Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Bupati Tabanan “Nyaksi” Empat Ngaben Bersama di Tiga Kecamatan

Dukung Kebersamaan Warga Laksanakan Upacara “Pitra Yadnya”

Loading

BALIILU Tayang

:

Bupati Tabanan
Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., saat menyaksikan Pitra Yadnya Ngaben bersama, Rabu, (27/7). (Foto : Ist)

Tabanan, baliilu.com  – Kontribusi masyarakat dalam membangun dengan mengedepankan semangat persatuan, senantiasa mendapat dukungan dan apresiasi luar biasa dari Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., Hal itu dibuktikannya dengan menempuh perjalananan dari ujung Barat sampai ujung Utara Tabanan, menyaksikan 4 (empat) kegiatan Pitra Yadnya Ngaben bersama yang sarat dengan nuansa tradisi gotong-royong yang dilaksanakan oleh masyarakat di tiga kecamatan, Rabu, (27/7).

Kunjungan pertama dilakukan Bupati Sanjaya di Desa Adat Pujungan, Kecamatan Pupuan, menghadiri kegiatan Ngaben bersama yang dirangkaikan dengan upacara Metatah bersama. Kemudian Sanjaya melanjutkan perjalanan ke Kecamatan Selemadeg, menghadiri dan menyaksikan 2 (dua) Ngaben bersama, yakni di Desa Adat Cekik, Desa Berembeng, dan di Banjar Adat Delod Sema – Cemagi, Desa Adat Baleagung, Desa Serampingan. Kunjungan terakhir dilakukan Sanjaya di ujung Utara Tabanan yakni menghadiri kegiatan serupa di Desa Adat Baturiti, Kecamatan Baturiti.

Acara Ngaben bersama ini menjadi salah satu contoh nyata gotong-royong masih sangat kental di masyarakat Tabanan dalam melaksanakan pembangunan. Terbukti, Ngaben bersama di masing-masing daerah tersebut diikuti oleh puluhan hingga ratusan peserta dengan penuh kekompakan. Seperti halnya di Pujungan, kegiatan Ngaben tersebut diikuti oleh 102 sawa dan 25 Ngelungah serta 123 Metatah massal. Di Desa Adat Cekik, kegiatan diikuti oleh 20 sawa, nyambutin 9 orang dan 30 orang Metatah. di Banjar Adat Delod Sema – Cemagi, Desa Adat Baleagung, diikuti 15 sawa, begitupun dengan Ngaben bersama di Desa Adat Baturiti, diikuti oleh puluhan sawa.

Dalam road show Ngaben bersama tersebut, orang nomor satu di Tabanan didampingi oleh beberapa anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Sekda dan OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan, Camat dan unsur Muspika kecamatan setempat yang menunjukan kekompakan jajaran Pemkab dalam memberikan dukungan kepada masyarakat. Nampak juga saat itu kedatangan Bupati Sanjaya beserta jajaran disambut baik dengan semangat antusias yang tinggi oleh perbekel, bendesa adat, tokoh adat serta masyarakat setempat.

Baca Juga  Bupati Tabanan Apresiasi “Pitra Yadnya” di Griya Daha Bedha, Ingatkan Masyarakat Tetap Patuhi Prokes

Gotong royong ini, dikatakan Sanjaya menjadi landasan penting dalam bersama-sama mewujudkan pembangunan di Tabanan menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani. Hal ini sangat patut disyukuri, di mana pada jaman dulu kegiatan seperti ini sangat sulit dilakukan karena berbagai macam persepsi dan beruntungnya saat ini persepsi itu perlahan mulai hilang.

“Inilah peranan desa adat sekarang, baik majelis di kabupaten, majelis adat, parisadha, jawatan agama serta semua pihak terkait, termasuk para sulinggih harus menyamakan persepsi tentang ritual upakara upacara ini, sehingga kita kedepannya tidak susah lagi dalam melaksanakan yadnya,” ujar Sanjaya dalam dharma wacananya di Desa Adat Pujungan.

Atas nama pribadi, pemerintah dan seluruh jajaran Pemkab Tabanan, Bupati Sanjaya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas  kekompakan masyarakat dalam membangun karya. Apalagi antusiasme masyarakat sangat tinggi, tulus ikhlas dan dipuput oleh sang Sulinggih, ini  dikatakan pihaknya adalah Karya yang Satwika dan semoga berjalan sesuai dengan harapan bersama.

“Apa yang telah dibangun oleh semeton titiang semua membangun upacara upakara ini, doa titiang semoga karya yang telah dikonsepkan dengan baik ini memargi antar labda karya sidaning don,” imbuh Sanjaya sebagai ucapan yang tulus dari seluruh jajaran.

Sanjaya juga menegaskan, apa yang sudah dibangun di masyarakat melalui kekompakan dan persatuan harus dilanjutkan dalam mewujudkan pembangunan. Ini ditegaskannya sangat patut disyukuri, karena salah satu kunci sukses pembangunan adalah masyarakat yang bersatu.

 “Tetap jaga kebersamaan dan kekompakan ini dalam membangun Tabanan yang kita cintai ini. Kalau bukan kita yang membangun Tabanan ini, lalu siapa lagi. Harus kita bangga menjadi masyarakat Tabanan. Jele melah gumi gelah, jele melah nyama gelah. Tidak usah lagi menjelek-jelekan saudara sendiri atau daerah sendiri,” ajak Sanjaya.

Baca Juga  Bungan Desa di Rejasa, Bupati Sanjaya Perkuat Potensi Lokal dan Layanan Publik

Ketua Panitia Karya dari empat Desa Adat tersebut, mewakili seluruh masyarakat mengucapkan terimakasih atas kehadiran Bupati beserta jajaran dan merupakan kehormatan bagi pihaknya atas dukungan yang diberikan pemerintah. Senada dengan Bupati, setiap Ngaben bersama yang diselenggarakan ini ditujukan bukan hanya untuk menunjukan bhakti terhadap leluhur namun juga dilakukan agar meringankan beban masayarkat dari segi materiil dan non materiil. Di mana, dengan dibangun melalui persatuan dan gotong-royong, hal itu dapat diwujudkan.

Sperti halnya yang dikatakan oleh Ketua Panitia Ngaben Desa Adat Pujungan I Wayan Warjaya, pihaknya melakukan Ngaben ini dengan tujuan meringankan beban masyarakat apalagi masyarakat kurang mampu.

“Kami lakukan hal ini biar tidak terlalu banyak yang kami upacarai. Hal-hal terkait kelangsungan upacara ini, barang tentu meringankan beban masyarakat. Makanya, kita lakukan secara gotong-royong, banyak yang melakukan dana punia untuk membantu teman-teman yang kurang mampu dan Pelebonan kami laksanakan nanti pada 29 Juli 2022, untuk metatah di tanggal 30 Juli 2022, sebanyak 123 peserta,” ujarnya. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

BUDAYA

Walikota Jaya Negara “Ngaturang Bhakti Penyineban” di Pura Luhur Uluwatu

Published

on

By

walikota jaya negara
HADIRI PENYINEBAN: Walikota Denpasar IGN Jaya Negara didampingi Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Antari Jaya Negara melaksanakan persembahyangan sekaligus penyineban serangkaian Karya Padudusan Agung lan Tawur Balik Sumpah Agung di Pura Dang Kahyangan Luhur Uluwatu bertepatan dengan Anggara Paing Pujut, Selasa (14/7). (Foto: Hms Dps)

Badung, baliilu.com – Walikota Denpasar IGN Jaya Negara didampingi Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Antari Jaya Negara melaksanakan persembahyangan sekaligus penyineban serangkaian Karya Padudusan Agung lan Tawur Balik Sumpah Agung di Pura Dang Kahyangan Luhur Uluwatu bertepatan dengan Anggara Paing Pujut, Selasa (14/7).

Pengempon Pura Luhur Uluwatu yang merupakan Panglingsir Puri Agung Jro Kuta, IGN Jaka Pratidnya yang akrab dipanggil Turah Joko mengatakan setelah Puncak Karya Padudusan Agung lan Tawur Balik Sumpah Agung di Pura Dang Kahyangan Luhur Uluwatu dilaksanakan dengan bhakti penganyar. Rangkaian upacara penyineban dipuput Ida Peranda Gede Sari Arimbawa dari Griya Sari Denpasar.

“Dengan melakukan srada bhakti kehadapan Ida Hyang Widhi Wasa, astungkara mudah-mudahan kita di Bali pada khususnya dan Indonesia pada umumnya dijauhkan dari bencana serta diberikan kekuatan dan keselamatan sehingga semua umat bisa rahayu,” ujar IGN Jaka Pratidnya.

Lebih lanjut dikatakan melalui bhakti ini, semoga Ida Sang Hyang Widhi Wasa senantiasa menganugerahkan keselamatan dan perlindungan bagi umat di Bali dan seluruh masyarakat Indonesia. “Kami juga mengimbau agar dalam pelaksanaan upacara ini menghindari penggunaan plastik sekali pakai, guna menjaga kelestarian alam,” ucapnya.

Sementara, Walikota Denpasar IGN Jaya Negara mengatakan bahwa pujawali ini merupakan momentum bagi seluruh umat dan masyarakat untuk selalu eling dan meningkatkan srada bhakti kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa menjadikan sebuah momentum untuk menjaga keharmonisan antara parahyangan, palemahan, dan pawongan sebagai implementasi dari Tri Hita Karana.

“Dengan pelaksanaan Karya Padudusan Agung lan Tawur Balik Sumpah Agung di Pura Dang Kahyangan Luhur Uluwatu ini mari kita tingkatkan rasa sradha bhakti kita sebagai upaya menjaga harmonisasi antara parahyangan, pawongan, dan palemahan sebagai implementasi Tri Hita Karana,” ujar Jaya Negara. (eka/bi)

Baca Juga  Ribuan Pegawai Hadiri ‘’Pemelaspasan’’ Bagia Pula Kerti di Kantor Bupati Tabanan

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Bupati Badung Hadiri Puncak “Karya Ngenteg Linggih“ di Pura Dalem Padonan Desa Adat Kapal

Published

on

By

bupati adi arnawa
SEMBAHYANG: Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa melakukan persembahyangan bersama saat menghadiri puncak Karya Ngenteg Linggih Caru Wraspati Kalpa di Pura Dalem Padonan, Banjar Belulang, Desa Adat Kapal, Kecamatan Mengwi, Badung, Rabu (8/7/2026). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri puncak Karya Ngenteg Linggih Caru Wraspati Kalpa di Pura Dalem Padonan, Banjar Belulang, Desa Adat Kapal, Kecamatan Mengwi, Badung, Rabu (8/7/2026). Karya yang dipuput oleh pemangku pura setempat ini digelar bersamaan di tiga pura, yakni Pura Dalem Padonan, Pura Dalem Penataran, dan Pura Ratu Ngurah Bagawan Penyarikan.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Adi Arnawa melakukan penandatanganan prasasti dan mengikuti persembahyangan bersama krama. Bupati turut mengapresiasi semangat gotong royong warga Banjar Belulang yang sukses menggelar karya suci besar meski jumlah pengemponnya terbatas.

“Kebersamaan adalah kekuatan utama masyarakat Bali. Ketika krama bersatu dengan semangat ngayah dan tulus ikhlas, setiap kegiatan, termasuk pelaksanaan karya suci seperti hari ini, dapat berjalan dengan baik dan lancar,” ujarnya.

Ia berharap upacara ini membawa kesehatan, kerahayuan, dan kesejahteraan bagi masyarakat. Bupati juga mengajak krama untuk terus menjaga persatuan dan kelestarian budaya Bali sebagai pondasi utama pariwisata daerah.

Sementara itu, Manggala Karya sekaligus Camat Mengwi Nyoman Suhartana menyampaikan terima kasih atas kehadiran Bupati Badung. Ia menjelaskan bahwa upacara ini merupakan hasil musyawarah dan kesepakatan seluruh warga.

“Kegiatan karya ini merupakan wujud semangat gotong-royong Krama Banjar Belulang yang didukung oleh Jero Bendesa Adat Kapal. Melalui rapat dan musyawarah bersama, seluruh krama bersepakat untuk melaksanakan karya ini sehingga dapat terlaksana dengan baik,” jelasnya.

Suhartana memaparkan, karya suci yang diempon oleh 66 Kepala Keluarga (KK) ini didukung penuh oleh bantuan dana hibah Pemerintah Kabupaten Badung sebesar Rp 400 juta. Selain itu, pembiayaan juga bersumber dari punia krama serta para pengusaha di lingkungan Banjar Belulang.

Baca Juga  Peduli Lingkungan, 1.600 Pohon Ditanam di Kawasan Hutan Desa Tejakula

Acara ini turut dihadiri oleh Kabag Prokompim Setda Badung I Kadek Edi Putrana, Kabag Umum I Gede Wisnu Bhayangkara, Lurah Kapal Nyoman Adi Setiawan, Bendesa Adat Kapal I Ketut Sudarsana, Kelian Adat dan Kelian Dinas Desa Adat Kapal, unsur Bhabinkamtibmas dan Bhabinsa, para pengempon pura serta prajuru adat setempat. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Bupati Adi Arnawa Apresiasi Karya Suci “Piodalan Padudusan Agung” di Desa Adat Sibanggede

Published

on

By

bupati adi arnawa
SERAHKAN PUNIA: Bupati Badung Wayan Adi Arnawa menyerahkan punia saat menghadiri Karya Suci Piodalan Padudusan Agung di Pura Puseh Desa Adat Sibanggede, Selasa (7/7). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa mengapresiasi semangat gotong-royong krama Desa Adat Sibanggede dalam menyelenggarakan Karya Suci Piodalan Padudusan Agung. Apresiasi tersebut disampaikan saat menghadiri puncak upacara yang berlangsung di Pura Puseh Desa Adat Sibanggede, Selasa (7/7/2026).

Upacara besar ini merupakan rangkaian dari Upacara Piodalan Mapadudusan Agung Menawa Ratna Medasar Caru Labuh Gentuh Ngusaba Desa Muang Ngusaba Nini Tahun 2026 yang bertepatan dengan Rahina Anggara Kasih Medangsia.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menandatangani prasasti serta melaksanakan persembahyangan bersama. Persembahyangan ini dilakukan sebagai wujud bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang berstana di Pura Puseh dan Pura Desa.

Dalam sambrama wacana-nya, Bupati Adi Arnawa mengajak seluruh krama untuk senantiasa meningkatkan sradha dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar selalu dianugerahi kesehatan, kerahayuan, dan kesejahteraan.

“Saya merasa bersyukur dapat hadir di tengah-tengah masyarakat yang sedang melaksanakan karya suci ini. Semoga melalui karya suci ini kita semua senantiasa diberikan kesehatan, kerahayuan, serta keseimbangan alam semesta,” ujarnya.

Bupati Adi Arnawa mendoakan agar seluruh rangkaian karya suci dapat berjalan dengan lancar dan rahayu. Dalam kesempatan itu, ia turut menyinggung perkembangan sektor pariwisata di Kabupaten Badung, khususnya terkait kemacetan yang masih terjadi di sejumlah titik.

Menurutnya, Pemkab Badung terus berupaya mengatasi persoalan tersebut melalui pembangunan ruas jalan baru dan pelebaran jalan di beberapa lokasi strategis. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi kemacetan sehingga wisatawan merasa lebih nyaman dan aman saat berkunjung ke Badung. Selain itu, Bupati juga mengajak seluruh krama untuk terus menjaga adat, tradisi, dan warisan leluhur serta mendukung program-program pemerintah.

Baca Juga  Bupati Sanjaya Apresiasi Karya Pitra Yadnya dan Manusa Yadnya Krama Banjar Adat Baturiti Kerambitan

“Tantangan kita ke depan adalah kemacetan, pengelolaan sampah, dan keamanan. Untuk itu saya mengharapkan kerja sama seluruh krama. Terkait kemacetan, pemerintah telah membangun ruas jalan baru dan melakukan pelebaran jalan di beberapa titik. Sedangkan dalam penanganan sampah, kami mengajak masyarakat melakukan pemilahan sampah sejak dari rumah tangga agar lebih mudah diolah di TPS-3R,” harapnya.

Manggala Karya, Wayan Darma, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Badung atas segala dukungan yang diberikan, sehingga pelaksanaan karya suci tersebut dapat terlaksana dengan baik.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Badung yang di tengah kesibukannya masih berkenan hadir pada puncak karya ini. Selain itu, kami juga berterima kasih atas bantuan dana dari Pemerintah Kabupaten Badung sebesar Rp 1,5 miliar sehingga seluruh rangkaian karya suci dapat terlaksana sesuai harapan kami,” ungkapnya.

Usai puncak upacara, kegiatan dilanjutkan dengan Upacara Mepasaran dan Mapeselang. Rangkaian upacara suci ini dipuput oleh sejumlah sulinggih. Upacara Padudusan Agung dipuput oleh Ida Pedanda Gede Putra Geniten (Griya Dalem Sibanggede), Ida Pedanda Putu Peling (Griya Peling Blahbatuh), Ida Pedanda Nyoman Tulikup (Griya Tulikup), Ida Pedanda Gede Putra Singarsa (Griya Langon Sibang Kaja), dan Ida Pedanda Jelantik Giri (Griya Gunung Sari, Peliatan).

Sedangkan Upacara Mepasaran dipuput oleh Ida Pedanda Istri Ketut Kanya Mas Kajeng dari Griya Kajeng Abiansemal. Upacara Mapeselang sekaligus Majejiwan dipuput oleh Ida Pedanda Ari Dwija Simpangan dari Griya Simpangan, Sandakan, bersama Ida Pedanda Jelantik Giri dari Griya Gunung Sari, Peliatan. Selanjutnya, Upacara Ngindang dipuput oleh Ida Pedanda Istri Mayun, sedangkan Upacara Ngenyitin Linting dipuput oleh Ida Pedanda Istri Rai.

Baca Juga  Ribuan Pegawai Hadiri ‘’Pemelaspasan’’ Bagia Pula Kerti di Kantor Bupati Tabanan

Turut hadir dalam kesempatan tersebut anggota DPRD Badung Nyoman Gede Wiradana, Plt. Camat Abiansemal Wayan Bagiarta, para Angga Puri, Angga Griya, Perbekel Sibanggede Wayan Darmika, Bendesa Adat Sibanggede I Nyoman Surianta, Kelihan Adat dan Dinas Sibanggede, serta seluruh krama Desa Adat Sibanggede. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca