Tuesday, 23 July 2024
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Bupati Sanjaya Lantik 49 Pejabat di Lingkungan Pemkab Tabanan

BALIILU Tayang

:

pelantikan pejabat pemkab tabanan
LANTIK: Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya saat melantik pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator dan Pengawas di Lingkungan Pemkab Tabanan yang dilakukan secara hybrid (daring dan luring) di Tabanan Command Centre, TCC, Kantor Bupati Tabanan, Senin (4/3). (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Kegiatan rotasi dan promosi pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan merupakan bagian dari proses besar kaderisasi kepemimpinan dan tentunya sangat krusial dalam menentukan jalannya roda pemerintahan di Kabupaten Tabanan menuju tatanan kehidupan Masyarakat Tabanan yang Aman, Unggul dan Madani (AUM).

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya saat melakukan Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan terhadap Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator dan Pengawas di Lingkungan Pemkab Tabanan yang dilakukan secara hybrid (daring dan luring) di Tabanan Command Centre, TCC, Kantor Bupati Tabanan, Senin (4/3).

Dalam kegiatan yang nampak dihadiri langsung oleh Sekda, Para Asisten Setda, inspektur, kepala BKPSDM serta Kelompok ahli Bupati, pelantikan dilakukan terhadap Pemegang Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon IIb) sebanyak 2 orang, Pemegang Jabatan Administrator (Eselon III) sebanyak 25 orang dan pemegang jabatan Pengawas (Eselon IV) sebanyak 22 orang, dengan total terlantik sebanyak 49 orang.

Dalam pelantikan tersebut, Bupati Sanjaya menyampaikan beberapa point terkait yang dapat menjadi panduan bagi para terlantik dalam menjalankan tugas baru yang diemban. Pihaknya berpesan, kaderisasi yang dimaksudkan pada pelantikan ini, nantinya tidak hanya menyegarkan atau membuat sesuatu lebih muda secara umur, tetapi yang terpenting adalah mampu menunjukkan jiwa pionir/pengubah serta inovatif yang didukung semangat yang tinggi dalam menerjemahkan slogan Bersama yakni “Bangga Menjadi Orang Tabanan”.

“Yang kedua yang ingin saya sampaikan, kepada seluruh pejabat yang dilantik termasuk semua pegawai di Kabupaten Tabanan senantiasa harus menampilkan etos kerja yang sesuai dengan semangat Tabanan Era Baru, di mana cara melihat, berpikir dan cara bertindak harus dengan cara-cara baru dan berani meninggalkan cara lama yang tidak sesuai dengan semangat Tabanan Era Baru,” sebutnya.

Baca Juga  Bupati Sanjaya Hadiri Upacara ‘’Pujawali Ageng Mapedudusan Alit’’ di Luhur Pura Taman Br. Banu Mandala Pangkung

Lebih lanjut pihaknya juga mengingatkan, bahwa pelantikan pejabat struktural ini ibaratnya sedang menduduki kursi yang penuh dengan tantangan dan problem yang harus diselesaikan dengan cara-cara cerdas dan kolaboratif antarberbagai elemen. Dan para terlantik hari ini serta pejabat struktural lainnya, haruslah mampu mengedepankan penguasaan teknologi informasi dalam implementasi tugas-tugas yang dikerjakan. Sebab saat ini, kita sedang ada pada masa teknologi canggih, era digitalisasi, maka adaptasi dalam penggunaan teknologi merupakan keniscayaan.

“Terakhir, kepada seluruh ASN dan Sumber Daya Manusia (SDM) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan, saya harapkan semua harus bergerak dalam satu irama, satu derijen, satu komando dan satu kiblat. Inilah harmonisasi yang harus tercipta di lingkungan Pemkab Tabanan. Semua Pejabat Daerah harus fokus, lurus dan tulus dalam pengabdian,” jelasnya.

Lebih lanjut, orang nomor satu di Tabanan itu juga ucapkan selamat kepada para pejabat yang dilantik dan seraya berharap, melalui pengambilan sumpah jabatan pagi itu, Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani dapat segera terwujud. (gs/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
gelombang 4b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan

NEWS

Tingkatkan Keselamatan Penerbangan, Pj. Gubernur Mahendra Jaya Tingkatkan Sinergi dengan Stakeholder Bandara Ngurah Rai

Published

on

By

layang
TERIMA KOMANDAN LANUD: Pj. Gubernur Mahendra Jaya saat menerima Komandan Lanud I Gusti Ngurah Rai, Stakeholder Bandara Ngurah Rai, dan perangkat daerah terkait di Jayasabha, Denpasar, pada Senin (22/7). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Penjabat (Pj) Gubernur Bali SM Mahendra Jaya, menegaskan akan segera mengambil langkah strategis guna menghindari terulangnya peristiwa helikopter jatuh akibat lilitan tali layangan belum lama ini.

Hal ini tercetus saat Pj. Gubernur menerima Komandan Lanud I Gusti Ngurah Rai, Stakeholder Bandara Ngurah Rai, dan perangkat daerah terkait di Jayasabha, Denpasar, pada Senin (22/7).

Pj. Gubernur menekankan kembali Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 9 Tahun 2000 tentang Larangan Menaikkan Layang-layang dan Permainan Sejenis di Bandar Udara Ngurah Rai dan sekitarnya.

“Tentu ini akan kita sosialisasikan dengan lebih intensif lagi, melibatkan kabupaten/kota dan desa adat serta Satpol PP. Bahwa sudah ada aturan mengenai dimana, pada ketinggian berapa, dan kapan boleh menaikkan layangan,” tandasnya.

Mahendra Jaya mengakui bahwa layang-layang merupakan bagian dari kearifan lokal, budaya yang mengakar dan bahkan menjadi daya tarik pariwisata di Bali. Namun, ia menjelaskan bahwa keselamatan penerbangan dan nyawa manusia harus menjadi prioritas.

“Penting untuk dilakukan tindakan pencegahan, dan ditekankan bahwa hanya di tempat-tempat tertentu saja yang dilarang,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, seluruh pihak terkait berkomitmen untuk melakukan sinergi guna mencegah hal yang sama terulang kembali.

Sebagai informasi, Perda Nomor 9 Tahun 2000 Pasal 2 ayat 1 menyebutkan larangan menaikkan layang-layang dan permainan sejenis di wilayah dalam radius 5 mil laut atau 9 kilometer dari bandar udara. Selanjutnya, dalam ayat 2 disebutkan dilarang menaikkan layang-layang dan permainan sejenis di wilayah di antara radius 5 mil laut atau 9 kilometer sampai dengan 10 mil laut atau 18 kilometer dengan ketinggian melebihi 100 meter atau 300 kaki. (gs/bi)

Baca Juga  Hari Pertama Aksi Sosial Menyapa dan Berbagi TP PKK Bali di Tabanan, Sambangi 4 Lokasi
Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
gelombang 4b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Produksi Lele Capai 339,1 Ton, Pemkot Denpasar Dorong Peningkatan Kelompok Budidaya

Published

on

By

lele
Kepala Dinas Perikanan Kota Denpasar, Ida Bagus Mayun Suryawangasa. (Foto: dok baliilu)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Perikanan Kota Denpasar terus mendorong peningkatan kelompok budidaya yang ada. Dari langkah dan upaya yang telah dilakukan, Dinas Perikanan Denpasar mencatat produksi ikan lele mencapai 339,1 ton pada tahun 2023 lalu.

“Produksi jenis ikan air tawar ini akan terus digenjot sehingga untuk mencukupi konsumsi masyarakat di Kota Denpasar,” ujar Kepala Dinas Perikanan Kota Denpasar, Ida Bagus Mayun Suryawangasa, yang ditemui di Denpasar, Senin (22/7).

Lebih lanjut dikatakan, kebutuhan konsumsi masyarakat di Kota Denpasar membutuhkan 8 ton ikan per harinya untuk dikonsumsi. Sementara untuk produksi baru 50 persennya atau sekitar 4 ton per hari. Sisa kebutuhan tersebut selama masih disuplai dari luar kota atau provinsi. Seperti Banyuwangi, Jawa Timur yang masuk melalui Kedonganan.

Untuk itu beragam upaya dilakukan untuk menggejot produksi. Salah satunya mendorong terbentuknya kelompok budidaya lele dan nila. Terlebih hal ini dalam pelaksanaan produksi ikan lele tidaklah sulit dan tidak membutuhkan lahan besar. Sehingga memberikan peluang bagi masyarakat, terlebih serapannya di Denpasar juga cukup tinggi.

“Selain lele, prokduksi ikan di Kota Denpasar ada dari perairan tangkap yang mencapai 3 ton per hari. Kemudian ada pula kerapu yang ada di Serangan. Produksi ikan kerapu inipun akan digenjot dengan menumbuhkan kelompok pembudidaya di wilayah tersebut,” ujarnya. (eka/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
gelombang 4b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Baca Juga  Wujudkan Transparansi dan Akuntabilitas, Pemkab Tabanan Hadiri Kegiatan Rencana Aksi atas Pemeriksaan LKPD 2023
Lanjutkan Membaca

NEWS

Pemkot Komit Cegah dan Tangani Kasus Stunting

Pemkot Denpasar Rancang Rencana Aksi Percepatan Penurunan Stunting

Published

on

By

wawali
PIMPIN RAPAT: Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa saat memimpin rapat rencana aksi percepatan penurunan stunting di Kota Denpasar, Senin (22/7) bertempat di Gedung Wanita Santhi Graha. (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Kota Denpasar terus berkomitmen dalam mencegah dan menangani kasus stunting di Kota Denpasar. Pada Senin (22/7) bertempat di Gedung Wanita Santhi Graha, Pemkot Denpasar menggelar rapat rencana aksi percepatan penurunan stunting yang dipimpin Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa.

Hadir dalam kesempatan tersebut Kadis Kesehatan Kota Denpasar, AA Ayu Candrawati, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Denpasar, IGA Sri Wetrawati, Perbekel/Lurah, OPD terkait, serta stakeholder lainnya.

Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa dalam kesempatan tersebut menjelaskan, Pemerintah Kota Denpasar melalui OPD dan seluruh stakeholder terkait terus menggencarkan upaya pencegahan stunting berkelanjutan. Hal tersebut sebagai upaya mewujudkan Kota Denpasar bebas stunting.

“Sebelumnya dari data kegiatan intervensi serentak yang dilaksanakan di seluruh Desa/Kelurahan di Kota Denpasar terdapat 450 kasus stunting. Karenannya, berbagai upaya terus digalakkan, mulai dari optimalisasi peran posyandu hingga jemput bola dengan door to door di kediaman masyarakat,” ujar Wawali Arya Wibawa.

Lebih lanjut Wawali Arya Wibawa yang juga selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Denpasar menyampaikan, bahwa penanganan stunting sebagai program nasional harus ditindaklanjuti secara serius. Hal ini sebagai upaya mewujudkan Denpasar bebas stunting. Komitmen yang kuat sangat penting dalam mengerahkan upaya penurunan stunting di Kota Denpasar dengan upaya intervensi yang konvergen.

Langkah tersebut meliputi intervensi spesifik untuk mengatasi penyebab langsung, dan intervensi sensitif untuk mengatasi penyebab tidak langsung.

Hal ini, berkaitan dengan balita yang mengalami stunting akan berpengaruh pada tingkat kecerdasan. Sehingga penanganannya harus lebih fokus melalui pendekatan keluarga dengan menyasar remaja, calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui dan anak balita.

Baca Juga  Lestarikan Trah Anjing Kintamani, Bupati Sanjaya Dukung Dibangunnya Penangkaran Anjing Kintamani di Tabanan

“Dalam pertemuan ini nantinya dapat melakukan perumusan pencegahan stunting dari tahapan pra nikah, menikah, hingga ketika sudah punya anak. Serta harus ditingkatkan akselerasi agar zero stunting, termasuk optimalisasi program posyandu serta jemput bola pendataan dengan menyasar masyarakat, dan kami mengajak semua pihak, baik OPD, perbekel/lurah, keluarga hingga masyarakat umum ikut andil untuk terus menggelorakan cegah stunting,” ujarnya.

Kepala DP3AP2KB Kota Denpasar IGA Sri Wetrawati menjelaskan, dari hasil kegiatan intervensi serentak menyasar sebanyak 23.311 balita. Dari kegiatan tersebut terdapat sebanyak 450 kasus stunting dengan persentase sebanyak 1,9 persen.

“Dari jumlah tersebut tercatat 273 kasus ber KTP Denpasar dan sebanyak 177 kasus non ber-KTP Denpasar. Kami juga mengimbau untuk masyarakat khususnya para ibu-ibu yang memiliki balita, di bulan Agustus mendatang agar membawa anaknya yang  balita hadir ke posyandu terdekat karena ada bulan vitamin A,” ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, AA Ayu Candrawati mengatakan, beragam upaya telah dilaksanakan, dimulai dari pendataan sasaran Balita dan Ibu Hamil, Kick Off Posyandu Intervensi penanganan stunting. Di samping itu dilakasanakan kegiatan sweeping dengan menyasar Balita dan Ibu Hamil yang tidak hadir pada Posyandu serentak, serta pendampingan dari Dokter Spesialis dengan menyasar seluruh Puskesmas secara bertahap.

“Semoga dengan beragam upaya ini stunting di Kota Denpasar dapat ditangani dengan baik, dan kami mengajak masyarakat yang memiliki Balita dan Ibu Hamil untuk aktif mengikuti kegiatan Posyandu sebagai upaya dini dalam mencegah stunting,” ujarnya. (eka/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
gelombang 4b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca