Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Bupati Sanjaya Apresiasi Yadnya Krama Antosari Selbar

BALIILU Tayang

:

Ngenteg Linggih Pura Dalem Desa Adat Antosari
SEMBAHYANG: Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, melalukan persembahyangan saat menghadiri uleman Upacara Ngenteg Linggih di Pura Dalem Desa Adat Antosari, Desa Antosari, Kecamatan Selemadeg Barat (Selbar), Sabtu (28/10). (Foto: Hms Tbn) 

Tabanan, baliilu.com – Komitmen mempercepat terwujudnya visi misi yang diemban, Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, selalu memberikan apresiasi terhadap pembangunan yang dilakukan masyarakat. Seperti kali ini, Sabtu (28/10), menghadiri uleman Upacara Ngenteg Linggih di Pura Dalem Desa Adat Antosari, Desa Antosari, Kecamatan Selemadeg Barat (Selbar), didampingi jajarannya.

Dimana dalam kesempatan itu, Bupati Tabanan bersama salah satu anggota DPR RI Dapil Bali dan anggota DPRD Bali, beberapa anggota DPRD Tabanan, Sekda dan Kepala OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan atau yang mewakili, Wakil Majelis Desa Adat Kabupaten Tabanan, Camat dan unsur Forkopimcam setempat. Kehadirannya pagi itu beserta rombongan disambut baik oleh Perbekel, Bendesa Adat, Prawartaka Karya dan masyarakat di Jaba Pura Dalem Desa Adat Antosari.

Dihadapan krama, Bupati Sanjaya sangat mengapresiasi Karya yang dilaksanakan di Pura Dalem Desa Adat Antosari, Desa Antosari, Selbar, yang sudah sangat luar biasa dan krama begitu sadar akan pentingnya menjaga kelestarian tradisi. Dimana hal ini dikatakan sangat selaras dengan visi misi Pemkab Tabanan, yakni Nangun Sat Kerti Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM) dalam bidang pelestarian tradisi, seni, adat, agama, dan budaya.

“Itu artinya semeton tiang disini, tokoh-tokoh tiang disini sangat luar biasa. Semangat Ngewangiang Ida Bhatara-Bhatari yang berstana di Pura Dalem setempat adalah merupakan cihna bhakti yang tulus dari krama. Tiang lihat tadi, baru datang, masuk, sembahyang dan saya melihat bagaimana semangat krama menyambut Karya ini, kelihatan semangat serta keseriusannya sangat luar biasa. Semangat terus nggih,” pinta Sanjaya.

Baca Juga  Hadiri Pemelaspasan Patung Catur Muka Desa Biaung, Bupati Tabanan Minta Warga Selalu Kompak

Selain itu, disampaikan juga, bahwa Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam rangka mewujudkan visi misi Pemkab harus terintegrasi dari hulu, tengah sampai hilir. Hal ini sebagai upaya untuk mempercepat proses pembangunan di masyarakat Tabanan, baik Parahyangan, Palemahan dan Pawongan-nya terintegrasi bukan hanya dalam konsep kedinasannya. Karena dalam konsep Nangun Sat Kerthi Loka Bali, bagaimana kita membangun sebuah keseimbangan, keharmonisan Jagat Bali, kramanya dan budayanya, yang mana intisari dari visi ini adalah Tri Hita Karana.

“Maka sangat tepat sekali para tokoh, manggala, krama, ngewangiang Karya ini. Karya Ngenteg Linggih ini pasti mempunyai sebuah maksud dan tujuan menciptakan keharmonisan alam lingkungan, baik krama maupun budayanya yang merupakan implementasi dari visi misi besar kita. Tidak mungkin kita membuat karya yang besar seperti ini tanpa tujuan yang jelas ataupun merugikan masyarakat, namun salah satunya untuk kesejahteraan masyarakat,” imbuh Sanjaya.

Pihaknya juga menambahkan, bahwa inilah tujuan pemerintah hadir di tengah-tengah masyarakat guna memberikan dukungan dan bantuan agar mampu meringankan beban masyarakat. Di samping itu, juga ditujukan untuk meningkatkan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam rangka bersama-sama mewujudkan program-program pembangunan ke depan, sehingga masyarakat Tabanan yang Aman, Unggul dan Madani, bisa cepat terwujud.

Hal senada juga disampaikan oleh Prawartaka Karya Ketut S. Budiariawan, mewakili seluruh krama menyampaikan, Karya ini dilaksanakan atas dasar pikiran yang suci dan tulus ikhlas dari seluruh krama Desa Adat Antosari. Dimana Pura Dalem Antosari di-empon oleh lima Banjar Adat yang terdiri dari 450 jiwa pangempon. Atas dasar bhakti karya ini bisa dilaksanakan dengan baik sampai saat ini, dimana RAB 1,2 M dan puncak Karya pada 31 Oktober 2023. Atas bantuan pemerintah, pihaknya juga menyampaikan terimakasih yang setinggi-tingginya. (gs/bi)

Baca Juga  Bupati Tabanan Dukung Penuh Program Gubernur Bali dalam Memuliakan Keluhuran Kebudayaan Bali

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

BUDAYA

Pemkab Gianyar Gelar Mendak Ida Bhatara Padmasana, Diiring Peed Agung Menuju Padmasana Puspem Gianyar

Published

on

By

Peed Agung Mendak Ida Bhatara Padmasana
MENDAK IDA BHATARA: Pemerintah Kabupaten Gianyar melaksanakan prosesi mendak Ida Bhatara Padmasana di Padmasana Kantor Bupati Gianyar, yang dilanjutkan dengan Peed Agung mengiringi Ida Bhatara Padmasana menuju Padmasana Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Gianyar, Selasa (20/10). (Foto: Hms Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Gianyar melaksanakan prosesi mendak Ida Bhatara Padmasana di Padmasana Kantor Bupati Gianyar, yang dilanjutkan dengan Peed Agung mengiringi Ida Bhatara Padmasana menuju Padmasana Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Gianyar, Selasa (20/10). Prosesi ini merupakan bagian dari rangkaian upacara piodalan di Padmasana Puspem Gianyar yang juga pada hari sebelumnya telah dilaksanakan prosesi melaspas Padmasana Puspem Gianyar, sebagai wujud sradha bhakti dan penghormatan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Bupati Gianyar I Made Mahayastra bersama Wakil Bupati Gianyar Anak Agung Gde Mayun dan Sekretaris Daerah Kabupaten Gianyar I Gusti Bagus Adi Widhya Utama turut mengikuti prosesi Peed Agung, mengiringi Ida Bhatara Padmasana dari Padmasana Kantor Bupati Gianyar menuju Padmasana Puspem Gianyar. Prosesi berlangsung khidmat, diiringi berbagai unsur upacara yang menambah suasana sakral sepanjang perjalanan menuju Padmasana Puspem Gianyar.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Gianyar I Kadek Arnata menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan diawali dengan upacara di Padmasana Kantor Bupati Gianyar. Setelah rangkaian upacara awal selesai, prosesi dilanjutkan dengan Peed Agung atau iring-iringan suci mengiringi Ida Bhatara Padmasana menuju Padmasana Puspem Kabupaten Gianyar. Kegiatan ini melibatkan para pemangku, pengayah, serta jajaran perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gianyar yang bersama-sama ngayah dalam mendukung kelancaran pelaksanaan upacara.

“Peed Agung diiringi Paiketan Pemangku yang turut Nguncarang Bajra, Lelontekan Uparengga, serta Tabuh Agung Adi Merdangga, Rejang, Gebogan, serta Lantaran Putih,” jelasnya.

Keterlibatan berbagai unsur tersebut mencerminkan semangat kebersamaan, gotong royong, dan ngayah sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Bali. Selain menjadi bagian penting dalam rangkaian upacara, prosesi ini juga memperlihatkan komitmen bersama dalam menjaga kelestarian adat, tradisi, dan nilai-nilai spiritual yang menjadi landasan kehidupan masyarakat Gianyar.

Baca Juga  Bupati Tabanan Dukung Penuh Program Gubernur Bali dalam Memuliakan Keluhuran Kebudayaan Bali

Melalui pelaksanaan upacara pemelaspasan hingga Piodalan Padmasana Puspem Gianyar ini, diharapkan seluruh rangkaian karya dapat berjalan dengan lancar dan labda karya, serta memohon kerahayuan, keselamatan, kedamaian, dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Gianyar.

“Prosesi mendak dan Peed Agung ini menjadi momentum untuk memperkuat sradha bhakti sekaligus meneguhkan nilai menyama braya dan semangat ngayah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gianyar, sebagai wujud harmonisasi antara kehidupan pemerintahan, adat, dan spiritualitas masyarakat Bali,” pungkas Arnata. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Walikota Jaya Negara Hadiri Rangkaian “Karya Mamungkah Ngenteg Linggih” Pura Segara Serangan

Published

on

By

Walikota Jaya Negara Hadiri Karya di Pura Segara Serangan
HADIRI KARYA :Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menghadiri rangkaian "Karya Mamungkah Ngenteg Linggih, Caru Manca Kelud, Nyatur Rebah, lan Mupuk Pedagingan" Pura Segara, Desa Adat Serangan, pada Soma Wage, Senin (19/10). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menghadiri rangkaian “Karya Mamungkah Ngenteg Linggih, Caru Manca Kelud, Nyatur Rebah, lan Mupuk Pedagingan” Pura Segara, Desa Adat Serangan, pada Soma Wage, Senin (19/10).

Kehadiran Walikota Jaya Negara merupakan wujud dukungan Pemerintah Kota Denpasar terhadap pelestarian adat, agama, tradisi, dan budaya Bali yang menjadi pondasi kehidupan masyarakat.

Rangkaian prosesi hari itu, diawali dengan persembahan tari Pendet yang dibawakan para ibu-ibu dari Desa Adat Serangan. Alunan tetabuhan yang menggema sejak pagi, menambah khidmat prosesi karya yang juga turut dihadiri oleh para Anggota DPRD Kota Denpasar, jajaran Kecamatan Denpasar Selatan, jajaran Kelurahan Serangan, prajuru desa adat, serta krama pengempon pura.

Walikota Jaya Negara menyampaikan bahwa pelaksanaan karya yadnya tidak hanya menjadi bentuk bhakti umat kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan dan memperkuat nilai-nilai spiritual dalam kehidupan bermasyarakat.

“Karya seperti ini merupakan warisan luhur yang harus terus dijaga bersama. Selain meningkatkan sradha dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, pelaksanaan karya juga menjadi sarana mempererat rasa persaudaraan, gotong-royong, serta menjaga keharmonisan kehidupan sesuai ajaran Tri Hita Karana,” ujar Jaya Negara.

Ia berharap seluruh rangkaian karya dapat berjalan dengan lancar hingga penyineban serta memberikan kerahayuan, kedamaian, dan kesejahteraan bagi seluruh krama pengempon maupun masyarakat Kota Denpasar secara umum.

Sementara itu, Bendesa Adat Serangan, I Nyoman Gede Pariatha menjelaskan, puncak karya ini sendiri akan digelar bertepatan dengan Rahina Purnama Kapat, pada Redite Kliwon, Minggu (25/10) mendatang.

Pihaknya juga  menyampaikan apresiasi atas kehadiran Walikota Denpasar beserta jajaran Pemerintah Kota Denpasar yang senantiasa memberikan perhatian dan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan adat dan keagamaan di tengah masyarakat.

Baca Juga  Purnama Sasih Katiga, Pemkab Tabanan Laksanakan Persembahyangan Bersama

Kehadiran pemerintah dinilai menjadi penyemangat bagi krama dalam menjaga kelestarian tradisi, adat, dan budaya Bali agar tetap lestari dari generasi ke generasi.

“Kami atas nama seluruh masyarakat Desa Adat Serangan, mengucapkan terima kasih kepada Bapak Walikota dan seluruh jajaran, atas perhatian kepada kami di Desa Adat Serangan ini,” katanya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

“Karya Atma Wedana Kinembulan“ Desa Adat Taman, Bupati Adi Arnawa Ajak Rawat Pilar Adat

Published

on

By

Bupati Adi Arnawa Hadiri Karya Atma Wedana Kinembulan
HADIRI KARYA ATMA WEDANA: Bupati Wayan Adi Arnawa saat menghadiri pelaksanaan Karya Atma Wedana Kinembulan, Manusa Yadnya di Desa Adat Taman, Kecamatan Abiansemal, Minggu (18/10). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Badung terus berkomitmen menguatkan sendi-sendi adat dan meringankan beban swadaya krama dalam melaksanakan kewajiban keagamaan. Langkah nyata ini ditunjukkan oleh Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dengan menggelontorkan bantuan hibah daerah sebesar Rp 500 juta saat pelaksanaan Karya Atma Wedana Kinembulan, Manusa Yadnya Memukur, Mepetik, Munggah Deha, dan Mepandes di Desa Adat Taman, Kecamatan Abiansemal, Minggu (18/10).

Bantuan finansial bernilai strategis tersebut diserahkan secara simbolis oleh Bupati Wayan Adi Arnawa dan diterima langsung oleh Bendesa Adat Taman, I Made Tantra, di sela-sela prosesi upacara yang diikuti oleh ratusan krama pemilik sawa.

Puncak ritual keagamaan massal ini turut disaksikan oleh anggota DPRD Kabupaten Badung I Putu Dendy Astra Wijaya, perwakilan Dinas Kebudayaan Badung, Plt. Camat Abiansemal beserta unsur Tripika, Perbekel Taman, Ketua BPD, serta jajaran tokoh masyarakat setempat.

Dalam sembrama wacananya, Bupati menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh krama Desa Adat Taman yang telah bersatu padu dan menjaga spirit gotong-royong dalam menyelenggarakan upacara panca yadnya berskala besar ini.

“Karya Atma Wedana Kinembulan dan rangkaian Karya Manusa Yadnya ini bukan sekadar tradisi rutin, melainkan momen sakral kita untuk berbakti kepada leluhur sesuai ajaran haluan agama Hindu. Semangat gotong-royong yang terjalin erat di antara krama adalah modal sosial yang tak ternilai harganya,” ujar Adi Arnawa.

Lebih lanjut, Bupati mengingatkan bahwa persatuan krama merupakan pilar utama dalam mempertahankan kelestarian adat dan kebudayaan Bali di tengah arus modernisasi. Pihaknya berharap seluruh rangkaian karya dapat berjalan lancar, sidapurna, serta memancarkan kerahayuan bagi seluruh desa.

Sementara itu, Bendesa Adat Taman I Made Tantra mengucapkan terima kasih yang mendalam atas kepedulian Guru Wisesa atau Pemerintah Kabupaten Badung. Kehadiran pemimpin daerah beserta dukungan dana hibah ini diakui sangat meringankan beban pembiayaan krama desa.

Baca Juga  Dukung Aktivitas Positif Masyarakat, Bupati Tabanan Buka Lomba Mancing

Ia melaporkan bahwa pelaksanaan Karya Atma Wedana Kinembulan di Desa Adat Taman tahun ini sukses mengakomodasi keperluan adat krama dengan total keikutsertaan sebanyak 52 sawa sekah, 51 peserta potong gigi, dan 40 anak peserta upacara mepetik. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca