecacatan akibat bencana gempa bumi di NTT ini,” ucapnya. (eka/bi)

Baca Juga  Seminar "Singasana Wirasa Mahalango", Komitmen Pemkab Tabanan Lestarikan Seni dan Budaya Lokal

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Sinergi Ketahanan Pangan dan Dapur ‘Dashat’ Perkuat Pencegahan Stunting di Kesiman Kertalangu

Published

on

By

Suasana kegiatan pengabdian masyarakat Tim Poltekkes Kemenkes Denpasar dalam pelatihan kader Posyandu di Desa Kesiman Kertalangu, Denpasar Timur.
PENGABDIAN: Suasana kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan Tim Poltekkes Kemenkes Denpasar di Desa Kesiman Kertalangu, Kecamatan Denpasar Timur, sepanjang Juli hingga September 2026. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Upaya pencegahan stunting berbasis keluarga terus diperkuat melalui sinergi ketahanan pangan keluarga, Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat), keamanan pangan, serta pengelolaan sampah berbasis sumber. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan Tim Poltekkes Kemenkes Denpasar di Desa Kesiman Kertalangu, Kecamatan Denpasar Timur, sepanjang Juli hingga September 2026.

Salah satu rangkaian kegiatan dilaksanakan melalui pelatihan kader Posyandu pada Sabtu (22/8). Kegiatan ini melibatkan pemerintah desa dan masyarakat setempat sebagai upaya meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola pangan keluarga secara sehat, aman, dan berkelanjutan.

Kepala Desa Kesiman Kertalangu, I Made Suena, S.T., menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, materi yang diberikan sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat dalam mendukung kesehatan keluarga dan tumbuh kembang anak.

“Kami berharap pengetahuan dan keterampilan yang diberikan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, kegiatan ini tidak berhenti pada pelatihan, tetapi dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Dalam pelatihan tersebut, Ketua Tim Pengabdi Poltekkes Kemenkes Denpasar, Dr. I Putu Suiraoka, S.ST., M.Kes., menyampaikan materi mengenai ketahanan pangan keluarga dan pentingnya keamanan pangan rumah tangga. Materi ini menekankan pentingnya ketersediaan pangan yang cukup, beragam, aman, dan sesuai kebutuhan keluarga.

Selanjutnya, I Gusti Ayu Widarti, DCN, M.Kes., menyampaikan materi tentang keamanan pangan dan Dapur Dashat, sekaligus memandu demonstrasi pembuatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Sementara itu, D.A. Agustini Posmaningsih, SKM., M.Kes., memberikan materi mengenai pengelolaan sampah berbasis sumber dan pengolahan sampah organik rumah tangga.

Selain menerima materi, para kader juga mengikuti praktik dan diskusi sebagai upaya memperkuat pemahaman agar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan diteruskan kepada masyarakat.

Baca Juga  Bupati Tabanan Apresiasi Ngaben Massal Kinembulan, Metatah dan Mepetik Desa Adat Munduktemu

Ketua Tim Pengabdi, I Putu Suiraoka, mengatakan bahwa pencegahan stunting membutuhkan pendekatan yang menyeluruh, termasuk memastikan keluarga memiliki kemampuan dalam menyediakan pangan bergizi, mengolah makanan secara aman, serta menciptakan lingkungan rumah tangga yang sehat.

“Ketahanan pangan, keamanan pangan, pemenuhan gizi, hingga lingkungan yang sehat merupakan bagian yang saling berkaitan. Melalui penguatan kader dan masyarakat, kami berharap upaya pencegahan stunting dapat dimulai dari keluarga dan berkelanjutan di tingkat desa,” jelasnya.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara Poltekkes Kemenkes Denpasar, Pemerintah Desa Kesiman Kertalangu, kader Posyandu, dan masyarakat dapat terus diperkuat. Dengan keterlibatan aktif seluruh pihak, upaya membangun keluarga sehat dan mencegah stunting diharapkan dapat dilaksanakan secara lebih komprehensif dan berkelanjutan,” ujarnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca