Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Menhub dan Gubernur Koster Bahas Revitalisasi Pelabuhan Celukan Bawang hingga Program Water Taxi

Menhub Dukung Pengembangan Bandar Udara Letkol Wisnu di Bali Utara

Loading

BALIILU Tayang

:

gubernur koster
BAHAS PROGRAM: Gubernur Bali Wayan Koster bersama Menhub RI Dudy Purwagandhi saat membahas program penguatan transportasi udara, laut dan darat di Provinsi Bali dengan menghadirkan Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra, Bupati Klungkung I Made Satria, Bupati Karangasm I Gusti Putu Parwata dan Bupati Badung yang diwakili oleh Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Badung yang berlangsung Kamis (Wraspati Paing, Medangsia) 9 Juli 2026 di Ruang Rapat Kertha Sabha, Jayasabha, Denpasar. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster bersama Menteri Perhubungan Republik Indonesia (Menhub RI), Dudy Purwagandhi membahas program penguatan transportasi udara, laut dan darat di Provinsi Bali dengan menghadirkan Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra, Bupati Klungkung, I Made Satria, Bupati Karangasm, I Gusti Putu Parwata dan Bupati Badung yang diwakili oleh Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Badung.

Pertemuan yang berlangsung Kamis (Wraspati Paing, Medangsia) 9 Juli 2026 di Ruang Rapat Kertha Sabha, Jayasabha, Denpasar ini menyimpulkan, bahwa Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi mendukung usulan Gubernur Bali Wayan Koster untuk, pertama mengembangkan Bandar Udara Letkol Wisnu di Kabupaten Buleleng menjadi bandara khusus untuk meringankan beban pelayanan transportasi udara di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Kedua, merevitalisasi Pelabuhan Celukan Bawang di Kabupaten Buleleng dengan menyediakan transportasi Kapal Roro untuk memecah kepadatan arus transportasi di Denpasar – Gilimanuk di saat musim libur atau mudik Idul Fitri. Ketiga, mendukung proses pembangunan Pelabuhan Kusamba di Kabupaten Klungkung, Pelabuhan Amed di Kabupaten Karangasem, dan Pelabuhan Sangsit di Kabupaten Buleleng; dan keempat, membangun transportasi Water Taxi di Kabupaten Badung, untuk meningkatkan konektivitas Bandara I Gusti Ngurah Rai-Canggu, sekaligus mengurangi kemacetan dengan waktu tempuh yang sebelumnya 1,5 – 2 jam, berkurang menjadi 30 menit.

Khusus untuk Bandar Udara Letkol Wisnu, Gubernur Koster menjelaskan bahwa pihaknya telah merencanakan pengembangan Bandar Udara Letkol Wisnu menjadi bandara khusus untuk melayani kebutuhan khusus, seperti pendaratan darurat apabila di Ngurah Rai mengalami ‘’problem’’, sebagai layanan privat jet, penerbangan carter, logistik, dan peralatan.

Sebagai bentuk keseriusan program ini, lanjut Koster, Pemrov sudah membentuk badan usaha dan berencana membebaskan lahan, sekiranya ada yang mau join untuk investasi, Pemprov Bali sangat terbuka mau mengundang adanya investasi yang masuk.

Baca Juga  Gubernur Koster Buka Rakernas Aliansi Bem Se-Indonesia

‘’Untuk itulah, kami harapkan Bandar Udara Letkol Wisnu ini bisa mengatasi ‘problem’ lalu lintas udara di Bali, dan sampai saat ini belum berfikir untuk mengembangkan bandara komersial seperti Bandara Ngurah Rai, karena Bali ini kecil kita harus mencegah lahan yang produktif agar tidak tergerus dan terancamnya pangan beserta ekosistem Subak yang telah ada, hal ini juga bagian untuk mewujudkan quality tourism di Bali,’’ jelas Gubernur Bali.

Sementara Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Dudy Purwagandhi menegaskan dirinya sangat konsern dengan masalah transportasi di Bali, karena Pulau Dewata merupakan magnet bagi masyarakat dunia untuk berwisata. Menhub menyadari adanya kapasitas Bandara Ngurah Rai yang terbatas ditambah dengan kapasitas penyeberangan laut yang kurang memadai di tengah tingginya jumlah masyarakat yang berpergian ke Bali hingga menimbulkan kepadatan lalu lintas yang cukup besar, maka untuk transportasi udara, Bandara Letkol Wisnu akan ditawarkan pengerjaannya kepada investor dan akan fokus di bandara ini.

‘’Ini adalah pengembangan bandara eksisting. Harapan kita bisa diwujudkan, agar Bali Utara bisa berkembang seperti di Bali Selatan. Saya akan tutup pembicaraan di Kubutambahan, dan lain sebagainya dan saya akan pastikan di Letkol Wisnu, Buleleng menjadi fokus kami, karena kondisinya relatif clear dan tidak ada lagi mengenai masalah lahan, termasuk lingkungan hidup,’’ jelas Menteri Perhubungan.

Kemudian untuk infrastruktur laut, Menhub menyampaikan pihaknya sudah meminta Pelindo yang memiliki Pelabuhan Celukan Bawang agar direvitalisasi, sehingga bisa menampung penyeberangan dari Jangkar dan Banyuwangi. Untuk Pelabuhan Amed dan Sangsit, lahannya akan ditawarkan ke pihak swasta, dan apakah akan difungsikan sebagai terminal logistik atau bagaimana, masih akan dipikirkan. Terpenting kedepannya, Pelabuhan ini, termasuk yang di Kusamba, Klungkung harus dikembangkan, karena bisa menjadi industri pariwisata yang berbeda dengan pariwisata di Bali Selatan.

Baca Juga  Transformasi Perekonomian Gubernur Koster di Sektor Kelautan dan Perikanan Diapresiasi Peserta Konferensi Tuna Indonesia dan Forum Bisnis Tuna Pesisir Internasional Ke-7

Sedangkan program Water Taxi di Kabupaten Badung, Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Dudy Purwagandhi berharap bulan November ini sudah selesai fasilitasnya di kawasan Ngurah Rai. Namun, dalam proses pengerjaannya masih menunggu Kementrian PU melakukan normalisasi pantai di kawasan tersebut.

‘’Mudah-mudahan ini bisa terwujud sebagai alternatif transportasi dalam mengatasi kepadatan jalan di Canggu,’’ tegasnya saat didampingi Dirjen Perhubungan Udara, Dirjen Perhubungan Laut, dan Dirut PT. Pelindo dalam rapat yang berlangsung di Kertha Sabha. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

NEWS

Dari Kesulitan Air Menuju Panen Tiga Kali, Warga Sambut Antusias Peresmian Bendungan Meninting di NTB

Published

on

By

presiden prabowo
PERESMIAN BENDUNGAN: Sejumlah warga menghadiri acara peresmian Bendungan Meninting, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) oleh Presiden Prabowo Subianto pada Jumat, 10 Juli 2026. (Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr/presidenri.go.id)

Lombok Barat, NTB, baliilu.com – Suasana penuh semangat menyambut kedatangan Presiden Prabowo Subianto di kawasan Bendungan Meninting, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Jumat, 10 Juli 2026. Sejak pagi, masyarakat dari berbagai desa telah memadati kawasan bendungan. Senyum, lambaian tangan, hingga sapaan penuh antusias mengiringi kehadiran Presiden Prabowo pada peresmian lima bendungan di Indonesia.

Di tengah antusiasme tersebut, Husnul Hakim, petani asal Desa Penimbung, mengungkapkan perubahan besar yang dirasakan sejak Bendungan Meninting mulai berfungsi. Menurutnya, persoalan kekurangan air yang selama bertahun-tahun membayangi para petani kini telah teratasi.

“Awalnya yang sebelum ada Meninting ini bahwa dari jam 8 malam sampai jam pagi petani mencari air. Tapi alhamdulillah semenjak adanya Bendungan Meninting ini para petani tidak mencari air lagi. Tinggal menunggu di sawahnya semuanya dialiri alhamdulillah,” ujarnya.

Senada, perwakilan petani dari Desa Gegerung, Rusni, juga menilai bahwa bendungan ini menjadi jawaban atas persoalan air yang selama ini kerap terjadi di kalangan petani. “Kalo sebelum ada bendungan ini kondisinya banyak problem artinya karena subak-subak dari petani itu berebut air gitu kan karena kering, tapi insyaallah, alhamdulillah besok ini ke depannya lebih oke lah masalah soal seperti itu. Petani juga bertaninya lancar,” katanya.

Sementara itu, petani asal Desa Penimbung Barat, I Gede Darma Putra, menyebut Bendungan Meninting menjadi penopang penting bagi peningkatan produktivitas pertanian. Menurutnya, jika sebelumnya petani hanya mampu menanam dua kali setahun, kini mereka dapat meningkatkan intensitas tanam menjadi tiga kali dalam setahun.

“Sebelumnya itu kita bisa menanam cuma dua kali. Pada musim kemarau itu terjadi kesulitan air atau paceklik, nah itu sekarang dengan adanya bendungan ini sangat bermanfaat kita bisa menanam tiga kali dalam setahun. Nah itu untuk mengatasi juga kebanjiran pada waktu musim hujan dan mitigasi pada waktu musim kemarau,” ucap I Gede Darma Putra.

Baca Juga  Cakupan Vaksinasi di Bali Sangat Tinggi, Gubernur Koster dan Wagub Cok Ace Ucapkan Terima Kasih ke Presiden Jokowi

Tak hanya sektor pertanian, manfaat bendungan juga dirasakan masyarakat dari sisi ekonomi. Hadiah, warga Desa Bukittinggi, mengatakan kawasan bendungan mulai menghadirkan peluang usaha baru bagi warga sekitar.

“Sementara warga sekitar memanfaatkan untuk memancing ikan dan untuk mengurangi atau menutupi kebutuhan rumah tangga. Kemudian manfaatnya adalah perekonomiannya ada kemajuan sedikit dibanding yang dulu. Karena apa? Pengaruh kedatangan warga, para wisatawan yang datang atau berkunjung,” tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Negara juga turut meresmikan empat bendungan lain, yakni Bendungan Keureuto dan Bendungan Rukoh di Provinsi Aceh, Bendungan Jlantah di Provinsi Jawa Tengah, serta Bendungan Sidan di Provinsi Bali. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Presiden Prabowo: Peresmian Lima Bendungan dan Keberhasilan B50 Jadi Bukti Kerja Keras Menuju Indonesia Makmur

Published

on

By

b50
RESMIKAN BENDUNGAN: Presiden Prabowo Subianto meresmikan lima bendungan di Bendungan Meninting, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Jumat, 10 Juli 2026. (Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr/presidenri.go.id)

Lombok Barat, NTB, baliilu.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pembangunan lima bendungan dan keberhasilan Indonesia mengimplementasikan B50 merupakan bukti nyata kerja keras pemerintah dalam mengelola kekayaan bangsa demi mewujudkan Indonesia yang makmur. Hal tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat meresmikan lima bendungan di Bendungan Meninting, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Jumat, 10 Juli 2026.

Kepala Negara kemudian mengaitkan pembangunan infrastruktur tersebut dengan capaian pemerintah dalam memperkuat kemandirian energi nasional. Sehari sebelumnya, Presiden meresmikan implementasi B50 yang menjadikan Indonesia sebagai negara pertama di dunia yang mampu memproduksi bahan bakar diesel berbasis minyak sawit dengan campuran 50 persen.

“Lima bendungan yang kita resmikan hari ini adalah investasi negara sekitar Rp 9,79 triliun. 9,79 triliun. Kemarin adalah hari yang sangat bersejarah. Saya meresmikan launching Indonesia negara pertama di dunia yang bisa membuat solar dari tanaman nabati, dari kelapa sawit. Solar kita sekarang 50 persen dari kelapa sawit,” ujar Presiden Prabowo.

Menurut Kepala Negara, implementasi B50 menandai dimulainya penghentian impor solar dari luar negeri. Kebijakan tersebut diperkirakan mampu menghemat anggaran negara hingga Rp 170 triliun setiap tahunnya.

“Jadi ini prestasi kita negara pertama di dunia. Satu, yang berani bikin B50. Dua, berhasil bikin B50. Dulu waktu kita mulai, waduh banyak yang menentang. Tidak bisa, nanti mesin rusak. Nanti pabrik tidak mau kasih kita mesin. Nanti ini, nanti itu,” imbuh Kepala Negara.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo menilai bahwa keberhasilan pembangunan infrastruktur dan penguatan kemandirian energi merupakan hasil dari kebijakan yang berorientasi pada kepentingan rakyat. Karena itu, pemerintah akan terus mengedepankan efisiensi pengelolaan anggaran dan memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih agar semakin banyak sumber daya negara yang dapat dimanfaatkan untuk pembangunan.

Baca Juga  Cakupan Vaksinasi di Bali Sangat Tinggi, Gubernur Koster dan Wagub Cok Ace Ucapkan Terima Kasih ke Presiden Jokowi

“Yang kita perjuangkan, yang saya perjuangkan bersama pemerintah yang mendukung saya, bersama koalisi yang mendukung saya, dengan mandat yang diberikan oleh rakyat, yang kita perjuangkan adalah meraih kemakmuran untuk rakyat Indonesia dengan mengurangi, kalau bisa menghabisi korupsi, melakukan penghematan, melakukan efisiensi. Ini perjuangan kita untuk Indonesia makmur,” tegas Presiden Prabowo.

Melalui pembangunan bendungan, penguatan ketahanan energi, dan pengelolaan anggaran yang lebih efisien, Kepala Negara menegaskan komitmen pemerintah untuk terus menghadirkan pembangunan yang berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Tanggapi Pandangan Umum Fraksi, Giri Prasta: Masukan Konstruktif, Sinergi Eksekutif-Legislatif untuk Kesejahteraan Krama Bali

Published

on

By

giri prasta
SERAHKAN DOKUMEN: Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta, menyerahkan dokumen tanggapan pandangan umum fraksi-fraksi terhadap Raperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Provinsi Bali Tahun Anggaran 2025 kepada Ketua DPRD Bali pada Sidang Paripurna ke-43 DPRD Provinsi Bali, Jumat (10/7). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta, menanggapi pandangan umum fraksi-fraksi terhadap Raperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Provinsi Bali Tahun Anggaran 2025 yang disampaikan oleh empat fraksi, yakni Fraksi Partai Golkar, Fraksi PDI Perjuangan, Fraksi Gerindra-PSI, dan Fraksi Demokrat-NasDem, pada Sidang Paripurna ke-43 DPRD Provinsi Bali, Jumat (10/7).

“Semua masukan bagus dan konstruktif berkaitan dengan tugas dan fungsi sebagai anggota DPRD,” ungkap Giri Prasta.

Secara umum, seluruh fraksi menerima dan mengapresiasi pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 sebagai bentuk akuntabilitas Pemerintah Provinsi Bali. Selain itu, seluruh fraksi juga mengapresiasi keberhasilan Pemerintah Provinsi Bali dalam mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk ke-13 kalinya secara berturut-turut.

Giri Prasta menyampaikan bahwa penyelenggaraan pemerintahan tidak dapat dilepaskan dari peran eksekutif dan legislatif. Ia menilai kedua lembaga tersebut harus memiliki komunikasi yang baik dan saling bersinergi. Eksekutif berfungsi menjalankan pemerintahan, sementara legislatif melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan pemerintahan.

“Tujuannya hanya satu, yaitu bagaimana kita mampu mengambil kebijakan yang sebesar-besarnya untuk kesejahteraan Krama Bali,” jelas mantan Bupati Badung tersebut.

Selanjutnya, ia juga menyampaikan beberapa langkah konkret yang akan diambil untuk memastikan kebijakan anggaran Pemerintah Provinsi Bali tepat sasaran, antara lain melalui perencanaan yang matang terhadap seluruh program dan kegiatan, serta melakukan pengukuran pelaksanaan kegiatan agar sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

“Ketika perencanaannya matang, maka serapan anggaran akan lebih baik,” ungkapnya.

Sementara itu, terkait adanya SiLPA dalam pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025, Giri Prasta menegaskan bahwa serapan anggaran bukan tidak tercapai, melainkan dapat dipengaruhi oleh efisiensi dan kehati-hatian dalam pelaksanaan program dan kegiatan.

Baca Juga  Wayan Koster Segera Masifkan Tumbler di Lingkungan Desa Adat, Solusi Atasi Masalah Sampah

Lebih lanjut, Giri Prasta juga menyampaikan pandangannya terhadap Raperda Inisiatif DPRD tentang Tata Cara Pembentukan Produk Hukum Daerah. Secara umum, ia menyambut baik dan memberikan apresiasi atas inisiatif DPRD dalam penyusunan raperda tersebut.

“Pembentukan produk hukum daerah merupakan salah satu instrumen penting dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah yang berlandaskan pada prinsip negara hukum, kepastian hukum, kemanfaatan, keadilan, serta tata kelola pemerintahan yang baik,” jelasnya.

Produk hukum daerah tidak hanya menjadi dasar penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah, tetapi juga menjadi instrumen dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, mewujudkan pembangunan daerah, serta melindungi kepentingan masyarakat Bali. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca