Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

KESEHATAN

Cegah Stunting Bersama Little Joy di Gianyar

Owner Bali United: Mudah-mudahan Anak-anak Sehat dan Jadi Pemain Bali United

Loading

BALIILU Tayang

:

bantuan bali united
SERAHKAN BANTUAN: Owner Bali United, Pieter Tanuri saat menyerahkan bantuan donasi produk Little Joy kepada Pemerintah Kabupaten Gianyar Senin (4/3) pagi tadi di Bali United Café, Gianyar. (Foto: Hms Baliutd)

Gianyar, baliilu.com – Hal menarik disampaikan oleh Owner Bali United, Pieter Tanuri saat penyerahan bantuan donasi produk Little Joy kepada Pemerintah Kabupaten Gianyar Senin (4/3) pagi tadi di Bali United Café, Gianyar.

Kakak kandung dari CEO Bali United, Yabes Tanuri itu berharap dengan diterimanya produk sehat Little Joy ini kepada anak balita di Gianyar berpotensi menghadirkan generasi pemain Bali United di masa mendatang.

Total 16.572 produk Little Joy akan dibagikan kepada 1.381 bayi sehat usia 6 hingga 12 bulan untuk kebutuhan 2 bulan dalam mencegah stunting di puluhan desa Kabupaten Gianyar.

“Saya merasa bangga dengan kehadiran ibu-ibu yang hadir pada acara kali ini. Tapi yang ingin saya sampaikan adalah saya ingin selalu ada pemain asli Bali untuk bisa bermain di tim Bali United. Untuk itu, fokus kita sejak mereka balita harus diperhatikan gizinya agar tumbuh kembang anak itu baik sehingga Bali United bisa terus mendunia di waktu mendatang. Saya juga terima kasih kepada Little Joy yang memperhatikan gizi balita dilihat dari berat badan dan tinggi badan mereka yang akan kita lihat satu hingga dua bulan kedepan setelah produk ini diterima,” terang Pieter Tanuri.

Dipilihnya saat ini Kabupaten Gianyar karena data dari Dinas Kesehatan Provinsi Bali menunjukkan jika Gianyar menjadi daerah dengan angka stunting anak tertinggi tahun 2024.

Untuk itu kehadiran Little Joy sebagai produk bubuk tabur bergizi untuk makanan balita sangat membantu dalam tumbuh kembang anak.

Pemberian bantuan produk Little Joy dari Bali United tersebut diterima langsung oleh Pemerintah Kabupaten Gianyar melalui Asisten Administrasi Umum Sekda Kabupaten Gianyar, Ketut Pasek Lanang Sadia didampingi Pejabat Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Gianyar, Widiastuti Wirasa.

Baca Juga  Hasil Lengkap Lanjutan Babak 8 Besar Elite Pro Academy Liga 1, Dua Tim Raih Kemenangan

Setelah secara simbolis diterima, nantinya pihak Pemerintah Daerah akan memberikan produk tersebut kepada balita yang tersebar di 7 kecamatan dari 5 hingga 25 Maret 2024 mendatang.

Adapun kecamatan yang akan diberikan bantuan produk Little Joy dimulai dari Kecamatan Blahbatuh, Sukawati, Gianyar, Tampaksiring, Ubud, Tegallalang, dan Payangan.

Nantinya satu orang balita akan ditimbang lebih dulu oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar untuk menerima 6 bungkus produk Little Joy selama satu bulan.

Setelah mengkonsumsi produk tersebut, pada bulan berikutnya akan ditimbang kembali untuk melihat perkembangan dari balita.

Harapannya anak-anak balita ini mengalami pertumbuhan yang baik sehingga di waktu mendatang menjadi anak yang cerdas dan sehat.

Produk Little Joy sendiri adalah bubuk gizi lengkap yang terbuat dari 100% bahan alami dengan fortifikasi nutrisi penting untuk membantu pemerintah dalam upaya melawan malnutrisi dan menciptakan generasi Indonesia yang lebih sehat dan cerdas.

Produk Liittle Joy tidak mengandung gula dan garam, serta tidak berbahan pengawet atau penguat rasa sebagai bubuk gizi sehat yang bisa dicampur ke dalam makanan balita.

Adapun rasa produk Little Joy sendiri beragam yaitu Corn Carrot (bubuk jagung dan wortel), Moringa Pandan (bubuk daun kelor dan daun pandan), Red and Mung Beans (bubuk kacang merah dan kacang hijau), Chicken Tempe Sweetcorn (bubuk ayam tempe dan jagung manis), Red Bean Cheese and Beef (bubuk kacang merah dengan keju dan daging sapi), dan With Egg Salmon and Seaweed (bumbu dengan telur, ikan salmon dan rumput laut).

Pada acara pemberian produk sehat Little Joy di Bali United Café ini juga dihadiri oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar, Tim Penggerak Swadaya Masyarakat Dinas (PMD), Perwakilan Ibu-Ibu PKK dari 70 Desa di Gianyar, serta Perwakilan Ibu dan Balita di Kabupaten Gianyar. (gs/bi)

Baca Juga  Gol Mirza Mustafic Berikan Poin dari Markas Persija Jakarta

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

KESEHATAN

Satu Suntikan Vaksin Heksavalen, Gabungkan Enam Perlindungan Penyakit

Bali Jadi Daerah Percontohan Vaksin Heksavalen

Loading

Published

on

By

Vaksin Heksavalen
Balita saat menerima suntikan Vaksin Heksavalen. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Orang tua kini bisa sedikit bernapas lega. Keluhan tentang banyaknya suntikan saat imunisasi dasar pada bayi akhirnya direspons pemerintah dengan meluncurkan Vaksin Heksavalen, inovasi yang menggabungkan enam perlindungan penyakit ke dalam satu suntikan.

Provinsi Bali menjadi salah satu dari tiga wilayah percontohan nasional bersama Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mulai mengimplementasikan vaksin pada bulan Oktober tahun ini, dan menyasar bayi yang lahir setelah 9 Juli 2025.

Vaksin Heksavalen memberikan perlindungan terhadap Difteri, Pertusis, TetanusH hepatitis B, Haemophilus Influenzae tipe B (Hib), dan Polio, serta menggantikan jadwal imunisasi dasar pada usia 2, 3, dan 4 bulan.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, dr. Gede Nyoman Sebawa, menyebut terobosan ini merupakan hasil evaluasi lapangan terhadap berbagai keluhan masyarakat.

“Kami menemukan banyak orang tua mengeluhkan anaknya terlalu sering disuntik saat imunisasi. Kalau dulu dua jenis vaksin disuntikkan terpisah, sekarang cukup satu kali,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (7/10).

Menurutnya, pengurangan jumlah suntikan tidak hanya mengurangi rasa sakit dan trauma pada bayi, tetapi juga meningkatkan kepatuhan orang tua untuk menuntaskan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL).

Selain dari sisi kenyamanan, vaksin kombinasi ini juga menjadi langkah strategis untuk menutup kesenjangan cakupan imunisasi yang sebelumnya kerap muncul antara vaksin Pentavalen dan Polio injeksi.

“Dengan dijadikan satu dosis Heksavalen, cakupannya akan sama. Ini langkah penting agar semua bayi mendapat perlindungan penuh,” jelas dr. Sebawa.

Dari sisi pelaksanaan, pihaknya menambahkan efisiensi juga dirasakan oleh tenaga kesehatan. Pemberian vaksin kini lebih praktis dan efektif, sehingga pelayanan dapat dioptimalkan di berbagai fasilitas kesehatan mulai dari puskesmas, klinik, bidan praktik mandiri, hingga posyandu.

Baca Juga  Gol Mirza Mustafic Berikan Poin dari Markas Persija Jakarta

“Untuk Kabupaten Buleleng, sasaran awal bayi usia 2 bulan sampai 2 bulan 29 hari sudah terdata sekitar 2.450 bayi,” tambahnya.

Dr. Sebawa berharap, dengan penerapan vaksin Heksavalen ini, pemerintah menargetkan capaian IDL sebesar 95 persen, sekaligus mencegah potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) akibat enam penyakit menular yang dapat dicegah dengan imunisasi. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Pastikan Kesehatan, Dinkes Denpasar Rutin Cek Kesehatan Warga Terdampak Banjir

Published

on

By

SAFARI KESEHATAN: Pelaksanaan safari kesehatan Dinas Kesehatan Kota Denpasar dengan menyasar wilayah terdampak pada Minggu (14/9). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Denpasar terus berupaya memastikan kesehatan warga yang terdampak banjir melalui program Safari Kesehatan yang digelar secara rutin. Giat tersebut dikemas dengan sistem jemput bola yang menyasar titik-titik wilayah terdampak.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, AA Ayu Agung Candrawati saat dikonfirmasi Minggu (14/9) menyatakan bahwa upaya ini dilakukan untuk memantau dan menjaga kesehatan warga yang berada di kantong-kantong pengungsian akibat banjir.

“Sebagai upaya memastikan kesehatan warga terdampak banjir, Pemkot Denpasar melalui Dinas Kesehatan secara rutin menggelar Safari Kesehatan. Pemeriksaan menyasar kantong-kantong pengungsian, dengan menerjunkan Tim Kesehatan Puskesmas yang mewilayahi,” kata Agung Candrawati.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memastikan kesehatan warga terdampak banjir tetap terjaga dan dapat segera mendapatkan penanganan jika ditemukan masalah kesehatan.

“Harapannya dapat memastikan kesehatan warga terdampak,” ujarnya.

Bagi warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan, Agung Candrawati mengimbau untuk menghubungi Dinas Kesehatan, Puskesmas terdekat, atau Perbekel/Lurah serta Kaling/Kadus di wilayah masing-masing.

“Warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan dapat menghubungi Dinas Kesehatan, Puskesmas terdekat atau Perbekel/Lurah serta Kaling/Kadus,” tambahnya.

Dalam pelaksanaan Safari Kesehatan, tim kesehatan juga memberikan edukasi dan penyuluhan tentang kesehatan kepada warga terdampak, termasuk cara pencegahan penyakit yang umum terjadi pasca-banjir seperti diare dan penyakit kulit. Selain itu, dilakukan juga distribusi obat-obatan dan peralatan kesehatan dasar untuk mendukung pelayanan kesehatan di lokasi pengungsian.

Dengan upaya ini, Dinkes Denpasar berharap dapat meminimalisir risiko kesehatan bagi warga terdampak banjir dan memberikan pelayanan kesehatan yang memadai.

“Kerja sama antara Dinas Kesehatan, Puskesmas, dan pemerintah setempat diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penanganan kesehatan warga terdampak dan mempercepat proses pemulihan pasca-banjir,” ujarnya. (eka/bi)

Baca Juga  Kadek Agung Siap Antisipasi Pergerakan Cepat Pemain PSBS Biak Pekan Ke-10 Liga 1 Musim Ini

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Kunjungan Spesialis Obgyn ke Puskesmas, Tingkatkan Keterampilan Nakes untuk Pelayanan Prima bagi Ibu Hamil

Published

on

By

obgyn puskesmas buleleng
Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng saat intensifkan program Kunjungan Spesialis Obgyn (SPOG) ke Puskesmas yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng intensifkan program Kunjungan Spesialis Obgyn (SPOG) ke Puskesmas yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. Program ini tidak hanya memberikan akses pemeriksaan bagi ibu hamil oleh dokter spesialis, tetapi juga bertujuan meningkatkan keterampilan tenaga kesehatan (nakes) di Puskesmas dalam memberikan pelayanan prima kepada ibu hamil.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Buleleng, Nyoman Budiastawan, menjelaskan bahwa melalui kunjungan ini, dokter umum dan bidan di Puskesmas mendapatkan pelatihan langsung dari dokter spesialis obstetri dan ginekologi dalam hal pemeriksaan kehamilan, deteksi risiko tinggi, serta penggunaan USG dasar.

“Diharapkan setelah mendapatkan pendampingan dari dokter spesialis, tenaga medis di Puskesmas mampu melakukan pemeriksaan dengan USG secara mandiri. Ini akan sangat membantu dalam deteksi dini risiko kehamilan, sehingga ibu hamil dapat memperoleh penanganan yang tepat sejak awal,” ujar Budiastawan, Jumat (14/3).

Budiastawan menjelaskan, pada semester pertama, program ini telah dilaksanakan di 16 Puskesmas, dengan setiap Puskesmas memeriksa 10 ibu hamil oleh dokter spesialis. Hasilnya menunjukkan bahwa hampir 90% ibu hamil mengalami kehamilan berisiko tinggi, terutama akibat kurangnya perencanaan kehamilan, usia di atas 35 tahun, serta anemia.

Dengan adanya peningkatan keterampilan tenaga kesehatan, Puskesmas diharapkan mampu memberikan pelayanan prima secara mandiri, mulai dari deteksi dini, pemeriksaan rutin, hingga penanganan awal bagi ibu hamil. Jika ditemukan kondisi yang memerlukan penanganan lebih lanjut, maka rujukan ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut akan segera disiapkan.

Selain itu, Budiastawan mengimbau pasangan usia subur untuk merencanakan kehamilan dengan baik, termasuk memperhatikan usia dan kondisi kesehatan sebelum hamil. Bagi ibu hamil, pemeriksaan rutin ke Puskesmas setiap bulan sangat dianjurkan agar potensi risiko dapat terdeteksi sejak dini.

Baca Juga  Gol Mirza Mustafic Berikan Poin dari Markas Persija Jakarta

“Dengan peningkatan keterampilan tenaga medis di Puskesmas, kami berharap ibu hamil dapat memperoleh pelayanan yang lebih baik, cepat, dan tepat. Langkah ini juga berkontribusi dalam menekan angka kematian ibu dan bayi, serta mencegah risiko seperti bayi lahir dengan berat badan rendah, gizi buruk, dan stunting,” tutup Budiastawan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca